Habis Gelap Terbitlah Terang
Soerat-soerat dalam tahoen 1902
apakah sebabnja?.........." Itoelah pertanjaan jang ta' berkepoetoesan lagi dalam hatikoe! Sedjak itoe ta' maoelah saja lagi memboeat barang sesoeatoe jang tidak saja ketahoei hal keadaannja. Ta' soekalah saja memboeat menoeroet seperti jang biasa sadja, kalau saja tiada mengetahoei betoel apa sebabnja. Apa goenanja dan apa maksoednja. Saja ta' maoe lagi beladjar membatja koeran, mengapalkan pepatah dalam bahasa asing, pepatah jang tiada saja ketahoei apa artinja, barangkali djoega goeroekoe jang laki-laki atau jang perempoean tiadalah djoega mengerti pepatah itoe.
„Katakan kepadakoe dahoeloe apa artinja, baharoelah saja maoe mempeladjarinja." Saja telah berdosa, karena koeran kitab jang soetji amat tinggi dan moelia akan diartikan kepada kami. Sedjak itoe kami ta' soeka poeasa dan memboeat apa-apa jang lain dengan tiada memikirkan pandjang, dan sekarangpoen setelah memikirkannja, tiadalah poela dapat kami memboeat itoe. Poetoeslah pikiran orang................ kamipoen poetoes asa poela, karena ta' maoe orang menerangkan kepada kami, apa-apa jang ta' dapat kami artikan itoe.
Toehan kami ketika itoe ialah angan-angan hati kami sadja, kalau kami berboeat salah angan-angan kami menghoekoem kami, dan djika kami berboeat baik, maka kamipoen mendapat berkat kami. Soerga dan naraka kami ketika itoe ialah angan-angan hati kami djoega. Dari tahoen ketahoen kami bernama orang Islam, karena bapak kami orang Islam. Kami waktoe itoe orang Islam hanjalah namanja sadja, lain tiada. Allah bagi kami ketika itoe hanjalah soeatoe panggilan, sepatah kata, seboeah boenji jang tiada berarti................Begitoelah hidoep kami sampai kepada soeatoe masa jang pikiran kami djadi beroebah.
Pada hari Toehan jang telah lama, telah bertahoen-tahoen, jang kami tjintaï dihati kami, sekaranglah baroe kami dapat. Demikianlah lamanja dan sekianlah djaoehnja kami telah mentjahari. Dahoeloe kami ta' tahoe, jang Ia didekat kami, selaloe Ia ada dikeliling dan disisi kami. Ia ada didalam toeboeh kami. Siapakah orang jang menoendjoekkannja kepada kami? Betoel telah lama terasa-rasa dihati kami, tetapi orang jang menoendjoekkan Toehan kepada kami, jang telah sekian lama kami mentjahari itoe ialah Nellie van Kol.
Dan siapakah orang jang membimbing kami dan menoendjoekkan djalan kepadanja, ialah iboe kami sendiri. Betapalah doengoe dan bebalnja kami ini, tiada mengetahoei hal itoe telah sekian lamanja, bahwa dekat kami adalah goenoeng mestika jang tiada kami lihat dan kami ketahoei. Bodoh, keras kepala dan mémang tinggi hatilah kami ini. O, ta' dapatlah engkau pikirkan betapa besar hati iboekoe melihat kami dengan peroebahan ini, dan sekalian orang toea disinipoen toeroetlah poela bersoekatjita.
Ta' ada sepatah kata jang keloear dari moeloet meréka itoe lagi, jang memarahi kami, dan djikalau kami menjesal dan menjalahi diri sendiri, karena boedi pekerti kami jang sombong dan bodoh itoe, maka merékapoen berkatalah dengan lemah lemboet serta memboedjoek dan mema'afkan kami: „Baroelah sekarang Toehan berkehendak memboeka hatimoe, dan haroeslah engkau mengoetjap sjoekoer atas pemberiannja jang moelia itoe!"
O, ta' dapatlah saja mengatakan kepadamoe betapa tawakkal dan senang hati kami sekarang, betapa sjoekoer dan terima kasihnja, dan bagaimana poela aman dan sentosa perasaan kami, karena kami telah mendapatnja, dan sebab kami telah mengetahoeinja. Kami merasa sekarang, bahwa selaloe adalah rasanja orang dekat kami dan jang mendjaga kami. Toehanlah djoea jang akan membantoe dan memboedjoek kami, BILIK KERDJA RADÉN ADJENG KARTINI. dan ialah poela tempat kami berlindoeng didalam hidoep kami pada waktoe jang akan datang, itoelah perasaan kami. ⁂
17 Augustus 1902 (X). Selamat pagi, lihatlah saudaramoe ini datang lagi kepadamoe akan berbintjang. Hari masih pagi, sedjoek dengan segarnja; saja doedoek sekarang disoedoet dekat djendéla, moedah boleh memandang kedalam keboen. Sekali lagi saja tjeriterakan kepadamoe keadaan kampoeng halaman kami roemah tangga kami doenia kami dan....... koeroengan kami! Sekarang saja hoeboeng lagi perbintjangan kita jang kemarin. O, djatoehlah air matakoe melihatkan kegirangan hati orang toea-toea karena kami jang telah sesat didjalan ini, sekarang telah balik kembali kepada djalan jang benar.
Adalah seorang toea disini telah memberikan kepada kami, karena kebesaran hatinja, satoe soesoenan kitab-kitab dan hikajat-hikajat tanah Djawa, jang ditoelis dengan hoeroef 'Arab. Toelisan itoe akan kami peladjari sekali lagi membatja dan menoelisnja. Engkau tahoe bahwa kitab-kitab Djawa amat soekar mendapatnja, karena kitab-kitab itoe ditoelis dengan tangan; amat sedikit sekali jang ditjétjak. Kami sekarang sedang membatja soeatoe sja'ir jang bagoes dan berisi pengadjaran jang baik-baik, terkarang dalam „bahasa boenga".
Betapalah besar pengharapankoe, jang engkau pandai hendaknja berbahasa kami. O, betapa soeka hatikoe hendak meriangkan hatimoe bila engkau pandai membatja soerat tjeritera jang bagoes-bagoes itoe dalam bahasa' Djawa sendiri. Kalau diterdjemahkan tiadalah sebagoes asalnja lagi. Adakah ingin hatimoe hendak beladjar bahasa Djawa? Betoel mempeladjari bahasa itoe soesah, tetapi bagoes! Itoelah soeatoe bahasa perasaan, jang penoeh dengan sja'ir....... dan tadjam.
Kerap kali kami anak Djawa sendiri, tertjengang melïhat betapa tadjamnja kadang-kadang perkataan bangsa kami. Apa sadja jang engkau kehendaki dengan bahasanja bolehlah dapat diperboeatnja. Tjobalah katakan oléhmoe apa-apa sadja atau toendjoekkan olehmoe sesoeatoe barang, maka orang Djawa jang 'arif bidjaksana, banjaklah kedapatan diantara orang Djawa jang sedjati, jang dapat dengan lekas mensja'irkan barang-barang itoe, sehingga tertjengang engkau mendengar betapa tadjam dan geli perkataannja.
Sepandjang pikirankoe hal itoe ialah sifat bangsa Timoer. Sajang benar, ketika anoegerah Allah itoe toeroen kepada bangsa kami, saudarasaudaramoe ini tertinggal dibelakang sadja. Djanganlah engkau menjangka bahwa saja hendak meminta poedjianmoe, karena sebenarnja demikianlah timbangankoe. Lihatlah kenjataannja: Oléh karena déwa-déwa itoe memandang kami seperti beranak tiri, hanja sedikitlah memberi kami kebidjaksanaan dan ketjerdikan itoe, tetapi oentoenglah datang déwa jang lain memberi kami dengan sepenoeh-penoehnja, hadiahnja jang bernama perasaan.
Pada pikirankoe terbanjak benar ia memberikan perasaan itoe. Kami haroes memakai soenggóeh-soenggoeh dan mendjaga hati-hati kebadjikan itoe, soepaja djangan mendjadi kedjahatan. Perasaan tadjam mémanglah baik, tetapi terlampau tadjam ta' baik lagi. Engkau lama lambatnja, barangkali sekarang engkau telah mengetahoei, bahwa bagi saudara-saudaramoe ini amat banjak sekali soesah padanja menempoeh djalan pertengahan. Apalagi bagi orang jang djaoeh sekali dipinggir, pertengahan itoe sangatlah soekarnja akan dihampirinja.
Saja mengatakan kesalahankoe ini dengan teroes terang, karena adalah permintaankoe dalamnja. Mengertikah engkau apa maksoedkoe itoe? Ja'ni: Tolonglah saja memerangi dan mengalahkan kesalahankoe, maoekah engkau? maoekah engkau menoendjoekkan kepada saudara-saudaramoe mana-mana,hal jang ta' baik itoe? maoekah engkau? maoekah engkau melakoekan seperti jang telah kami sangka, benar-benar seperti perboeatan seorang saudara, atau perboeatan seorang sahabat kami jang toeloes dan ichlas?
Masih teringatkah oléhmoe boenji soeratmoe pada boelan Januari, jang memperkatakan tentang boenji-boenjian, ahli-ahli kepandaian dan meréka jang berperasaan haloes? Dalam hal itoelah sahabat kami, seorang ahli pikiran jang pandai sja'ir, telah mengadjar kami dengan haloesnja. Engkau tentoelah segera akan mengetahoei, djikalau sekiranja engkau bertjampoer-tjampoer tiap-tiap hari dengan kami, bahwa pengadjaran itoe soenggoeh-soenggoeh kami pegang tegoeh, kami genggam erat.
Dan ketahoeilah oléhmoe, bahwa doekatjita tidaklah memerintah kami, melainkan ialah dibawah perintah kami. Mentjcengkil-tjoengkil kesakitan dalam hati itoe artinja: mentjari doekatjita sendiri. Kewadjiban kita ialah ,dengan sekoeasa-koeasa badan, wadjib mentjoba soepaja kita selaloe lebih koeat dan perkasa dari pada kedoekaan hati itoe, soepaja kedoekaan itoe boléh bekerdja dibawah perintah kita, akan meninggikan daradjat kita!.....
Setelah beberapa hari lamanja hoedjan toeroen disini, kami pergi melihat keboen boenga-boengaan kami, jang telah binasa oléh hoedjan lebat. Disana kami lihatlah pohon boenga-boengaan jang binasa itoe, penoeh dengan toenas-toenas jang hidjau. Habis hari berganti hari..... pohon-pohon boenga ros kami penoeh poela dengan daoen dan koentoemnja jang sangat haroem baoenja. Hoedjan, ja, hoedjanlah jang perloe baginja, supaja boenha-boengaan itoe boleh mendjadi sebagoes itoe.
Hoedjan, ja, hoedjanlah poela jang bergoena oentoek tjita-tjita hati kami, soepaja boleh toemboeh dan berboenga. Sekarang tahoelah kami. Air mata kami jang tertjoetjoer sekarang ialah bergoena oentoek menghidoepkan bidji soekatjita, jang toemboeh dengan soeboer pada waktoe jang akan datang. Djanganlan teraba-raba, djanganlah menjesal-njesal, djanganlah menjoempah-njoempah, djikalau sekiranja engkau didatangi oleh kedoekaan, karena kedoekaan itoe perloe poela hidoep diatas doenia, akan melakoekan kewadjibannja.
Izinkanlah kedoekaan itoe dengan ichlas hatimoe meninggikan daradjatmoe, sekalian itoe boléhlah dikerdjakannja, kalau engkau berhati baik. Benarlah kata boediman: „Api jang membersihkan emas, api itoe lah poela jang menghantjoerkan kajoe sehingga mendjadi aboe."
Sekarang haroes saja mentjeriterakan kepadamoe bagaimana djalannja kami berkenalan dengan Nellie van Kol. Barangali engkau soedah membatja dalam soerat kabar tentang hal itoe Apa jang akan saja tjeriterakan kepadamoe ini, ialah akan mendjadi tambahan sadja kepadamoe: Pada pertengahan boelan April toean van Kol menoempang semalam diróemah kami. Seorang perempoean Belanda, jang menjoekaï benar akan tjita-tjita saudaramoe ini, menjoeroeh toean itoe pergi kemari, akan memperbintjangkan tjita-tjita itoe.
Itoelah asalnja pertemoean kami dengan toean van Kol, dan pertemoean itoe membesarkan hati kami, ta' dapat kami katakan. Jang sebenarnja ia telah lebih dahoeloe menarik hati kami karena mengingatkan boedinja oentoek tanah Djawa dan bangsa Djawa: tetapi karena perdjoempaan itoe lebih koekoehah ia dalam kehormatan kami, bertempat dihati kami. Betoel besarlah hati ketika bertemoe dengan orang jang tinggi martabat itoe. O, senang, senang sekali hatikoe.
Sesoenggoehnjalah soeatoe kedjadian jang ta' akan hilang dari kenang-kenangan kami, ketika kami bertemoe dengan orang-orang toeamoe jang penjajang itoe. Tahoekah engkau bahwa sedjak itoelah moelai peroebahan dalam hidoep kami? Pertemoean itoe membangoenkan kami, menjoeroeh hidoep dengan sebenarnja; dahoeloe dari pada itoe hidoep kami tinggal dimana sadja, jang sebenarnja kami masih tidoer, tidoer njenjak dan bermimpi. Sekarang hidoeplah kami berperang dan berkelahi, berharap dan berpoetoes asa, menanggoeng dan bersoekatjita, menangis dan bersorak sorai; itoelah artinja hidoep jang sebenar hidoep!
Kami telah merasai betapa enaknja menaiki poentjak goenoeng kesoekaan dan mentjoba betapa pahitnja setelah menoeroeni lembah kedoekaan. Sekalian itoe tentoelah telah engkau dengar dari pada iboemoe. Saja sekarang berbesar hati, karena saja masih hidoep. Dari iboemoe saja tahoe, bahwa engkau soeka benar akan maksoed tjita-tjita kami. Engkaupoen sendiri (telah mengatakan djoega hal itoe kepada kami. Tentoelah engkau akan berbesar hati poela mendengar, bahwa adalah lagi meréka, tiadalah sebarang orang sadja, tetapi meréka jang tinggi martabatnja, poen soeka benar akan kemaoean kami itoe.
Meréka itoe, ialah toean van Kol dan isterinja. Kepada toean van Kol kami tjeriterakanlah sekaliannja, dan kami minta soepaja ia soeka mengoeroeskan hal kami itoe, sebab itoelah maka ia datang kemari dan iapoen telah berdjandji, bahwa ia dengan segala kekoeatannja akan membantoe maksoed kami, betoel seperti ajahmoe hendak membantoe kami poela. Tidakkah besar hatimoe mendengarnja bahwa hal-hal saudara-saudaramoe ini akan dioeroeskan nanti oléh seorang jang bidjaksana dinegeri Belanda dalam persidangan negeri?
Sekalian jang dapat diperboeatnja akan dikerdjakannja hendak menolong saudara-saudaramoe ini, soepaja tjita-tjitanja dapat disampaikannja. Ketika kami bertjakap-tjakap dengan dia tentang tjita-tjita hati kami itoe selaloe ia meminta, agar saja hendaklah lekas berkirim soerat kepada isterinja. Isterinjalah jang dapat memberi kami nasihat. Mendengar hal itoe hatikoepoen bertjaboellah dengan kegirangan. Betapa kasih serta hormatnja ia memperkatakan dan memoeliakan isterinja itoe, jang menoendjoekinja dan memberinja nasihat boekan boeatan.
Tetapi lekaslah saja ma'loem, bahwa ialah bangsa laki-laki jang sebenarnja..... dan boekanlah sebarang laki-laki...... jang berkata sedemikian terhadap kepada perempoean. Bagi kami sa'at-sa'at jang demikian itoelah waktoe kami bersoeka raja namanja. Laki-laki jang seperti itoe tentoelah banjak lagi, ja'ni laki-laki jang maoe memandang perempoean tinggi dan menghormatinja karena ia perempoean. Tiadalah saja toenggoe lagi memboeat itoe.
Sesoedah toean van Kol berangkat, maka saja toelislah soerat itoe. Ta' tahoe saja entah apa, entah bagaimana perasaankoe waktoe menoelis soerat itoe, tetapi jang saja tahoe hanjalah saja ta' ada berperasaan seperti kepada orang asing, pada hal beloem pernah saja berkenalan ketika berhadapan dengan dia dan ketika berkata-kata menoelis soerat itoe; dan begitoelah poela perasaankoe ketika bertjakap-tjakap dengan soeaminja. Ketika menoelis soerat itoe, maka njonja itoe koesangkakan sebagai iboekoe; dengan tiada berpikir pandjang, koetjoerahkanlah sekalian jang terasa dalam hatikoe.
Kepada soeaminja ta' heranlah jang saja ta' oesah maloe-maloe mengabarkan sekalian halkoe itoe, karena ia sangat peramah dan baik hati, sebagian djuga menerina bitjara kami selaloe dengan girang hati. Soenggoeh seperti bapaklah lakoenja bagi kami. Besar hatikoe sebab saja telah menoeroetkan hatikoe dengan lekas berkirim soerat kepada njonja van Kol. Kamipoen dengan lekas poela mendapat soerat dari padanja dan betapa bagoes boenji soerat itoe!
Kami merasa boekan boeatan kajanja kami dengan sekian banjaknja kesoekaan hati jang ditoempahkannja bagi kami itoe. Toehan telah memberi kami lagi seorang sahabat-hati, dan sahabat itoelah poela jang mengadjar kami pergi mentjahari Toehan jang esa sampai bertemoe. Ta' dapat saja terangkan kepadamoe betapa besarnja oentoeng kami ini! Kami ta' maoe bersoeka raja atas oentoeng kami, jang kami telah beroebah mendjadi baik ini, tetapi kami, sengadja diam-diam dengan hati jang tawakkal mengoetjap sjoekoer kepada Allah tentang sekalian jang telah kami peroleh itoe.
Dalam beberapa hari ini kami telah menerima lagi sepoetjoek soerat dari Nellie, berisi bermacam-macam boeah pikiran jang bagoes dan moelia. Seperti soeatoe soengai mengalirlah kesoetjian hati dari toeboehnja. Itoelah anoegerah Toehan kepada kami bertemoe dengan seorang perempoean jang soetji hati, lagi tinggi martabatnja. Ia berkata: „Baharoelah kita boléh bernama sahabat manoesia jang berhati toeloes, djika kita menolong mereka itoe dengan tiada lebih dahoeloe mentjahari bantoean orang lain, hanja bantoean itoe kita tjahari teroetama pada badan kita sendiri dan pada Toehan kita."
Kami banjak meminta terima kasih akan perkataannja itoe. Kata itoe lebih harganja kepada kami dari pada sekalian nasihat, jang telah dilimpahkannja oentoek kami, ataoepoen jang akan datang. Apa janh dikeloearkannjua dari hatinja dan janh diberikannja kepada kami, itoelah „kasih" jang keloear dari hatinja, dari hati ketjilnja. Sekarang ia berkata lagi: Orang jang sebaik-baiknja dan jang berhati pengasih dan penjajang, meréka itoelah poela manusia jang lemah dan moedah bersalah.
Serahkanlah dirimoe kepada Toehan. Ialah jang akan menjemboehkan loeka hatimoe dan jang akan menghapoeskan air matamoe."
Pada soeatoe hari, ketika saja sedang menoelis soerat ini adalah saja mendapat kedoekaan jang boléh meremoekkan hati dan memoetoeskan harap, djika sekiranja kami beloem berkenalan dengan Nellie. Tetapi sekarang tiadalah lagi kami mentjari penghiboeran hati pada manoesia, melainkan kami bergantoenglah dengan sekoeat-koeatnja pada tangan Allah. Oléh sebab itoelah gelap goelita mendjadi terang dan topan halilintar mendjadi reda. Kami ta' takoet, sesoenggoehnja kami ta' takoet, kemana sadja kami pergi, selaloelah ada Toehan jang mendjagaï kami, melihatkan kami dan membimbing kami dengan kasih sajang.
Apakah goenanja kami mengindahkan manoesia, kalau kami telah mengetahoei akan Toehan kami? Sekalian itoe pekerdjaannja dan telah ditakdirkannja lebih dahoeloe apa jang kami perboeat. Ialah jang akan memberi kekoeatan oentoek mengerdjakan kerdja itoe. Kami soedi memberikan sekalian apa jang ada pada kami, dan soeka memberikan diri kami sendiri, demikianpoen menerima: kesedihan jang meloekakan hati. Air mata dan darah pastilah akan bertjoetjoeran dengan banjaknja, tetapi ta' mengapa; sekalian itoe ialah akan membawa kami ketempat kemenangan.
Ta' ada terang tjoeatja jang tiada didahoeloei oléh gelap goelta. Habis malam baharoelah fadjar menjingsing. Sekarang tahoelah kami akan Toehan, dan hidoep kami poen serasa bertambah bagoes, hadjat kami bertambah bagoes dan bertambah baik. Allah telah memberi berkat sekalian itoe! Bagaimana pikiranmoe tentang sekalian hal itoe, Edie? Hanja seboeah jang koeketahoei benar, ialah: engkau berhati besar mendengar hal keadaan saudara-saudaramoe demikian itoe.
Sekarang saja hendak bertjakap-tjakap dengan engkau sebentar, soedah itoe haroeslah soerat ini berdjalan. Kalau tidak, lama benar ia tertahan dan lagi ia telah terlaloe pandjang. Barangkali djoega soerat ini nanti mendjemoekan engkau. Katakanlah teroes terang kepadakoe! Berhati loeroes itoelah hendaknja sendi persahabatan kita. Djanganlah engkau maloe mengatakan apa-apa jang terasa dihatimoe, asal ada bergoena bagikoe, meskipoen hal itoe menjedihkan hatikoe.
Maoekah engkau sedemikian, saudarakoe? Makin bertambahlah hormatkoe kepadamoe, djikalau engkau mengaboelkan itoe. Kepadamoe tidalah kami akan bersjak hati, bahwa engkau soeka dan akan membiarkan sadja, orang-orang koeli jang dibawah perintahmoe dipoekoel dan diteradjangi. Sajapoen ta' soeka melihat orang dipoekoel itoe. Piloe hatikoe boekan boeatan melihat sipat binatang jang ada dalam hati manoesia, sipat jang telah menarik hati manoesia itoe beroebah mendjadi binatang jang boeas dan ganas menghinakan kehormatan manoesia itoe.
Kami ta' mengerti adalah manoesia, ja, ada poela perempoean-perempoean jang soeka sekali pergi melihat orang siksa. Heran benar, ta' ada berhati manoesia jang sedemikian dalam pemandangan kami. Engkaupoen tahoe poela, bahwa orang-orang rantai jang lari, biasanja dihoekoem poekoel dengan rotan. Sesoenggoehnja orang jang tiada berhati manoesialah jang soeka melakoekan pekerdjaan memoekoel itoe. Rendah dan hinalah, kalau orang Djawa jang melakoekan kerdja itoe, dan bertambahlah, rendah dan hinanja, kalau orang Eropah jang soeka berboeat demikian.
Saja telah melihat betapa seorang Eropah, boekannja orang bodoh, tetapi terpeladjar, telah memoekoel móela-moela seorang anak ketjil kemoedian seorang perempoean dan seorang anak gadis ketjil pada soeatoe peralatan, karena mereka itoe ta' lekas melapangkan djalan oentoek „toean besar" itoe. Saja menggertakkan gigikoe melihat hal itoe, soepaja djangan keloear soearakoe; tiap-tiap ia memaloe itoe diirisnjalah rasanja hatikoe dengan sembiloe.
O, sangatlah pedihnja! Tiadalah karena ngeri badankoe melihat orang diredjam demikian, tetapi amat pitoe hatikoe melihat kehinaan perboeatan itoe, baik oentoek orang jang dipukul, baik oentoek jang memoekoel. Hoekoeman siksa itoe tiadalah membaiki, hanja memboesoeki; demikian kejakinan kami. Oleh karena itoe anak-anak pegawai ditanah ini, radén mas atau raden adjeng dan sebagainja jang mengatakan dirinja ialah machloek berpangkat tinggi dan berhak soepaja dihormati seperti déwa-déwa oléh anak negeri, telah kerap kalilah kami melihat sampai medjemoekan kami.
Perboeatan jang demikian selaloe meremoekkan hati dan memanaskan darah kami. Melihat orang berboeat demikian kamipoen diam. ta' bergerak dan ta' pandai berkata atau tertawa. Kemarahan dan iba hatilah jang menoetoep moeloet kami itoe. Seorang kenalan kami tahoelah akan perasaan kami itoe, laloe berkatalah ia: "Kami haroes berboeat demikian, kalau tidak bagaimanakah kami jang hanja berpoeloeh-poeloeh orang ini dapat mendjaga keamanan dan kesentosaan meréka jang beriboe-riboe banjaknja itoe?
Telah lamalah kami lari dioesir oleh mereka itoe dan dilemparkannja kelaoet, kalau sekiranja mereka itoe tidak takoet kepada kami."
Menoeroet perintah karena takoet! Apabilakah poela waktoenja akan datang, soepaja orang akan menoeroet perintah karena Toehan, ja'ni soepaja kasih sajang sesama manoesia, dapat masoek kedalam hati manoesia jang berdjoeta-djoeta banjaknja itoe? Telah seriboe sembilan ratoes doea tahoen peladjaran kasih sajang itoe telah diadjarkan, dan berapa riboe tahoen lagikah maka kasih sajang itoe boléh tersimpan dalam hati orang banjak mendjadi haknja?
Iboemoe sama sekali tahoe akan hal hidoep kami; soedahkah ditjeriterakannja kepadamoe hal keadaan kami, ketika kami masih ketjil, selaloe dalam sengsara, karena diperintahi oléh saudara-saudara kami laki-laki dan perempoean, jang berkelakoean seperti radja-radja jang lalim? Bagi kami telah di'adatkan bahwa orang moeda haroes menoeroet sekalian perintah orang jang toea. Saudara Kartini jang sedjak ketjil telah mengehendaki kebébasannja dan merdéka, ta' soeka diperboeat sedemikian.
Kesoedahannja tentoelah saja selaloe berbantah dengan kakak-kakakkoe laki-laki dan perempoean, karena saja ta' maoe menoeroet perintah meréka jang sekehendak hatinja sadja itoe. Saja maoe mengerdjakan perintah itoe, bila menoeroet pertimbangankoe perintah itoe 'adil dan baik. Demikianlah halkoe tatkala saja seorang anak ketjil jang masih ber'oemoer 12 tahoen, senantiasa berdiri dimoeka satoe pasoekan moesoeh. Ketika itoepoen Toehan tiadalah melepaskan saja.
Ialah jang menolong mempertahankan saja waktoe jang soekar itoe. Banjaklah air mata jang memiloekan hati, jang telah kami tjoetjoerkan ketika ketjil. Tahoekah engkau siapa sahabat kami waktoe itoe jang selaloe membantoe dan menolong kami? Kartono, tetapi ia biasanja ta' adalah diroemah, ia tinggal di Semarang. Persahabatan kami itoe telah lama. sedjak kami masih ketjil. Semendjak saudarakoe perempoean jang soeloeng telah dikawinkan, dan saudarakoe laki-laki jang tertoea pergi dari sini, beroebahlah hal keadaan hidoep kami.
Tjita-tjita kami masing-masing: „Kemerdékaan, sama rata, sama rasa dan persaudaraan!" Kami soeka dikasihi dan disajangi, tetapi tidak ditakoeti oléh saudara-saudara kami jang lebih moeda. Tiadalah saja hendak meninggikan diri apabila saja berkata, bahwa saudara-saudara kami jang ketjil lebih soeka bertjampoer gaoel dengan kami dari pada dengan orang lain. Dalam pertjampoeran kami selaloe ada atoeran dan perbandingan, ta' ada ketakoetan.
Kasih dan sajang mendjadi tali jang koeat memperhoeboengkan kami sekalian. Berapalah banjaknja kami mendapat kesoekaan dan keriangan dari saudara-saudara kami jang ketjil itoe! Banjak kami diadjarnja. Demikian djoega meréka jang telah bertahoen-tahoen menjiksa kami itoe, ketika masih ketjilpoen djadi goeroe kami. Meréka itoelah jang mengadjar kami, bagaimana kami wadjib bekerdja, ja'ni tidak seperti meréka itoe. Itoelah lagi soeatoe keterangan jang menjatakan, bahwa kesengsaraan dan kesedihan hati perloe ada diatas doenia.
Meréka jang dahoeloe keras membantahi dan memerangi kami, sekarang datanglah kepada kami dengan kasih dan persahabatan jang baik. Sekalian hal itoe tiadalah ditoendjoekkan meréka itoe dengan kata-kata, melainkan dengan perboeatannja. Tiap-tiap soerat iparkoe jang perempoean datang, selaloe ia meminta soepaja kami datang kepadanja, dan selaloe berkata, bahwa kalau kami datang, memberi kebadjikan kepada roemah dan ahlinja. Allah kaja, Allah mahakoeasa!
Bolehkah kiranja tjeritera hidoep kami jang pendek itoe didjadikan poela mendjadi tjeritera hidoep doea bangsa, ja'ni bangsa Djawa dan bangsa Belanda? Adakah akan termakan oléh hati kita, bahwa Djawa dan Belanda akan hormat-menghormati dan kasih-mengasihi kelak? Bagaimana memperboeatnja soepaja kami sampai kepada kesengangan itoe dan apa jang telah kami perboeat oentoek keadaan itoe ta' tahoelah kami. Telah atjap kali orang bertanjakan hal itoe kepada kami.
Hanjalah jang kami tahoe bahwa kami mempoenjaï kasih dalam hati kami amat banjak. Itoelah rahsia sekalian hal itoe pada perasaankoe. Dengan girang hati kami berharap soepaja banjaklah lagi hendaknja soerat-soerat dari Sawah Loento jang akan pergi ke Djapara. Kabarkanlah sekalian hal kepada kami, tjeriterakanlah sekaliannja, baikpoen tentang kerdja, hidoepmoe dan doenia disana. Sajang! perkakas porterét itoe kesoekaan jang mahal harganja.
Kalau tidak, soekabenar kami memboeat porterét-porterét Djawa jang bagoes-bagoes dan gandjil-gandjil. Kami anak negeri sendiri boleh pergi kemana-mana melihat keadaan bangsa kami: ketempat itoe, kemana bangsamoe ta' boleh pergi, kami boléhlah pergi kesana. ⁂ 20 Augustus 1902 (VII). Kami kedatangan djamoe dari Betawi, meréka soenggoeh-soenggoeh mentjintaï kepandaian bangsa kami dan meréka itoe maoe dan sanggoep memadjoekan kepandaian itoe.
Sekaliannja ialah anggota-anggota pegoeroes „Oost en West” di Hindia, jang hendak memboeka seboeah kedai barang-barang hasil kepandaian dan pertoekangan bangsa Boemipoetrera oentoek keramaian Sint Nicolaas jang akan datang ini. Meréka itoe soeka benar, soepaja hasil kepandaian dan pertoekangan dari Djapara banjak tersedia disana. Akan mengoeroeskan pekerdjaan itoe telah terserah kepada kami dan kamipoen amat soeka mengerdjakannja, itoelah sebabnja maka saja ta' dapat lebih dahoeloe dari ini akan bertjakap-tjakap sekali lagi dengan sahabat kami di Princenhage.
Soeami toean tentoelah akan bertjeritera nanti betapa tingginja pertoekangan oekir-mengoekir dan kepandaian bertenoen disini. Besarlah kesoekaan hati kami, kalau kami dapat memberi tahoekan kepada orang banjak akan kepandaian bangsa kami. Mendjadi penolong seperti itoe ialah soeatoe kebadjikan kepada kami, sebab dengan hal jang demikian dapatlah kami menoendjoekkan djalan kedoenia jang baroe oentoek melakoekan kepandaian jang keloear dari hati anak Boemipoetera, ja'ni kepandaian jang menjoeroeh orang ta'adjoeb dan menghormati toekangnja jang hina, orang Djawa, jang hampir ta' dihargaï oléh sesama manoesia.
Kalau kita melihat barang jang indah-indah itoe, dan kemoedian dilihat poela toekang jang memboeatnja jang amat hina itoe, demikianpoen perkakasnja jang amat sedikit itoe. tentoelah kita akan ta'adjoeb dan menghormati akan kepandaiannja itoe, dan datanglah poela perasaan bagi kita, bahwa toekang itoe ialah toekang jang sebenar-benarnja pandai. Pada soeatoe kali ketika kami tertjengang melihat kepandaiannja itoe, maka bertanjalah kami: „Hai toekang, dari manakah engkau ambil sekalian jang bagoes-bagoes itoe?"
Matanja jang tadinja melihat kebawah itoe dipandangkannja sebentar kepada kami dan moeloetnjapoen tersenjoem, laloe mendjawab dengan moedahnja: „Dari hatikoe, bendoro!"
Betapa besar hati kami mendengar djawabnja itoe, dan betapa poela bentji kami akan diri kami, sebab kami waktoe itoe doedoek diserambi, tetapi ia doedoek ditanah berdjongkok dimoeka kami, menghinakan dirinja, sedang martabatnja seratoes kali lebih tinggi dari pada kami. Mengapa? Apakah sebabnja? Karena kami dengan tiada disengadjanja lahir kedoenia mendjadi anak seorang bapak jang berkoeasa dan berpangkat tinggi. O, betapakah boeroeknja hal itoe!
Sjoekoerlah! oesaha toean serta kawan-kawan toean jang lain, tentang keperloean jang penting itoe telah memboekakan mata negeri Belanda, ja'ni tentang pendidikan: pembatjaan oentoek anak-anak. Beroentoenglah tanah Belanda sebab mempoenjaï kekoeasaan jang moelia sebagai toean-toean jang bekerdja dengan hati-hati itoe memperbaiki hati dan pikiran anak-anak Belanda. Dalam hal jang demikian beroentoeng benar anak Belanda kalau dibandingkan dengan anak Djawa jang tiada mempoenjaï seboeah djoeapoen kitab pembatjaan, lain dari pada kitabkitab pengadjaran disekolah.
Seorang toean jang ada bermaksoed dan ada poela berkoeasa oentoek membaiki pendidikan anak-anak Boemipoetera, telah meroendingkan pada soeatoe kali tentang hal itoe, jaitoe telah beberapa tahoen jang soedah, tetapi sekarang ta' adalah kami mendengar sedikit djoeapoen lagi tentang hal itoe. Kami masih ketjil ketika seorang inspekteur sekolah anak Boemipoetera meminta, soepaja kami karangkan tjeritera-tjeritera ketjil tentang hidoep anak-anak oentoek anak-anak Boemipoetera, dan karang-karangan itoe akan diberi bergambar-gambar, dan akan ditjetaklah dengan gambar itoe sekali.
Ketika kami tengah menoelis karang-karangan itoe, tiadalah kami menjangka-njangka sedikit djoeapoen, bahwa adalah nanti seorang djoeara perempoean, penebas djalan dinegeri Belanda, jang memberi anak-anak disana kitab pembatjaan oentoek pendidikan, akan meminta kepada kami, soepaja kami soedi menolong bekerdja memboeat mahligai pendidikan jang bermenara indah-indah dan tinggi, mentjapai oedara jang soetji, serta diberi berdjendela jang bertjerminkan katja sedjati banjak-banjak, tempat memandang kepada segala pendjoeroe 'alam...............
jang diperboeatnja oentoek kekasihnja: boedak-boedak ketjil jang nanti akan mendjadi orang-orang besar pada waktoe jang akan datang! Kami meminta kepada Toehan, moga-moga biarpoen sedikit dapatlah kami menolong kerdja jang moelia itoe. Kami sekarang masih mengoempoelkan dongeng-dongeng, tjeritera-tjeritera, permainan, dan pantoen-pantoen jang dimaksoedi itoe. Pada pikirankoe, ta' moedah bagi kami akan menoelis lagoe dongeng-dongeng itoe dengan toelisan moesik.
Pertama: karena kami, soenggoehpoen soeka benar akan moesik, tiadalah pernah mempeladjarinja. Tetapi hal itoe ta' mengapa, karena dapatlah djoega di'akali. Kesoesahan jang terbesar ialah karena toeroen naik lagoe pada bangsa kami ta' sama dengan toeroen naik lagoe pada bangsa toean, dan dalam hal itoe adalah poela beberapa boenji jang ta' ada dalam moesik Eropah. Pada pekan jang laloe kami bertjakap-tjakap dengan seorang Eropah, jang telah 20 tahoen mengoempoelkan bermatjam-matjam hasil kepandaian anak Boemipoetera, pantoen-pantoen dan lagoe-lagoe, semoeanja disimpan oleh toean itoe.
Poen maksoednja hendak mengambil beberapa lagoe Djawa, lagoe gamelan akan penambah koempoealannja itoe, tetapi sekarang beloemlah dapat ia menoeliskan lagoe itoe barang seboeah djoeapoen, dengan toelisan moesik, oleh karena kesoesahan jang terseboet itoe. Lagoe-lgoe gamelan itoe memanglah amat soesah, tetapi lagoe-lagoe njanjian anak-anak amat moedah. Adalah berapa boeah njanjian anak-anak, jang telah kami tjoba melagoekannja dipiano, hal itoe dapat dilakoekan; sekaliannja berboenji tinggi dan rendah.
Roepanja adalah talipon jang ta' kelihatan, terentang dan „Lali Djiwa" kemari, jang selaloe dipergoenakan oléh toeboehkoe jang tiada kelihatan poela. Karena kalau sekiranja ta' begitoe halnja, ta' mengertilah kami, apa sebabnja ada beberapa pasal isi soerat njonja telah kami pikirkan, telah kami perbintjangkan, ja, telah kami toeliskan poela sewaktoe toean menoelis soerat-soerat itoe. Dalam soeratkoe jang bersaboeng dengan soerat toean, dapatlah njonja membatja djawaban dalam beberapa hal jang telah njonja tanjakan itoe.
Demikiainpoen pikiran toean tentang lagoe-lagoe, permainan dan dongéng-dongéng jang njonja minta kirimkan itoe telah poela kami perbintjangkan sebeloem kami menerimia soerat toean. Soenggoeh sajang sekali, kalau ta' dapat ditoeliskan dengan toelisan moesik, karena njanjian itoelah jang membagoeskan permainan dan dongéng-dongéng itoe. Ketika kami masih anak-anak, kami ta' soeka kalau toekang kabar jang bertjeritera itoe tidak bernjanji sedang berkabar, sebab demikianlah galibnja.
Beberapa hari jang laloe, kami telah berbantah tentang keperloean kitab-kitab. Lawan kami mengatakan, bahwa sekalian itoe ta' berharga: tjita-tjita dan sja'ir semoeanja pekerdjaan orang gila, kitab-kitab itoe ta' ada sedoeit harganja, sama sekali ta' ada paédahnja. Berapa besar hati kami ketika ésok harinja kami membatja didalam soerat kabar „Amsterdammer" seboeah karangan njonja tentang keperloean kitab-kitab itoe. Kami orang jang bodoh, masih doengoe, dalam timbang-menimbang beloem pandai; tetapi sekarang seorang ahli dalam hal itoelah jang mengatakan.
Orang lawan kami itoe betoel gandjil, sebab itoelah maka soeka benar kami memperhatikannja dan mendengar pertimbangannja tentang hal itoe. Ia seorang jang banjak bersipat baik, tetapi hatinja terlampau lemah. Padanja makin teranglah bagi kami, apa jang perloe sekali dimadjoekan oentoek pendidikan anak-anak: „kemaoean hati". Kalau ta' ada kemaoean hati itoe, sekalian sipat-sipat jang baik itoe ta' berapa atau ta' ada harganja. O, ta' dapat saja katakan kepada toean, betapa terima kasih kami kepada toean, jang telah menoendjoekkan kepada kami djalan kepadang kesenangan jang sebenar-benarnja, kepadang kemerdékaan jang moelia kepada Toehan jang mahakoeasa.
Siapa jang sebenar-benarnja mengerdjakan soeroeh Allah, ialah jang bebas, ta' dapat ditawan orang. Meminta bantoe kepada manoesia, artinja menawankan diri kepada manoesia. Berapalah bagoesnja dan berapalah tingginja pengadjaran jang njonja toendjoekkan kepada kami itoe. Kesenangan jang sebenar-benarnja, dimanakah tempatnja? Ia ta' djaoeh, tetapi terlampau soesah mentjapainja; ta' dapat orang pergi kesana dengan tram, dengan keréta api, atau dengan kapal, dan oeang emaspoen ta' dapat membawa kita kesana.
Bajaran perdjalanan kesana amat mahal, ja'ni: air mata, darah dihati dan insaf mengenal diri. Dimana dia ditjari? Dibadan sendiri. Banjak benda boléh didapat didoenia ini, jang membesarkan hati dan menjoekakan kita, jang telah sekian lamanja kita tjahari, jang bernama: kesenangan. Tetapi tiap-tiap kali mendapat jang bernama kesenangan itoe, sekian kalilah poela kita merasaï kesedihan, sebab jang kita peroléh itoe tidaklah jang sebenar-benarnja.
Kesenangan jang sebenarnja, kesenangan jang selaloe tinggal kekal, bertempat dalam toeboeh dan bernama „kesenangan hati."
Itoe telah lama saja rasaï dan njonjalah poela jang mengadjar saja menjeboet nama itoe. Allah itoe ta' maoe kelintasan, kata orang. Ia ta' soeka kalau orang menjembah allah-allah jang lain dari padanja, dan dihoekoemnjalah meréka jang memboeat-boeat dan menghormati allah-allah itoe seperti Allah jang mahatinggi, dengan kekesalan dan kesedihan jang amat sangat. Poen adalah kami bertemoe dengan soeatoe kalimat jang isinja do'a kasih sajang, boenjinja: „Tiadalah engkau boléh ber(mempoenjaï) allah-allah, jang lain dari padakoe."
Tidalah boeh lagi dima'loemi dalam kalimat itoe, bahwa manoesia itoe tinggal manoesia djoega, . . . . . . . . . . . . ja'ni machloek jang moedah bersalah. . . . . . . . . . . . . . . . Sesoenggoehnja djika sekiranja dapat orang mema'loemi maksoed kalimat itoe dengan sebaik-baiknja, berapalah bagoesnja. Tentoelah banjak kedoekaan jang akan terdjaoeh dari pada meréka itoe! Benar djoegalah bahwa banjak poela hal jang menjoeroeh kami senantiasa berinsaf diri, tetapi tiadalah kami hendak meloepakan, bahwa njonjalah jang telah memasang pelita dihati kami.
Boendakoe amat berbesar hati dan meminta sjoekoer akan peroebahan, jang telah terdjadi dihati kami. Ia amat ingin hendak bertemoe dengan njonja akan mengoetjapkan sendiri terima kasih atas kebadjikan jang telah toean perboeat oentoek anak-anaknja ini: „memboekakan hati kami akan Toehan jang pengasih dan penjajang itoe!"
Apakah sebabnja maka kami dahoeloe masoek bahagian meréka jang ta' pertjaja akan Toehan? Karena amat banjak kami melihat hal jang hina, jang diboengkoes bagoes-bagoes dengan sjarat-sjarat agama. O, tambahnja lagi dengki chianat dalam hati meréka itoe satoe dengan jang lain, sama-sama orang jang 'alim! Kami ketika itoe masih anak-anak dan berapalah pandjangnja pikiran anak ketjil? Ta' dapat kami mengetahoei dan mema'loemi, bahwa manoesialah kiranja, jang berboeat djahat sambil menjeboetnjeboet naraa Toehan, akan pelipoeti kedjahatan jang telah diperboeatnja.
Ta' dapat kami mengetahoei, bahwa sekalian jang ada didoenia ini moela-moelanja bagoes, tetapi kemoedian oléh manoesia diboeroekkannjalah sekalian jang bagoes itoe. Sedjak dahoeloe kami bertanja dan sekarangpoen kami bertanja djoega kepada siapa-siapapoen bagaimanakah peidjalanan hidoepmoe? Kami ta' maoe menanjakan, apakah agamamoe? Kebaikan, itoelah dahoeloe jang mendjadi Toehan kami, dan selaloelah kami maoe memperhambakan diri kepadanja; sekarang kamipoen tahoelah poela: Kebaikan dan Tahoen esa adanja!
Sekarang kami sedang membatja seboeah sja'ir jang berisi nasihat jang bagoes-bagoes dalam bahasa boenga. Kata sja'ir ta' ada dalam bahasa kami, kami mengatakannja bahasa boenga, benarkah atau tidak? Adakah terkenang djoega oléh njonja malam-malam Hindia jang sedjoek dengan terangnja, djikalau sekaliannja telah hening belaka, ketjoeali jang terdengar hanjalah lesir-lesir dipoentjak kelapa, karena diemboes oléh angin jang mendajoe-dajoe, bersih dengan haroemnja, membawa baoe kemoening, baoe tjempaka dan melati jang amat semerbak?
Tiadakah sekali-sekali njanji-njanji jang merindoekan hati datang mendjelang toean? Misalnja seperti njanji seorang Djawa jang berlagoe-lagoe diroemahnja oentoek isi roemahnja dan orang sebelah-menjebelah roemahnja, mentjeriterakan hal ihwal kasih sajang pahlawan jang gagah berani, bermatjam-matjam alat keramaian dan tentang perempoean dan laki-laki jang molék-molék, ber'ilmoe dan barkoeasa; perihal poetera-pcefera atau poeteri-poeteri pada masa poerbakala?
Sekalian kitab bangsa kami terkarang dalam sja'ir, dan membatjanja mestilah dilagoekan. Waktoe jang menjenangkan hati, ialah djikalau orang Djawa telah pajah sesoedah bekerdja siang hari, pergilah ia meiepaskan lelalnja dengan bernjanji-njanji menghilangkan sekalian kesoesahan hidoep, bernjanji mengenangkan waktoe poerbakala, waktoe jang amat permai itoe; sekalian itoelah jang dmjanjikannja seakan-akan ia membawa njawanja dan dirinja ketempat itoe.
„Bangsa Djawa bangsa jang penoeh kenang-kenangan," kata seorang sahabatkoe jang masih moeda dengan sebenarnja. „Mémanglah sangat senangnja bermimpikan kajangan dalam tidoer jang berzaman-zaman lamanja."
Keadaan itoe benar; tetapi kami masih hidoep dan kami perloe hidoep, artinja kami wadjib bergerak, madjoe kemoeka! Sahabat kami itoe berkata poela: „Soepaja sekaliannja soenggoeh-soenggoeh radjin bekerdja dan dengan sebenarnja mengeloearkan kekoeatannja, wadjiblah kami membangoenkan bangsamoe!"
Karena hal itoe banjaklah nanti kenang-kenangan jang bagoes-bagoes jang akan mendjadi hilang lenjap; dan boléhkah kami, karena menakoeti kehilangan itoe, menahan diri soepaia kami djadi bangoen? Bermimpi énak, mimpi itoe bagoes, tetapi apakah goenanja kalau mimpi tinggal mimpi sadja? Kita haroes menambah kesenangan dan keindahan mimpi itoe, ja'ni mentjoba soepaja mimpi itoe mendjadi hal jang sebenarnja. Amat banjak jang bagoes-bagoes pada bangsa Djawa!
Karena toeanlah, maka dalam beberapa hari jang laloe ini, banjak kami mendengar bermatjam-matjam kebagoesan dari moeloet anak Boemipoetera. Jaïtoe sebab kami sekarang mengoempoelkan dongéng-dongéng itoe, djadi banjaklah kami bertemoe dengan beroepa-roepa orang bangsa kami, dan amatlah senang hati kami mendengarkan boeah pikiran meréka itoe. Keterangan-keterangan meréka itoe selaloe ringkas, tetapi bahasanja amat bagoes, dan sangat memiloekan hati, karena kebenarannja dan kebidjaksanaannja.
Betapalah ingin hatikoe hendak mengirimkan kepada toean sekalian boeah pikiran jang bagoes-bagoes itoe dalam bahasa jang amat merdoe boenjinja itoe: karena kalau diterdjemahkan hilanglah kemerdoeannja itoe. Boléhkah banjak-banjak kami menerangkan kepada njonja tentang hal keadaan bangsa kami? Pertanjaan itoe ta' goenalah ditanjakan; karena tentoelah toean soeka mendengar sekalian hal keadaan bangsa kami, sebab toean kedoea mémang sajang dan kasih kepada bangsa kami.
Oléh karena tjinta toean kedoealah maka kami mendapat kebagoesan itoe dalam hidoep kami. Bersama-sama dengan toean pertjajalah kami, bahwa jang sebenar-benarnja itoe tempatnja ialah dihati, dan tiadalah didoenia. Kami rasanja amat kaja dan senang karena telah mendapat sahabat-sahabat jang ada dihati kami itoe. Amat lobakah kami ini karena dari siapa djoeapoen maoelah kami beladjar?. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .apalagi hendak beladjar kepada meréka jang menambah pikiran dan meloeaskan pengetahoean kami itoe dengan djalan berkirim-kiriman soerat?
Bentji benar kami menerima soerat jang ta' ada isinja, apalagi hendak membalas soerat itoe; sebab soerat-soerat jang sedemikian menjoeroeh kami bertanja: „Apakah goenanja ia ditoelis?"
Kami betoel-betoel orang jang beroentoeng, karena kami dapat bertjampoer dengan meréka jang tinggi martabatnja itoe. Djaoeh ditengah-tengah poelau Selébés adalah seorang sahabat kami, manoesia jang berhati bangsawan dan berpikiran moelia. O, alangkah hérannja kami melihat pekerdjaannja jang moelja itoe. Bagi kami seperti soeatoe keramaianlah, djika kami menerima soerat dari Dr. Adriani, jang senantiasa amat bagoes dan penoeh berisi pengadjaran.
Betapa besar hati kami ketika kami bertemoe dengan dia diroemah toean Abendanon. Njonja Abendanon mempertemoekan kami dengan dia, karena ia tahoe, berapa banjaknja pengadjaran jang akan kami terima dalam perdjoempaan itoe. Mengenangkannja dan memikirkan pekerdjaannja sadja, kepada kami soedah mendjadi soeatoe boedjoekan, djikalau sekiranja kami disini melihat atau mendengar orang jang loba dan ta' ada menaroeh kasih sajang. Jang menjakitkan hati kami benar, ialah melihat kelobaan manoesia, jang terkadang-kadang soenggoeh ta' ada batasnja.
O, berapalah senangnja hati kami jang selaloe tinggal dalam doenia meréka, jang kakoe dan dingin ta' maoe mengatjoehkan apa djoeapoen, dan kebanjakan diantaranja tiadalah berhati dan berotak, djikalau sekiranja sekali-sekali kami dapat bertemoe dengan seorang, jang hatinja penoeh dengan kasih sajang, kegembiraan dan kebidjaksanaan. Sjoekoer, ja. sjoekoer kepada Allah, karena adalah kami berkenalan dengan manoesia jang demikian, baik dékat ataupoen djaoeh.
Sajang sekali, toean ta' kami kenal pada waktoe perserikatan kami sedang madjoe. Sekiranja ada, ta' dapat tidak toean akan berbesar hati. Tiga boeah njawa bersipat satoe didalam tiga boeah toeboeh jang berdekat-dekatan lahir kedoenia mendjadi saudara! Banjaklah riboet jang telah menggoda kepala anak moeda-moeda itoe dan banjaklah poela topan jang menjêrang hati meréka itoe. Saja ingat akan kata-kata toean, „akan menjampaikan tjita-tjita wadjiblah diboenoeh beberapa kenang-kenangan."
Dari poetik-poetik boenga jang mati timboellah boeah-boeahan jang sampai masak; demikianlah poela halnja hidoep manoesia, boekan? Karena dari kenang-kenanganjang masih moeda, dan laloe mati, bolehlah terkadang-kadang timboel kenang-kenangan lain, jang sampai masak mendjadi boeah. . . . . . . . . Seboeah kenang-kenangan jang besar telah matilah. Tatkala kami mengoeboerkannja dengan air mata dan kedoekaan jang amat sangat, terasalah oléh kami seperti seboeah soengai mengalir dalam badan kami dan waktoe itoe djoega timboellah dihati kami soeatoe kenang-kenangan jang baroe, jang lebih bagoes dan lebih koeat!
Kami ma'loemi dan rasaï akan hal itoe. Banjak lagi, ja, amat banjak lagi air mata dan kesedihan hati jang wadjib tertoetjoer, soepaja dapat melepasKan dahaganja boeah jang masih moeda itoe, hingga sampai mendjadi boeah jang masak. Sabar, perbanjaklah sabar! Sekarang baroelah kami ma'loemi apa jang dimaksoedi toean Abendanon, ketika ia menjoeroeh istirenja mengatakan kesabaran itoe kepada kami. Banjaklah kiranja jang dahoeloe hanja boenji sadja kedengaran oléh kami, sekarang sekalian itoe teIah ada berarti.
Ja, kami hanja boléh dan wadjib berdjalan lambat-lambat; "perdjalanan itoe amat djaoeh dan amat pandjang; dan djalan itoe amat tjoeram dan soekar! Bersoesah hati sendiri tiadalah mengapa; tetapi menggadoeh sesoeatoe hal dalam perdjalanan sangatlah mengetjoetkan hati kami. Terkenanglah saja pada soeatoe malam, beloemlah lagi berapa lama antaranja. Adalah seorang kenalan kami membawa berdoea pergi mendengar moesik diroemah komidi di Semarang.
Itoelah pertama kali selama hidoep kami jang kami berdoea sadja, tidak bersama-sama dengan adikkoe dengan bapak atau dengan iboekoe, doedoek didalam manoesia jang sebanjak itoe. Kami hanjalah berdoea sadja, diantara orang-orang asing jang banjak itoe. Dan sebentar terpikirlah oleh kami: Beginilah hidoep kami nanti pada waktoe jang akan datang kami hanjalah berdoea sadja dilaoetan hidoep jang besar itoe! Tetapi tawakkallah kami, karena adalah Toehan jang mendjaga kami!
Pada 20 hari boelan ini pikiran kami adalah di Tandjoeng Perioek. Disanalah tampak oléh kami kapal Willem II sedang berlajar meninggalkan pantai poelau Djawa, membawa soeatoe moeatan jang amat mahal harganja, jaïtoe seorang sahabat jang tinggi martabatnja dan soetji hatinja, jang amat kasih dan sajang akan tanah Djawa, pergi ketanah Belanda akan berbintjang dalam persidangan Tweede Kamer, lebih keras dan perkasa dari pada jang soedah-soedah oentoek keperloean berdjoeta-djoeta anak negeri tanah Hindia ini. Willem II!
Bawalah ia dengan selamat, oentoek Hindia dan oentoek anak isterinja! Dalam hatikoe adalah mengoetjap sjoekoer, berasa piloe dan berharap, tetapi jang lebih terasa benar ialah penghiboeran; kasih akan manoesia, tjinta akan kebenaran. . . . . . . . . . . . sekalian itoe benar belaka, ta' kosong dan boekanlah kata-kata jang sia-sia. . . . . . . . . . . . . . .Kami pertjaja kepada kasih sajang! Sekarang, o, goeroe kami, jang ditjinta dan setia dan sahabat kami jang moelia dan pengasih, terimalah salam kami dan oetjapan terima kasih banjak atas soerat toean, jang sangat membesarkan hati kami itoe.
Ialah jang menjoeroeh kami berinsaf diri dan menambah kekoeatan serta memboekakan pikiran kami jang baroe. ⁂ 2 September 1902 (VIII). Sombonglah rasanja kami ini, karena kami maoe melakoekan diri kami mendjadi seperti iboe bagi anak-anak jang lebih toea 'oemoernja dari kami. Tetapi apalah goenanja dipikirkan 'oemoer itoe? Sekalian manoesia ingin kepada kasih sajang, baik orang toea-toea ataupoen anak-anak ketjil. Sesoenggoehnjakah bahwa perempoean itoe hanja kalau telah kawin baroe boléh tjoekoep kemoeliaan jang diberikan Allah jang tersimpan dalam hatinja itoe?
Karena kemoeliaan dan kehormatan jang terbesar bagi perempoean-perempoean, ialah mendjadi iboe? Tetapi haroeskah selamanja perempoean itoe „beranak kandoeng" maka boléh mendjadi iboe, menoeroet sebagai artinja kata itoe: satoe machloek jang penoeh dengan tjinta kasih sajang? Kalau sekiranja benar arti kata itoe, iboe mesti beranak kandoeng, berapalah rendahnja pikiran manoesia didoenia ini, karena jang akan dikasihi oléh manoesia hanjalah darah dagingnja dan sibiran toelangnja, jang dilahirkannja kedoenia sadja!
Tetapi kalau demikian berapalah banjaknja iboe jang dikatakan orang iboe dimoeloet sahadja, karena ia telah melahirkan anak kedoenia ini, dan pada halnja ta' lajaklah ia mendapat nama iboe jang moelia itoe. Seorang perempoean jang menjerahkan dirinja kepada seseorang jang lain dengan segala kasih sajang jang ada dihatinja, dan dengan segala oesaha jang ada pada dirinja, maka perempoean itoelah jang boléh dikatakan iboe, jang sebenarbenarnja iboe, ja'ni iboe dihati.
Iboe dihati djaoeh lebih tinggi kemoeliaannja dari pada iboe dimoeloet dalam pemandangan kami. Kami berharap dan minta do'a soenggoeh-soenggoeh, moedah-moedahan djikalau kami nanti dapat mentjapai tjita-tjita kami, ja'ni mendjadi goeroe sekolah, jang moerid-moerid kami itoe nanti tiadalah akan menamaï kami iboe dimoeloet sadja, melainkan meréka itoe akan memandang dan merasa sendiri, bahwa kami sebenarnja „iboe" bagi meréka itoe, baik dimoeloet, baik dihati.
Kami berharap benar-benar Anneke di Bogor akan mendapati orang baik-baik dan peramah, karena ia di Hindia tinggal seorang diri akan menghiboerkan hatinja dan pengganti iboe bapa dan roemah tangganja jang ada dinegeri Belanda. Anneke disini telah merasaï bagaimana hidoep seperti orang Djawa. Djika sekiranja boléh, berapalah bagoesnja kalau njonja dapat melihat Anneke dari soedoet pintoe, bagaimana ia disini seperti saudara kami lakoenja, doedoek bersama-sama dengan kami diatas tikar.
Pada soeatoe malam ia doedoek bersama-sama dengan kami dibilik kami, dekat médja rendah, betoel seperti saja sekarang doedoek dekat médja itoe poela; ia mendjahit dan kami menoelis; lain dari pada itoe adalah lagi jang nomor empat, seorang sahabat kami, doedoek bersama-sama membatjakan kepada kami hikajat dengan bernjanji. Njonja barangkali tahoe djoega, bahasa sekalian kitab tjentera bangsa kami tertoelis dalam sja'ir, atau „bahasa boenga kata kami, dan membatjanja selaloe dengan bernjanji.
Pintoe dan djendélapoen terboeka belaka; dimoeka bilik kami adalah sepohon batang tjempaka sedang berboenga, jang mengirimkan baoenja jang haroem dan wangi itoe kepada kami dengan angin jang lemah-lemboet. Berapalah senang hati kami mendengarkan soeara jang haloes dan merdoe itoe, senang telinga mendengar lagoenja, jang membawa hati kami kepada zaman poerbakala, jang penoeh dengan oepatjara jang keemasan, dengan djauhari dan bidjaksana.
dengan pahlawan dan radja-radja jang gagah berani, sakti dan keramat. . . . . . . . . . . . . . . Sangatlah senangnja hati mendengarkan mimpi tjita-tjita jang bagoes itoe! Dalam menoelis dan mendengarkan mimpi itoe lebih banjak kami menggigit péna dari pada melajangkannja diatas kertas. Dan dalam lingkoengan orang Djawa jang sebenarnja itoelah doedoek ditengah-tengah anak-anak jang berkoelit hitam, Boemipoetera negeri jang panas, seorang anak perempoean jang berkoelit poetih, jang datang dari benoea sebelah barat. O!
berapalah soekanja hati kami djikalau sekiranja toean dapat poela tinggal seperti itoe bersama-sama dengan kami. Sekarang kamipoen telah mempeladjari lagoe-lagoe itoe, dan djikalau kami tiada kemaloe-maloean, maoelah kami bermimpi menjanjikan lagoe itoe oentoek toean. Kemarin Annie telah memboeat sesoeatoe kerdja meniroe seperti orang Djawa benar. Ia ingin sekali hendak pergi dari Djapara, djadi kami katakanlah kepadanja: ,,Mintalah kepada Soenan Mantingan; djandjikan kepadanja bahasa engkau akan menaboerkan boenga dimakamnja itoe, djikalau maksoedmoe sampai."
Ia telah memboeat hal itoe. Doea hari jang telah laloe, dipikirkannjalah baik-baik hal itoe. dan bésoknja pergilah ia bernazar. Dengan beberapa orang 'oelama pergilah kami kemarin kekoeboer keramat itoe, kamipoen mêmbawa boenga dan kemenjan. Anneke bersama-sama dengan kami, setelah sampai ketempat keramat itoe, doedoeklah dikaki koeboer Soenan itoe. Maka kemenjanpoen dibakarlah, dan soeara 'oelama-'oelama jang mendengoeng-dengoeng itoe kedengananlah seakan-akan pergi kelangit, moela-moela lambat, tetapi makin lama makin keras dan makin 'asjik boenji soeara jang keloear dari moeloet orang 'alim-'alim itoe.
Waktoe itoe perasaan amat soetji rasanja, dan berarti moelia. Kami doedoek semoeanja dengan menoendoekkan kepala, dan diatas kepala kami terdengarlah do'a 'oelama-'oelama itoe dan asap kemenjanpoen naiklah keoedara. Seorang dari pada 'oelama-'oelama itoe. berbangkitlah laloe berdjalan loetoet membawa boenga-boengaan Anneke, dan ditaboerkannjalah dengan ta'zimnja diatas koeboer Soenan itoe dan diatas koeboer jang lain-lain. Didekatkoe kedengaran oléhkoe orang tersedoe-sedoe menangis.
Kiranja jang menangis itoe, ialah Annie! Dengan kaki telandjang tanda kehormatan, masoeklah ia kedalam gobah itoe, dan kamipoen memberi hormat dan salamlah poela seperti 'adat kami kepada sekalian arwah meréka jang berkoeboer disana. Dari tempat itoe pergilah kami kesoengai jang mengalir dibelakang koeboer itoe, pergi membasoeh kaki kami. Kami minta kepada 'oelama-'oelama itoe, soepaja meréka itoe akan memintakan dan mendo'akan kepada Allah, moga-moga sampailah hendaknja maksoed Annie itoe.
Kekasihkoe, kami ingin benar bersama-sama dengan toean memboeat keadaan jang seperti itoe. Adalah banjak lagi dalam hidoep bangsa Djawa jang meloeloehkan hati, oemnamanja kehormatan oentoek arwah-arwah sekalian kaoem keloearga kami jang telah mati, dan oentoek orang toea-toea kami. Apa-apa sadja jang kami perboeat, baik karena soekatjita atau karena doekatjita, senantiasa kami tidak meloepakan kaoem keloearga kami jang telah meninggalkan doenia.
Anneke tentoelah sekali-sekali akan mengenangkan djoega negeri Djapara, djikalau ia telah senang tinggal di Bogor, walaupoen hidoepnja disana boléh djadi seriboe kali lebih'baik dari pada di Djapara. Siapa jang telah mengetahoei Djapara, njawa dan semangatnja negeri itoe, tiada moedah dapat meloepakan negeri itoe, baikpoen karena kasih atau karena bentjinja. Kemarin petang pergilah kami ketempat toekang oekir. alangkah indah-indahnja perboeatan meréka itoe.
Adalah 15 orang laki-laki dan toekang jang bekerdja disana. Semoeanja bekerdja dengan berdikit-dikit, tetapi hasil kerdjanja sekaIiannja haloes dan rapih! Adikkoe Roekmini segeralah poela toeroet bekerdja, dan doedoek bersama-sarna diatas bangkoe, mengoekir dengan segala kesoekaannja, seperti orang jang telah biasa doedoek bekerdja disana. ⁂ 15 September 1902 (VIII). Bagaimanakah katakoe hendak mengatakan kepada njonja, betapa perasaan hati kami tatkala melihat kapal Willem II membawa kekasih kami berlajar!
Kami melihat meréka itoe dengan tersenjoem simpoel, tetapi air mata kami djatoeh dihati. Lihatlah meréka itoe sebahagian dari hati dan semangat kami telah berangkat. Iboe kesajangan kami telah berangkat, dan sahabat kamipoen telah pergi poela; ta' adalah lain bagi kami, lain dari pada toean. Maoekah njonja mendjadi iboe kami sekarang? dan menambah sajang dan kasih kepada kami? O, kekasihkoe, kekasihkoe, soeka benar rasanja saja sekarang hendak terbang kepangkoean njonja, meniarap dan bernaoeng dihati toean, akan mendengarkan betapa kasihnja hati toean kepada kami.
Tinggallah toean selaloe mengasihi kami dan mempertjajaï kami! O, kekasihkoe, sesoenggoehnjakah ta' ada lagi nasib kita akan bertemoe kembali dalam doenia ini? Kami ta' dapat dan ta' maoe mempertjajaï itoe. Toean Royaards jang menoempang diroemah toean residén, pergi poela mengantar-antar sahabat kami berangkat dari sini; dan kamipoen lekaslah tahoe kepadanja, sebab kami telah atjap kali melihat porterét-porterétnja. Saja soeka benar melihat tingkah lakoenja, dan ia amat ramah kepada kami.
Ia ta' dapat pergi ke Djapara, katanja dengan tiba-tiba kepada kami; ia akan bersoekatjita kalau sekiranja kami dapat melihatnja main komidi dan sebab itoe dimintanjalah kami datang pergi melihatnja bermain, seperti Julius Cesar, pada hari Sabtoe jang akan datang ini, tentoelah tjeritera itoe akan menarik hati kami. Kartjis panggilannja akan dikirimkannja kepada saudara kami jang laki-laki dan kalau sekiranja ta' dapat kami mengaboelkan permintaannja itoe, tiada poela mengapa.
Baik benar ia, boekan? Ia berharap akan bertemoe dengan kami nanti dinegeri Belanda; kamipoen berharap poela demikian. Kami mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena kami telah bertemoe dengan dia, meskipoen kami barangkali ta' dapat mendengarnja bermiain; kami berbesar hati telah dapat bertjakap-tjakfip dengan dia. Tiadalah kami menjangkanjangka akan memperoléh hal jang sedemikian itoe. Ta' pernah kami selama ini mendapat pekan jang sedemikian penoehnja dengan kedjadian-kedjadian jang menggoendahkan pikiran dan beberapa banjak lagi hal jang berlainlainan keadaannja, seperti jang telah terdjadi pada pekan jang laloe.
Dipekan itoe telah timboel soeatoe kedjadian pada sahabat kami jaïtoe kedjadian jang kemoedian hari boléh memberi paédah besar bagi hidoepnja. Kamipoen tjampoer dalam perkara itoe. Dan sebab kami telah memboeat apa-apa oentoek menolong sahabat kami itoe. karena itoelah bapak ta' dapat mengampoeni dosa kami. Masih terkenanglah oléhkoe ketika saja doedoek dimoeka bapak, dan berani menentang matanja, sebab ta' adalah dalam perasaankoe, jang saja ta' berboeat salah.
Dengan moeka moeram dan soeara sedih berkatalah ia: „Ni, inikah balasan djasakoe? Saja telah pertjaja kepadamoe. Engkau ta' pernah menjakiti hatikoe, tetapi sekarang engkau perboeatlah itoe. Saja beloem pernah marah benar kepadamoe. Apa sadja jang telah engkau perboeat tiadalah jang memarahkan hatikoe; tetapi sekarang sebenarnjalah engkau telah menjakiti hatikoe."
Sajapoen tiada berkata sepatah djoeapoen, tetapi saja ta' maoe menoendoekkan kepalakoe, karena saja pertjaja jang saja tiada bersalah. Doeka hatikoe jang bapak menjakiti hatinja dalam perkara itoe; tetapi betapa besar hatikoe mendengai pengakoeannja, bahwa saja jang soedah-soedah beloem sekali djoea pernah menjakiti hatinja, dan iapoen ta' pernah marah benar kepadakoe. Dan dalam hal itoe pertjajalah saja, bahwa adalah waktoenja nanti, jang bapak akan beroebah pikirannja tentang kesalahankoe itoe.
Ta' adalah kami berboeat barang sesoeatoenja, jang ta' boléh kami kabarkan. Tetapi hal itoe benarlah tiada kami tjeriterakan kepada bapak, boekannja karena kami takoet, melainkan karena ia rahsia onang lain. Dan kami tentoelah ta' boléh senantiasa mengenal diri sendiri, tetapi itoe benarlah kemaoean bapak. Kami boléh menolong orang lain, asal kami tiada sedikit djoega akan dapat bahaja. Barangkali pikiran itoe amat sempoerna, tetapi tidaklah sesoeai dengan pendapatan kami, jang bermoesoeh sampai mati jang mendoekakan hati kami, karena ta' dapat kami menerangkan pendapatan jang moelia itoe kepada kaoem kami.
Kata loba oentoek diri sendiri sadja, ta' ada dalam bahasa kami . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . bahasa jang sebagoes itoe. Djikalau sekiranja kelobaan, itoepoen ta' adalah poela didalam hidoep kami bersama-sama; betapalah baiknja! Sajang! Sekaliannja didalam doenia itoe berpoetar, pada soemboenja jang bernama: „saja maoe berboeat baik," djikalau telah berlebih-lebihan oentoek diri sendiri, dan baroe maoe menolong orang, kalau diri sendiri tiada akan mendapat keberatan dan soesah pajah!
Kami ta' dapat menoeroet haloean jang demikian. Kami ta' dapat lagi membantoe orang hanjalah dengan kata-kata sadja; tetapi kami mesti berboeat baik, ialah dengan boekti dan tjontoh! Sekarang bapak telah beroebah bikirannja lebih lekas dari pada sangka-sangkakoe. Pada malam hari jang pertama waktoe saja dalam bersoesah hati itoe, sajapoen telah mendapat ilham, dan tiadalah sekali-kali saja memikirkan bahwa nasihat jang telah saja berikan itoe, adalah poela akan memberi bahagia kepadakoe.
Ketika itoe banjaklah saja memikirkan hal orang, jang saja beri nasihat itoe sadja: tetapi lihatlah sekarang betapa paédahnja nasihat itoe kepada dirikoe sendiri. Bapak tiba-tiba telah bermoeka manis lagi kepadakoe dan bertjakap-tjakap dengan saja seperti tiada kedjadian soeatoe apapoen. Kalau sekiranja saja sampai sekarang ini beloem berkenalan dengan Nellie van Kol, betapalah soesah hati dan sengsarakoe melihat bapak marah dan ta' maoe mengampoeni dosa kami itoe; tetapi sekarang adalah Toehan tempat kami meminta bantoe dan tempat kami pertjaja, sebab itoelah maka kami sekarang mendjadi tawakkal memikirkan keadaan jang seperti itoe.
Setelah hal itoe kedjadian baroelah kami mengoetjapkan selamat djalan kepada Annie. Betapa soesahnja hati kami ketika itoe ta” dapatlah kami seboetkan: tetapi dimoeka kami kesedihan hati kami itoe ta' dapat dilihat orang. Barangkali Anniepoen merasa, jang kami tiada mengindahkan pertjeraian itoe; tetapi tahoelah kami sekarang: bahwa mendiamkan diri, itoelah soeatoe tanda kemoeskilan jang amat dalam. Sesoedah kami mengoetjapkan selamat djalan kepada Annie. . . . . . . . . . .
.ta' dapatlah toean menerka, apa jang telah kedjdian pada kami; kami menjadi iboe dari seorang jang 'oemoernja telah doea kali lipat ganda dari kami, ja'ni tempatnja mengadoekan sekalian hal ihwalnja boeroek dan baik. Hal jang gandjil itoe melemboetkan hati kami. Banjak lah hal jang gandjil-gandjil jang telah terdjadi pada kami, tetapi hal itoelah jang segandjil-gandjilnja. Kami mendengarkan hal ihwalnja itoe ialah dengan seizin orang toea kami.
Oléh karena hal itoe, dapatlah kami seorang sahabat, jang akan berboeat baik kepada orang Djawa dlan ialah poela jang akan mendjadi seorang sahabat kami jang mentjintaï djoega tjitatjita kami. „Engkau kedoea betoellah djenaka, berani mengadjar dan memarahi orang jang telah toea."
Demikianlah kata toean seakan-akan terdengar oléh kami, tetapi mendengar itoe kamipoen gelak tertawa-tawa. Betoel 'adjaib, karena dalam oesaha kami hendak menolong orang, menoendjoekkan djalan jang baik dan kesenangan jang sebenar-benarnja, dan mentjahari perdamaian hati, maka selaloelah kami bertemoe dengan orang orang jang kadangkadang lebih toea dari pada kami, jang gemar memegang tangan kami. Senang sekali perasaan kami djika kami mengetahoei bahwa kami sanggoep menolong orang.
Kami tiada sekali-kali menjangka, bahwa kami ini sebagai „pelita," dan sebab itoelah maka orang jang berhati soesah datang kepada kami meminta bantoe dan boedjoekan, tetapi hanjalah kami sangka, ialah karena orang-orang itoe mengetahoei dan merasa pada dirinja, bahwa meréka itoe adalah akan mendapat kasihan djika meréka pergi kepada kami. Besar hati kami mengetahoei jang kami dapat mengasihi orang dan menjerahkan diri kami képadanja.
Amat miskinlah hati meréka jang ta' dapat mengasihi orang lain! Kami tanjakan képadanja matjam-matjam pertanjaan jang gila-gila, tetapi kami boléh berboeat sekalian itoe, karena ia telah berdjandji kepada kami. Kami tanja oempamanja: „Apabila seorang laki-laki kasih dan tjinta kepada seorang perempoean, apakah jang dipikirkannja lebih dahoeloe tentang perempoean itoe; adakah kira-kiranja laki-laki itoe berpikir: ,,Dapatlah saja menjenangkan hati perempoean itoe?"
atau „boléhkah saja bersenang hati karena perempoean itoe?" Orang toea jang koeganggoe itoe menggaroek kepalanja: „pertanjaan itoe amat soekar mendjawabnja, tetapi saja telah berdjandji akan mendjawab sekaliannja dengan toeloes dan ichlas. Pada pikirankoe pertanjaan jang kedoealah jang moelaj-moela ditoeroet orang, dan apa perasaankoe lagi sekalian laki-laki, ketjoeali beberapa orang, sekaliannja memanglan berpikir demikian, karena kebanjakan laki-laki itoe amat loba akan kesenangan dirinja sendiri; engkau perempoeanperempoean lebih tinggi martabatmoe dari pada laki-laki tentang- kebaikan hati."
Kami tahoe, bahwa sebenarnjalah pendapatannja itoe. Ia telah mengadjar kami berhati sabar dlan mengemoedikan hati; dan atjap kali poela ia mengoedji hati kami dengan berbagai-bagai hal keadaan jang penting-penting. Tjita-tjitanja dan oesahanja jang teroetama ialah harta-benda; sebab itoelah ia atjap kali menjalahi apa^apa jang kami kasihi dan kami tjmtaï. Kalau ia soenggoeh-soenggoeh mempermain-mainkan dan membatal-batalkan tjita-tjita kami, soesahlah kami menahan hati kami soepaja tinggal tawar dan dingin.
Sekarang ia telah mengakoe bahwa ia telah sengadja hendlak mempermain-mainkan kami, karena ia tiada maoe membenarkan dengan moeloetnja, bahwa apa jang kami katakan itoe adalah terasa dihatinja, dan atjap kali ia tengah malam ta' dapat tidoer karena memikirkan hal itoe. Dahoeloe ta' pernah ia memikirkan hal-hal jang sedemikian dan hidoepnja seada-adanja sadja. Sekarang tahoelah ia betapa benar kosong kepalanja. Kami katakan kepadanja, bahwa hidoep menanti gerak Allah sadja amat moedah; tetapi tjita-tjita jang ada didalam hati itoe, moestahillah dapat diboenoeh, lambat-laoennja ia akan timboel djoega.
Kalau tjita-tjita itoe ta' penoeh isinja atau kosong, disitoelah nanti ia akan berteriak meminta makan! „Sebenarnjalali hidoepkoe ini ta' ada isinja; tetapi apakah sebabnja maka tjinta-tjinta hatikoe ini dahoeloe tiada maoe mendjerit!"
„Ada, tetapi toean ta' maoe mendengarnja dahoeloe." Ia tertjengang mendengarkan bagaimana kami memikirkan beberapa hal jang bersamaan dengan pikirannja. „Kalau begitoe benar djoega kata orang tentang persaudaraan hati dll; takoetlah saja memikirkannja," katanja sambil matanja bertjahaja-tjahaja, hendak berolok-olok. Sekarang kamipoen dapatlah menanggoengkan olok-oloknja itoe, karena kami telah tahoe, bahwa olok-olok itoe ialah akan djadi perisai kepadanja, menandakan perasaan jang gembira moelaï timboel dalam hatinja. ⁂
22 September 1902 (VIII). Terimalah oetjapan terima kasih kami, jang toean telah toeroet berdoekatjita atas berangkatnja sahabat-sahabat karib kami itoe. Kami dahoeloe berharap benar-benar jang njonja akan bertemoe dengan meréka itoe. Menoeroet boenji soerat njonja njatalah, bahwa meréka itoe ta' dapat bertemoe dengan njonja. Sebab masa meréka itoe ada disana, njonja sedang ada di Bogor. Pesiar betoel roepanja njonja waktoe itoe! Kekasihkoe, iboekoe jang ditjinta, lepaskan benarlah hati toean, tentoelah toean akan berbalik moeda, karena kegirangan hati!
Saja batja didalam soerat kabar, bahwa moesik orang ltalia pada waktoe patjoean itoe boekan boeatan bagoesnja. Dan Toean Besar Goebernoer Djenderal beserta djamoenja sekalian atjap kali menoendjoekkan kegirangan hati meréka itoe. Saja ta' tahoe ketika itoe bahwa diantara djamoe itoe, kekasihkooe poen ada poela disana! Barangkali djoega perasaan kami tiada haloes benar, karena hati kami tiadalah tertarik hendak melihat patjoean koeda, soenggoehpoen kami terlaloe soeka melihat koeda-koeda jang bagoes, jang terkadang-kadang boléh menawan kami!
Tetapi melihat koeda-koeda digertak dan dipoekoel dalam berlari itoe, ta' dapatlah kami akan bertempik dan bersorak melihatnja; itoe haroes kami peladjari dahoeloe. Tetapi berharaplah kami soepaja djanganlah hal itoe kami peladjari. Patjoean béndi njonja-njonja, itoelah doegaan kami, jang sebagoes-bagoesnja dalam patjoean itoe. Berapalah sedapnja mata memandang anak-anak gadis, jang masih moeda remadja, dengan moléknja berpakaian poetih dan berboenga-boenga, berkeréta berkeliling-keliling ditarik oléh koeda jang tangkas dan bersikap bagoes.
Ketahoeilah oléh njonja, bahwa kami disini adalah poela dahoeloe mempoenjaï patjoean koeda. Tetapi beberapa tahoen jang laloe, patjoean koedia Djapara dengan moesik, boengaboengaan dan dengan anggoer sempanje, telah kami koeboerkan diiboe negeri jang lama, jaïtoe dikota Pati. Perloekah djoega saja katakan betapa besar hati kami mengatakan sekeram itoe bagoes sekali? Baik benarlah itoe! Bertambah senang hati kami karena toean sama-sama mengatakan sekeram itoe bagoes sekali!
Baik benarlah ingatan njonja, telah menjampaikan dengan segera kepadakoe. Maoekah njonja mengatakan kepada padoeka toean, bahwa saja banjak meminta terima kasih atas kepertjajaan padoeka itoe kepadakoe? Saja akan mengerdjakannja dengan bersoenggoeh-soenggoeh, sehingga tiada akan memberi maloe, artinja: anak-gadis njonja ini maoe mentjobakan kekoeatannja menoelis karangan itoe, dan lihatlah nanti bagaimana djadinja. Tetapi adalah permintaankoe seboeah: djanganlah njonja lekas menjangka, bahwa karangan itoe tentoelah bagoes, dan sabarlah sedikit!
Pekan jang laloe saja telah menolak soeatoe permintaan dan pada seorang njonja, jang meminta saja mengarang tentang kepandaian oekir-mengoekir di Djapara, oentoek soerat kabar „de Echo". Jarig sebenarnja maoelah saja, tetapi sekarang saja banjak mempoenjai kerdja toelis-menoelis, sebab itoelah maka saja balas soerat itoe dengan mengatakan, bahwa saja ta' berani memboeatnja. Itoe sebenarnja boekanlah olok-olok sadja Njonja itoe akan mengarangkan hal itoe didalam soerat-soerat kabar Betawi dan Soerabaja. ⁂
24 September 1902 (IV). Saja ta' dapat mengabarkan bagaimana kegirangan hati kami ketika menerima kartoe pos jang terbit dari hati jang soetji dan seboeah kitab ketjil dari toean. Kami soenggoeh mengoetjap soekoer karena toean telah mengirimi kami soerat itoe. Sekarang beranilah poela kami membalas soerat itoe. Kedji benar perboeatan kami jang kami telah mengalpakan toean, maloe benar kami mengenangkan hal itoe! Kesalahan itoe ta' dapat dima'afkan, dan lagi kamipoen ta' maoe memohonkan ma'af kepada toean, biarlah segala kesalahan kami kepada toean itoe kami tanggoengkan dengan sabar dan toeloes ichlas.
Kelemahan hati kamilah djoea, jang menjebabkan maka seama mi kami berdiajn diri sadja. Betapalah sedihnja hati kami mengakoe kesalahan ini, kami jang hendak memikoel pekerdjaan sebesar itoe. Toean, jang semata-mata berhati pengasih, nistjajalah menimbang hal itoe tidak terlaloe berat, kalau toean mengingat 'oemoer kami jang masih moeda dan kepandaianpoen beloem seberapa. Besar kesalahankoe kepada toean, tetapi lebih besar lagi kedjahatan jang tertimpa pada badankoe sendiri, karena telah berboeat jang sedemikian.
Arnpoenilah kami dahoeloe! Kami jang soedah-soedah terlaloe lemah benar. Alaoekah toean menolong kami soepaja boléh mendjadi koeat? kami perloe koeat, soepaja dapat'kami mengerdjakan dengan patoet akan pekerdjaan besar, jang soenggoeh-soenggoeh kami hendak tanggoeng itoe. Kami masih moeda, masih baroe berdiri pada permoelaan, baroe berdiri dimoeka pekerdjaan kami, dimoeka doenia penghidoepan, kami anak-anak moeda lagi bodoh, beloem pandiai hidoep, hanja berdiri berdoea sadja.
Telah banjaklah pikiran jang menggoda kepala kami jang masih moeda ini dan telah banjaklah poela perasaan, jang menggoda hati remadja kami. Selaloelah poela.besar harapan kami akan bekerdja oentoek sahabat-sahabat kami; tetapi kami anak-anak jang masih bodoh, beloemlah pandai merengkoeh meiepaskan diri dari pada pikiran dan perasaan jang telah menawan kami. Adikkoe telah mentjeriterakan kepada toean, apa-apa jang telah mendjadi kenang-kenangan dihati dan dikepala kami, apa-apa jang terdjadi dalam hidoep kami pada beberapa boelan jang baroe laloe ini, tentang maksoedmaksoed dan mimpi-mimpi kami oentoek waktoe jang akan datang.
Kami berharap benar, jang toean akan menoendjoekkan kesoekaan hati toean akan maksoed kami itoe. Dalam waktoe jang goendah goelana, dan hari jang penoeh dengan kesoesahan, selaloelah kenangan kami kepada toean kedoea, sahabat kami jang berhati moelia, akan memboedjoek hati kami, dan akan membantoe dan menetapkannja. Jang senantiasa menjedihkan hati kami didoenia ini, ialah kelobaan manoesia oentoek keoentoengan diri sendiri, jang atjap kali ta' ada hingganja.
Dan djikalau kami berhati goesar, karena melihat dan mengetahoei kelobaan oentoek diri sendiri „dadjal jang boeas itoe" mengangakan moeloetnja kian kemari pada sekalian pendjoeroe 'alam ini; maka teringatlah oléh kami toean kedoea, dan hati kami jang sedih tadipoen mendjadi lemboetlah. Kasih sajang itoelah djoega roepanja, meskipoen bagaimana djoega kelobaan manoesia itoe oentoek diri sendiri, jang memerintah doenia ini. Ketika kepalakoe rasanja seperti terbakar karena berpikir dan hatikoe loeloeh karena kesedihan melihat hal keadaan 'alam, maka kami kenanglah dengan segera toean kedoea, dan karena pengenangan itoe, lepaslah dahaga kami dan timboel poela kekoeatan kami.
Kerap kali kami memperkatakan toean, mengingat toean kedoea, dan sangatlah senang hati kami berboeat demikian. Dengan tiada setahoe toean, toeanpoen telah memberi kami ban toean dan boedjoekan dalam waktoe-waktoe jang soekar. Kami mengoetjap sjoekoer kepada Toehan, karena kami telah bertemoe dengan toean dalam perdjalanan kami ini, dan kami berharap serta mendo'akan soenggoeh-soenggoeh, soepaja persahabatan kita ini akan tinggal selama-lamanja.
Toean telah tahoe sekarang sekalian kenang-kenangan kami, sekalian maksoed dan tjita-tjita kami; ta' oesahlah kami meminta pertolongan lagi kepada toean, karena hati kamipoen soedahlah mengatakan kepada kami, bahwa toean telah lama berboeat demikian dan selaloe akan berboeat djoega ja'ni: memintakan do'a oentoek sahabat-sahabat toean perempoean Djawa ini, kepada Toehan jang mahatinggi, Toehan jang nuahakoeasa, Toehan seroe sekalian 'alam!
Bagaimana djoegapoen lainnja djalan-djalan jang kita tempoeh. tetapi sekalian itoe toedjoeannja ialah pergi kepada oedjoed jang satoe: „kebaikan". Kamipoen bekerdja oentoek kebaikan jang ,God" namanja kepada toean, dan Allah kepada kami. Apakah sebabnja sekalian itoe ta' akan kami kabarkan kepada toean? Kami selaloe hendak berhati toeloes dan ichlas kepada toean . . . . . . . . . . . sebab persahabatan, atau pertambatan apa djoeapoen hendaknja jang tiada bersendi dengan hati jang toeloes dan ichlas itoe, tentoe pertambatan itoe tiada akan hidoep selama-lamanja; tetapi kami ini berharap benar jang persahabatan kita, jang amat kami kasihi itoe, akan tinggal hendaknja selama hidoep kami. . . . . . . . . . .
.Jang soedah-soedah kata Allah itoe, hanjalah kata seroean sadja bagi kami. Sjoekoer alhamdoeli'llah nama jang bagoes itoe, sekarang telah mendjadi soeatoe boenji jang amat soetji dan berarti besar bagi kami. O! bagaimanalah hendaknja saja tjeriterakan kepada toean, betapa tawakkal dan senangnja hati kami sekarang, karena mendapat Allah jang mahakoeasa itoe, dan dapatlah sekarang kami menjerahkan diri kepadanja, meminta bantoe dan mempertjajainja.
Hati kami sekarang tiadalah goesar sedikit djoeapoen, selaloe kami merasa aman dan sentosa dibawah pendjagaannja. Karena Toehan jang mengenal kita, jang melindoengi kita dan jang menimbang kita dengan kasih-sajang! Siapakah jang menoendjoekkan kami kepada Toehan jang moelia itoe, dan jang membangoenkan kepertjajaan kami akan Toehan jang mahakoeasa itoe? Jaitoe njonja Nellie van Kol. Benarlah djoega barangkali, bahwa telah lama sebeloem hal itoe kedjadian, hati kami telah bergerak dan bekerdja memikirkannja dan dengan tiada setahoe kami, kamipoen telah bekerdja memperbaiki diri sendiri, tetapi jang ta' dapat dibantahi lagi, bahwa njonja van Kollah jang menghapoeskan awan jang terbentang dimoeka kami, sehingga dapatlah sekarang ..tjahaja" jang terang itoe masoek kedalam hati kami.
Ialah jang menoendjoekkan kami djalan kepada Toehan jang amat pengasih dan penjajang jang toean namai, ,God", dan kami Allah. Kami merasa amat beroentoeng telah mendapat moetiara didalam hati kami sendiri, ja'ni kepertjajaan jang sesoenggoehnja atas adanja Allah, Toehan jang mahakoeasa itoe. Kepertjajaan itoelah jang membawa kami melihat sekalian hal kedjadian jang ada diboemi ini dengan tjahaja jang lain dari pada tjahaja jang biasa, jang lebih berbahagia; ja'ni tjahaja jang menjenangkan dan menghiboerkan hati kami serta memberi kami lebih bébas dan lebih beroentoeng. . . . . . . . . . . . . . . . . . O!
ta' poeas rasanja kami mengoetjap sjoekoer atas pemberian Toehan kepada hambanja, jang ber-iama „berkirimkiriman soerat". Telah banjak ia memberi kebadjikan dan kasih sajang kepada hidoep kami. Bagaimanakah kedjadian hidoep kami gerangan didoenia ini, kalau sekiranja pemberian jang mahabesar, kepandaian berkirim-kiiim soerat itoe ta' ada diboemi ini! Pikiran jang bagoes-bagoes dari pada meréka jang boediman dan bidjaksana jang tertoelis dtidalam kitab-kitab, atau tjétaktjétakan lain, jang da tang kepada kami, sekaliannja bekerdja sekarang oentoek pendidikan, penambah pikiran, memoeliakan dan meninggikan daradjat kami . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
makin besarlah kekoeasaannja boeah pikiran itoe memadjoekan kami, djikalau asalnja dari boediman jang empoenja sendiri; keloear dari hati dan otaknja jang soetji itoe. Ta' poetoes-poetoesnja kami mengoetjap soekoer akan keoentoengan kami ini, jang telah menghoeboengkan tali persahabatan kami dengan boediman-boediman pikiran itoe. Itoelah jang menjenangkan hati dan memoeliakan hidoep kami. Bagi kami sebagai menghadiri keramaianlah kegirangan kami, djikalau menerima soerat jang datang dari toean-toean, sebab tahoelah kami bahwa soerat-soerat itoe, seperti kata Nellie, berisi:„kesenangan hidoep dan pikiran-pikiran jang menaboerkan kasih sajang."
Toean tentoelah dapat menerka. siapakah meréka jang selaloe meriangkan hati kami dengan keramaian, jang dikirimkannja dengan pos itoe. Dengan segala kemaoean dan kesoekaan hati, senantiasa kami batjalah sekalian karang-karangan jang telah toean berikan kepada kami itoe. Betapalah besar bahagia kami, karena kami telah berkenalan sendiri dengan pengarang karang-karangan jang amat berharga itoe, dan telah menerima karang-karangan itoe dari si pengarangnja sendin.
Njonja Abendanon telah banjak mentjeriterakan kepada kami tentang pidato toean di Betawi, doea tahoen jang telah laloe. Dengan girang hatinja mentjeriterakan hal itoe kepada kami. Amatlah besar harapan kami hendak membatja isi pidato toean pada 3 September 1900 itoe. Betapalah besar hati kami mendengar, jang toean dengan tiada setahoe kami, telah memperlakoekan permintaan kami itoe.
End of chapter
Vesper stopped here. Sleep well.