Habis Gelap Terbitlah Terang
Soerat-soerat dalam tahoen 1902
Senantiasa senanglah hati kami membatja barang sesoeatoenja, dalam soerat-soerat kabar jang kami terima, tentang hal toean sendiri! Apabilakah wakoenja akan datang, soepaja maksoed dan tjita-tjita kami dapat berlakoe? Kami berharap, jang waktoe itoe tentoelah akan datang djoea, dan ta' lama lagi kami akan menoenggoenja. Sekarang kami banjak meminta terima kasih. atas kebaikan toean, telah mengirimi kami kitab jang penoeh berisi dengan peladjaran jang indali dan bagoes; kami soeka benar mem batjan ja, karena banjaklah pengadjaran didalamnja jang boléh kami petik.
Dengan segala soeka hati kami telah memperhatikan poela tjeritera hidoepnja „Njaï Magdalenah."
Jang soedah-soedah telah banjak kami membatja tjeritera-tjeritera tentang perempoean jang saléh dan ber'ibadat itoe; jang penghabisan sekali, didalam soerat kabar „Hollandsche Revue". Sajang benar jang negeri Mapane amat djaoeh dan soesah djalannja. Kalau tidak, berapalah besar hati kami hendak mengdendjoengi toean! Banjaklah hal jang hendak kami roendingkan dengan toean, jang soesah diperkatakan dalam soerat. Pandjang-pandjang dan sepenoeh-penoeh isinja sepoetjoek soerat, ta dapatlah dibandingkan kebaikannja dengan berbintjang dan bertjakap barang sedjam lamanja.
Didalam pertjakapan lebih moedah kita memperkatakan apa-apa jang terPikir dihati dan diotak kita. Berita tentang oedjian penghabisan dari moerid-moerid sekolah goeroe di Tomohon menarik hati kami benar. Makin pandjang kami batja berita itoe, makin bertambah girang' dan soekatjita hati kami. Bagi kami itoeilah kegirangan hati jang terbesar sekali, ja'ni djikalau kami melihat tanda-tanda kemadjoean anak Boemipoetera. Kami selalos hendak memoedji meréka itoe dan meninggikan diri kami karenanja!
Betapalah soeka hati kami hendak pergi ke Minahasa, hendak berkenalan dengan Boemipoetera disana. Apa-apa sadja jang datang dari sana, senantiasa menarik hati kami hendak memperhatikannja. Boekan boeatan besarnja tjita-tjita kami hendak mengetahoei hal ihwal tanah air dan bangsa meréka itoe. Deimkian djoega hendak mendengar keadaan sekolah oesaha roemah tangga oentoek gadis-gadis Boemipoetera di Tomohon. Sekahan itoe perloenja, ialah oentoek menambah peladjaran kami.
Hendak mema'loemi hal ihwal tanah Minahasa dan Boemipoeteianja, selaloelah mendjadi kesoekaan kami. Apalagi karena sekarang adalah dekat negeri itoe tinggal seorang sahabat kami, jang sedang moelaï bekerdja memadjoekan orang-orang. jang biadab disana, djadi makin bertambah tertariklah hati kami hendak mengetahoei bangsa dan tanah itoe. Moga-moga beroentoengiah toean hendaknja dengan pekerdjaan toean jang moelia itoe, itoelah soeatoe do'a jang terbit dihatikoe tiap-tiap kali, apabila saja terkenangkan toean atau memikirkan pekerdjaan toean.
Betapalah soeka hati kami, kalau sekiranja kami dapat tinggal barang beberapa lamanja ditempat toean, bersama-sama dengan pendéta-pendéta jang lain. Tentoelah senang hati dan pikiran tinggal bersama-sama dengan meréka jang soetji hati itoe, jang hidoepnja hanjalah hendak memberi kasih dan sajang sadja. Djikalau hati sedang goesar dan masgoel karena ditimpa oléh nasib jang malang, berapalah senangnja hati nanti disana dalam oedara jang soetji penoeh dengan kasih dan sajang itoe, masoek kedalam hati mendamaikannja!
Pergaoelan dengan manoesia jang soetji lagi berhati kasih, jang tiada mengindahkan dirinja oentoek kesenangan sendiri, tentoelah keadaan itoe menjoetjikan hati sekalian meréka dalam pergaoelan itoe. Siapa tahoe entah maksoed kami akan diperlakoekan. Maksoed jang baik itoë atjap kali kedjadian, setelah banjak mengeloearkan air mata terbit dari hati jang sedih. Kalau kami boléh pergi ke Modjowamo, tentoelah sekalian tjita-tjita dan mimpi-mimpi kami jang lain akan kami boeang dan sekalian itoe akan kami boenoeh dan kami koeboerkan dalam-dalam.
Adikkoe telah mentjeriterakan kepada toean apa maksoed kami nanti, djikalau kenang-kenangan kami tiada sampai; djikalau kami ta' dapat beladjar sehingga mendapat djabatan jang akan kami tanggoeng itoe, maka kami akan memboeangkan tjita-tjita kami hendak memboeat sekolah oentoek anak-anak gadis bangsawan bangsa Boemipoetera itoe. Sekali-kali tiadalah sebab kami takoet di Modjowarno; dahoeloe telah saja kabarkan kepada toean, bagaimana hal kami nanti disana: pada lahirnja radjin selaloe bekerdja.
dibatin bersenang hati. Tetapi toeanpoen ma'loem djoega, berapalah sedihnja kami nanti, djikalau kami wadjib memboeangkan sekalian tjita-tjita, jang telah kami kandoeng dihati dan jang amat kami kasihi itoe soedah sekian lamanja. ⁂ 4 October 1902 (III). Sebenarnjalah, telah atjap kali saja mengambil péna hendak menoelis soerat kepada toean, tetapi selaloe ada 'aral ini dan itoe jang mengganggoe, sehingga terpaksalah saja mengoendoerkan menoelis soerat itoe.
Saja dahoeloe menantikan waktoe jang baik . . . . . . . . . . . . . . . tetapi sekarang saja lihat, bahwa waktoe itoe tiada akan tiba; melainkan waktoe itoe wadjiblah diboeat sendiri. Soerat-soerat jang terhadap kepada meréka jang tiada kita atjoehkan, amat moedah menoelisnja, artinja lebih lekas kita mengerdjakannja dari pada soerat-soerat oentoek meréka jang kita sajangi dan hormati. Oentoek meréka jang pertama ta' banjaklah atau hampir tiadalah apa-apa, jang akan kita kabarkan kepadanja, sepatah doea sadja tjoekoeplah; tetapi oentoek sahabat-sahabat kita soekalah kita menoelis sepandjang-pandjangnja.
Pada tahoen jang telah laloe kami senantiasa bersoesah hati dikaboepatén Djapara. Karena isinja berganti-ganti sadja dilanggar oléh penjakit keras, jang menimboelkan ketakoetan, kalau-kalau adalah diantara kekasih kami itoe jang akan sampai adjalnja. Tetapi sjoekoer sekalian meréka itoe telah semboeh kembali! Tahoen baharoe jang laloe membawakan kami soekatjita membesarkan hati kami, tetapi ia beserta poela doekatjita. Pada 24 Januari kami disini baralat kawin, mengawinkan adikkoe Kardinah, jang ketjil sekali diantara kami bertiga, dan itoelah kedjadian jang membesarkan hati.
Kegirangan itoe sajang tertjampoer poela dengan kedoekaan; kami jang dahoeloe hidoep bersama-sama dengan berkasih-kasihan, sekarang telah bertjerai-berai. Setelah adikkoe berangkat, boekan boeatan soenjinja kami disini. Bersama-sama dengan Kardinah, banjaklah kasih sajang jang keloear meninggalkan roemah. Kami telah pergi sekali mengoendjoenginja, pada boelan April. Ketika itoe ia amat séhat dan roepanjapoen gemoek; dahoeloe diroemah tiadalah demikian, pipinja telah mérah seperti djamboe.
Iboekoe telah pergi poela melihatnja sekali lagi dalam boelan Augustus jang laloe. Iboekoe pergi kesana dengan hati ta' senang, karena waktoe itoe adikkoe itoe sakit keras. Pipinja jang mérah itoe sekarang telah mendjadi poetjat, karena ia diserang oléh penjakit malaria. Sekarang sjoekoerlah, adikkoe telah semboeh kembali, dan tinggal digoenoeng oentoek sementara soepaja hawa jang dingin disana dapat memberinja kekoeatan kembali. Amatlah gembira hati kami membatja karangan toean jang berarti dalam itoe jang bernama: „Perserikatan bahasa dengan tanah Belanda".
Kami mengoetjapkan banjak terima kasih akan kebaikan hati toean telah mengirimi kami karangan itoe. Tinggi harganja keramahan hati toean bagi kami. Kami banjak poela membatja karang-karangan jang lain, jang ditoelis orang, sebab membatja karangan toean itoe. Menoeroet karangan toean Mr. P. Brooshooft kepala pengarang soerat kabar ,,de Locomotief", kami batja bahwa isterinja jang sangat ditjintanjalah jang menterdjemahkan karangan Professor Anton itoe.
Berapalah senangnja hati seseorang laki-laki, jang isterinja boekanlah mendjadi goesti dalam roemah tangganja dan mendjadi iboe dari anak-anaknja sadja, tetapi poela mendjadi sahabatnja, jang soeka memperhatikan kerdjanja, dan hidoep bersama-sama dengan dia dalam pekerdjaannja itoe. Itoelah soeatoe hal jang tiada ternilai harganja oléh laki-laki, asal sadja lakilaki itoe tiada pandak pikirannja dan tiada sombong. Karena banjaklah laki-laki jang bersipat sedemikian, jang mengatakan isterinja soeka memperhatikan pekerdjaamija, sebab hanjalah hendak mengetahoei rahsianja sadja.
Dengan memperkatakan hal itoe, telah moelaï saja berangsoer-angsoer mendjedjak médan peperangan kemerdékaan perempoean jang tentoelah telah atjap kali dan telah poeas toean mendengarnja diEropah. Kemerdékaan itoe tentoelah amat menarik hati toean, dan pada tahoen jang akan datang, tentoelah toean akan lebih landjoet memikirkan hal itoe, karena toeanpoen sekarang perloe poela mendidik seorang anak toean jang perempoean. Djikalau kami disini meminta pengadjaran dan pendidikan oentoek anak-anak gadis, ja, bermohon soenggoeh-soenggoeh sampai makboel, maka keadaan itoe boekanlah karena kami hendak menjoeroeh anak-anak gadis berlawan dengan anak lakilaki dalam peperangan hidoep, sekali-kali tidak, melainkan ialah karena kami pertjaja benar akan kekoeasaan besar, jang dikandoeng oléh perempoean, ja'ni: memadjoekan dirinja, sehingga tjakaplah ia menanggoeng kewadjiban jang amat besar, jang dikoerniakan Allah kepadanja: mendjadi iboe, pendidik jang pertama-tama oentoek kemanoesiaan diboemi ini!
Boekankah dari perempoeanlah manoesia itoe menerima pendidikannja jang bermoela sekali, jang bekasnja atjap kali tiadalah koerang artinja oentoek si anak dalam hidoepnja? Perempoeanlah, ja, iboe itoelah jang moela-moela sekali menanamkan bidji kebaikan atau bidji kedjahatan dihati manoesia, jang nanti akan toemboeh dan tinggal selama hidoep dihati manoesia itoe. Tidaklah sia-sia orang berkata: „Ta disoesoekan dengan air soesoe boendanja."
Telah beberapa lamanja jang laloe, senantiasa kami menjangka, bahwa sekalian orang pandai jang banjak pengetahoeannja, moelialah poela boedi pekertinja. Sajang! tetapi oentoenglah lekas kami tersadar dari pada mimpi itoe...oentoenglah lekas kami mengetahoei, bahwa kepandaian jang banjak itoe sekali-kali boekanlah ia mendjadi keterangan dari boedi pekerti jang moelia. Betapa goesar dan sedihnja hati kami ketika mema'loemi keadaan itoe.
Dan ketika kami telah sadar dari kegoesaran jang amat sangat itoe, maka kamipoen memikirkanlah hal itoe dalam-dalam, dan laloe mentjari sebab-sebabnja maka djadi sedemikian. Dalam hal itoe. bertemoelah poela kami dengan kebenaran jang kedoea. „Sekolah itoe sadja ta' dapatlah menjempoernakan pengadjaran anak-anak, teroetama ahli roemahpoen wadjiblah serta mendidiknja! Sekolah oentoek memadjoekan pikiran, isi roemah oentoek pendidikan boedi pekerti!"
Iboe mendjadi tiang dalam roemah dan memikoal soeatoe pekerdjaan jang besar dalam pendidik anak-anaknja tentang boedi pekerti. Oléh sebab itoe berilah anak-anak gadis pendidikan jang sempoerna, dan oesahakanlah soepaja ia tjakap kelak memikoel pekerdjaannja jang seberat itoe. O, djika sekiranja diketahoei oléh sekalian iboe jang telah diterimanja dalam pangkoeannja itoe, tatkala mendapat bahagia jang sebesar-besarnja bagi peremipoean: boeah hati, bidji matanja!
Dengan anak itoelah ia moelaï menempoeh waktoe jang akan datang. O! tahoe benar hendaknja meréka itoe, terang dan djelaslah hendaknja dalam pemandangannja, apa pekerdjaannja, karena ia telah mendjadi iboe itoe. Tiadalah oentoek dirinja sendiri ia melahirkan anak itoe kedoenia. Ia wadjib mendidik anaknja oentoek ahli roemah jang amat besar diatas doenia ini, jang bernama: Perkoempoelan hidoep bersama-sama! Karena keperloean jang amat besar, jang terseboet diatas itoelah maka kami.
minta pengadjaran dan pendidikan oentoek anak-anak gadis. Kami soenggoeh-soenggoeh amat pertjaja, bahwa kesopanan bangsa Djawa moestahil akan madjoe dengan sekoeat-koeatnja, selama perempoean-perempoean tidak diadjar dan dididik dalam 'ilmoe kesopanan itoe. Kepada perempoean-perempoean itoe, wadjiblah dibelikan dalam genggamannja kerdja oentoek memadjoekan kesopanan, kalau demikian baroelah kesopanan itoe akan berkembangan dengan sekoeat-koeatnja kepada Boemipoetera bangsa Djawa.
Adakanlah iboe-iboe jang ringan tangan dan tadjam pikiran, soepaja tanah Djawa boléh mendapat perempoean-perempoean jang pantas dan tjakap bekerdja oentoek kemadjoean. Meréka itoelah nanti jang akan menanamkan lagi bidji kesopanan dan 'ihnoe kepandaian itoe kepada anak-anaknja. Anak-anaknjajang perempoean itoelah jang akan mendjadi iboe poela dan anak-anaknja jang laki-lakilah jang akan mendjaga kelak segala keperloean bangsanja.
O, apabilakah waktoen ja akan tiba, jang bangsakoe akan membenarkan boeah pikirankoe ini? Saja menjangka, bahwa waktoe itoe masih djaoeh, djaoeh benar lagi! Tetapi djikalau sekarang tiada djoega datang permoelaannja, tentoelah waktoe itoe masih bertambah djaoeh djoega tempatnja dan masih bertambah lama lagi akan didapat. Sekalian permoelaan itoe amat soesah mengerdjakannja, dan" bagi kebanjakan meréka toekang penebas djalan hidoep didoenia ini penoeh dengan ratjoen penanggoengan.
Sebab itoelah moedah kita memahamkan, bahwa orang-orang toea lebih soeka menjoeroeh anaknja memilih salah soeatoe nasib jang dapat mendjamin, bahwa si anak akan beroentoeng dengan hidoep senang. . . . . . . . . . . . dari pada nasib jang diketahoeinja sedjak dari bermoela akan hidoep dengan ratjoen penanggoengan. Djikalau seseorang menjimpan dalam hatinja sesoeatoe tjitatjita jang moelia, dan tjita-tjita itoe tiadalah maksoednja oentoek kesenangan diri sendiri, melainkan oentoek kesenangan diri orang lain, berdosakah ia, djikalau ia hendak mentjoba mentjapai tjita-tjita itoe, tambahan poela karena ia berboeat demikian, ialah akan meroesakkan hati beberapa orang kekasihnja?
Atau itoekah kewadjibannja jang teroetama, ja'ni mentjaboet tjita-tjita itoe dari hatinja, soepaja kekasihnja djangan berhati soesah? Bagaimanakah seseorang patoet bekerdja jang berfaédah oentoek hidoep bersama-sama, dengan mengoerbankan dirikah? Atau dengan memadjoekan dirikah? Manakah kiranja jang baik, mengoerbankan diri, soepaja djangan meroesakkan hati kekasih atau memadjoekan diri oentoek kebadjikan ahli roemah besar jang bernama perkoempoelan hidoep bersama-sama itoe?
O, berapalah bagoesnja, kalau kita maoe, dapat dan boléh mengerdjakan barang sesoeatoenja. Perkoempoelan jang bagoes demikian, sajang, hanjalah sedikit sadja orang jang dapat memperoléhnja. Dengan besar dan soeka hati kami telah berkenalan dengan kitab tjeritera Frits Reuter. Wah, itoelah seboeah tjeritera jang dapat menggelikan hati dan menjegarkan badan. Besar kegirangan kami mendapat anoegarah jang bagoes itoe dari toean! Lagi poela orang-orang lainpoen disini telah merasaï djoega lazatnja tjeritera kitab itoe.
Meréka itoe. telah memboeat poela sebagai kami: ketika meréka itoe telah moelaï membatjanja, ta' dapat lagi meréka itoe mentjeraikannja! Bagaimanakah pikiran toean, sedjak dari poekoel toedjoeh malam sampai poekoel tiga pagi teroes sa ja membatja kitab itoe. Itoe boekanlah pekerdjaan jang élok, hanja hal jang seperti itoe. moedahlah kedjadian, djikalau orang bertjengkerma dengan djamoe jang segirang itoe. Lagi djikalau sekiranja maksoed toean memberikan boekoei itoe, soepaja kami boléh kasih dan sajang kepada pengarang sja'ir jang pandai itoe, boléhlah toean laerbesar hati, karena maksoed toean itoe telah berlakoelah.
Frits Reuter sekarang telah kami kasihi dihati kami dan kami moeliakan dalam ingatan kami. Kitab Couperus jang amat bagoes itoe telah menjoekakan hati kami. Biasanja kami soeka membatja kitab-kitabnja karena bahasanja jang amat bagoes itoe. Orang-orang jang didalam kitabnja itoe selaloe ta' tangkas, ta' segar, sepandjang pendapatan kami. Tetapi bahasa dan isi kitabnja telah masoek kedalam hati kami. Toetoer katanja amat merdoe! Tanah Belanda boléhlah berpongah diri karena ahli pengarang jang seperti itoe!
Dan djoega kitab toean Vosmaer jang amat bagoes itoepoen menjoekakan hati kami. Dengan hati jang piloe kami membatja kitabnja jang bagoes jang bernama „Inwijding" itoe. Baroe sekali itoelah, kami berkenalan dengan pengarang bangsa Belanda itoe, kamipoen banjak mengoetjap terima kasih akan pertemoean kami jang amat menggirangkan hati sebagai itoe. Sesoedah membatja kitab „Inwijding" itoe, kami mendapat kitab tentang dongéng orang Gerika dengan bergambar déwa-déwa dan déwi-déwi.
Sedap hati melihat gambar-gambar itoe dan membatja tjeritera tjeriteranja sesoedah membatja kitab „Inwijding"! O, melihat sekalian keindahan dengan mata kepala sendiri dan merasaï kesenangan hati seperti kegirangan hati Sietske dan Frank itoe, melihat roepa jang mahabesar, melihat sekalian mahabagoes itoe! Tidak, tidak, ta' boléhlah kami berharapan sebanjak itoe! . . . . . . . . . Biarlah kami mengoetjap sjoekoer, bahwa adalah orang dikaroeniakan Toehan jang pandai dan berkoeasa tentang bahasanja, telah menggambarkan sekalian jang maha bagoes itoe dimata kami, dan kamipoen adalah mengerti akan bahasanja jang bagoes itoe!
Telah doea boelan adalah seorang diantara ahli komidi bangsa Belanda datang ketanah Djawa, ke tanah airkoe jang bagoes ini. Willem Royaards, ahli komidi dan ahli bitjara, telah sekian lamanja mendjalani tanah matahari kami dengan kemoeliaannja; dan pada setiap tempat, dimana sadja ia bermain, senantiasa ia menggirangkan hati penonton dengan kepandaiannja jang amat berkoeasa itoe. Betapa soeka hatinja tatkala kami hendak mendengar ia bermain.
Pada boelan jang laloe kami telah berniat hendak melihat kepandaiannja itoe, tetapi sajang, ketika itoe tjeritera jang akan dimainkan ta' djadi dilakoekannja. Soenggoehpoen kami ta' dapat mendengar orang pandai itoe main komidi, tetapi ada kegirangan hati kami jang lain, jang telah kami peiroléh. Kami telah bertjakap-tjakap dengan toean itoe sendiri. Tiadalah sekali-kali kami dahoeloe menjangka keadaan itoe, karena dengan tiada disengadja kami bertemoe dengan dia.
Itoelah soeatoe keoentoengan jang menjenangkan hati kami, ialah jang mendjadi obat djerih perarai demam kepada kami pada waktoe itoe. Adalah soeatoe hal pertjeraian jang menjedihkan hati, jang membawa kami kepada pertemoean jang tiada disangka-sangka itoe. Kami ketika itoe psrgi mengantar-antarkan sahabat-sahabat kami, jaïtoe toean dan njonja Ovink kekapal, jang akan membawa meréka itoe balik ketanah airnja. Kapal ketjil jang membawa kami kekapal besar itoelah jang mempertemoekan kami dengan toean Royaards, jang waktoe itoepoen toeroet djoega mengantar-antarkan toean dan njonja Ovink itoe.
Waktoe itoelah jang memasgoelkan hati kami. Toehan sadjalah jang lebih mema'loemi, bahwa kami dengan sahabat-sahabat itoe barangkali selama-lamanja tiadalah akan bertemoe lagi, karena tiadalah meréka bermaksoed akan balik ketanah Hindia lagi. Ta' adalah harapan kami akan bertemoe lagi dengan meréka itoe, kalau sekiranja tiada Toehan menggerakkan kami dapat pergi ketanah airnja itoe! Boléhkah kami berharap demikian?. . . . . . . . . . . .
waktoe, jang akan memberi djawaban sekalian pertanjaan didoenia, hidoep ini, tentoelah lama lambatnja akan memberi poela pendjawaban pertanjaankoe itoe! Meréka itoe kami sajangi! Kami merasa seakan-akan sebahagian dari badan kami lepas teranggoet, ketika kedoea kapal itoe berlajar bertolak belakang! Meréka itoe dengan kami sebagai senjawalah rasanja! „Ta' adalah persahabatan jang tegoeh, dan ta' adalah persaudaraan hati jang tetap kedapatan diantara doea orang jang berlainan bangsanja, dan jang lahir dinegerinja masing-masing", kata orang atjap kali.
Hal kami itoe menerangkan kata orang itoe ta' benar, djoesta adanja! Ta' adalah persahabatan antara meréka itoe jang sebangsa boléh lebih tegoeh dan setia lagi dari pada persahabatan kami, antara anak-anak orang poetih tanah Barat dan anak-anak orang hitam tanah Timoer! Njawa jang gaib dibadan, jang hidoep selama-lamanja dari doenia sampai keachirat, ta' samalah halnja dengan jang lahir;dan tiadalah ada padanja ba tas bangsa dan agama, dan dialah djoega jang akan menghormati dengan gembiranja njawa lain, jang diam didalam badan lain poela jang berkoelit asing, karena dirasanja bahwa ia bersaudara dengan njawa jang lain itoe.
Persaudaraan njawa itoe lebih tegoeh dan lebih dalam dari pada persaudaraan seiboe-sebapa. Beroentoeng benarlah meréka jang hidoep didoenia ini, jang tidak sadja sesoeai, karena persaudaraan seiboe dan sebapa, tetapi djoega meréka itoe beradik dan berkakak, laki-laki dan perempoeanpoen bersaudara senjawa poela! Toean kemendoer jang bartemoe dengan toean disini dahoeloepoen sahabat kami, ialah jang menggantikan toean Ovink KALI DJAPARA DILIHAT DARI KANTOR BOM (PEBIAN) DJAPARA.
mendjadi assistent-resident di Djombang, itoelah poela kehertdak Allah jang tiada disangka-sangka! Perdjalanan hidoep didoenia ini banjak jang 'adjaib! Bahagia itoe kadang-kadang mentjahari djalan-djalan jang sesoekar-soekarnja akan menemoei kita, dan kita manoesia jang berpikiran pandak atjap kali lekas benar berkesal hati, kalau kita ta' dapat mengetahoei tentang sesoeatoe hal jang kadim itoe! Tetapi jang sebenarnja sekalian hal itoe amat moedah, asal sadja kita maoe mema'loeminja.
Ta' adalah tjahaja jang timboel, jang tiada didahoeloei dengan gelap goelita; hal itoe boléh diperhatikan dari sehari kesehari, dari semalam kesemalam, habis malam berganti siang! Berapalah girangnja hati kami, djikalau toean di den Haag nanti bertemoe dengan sahabat-sahabat kami, toean dan njonja Ovink! Masih sedih hatikoe mengingat jang toean dahoeloe ta' sempat pergi ke Djombang. Disana sedianja toean moedah boléh pergi melihat pendéta^pendéta di Modjowarno; tentoe adalah paédahnja oentoek toean pergi kesana.
Kamipoen soeka benar hendak pergi kesana, tetapi sajang, sampai sekarang beloemlah dapat kami menjampaikan maksoed itoe. Kamipoen telah bermaksoed djoega hendak tinggal beberapa lamanja disana, karena dalam perasaan kami, hidoep didalam oedara jang soetji, jang penoeh dengan kasih sajang, boléhlah membersihkan hati dan mengoeatkan badan! Ta' adalah manoesia, walau bagaimana djoeapoen djahatnja, jang ta' dapat dikoeasaï oléh kasih dan sajang, jang ichlas dan moelia itoe! ⁂
11 October 1902 (I). O! ta' tahoelah engkau, betapa senangnja hatikoe, jang barang-barang hasil kepandaian anak negeri kami sekarang diketahoei dan dihargaï orang. Soesah hatikoe. mengenangkan, siapakah jang akan menghoeboeng pekerdjaan kami ini, djikalau kami tiada ada lagi disini? Kepada adik-adik kami perempoean beloem dapat kami menjerahkannja. Meréka itoe masih ketjil benar, apalagi kalau pengakoean tentang perkara orang wadjib ditanggoengnja.
Sekiranja adalah seorang Eropah jang datang mengerdjakan pekerdjaan itoe disini, tentoelah toekang-toekang bangsa kami itoe akan disoeroehnja bekerdja oentoek mengisi kantoengnja sahadja. Oentoek kekoeasaan hatinja atau akan menolong orang Djawa dengan tjoema-tjoema sahadja, mendjadi orang ditengah dan djoeroetoelis, antara toekang-toekang Djapara dan pasar pendjoealan hasil kepandaian meréka itoe, tentoelah orang poetih itoe ta' maoe.
Wadjib adalah kasih dihatinja, pertama bagi kepandaian itoe, dan kedoea bagi orang Djawa, maka baroelah orang itoe dapat mengerdjakan pekerdjaan itoe dengan tiada mengharapkan oeang, dan dengan segala soekatjita. Oentoenglah perserikatan „Oost en West" telah mengasihani meréka jang kami lindoengi itoe, tetapi perserikatan itoe patoet poela mengangkat seseorang mendjadi wakilnja disini, karena perserikatan itoe ta' dapat berhoeboeng sendiri dengan toekang-toekang itoe, sebab meréka itoe hanjalah pandai membatja dan menoelis dalam bahasanja sendiri sadja
Jang pekerdjaan orang penebas djalan itoe, boekannja pekerdjaan anak-anak dan boekan poela pekerdjaan jang meriangkan hati, telah lama dan selaloe kami ketahoei; bahwa nasib itoe penoeh dengan ratjoen penanggoengan, telah kami ketahoei djoega; tetapi bahasa naraka jang ditaroeh dihati, tidak Stella,tidaklah kami ketahoei; o, tetapi biarlah seriboe kali adanja naraka dihati kami, itoepoen djaoeh lebih baik dari pada tiada berperasaan!
Sekalian barang jang terdjoeloer dikerat orang; sekalian jang bertjahaja-tjahaja ditjemarkan dan dikotorkannja. Sedjak dari dahoeloe meréka itoe selaloe besar penanggoengannja. Doenia ini senantiasa maoe menerima manoesia jang bersipat-sipat lain, ja berlainan dengan sipat-sipat jang telah lazim. Dan kalau seorang tiada berlakoe seperti orang banjak, tentoelah selama hidoepnja akan diganggoe orang, soepaja terpaksa ia memboeangkan pakaian jang dipakainja itoe dan ditoekarinja dengan pakaian jang biasa dipakai oléh orang banjak poela.
Saja ta' dapat mendjandjikan apa-apa djoeapoen, ta' soeka saja berdjandji itoe kepadamoe, Stella, karena saja ta tahoe, dapatkah atau tidak perdjandjian itoe saja sampaikan. Amat boeroekkah Modjowarno itoe pada pemandanganmoe? Tetapi manakah jang baik kepadamoe, kami mendjadi gila diroemah, atau pergi mengobati kesedihan dan kedoekaan kami ketempat jang mengandoeng oedara kasih sajang itoe? Kesanalah kami akan pergi, djikalau kenang-kenangan kami tiada sampai, karena ta' maoe lebih lama lagi tertawan disini, dikoeroeng oleh pikiran jang pandak dan boedi pekerti jang hina, seperti biasanja disini.
Kami terlaloe pemanas hati, ta' dapat kami membiarkan sadja meréka itoe memboeat sesoekanja, seperti jang telah biasa, jang sangat kami hinakan dan bentji. Boekanlah moesoeh kami bangsa asing jang mematahkan sajap kami atau jang kami takoeti benar, melainkan moesoeh kami bangsa kami sendiri, itoelah jang memakan hati dan jang menelan otak kami. Tiadalah siapa djoea jang dapat memboedjoek kami dan menolong kami, ketjoeali Allah dan kami sendiri!
O, Stella, katakanlah kepadakoe, bahwa engkau tiada akan bersedih hati dan berpoetoesasa, djikalau mendapat soerat dari padakoe memberi tahoekan, jang soerat-soeratmoe kepadakoe hendaklah hingga ini keatas ber'alamat ke Modjowarno. Berilah kami boedjoekan, Stella. Dan lepaslah kami, meskipoen dengan hati jang piloe, tetapi djanganlah hendaknja dengan hati jang loeka ke Modjowarno. Tempat itoe tiadalah menakoeti kami. Kami pertjaja soenggoeh, bahwa tempat itoe dan 'alam sekelilingnja jang tinggi soetji, berhati kasih-sajang, dapatlah akan menjemboehkan hati kami jang loeka, jang selaloe gemar mengoerbankan diri sampai séhat dan bersih kembali.
Tentoe sadjalah kedatangan kami disana dengan hati jang loeka dan loeloeh, tetapi dalam hal itoe Modjowarno ta' ada bersalah sedikit djoea. Kalau demikian boléhlah sekaliannja akan hilang lenjap, Stella! Engkau sendiri telah kerap kali menoendjoekkan hal keadaan pénakoe. Iapoen di Modjowarno masih koetaroeh nanti; karena disana ta' adalah soeatoepoen jang akan mengalahkan dan memberanikankoe dari pada badankoe sendiri! Disini banjak benar jang melantjarkan moeloetkoe, asal sadja dapat koeseboet sekalian jang terasa dihatikoe.
Kalau saja mendjadi goeroe pendidik, maka baroe senang hatikoe melihat jang maksoed saja sampai, ialah djikalau orang pertjaja kepadakoe dan menghargaï saja. Kalau tidak demikian, tentoe ta' maoelah meréka itoe menjerahkan anaknja kepadakoe oentoek diberi pendidikan. Tiadalah orang jang akan menjerahkan anaknja kepadakoe djikalau saja katakan sekalian, jang telah koepikirkan dan sekalian jang terasa dihatikoe; keadaan itoelah jang akan memarahkan hati orang kepadakoe.
Tetapi seperti jang telah saja katakan kepadamoe, kalau kami pergi ke Modjowarno hanjalah sadja kepergian kami itoe dengan hati jang loeka dan ingatan jang kelam kaboet. Tahoekah engkau apa artinja sekalian itoe pada pénakoe? Ta' adalah jang lebih pandai berkata-kata dengan hati, lain dari pada darah jang ada dihati itoe. Kedjadian jang baroe-baroe ini telah mendjadi soeatoe tanda poela dan mengingatkan kepadakoe, bahwa saja dapat menghélakan dirikoe dengan pénakoé, sehingga sampailah pénakoe. . . . . . . . . . .
.itoe tertjetjah kedalam darah dihati. Banjaklah hati jang telah koesoeroeh mendjadi iba dan piloe, dan air matapoen djatoeh bertjoetjoeran. Engkau tentoelah telah tahoe kepada harapankoe, sehingga engkau tiadalah akan menjangka, bahwa sekalian itoe koetjeriterakan tidaklah karena saja hendak meninggikan dirikoe. Ia bergoena kepadakoe akan menerangkan betapa tingginja harga péna itoe, kalau berdawat dengan darah dihati. Beberapa boelan
HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. 20 jang soedah, telah tersedoe-sedoe poela seseorang perempoean jang tiada koekenal sedikit djoea, ketika ia membatja beberapa patah katakoe; karena ia merasa betapa hatikoe sedih dan loeka seperti disajat-sajat dengan sembiloe, ketika kata itoe mengalir dari pénakoe. Begitoelah keras tertarik hatinja, sehingga dengan sebentar itoe djoega, bekerdjalah ia pergi menolong kesoesahan itoe. Bésok harinja dapatlah ia memberi ichtiar kepada kami, tetapi sajanglah ichtiar itoe terboeang sadja sebab diboenoeh oléh pikiran.
Orang tentoe akan menjangka, jang saja senantiasa berbesar hati, djika orang mengatakan kepadakoe, bahwa saja soenggoeh „pandai" mengarang. Apakah goenanja poedjian itoe kepadakoe? Saja soeka tiap-tiap karangankoe itoe selaloe melekat dihati meréka itoe, Stella, dan berapa dalamnja maksoed karangan itoe, boléhlah diketahoei, apabila digali. Didalam hatikoe dan didalam ingatankoe selaloe digotjoh dan digali, dan djika telah tersemboer darah dari hatikoe, maka baroelah karangankoe itoe tetap harganja.
Piloe hati mengingatkan kedalam itoe, tetapi katakoe itoe benar sekali! ⁂ 12 October 1902 (VIII). Telah setahoen saja mendengar dari diri sendiri soeatoe sipatkoe jang menjedihkan hati. Saja gila bertjantik diri. Djangan toean bersemboenji hati kepadakoe, djawablah benar-benar: Saja gila bertjantik diri? Kaliau benar, dalam hal manakah? Sedih hatikoe mendengarkannja, karena saja soeka pada diri sendiri, atau pada orang lain, berkelakoean demikian.
Seseorang, boekanlah toekang fitnah mengatakan, bahwa saja berkata dengan bermain mata. Benarkah itoe? Telah saja minta kepada adik-adikkoe akan memperhatikan sekalian pergerakan dan perboeatankoe, dan mengatakan kepadakoe apa-apa jang gandjil dilihatnja dan adakah saja biasa bermain mata? Adikkoe jang selaloe berkata benar, mengabarkan, bahwa sedjak dahoeloe ia tahoe, jang matakoe senantiasa bertjahaja-tjahaja, kalau saja 'asjik bertjakap meski dengan siapa djoeapoen.
Pertjajalah toean jang keadaan itoe, tiadalah dengan sengadja koeperboeat, dan ta' pernahlah saja berpikir, maoe bertjantik diri hendak menjenangkan hati orang, djikalau ada sesoeatoe jang koeperboeat; bilamana adalah meréka jang berkata demikian, maka keadaan itoe sesoenggoehnja tiadalah dengan sengadja saja perboeat. Itoelah perasaan jang amat menjedihkan hati, karena sementara kita beroesaha selaloe mendjadi seorang gadis jang bersipat jakin, tetapi sekonjong-konjong kedengaran orang berkata, bahwa kita seorang machloek bertjantik diri dan biasa bermain mata.
Tertjenganglah saja mendengar hal itoe, dan sedihlah hatikoe boekan boeatan. Pertjajalah kepadakoe bahwa saja tiada sekali-kali akan berniat dan berboeat seperti itoe. Orang soeka jang saja selaloe hendaknja betertib, atau kemaloe-maloean menoendoekkan kepala. Saja ta' soeka berboeat demikian; saja soeka melihat orang pada matanja, dan sekali-kali ta' soedi saja menoendoekkan kepala menoeroetkan sadja apa jang dikatakan orang itoe.
Saja tahoe djoega apa jang akan disoeroeh djandjikan orang kepada kami, barangkali djoega kemaoeannja dengan soempah, bahwa djikalau kami pergi dari sini tiadalah akan berboeat maloe bagi meréka itoe, ja'ni jang kami sama-sama menanggoeng sakit dan senang dengan bangsa Eropah. Tentang hal itoe djanganlah meréka itoe goesar. Dari hati sendiri tiadalah kami hendak berpikir berboeat jang sedemikian; kalau begitoe boekankah kami akan meroesakkan sekaliannja?
Kami sendiripoen ta' boléh memperboeat itoe; karena kami orang jang soeka memberi tjontoh-tjontoh dalam hal kebaikan. Njonjapoen tahoe, jang kami ta' sedikit djoega maoe mengatjoehkan apa kata „orang."
Tetapi dalam hal itoe sekali-kali ta' patoet orang berkata: „Lihatlah keadaan itoe, djikalau anak-anak gadis diberi pendidikan tjara Eropah, maka kawinlah ia dengan orang Eropah."
Itoelah perboeatan jang amat meroesakkan tjita-tjita kami, itoe ta' boléh diroesakkan. Tetapi jang sebenarnja kita semoea dalam hidoep bersama-sama dengan orang Eropah sama menanggoeng sakit dan senang. Apakah jang saja perboeat pada waktoe ini? Tiadakah orang Eropah hidoep dengan mengindahkan perasaan hati kita? Dan tiadakah kita hidoep dengan menghormati perasaan hati orang Eropah? Amat banjak boléh orang merampas, ja, sekalian jang ada padakoe boléh dirampasnja; tetapi pénakoe moestahil.
Dia mestilah tinggal mendjadi hakkoe, dan senantiasa dengan radjin memakainja mendjadi sendjata. Djanganlah hendaknja orang banjak benar menggoda kami, karena hati jang terlaloe sabarpoen boléh poela hilang, dan terpaksalah kami memakai nanti sendjata itoe, meskipoen badan kami sendiri jang akan loeka oléhnja. Pertjajalah toean djikalau kami sampai pergi ke Modjowarno, kami akan memakainja benar-benar. Lain dari pada badan sendiri, soeatoepoen ta' ada jang kami roegikan dan beranikan.
Ta' oesahlah kami katakan kepada toean, betapa kami, lebinlebih pada waktoe ini, mentjintakan sahabat-sahabat kami jang berhati setia! Kami sekarang telah berhati bekoe, sebab itoelah kami hendak memanaskannja dengan kasih sajang dan dengan hati toean. Kami atjap kali menjalahkan hati kelobaan orang lain, tetapi bagaimanakah hati kami sekarang ini? Sangat lobanja! Tidakkah naman ja kelobaan jang sebenar-benarnja, djikalau menjoeroeh orang lain bersama-sama menanggoeng kesedihan dan kepiloean hati kami sendiri?
Dan meminta kasih sajang, pada hal kami tahoe bahwa kasih sajang oentoek kami itoe ta' dapat bertjerai dengan kepiloean hati? Tiadakah terasa oléh toean, bahwa sipat kami sekarang telah moendoer? Sesoenggoehnja kami sekarang keras, tiada menaroeh kasih sajang lagi, dan tadjam. O! atjap kali kami terkedjoet melihat diri kami sekarang. Ja Allah, berilah kami kekoeatan, bantoe dan tolonglah kami ini! Dan oléhmoe, o kekasihkoe, berilah saja maaf diatas hati toean jang telah piloe itoe, karena membatja soeratkoe ini.
Berdiam diri sadja ta' baik poela, ta' toeloes. Ampoenilah saja, kasihanilah anak-anak toean jang berkoelit hitam ini. ⁂ 27 October 1902 (VIII). O! alangkah baiknja djikalau sekiranja kami dapat mengatakan kepada toean, betapa senang dan lemboet hati kami, tiap-tiap kali, setelah toean menoendjoekkan tjinta dan kasih sajang toean kepada kami. Dalam kesengsaraan jang sebagai ini, kamipoen machloek jang berbahagia djoega, menoeroet pertimbangan kami.
Banjaklah orang miskin jang lebih bersengsara dari pada kami, jang hidoep sebatang kara, tiada tersanak-saudara, berperang sendiri dalam hidoep bersama-sama ini, ta' pernah mendengar kata jang lemah lemboet, jang menjoekakan hati, ta' pernah menerima pemandangan orang kasih kepadanja, ataupoen berdjabat salam melepaskan rindoe hatinja seperti kami. Kami merasa, bahwa besarlah koernia dan kekajaan jang djatoeh kediri kami karena persahabatan dan kasih sajang toean kepada kami.
Kasihanilah kami dan pertjajalah kepada kami selamanja, o iboekoe jang ditjinta, karena dengan hal jang demikian dapatlah kami bersenang hati. Kami banjak minta terima kasih akan tjinta dan kasih toean. Téngoklah kami sekarang, telah moelaï madjoe poela, sebab itoelah kami dahoeloe menantikan djawab soerat toean, jang telah kami pahamkan itoe. Kami simpan dia sebagai djimat. Wahai toean jang; ditjinta, kami memohon bersoenggoeh-soenggoeh, djangan toean memikirkan djoega akan kesenangan kami.
Telah atjap kali kami katakan kepada toean, bahwa tiadalah kami mentjari kesenangan oentoek diri sendiri, melainkan oentoek orang lain. Pertjajalah, bahwa ta' adalah kami harapkan lagi dari tanah Eropah, dan demikian djoega nasib kami pada waktoe jang akan datang, boekanlah boenga ros oentoek diri sendiri. Hanjalah satoe sadja mimpi kami lagi, satoe sadja kenang-kenangan kami kepada tanah Eropah, ja'ni melengkapkan kami oentoek peperangan, jang telah kami kehendaki, jang bergoena akan mentjari keselamatan bangsa kami, saudara-saudara kami jang perempoean.
Sebenarnjalah, tiadalah kami berharap lagi apa djoeapoen dari tanah Eropah seperti mimpi anak-anak gadis Eropah: „bersoeka raja."
Tiadalah poela kami hendak mentjahari lagi persahabatan dan ketjintaan orang disana bagi kami; dan demikian poen tiadalah kami akan berbesar hati, sebab pergaoelan dengan bangsa Eropah; hanjalah sadja jang kami harapkan dari sana, dan jang hendak kami tjari pergi kesana, ja'ni apa jang perloe bagi maksoed kami itoe: kepandaian dan pengetahoean. Itoelah sadja jang kami pikirkan. Ta' adalah alangannja bagi kami, djikalau kami ditanah Eropah nanti, tiada senang dan ta' dapat bertjampoer gaoel dengan orang Eropah itoe, asal sadja kami dapat mentjari apa jang bergoena oentoek maksoed kami?
Itoelah goenanja kami pergi kesana dan tiadalah akan bersoeka raja. Jang mentjahajakan hati kami pergi kesana, ialah hendak hidoep bersama-sama dengan kakanda kami jang baik hati, jang ada disana, dan tiadalah kami bersaudara dengan dia karena seiboe dan sebapak sadja, tetapi kamipoen bersaudara sehati dan sepikiran dengan dia! Sebenarnja, tiadalah kami berharap jang benoea Eropah akan memberi kami lebih berbahagia. Waktoe itoe telah lama loepoet dari kami.
Kami menjangka dahoeloe soenggoeh-soenggoeh, bahwa „benoea Eropah itoelah doenia jang sebenar-benarnja, jang sebaik-baiknja dan jang sebagoes-bagoesnja."
Ampoeni kami karena berkata sedemikian. Tetapi menoeroet pikiran toean sendiri telah sempoernakah benoea Eropah itoe? Kamilah orang jang kesoedahan sekali nanti jang tiada akan mengakoe dengan sjoekoer, bahwa banjak soenggoeh kebaikan datangnja dari doenia itoe; tetapi maoekah toean menidakkan, bahwa diantara sipat-sipat jang amat bagoes, jang amat tinggi dan moelia didoenia toean itoe, atjap kali kedapatan disana, jang kesopanan mendjadi permainan olok-olok sadja?
Kami selaloe berketjil hati melihat pekerti jang kedji-kedji dan jang hina-hina dalam doenia hidoep kami, tetapi djanganlah toean menjangka, bahwa sifat-sifat jang rendah itoe dalam doenia hidoep jang akan kami aroengi, oentoek mentjapai maksoed kami itoe, tidak akan bertemoe. Barangkali djoega lebih soesah kami menanggoengkan keadaan itoe; karena pada meréka itoe jang namanja telah ada mempoenjaï „kesopanan" sepatoetnja sipat-sipat itoe ta' moengkin ada.
Toean sendiri tentoelah lebih mengetahoei hal itoe dan pada kami; bahwa diantara beriboe-riboe meréka itoe jang dikatakan oléh doenia berboedi pekerti, tetapi jang sebenarnja hanjalah sedikit sadja diantara meréka itoe jang bersipat demikian. Loeas pemandangan dan pandjang pikiran itoe, beloemlah mendjadi kepoenjaan masing-masing orang Eropah, jang menoeroet patoetnja dan wadjibnja telah mestilah hendaknja meréka itoe bersipat demikian; tetapi sedangkan pada kebanjakan salon, jaïtoe bilik jang sebagoes-bagoesnja dalam roemah-roemah orang Eropah jang dihiasi dengan perkakas jang mahal-mahal harganja, tempat menerima djamoe jang pilihan doedoek bertjakap-tjakap, masih ada djoega didapat orang jang doengoe dan bebal, jang ta' loeas pemandangannja.
Sesoenggoehnja tiadalah kami mengira lagi, bahwa negeri Belanda seperti soeatoe negeri dikajangan; bahkan menoeroet penglihatan dan perasaan kami tentang orang-orang Belanda disini, dapatlah kami mengirakan, bahwa dinegeri jang ketjil dan dingin itoe, banjaklah kami akan melihat dan merasaï keadaan jang menjedihkan dan menjakitkan hati. Adalah orang jang menoedoeh kami, mengatakan, bahwa kami orang Djawa pembohong jang sedjati, ta' boléh dipertjaja, lagi koerang terima kasih.
Hal itoe tiadalah sadja kami batja dalam soerat-soerat, tetapi telah atjap kali kami mendengarnja keloear dari moeloet orang Belanda sendiri . . . . . . . . . . . . . . . . . . disinilah kami dapat mentjoba akan kehaloesan hati orang berkata itoe. Kamipoen tersenjoem djikalau mendengar atau membatja kata-kata jang terlaloe manis itoet, dan dalam hal itoe terpikirlah oléh kami peri hidoep pergaoelan bangsa Eropah, ja'ni bagaimana meréka itoe telah atjap kali benar menoendjoekkan tanda tjinta, tanda benar dan tanda berhati toeloes kepada bangsa Boemipoetera, dan sebab itoelah maka ia melihat kebawah, dan mentjatji orang Djawa jang pendoesta dan jang soenggoeh ta' boléh dipertjaja itoe, dengan sekalian isi empedoe jang ada didalam peroetnja!
Sampai pada beberapa tahoen jang telah laloe beloemlah banjak benar kami bertemoe dengan orang Eropah. Waktoe jang pertama kali kami hadir didalam perkoempoelan orang Belanda, ialah pada waktoe Seri Baginda Maharadja Wilhelmina naik nobat. O! betapalah kami hendak mentjeriterakan berapa besar hati kami ketika moela-moela mengetahoei tinggi, bagoes dan moelianja orang bermain komidi dalam doenia bangsa Eropah! Waktoe meramaikan radja naik nobat dan karena melihat keramaian itoelah, maka kehormatankoe bagi bangsa Eropah mendjadi hilang lenjap.
Kami melihat doea orang njonja tengah berbintjang-bintjang, berkepit tangan dengan ramahnja, jang seorang bersandar kepada jang lain. Kami mendengar kata-kata kasih sajang dari seorang kepada jang lain. Dan dalam pikiran kami tentoelah kedoeanja bersahabat baik. Tiba-tiba datanglah seorang toean mentjeraikan kedoea meréka itoe, dan kedengaranlah kepada kami, apa kata njonja jang ditjari oléh toean tadi kepadianja „koetjing betina!"
Dan njonja jang tinggal sendiri itoe berkata kepada kawannja tadi: „Lihatlah perempoean pasik itoe, memakai dirinja seperti orang gila."
Baharoe sebentar tadi ia telah mengatakan dengan soenggoeh-soenggoeh, bahwa kekasihnja itoe amat tjantik roepanja karena pakaian itoe."
Sebentar-sebentar kami menjaksikan sendiri pada malam itoe berbagai-bagai permainan komidi jang memoeliakan perasaan liati seperti itoe. Adalah kami melihat moeka laki-laki jang roepanja mérah padani, jaïtoe „toean-toean" namanja jang menafaskan baoe minoeman keras dari moeloetnja, djikalau meréka itoe berkata-kata o, tempik sorak meréka itoe sehingga petjah anak telinga mendengarnja. . . . . . . . . . . .Kamipoen mendjadi koejoe karena itoe, dan beringinlah kami hendak mélarikan diri kami kepada pergaoelan jang ada kesopanannja.
O, djikalau sekiranja kami toekang fitnah dan soeka mentjeriterakan kembali apa-apa jang telah dikabarkan oléh sahabat-sahabat itoe dari seorang kepada jang lain, tentoelah disini akan timboel soeatoe peperangan diantara meréka itoe. Baroe-baroe ini seorang anak gadis sahabat kami menoelis soerat kepada kami, atas kegirangan hatinja telah didjamoe oléh seorang perempoean. Kamipoen minta terima kasih kepadanja, sebab telah menerima sahabat kami itoe dengan hati jang baik.
Tetapi apakah djawab perempoean itoe kepada kami? „Menoeroet pendapatankoe ia seorang gadis jang tiada berkelakoean, ia selaloe bermoeka masam, ta' pernah ia melihat dengan berhati senang, moeloetnja selaloe tadjam."
Atjap kali benar kami dapat menjaksikan dengan mata sendiri, betapa meréka itoe berpeloek tjioem, tetapi pada hal jang sebenarnja meréka itoe seorang dengan jang lain sangat berbentji-bentjian. Tiadalah nona-nona peranakan jang telah biasa dihinakan orang jang berboeat demikian, melainkan orang-orang poetih jang berdarah Eropah sedjati, jang telah diberi pendidikan, berboedi-pekerti dan berpengetahoean. Kami djoega telah melihat betapa nona-nona Hindia jang bodoh dipermain-mainkan oléh orang-orang Belanda jang pandai dan berboedi pekerti.
Orang Djawa itoe ialah pendoesta jang asli, dan sekali-kali ta'boléh dipertjaja! Tentang toedoehan itoe ta' oesahlah dipandjangkan lagi, hanjalah kami bertanja: Djikalau ada seorang anak berboeat salah karena kebodohannja, dan adalah seorang lagi telah balig dan telah berpikiran, berboeat salah dengan sengadjanja dan dengan tipoe moeslihatnja, siapakah diantara kedoea meréka itoe, jang berdosa besar? Kadang-kadang kami bertanja kepada diri kami sendiri, apakah maksoednja kesopanan? Iakah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
iakah kepandaian jang amat haloes tentang pandai berminjak air, dan mengoelas tidak mengesan? O, apakah jang telah kami perboeat ini? Apakah poela jang telah kami katakan itoe? Ampoenilah kami, o, iboekoe! Toean tentoelah tahoe djoega, jang kami boekanlah bermaksoed hendak menjedihkan hati toean, dan menista toean, melainkan semata-mata ialah hendak berhati toeloes kepada toean. Hati toeloes itoelah jang teroetama sendi persahabatan kita, itoelah jang amat kita kasihi, boekan?
Djikalau kita berhati toeloes atjap kali dikatakan orang, kita ta' tahoe berboedi bahasa. Djikalau sekiranja tidak mesti, maka ta' soekalah kami tidak memakai boedi bahasa itoe; karena kepada kami bangsa Djawa boedi bahasa itoe boléh dikatakan soedah mendjadi darah daging. Tjahaja jang asalnja dari toean, menjoeroeh kami melihat dan bertanja: ,,Apakah goenanja kotak jang tiada berisi?". Pada pendapatan kami toean wadjib ma'loem, bagaimanakah pikiran kami tentang beberapa hal didoenia bangsa Eropah; karena toean roepanja menjangka, bahwa doenia bangsa toean itoe dalam perasaan kami ialah soeatoe tjita-tjita jang amat tinggi.
Apa jang kami katakan „boedi pekerti atau kesopanan jang sebenarnja" soedahlah toean ketahoei dan kamipoen tahoe poela, bahwa pikiran toean tentang hal itoe sesoeai benar dengan pendapatan kami, jaïtoe: „kesopanan jang sebenar-benamja, sekali-kali tiadalah mendjadi hak milik dari tanah-tanah jang mempoenjaï kesopanan sadja."
Kesopanan jang sebenar-benarnja itoe adalah djoega terdapat pada bangsa-bangsa, jang dihinakan oléh kebanjakan bangsa koelit poetih, jang hanjalah pertjaja akan kemoeliaannja sendiri. Pada bangsa kami mémang adalah sipat-sipat jang hina, tetapi bersipat-sipat jang baikpoen adalah poela, ja'ni jang boléh ditiroe diteladan oléh bangsa-bangsa asing. Toean telah melihat bahwa tabi'at kami telah beroebah; kalau tiada demikian, tentoelah tiada perloe kami akan mengatakan sendiri sesoeatoe sipat kami jang amat baik dan telah 'oemoem bagi bangsa Djawa ja'ni sipat „pemaloe".
Bapak telah mengatakan sekali kepadakoe: „Ni, djanganlah engkau menjangka, bahwa banjaklah orang Eropah jang sajang benar-benar kepadamoe. Hanjalah sedikit sahadja diantara meréka itoe jang betoel-betoel berhati demikian."
Hal itoe ta' goena bapak mengatakan kepadakoe; kami sendiripoen telah mengetahoeinja dengan sebaik-baiknja; kami boléh menghitoeng dengan djari tangan sebelah dan ta' goenalah dengan djari kedoea belah tangan kami, siapa-siapalah jang berhati toeloes kepada kami. Kebanjakan diantara meréka itoe soeka kepada kami hanjalah oentoek meninggikan daradjatnja atau karena keperloean lain-lain sadja. Soenggoeh kedji benar! Jang sebaik-baiknja, baiklah kami tertawa sadja melihat keadaan itoe, soepaja djanganlah hati kami mendjadi panas dan marah.
O, manoesia itoe kerap kali amat kedji pekertinja dan bertabi'at seperti orang gila. Tiadakah toean ma'loem, bahwa banjak benarlah diantara meréka jang berteriak-teriak akan kemadjoean kepandaian pertoekangan Boemipoetera, dan jang ta' poetoes memoedji-moedji pertoekangan itoe; berboeat sedemikian hanjalah karena toeroet-toeroetan sadja, dan sekali-kali tiadalah oléh karena disebabkan hati jang ada merasa sajang akan kepandaian itoe?
Beberapa orang jang ternama 'asjik mengindahkan kepandaian Boemipoetera itoe, dan tiap-tiap orang boléh dikatakan amat sangat menjoekaïnja! Adakah orang-orang itoe berboeat demikian, karena kepertjajaannja benar-benar? Hal itoe apakah goenanja dipedoelikan, sebab jang perloe boekankah maksoed sahabat-sahabat jang berkata sajang kepada orang-orang Djawa dan kepandaian orang Djawa itoe moedah boléh sampai? Ta tahoekah kami, pada pikiran toean, apa sebabnja soerat kabar „de Echo" soeka sekali menerima karang-karangan kami, meskipoen kami bodoh dan doengoe?
Itoelah soeatoe daja oepaja akan melariskan soerat kabar itoe. Soerat kabar „de Hollandsche Lelie" memberikan beberapa roeang oentoek karangan kami, dan kepala pengarangnja jang dahoeloe senantiasa meminta izin kepada kami akan memasoekkan karangan kami* kedalam soerat kabarnja; apakah sebabnja? Oentoek pelariskan soerat kabar itoe! Soerat-soerat dari anak perempoean Timoer jang sedjati ,,anak gadis Djawa sedjati", boeah pikiran manoesia jang setengah biadab, dan dikarangkannja sendiri dalam bahasa Èropah, o, betapakah bagoesnja oentoek menarik hati!
Dan djikalau dengan poetoes asa kami meratapkan kesoesahan kami dalam bahasa Belanda, maka itoepoen lebih lagi menarik hati. Dan. . . . . . . . . . . . . . . . . . o, Allah djoealah jang akan mendjaoehkan!. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . djikalau sekiranja kami meninggalkan doenia dengan hati jang hantjoer loeloeh, karena tjita-tjita kami mati kena tikam, ja, ja, hal itoelah poela jang lebih bagoes menarik hati pembatja soerat-soerat kabar itoe. O!
adalah banjak orang jang amat menjoekaï benar, bermatjam-matjam daja oepaja penarik hati. Bahwa sanja amat banjak keadaan jang bagoes-bagoes dalam pengadjaran tertib sopan bangsa Djawa. Tetapi sajang benar, karena tiap-tiap orang tiadalah mengerti akan hakikinja. Orang hanjalah membatja apa jang tertoelis sadja, apa jang diadjarkan oiéh orang pandai-pandai. Oempama menahan lelah dan lapar; hakikinja itoe maka orang wadjib poeasa dan tidoer sekoerang-koerangnja, soepaja hidoep kita didoenia ini dan diachirat nanti boléh baik.
Boeah pikiran jang moelia itoe tiadalah diketahoeinja! „Boekanlah makan dan tidoer maksoed hidoep didoenia."
Saja anak Boedha, tahoekah toean ? Itoelah sebabnja maka saja ta' makan daging. Dahoeloe ketika saja masih ketjil, saja sakit keras, dokter-dokter ta' dapat menolong saja; meréka, itoepoen poetoes 'akal. Sesoedah itoe datanglah seorang Tjina (orang hoekoeman) sahabat kami, minta hendak menolong saja. Orang toea saja menerima permintaannja itoe, dan saja poen semboehlah. Apa jang ta' dapat ditolong obat-obat dokter-dokter itoe dapatlah ditolong obat „doekoen-doekoen" jang tiada terpeladjar.
Ia menjemboehkan penjakitkoe hanjalah dengan menjoeroeh saja meminoem air aboe, jang telah dimanterakannja pada tepékong Tjina. Oléh sebab saja telah meminoem obat itoe, maka sajapoen mendjadi anaklah dari keramat Tjina Santikkong Welahan. Beberapa tahoen jang soedah kami telah mengoendjoengi keramat itoe. Keramat itoe ialah seboeah patoeng emas jang diasapi dengan asap doepa siang dan malam. Pada waktoe penjakit sampar berdjangkit, dibawa oranglah patoeng itoe kesana-sini, berkeliling dengan segala oepatjara akan menjoempahi djin dan sétan penjakit itoe.
Dengan segala keramaian tiap-tiap tahoen dimoeliakan oranglah hari lahif keramat itoe. Orang Tjina dari sana-sini datanglah pada hari itoe mengoendjoenginja. Dari orang-orang toea bangsa Tjina boléhlah didengar tjeritera patoeng emas itoe. Menoeroet kepertjajaan orang Tjina patoeng itoe hidoep sebenar-benarnja. Tanah air kami tanah jang gaib, penoeh dengan wajang, tjeritera jang 'adjaib, dongéng dan 'riwajat. Toean tentoe telah mendengar, betapa sabarnja hati orang Djawa meskipoen ia dipoekoel oléh nasib jang malang dengan sedahsjat-dahsjatnja.
Tjemboeroe kita melihat hatinja jang sesabar itoe. „Inilah takdir" katanja, dan dalam takdir itoelah diambilnja penghiboerkan hatinja dan tawakkal. Nasib manoesia itoe telah tentoe, sebeloem ia melihat tjahaja 'alam. Sebeloem ia lahir oentoeng dan malangnja telah ditakdirkan oléh Toehan. Ta' ada seorang manoesia jang dapat menolak, apa jang soedah tertentoe itoe. Tetapi sebeloemnja kemalangan itoe terdjadi, wadjiblah kita mentjari 'akal akan menolaknja.
Kalau kemalangan itoe datang djoega, maka itoelah tandanja takdir dari Toehan. Ta' ada jang lebih berkoeasa didoenia ini dari pada' takdir itoe. Tahoekah toean apa artinja keadaan itoe bagi kami? Kami wadjib tetap beroesaha, madjoe menjampaikan maksoed kami, biarpoen sekalian hal jang datang itoe mesti mendjadi. Meréka itoepoen nanti akan sabar dan berkata: „Inilah takdir". Sebeloem sekalian itoe terdjadi, tentoelah meréka itoe akan mengganggoe kami; dan djikalau meréka melihat apaapa perboeatan jang telah kedjadian, maka dikatakannjalah: „ini takdir' dan sabarlah meréka.
Ja Allah, berilah kami akan kodratmoe! Soesah amat memikirkan hal itoe; kami sekarang sedang menjisihkan diri kami dari pada kekasih-kekasih kami itoe, mengoengkai tali persahabatan, jang dahoeloe telah mendjadi keoentoengan bagi kami. Tetapi lebih baik berpondok ketjil jang sempoerna dari pada beristana jang telah roentoeh; lebih baik bersampan jang sempoerna dari pada terapoeng-apoeng dikapal jang bagoes dan telah petjah. Telah lama antaranja saja pergi tidoer, dengan tiada mendapat oetjapan selamat tidoer dari bapa sendiri.
Beberapa boelan jang telah laloe ta' pernah bapak pergi tidoer sebeloem pergi kebilik kami, dan berhenti dimoeka bilik kami sebentar, akan melihat anak jang dikasihinja ini, dan menjeboet nama si anak, sebeloem ia pergi tidoer. Djikalau pintoe bilikkoe tertoetoep, maka diketoeknjalah pintoe itoe; si anak gadisnja itoe wadjib mendengar, bahwa bapak kekasihnja itoe tiadalah meloepakannja. Waktoe jang manis dan berbahagia itoe sekarang telah lenjap!
Dahoeloe saja banjak mendapat kasih sajang, ja, lebih dari pada sepatoetnja. Dan djikalau seseorang mendapat lebih tentoelah orang lain mendapat koerang. Allah itoe amat 'adil. Sekarang gilirankoe lagi akan hidoep dengan koerang, karena saja telah lama benar hidoep berlebih-lebihan. Sedih hatikoe mengenangkannja, tetapi baginja, bapak jang koekasihi itoe, saja berharap dan bermohon soenggoeh-soenggoeh kepada Toehan, dapat apalah kiranja ia memboeangkan saja dalam hatinja.
Bapak, kekasihkoe jang ditjinta itoe, tidaklah akan berhati soesah benar djikalau dapat memboeat jang sedemikian. Saja masih kasih dan tjinta kepadanja dengan sepenoeh-penoeh hatikoe, meskipoen apa djoega jang akan kedjadian kelak, ia koesajangi djoega seperti dahoeloe; . . . . . . . . . . . . . . . hanja . . . . . . . . . . . . . . . saja wadjib membinasakan dirikoe sekarang, berhati kasih dan tjinta tiada dengan tjahaja seperti tjita-tjitakoe.
Alangkah bagoesnja waktoe jang laloe, ja, amat bagoes! Saja banjak mengoetjapkan sjoekoer atas kenang-kenangan jang koekasihi itoe dan atas tahoen-tahoen jang amat berbahagia itoe! Adoehai bapakkoe jang malang, baginja lebih baik saja dahoeloe ta' mendjadi anak Boedha, dan kalau begitoe dapatlah ia menaroehkoe dengan hati jang ta' roesak, walaupoen saja ditaroehnja hanjalah dalam kenang-kenangan sadja. Benar kata Nellie: Hidoep itoe kadang-kadang lebih ganas mentjeraikan kita dari pada maoet; kasih dan sajang jang tiada ternilai harganja dan salatoe'rrahim jang amat soetji, jang dirampas oléh malakoe'lmaoet, lebih tegoeh tinggalnja terpateri dalam hati dari pada djikalau ia dirampas oléh hidoep.
Adoehai malangnja bapakkoe jang toea itoe, soedahlah takdir kepadanja pada hari toeanja menanggoengkan hal sedemikian oléh karena anak jang dikasihinja ini. Alangkah piloe hatinja menanggoengkan itoe. Ja Allah, ampoenilah dosakoe itoe. Tiadalah ia sadja jang banjak berpenanggoengan dan berdoeka hati pada waktoe sekarang dan pada waktoe jang akan datang, tetapi kamipoen telah berperang dan menanggoengkan kesengsaraan jang berat itoe.
Kami memohonkan soenggoeh-soenggoeh kepada Toehan jang mahakoeasa, moga-moga djanganlah banjak ia terlaloe berdoekatjita karena kami, dan berharaplah kami moedah-moedahan dapatlah ia nanti meninggikan dirinja atas keadaan kedoea anak-anaknja jang perempoean ini. Hal itoelah kelak jang akan memperdamaikannja dengan hatinja jang sekarang amat ketjéwa oléh karena kami itoe. 21 November 1902 (VIII). Djikalau kami menaroeh kasih dan tjinta, maka wadjiblah kami berbesar hati dan mengoetjap sjoekoer, djikalau sekiranja kekasih kami itoepoen berbesar hati poela menerima dan memberi kasih sajang, boekan?
Djikalau kami menaroeh kasih sajang, maka harapan kami jang sebesar-besarnja, ialah jang kekasih kami itoe akan beroentoeng dan berbahagia. Dan berbahagialah meréka jang banjak memberi orang kasih sajang, dan banjak poela orang jang mengasihinja. Maksoedkoe disini boekanlah kasih sajang antara laki-isteri, karena hal itoe amat haloes, ta' dapatlah saja mema'loeminja. Saja berkata disini ialah tentang kasih sajang jang boléh dirasaï oléh orang banjak, soenggoehpoen perasaan itoe bagi seorang ta' sama dengan bagi seseorang jang lain.
Kelobaan dirikah itoe, djikalau saja berharap, soepaja meréka tempatkoe kasih itoe, kasih poela kepadakoe, demikianpoen meréka akan berbesar hati kali poela atas bahagiakoe, meskipoen bahagiakoe itoe datangnja karena saja telah memberikan hatikoe kepada orang lain? ⁂ 21 November 1902 (X). Ketahoei oléhmoe, bahwa lemarikoe jang bertingkat empat itoe, tiga tingkat telah penoeh dengan kitab-kitab. Pada tingkat jang keempat kami lapangkan oentoek porterét-porterét sahabat-sahabat kami dan tanda mata jang lain-lain; dengan setjara demikianlah sahabat kami, adalah kami koempoelkan.
Porterétmoe terletak antara porterét iboekoe dan porterét kakanda Kartono; terdjaoeh sedikit dari porterét Dr. Adriani seorang pandai jang boediman dan seorang sahabat orang banjak jang moelia. Soedah itoe tei'letak porterét seorang anak jang manis lagi soetji dan segar roepanja, sebagai sekoentoem boenga jang baroe kembang, jang amat kami kasihi. Porterét bapakpoen adalah poela dengan pakaian angkatan. Porterétmoe terletak betoel dalam soeatoe perkoempoelan orang jang baik-baik, soenggoeh!
Itoelah tempat jang setiap hari wadjib kami koendjoengi; tiap-tiap hari sebeloem kami melihat wadjah sahabat-sahabat jang kami kasihi dan jang setia itoe, beloemlah ada permoelaannja hari itoe bagi kami. Kalau kami pikirkan betoel-betoel, baik benarlah tiada sekalian maksoed kami Allah sampaikan. Djikalau sekiranja sekalian maksoed kami berkenan, berapakah hinanja kami ini; karena dengan hal jang demikian tiadalah kami akan menaroeh tjita-tjita lagi, dan orang jang tiada bertjita-tjita itoe amat boeroek keadaannja.
Atjap kali poela terdjadi djikalau kami bermaksoed apa-apa tiadalah berpikir; dan djikalau maksoed itoe sampai, maka baroelah kami menjesal. Menoeroet pendapatan kami sendiri tahoelah kami, bahwa tjita-tjita hati jang sampai itoe atjap kali bertjampoer dengan air mata. Adalah perasaan kami, jang kita nanti akan bertemoe djoega, tetapi ta' lama, hanjalah beberapa ketika sadja. Setelah kita bertemoe berdjabat salam, laloe bertjerai poela, sekalian itoe terdjadi dalam beberapa sa'at sahadja.
Kita sebelah-menjebelah hanjalah sebentar sadja memperlihatkan diri, kemoedian bertjerailah oentoek selama-lamanja. Soenggoeh gila, boekan, perasaan kami itoe, dan ta' dapatlah poela kami memboeangkan perasaan itoe dari kepala kami. Apakah sebabnja maka kami berharap hendak bertemoe lagi, apabila pertemoean pikiran kita telah sebaik itoe; lebih dari itoe agaknja ta' bergoena lagi; boekankah pikiran itoelah jang sebaik-baiknja ada pada kita?
Dan djikalau kita kedoea belah pihaknja telah mempoenjaï benda jang sebaik-baiknja itoe, apakah lagi jang kita kehendaki? Bagaimanakah pendapatanmoe tentang sekeram api boeatan Djapara jang beroekir-oekir itoe? Tiada bagoeskah? O! ta' dapat saja katakan kepadamoe, berapa besarnja bahagia kami, jang kepandaian tanah air kami makin diketahoei dan makin dihargaï orang. Selamatlah sekalian sahabat-sahabat orang Djawa jang moelia itoe, jang telah memasjhoerkan kepandaian itoe keloear Hindia, dan bersama-sama dengan hasil kepandaian itoe ialah lagi tjita-tjita bangsa Boemipoetera jang bagoes; jang tersemboenji dalam hati meréka itoepoen diketahoei orang asinglah poela.
Kami berharap soenggoeh-soenggoeh, bahwa kegemaran meréka itoe tentang kepandaian Hindia itoe djanganlah hendaknja seperti jang atjap kali kedjadian, mendjadi soeatoe kesoekaan jang lekas akan hilang lenjap. Tidak, kesoekaan itoe tidaklah akan hilang lenjap; kami berharap djanganlah hendaknja begitoe, meskipoen kami wadjib mengakoe, bahwa kebanjakan orang sekarang ini jang menoendjoekkan kesoekaannja tentang kepandaian kami, berboeat demikian ialah karena toeroetan sadja,. . . . . .
orang-orang jang pertama kali membangoenkan pekerdjaan itoe, meréka itoelah jang bekerdja dengan hati dan kepertjajaannja sendiri, dan meréka itoelah poela lama-lambatnja jang akan mengalahkan kesoekaan orang jang hendak meniroe-niroe itoe sadja. Tetapi tiadakah hal jang seperti itoe telah biasa kedjadian GEROBAK (TJIKAR) DIDÉSA BAWOE, DJAPARA. bagi sekalian hal jang baroe-baroe, dan kemoedianpoen akan beroesia pandjang? Ta' oesahlah lagi saja oeraikan hal itoe dengan pandjang lebar.
Te€ngoklah, saja soeka benar hendak me i hidoep bersan sama dengan berbagai-bagai koempoelan manoesia diatas doenia ini. Misalnja hidoep ber ama dengan koeli-koeli tambang ditempat menambang, atau hidoep dikampoeng Boemipoetera Serani bersama-sama dengan anak negeri jang beragama Serani itoe, tinggal dikampoeng Tjina, dikampoeng Melajoe, ja, dimana djoeapoen. Apalagi jang koesoekai benar ialah hendak tinggal hidoep dikampoeng dan desa bersama-sama dengan bangsa sendiri.
Itoelah jang amat meriangkan hatikoe benar, karena saja ketahoei bahwa dengan tjara demikian, makinlah hatikoe akan tertawan kepada hangsakoe nanti, Tjita-tjita hati bangsa apa djoeapoen, baroe boleh dikenal dengan sebaik-baiknja ialah djikalau kita tinggal beberapa lamanja bersama-sama dan hidoep bersama-sama dengan mereka itoe. Banjaklah “adat-'adat jang bagoes telah koelihat pada bangsakoe: sekalian itoe mendjadi permoelaan jang menarik kesenangan hatikoe, sekiranja saja boleh menjampaikan maksoed hidoep bersama-sama dengan mereka itoe.
Seboleh-bolehnja kami tjahari pergaoelan dengan orang-orang kampoeng kebanjakan, dan kalau sekiranja kami berdjalan sendiri sadja, selaloe kami mengoendjoengi sehoeah doea roemah. dikampoeng. Moela-moelanja amat gandjil dan heranlah mereka itoe melihat kami, tetapi sekarang telah mendjadi biasa sadja. Tangan anak ketjil lekas penoeh kalau di : begitoe tangan soeatoe bangsa jang masih seperti anak-anak. Mereka itoe amat haloes perasaannja akan hati jang ramah, dan amat besar kesoekaannja oentoek bersenda goerau.
Senda goerau jang ketjil moedahlah membawa mereka itoe tertawa-tawa, dan kerdja jang berat dikerdjakannja dengan bersoeka-soeka hati. Telah beberapa boelan lamanja, tiap-tiap beberapa banjak orang koeli negeri bekerdja dipekarangan kami. Mereka itoe sedang mem perbaiki roemah dibelakang, dan dekat itoe kami akan mendapat seboeah pendopo jang bagoes. Pada waktoe tempoh ketika orang melepaskan lelah, atjap kali kami pergi ketempat bekerdja itoe akan ber jakap-tjakap dengan orang-orang koeli itoe.
Tjobalah engkau pikirkan, saudara-saudaramoe itoe doedoek dioenggoenan pasir, dan berkelilingnja doedoeklah orang-orang koeli jang telah pajah bekerdja itoe. Mer€ka itoe hampir tiada berpakaian pada badannja sambil merokok dan makan sirih. Akan bertjakap-tjakap dengan mereka itoe, wadjiblah kami dahoek jang mengeloearkan kata: kalau ta? perloe maoelah orang jang dibawah kita sehari-harian berdiam diri sadja, dari pada, memoelai berkata dengan orang jang diatasnja.
Betoel bagoes benar kebiasaan itoe dalam pertjakapan itoe banjaklah kami dengar hal mereka itoe, jang kalau sekiranja tiada kami berboeat sedemikian, tiadalah. kami akan mendengar- nja. Orang? koeli itoe bekerdja dibawah perintah seorang Be- landa peranakan (senjoer). Ia moela amat pendiam, selaloe memisahkan dirinja dan tiadalah poela ia maoe memberi tabik kepada kami kalau ia poelang atau pergi. Sekarang kami telah berkenalan dengan dia. . . . . . . . . .
kamilah jang moela-moela mem- beri tabik kepadanja dan menjapa dia. Ia moela-moela amat maloe, tetapi sekarang telah pandailah ia berbintjang dengan riangnja! la orang baik hati, dan pandai bertjampoer gaoel dengan koeli-koelinja : soenggoehpoen mereka itoe bekerdja bebas, tetapi selaloe hormat kepadanja. Atjap kali kami dengar orang-orang koeli itoe berkelakar dengan ,,toean” itoe, itoelah soeatoe tanda, bahwa kepala kerdja itoe baik hati kepada mereka itoe.
Djikalan mereka itoe kena marah atau wadjib mengoebah pekerdjaannja sekali lagi, tiadalah kami dengar mereka meradjoek. Bagoes itoe, boekan? kepada senjoer itoe banjaklah kepala-kepala boleh mengambil tjontoh. ⁂ 12 December 1902 (VIII). Maksoed tentang oekiran itoe telah sampailah bagoes, pada pendapatan kami medja njonjalah jang sebagoes-bagoesnja diantara perboeatan si Singo, dan selaloelah kami tertjengang melihat pekerdjaannja itoe.
Senang hati melihat betapa si toekang itoe selaloe bertambah madjoe. Sjoekoerlah baroe-baroe ini ia dapat terlepas dari pada soeatoe kesengsaraan jang amat besar. Adalah sebelas roemah jang berkeliling roemahnja habis terbakar. Pohon-pohon kelapa jang dipeka: an roemahnja semoeanja telah menjala, tetapi ta'adjoeblah kita melihat karena roemahnja itoe ta? binasa. Seisi kampoengnja itoe pergilah melihat ke'adjaiban itoe, bertanjalah kepada si poenja roemah jang beroentoeng itoe, “ilmoe atau djimat dan sihir apakah jang dipakainja, maka ta' binasa sedikit djoea, sedang roemah-roemah jang berkelilingnja habis moesnah dimakan api.
,,Tidak” ia tidak ber'ilmoe, ta' berdjimat, ta' ada sihir jang dipakainja, hanjalah jang ada padanja ,,Goesti Allah” jang memeliharakannja dan anak isterinja.”
Bagoes benar djawabnja itoe, boekan'? Tetapi ketahoeilah lagi oleh njonja, bahwa pada besok harinja sesoedah kebakaran itoe, datanglah toekang itoe kepada kami, dan pikirlah oleh toean, kedatangannja itoe ialah meminta sjoekoer kepada kami, sebab roemahnja tinggal selamat tiada binasa. Ta' dapat kami menolak kepertjajaannja, bahwa rahmat dari kamilah maka api itoe ta' datang memoesnahkan roemahnja. Itoelah kekocatan do'a kami kepadanja, maka roemahnja terpelihara tiada mendapat ketjelakaan!
Apa pikiran toean tentang hal itoe? Betoel-lah sedih hati melihat kepertjajaan jang semoedah dan setoeloes itoe, betoel kepertjajaan anak ketjil! Sajapoen bertanja kepada dirikoe sendiri, baikkah saja boeang akan kepertjajaan hati mere jang toeloes sebagai anak ketjil itoe, dan jang memberi bahagia kepadanja itoe? Dan kepertjajaan apakah jang lain jang akan saja berikan kepada mereka itoe penoekar kepertjajaannja itoe? Sebodoh-bodoh orang dapatlah meroesakkan barang sesoeatoe, tetapi memperbaikinja?
Kepertjajaan kami beloemlah dapat kami berikan kepadanja. Moestahilkah orang boleh memberikan kepertjajaannja kepada orang lain? Kepertjajaan jang sebenar-benarnja, jang sebetoel-betoelnja, ja'ni kepertjajaan ja tiada dipoengoet atau tiada dipoesakai, terbitnja semata-mata dari hati. Ta' senanglah hati kami mendengar jang kami dikatakan oleh mereka itoe berkekoeasaan sedemikian. Kami dan orang lainpoen ta' adalah jang berkoeasa sebagai itoe.
Banjaklah kami menerima kebaikan hati dari sahabat-sahabat kami, orang kebanjakan itoe. Sebab itoe adalah beberapa lamanja kami membentji sekalian agama, karena banjak benar kami lihat mereka itoe jang ta' menaroeh kasih ang sedikitpoen, dan agama itoe didjadikannja selimoet penoetoep hatinja jang bersipat kedji itoe. Tetapi lama-lama baharoelah kami tahoe, bahwa boekanlah agama jang salah dalam hal itoe, melainkan manoesialah djoea jang memperboeroek sekalian pemberian Toehan jang baik-baik diatas doenia ini.
Agama jang sebai k-baiknja dan setinggi-tingginja jaitoe menoeroet pendapatan kami, ialah ,,kasih sajang”. Oleh sebab. itoe perloe benarkah mesti orang masoek mendjadi orang Serani, maka baroe boleh hidoep dengan perintah Toehan jang sebagoes itoe? Orang jang beragama Boedha, Berahma, Jahoedi, Islam dan orang biadabpoen, bolehlah hidoep soetji dalam doenia kasih sajang itoe. Adalah barang sesoeatoe jang sangat menjoesahkan hatikoe, sehingga lenjaplah badankoe rasanja didalam hal itoe: mendengar moesik jang merdoe.
Orang boleh melakoekan sekehendak hatinja diatas kami, djikalau kami sedang dimaboek lagoe moesik. Djikalau kami hendak memboeat barang oeatoe jang perloe dilakoekan dengan hati jang berani, baroe dapat HABIS GELAP TERBITLAH TERANG, 21 oleh kami mengerdjakan itoe, apabila kami telah melenjapkan diri kami dahoeloe dengan moesik jang merdoe. Begitoelah keras kekoeasaan moesik bagi kami. Tetapi adalah poela sekali-sekali kekoeasaan moesik tiada kami indahkan.
Kalau tiada demikian tentoelah atjap kali kami wadjib menahan diri kami, soepaja djari-djari kami ini djangan bergerak diboeaikan oleh boenji gamelan, jang menoeangkan api gembira pada oerat-oerat badan kami. Dan adik-adik kami jang perempoean \merasai poela sedemikian djikalau mendengar boenji gamelan itoe. Ketika kami masih -anak-anak, telah pandai kami menari, kami beladjar sendiri sadja; dan ketika kami sedang pandai berdjalan sedikit-sedikit telah moelailah tangan dan badan kami bergerak-gerak, mendengar boenji gamelan.
Dan ketika masih boedak-boedak, kami berniat hendak mendjadi pandai tari, laloe bersahabatlah kami ketika itoe dengan pandai tari. Atjap kali iboekoe memakaii kami seperti pakaian pandai tari, dan sajapoen menarilah sampai djatoeh tergoeling-goeling. O! dosa jang soetji; dengan segala senang hati berpangkoelah kami diatas ribaan pandai-pandai tari itoe; kami heran melihatkan kebagoesan kepandaiannja itoe, dan mereka itoepoen amat sajang kepada kami.
Kemoedian, amat lama sekali kemoedian dari pada itoe, baharoelah kami ma'loemi, siapakah mereka jang amat kami moeliakan itoe, dan kami hinakanlah kepandaian mereka itoe karena pekerti mereka itoe, dan maloelah kami akan diri kami sebab kami telah penoeh berniat hendak mendjadi pandai tari dahoeloe. Dan kemoedian itoe lagi, beladjarlah kami menjisihkan kepandaian dari orang jang melakoekannja. . . . . . . . . . . . dan sampai sekarangpoen kami masih mempeladjarinja djoea, kami tiadalah maoe mengindahkan bagaimana hidoep si pengarang, tetapi hanjalah kami wadjib menghormati kepandaiannja sadja, seperti Multatuli, kebidjaksanaannjalah jang dihormati.
Seperti jang telah saja terangkan dahoeloe, kami berniat benar hendak bertjampoer gaoel dengan orang-orang jang lain bangsa, lain kepertjajaan dan lain toedjoeannja. Baroe-baroe ini di Semarang kami telah berkenalan dengan beberapa orang kaoem Said. Kakandakoe banjak berkenalan dengan orang-orang jang baik dan saleh. Ia telah membawa kami kepada seorang kapitan 'Arab, dan disanalah kami ketahoei bahwa kami bersaudara dengan dia. Karena kami seorang dengan seorang bertanja-tanjakan hal itoe, maka kami ketahoeilah bahwa keloearganja, ja'ni neneknja jang laki-laki bersahabat dengan nenek kami, bapaknja dan pamannja dahoeloe kawan-kawan sama-sama bermain dengan bapak, paman dan anak angkat nenek kami.
Oleh karena beberapa hal maka sahabat-sahabat itoe telah bertjerai-berailah dan sekarang dengan sekonjong-konjong tjoetjoe-tjoetjoenja telah bertemoelah dan berkoempoellah poela kembali. Senanglah hati melihat roemah orang asing didalamnja, dan seisi roemahnja menerima kami sangat ramah. Keadaan jang seperti itoe atjap kali kami dapati, kalau kami bertemoe dengan orang-orang bangsa asing, jang tidak kami kenal, tetapi mereka itoe atau orang toean ja adalah berkenalan dahoeloe dengan nenek kami.
Begitoelah djoega adalah kami bersahabat lagi dengan orang- orang kampoeng Habsi, dan orang toea mereka itoe dahoeloe bersahabat dengan nenek-nenek kami. Kami selaloe diterimanja dengan ramah diroemahnja. Baroe-baroe ini seorang anaknja laki-laki kawin dengan seorang gadis Habsi disini. Kami adalah datang pada peralatan itoe. Banjak diantara adat-adat mereka itoe jang toea-toea telah diboeangnja, sehingga karangankoe tentang peralatan jang demikian ta' benar lagi.
Karangan itoe telah lama saja karangkan ketika saja masih ketjil, dan pada beberapa tahoen jang telah soedah tersiarlah karangan itoe didalam "Tijdschrift voor taal- land en volkenkunde van Nederlandsch Indie". Saja ta' tahoe, patoetkah saja berbesar hati melihat beberapa 'adat-'adat toea meréka itoe telah terboeang, apalagi melihatkan apa-apa telah dipakai oleh meréka itoe akan pengganti 'adat-'adat jang toea itoe. Amat boeroeklah roepanja meniroe-niroe 'adat Eropah dan ditjampoerkan kedalam 'adat sendiri.
Sebenamjalah mereka itoe menjoeroeh orang-orang Eropah tertawa melihatnja. Chodja jang ternama itoe hina baginja, djikalau pada alat kawinnja itoe ia akan mengoendjoekkan tjerana emas jang bagoes, jang berisi sirih kepada isterinja, ketika mereka itoe bertemoe. Mempelai jang baroe-baroe ini kami lihat memberi isterinja soeatoe karangan boenga boeatan, dari pada pelbagai kertas berwarna, dan diikat dengan bermatjam-matjam pita-pita jang berkibaran kain kemari.
Boenga kenanga, tjempaka dan melati tiadalah dipakai lagi oleh mereka itoe oentoek menghiasi pakaian anak dara itoe, melainkan sekaliannja boenga boeatan dari pelbagai warna. Boekantah mereka itoe menoeroet 'adat Eropah? Adalah soeatoe 'adat jang diboeangnja, jang amat menggirangkan hati kami. Soedah mendjadi 'adatlah bagi mereka itoe, bahwa pengantin dalam tiga hari jang bermoela kawin ta' boleh pergi keloear roemah. Orang-orang toea pengantin itoe, jang ta' lama boleh tinggal disini, ingin sekali hendak membawa pengantin itoe keroemah kami, tetapi tiadalah dapat, karena hari jang tiga itoe beloemlah habis.
Betapa tertjengangnja dan besarnja hati kami mendengar ketika ia berkata kepada isterinja: „Besok petang-petang pengantin saja bawa kekaboepaten."
„Dimana boleh itoe, hari beloem habis? masakan boleh?" djawab isterinja. Dan chodja itoepoen mendjawab lagi: „Kangdjeng regen mengatakan, boekanluh atoeran jang demikian, hanjalah 'adat sahadja. 'Adat itoe ta' ada jang diikoetinja; oentoeng dan tjelaka itoe pembawaan orang sendiri. Kalau hati kita ichlas memboeang 'adat, selamatlah kita dan tiadalah soeatoe apa djoeapoen jang akan menggoda kita. Hati saja menoeroet seperti kata kangdjeng.
Pekerdjaan ini soedahlah selamat, dan tiadalah lagi apa-apa jang datang menggoda kita." Mata kamipoen bertjahaja-tjahajalah melihatnja, maoelah rasanja kami mendjabat tangannja ketika itoe. lapoen sebagai seorang Timoer jang tegoeh dan setia memakai 'adat-'adatnja, sekarang iapoen mengakoe, bahwa 'adat-'adiat itoe ta' lain dari pada atoeran jang kebiasaan sadja, jang boleh diboeang seperti memboeang pakaian jang telah toea, djikalau ia tiada memadai lagi, dan 'adat itoe sekali-kali tiadalah bersangkoetan dengan oentoeng dan malang nasib hidoep kita.
Kami seriboe kali lebih beroentoeng. Kami bermaksoed jang moelia dan kami menaroeh kasih sajang! Alangkah baiknja kalau kiranja kami boléh memberikan sedikit dari kekajaan kami ini. Tetapi kesenangan hati ta' dapatlah seorang djoega memberikannja kepada kita, djikalau kita sendiri tidak maoe mengehendakinja. Kami ta' berani memikirkan hal itoe, apalagi mengharapkannja, tetapi . . . . . . . . . . . . tetapi berapalah senangnja hati kami, djikalau hati jang telah bekoe itoe dapat dihidoepkan kembali oléh tjahaja Allah, sehingga teranglah ia bersinar-sinar!
Oléh karena mengingatkan hal itoe sekalian, maka datanglah perasaan jang mendamaikan hati kami jang amat 'adjaib itoe, dan kamipoen mengoetjap sjoekoerlah. Kajalah hidoep kami didoenia ini, soenggoehpoen banjak berisi ratjoen didalamnja, tetapi banjaklah poela manisan-manisan jang amat lazat sertanja. Amat senanglah rasanja hati kami serta banjaklah rahmat bagi kami, sekiranja kami dapat menolong sesama manoesia. Harta benda ta' ada pada kami.
Dan apa jang ada dapat kami berikan, kami berikanlah . . . . . . . . . . . . jaitoe kasih sajang kami. Kadang-kadang 'adjaib benar kami melihat, orang-orang jang toea dari pada kami, jang telah kawin dan iboe dari pada beberapa orang anak-anak, telah menangis mengatakan kesoesahannja diribaan kami. Betapalah kami akan mengoetjap sjoekoer kalau sekiranja dapat kami menghapoeskan air mata mereka, biarpoen barang setitik. Barang siapa jang telah mengenal akan perasaan jang demikian, ta' dapat dan ta' maoelah ia meloepakannja.
Djanganlah toean bersoesah hati memikirkan hal kami, wahai kekasihkoe, djikalau sekiranja nasib kami pada waktoe jang akan datang ada berbahaja. Djika sekiranja masih ada didoenia ini air mata jang akan dihapoes, dan ada djoega lagi hati jang mengehendaki kasih sajang, maka sahabat-sahabatmoe jang berkoelit hitam ini masih ada kerdjanja dan tentoelah mereka masih. . . . . . . . . bersenang hati. Sesoenggoehnja djanganlah toean bersoesah hati memikirkan hal kami, baikpoen sekarang atau nanti, djanganlah toean berboeat demikian.
Serahkanlah kami kepada Toehan seroe sekalian 'alam, Toehan jang amat pengasih dan penjajang. Ialah jang akan menolong dan memboedjoek serta membantoe dan menerangkan kami djalan. Tawakkallah toean, djanganlah bersoesah hati, kami tahoe akan Toehan kami. Dan Toehanpoen tahoe poela akan kami, ialah akan menoendjoekkan kami dengan segala ketjintaan djalan jang terang. Djikalau kami hendak berboeat jang baik, ialah akan menolong kami, dan djikalau kami hendak berboeat jang djahat, tentoelah sadja kami tiada akan terlepas dari pada hoekoeman.
Kepertjajaan itoelah jang memikoel kami, dan jang memberi hati kami mendjadi tawakkal dan senang. Kami berniat soenggoeh-soenggoeh hendak mendjadi koeat benar-benar. . . . . . . . . sehingga dapatlah kami hendaknja menolong diri sendiri. Menolong diri sendiri atjap kali lebih soesah dari pada menolong orang lain. Dan siapa jang dapat menolong dirinja sendiri tentoelah lebih moedah menolong orang lain.
End of chapter
Vesper stopped here. Sleep well.