Habis Gelap Terbitlah Terang Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 1

Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Adjeng Kartini

Soerat-soerat dalam tahoen 1903

Part 1 of 2 59 min aloud CC BY-SA 4.0

Desa Tjikeumeuh dekat Cultuurtuin (keboen tanam-tanaman) di Bogor. 3 Januari 1903 (VII). Bagaimanalah saja akan meminta terima kasih kepada toean tentang isi soerat dan pidato toean dalam kerapatan Tweede Kamer pada 26 November jang baroe laloe ini; sesoenggoehnja ta' dapatlah kami dengan tjoekoep meminta terima kasih kepada njonja atas segala kebadjikan toean bagi kami. Beroetang boedilah kami kepada toean, ta' dapat kami akan membajar, ialah jang akan kami bawa kedoenia jang baka.

O, bagaimanalah saja dapat mentjeriterakan kepada toean, apa jang terasa dan telah mengalir dihati dan dipikirankoe ketika membatja soerat toean dan sebahagian dari pidato itoe, jang bergaris dibawahnja. Tertjoetjoerlah air mata kami membatjanja. Toehan itoe mahabesar, Toehan itoe mahakoeasa dan Toehan itoelah jang pengasih dan penjajang. Itoelah soeatoe rahmat Toehan. Kamipoen melihat seorang akan seorang, tetapi tiadalah tampak soeatoe djoeapoen, karena pikiran kami telah memandang sedjaoeh-djaoehnja, mengenangkan tanah-tanah seberang jang djaoeh itoe, dan sahabat-sahabat kami jang bertempat disana, lagi kami kenangkan poela akan waktoe dan kedjadian jang akan timboel pada hari jang akan datang.

Kami kedoea sama memikirkan dan mengenangkan sekalian itoe pada waktoe itoe. Sedang hati jang penoeh dengan perasaan jang meminta terima kasih pada ketika itoe, timboellah poela didalamnja kesedihan dan kepiloean jang amat sangat. Hati kami mendjadi sajoe, karena kami ta' dapat ketika itoe djoega meminta terima kasih kepada sahabat-sahabat kami jang setia dan moelia hati itoe, mendjabat tangannja atau memeloeknja, jang telah memberi kami kegirangan hati itoe.

Sajoe hati kami mengenangkan orang-orang toea kami, kekasih hati kami, djantoeng hati kami itoe, bahwa kepada me­reka kedoea soeatoe tanda kedoekaan jang akan menghantjoerkan hatinja, djikalau mendengar kabar jang membesarkan hati kami itoe. Wahai orang toeakoe jang malang! Djikalau maksoed kami sarnpai, maka hal itoe artinja bagi meréka, bahwa mereka akan bertjerailah dengan anak-anaknja, dan ditambah lagi dengan berdoeka hati. Betapalah remoek dada dan hantjoernja hati meréka itoe, djikalau kapallah jang akan mempertjeraikannja dengan anak-anak jang amat dikasihinja dan membawa si anak itoe ketanah asing jang sedjaoeh itoe.

Adakah meréka akan kembali lagi dengan selamat? . . . . . . . . . . . . . . . Adakah lagi meréka akan bertemoe poela dengan orang toean ja nanti? Mereka itoe amat kasih akan kami, lebih-lebih bapakkoe kepadakoe, sebab apabila bapak melihat wadjahkoe, teringatlah ia akan iboenja, poen amat dikasihinja; apalagi moekakoe itoe seroepalah poela dengan porteretnja sendiri. Moga-moga Toehan akan melemboetkan hati mereka jang amat piloe, soesah dan menanggoeng pertjintaan itoe apabila tjita-tjita kami akan kami sampaikan.

Keadaan itoe memanglah soeatoe kelobaan hati benar, tetapi kami berharap sekali jang waktoe itoe akan lekas datang. Saudarakoe, Stella dan sahabat-sahabatkoe jang lain tentoelah akan bersoeka hati benar, kalau sekiranja pekerdjaan toean jang moelia itoe sampai berhasil. Dengan besar hati kami telah membatja pidato toean, meminta pertolongan kepada Pemerintah akan membantoe beberapa orang anak negeri jang amat toean kasihi; setelah itoe kami batja poela pendjawaban menteri djadjahan, dan kemoedian oetjapan terima kasih toean!

Kepada toean saja berkata dengan toeloes dan ichlas hatikoe, meminta terima kasih. Kepada njonja toean, kami berharap jang sedjaoeh itoe, tempat kami berharap akan mengoesahakan kepada toean-toean kedoea, bahwa kesajangan toean, telah beroesaha dengan sedjadi-djadinja oentoek kami. tiadalah tertjoerah kepada orang jang koerang terima kasih. Berhati tetaplah toean bekerdja oentoek pekerdjaan jang moelia, wahai sahabatkoe! Boekan sedikit rasanja peperangan dan penanggoengan kami karena tjita-tjita hati itoe.

Dan kami pertjaja, bahwa banjaklah lagi kesoesahan jang akan kami tanggoengkan, sebeloem kami dapat meninggalkan sekalian hal jang akan menjedihkan hati, dan dalam pada itoepoen lebih banjak poela hal keadaan jang kami sajangi dan kasihi, akan pergi kenegeri jang sedjaoeh itoe, tempat kami' berhanap akan mengoesahakan diri kami, soepaja tjakap dan pandailah kami kelak dalam pekerdjaan jang hendak kami tanggoeng itoe. Akan dapat moesoeh jang ganas, kita sekali-kali tiada perloe berboeat djahat ataupoen mengganggoe orang lain.

Sekarang oempaman ja banjaklah orang sedang mengasoet-asoet kaoem keloearga kami, soepaja kami seboleh-bolehnja djangan dapat menjampaikan maksoed kami. „Ta' pantas," kata mereka itoe jang kami maoe pergi kenegeri Belanda. Dan berapa poela maloe jang akan ditanggoeng nanti karena pergi kesana itoe „dengan ongkos orang lain". Dan ada poela diantara mereka itoe jang bersedih hati melihat saja mengarang, dan diberinja saja isjarat, soepaja saja berhenti memperboeat hal itoe.

„Ta' pantas, seorang anak gadis," mengarang soerat oentoek orang banjak. Bah, seorang perempoean jang beloem kawin, namanja terbebar kesana sini: kalau ia ada bersoeami ta' mengapalah, boléhlah dima'afkan kalau ia berboeat demikian! Dari Dr. Adriani baroe-baroe ini saja mendapat sepoetjoek soerat jang amat pandjang, membitjarakan berbagai-bagai hal jang tentoe akan menjoekakan hati toean djoega. Saja mentjeriterakan kepadanja, apa jang telah toean perboeat oentoek kami, dan ia amat berbesar hati mendengarnja.

Ia menoelis kepadakoe: „Apa jang telah dikatakan njonja van Kol kepada toean, itoelah oedjoed segala agama; pengakoean atas mempertjajaï Toehan seperti seseorang, tidaklah soeatoe pengertian, tidaklah poela soeatoe kebaikan, melainkan itoelah jang sebenar-benarnja Malikoe'rrahman!"

Banjak lagi hal-hal jang bagoes dan berpaódah didalam soeratnja. Betapa soeka hatikoe hendak membatjanja bersama-sama dengan toean, dan memperkatakan isinja dengan toean. Saja perloe lagi membalas soerat itoe. Adalah poela dikatakannja kepadakoe: „Tetapi sepandjang penglihatankoe, bahwa agama Serani itoe oedjoednja tiadalah akan memberi orang berbahagia, hanja akan mendjadii djambatan antara manoesia dengan Toehannja, itoelah maksoed agama Serani." ⁂

14 Januari 1903 (IX). Adikkoe jang ketjil, sekali-kali ta' maoe mendjadi priaji, apalagi priaji dalam golongan pemerintah negeri; dan djikalau njonja sekali-kali ada memperkatakan soerat-soeratkoe dengan toean, tentoelah toean akan mengetahoei, bahwa saja tiadalah bersedih hati dalam hal itoe, melainkan mémanglah amat besar hati kami mendengar maksoed dan hadjat adik kami itoe. Senang hati kami, jang adikkoe ta' ada bermaksoed seperti maksoed beriboe-riboe mereka bangsa kami; mereka itoe menjangkakan, bahwa mendjadi priaji itoelah bahagia jang setinggi- tingginja dalam doenia ini, sebab mereka mema'loemi keenakan seperti radja ketjil, berbadjoe berkantjing letter W., dan berpajoeng emas!

Girang hati kami, bahwa segala tjahaja dan oepatjara itoe ta masoek dihatinja; lebih senang lagi hati kami mengingatkan hal itoe karena ia semoeda itoe telah ada berpengakoean jang demikian, dan ia hendak mentjahari djalan sendiri, tiadalah seperti djalan jang telah pasar ditempoeh oleh beriboe-riboe orang. Lebih baik menoeroet pikirankoe, ia beroesaha oentoek menolong mereka jang dilanggar oleh kesakitan, dan pergi bersekolah oentoek mendjadi dokter.

Boleh djadi djoega dalam hal itoe masoeklah kelobaan diri saja sedikit; karena saja soeka melihatnja mendjadi dokter, sebab dalam hal itoe amat banjak dan bagoes jang patoet diperboeat dan. . . . . . . . . . . .karena dapatlah poela ia menjampaikan kenang-kenangan kami. Berapalah banjak paedahnja nanti, kalau bangsa Eropah dan bangsa Boemipoetera timbal-balik dapat hormat-menghormati. Ia boleh beroesaha soepaja anak negeri akan mempertjajai obat-obat Eropah, dan dokter Eropah boléhlah poela memperhatikan obat- obat Boemipoetera jang amat moedah itoe, jang telah dipastikan moedjarrabnja.

Saja telah bertjakap-tjakap dengan adikkoe itoe tentang kol ah Dokter D.jawa, tetapi ta' adialah niatnja hendak pergi beladjai kesana, dan kaïnipoen ta' soeka poela menggagahinja dalam hal itoe. ⁂ 17 Januari 1903 (VII). Telah tiga pekan lamanja disini ta' toeroèn hoedjan sedikit djoeapoen. Sekarang disini terlampau panas. Beloem pernah kami merasai panas sebagai itoe, baikpoen ketika moesim kemarau jang sekeras-kerasnja. Bapakkoe telah poetoes asa, bibit padi disawah telah merah, karena kepanasan.

Wahai bangsakoe jang malang! Dahoeloe anak negeri diafdeeling ini tjoekoep makannja, dan ta' tahoelah meréka itoe akan kesengsaraan kekoerangan makanan. Tetapi apa jang tidak ada, tentoelah boléh datang; dan kekeringan jang amat sangat didalam moesim penghoedjan itoe telah memberi tanda, bahwa bermatjam-matjamlah kesengsaraan jang akan tiba. Bagaimanakah gerangan halnja nanti, djikalau sekiranja hari selaloe sadja panas seperti itoe?

Soedah datangkah sekarang pertoekaran moesim? Alangkah lekasnja kalau demikian, karena telah doea kali pagi bertioeplah angin, jang biasanja datang dalam boelan Mei. Dan telah moelaïkah sekarang moesim kemarau? Betoel soesah sekali hati kami sekarang; seorang djoeapoen ta' berkoeasa akan mengoebahnja. Amat piloe hati melihat sekalian bibit-bibit, jang telah ditaboerkan dan ditanam orang, semoeanja sekarang telah mérah karena kekoerangan air, semoeanja hampir mati dan ta' dapat ditolong sedikit djoeapoen.

Sajang ta' pandai orang memboeat hoedjan! Dan hari jang sepanas itoe melesoe dan meletihkan badan poela, ta' soeka bekerdja. Apa pikiran toean tentang ratap tangis seorang anak negeri ditanah panas ini! O, betapa soesah hati meréka jang bekerdja disawah dan diladang didalam panas seperti disini sekarang . . . . . . . . . . . . apalagi namanja sadja diseboetkan didalam moesim hoedjan! Kirimilah kami sebahagian dari hawa dingin negeri toean itoe dan toean ambillah panas disini sebanjak toean soeka.

Sekiranja dapat kita berboeat dimikian, betapalah bagoesnja! ⁂ 25 Januari 1903 (IX). Lamalah saja doedoek memandang kekertas ini dan ta' tahoelah saja apa jang hendak saja toeliskan lain dari pada permoelaan kata; banjaklah pikiran jang merawankan hatikoe, banjaklah poela perasaan jang timboel dalam ingatankoe. Pada waktoe itoe terkenanglah oléhkoe sekalian hal jang terdjadi didalam hidoepkoe, dalam beberapa tahoen jang laloe. Dalam kegirangan dan soekatjita datanglah poela kedoekaan jang amat sangat, kepoetoesan asa dan waswas jang menjedihkan hati.

Bagi kami rasanja pada waktoe jang soedah-soedah, telah bermatjam-matjam hidoep didoenia jang kami tanggoengkan. Tahoen-tahoen jang kami ini ta' bersoeka ria lagi sebagai anak-anak, telah djaoeh benar rasanja terletak dibelakang kami. Tiap-tiap hari dalam pekan jang baroe ini, banjaklah poela hal-hal jang kedjadian seperti dahoeloe bagi kami. Adalah hal jang merajoekan hati, dan ada poela jang menjoeroeh kami minta terima kasih. Sekalian perasaan pada ketika itoe adalah didalam hatikoe; tetapi perasaan jang memiloekan hati itoelah jang berkoeasa benar diantara sekaliannja.

Ketika saja menoelis soerat ini terasalah poela dalam hatikoe sekalian perasaan itoe; karena itoe lemaslah saja rasanja. Tetapi sekali-kali saja ta' soeka menoeroetkan hatikoe ini; sekalian kata-kata toean jang pagi tadi, hendak saja pegang soenggoeh-soenggoeh didalam hatikoe. Saja ta' soeka dikoeasai oleh pikiran jang menjoesahkan hatikoe itoe, tetapi sekalian kepiloean hati itoe, wadjiblah sekarang dibawah perintah saja. Atas sekalian jang toean katakan ditepi pantai dan dikeréta tadi pagi kepada kami, o, betapalah hendaknja kami akan minta terima kasih kepada toean?

Ta' adalah kata-kata bagikoe, akan menjatakan perasaan kami itoe kepada toean. Ia hanjalah terasa Sadja, tetapi ta' dapat dikatakan! Kami amat mengoetjap sjoekoer dan amat beroentoeng, karena telah berbintjang dengan toean. Demikianlah sedapnja kata-kata dan seorang sahabat jang berhati toeloes. Kemarin semalam-malaman itoe saja selaloe mengenangkan kata-kata toean, dan sekaliannja mengoeatkan hatikoe. Kami berdoea lama memperkatakan hal itoe kemarin dan hari inipoen djoega; dan djikalau bapak telah bertambah semboeh sedikit dari pada sakitnja, kamipoen hendak mengabarkan hal itoe kepadanja.

Sekarang boléhlah kami angsoer memberi tahoe dahoeloe kepada iboekoe, dan memoelaï perlahan-lahan menoelis keringkasan permintaan kami itoe. Djikalau perkara itoe telah selesai, kami toelislah nanti beberapa poetjoek soerat kenegeri Belanda. Sekarang amat tetaplah hati kami. Itoelah jang perloe sekali bagi kami dahoeloe; kata jang loeroes, benar dan menetapkan hati dari pada seorang sahabat jang toeloes hatinja, telah tegoehlah melekat dihati kami.

Kami ingin benar dahoeloe hendak berbintjang dengan toean kedoea. Dengan segala soetji hati saja meminta terima kasih kepada toean atas kata-kata dan nasihat toean kedoea. Jang menjoeroehkan kami lagi berniat hendak pergi kenegeri Belanda, ialah tjita-tjita hati kami hendak mendjaoehi oentoek sementara doenia, jang telah meloekaï hati kami dengan ganasnja itoe. Sengsara jang seperti dinaraka itoe ta' patoet kami tanggoengkan lagi.

Negeri Belandalah jang akan memboeangkannja dan akan menggantinja poela dengan kesoekaan lain, jang bergoenoeng-goenoeng banjaknja. Terimalah oetjapan terima kasih kami, karena toean telah menoendjoekkan hal itoe kepada kami. ⁂ 27 Januari 1903 (X). Saja mengenangkan waktoe jang telah laloe, ketika kami dengan ajah boendamoe bersoeka hati, berdjalan-djalan ditepi laoet disini, laoet kami! Itoelah waktoe jang moelia, ta' dapat diloepakan!

Dan waktoe jang baroe laloe ini, ja'ni waktoe kami doedoek ditepi pantai bersama-sama dengan ajahmoe, akan tinggallah poela selaloe dalam kenang-kenangan kami. Disanalah bapakmoe berbintjang dengan kami tentang maksoed-maksoed kami. Berapalah besar harganja perbintjangan itoe, jang keloear dari hati seseorang jang amat kami moeliakan dan kami kasihi, apalagi ia seorang dari pada sahabat kami, jang kami ketahoei berhati toeloes dan ichlas.

Apakah hasilnja perbintjangan itoe bagi kami? Saja semalam-malaman itoe ta' dapat tidoer. Saja tidoer pada malam itoe bergoeling kekanan bergoeling kekiri, karena kepalakoe penoehlah dengan kata-kata bapakmoe jang soenggoeh-soenggoeh, lagi terbit dari hatinja jang kasih sajang itoe! Itoelah jang amat perloe bagi kami, itoelah jang telah lama kami kenang-kenangkan, ja'ni kami hendak mendengar kata jang sesoenggoehnja, jang keloear penoeh dengan kasih sajang, dari hati masoek kehati, bertentangan mata dengan mata.

Bésoknja pagi-pagi benar bapakmoe mesti berangkat poela. Sedihlah hati kami memikirkan itoe. Kami pergi mengantar-antarkan jang moelia itoe, dan dikeréta kami hoeboenglah poela pertjakapan jang ditepi pantai kemarin. Achir kalam, ialah kami hendaklah selekas-lekasnja mengirim sepoetjoek soerat permintaan kepada Goebernoer Djenderal, dengan seizin orang-orang toea kami, soepaja Pemerintah akan membantoe kami, menjampaikan pendidikan kami, bergoena oentoek perempoean Djawa pada waktoe jang akan datang dan pendidikan itoe akan koeterima di. . . . . . . . . . . . . . .Betawi!

Tidakkah engkau héran mendengar kabar itoe, saudarakoe? Saja ta' tahoe bagaimana pendapatanmoe tentang hal itoe. Tetapi tiadakah engkau akan mengatakan, jang saja selaloe berpoetar pikiran? Moela-moela dengan segala kekoeasaan hati hendak pergi kenegeri Belanda; boemi dan langit telah bergerak soepaja maksoednja itoe dapat disampaikan, dan karena oesaha sahabat-sahabatnja, dapatlah meréka pergi kesana; tetapi sekarang meréka berkata: „Saja tinggal disini!"

Apakah katamoe tentang pikiran jang selaloe bertoekar-toekar itoe. Tetapi lebih baik, djika sesat berbalik soeroet, dari pada sesat telandjoer, jang kadang-kadang karena kesombongan hati ta' maoe mengakoe akan kesalahan itoe. Tahoekah engkau apabilakah maksoed kami hendak pergi ketanah Belanda itoe telah boelat? Dalam boelan December tahoen 1901, ketika kami sedang menanggoeng kesoesahan hati, jang tidak tepermanaï itoe. Ketika itoe timboellah dihati kami maksoed jang boeas hendak pergi berdjalan djaoeh, berpisah diri dari tempat jang telah meratjoen menjakiti hati kami itoe.

Berdjalan, berdjalan djaoeh pergi ketempat jang beroedara lain, bernapas, hidoep pada hawa jang lain, dan djikalau hati kami jang loeka parah telah semboeh, pikiran serta barangkali djoega badan kami telah koeat, berbaliklah kami mendjelma seperti lahir kembali kedoenia, kedalam pergaoelan jang lama akan bekerdja oentoek peroebahan jang baik. . . . . . . . . . . . . . . Kesoesahan jang seperti dinaraka itoe, ta' boléh kami tanggoengkan lagi.

Tanah Belandalah jang akan mendjaga, soepaja kesoesahan itoe tiada akan datang kembali, dan orangpoen ta' akan mengenangkan kami lagi; sajang sekali hendak meloepakan kami itoe lekaslah akan kedjadian. Demikian djoega oléh sebahagian dari doenia bangsa Boemipoetera lekaslah poela kami diloepakannja, ja'ni oléh Boemipoetera, jang hendak kami oesahakan, kalau nanti kami kembali dari negéri Belanda. Apakah jang menanti kami ditanah Belanda?

Kesoesahan jang bergoenoeng-goenoeng, jang beloem sedikit djoea kami ma'loemi hal keadaannja. Bapakmoelah jang menerangkan sekalian hal itoe kepada kami, dan ditoendjoekkannjalah poela kesengsaraan jang akan kami tanggoeng nanti disini, jang datangnja dari pada meréka jang akan kami tolong itoe, djikalau kami kembali kelak dari tanah Belanda. Sekalian itoe soenggoeh benar, o tjita-tjitakoe jang malang! Engkau tahoe, bahwa itoelah soeatoe tjita-tjita kami jang amat besar hendak beladjar ketanah Belanda, oentoek pekerdjaan jang hendak kami tanggoeng kelak . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Demikian poela keadaan bapakkoe jang baroe-baroe ini telah sakit keras menjoeroeh kami poela lebih landjoet berpikir. Jang moelia itoe amat sajang kepada kami. . . . . . . . . . . . Segala jang kedjadian baroe-baroe ini ditempat sakitnja itoe masih tergambar dimatakoe. Disanalah kami lihat betapa sajangnja si djantoeng hati kami itoe kepada kami. Tetapi bertanjalah saja kepada dirikoe sendiri, dapatkah kami akan mengoebah maksoed kami itoe, djikalau sekiranja bapakmoe ta' datang kemari, dan jang moelia ta' berkata sedemikian kepada kami?

Ta' tahoelah saja. . . . . . . . .tetapi sesoenggoehnjalah katakoe ini, bahwa orang toeakoe kedoeanja patoet benar banjak meminta terima kasih kepada bapakmoe. Dan kamipoen sendiri sangatlah terima kasih kepada jang moelia itoe! Lamalah kami berdoea beradik memperbintjangkan kata-kata bapakmoe itoe, serta memikirkannja. Achir kalam ialah: Pergi ketanah Belanda itoe biarlah kami loepakan dahoeloe dalam hati, dan sekarang kami berharap, soepaja kami boléh lekas pergi ke Betawi.

Sekalian itoe ialah kemaoean dirikoe sahadja. Tetapi dalam hal itoe haroeslah kami ma'loemi baik-baik, apakah kebaikannja jang teroetama benar, djikalau kami beladjar di Betawi. Tentoelah di Betawi kami boléh lekas moelaï bekerdja, tetapi djikalau kami pergi ketanah Belanda, tentoelah kami masih lama akan menanti. Saja selaloe memikirkan kata bapakmoe: „Apakah sebabnja ta' diboeat lekas apa-apa jang dapat dikerdjakan? Pekerdjiaan itoe lekaslah habis kalau dikerdjakan; tetapi dengan djalan pergi kenegeri Belanda, masih djaoeh tempatnja pada waktoe jang akan datang."

Bapakmoe berkata sambil mengambil oempama: Adalah seorang jang loeka parah meminta pertolongan, maka datanglah seseorang, dan berkata: „O, sahabatkoe, sekarang saja ta' soeka menolongmoe, karena saja akan beladjar dahoeloe, bagaimana orang memaloet loeka."

Orang itoepoen berdjalanlah pergi beladjar; dan djikalau telah diketahoeinja kepandaian paloet-memaloet loeka itoe, maka orang jang loeka tadi telah lama mati. Bapakmoe berkata poela: „Adalah seboeah moetiara jang terletak dilaoet jang amat dalam. Engkau tahoe bahwa ia ada disana, tetapi engkau ta' tahoe dimana benar tempatnja itoe. Engkaupoen masoeklah kelaoet, hendak mengambilnja tjara begitoe sadja. Air laoet sementara itoe telah sampai kedagoemoe, kemoedian datanglah seorang berkata: „Hai sahabatkoe, djanganlah berboeat demikian, djanganlah pergi lebih djaoeh, air telah sampai kedagoemoe, kalau engkau tenggelam, ta' dapatlah moetiara itoe oléhmoe.

Baiklah kembali dan masoeklah engkau kedalam seboeah perahoe, adjoeklah dahoeloe laoet itoe, dan kemoedian baharoelah engkau pantjing moetiara itoe."

Bapakmoe berkata, djikalau benar-benar kami soeka, dengan segera kami boléh memboeka seboeah sekolah, ta oesahlah kami memboeat oedjian soeatoe apapoen. Ta' adalah terseboet dalam oendang-oendang negeri, bahwa orang haroes memboeat oedjian dahoeloe, maka boléh memberi pengadjaran kepada anak-anak gadis Boemipoetera. Kami boléh mengambil lagi beberapa orang goeroe-goeroe perempoean Belanda, hal itoe perkara ketjil. Tetapi bagaimanakah pikiranmoe, dapatkah kami memboeka seboeah sekolah, kalau tidak dipeladjari dahoeloe bagaimana hal keadaan mengadjar?

Benarlah djoega bahwa kami mendirikan sekolah kami itoe. . . . . . . . . . . .(tertawa kita mendengar kata itoe, lagi sombong boenjinja) hanjalah teroetama maksoednja oentoek pendidikan boedi pekerti, lebih dari pada pendidikan oentoek 'ilmoe kepandaian. Sebab itoelah kami ta' soeka sekolah itoe didirikan oléh Pemerintah, melainkan baik didirikan oléh orang partikoelir sadja, kalau tidak tentoelah wadjib kami menoeroet beberapa oendang-oendang peratoeran sekolah.

Kami hendak memboeat sekolah ketjil seperti kehendak kami sahadja, mengadjar anak-anak tiada seperti disekolah biasa, melainkan seperti seorang iboe mendidik anak-anaknja. Sekolah itoe ta' boléh dibandingkan dengan sekolah biasa, melainkan dengan seboeah roemah-tangga jang besar, dan segala anggotanja akan berkasih-kasihan, jang seorang mengadjari jang lain, dan iboenja tiadalah seperti iboe dimoeloet sahadja, melainkan iboe sebenar-benarnja iboe. . . . . . . . . . . .

perempoean jang mendidik badan dan pikiran anak-anaknja. Maksoed bapakmoe itoe atjap kali kami pikirkan, tetapi begini: Djikalau kami ta' dapat pergi beladjar, haroeslah kami tinggal diroemah sahadja; dalam hal itoe ta' dapatkah kiranja kami mengambil beberapa orang anak gadis regén-regén diroemah seberapa keboepatén kami dapat menerima? Meréka itoe disoeroeh bersekolah disini seperti biasa, dan diroemah kamilah akan menanggoeng pendidikan boedi pekertinja, sambil bermain-main membela anak-anak itoe memperbaiki tingkah lakoenja; dan ketika anak-anak kami itoe pergi kesekolah, kami ambil lagi anak-anak kepala negeri jang lain, kami adjari meréka itoe diroemah merénda, mendjahit d.s.b.

Sementara itoe dlengan tiada setahoe meréka itoe kami ketoek-ketoeklah hatinja, soepaja maoelah meréka itoe mengambil boeah pikiran jang tersimpan dalam maksoed kami itoe. Tetapi djikalau dapat kami mendirikan seboeah sekolah, kami lebih soeka dahoeloe beladjar. Benarkah atau tidak pendapatankoe ini, saudarakoe? Sekolah itoe tentoe akan didirikan di Magelang atau di Salatiga. Bapakmoe telah memperkatakan hal itoe dengan bapakkoe, dan ta' adalah alangannja lagi; alangannja hanjalah pergi ketanah Belanda itoe sahadja.

Senanglah hati, boekan? Tjara jang seperti terseboet diatas itoe, demikianlah halnja nénékkoe jang laki-laki dahoeloe mendidik anak² kepala negeri. Nénékkoe dahoeloe menjoeroeh datang kemari seorang goeroe oentoek mendidik anak-anaknja dan lagi pengéran-pengéran dari Solo, dan seorang regén di Djawa Tengahpoen mengirimkan poela anak-anaknja jang laki-laki kepada nénék oentoek pendidikan itoe. Lihatlah pendapatan itoe boekanlah pendapatan baroe; djadinja maksoed kami jang dikatakan orang baroe benar itoe, ialah jang sebenarnja pendapatan jang telah toea, berasal dari nénék kami.

Maksoed dan boeah pikiran kami itoe poesaka dari nénék kamilah. Nénék kami itoelah orang jang menebas djalan; kami ini hanjalah melandjoetkan pekerdjaannja sahadja. Nénékkoe jang laki-laki dan jang perempoean itoe kedoeanja orang baik hati. Bapakmoe telah menoendjoekkan kepada kami apa jang akan djadi isi soerat permintaan itoe; hanjalah sebaris perkataan sahadja, tetapi kami perloe mengirim sepoetjoek soerat peringatan bersama-sama dengan soerat permintaan itoe.

Didalamnja wadjib kami toeliskan seterang-terangnja maksoed dan kenang-kenangan kami. Soerat peringatan itoe haroeslah keloear dari hati kami sendiri, ta' boléh sedikit djoega dipikirkan, bahwa ia akan dihadapkan kepada Goebernoer Djenderal, melainkan kami toeliskan sahadjalah apa jang terasa dihati kami. Bapakmoe soeka membatjanja lebih dahoeloe djikalau kami kehendaki, tetapi menoeroet pikiran jang moelia ta' oesahlah kami menjerahkan soerat itoe kepadanja.

Kami wadjib menoelis dengan seada-adanja apa jang keloear dari dalam hati kami sahadja. ⁂ 31 Januari 1903 (X). Hari ini soeratkoe wadjib habis, karena bésok pos ditoetoep. Dengan pos itoe ia akan koekirimkan. Soenggoehlah waktoé itoe lekas sekali melajang! Pada hari ini telah sepekan lamanja bapakmoe datang kemari. Marilah sekarang kita perkatakan keperloean kita. Maoekah, engkau? Médja ketjil dan papan tempat kitab-kitab itoe telah koesoeroeh kerdjakan kepada toekang oekir.

Ia masih bekerdja djoega. Tetapi engkau tentoe akan sabar sedikit doeloe, boekan? Toekang itoe amat banjak kerdjanja oentoek perserikatan „Oost en West."

Médja ketjilmoe itoe kami boeat bersegi delapan dan beroekir seperti tjontoh kain batikkoe, loekisan Djawa sedjati! Kajoenja seperti médja itoe djoega, dari kajoe sana (berwama hitam), itoelah kajoe jang sebaik-baiknja jang boléh didapat disini. Papan tempat kitab-kitab itoe kami soeroeh boeat dari doea bilah papan, tidaklah terlaloe besar betoel seperti permintaanmoe kepadakoe. Oekoeran jang sebenarnja saja telah loepa. Sekarang doea boeah médja saja soeroeh boeat, berlain-lainan bangoennja.

Marilah koeterangkan keadaannja sedikit. Médja itoe berkaki tiga beroekir-oekir, dan ditengah-tengahnja itoelah terletak papan médja itoe. Sekeram ketjil jang baroe-baroe ini kami kirimkan kepada Goebernoer Djenderal, betoel amat bagoes. Bapakmoe jang telah melihatnja disini, memoedji benar kehaloesan perboeatannja. Sekarang kami soeroeh boeat lagi doea boeah sekeram api, jang seboeah bangoennja seperti lokan, terboeat dari pada tiga bilah papan seperti akar jang berlipat tiga, dan seboeah lagi bangoennja seperti garoeda dan sajapnja boléh digerak-gerakkan.

Selaloe keloearlah dari kepala kami pikiran jang baroe-baroe, dan sangatlah kami bersenang hati, jang perserikatan „Oost en West" maoe menjoeroeh memperboeat sekalian itoe. Kadang-kadang terbitlah pikiran itoe ketika kami telah tergoeling ditempat tidoer, dan sebentar itoe djoega melompatlah kami dari tempat tidoer, teroes memasang lampoe, dan boeah pikiran itoe kami gambarkanlah; karena boléh djadi bésok paginja kami loepa, djadi sajanglah kalau tidak digambarkan lekas.

Katakanlah kepada iboemoe, bahwa kami telah memperkatakan dengan orang toea kami tentang maksoed hendak pergi ke Betawi itoe, dan tentang sekolah di Meester Cornelis atau di Salemba itoe. Ta' ada alangannja lagi bagi meréka itoe. Telah senanglah hati, boekan? Meréka itoe amat bergirang hati jang kami masih tinggal ditanah Djawa. „Soesah hatikoe, djika engkau pergi," kata bapakkoe, „saja haroes selaloe hendaknja dapat melihatmoe," kasihan, bapakkoe itoe!

Sekarang telah baiklah begitoe. Meréka amat mengoetjap sjoekoer kepada orang toeamoe. Kami wadjib berdjandji kepada iboekoe soepaja tinggal bersama-sama dan bekerdja bersama-sama. Boléhkah lebih bagoes lagi dari itoe? Itoelah kemaoean kami benar. Boekankah baik dahoeloe itoe jang kami hanjalah soeka pergi ketanah Belanda sahadja? Sekarang meréka itoe bersoeka hati dengan Betawi. Djikalau kami dahoeloe itoe hendak pergi ke Betawi sahadja, tentoelah ada poela alangannja.

Sekarang dengan moedah dan lekas soerat permintaan kami berlajar beserta dengan soerat peringatan kami, dan soerat keterangan dari bapakkoepoen menerangkan ta' ada beralangan tentang maksoed-maksoed kami. Betapalah akan girangnja hati Annie Glaser nanti! Tentoelah kami akan berkoempoel bersama-sama poela, dan sebagai sahabat jang setia akan bersama-samalah kami merasaï pahit dan manis, sakit dan senang. Kemarin kami mendapat sepoetjoek soerat dari padanja, tjobalah pikir oléhmoe, bersama-sama dengan soerat itoe ada dikirimnja seboeah daftar pertanjaan jang patoet koedjawab dari seorang toean.

Toean itoe amat soeka menjelidiki hal-hal jang perloe sekarang oentoek pendidikan bangsa Djawa. Ia amat soeka hendak mendengar pertimbangan kami tentang hal itoe. Toean itoe ialah Mr. Slingenberg jang bekerdja digedoeng ministerie van Koloniën. Ia disoeroeh Pemerintah kemari akan memboeat oendang-oendang hoekoeman baroe. Annie berkata, bahwa toean itoe soenggoeh-soenggoeh hendak bertanja, dan ia bekerdja dengan sekoeat-koeatnja serta hendak mentjahari daja oepaja jang dapat diperboeatnja oentoek kami.

Ia ta' dapat lagi akan datang kemari, karena pada pertengahan boelan Februari jang akan datang, ia hendak berangkat kembali ke Eropah. Sebab itoelah maka pertanjaan itoe wadjib lekas didjawab dengan seterang-terangnja!!! Pertanjaan jang diberikannja kepada kami itoe soenggoeh amat berharga, ja'ni pertanjaan jang selaloe terkandoeng dalam hati kami. Sebab itoelah poela maka kami ta' maoe dan ta' dapat mendjawabnja dengan lekas dan ta' senonoh sahadja.

Marilah koeseboetkan oempamanja: Pertanjaan jang pertama begini boenjinja: „Atoer-atoeran manakah jang baik dilakoekan penambah kepandaian dan kema'moeran bangsa Djawa?"

Itoelah soeatoe pertanjaan jang diselidiki oléh orang pandai-pandai jang telah poetih ramboetnja, dan dapatkah kami mendjawab pertanjaan itoe dengan satoe, doea, tiga sahadja lagi dengan terangnja! Kedoea: „Dengan djalan manakah pengadjaran wadjib diperbaiki dan diloeaskan?"

Dapatkah kami mendjawab pertanjaan itoe dengan sepatah kata sahadja? Tentoelah sekoerang-koerangnja beberapa lembar kertas bergoena pendjawab. Pertanjaan jang kelima dapat didjawab dengan lekas atau dengan sepatah kata sahadja: „Tiadakah harga atau arti kemanoesiaan perempoean dalam hal memadjoekan bangsa Djawa terlaloe sedikit sekali diperhatikan oléh orang besar-besar negeri?"

Toean jang memboeat pertanjaan itoe, tentoelah seorang jang baroe memikirkan hal itoe. Pertanjaan jang penghabisan amat senang hati mendjawabnja. „Dengan tjara bagaimanakah jang sebaik-baiknja dilakoekan soepaja dapat dimoelaï menambah kesopanan dan kepandaian perempoean Djawa, baik bangsawan ataupoen orang banjak? Djikalau hal itoe sampai kedjadian tiadakah nanti akan bersalahan dengan 'adat isti'adat negeri?"

Sekalian pertanjaan itoe bagoes-bagoes benar, kami akan memperbintjangkannja lebih terang: baikkah? Meréka itoe telah menjoeroeh kami mengeloearkan pikiran dan perasaan hati kami. Kalau sekiranja ta' ada diperboeatnja pertanjaan itoe tiadalah kami akan berpikir dan merasa sebagai itoe. Kami malam kemarin sampai laroet malam menoeliskan sekalian peringatannja itoe dan akan kami beri keterangannja baik-baik. Soenggoeh gandjillah perdjalanan doenia ini!

Jang satoe mendjolok jang lain. Dan jang sebenarnja sekalian itoe tali-bertali. Adalah lagi pikiran jang timboel dihati kami, jang barangkali tiadalah akan menjenangkan hati Pemerintah, djikalau boeah pikiran kami itoe dapat didengarnja, karena Pemerintah jang sekarang koeat akan agama Serani. Apa pikiranmoe tentang soatoe oetoesan (zending) jang tiada bermaksoed hendak menjoeroeh orang masoek agama Serani, dan mendjaoehkan sekalian agama, tetapi maksoednja hanjalah hendak berboeat baik akan bangsa Djawa, pertjintaan kepada jang baik sahadja?

Apakah sebabnja maka ta' dapat pada tempat-tempat jang lain ditanah Djawa diboeat sekolah-sekolah seperti di Modjowarno, dengan tiada dilindoengi oléh soatoe bendéra agama? Dengan hal jang demikianlah dapat orang mengélakkan tombak jang diatjoekan oléh orang Islam kepada dirinja. Orang Islam senantiasa menghinakan meréka jang moela-moela seagama dengan dia, tetapi kemoedian meninggalkan agama itoe, dan masoek kepada agama jang lain.

Dalam pemandangan orang Islam berboeat jang sedemikian, ialah soeatoe dosa jang sebesar-besarnja. Orang Islam jang sekarang beragama Serani menghinakan poela meréka jang beragama Islam, karena ia sekarang telah beragama sebagai orang Belanda. Disangkanjalah bahwa daradjatnja karena itoe sama tinggi dengan Belanda. Ta' goenalah lagi saja oeraikan benar, apa kesoedahannja hal jang seperti itoe dalam hidoep bersama-sama. Djikalau orang soenggoeh-soenggoeh hendak mengadjar bangsa Djawa sesoeatoe agama, baik, dan adjarkanlah kepadanja soepaja ia tahoe mengenal Toehan jang satoe, Toehan jang pengasih dan penjajang, Toehan segala machloek, Toehan bagi orang Serani, orang Islam, orang Boedha, orang Jahoedi d.s.b.

Adjarkanlah kepada mereka agama jang sebenarnja, ja'ni: agama dihati. Agama itoe mémanglah dapat dipakai oléh orang Serani, oléh orang Islam d.s.b. Pikiran kami negeri Belanda hendaklah mengirim ke Hindia ini orang-orang jang berboedi pekerti, jang berpeladjaran, jang tinggi kemanoesiaannja, jang maoe hidoep bersama-sama dengan bangsa Djawa, karena kasih akan sesamanja manoesia; hidoep dengan bangsa itoe berkasih-kasihan serta mengadjar, mengobat dan menolong meréka itoe didalam segala hal apabila perloe.

Anak negeri itoe hendaklah dibiarkan hidoep dengan sederhana, dan djangan diadjar boros, tetapi perloe ditegoer meréka itoe baik-baik, bila meréka itoe mengerdjakan 'adat dalam negeri jang bersalahan dengan kasih dan tjinta! Pekerdjaan itoe nanti boléhlah ditanggoengkan kepada anak negeri sendiri, pada waktoe ini, beloemlah ada diantara anak negeri jang koeat mengerdjakannja. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Péndéknja, adakanlah pekerdjaan oetoesan itoe, tetapi tidaklah dengan air serani.

Boléhkah dikerdjakan demikian? Sebenarnja amatlah soesah mentjari orang jang tjakap-tjakap mengerdjakan kerdja itoe. Tetapi nantilah saja oelangi lagi memperkatakan hal itoe kembali. Lebih dahoeloe mestilah diadakan sendiri kesoetjian hati, dan pada sekalian pengadjaran haroes hal itoe diperhatikan. Bagaimanakah memasoekkan kepada orang jang telah balig dan jang hampir balig sendi kesoetjian hati itoe? Pada pikirankoe dangan kitab-kitab tjeritera.

Orang haroeslah mengeloearkan soerat-soerat kabar jang banjak berisi dengan tjeritera jang menarik hati, soepaja banjak orang membatjanja, tetapi tjeritera itoe wadjiblah beralasan dengan pengadjaran pendidikan. Maksoed jang sedemikianlah jang hendak kami adjarkan kepada anak-anak kami, sambil bermain-main meréka itoe diadjar dan diberi pendidikan. Apakah sebabnja dengan djalan jang demikian ta' dapat poela diadjar orang-orang jang soedah balig?

Di Betawi kami berharap nanti banjak kami akan berkenalan dengan moerid-moerid Sekolah Dokter Djawa, soepaja banjaklah kami dapat memperkatakan hal itoe dengan meréka itoe, dan mentjoba-tjoba barangkali dapatlah beberapa orang jang soeka mengerdjakannja. Meréka itoelah nanti boléh diharap, jang akan mengerdjakan pekerdjaan djadi oetoesan tidak dengan air serani. Adikkoe jang perempoean jang boengsoe, Soematri, baroe-baroe ini telah memboeat oedjian klein-ambtenaar.

Ialah anak gadis Djawa jang pertama sekali telah memboeat oedjian itoe! Bagoes, boekan? ⁂ 1 Februari 1903 (IX). Sekarang tentang orang-orang toea kami sendiri. Iba hati melihat kegirangan hati meréka itoe oléh karena kami akan tinggal disini. Djoega meréka itoe amat menerima kasih kepada toean! Kalau dipikir-pikir benar, baik djoega kami dahoeloe meminta soenggoeh-soenggoeh hendak pergi kenegeri Belanda. Sekarang kedoea orang toea itoe berbesar hati dengan ke Betawi dan tiadalah poela ada beralangan oentoek maksoed-maksoed kami jang lain, hanjalah iboekoe meminta jang kami berdoea selaloe hendaknja tinggal bersama-sama dan bekerdja bersama-sama.

Adakah jang lebih bagoes dari itoe lagi? Itoelah poela jang kami kehendaki benar. Saja wadjib meminta terima kasih lagi atas nasihat toean jang terbit dari hati persahabatan itoe. Amat besar kebaikan pertjakapan toean itoe bagi dirikoe. Apalah poela sebabnja maka ta' akan saja katakan kepada toean, bahwa keberatan dari pihak-pihak sanak saudara beloemlah kami pikirkan, ja'ni tentang pergi kenegeri Belanda itoe adalah akan memberi berbahaja bagi hal keadaan kami sendiri.

Tetapi meréka itoe jang dibibirnja menamaï sahabat-sahabat kami, tentoelah amat soeka menjiarkan kabar, bahwa kami tentoelah akan mendjadi Belanda benar, kalau kami telah pergi kenegeri Belanda itoe, dan banjaklah nanti iboe-iboe jang goesar hatinja akan menjerahkan anak-anaknja kepada kami. Sjoekoer alhamdoeli'llah jang toean lekas memboekakan mata kami sebeloem hal itoe kedjadian, sebab itoelah maka saja banjak meminta terima kasih kepada toean!

Tadi pagi, ketika kami dalam keréta, kami telah mempersaksikan lagi dengan mata sendiri soeatoe kepertjaiaan anaknegeri jang benar-benar seperti kepertjajaan anak-anak. Ketika itoe meréka ada ditanah lapang. Manoesia dan binatang berkoempoel bersama-sama meminta do'a kepada Toehan jang mahatinggi, soepaja tanah jang dahaga itoe akan ditoeroeni hoedjan. Dimoeka sekali doedoeklah beberapa orang 'alim dan dibelakang meréka itoe senteri-senteri perempoean berpakaian poetih, dan sebelah menjebelahnja doedoeklah beratoes-ratoes orang laki-laki dan perempoean serta anak-anak.

Biri-biri, kambing, koeda dan kerbau ditambatkan orang pada beberapa pantjang. Seorang 'oelama jang mengepalaï sekalian itoe berdirilah dimoeka dan meminta do'a dengan soeara jang njaring. Orang jang banjak itoe mendjawab „amin", „amin"; sementara itoe kambing dan biri-biripoen toeroetlah poela mengembik. Itoelah sembahjang „istira" namanja. Itoelah soeatoe kepertjajaan dalam agama jang memiloekan hati dan jang dipertjajaï oléh bangsa kami jang masih bertabi'at seperti anak-anak itoe.

Sembahjang meminta rahmat itoe tiga hari tiga malam lamanja. Tentoe mengertilah toean betapa besarnja hati meréka itoe, dan betapa sjoekoernja kepada Allah, karena sesoedah itoe haripoen hoedjanlah dengan lebatnja. Do'a meréka itoe telah berlakoe! Tahoekah toean apa kata orang? Oléh karena kami ditempat mendo'a itoe ada hadir bersama-sama! Ta' dapat kami memasoekkan kepertjajaan dalam hatinja, bahwa kami dalam hal itoe ta' ada berboeat apa-apa djoeapoen.

Dahoeloe dari itoe ditempat-tempat lain, adalah poela diadakan oléh meréka itoe sembahjang istira, dan setitikpoen ta' toeroenlah hoedjan; kebetoelan pada tiap-tiap tempat itoe ta' adalah kami hadir, dan pada persangkaan meréka itoe karena kami ta' menghadiri orang sembahjang disanalah, maka ta' toeroen hoedjan. Sebab itoelah maka anak-anak negeri pertjaja soenggoeh, bahwa kamilah jang memberi berkat sembahjang itoe. Sebab itoelah poela do'a itoe lekas dikaboelkan!

Benarlah amat piloe hati melihat meréka itoe mempertjajaï agama dengan kepertjajaan anak ketjil itoe! Atjap kali saja berharap, soepaja saja ada menaroeh perkakas porterét dan pandai memporterét, oentoek hal-hal jang gandjil jang ada pada bangsa kami itoe, lebih-lebih dimana-mana orang Belanda ta' dapat masoek. Banjak benar jang hendak kami perlihatkan dan perkatakan hal-hal bangsa kami dengan sebaik-baiknja, sehingga orang Belanda boléhlah tahoe benar-benar nanti akan keadaan bangsa Djawa.

Adalah orang jang berdjandji kepadakoe hendak memporterét orang menanam padi, sedjak dari bermoela sampai kesoedahannja, kerbau-kerbau dan botjah angonnja (anak ketjil toekang gembala), sekaliannja akan diporterétnja. Sajananti akan memberi keterangan porterét-porterét itoe, ja'ni menoeroet perasaan dan pemandangankoe tentang kepertjajaan anak negeri, bangsakoe sendiri. Toean tentoelah mengetahoei, bahwa saja amat soeka memboeat apa djoeapoen oentoek toean kedoea.

Demikianpoen oentoek keperloean perserikatan „Oost en West" selaloe saja maoe mengerdjakannja, karena dalam hal itoe tiadalah orang lain jang saja tolong, melainkan dirikoe sendiri, sebab sekalian itoe bergoena oentoek bangsa kami, dan perasaankoe telah mendjadi satoe dengan bangsa itoe. Sekalian jang saja perboeat oentoek bangsakoe bergoena poela oentoek dirikoe. Minta sadjalah apa apanja kepadakoe, soeroehlah saja atjap kali, djanganlah toean takoet, bahwa sekalian itoe akan memberati saja.

Hanjalah dalam hal itoe jang saja minta atas kesoedian hati toean sekalian, djikalau sekiranja kehendak toean itoe ta' lekas datang seperti kemaoean toean, toean akan sabar sediikit. Saja telah bertjakap dengan pandai emas, tentang pergi ke Solo, soepaja ia disana boléh beladjar mengerdjakan koelit penjoe. Si toekang itoe maoe sekali, ketika koekatakan hal itoe kepadanja. Ta telah pandai memboeat sisir dan adalah perkakas baginja, tetapi mentjat beloemlah ia pandai benar, dan kepandaian ito poen nanti akan dipeladjarinja poela di Solo, Dan lagi disana orang pandai poela mengerdjakan toelang dan moetiara, pekerdjaan itoe haroes poela dipeladjarinja dan iapoen soeka poela mempeladjarinja.

Kami sekarang dalam waktoe permoelaan benar hendak memadjoekan kembali kepandaian bangsa kami jang bagoes itoe. Dan sekalian pekerdjaan itoe tentoelah ta' lekas akan sempoerna seperti patoetnja. Saja mendapat sepoetjoek soerat jang baik isinja dari toean Dr. Pijzel, seorang dari kepala pengarang soerat kabar „Eigen Haard” beserta beberapa boeah gambar tentang pekerdjaan mengoekir. Gambar-gambar itoe soenggoeh bagoes tjétaknja, boekan?

Saja peroléh adalah beberapa boeah, ditjétak diatas kertas tebal jang bagoes. Tahoekah toean lagi apa jang menjoekakan hatikoe? Karena njonjalah jang moela-moela sekali menjoeroeh saja mengarang dengan nama sedjati. Tetapi ta' senang poela hati kami, sebab adalah orang jang memboeat kami oentoek mendjadi perkakas melakoekan barangnja. Roepanja hal itoe tela mendjadi 'adatlah kepadanja. Senang hati kami mendengar kabar, bahwa ditanah Minahasa ada poela seorang anak gadis Boemipoetera jang mempoenjai tjita-tjita „gila” seperti tjita-tjita kami.

Lihatlah, roepanja boekanlah kami sadja orang jang „gila”. Djikalau bangsawan disini ta' berkenan akan kami, dan anak negeripoen ta' poela soeka kepada kami, maka kami pergilah lari kepada saudara djaoeh jang sepikiran itoe, kami pisahkanlah diri kami dari pada tempat jang ramai ini ketempat jang tidak dikenal orang, dan disana mentjari kerdja oentoek kepala, hati dan tangan, Tentoelah ada tempat didoenia jang amat loeas itoe, jang orangnja soeka akan menerima kami.

Saudarakoe perempoean jang soeloeng baroe-baroe ini ada disini. kemarin ia telah berangkat kembali, tetapi ia tiada akan teroes pergi ke Kendal, melainkan singgah dahoeloe ke Koedoes kepada mentoeanja jang perempoean, akan mempertahankan diri kami pada mentoeanja itoe. Sekalian hal jang kami tanggoengkan baroe-baroe ini, menjebabkan kami mendjadi pendiam dan insaf. Lihatlah ke Koedoes, telah pergi seorang yang hendak mempertahankan diri kami, ialah jang dahoeloenja sangat melawan pikiran kami.

Sekali-kali tiadalah kami petjahkan kepala kami akan memboeat seboeah pidato, jang dapat mengibakan hatinja kepada kami. Kami hanjalah berkata dari hati kehati, dan tiba-tiba piloelah hati kami melihat saudara kami itoe, dengan air matanja berlinang-linang, dan dengan soeara jang gementar, berkata: „Baik, sampaikanlah maksoed-maksoedmoe itoe, sampaikanlah tjita tjitamoe, saja akan memintakan engkau do'a kepada Toehan, soepaja Ia akan memberi engkau rahmat!"

Kami bertanja lagi kepadanja: „Tiadakah engkau akan merasa hati, djikalau orang-orang lain menghinakan dan menjalahi kami?"

Ia mendjawab: „Orang-orang jang berkata sekarang sekeras-kerasnja itoe, nanti akan menoetoep moeloetnja djoega!"

Saudarakoe menjangka, jang mentoeanja itoe maoe, dan soeaminjapoen maoe djoega memperkenankannja. Bagaimanakah hal kami sekarang diroemah? Dahoeloe ta' boléh kami memperkatakan maksoed kami dengan orang lain; sekarang meréka itoe sendiri memperkatakannja. Kami baroe-baroe ini memperkatakan bermatjam-matjam hal keadaan dengan seorang asing; berapalah besarnja hatikoe melihat, karena ketika itoe selaloe saja berdiri dekat bapak. Dalam doenia pikiranpoen, saja anaknja djoega, itoelah njanjian dalam hatikoe ketika itoe!

Bapak meminta orang itoe datang kemari, ialah akan mengoedji pikiran seorang dengan jang lain, karena hal jang seperti itoe berpaédah oentoek kami. O! adalah akan sampai roepanja mimpi kami itoe, bahwa permoelaan perdjalanan kami itoe dengan segala berkat meréka itoe! O, tjobalah toean pikir, sebeloem kami mengirim soerat kepada toean Sijthoff, kami pekan jang laloe telah mendapat soerat jang baik isinja dari padanja. Dalam soerat itoe ia mengatakan, bahwa ia menjesal karena telah mengatakan kami keras kepala, dan kekerasan kepala itoelah, jang memaksanja menghormati kami serta berdjandjilah poela ia dengan segala soeka hati maoe menolong kami.

Apabila kami perloe akan pertolongan itoe, boléhlah kami segera memberi tahoekan kepadanja. ⁂ 4 Maart 1903 (VIII). Saja baroe-baroe ini sangat sakit. Beberapa hari lamanja orang bersoesah hati oléh karena saja, dan penanggoengankoe waktoe itoe boekan boeatan sakitnja. Sjoekoerlah, kesengsaraan itoe telah hilang, dan kesoesahan itoe telah ditanggoeng. O! dengan obat jang amat moedah sadja orang memboeangkan penjakit itoe. Kami telah menoeliskan nama-nama obat itoe dalam kitab peringatan kami, jang bergoena nanti oentoek anak-anak kami.

Kemarin telah saja moelaï lagi bekerdja, adalah baik sadja, dan hari ini saja moela-moela berkeréta sesoedah sakit. Piloe hatikoe melihat betapa bapak meminta sjoekoer atas kesemboehan dirikoe ini. Saja tentoelah doedoek dekatnja, dan bapak selaloe memegangkoe seakan-akan takoetlah ia jang saja akan hilang. Itoelah waktoe jang amat berbahagia, kenang-kenangan jang berharga bagikoe, itoelah mestika oentoek waktoe jang akan datang! O, kami berdoea telah banjak menanggoeng, dihati dan dibadan. ⁂

9 Maart 1903 (VIII). Kami telah mendapat soerat, bahwa didalam sedikit hari lagi penjoe itoe akan tiba disini, setelah itoe baroelah pandai emas itoe akan pergi ke Solo. Senang hatikoe sekarang, karena telah tiga tjabangnja kepandaian anak negeri ditempat toempah darahkoe, jang telah moelaï hidoep kembali, dan kami sekarang bekerdja akan mentjari djoega tjabangnja jang lain, hendak menghidoepkannja. Meréka itoe tahoe dan ma'loem sekarang, bahwa maksoed kami ialah hendak menjelamatkan meréka itoe; meréka itoe mengerti sekarang akan keoentoengannja; dan dihormatinja kerdja kami.

Dengan segala soeka hati dan radjin meréka itoe sekarang bekerdja bersama-sama dengan kami. Sekalian apa jang kami boeat oentoek meréka itoe, tentoelah akan mendjadi sia-sia sadja, djikalau sekiranja meréka ta' tahoe, bahwa kami bermaksoed baik dan memandang oentoek keselamatannja. Saja mengoetjap sjoekoer sebab meréka itoe telah mengerti akan hal itoe. Senanglah hati melihat betapa sekarang tjabang-tjabang kepandaian itoe telah hidoep kembali.

Perempoean-perempoean jang menenoen kain „dringin” telah banjak sekarang moelaï bekerdja, sampai dikampoeng, berkeliling kampoeng Melajoe banjaklah anak Boemipoetera jang bekerdja. Sekaliannja adalah madjoe sadja. Pandai emas itoe sekarang telah banjak orang oepahannja dan moerid-moeridnja. Dan lagi ada poela boedak-boedak jang minta beladjar oentoek mengoekir kajoe. Itoelah soeatoe hal jang menggirangkan hatikoe. Diantara anak² itoe adalah seorang anak dari kota, djadi tidaklah anak kampoeng Belakang Goenoeng, kampoeng orang pandai-pandai oekir.

Moerid-moerid jang lain kami sendiri mentjaharinja; tetapi moerid jang seorang, jang datang dari kota itoe, ia sendiri memintanja kepada kami. Itoelah jang sebenarnja. soeatoe tanda akan menjenangkan dan menjoekakan hati! Sjoekoer hatikoe dalam hal itoe! Anak-anak jang masih ketjil diroemah, nanti akan menjamboeng pekerdjaan kami itoe, djikalau kami ta' ada diroemh lagi; kami akan menoendjoeki meréka itoe dari djaoeh, kalau sekiranja mereka itoe patoet ditoendjoeki.

Adalah seorang mengadoe kepada kami tentang orang jang tiada terima kasih, dan tentang dengki chianat kepada sesama manoesia. Kami katakan kepadanja, bahwa djikalau ia kesal hati, karena manoesia tidak terima kasih itoe, tentoelah kesalahannja sendiri. Ia melihat kami tertjengang dengan matanja jang besar, serta bertanja: „Kesalahankoe djikalau orang koerang terima kasih kepadakoe?”

„Ja, kesalahan toeanlah itoe, kalau toean bersoesah hati karena itoe; djanganlah sekali-kali kita berboeat baik karena hendak mendapat terima kasih dari orang lain: kita berboeat baik maksoednja hanjalah karena pekerdjaan itoe baik, dan kita sendiri bersoeka hati mengerdjakannja.”

Menoeroet pikiran dan sangkakoe obat jang sebaik-baiknja, soepaja diri kita djadi bersenang hati, dan hidoep orang lain dapat kita perbagoes, hendaklah kita mentjoba dengan sebanjak-banjaknja mema'loemi berbagai-bagai hal. Makin banjak kita ma'loemi, makin koerang kesakitan hati kita, makin kasih dan makin 'adil timbangan kita oentoek orang lain. Hal jang achir itoe menjebabkan hidoep orang lain mendjadi bagoes, dan hal jang pertama itoe memperbagoes hidoep diri sendiri; tidak bersakit hati akan sesoeatoenja, itoelah artinja berbahagia.

Ia bertanja kepada kami lagi: „Apakah jang akan engkau perboeat, djika engkau bertemoe dengan seorang jang menarik hatimoe?”

„Saja akan berbesar hati dan mengoetjap sjoekoer, karena keadaan itoe artinja, jang saja telah bertemoe dengan seorang saudara sepikiran, dan makin banjak saudara sepikiran itoe kita peroléh, makin baiklah hal kita, dan makin senanglah hati kita.”

„Saudara-saudara sepikiran ta” pernah akan engkau peroléh!” Keras sekali katanja itoe; tentoelah ia menjangka, bahwa sekalian laki-laki bangsa kami amat rendah boedi pekertinja, atau boléh djadi djoega ia menjangka, jang kemanoesiaankoe amat tinggi! Sekiranja diketahoeinja betapa saja telah bergirang hati, karena menerima sepoetjoek soerat dari pada seseorang jang ta' kami kenal, seorang moeda, saudara sepikiran, nistjaja beroebahlah.

persangkaannja itoe! Saja hendak mengirimkan soerat itoe nanti kepada toean, kalau ada sempat. Soerat itoe soerat dari seorang moerid Sekolah Dokter Djawa. Dan isinja soerat itoe ialah soeatoe tanda bersoeka hati, jang timboelnja tiada disangka-sangka, karena ia membatja karangankoe didalam soerat kabar „Eigen Haard”, jang bepermoelaan dengan kata pendahoeloean dari toean itoe. Seperti lakoe anak-anak betoel. . . . . . . . . . . .amat moeda kesoekaan hatinja jang bertjahaja-tjahaja itoe, tetapi bocah pikirannja seperti kepoenjaan orang kebanjakan sadja. . . . . . . . . . .

.sendi jang tegoeh tampak dalam dirinja. Itoelah keindahannja orang pandai mengarang, meréka jang tiada dikenalnja mengatakan sahabat ke padanja, karena segala katanja berkenan dihati meréka itoe! Saja berbesar hati memikirkan, bahwa toeanlah jang moela-moela membawa saja kesana dengan memakai nama sendiri. Tentoelah ada berkatnja, djikalau kami dibela orang jang amat kami kasihi, sebagai toean. Djikalau karangan itoe ada memberi paédah, maka keadaan itoe menoeroet kepertjajaankoe, terdjadinja sebab toeanlah jang membawanja kedoenia jang terang ini.

Banjak pendapatankoe bertambah karenanja, dan iapoen telah sampai poela ketempat jang dimaksoednja. Oentoek toekang-toekang oekir kami, karangankoe itoe amat menjenangkan hatinja. Oléh karena karangan itoe telah bertimpalah pesanan datang. ⁂ 19 April 1903 (IX). Menahan hati sendiri, itoelah jang perloe benar saja peladjari. Baik benar banjaklah meréka itoe dalam waktoe jang achir ini telah memberi saja nasihat dalam hal itoe. Saja atjap kali melihat tempat penjimpanan kertas toeliskoe dengan hati kasihan; tetapi saja haroes menjabarkan hatikoe; kesoekaankoe hendak menoelis ta?

boléh selaloe saja mandjakan; kesoekaankoe hendak menoelis ta' boléh koeperboeat akan melepaskan lelahkoe sadja. Sedikit kabar jang menjenangkan hati. Mentoea saudarakoe Soelastri jang perempoean, soeka benar hendak menolong kami, dimana djoeapoen; jang sebaik-baiknja baginja tentoelah di Magelang, karena disanalah kaoem keloearga dan sahabat-sahabatnja diam, dan sekalian meréka itoe menjoekaï pendidikan jang bel Iparkoe lekas sekali menjoekaï maksoed itoe. ⁂

25 April 1903 (I). Penakoet, itoelah kesalahan jang ta? dapat diampoeni, karena kami sendiri tiadalah dengan selekas-lekasnja mengirim soerat kepadamoe, ketika telah poetoes moepakat, bahwa kami oentoek sementara ta' dapat memetik boeah dari hasil pekerdjaanmoe jang moelia itoe. . . . . . . . . . . .Ta' adalah orang lain jang lebih heran lagi tentang kepoetoesan itoe, lain dari pada kami sendiri. Sekaliannja telah kami sangka akan datang, tetapi ta' pernah sekali-kali kami menjangka dahoeloe, bahwa kami akan berkata dengan kemaoean kami sendiri: „Kami tinggal disini!”

Djanganlah engkau pikirkan oentoek diri kami, kaupikirkanlah sahadja keperloean kami itoe, dan apa daja oepaja jang sebaik-baiknja oentoek menjampaikannja; bagaimana jang akan baiknja, kami serahkanlah diri kami. O, djanganlah engkau menjangka, bahwa kami telah bertoekar pikiran; tidak sekali kali. Sedangkan sekarang soerat permintaan kami telah terkirim kepada Goebernoer Djenderal, kami masih pertjaja soenggoeh-soenggoeh, bahwa oentoek moerid-moerid kami kelak, pendidikan ditanah Eropah itoelah jang sebaik-baiknja bagi kami.

Tetapi ada lagi kebenaran jang lain, jang melintanginja; Oentoek keperloean kami pada waktoe ini lebih baik kami tinggal di Hindia! Engkau tahoe bahwa dahoeloe itoelah soeatoe tjita-tjitakoe jang terbesar, dan sekarangpoen masih begitoe djoega ja'ni menjempoernakan pendidikan kami mestilah hendaknja di Eropah. Mengertikah engkau betapa soesah hati kami hendak bertjerai dengan tjita-tjita itoe, apalagi pada waktoe sekarang, waktoe jang boléh menjampaikannja?

Sekiranja kami berboeat seperti kesoekaan hati sadja, tentoelah kami dengan hal jang demikian hendak mentjahari kesoekaan oentoek kami sendiri, karena kamipoen tahoe, bahwa keperloean jang besar itoe dengan djalan jang lain dari pada pergi ke Belanda, lebih baik boléh dikerdjakan. Kami sekarang bekerdja tiadalah oentoek diri kami sendiri, melainkan oentoek keperloean itoe sadja. Pada waktoe ini terbaiklah kami mengerdjakannja tinggal disini.

Maksoed kami jang teroetama sekali, hendak bekerdja oentoek orang banjak. Meréka itoe haroes tahoe dahoeloe kepada kami; djikalau kami sekarang pergi sadja dari sini, tentoelah kami akan mendjadi orang asing kepadanja. Dan djikalau beberapa tahoen sesoedah itoe kami balik kemari, meréka itoe melihat kami seperti perempoean Eropah. Apabila orang ta' soeka menjerahkan anak-anaknja kepada orang Eropah, tentoelah kesoekaan meréka itoe bertambah koerang lagi akan menjerahkan anaknja kepada seorang perempoean Djawa, jang dipandangnja telah mendjadi orang Belanda.

Maksoed kami ialah oentoek bangsa kami. Djikalau bangsa kami ta' menjoekai kami, apakah paédahnja Pemerintah membantoe kami? Lebih baik sekarang dengan selekas-lekasnja moelai bekerdja, dan mengatakan kepada orang banjak soeatoekeadaan jang benar: lihatlah, sekarang adalah seboeali sekolali oentoek anak gadis Boemipoetera! Pada waktoe ini orang sedang 'asjik memperkatakan kami, diseloeroeh tanah Djawa orang tahoe kepada kami, dan api itoe haroes selaloe kami njalakan.

Kalau kami pergi dari sini, lama merantau, tentoelah kesoekaannja kepada kami itoe makin lama makin koerang, kesoedahannja hilang sama sekali. Kami se­karang dengan badan sendiri perloe memberi tahoekan diri kami kepada orang banjak, dan mentjoba mengambil hatinja serta mengadjar meréka itoe mempertjajaï kami. Sekiranja kami telah mendapat hati dan pekerdjaan itoe, baroelah boléh kami madjoe berdjalan kemoeka. Maksoed pergi kenegeri Belanda itoe tidaklah sekali-kali kami boeang habis, Stella.

Kami selaloe boléh pergi kesana. Dan 'Ijikalau kami dari Betawi pergi kesana, lebih baiklah dari pada kami pergi dari sini kenegeri Belanda. Pertama-tama: oentoek orang-orang toea kami. Tentoelah meréka itoe boléh biasa nanti berdjaoehan tempat dengan kami, dan dengan hal itoe meréka itoe. lama-lama tiadalah akan tjanggoeng lagi mengenangkan jang kami telah pindah lebih djaoeh ketempat lain. Bagi kamipoen baik poela begitoe. Lihatlah, kami beloem pernah keloear roemah.

Sekarang tiba-tiba tempat jang baik ini, tanah air kami, ditoekari dengan tanah asing, djaoeh dari sekalian jang kami kasihi. Peroebahan itoei amat besarlah bagi kami. Tetapi sekalian hal itoe ialah perkara ketjil, dalam hal itoe kami tahoe selaloe melakoekan diri, dan tiadalah kami takoeti. Perkara jang teroetama, ialah: kebentjanaan oentoek maksoed kami sendiri. Hal itoe ta' pernah kami pikirkan, barangkali loepa kar"na kepongahan dan keberanian, atau karena terlampau berani dan terlampau pongah; pilihlah mana jang enerkau soekaï!

Oléh karena kebesaran hati kami atas tjita-tjita itoe tiadalah lagi kami mengenangkan sedikit djoega pikiran orang banjak, ja, kehormatanlah bagi kami dahoeloe djika dapat melawan pikiran meréka itoe jang bersalahan dengan pikiran kami , pikiran kami itoe; kami moeliakan sendiri, dan tiadalah kami mengatjoehkan tjelaan orang, karena kami pertjaja soenggoeh acas kebaikan kemaoean hati serta kenang-kenangan dan pekerdjaan kami itoe.

Kami sampai sekarang masih mengatakan pikiran kami baik, tetapi dalam hal itoe ta' boléh kami berl>oeat de.mikian. Kami haroes mendengar boeah pikiran orang banjak. Boekantah kami hendak bekerdja oentoek bangsa kami, sebab itoelah perloe kami berboeat soepaja meréka hendaknja djangan melawani kami, artinja: kami ta' boléh dengan kasar mentjela boeah pikirannja, jang sedjak ketjil sampai besar bersama-sama hidoep dengan dia, ja'ni pikiran meréka jang koeno itoe. Sabar!

Kata orang-orang jang boediman kepada kami, kami adalah mendengarnja, tetapi sekaliannja kami ta' mengerti. Sekarang baroelah kami mengerti, Stella, sekarang baroelah kami tahoe, maksoed kata jang selaloe dipakai si pengoebah doenia: Sabar! Kami ta' dapat mempertjepat perdjalanan keadaan itoe, melainkan boléh djadi memperlambatnja, karena tergesa-gesa itoe. Kalau orang banjak tiada menjoekaï kami, tentoelah keperloean itoe akan mendjadi lambat.

Sebab tentoelah orang akan bergoesar hati memberi anak-anak gadisnja pendidikan jang bébas, takoet jang meréka itoe nanti akan mendjadi seperti kami, mendjadi tjontoh jang tiada disoekaï oléh meréka itoe. Sabar, sabar sampai achir zaman, Stella! Saja amat bersedih hati ketika kebenaran itoe masoek kedalam hatikoe. Kami haroes menahan hati, mendjaganja, soepaja karena kesoekaan hati itoe maksoed kami djangan terganggoe. Njonja van Kol menoelis dalam soeratnja kepada kami: „Akan mentjapai tjita-tjita itoe, haroeslah orang memboenoeh beberapa kenang-kenangan."

Kenang-kenangan jang pertama telah kami boenoeh; memberikan diri kami seperti seadanja kepada orang banjak. Tidak, ta' boléh orang banjak tahoe, apa jang kami perangi. Nama moesoeh jang akan kami perangi itoe ta' boléh didengar orang. „Beristeri banjak," itoelah namanja. Djikalau diketahoei orang nama moesoeh kami itoe, tentoelah ta' ada seorang djoega jang akan menjerahkan anaknja kepada kami, oentoek diberi pendidikan. Saja amat bersedih hati memikirkan hal itoe; seperti dengan doestalah kami memoelaï mengerdjakan pekerdjaan kami itoe.

Kenang-kenangan kami ialah soepaja orang mesti tahoe benar-benar kepada kami, dan karena kepertjajaannja kelak, baroelah meréka itoe maoe menjerahkan anaknja kepada kami. Hal itoe ta' boléh djadi. Kami masih berdiri dihadapan kerdja kami, dan kami lihat kenang-kenangan kami telah berangsoer seboeah telah hilang. . . . . . . .! O, Stella, djanganlah engkau memberati menjalahi kami, karena memboeangkan kenang-kenangan jang besar itoe dengan berdoekatjita atas kehilangannja itoe.

Doekatjita seperti sekarang telah mentjoekoepilah. Engkau selaloe mengetahoei, bahwa itoelah soeatoe kenang-kenangan kami jang besar: hendak pergi ketanah airmoe dan disana kami hendak mengoempoelkan pengetahoean oentoek bangsa kami. Ta' oesahlah saja memperkatakan itoe lagi. Saja banjak meminta terima kasih, dan orang toeakoepoen demikian djoega kepadamoe atas sekalian djerih pajahmoe bagikoe,. . . . . . . . . . . . . . .dan jang ta' berhasil itoe!

Tidak, Stella, pekerdjaanmoe itoe ta' hilang, pekerdjaan toean-toean sekalian, ta' kami memakan boeahnja sekarang; tetapi oentoek keperloean kami ia amat bergoena. Pikiran orang banjak telah memandang keperloean itoe, dan ahli pikiranpoen telah memikirkan poela hal itoe. Hasil pikiran sekalian itoe tentoelah nanti akan memberi berkat bagi bangsa kami. Sekarangpoen telah adalah orang jang berkoeasa bertanjakan kepada kami tentang pendidikan bangsa Djawa.

Adakah moestahil orang-orang itoe akan berboeat demikian, kalau toean sekahan tiada menarik hati ahli-ahli pikiran kami? Adakah Pemerintah dan orang banjak itoe maoe bekerdja menolong kami, kalau toean-toean lebih dahoeloe tiada bekerdja oentoek kami? Stella, seriboe kali saja meminta terima kasih atas hatimoe jang berkasih sajang sebanjak itoe. Tidak kekasihkoe pekerdjaan dan kepandaianmoe tiadalah hilang. Atas nama bangsakoe saja meminta terima kasih kepadamoe.

Bagi orang Djawa sekalian djerih pajahmoe itoe akan berbahagia. Maksoed kami ialah kalau soerat permintaan itoe dikaboeldengan segera kami akan berangkat ke Betawi. Roekmini oentoek beladjar menggambar, mendjahit dan merénda, 'ilmoe kesehatan toeboeh, membela orang sakit dan memaloet orang loeka. Oentoek menggambar ia akan beladjar kepada seorang goeroe sekolah gymnasium; oentoek 'ilmoe keséhatan toeboeh ia beladjar di Sekolah Dokter Djawa.

Saja beladjar akan mendjadi goeroe. 'Ilmoe itoe telah saja peladjari beberapa boelan lamanja kepada seorang goeroe kepala. Saja hanjalah hendak memboeat seboeah oedjian sadja. Kalau soedah koeboeat itoe sekolah kami poen akan diboekalah di Magelang atau di Salatiga, kedoeanja negeri jang berhawa sedjoek dan banjaklah dokter-dokter opsir bertempat disana. Maksoed-maksoed kami amat tinggi: kalau sekolah itoe telah sedia dan sekaliannja baik perdjalanannja, maka kami hendak mengadakan peladjaran oentoek tabib-tabib perempoean, perempoean pembela orang sakit dan doekoen beranak.

Dokter-dokter opsir itoe akan mengadjar mereka itoe dan Roekmini akan mengepalaï peladjaran itoe. Pekerdjaan jang seperti itoe hanjalah dapat ditanggoeng oléh seorang perempoean, jang berboedi pekerti jang baik dan berpengetahoean. Kami telah meminta kepada Pemerintah oeang bantoean oentoek mendirikan sekolah itoe. Kalau permintaan itoe tiada diperlakoekan, kami akan meminta tolong kepada orang partikoelir. Barangkali permintaan itoe akan diperkenankan djoega, kalau sekiranja kami meminta pertolongan kepada Seri Baginda Maharadja Wilhelmina.

Demikianlah djoega dahoeloe pikiran bapakkoe: beladjar di Hindia, sesoedah itoe oentoek meloeaskan pemandangan pergi ketanah Eropah. Tidaklah seperti maksoed kami dahoeloe, beladjar di Eropah dan tinggal disana beberapa tahoen lamanja. Telah setahoen sampai sekarang jang saja amat bersoekatjita berkirim soerat kepadamoe atas kedatangan toean van Kol. Dan betoel setahoen sesoedah itoe, engkau mendapat soerat ini. Stella, kasihilah saja sedikit lagi!

Oléh karena hormatmoe kepada segala sajang jang telah engkau toempahkan kepadakoe itoe, saja berharap soenggoeh-soenggoeh kepadamoe: Kasihilah saja sedikit lagi. ⁂ 14 Mei 1903 (IX). Baroe-baroe saja mendapat porterét-porterét sawah jang amat bagoes; saja nantikan dahoeloe sampai padi masak, soepaja boléhlah saja bermimpi-mimpi. Kalau karangan mimpi itoe ada baik, akan saja kirim bersama-sama dengan porterét-porterét itoe pergi ketanah Belanda oentoek ditjétak.

Kami kemarin pergi ke Belakang Goenoeng. Berapa senangnja hati kami melihat kepandaian meréka itoe jang amat bagoes dan melihat keselamatan hidoep toekang-toekang kami itoe! Kami lihat roemah si Singo telah beroebah sedjak kami pergi baroe-baroe ini kesana. Ia sekarang telah mempoenjaï seboeah roemah kajoe dan seboeah roemah batoe! Senang hati melihatnja! Roepanja meréka itoe amat berbahagia! O, tjobalah toean pergi melihatnja sedang bekerdja!

Kanak-kanak jang diadjarnja itoe sekarang telah pandai poela. Senang hati melihat kanak-kanak bekerdja! Kami kemarin pergi kesana dengan beberapa orang kenalan baik kami. Betoellah seperti sangkakoe dahoeloe; sebab sekarang meréka itoe telah pergi kesana, maka kepandaian toekang-toekang jang hina itoe bertambah tinggilah pada mata meréka itoe. ⁂ 7 Juni 1903 (VIII). Baroe-baroe ini saja telah berkenalan dengan seorang perempoean jang masih moeda remadja; wadjahnja hampir seroepa dengan anak gadis jang akan mendjadi menantoe toean.

Ia amat bagoes, o, amat bagoes benar dan memandang kemana-mana dengan berbesar hati serta berbahagia; meskipoen demikian telah banjak penanggoengan si moeda itoe! Lihatiah begi GOENOENG MOERIA DILIHAT DARI SAWAH DÉSA BATE, DJAPARA. toe hendaknja sekalian anak-anak gadis toean ini! Kalau demikian tentoelah meréka itoe akan sepadan dengan iboenja jang manis itoe. Kami menjangka anak moeda itoe baroe beroemoer 15-16 tahoen, dan hampir ta' pertjajalah kami bahwa ia telah mendjadi iboe.

Toeboeh jang lemah lampai dan haloes itoe telah mendjadi iboe! Sajang benar saja doedoek berdjaoehan dengan dia, sehingga ta' dapatlah saja bertjakap-tjakap dengan dia. Kami bertemoe dengan dia dan dengan beberapa orang lain diroemah bapak moeda. Kami lebih dahoeloe telah berniat, pada malam itoe akan mendjawab sekalian tanja-tanja dan kata-kata orang kepada kami dengan kata „ia" atau „tidak" sadja, karena kami berharap, kalau demikian diperboeat, tentoelah orang tiada maoe mendekati kami.

Hal itoe baik djalannja, sampai seorang moeda. soeami si iboe jang bagoes itoe, datang doedoek bersama-sama dengan kami. Ia moela-moela mentjeriterakan jang ia berkenalan baik dengan Kartono, dan bersama-sama dengan dia memboeat oedjian. Dengan tiada disengadja tertariklah hatikoe mendengarkan katanja itoe, tetapi saja lawani djoega sedapat-dapatnja. Tiba-tiba ia memperkatakan kepandaian kami, bermatjam-matjam kepandaun bangsa Djawa, hal bangsa kami, agama Islam dsb dan tiada dengan disengadja saja telah 'asjiklah berbintjang-bintjang dengan dia.

Njonja, lihatlah bagaimana maksoed kami jang soenggoeh tadi, sekarang telah mendjadi sia-sia sadja! Pada malam itoe banjaklah saja mendengar hal jang indah-indah, jang dahoeloe ta pernah saja ketahoei! Betapa girangnja hati kami melihat tari wajang sebagoes itu. Demikian bagoesnja ia menari, sehingga ta' dapat kita memahalingkan mata dari padanja. Ia menari amat haloes dan amat bagoes. Ia jang sebenarnja seorang perempoean, tetapi ketika ia menari itoe perloe ia menarikan tari seorang laki-laki.

Senang hati melihat apa-apa jang dipertoendjoekkannja itoe! Pertoendjoekan jang menjatakan kekoeatan dan keberanian, tetapi berapalah haloes dan moleknja jang ditarikannja. Itoelah kebagoesan dan keindahan kepandaian kami, tiap-tiap gerakan badan dan tiap-tiap garisannja itoe haloes dan moelia dipandang! Saja tidak akan meloepakan keramaian di Demak jang doea hari itoe. Tahoe benar saja akan hal itoe! Kami telah laroet malam baharoelah pergi tidoer, tetapi kami ta'dapat tidoer njenyak.

Dimanakah boleh? . . . . . . . . . . . . Karena diloear roemah kedengaran orang bermain gamelan jang amat merdoe boenjinja dan lebih-lebih soeara orang bernjanji jang amat indah. Kami ta'

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG dapat tidoer . . . . . . . . . . . . . . . njanji jang amat merdoe seperti boeloeh perindo itoe menarik hati kami, dan dalam hati kami timboellah pikiran: Itoelah barangkali kesoedahannja kami mendangarnja.

Shared under a licence Indonesian Wikisource CC BY-SA 4.0

“Habis Gelap Terbitlah Terang” by Wikisource contributors, from Indonesian Wikisource (https://id.wikisource.org/wiki/Habis_Gelap_Terbitlah_Terang), used under CC BY-SA 4.0.

Checking… —

Narrator

Audio is kept per voice, so a new narrator is read afresh from here on. Anything you have already heard stays as it was.

Finding voices…

Checking what is available…

Reading

Text size
Adjusts the reading column only.

Sleep timer

Vesper fades out over the last twenty-five seconds, so it never cuts.

Contents

Habis Gelap Terbitlah Terang

This text carries no chapter marks of its own, so it is served in equal parts. Nothing has been cut.

  1. 01 Permoelaan kalam 3 min
  2. 02 Pendahoeloean 11 min
  3. 03 Soerat-soerat dalam tahoen 1899 56 min
  4. 04 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 1 50 min
  5. 05 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 2 1 hr
  6. 06 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 3 51 min
  7. 07 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 1 57 min
  8. 08 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 2 57 min
  9. 09 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 3 47 min
  10. 10 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 1 57 min
  11. 11 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 2 1 hr 3 min
  12. 12 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 3 1 hr 9 min
  13. 13 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 4 1 hr 7 min
  14. 14 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 5 1 hr 8 min
  15. 15 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 1 59 min
  16. 16 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 2 57 min
  17. 17 Soerat-soerat dalam tahoen 1904 25 min
  18. 18 Boeah pikiran jang dipetik dari pada soerat-soeratnja jang tiada disiarkan 3 min
  19. 19 Berilah orang Djawa pendidikan! 45 min