Habis Gelap Terbitlah Terang Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 3

Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Adjeng Kartini

Soerat-soerat dalam tahoen 1902

Part 3 of 5 1 hr 9 min aloud CC BY-SA 4.0

Si tjébol dan dewa-déwalah jang haroes mentjoekoepi taman itoe, soepaja mendjadi dongéng. Boeah pikiran jang menggambar taman sebagoes itoe dikepala, itoelah sja'ir namanja dan pekerdjaan memboeat taman itoe, itoelah soeatoe kepandaian jang moelia. Tetapi dimanakah kepandaian jang tiada menaroeh kebagoesan sebagai sja'ir? Sekalian jang baik dan tinggi daradjatnja, jang keramat atau bertoeah, péndéknja sekalian apaapa jang moolia dalam hidoep bersama-sama, itoelah jang dinamakan dengan haloesnja: sja'ir!

Kami telah melihat Tjina toekang jang pandai memboeat taman sebagoes itoe. Tjina itoe hanjalah seorang baba jang miskin sadja! Patoeng-patoeng jang diboeatnja seperti naga-naga, harimau-harimau, dll. itoe, sekaliannja didirikannja kian kemari diatas roempoet, amat bagoes. Sajang sekali dipintoe gerbang oentoek masoek kedalam taman soerga doenia jang bagoes itoe, ada terdiri doea boeah patoeng boeatan Éropah, kedoea patosng itoe mengganggoe kebagoesan patoeng-patoeng jang banjak itoe.

Adakah njonja pergi dahoeloe ke Betawi melihat pasar malam disana? Tentoelah ada! Bagaimanakah pikiran njonja tentang bangsa koelit hitam? Apakah jang boléh toean katakan tentang kepandaiannja? O, alangkah soekanja saja berpongah diri atas bangsakoe itoe! Meréka adalah djoega berkepandaian, biarpoen sedikit! Tetapi toean, orang-orang Belanda, haroeslah membimbingnja! Njonja tentoelah maoe berboeat demikian, boekan? Kami ini boléh dioempamakan seperti anak-anak, dan orang-orang Belanda seperti pendidik kami.

Bangsa toeanlah jang akan membimbing kami dan membela kami, soepaja kami boleh mendjadi laki-laki dan perempoean jang sebenarnja! Saja pertjaja, bahwa tiadalah seorang djoega diantara anak-anak didikan atau moerid-mcerid itoe, jang akan bersipat koerang terima kasih! 21 Juni 1902 (VI). Radén Adjeng Kartini, anak Radén Mas Adipati Ario Sosrodiningrat, Regén Djapara, ber'oemoer 23 tahoen, lahir di Mojong afdeeling Djapara, pada 21 April 1879, bermohon hendak beladjar mendjadi goeroe (bermaksoed hendak mengambil diploma goeroe bantoe dan goeroe kepala), dan menerima pengadjaran dinegeri Belanda.

Pergi kenegeri Belanda itoe pertama-tama akan menambah pemandangan, melandjoetkan pikiran dan mentjoetji ketjelaan-ketjelaan jang melekat pada dirinja lagi mengalangi oesahanja, akan memasoeki beberapa sekolah pengadjaran dan pendidikan, soepaja ia dapat mengetahoei hal keadaan mendidik dan mengadjar dalam sekolah dinegeri Belanda; sekalian itoe maksoednja soepaja lebih berhasil nanti bila ia mengerdjakan djabatan, jang amat disoekaïnja dan akan ditanggoengkan kepadanja.

Kedoea, akan mempeladjari 'ilmoe keséhatan toeboeh, membela orang sakit dan 'ilmoe memaloet orang loeka, dan 'ilmoe memberi pertolongan jang bermoela bagi ketjelakaan, soepaja 'ilmoe jang berpaédah dan jang amat perloe itoe dapat diatdjarkannja nanti kepada perempoean-perempoean Djawa. Maksoed jang teroetama sekali kesopanan bangsa Belanda jang bagoes itoe akan diberikannja kepada bangsanja, soepaja 'adat bangsa Djawa bertambah tinggi kehormatannja; akan membawa bangsanja kepadang pikiran dan perasaan jang lebih baik, soepaja meréka itoe boléh sampai kepada keroekoenan jang lebih beroentoeng dalam hidoep bersama-sama.

Dan oesahanja jang akan dilakoekannja nanti, ialah mendirikan sekolah-sekolah oentoek anak-anak perempoean Djawa. Moela-moela akan djadi pertjobaan, didirikan dahoeloe seboeah sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala negeri, dan anak-anak itoe mestilah tinggal disekolah itoe djoega. Maksoed dengan sekolah itoe akan memberi tanah Djawa iboe-iboe jang bertabi'at sopan dan berpengetahoean, soepaja meréka itoe nanti dapat memberikan kesopanan dan pengetahoeannja kepada anak-anak perempoean jang nanti akan mendjadi iboe poela, dan laki-laki jang nanti akan mendjaga kesoesahan dan kesentosaan dalam negeri!

Dengan hal jang demikian boléhlah iboe-iboe itoe mengembangkan kesopanan bangsa Belanda kepada bangsa Djawa. Permintaan saja ialah kalau boléh Pemerintah soedi memberi pertolongan, soepaja dapat saja menjampaikan maksoed seperti jang terseboet diatas: akan menanggoeng segala biaja pengadjaran (pelajaran poelang balik, pengadjaran dan tempat tinggal); dan kalau saja telah tammat beladjar, saja boléh memboeka sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala negeri dengan moerid-moerid itoe tinggal disekolah itoe sekali.

Soeka benar kami hendak mendengar dari toean, apakah jang patoet kami perboeat. Wadjibkah kami mengirim soerat permintaan? Betapakah baiknja, kalau sekiranja soerat permintaan itoe ta' perloe? tetapi kalau wadjib djoega diperboeat, siapakah jang akan memboeatnja, bapak atau kamikah? Dan kepada siapa di'alamatkan? Kepada Goebernoer Djenderal atau kepada persidangan Tweede Kamer? Toeanlah jang kami harap akan menjelesaikan hal kami itoe.

Kami tahoe dan merasa, bahwa toeanlah jang akan memberi pertolongan jang besar bagi kami, dan jang pandai serta berani mengemoekakan hal kami, dan toeanlah poela jang soeka memboeat sekalian jang perloe, soepaja permintaan kami itoe diperkenankan. Tambahan lagi toeanlah jang akan menoendjoekkan djalan kepada kami, jang sebaik-baiknja akan kami toeroet, karena toeanpoen bermaksoed dan menaroeh tjita-tjita: hendak memboeat bangsa Djawa mendjadi beroentoeng dan berbahagia.

Dari pada orang-orang toea kami, kami telah mendapat izin boléh mengoesahakan diri kami oentoek menjampaikan tjita-tjita kami jang bergoena bagi bangsa kami. Ta' moedah ia memberi kami izin itoe, soesah dan piloe hatinja, karena kami ini, ialah kekajaan dan kekasihnja jang ditjintaïnja diatas doenia ini. Betoellah tjita-tjita kami hendak berboeat baik, tetapi djalan jang akan kami tempoeh penoeh dengan kesoesahan, karena demikianlah soedah nasibnja sekalian meréka jang merambah djalan, sedjak dahoeloe sampai sekarang.

Tetapi ketika dilihatnja, bagaimana soenggoehnja dan toeloes hati kami hendak mentjapai maksoed kami itoe, dan ketika dilihatnja poela, bahwa nasib kami telah terikat mendjadi satoe dengan tjita-tjita kami, maka ta' maoelah lagi meréka itoe menolak permintaan kami dan baharoelah meréka mengatakan, bahwa hidoep dan oesaha kami itoe amat tinggi oentoek bangsa kami. Orang-orang toea jang kami kasihi itoe telah memberi berkat akan kami, soepaja kami nanti mendjadi berbahagia oentoek hidoep bersama-sama.

Telah berkatlah oentoek maksoed kami itoe! Soesahlah hati kami dan poetoeslah pengharapan kami, kalau sekiranja kami memperboeat pekerdjaan itoe, dengan tidak mendapat berkat dari pada orang toea kami jang sangat kami kasihi. Ta' dapatlah kami akan hidoep damai dengan hati kami sendiri, djikalau kami selaloe menoeroetkan kasih dan sajang kami kepada orang toea kami itoe; tetapi soeara jang ada dalam hati kami itoe, kami toetoep, soepaja kami boléh bekerdja dan berperang oentoek kebaikan kemanoesiaan, dan itoelah poela maksoed hidoep jang dinamakan orang, hidoep jang sempoerna!

Sebab itoelah kami banjak meminta terima kasih kepada orang toea kami, karena meréka itoe telah memberi izin akan kami. 12 Juli 1902 (II). Iboe dan bapak kedoeanja telah memberi izin akan kami. Kami telah mengirakan bahwa tidaklah akan menerima izin, melainkan angin riboet, goeroeh dan petir jang akan datang. O! saja ta' dapat memikirkan hal itoè. Jang bapak akan mengaboelkannja, adalah persangkaan kami, tetapi boenda akan toeroet mengizinkan itoe poela tiadalah berani kami memimpikannja!

Kami sekarang tiadalah berdjaoeh hati lagi kepada boenda, karena sekarang telah njata baginja apa benar maksoed kami itoe. Ja Allah, siapakah akan dapat menjangka, bahwa kami karena hal itoe mendjadi bertambah-tambah dekat kepadanja! Kesoedahannja datanglah waktoenja pada kami akan memberi kenjataan itoe. Dari mana saja dapat hati jang sabar itoe, dan dari mana saja peroléh kepandaian berkata-kata dengan hati jang sabar demikian, ta' dapatlah saja katakan.

Tiadalah lebih dahoeloe saja pikirkan, apa jang hendak saja katakan; saja ta' dapat berpikir karena banjak barang jang menggoda dan memeningkan kepalakoe. Tetapi setelah saja moelaï berkata itoe, datanglah sendiri kata-kata jang benar itoe dari moeloetkoe. Siapakah jang memboeatnja sedemikian, dan memberi saja kata-kata jang seperti itoe pada moeloetkoe? Siapa, siapakah itoe? Adalah soeatoe kekoeasaan jang lebih tinggi dan lebih besar dari pada segala kekoeasaan jang terdapat dimoeka boemi ini.

Tentoelah ada déwa-déwa jang baik hati jang mengelilingi kami dan menoendjoeki kami memakai kata-kata jang sedemikian dimoeloet kami, ketika kami hendak menjatakan bagaimana perasaan hati, pikiran dan tjita-tjita kami! Lagi poela masih terdengar ditelingakoe iboe dengan doekatjita me'ngatakan: „O anakkoe, mengapa engkau tiada mempertjajaï saja, iboemoe?”

Kamipoen mengakoe kesalahan kami itoe, dan kami tjeriterakanlah sekaliannja kepada iboe? Kasihan, iboe. kekasihkoe itoe! Beloemlah berharga kami rasanja mentjioem kaki iboe jang pengasih, penjajang dan setia itoe! Saja ta' dapat rasanja mengatakan kepada njonja siapa iboe bagi kami dahoeloe, dan apa ia sekarang, meskipoen toeboehnja masih seperti dahoeloe djoea! Sekarang baharoelah kami mengetahoei benar-benar, betapa banjaknja oetang boedi kami kepadanja, soeatoe doenia jang penoeh dengan kasih dan tjinta itoe!

Kamipoen mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena kami dengan damai boléh pergi dari iboe akan bekerdja oentoek kebaikan, jang sekarang telah dikenal dan diakoe sendiri oléh boenda. Sekarang tiadalah kami bersoeka raja oléh kebesaran hati seperti dahoeloe, melainkan kami sekarang hanjalah meminta sjoekoer dengan hati jang toeloes dan ichlas! Sesoedah itoe kepada bapak kami meminta izin. Saja telah bersedia akan menerima kabar jang boeroek dari bapak, ketika kami minta izin itoe. O!

dari mana saja mendapat hati jang dingin dan penjabar itoe. Ta' dapatlah saja katakan! Sajapoen mendengar soeara jang saja keloearkan dari hati jang pendiam dan penjabar itoe. Saja jang sebagai tali api, lekas menjala, sekarang telah begitoe sabar dan hatipoen ta' bergerak lagi. Badankoepoen ta' bergerak poela; tetapi ketika saja mengeloearkan kata, apa benar perloenja saja menghadap bapak itoe, maka ketika itoe tampaklah oléh saja betapa doeka hati bapak mendengarnja, dan hati saja jang keras seperti batoe itoepoen mendjadi lemboetlah.

O, betapa besar kehendak hatikoe hendak memeloek bapak serta menghiboer-hiboerkan hatinja, tetapi ketika itoe sekalian kekoeatan dan soeara sajapoen hilanglah. Saja doedoek dimoekanja diatas tikar dan selaloe melihatnja dengan air mata borlinang-linang. Terasa benar oléhkoe betapa remoek hati bapak dan sajapoen toeroetlah poela berdoeka hati. O, sekaliannja maoelah saja memberikan kembali kepada bapak! Dalam hati saja timboellah permintaan: „Bapak ampoenilah saja, o bapakkoe, ampoenilah anak toean ini, karena ia ta' dapat berboeat jang lain!”

Ketika itoe tanggal 21 boelan Juni; saja sengadja mengambil hari itoe, ja'ni hari lahir njonja pergi dengan kaki jang berat kepada bapak, karena saja maoe menjangkakan njonja, jang seperti itoe bagikoe, ada disisikoe pada waktoe jang soesah itoe. Déwa-déwapoen mengelilingi saja ketika itoe. „Bapak saja jang dilangit”, menolong saja dalam peperangan dengan bapakoe jang didoenia ini. Ketika saja soedah mendapat apa jang diminta itoe, doedoeklah saja seorang diri memikirkan hal itoe dan tidaklah sedikit djoega girang hati koe, karena sajapoen toeroet penoeh beriba hati merasaï kedoekaan hati bapak jang koekasihi itoe.

Oentoeknjalah air matakoe tertjoetjoer, boekanlah oléh karena kegirangan hati atau akan meminta sjoekoer. Dari hati ketjilkoe keloearlah permintaan: „Ja Allah, mogamoga timboel apalah kiranja dari pada pemberian bapak bagikoe itoe boenga-boengaan dan boeah-boeahan oentoek tanah air dan bangsa kami!”

Pada 21 Juni itoe djoega kami menoelis soerat-soerat kepada toean van Kol di Betawi, seiperti permintaannja dahoeloe itoe. Soerat-soerat itoe berisi dengan keterangan nama, 'oemoer, kehendak dan tjita-tjita kami. Jang perloe bagi kami ialah izin bapak, kalau ia tiada memberi izin, ta' dapatlah meréka itoe menolong kami. Sekarang kesoesahan itoe telah hilang dan batoe besar jang melintangi djalan kami itoe telah terhindar. Sekarang ada poela hal jang kedoea mengalangi: perkara oeang.

Orang toea kami ta' dapat membajar peladjaran kami dan kamipoen ta' soeka meminta belandja itoe kepadanja. Doea hari jang telah laloe saja mendapat soerat jang pandjang dan perloe dari njonja van Kol. Kalau ta' perloe soerat itoe bagi saja dan kalau djari saja jang kakoe ini dapat menjalinnja, maoelah saja mengirimkan soerat itoe kepada njonja, soepaja dapat memperkatakan isinja. Sekarang kami hanjalah dapat menerangkan beberapa fasal dari isi soerat itoe.

Menoeroet perasaan kami, patoet kami mengoetjap sjoekoer mendengar boenji soerat itoe. Ketjoeali nasihat jang telah diberikannja itoe lebih banjak lagi ia memberi pertolongan lain. Ialah jang telah memberi kami seboeah benda jang hidoep tertaroeh dalam hatinja. Adalah soeatoe tjahaja jang telah dimasoekkannja kebadan kami, jaïtoelah tjahaja jang tinggi daradjatnja lagi bertoeah. Kami seakan-akan mendapat berkat dari padanja! Kami ta' gentar dan ta' takoet lagi, kami sekarang berhati dingin, pertjaja dan mengakoe kepada kebesaran Toehan.

O, betapalah rendahnja kedoedoekan kami, rendahlah dari tanah lajaknja. O, moedah-moedahan dapatlah djoega kami sampaikan maksoed itoe; tetapi kami sendiri tiadalah agaknja akan hidoep lagi, entahkan arwah jang ada dalam toeboeh kamilah, jang akan melihatnja. Soenggoeh ta' adalah kegirangan dan kesoekaan jang memenoehi hati ketika itoe, melainkan kami berdiam dirilah sadja mengoetjap sjoekoer! Ja Allah, kami meminta terima kasih, dan mengoetjap sjoekoer kepada engkau, karena kami telah mendapat bahagia itoe.

Berapa banjak hal-hal jang dahoeloe tiada saja pertjajaï, ta' saja akoei, tetapi sekarang baroelah kami pertjaja. Ta' dapat saja mentjeriterakan kepada toean, apa benar jang tersisip dihati kami kedoea sekarang. Kami soenggoeh ta' dapat mentjeriterakannja, tetapi hanjalah dapat merasaïnja sadja. Sekadar jang dapat kami kabarkan kepada toean ja'ni kami ta' poetoes mengoetjap sjoekoer dengan soekatjita, karena hidoep kami ini telah bertambah bagoes dan maksoed kamipoen telah bertambah tinggi harganja.

Banjak, ja, amat banjak hal-hal jang telah laloe kami pikirkan. Senantiasa amat djaoeh, terlaloe djaoeh kami tjahari tjahaja hati itoe, kiranja tempatnja terlaloe dekat pada kami, selaloe ada dalam toeboeh kami! Perasaan kami, kami sekarang telah bertambah koeat dan "barang sesoeatoenja sekarang kami lihat dengan pertolongan tjahaja itoe. Roepanja telah lama ia bekerdja dan hidoep dalam hati kami, hal itoe tiadalah kami ketahoei. Njonja van Kollah jang memboekakan pintoe jang tertoetoep selama ini oentoek kami. O!

oléh karena itoelah maka kami banjak mengoetjapkan terima kasih kepadanja, lebih banjak dari pada djasa-djasanja jang lain jang telah diperboeatnja oentoek kami, ataupoen jang akan diperboeatnja lagi. Sebeloem saja menerima soerat njonja itoe, bertanjalah iboe kepadakoe: "Siapakah jang memberi engkau pikiran jang demikian itoe?"

Dan ketika itoelah djoega saja djawab: "Toehanlah jang memberikannja kepada kami." Tentoelah sadja iboe moela-moela mentjoba mengoebah pikiran kami akan memboeangkan maksoed kami itoe, tetapi ketika dilihatnja kami ta' maoe mengoebah pikiran itoe, maka iapoen berkata dengan mengenangkan Allah soebhanahoewata'ala: "Ja anak-anakkoe, sekarang ma'loemlah dan pertjajalah saja, bahwa itoelah roepanja nasib engkau kedoea dan Toehanlah djoega jang telah menjoeroeh engkau hidoep dengan djalan jang demikian."

Njonja van Kol mengatakan kepada kami: "Banjaklah ini dan itoe jang diperoléh orang dengan pertolongan manoesia, tetapi lebih banjak lagi hal-hal lain, jang hanjalah dengan pertolongan Allah sadja baroe dapat diperoléh. Toehanlah jang menjoeroeh kita bekerdja oentoek mendapat barang sesoeatoenja, dan Ialah djoega jang dapat memberi kita kekoeatan batin dan ketetapan hati oentoek beroesaha. Pertjajalah kepadakoe, bahwa sekalian jang koekatakan itoe sebanar-benarnja menoeroet penanggoengankoe sendiri pada waktoe jang soedah-soedah.

Toean sekarang baroe berdiri dimoeka pintoe hidoep toean dan dipintoe kerdja toean jang akan toean tanggoeng dalam doenia ini. Kalau sekiranja toean kelak telah ada didalam hidoep toean, baharoelah toean akan mengetahoei, bahwa kita ini ialah manoesia jang bébas dan koeat, dan baroelah poela sebenar-benarnja kita djadi sahabat dan penolong bagi sesama kita manoesia, ja'ni asal pertolongan jang akan kita berikan itoe tidaklah teroetama kita tjarikan pada orang lain, melainkan hendaklah pada diri kita sendiri dan pada Allah, Toehan jang bersifat rahmat dan rahim itoe.

Dengan pertolongan lahir ja'ni dengan barang sesoeatoenja toean mestilah ditolong, meskipoen bagaimana djoea hendaknja hal keadaan toean. "Karena tidaklah tiap-tiap hari dapat orang mentjahari dipasar hidoep bersama-sama, kekoeatan jang soetji dan bagoes seperti kekoeatan toean oentoek kerdja jang baik itoe. Kekoeatan jang sedemikian haroes diterima dan diselenggarakan dengan sebaik-baiknja. Kalau sekiranja Pemerintah tidak hendak menolong toean, maka perserikatan "Oost en West" mestilah maoe menolong toean."

Dengan tiada diminta-minta, perserikatan "Oost en West" telah mengatakan: ia soeka hendak membantoe kami dan maoe bekerdja oentoek menjampaikan maksoed kami itoe. Njonja van Kol mengirimkan soerat kabar jang berisi hal itoe kepada kami. Moela-moela kissah perdjalanan toean Stoil terseboet didalamnja, dan diachir karangan itoe baroelah penoelis mentjeriterakan hal kami, demikianlah boenjinja dalam "Oost en West."

"Kami pertjaja, bahasa toean van Kol jang mendjadi anggota dalam perserikatan itoe sedjak dari bermoela sampai sekarang tiada loepa akan mengatakan kepada kedoea anak gadis itoe, bahwa maksoed meréka kedoea, jang moelia dan soetji itoe selaloe akan ditolong dan dibantoe oléh perserikatan kita."

Karena membatja kabar itoe maka njonja van Kol poen menambah poela soeatoe karangan ketjil dalam soerat kabar itoe, jang menerangkan bagaimana pikirannja tentang kami, jaïtoe sesoedah njonja itoe membatja isi soerat kami kepadanja. Njonja itoelah dengan djalan itoe telah memboekakan hati sekalian meréka jang kasih akan bangsa Djawa, pembatja "Oost en West", oentoek kami. Njonja van Kol meminta poela dibelakang itoe, soepaja saja memberi izin kepadanja akan menjoeroeh memasoekkan isi soeratkoe, jang ber'alamat kepadanja, kedalam soerat kabar itoe.

Hal itoe ta' menjenangkan hatikoe, tetapi perloe "oentoek ichtiar akan menjampaikan maksoed kami itoe."

Dengan tiada memboeat barang sesoeatoe, kata njonja itoe kepadakoe lagi, "ta' dapat sahabat-sahabat pembatja soerat kabar itoe mengenal hati toean dengan baik, dan menghargaï maksoed toean dengan sepatoetnja; betoel seperti keadaankoe sekarang ini, sesoedah membatja soerat jang sepoetjoek itoe bagaimana toeloesnja seorang perempoean moeda bangsa Djawa telah mengeloearkan perasaan hatinja kepada seorang perempoean jang lebih toea, jang disangkanja dapat akan memberi pertolongan kepadanja dan soeka akan maksoednja jang baik itoe.

Ta' ada sepatah kata djoea dalam soerat itoe jang ta' boléh dibatja oléh orang banjak. Dan sebenarnjalah saja ta' tahoe djalan jang lebih baik lagi akan membawa toean kedalam perhimpoenan orang jang menjajangi tanah Djawa dan bangsanja itoe. BoeangkanJah maloe-maioe toean dan katakanlah kepadakoe: "Ja, baik!"

Tentang hal itoe beloemlah saja memberi kepoetoesannja lagi. Saja haroes meminta izin lebih dahoeloe kepada bapakoe. Bapak telah meminta soepaja perkara itoe seboléh-boléhnja dirahsiakan. Kalau Pemerintah telah mengatakan "baik", bolehlah doenia dan pendoedoeknja mengetahoei hal itoe. Sebetoelnjalah kami haroes berhati-hati mentjari djalan jang akan ditempoeh itoe, tetapi menoeroet pendapatan kami sekarang, bahwa lebih banjaklah kami beroentoeng, apabila hal kami ditjeriterakan kepada orang banjak dari pada kalau dirahsiakan; jaitoe kepada orang banjak seperti jang dimaksoed oléh njonja van Kol itoe, dan kalau dalam hal itoe Pemerintah menolak permintaan kami, tentoelah kami tiada akan roegi.

Dan siapakah jang tiada tahoe, bahwa boekan sedikit diatas doenia ini permintaan jang ditolak orang sadja? Boekanlah jang meragoekan saja karena saja akan mengatakan "ja, baiklah," ataupoen karena saja akan merasa hati djikalau kenang-kenangan hatikoe itoe direntjanakan kepada orang banjak dimoeka boemi ini, sekaii-kali tidak. Perasaan hatikoe sendiri, tiadalah koehitoeng, hanja jang saja pandang ialah tjita-tjita kami itoe sadja!

Dalam soerat itoe telah saja tjoengkil poela soeatoe fasal, jang tentoe tiadalah akan menjenangkan hati bangsa kami, jaïtoe perkara kawin! Barangkali orang boiéh menghinakan saja, tetapi hal itoe sekali-kali tiadalah akan membinasakan saja; jang boléh hanjalah membinasakan maksoed kami itoe. Adakah orang nanti, djikalau saja telah mendjadi goeroe, maoe menjerahkan anak-anaknja oentoek diberi pendidikan, kalau sekiranja telah diketahoei oléh mereka itoe dengan siapa meréka berlawan?

Atau barangkali lebih baiklah kami akan berperang berhadap-hadapan oentoek mentjahari kebenaran..... dan dikatakan kepada meréka itoe sekarang pada pihak mana kami berdiri?Sedjak dari dahoeloe inilah kenang-kenangankoe ja'ni: akan mengeloearkan pikirankoe tentang hal perkawinan itoe; tetapi beloemlah saja lakoekan, sebab saja hendak menoenggoe dahoeloe, sampai saja dapat merampas kebébasankoe. Boeah pikiran kami barangkaii akan diterima orang dengan baik pada pihak bangsa Eropah; dan dalam beberapa hal tentang' pengadjaran dan pendidikan tentoe banjaklah djoega mereka bangsa Djawa, jang soeka akan menerimanja.

Tetapi bagaimanakah boeah pikiran jang saja terangkan pada halaman jang bersama-sama dengan itoe, entah akan diterima orang, ta' tahoelah saja! Kami pestilah maoe menanggoeng segala kesoesahannja. Bagaimanakah pikiran njonja tentang hal itoe? Maoekah toean memberi saja pikiran jang baik? Dengan iboekoe hendak saja perkatakan djoega hal itoe. ⁂ 15 Juli 1902 (VIII). Adikkoe Roekmini tentoe telah memberitakan kepada njonja akan kabar jang baik itoe, boekan?

Bahasa orang toea kami telah memberi kami izin. Jang ta' disangka-sangka sekalipoen sekarang telah mendjadi: Iboekoe tiadalah sadja telah berdamai dengan maksoed dan kenang-kenangan kami, tetapi sekarang iapoen toeroet poela bermimpikan tjita-tjita itoe! Karena kami sekarang menerangkan segala hal itoe kepada iboe, ta' adalah kami berselisih lagi dengan dia. Bahwa sebenarnjalah setelah kami terangkan sekaliannja kepada iboe, maka serasa berdekatlah pertalian kami sekarang dengan iboe jang baik, kekasih kami itoe.

Beloemlah berharga kami rasanja akan mentjioem kaki iboe jang pengasih itoe. Soenggoeh ta' dapatlah saja mengabarkan kepada njonja, bagaimana dan apa iboekoe bagi kami pada waktoe jang soedah jang berpoeloeh-poeloeh tahoen lamanja, dan apa ia bagi kami pada masa ini! Tidak, kami ta' soeka lagi memboeat kenang-kenangan, hanja seboeah dari pada kenang-kenangan kami akan kami simpan dan tjoekoeplah jang satoe itoe sadja. Dan kenang-kenangan jang satoe itoe, soenggoehpoen telah banjak membawakan kami penanggoengan, kesoekaan dan kesoesahan, dapatlah djoega hendaknja dengan itoe kami memboeat apa-apa, meskipoen ta' banjak jang bergoena oentoek bangsa kami, lebih-lebih oentoek keperloean perempoean-perempoean bangsa kami.

Djika sekiranja ta' dapat kami memboeat sedemikian, berharaplah kami kesengsaraan dan peperangan kami itoe dapat hendaknja menarik pemandangan dan pikiran orang banjak oentoek bermatjam-matjam hal jang perloe dioebah. Dan djika sekiranja ta' poela sampai maksoedkoe itoe, ja, apa boleh boeat, tetapi kamipoen selaloelah djoega berniat hendak berboeat baik, dan kami pertjaja soenggoeh, bahwa air mata kami jang sekarang roepanja tjoema-tjoema sadja tertjoetjoer, nanti akan mendjadi bibit tanam-tanaman dan akan menghamboerkan boeah dan boenga kelak, mendjadi obat bagi meréka jang akan datang.

Pesan toean kedoea jang dibawa Annie, menjebabkan hati kami mendjadi bimbang memikirkannja! Benar sekali kata toean kedoea itoe dan kamipoen sebab meminta terima kasih banjak kepada toean. Pesan toean: kalau sekiranja sekalian maksoed kami baik lakoenja dan kami djadi pergi ke negeri Belanda, haroeslah djoega kami pikirkan bagaimanakah hal kami kalau kami poelang kembali nanti? Siapakah jang akan kami dapati di Betawi lagi? Tentoelah ta' ada seorang djoea lagi jang menjoekai maksoed kami itoe!

Sekaliannja tentoelah akan beroebah! Apa 'akal lagi? Sekarang tentoelah kami, dengan tiada berpikir pandjang akan memilih negeri Betawi, soepaja kami dapat berdekatan dengan toean kedoea, itoelah jang amat kami soekaï, tetapi kalau demikian tentoelah adikkoe akan memboeang sekalian kenang-kenangan dan maksoednja itoe, biarpoen hal itoe dilakoekannja dengan sesenang-senang hatinja. Djika sekiranja kami tinggal disini, haroeslah ia beladjar oentoek mendjadi goeroe, tetapi hatinja amat berat beladjar mendjadi goeroe itoe.

Berapa soesahnja poela akan menanggoeng sesoeatoe kerdja seperti mendjadi goeroe itoe, telah kami lihat, apalagi djikalau kita tiada tjinta mengerdjakan kerdja itoe. Roekmini sendiri telah berkata kepadakoe: kemana sadja engkau pergi, sajapoen toeroet bersama-sama, dan djikalau saja ta' dapat kerdja lain-lain dari beladjar oentoek mendjadi goeroe...., biarlah saja beroesaha dengan sedapat-dapatnja, akan menanggoeng kerdja dengan sebaik-baiknja.

Tetapi dalam hal itoe saja amat merasa hati sajang kepadanja dan sajang kepada tjita-tjitanja jang selama ini! Karena mendjadi soeatoe keroegian jang besar. Pikirlah sekolah oeroesan roemah tangga dan rénda-merénda, tentoelah akan menarik hati perempoean-perempoean Djawa. Itoelah tjita-tjita perempoean-perempoean Djawa; anaknja nanti boléh pandai masak-memasak, menggoelai dan rénda-merénda. Nistjaja amat sedikit sadjalah baroe orang jang tadjam pikirannja tentang mengerdjakan kerdja jang sadja ingin itoe dan ta' banjaklah poela diantara meréka itoe jang ada menaroeh perasaan oentoek pendidikan pikiran dan kehormatan hati itoe.

Haroeslah ada barang sesoeatoenja jang akan diperlihatkan dan dapat diperhatikan oléh meréka itoe, ja'ni barang jang dapat dilihat bagoes oléh pemandangan mata dan oléh perasaan hati. Dengan djalan begitoe, baroelah dapat bangsa kami menerima dan memoeliakan maksoed kami itoe. Kami haroes memperhatikan kehendak dan pikiran bangsa kami, sebeloem kami mengerdjakan kerdja jang kami tjintaï itoe Pekerdjaan dalam 'ilmoe memperlihatkan benda-benda itoe dapatlah ditanggoeng oléh adikkoe dan iapoen soeka benar mengerdjakannja.

Dan kamipoen soeka poela akan mengadjarkan 'ilmoe oeroesan roemah tangga, karena 'ilmoe itoe dalam perasaan hati kami bergoena benar bagi bangsa Djawa, oempamanja: 'Ilmoe menghitoeng dan mengeloearkan belandja dan memboeat poringatan, 'ilmoe keséhatan toeboeh, 'ilmoe memaloet loeka dsb. Sajang benar kami ta' dapat bertjakap-tjakap memperkatakan sekalian hal itoe dengan toean. Tentoelah banjak lagi kehendak kami jang patoet ditjoréng dalam daftar tjita-tjita kami itoe.

Hal itoe perloe dan haroes diperboeat. Kami ta' sombong soeka mengatakan, bahwa boeah pikiran kami itoelah pikiran jang sebaik-baiknja oentoek bangsa kami. Soeka benar kami hendak mendengar pertimbangan dari pada orang, jang lebih toea dari pada kami, lagi telah banjak perasaian dan penanggoengan, soepaja dapat kami nanti memperhatikan dan memilih pikiran mana jang baik. O, betapa baiknja kalau kami ada berdekatan dengan toean kedoea, apalagi sekarang karena kami telah diizinkan oléh orang toea kami boléh mengerdjakan kerdja jang kami tjintaï itoe.

Karena izin itoe seperti terhindarlah bagi kami seboeah batoe besar jang merintangi kami didjalan. Dan alangan jang kedoea lagi ialah: perkara oeang dan perkara jang lain! Marilah saja kabarkan kepada toean apa poela, jang membesarkan hati kami lain dari pada jang telah kami tjeriterakan itoe. Baroe-baroe ini saja mendapat soerat dari pada njonja van Kol. Soerat itoe isinja perloe dan pandjang serta menjoekakan hati kami benar. Didalam soerat itoe dikabarkannja betapa soe­ka hatinja tentang maksoed kami itoe, dan diperkatakannjalah poela keperloean maksoed itoe.

Ia sekali-kali ta' soeka mengabarkan apa-apa jang mendjadi kesenangan dalam hidoep jang akan kami tempoeh, demikianpoen tinggal dinegeri Belanda: "Tiadalah dapat toean akan melenjapkan diri dari pada kesoesahan dan doeri-doeri jang akan menimpa toean, tetapi poela ta' adalah seorang djoega boléh sampai maksoednja, kalau tiada menanggoeng kesoesahan dan kesakitan, Sekalian hal itoe bergoena bagi manoesia, soepaja ia mendjadi koeat dan pertjaja kepada Toehan dan kepada dirinja sendiri."

Begitoelah katanja dalam soeratnja kepadakoe. Njonja van Kol menolong kami lebih dari pada nasihat jang telah diberikannja itoe; ia telah memberikan kepada kami barang sesoeatoe jang datang dari hatinja sendiri dan jang hidoep bersama-sama dengan njawanja......... Tentoe sadja hingga ini keatas kami wadjib berhati-hati, te­tapi menoeroet pendapatan kami sekarang, kerdja jang dirahsiakan itoe, ta' adalah memberi faédah, melainkan boléhlah hal itoe membawa kami keloerah jang dalam; dan mengabarkan kepada orang banjak membawa kami lebih lekas sampai ketempat jang dimaksoed.

Saja mengerti poela apa sebabnja bapak menjoeroeh merahsiakan hal itoe dahoeloe, ialah karena ta senang' hatinja, kalau-kalau Pemerintah menolak permintaan itoe, dan kalau demikian tentoelah orang banjak akan mentertawakan kami. Sebab itoelah saja disoeroeh bapak meminta kepada toean, soepaja jang moelia tiada akan mengabarkan hal itoe dahoeloe kepada orang, atau memasoekkan kedalam soerat kabar, dan dalam hal itoe soedi menolong bapak, soepaja ia dalam sehari doea ini boléh datang akan memohonkan permintaan itoe.

Djikalau sekiranja perkara oeang itoe telah selesai, baroelah sekalian orang boléh mengetahoei kemaoean dan maksoed kami itoe. Kami sengadja benar berlakoe sedemikian, karena kami hendak mendjaoehkan diri kami dari pada meréka, jang koerang pikiran dan tiada berboedi itoe. Tjatjat jang pertama dan sindiran meréka itoe, jang datangnja seperti angin topan, telahkami rasaïlah. ⁂ 18 Juli 1902 (II). O, boenda! kami ta' tjakap mentjeriterakan perasaan hati kami itoe dengan sempoernanja.

Sekaliannja roepanja telah kaboer, telah mendjadi pembitjaraan anak ketjil, perasaan hati kami amat kaja dan amat berkoeasa rasanja! Ja rabbi, saja mengoetjap terima kasih, begitoelah kata hatikoe, begitoelah toetoer dimoeloetkoe dan begitoelah poela boenji pénakoe, serasa dioedara atau disoergalah saja sekarang, ditempat Toehan jang esa berdiam diri, dan kepadanjalah saja mengoetjap sjoekoer itoe! O, boenda! kasihilah kami selaloe dengan kasih jang sedjadidjadinja.

Kasihmoe itoe amat bergoena oentoek kami, karena djalan jang akan kami tempoeh sangatlah soekarnja! ⁂ 21 Juli 1902 (VII). Dalam hidoep didoenia ini adalah kedapatan sa'at-sa'at jang amat bagoes benar. Kita rasanja tidaklah berpidjak diboemi ini, hanja hidoep kita terasa dihati, kita seperti terbang diawang-awangan, karena kegirangan dan soekatjita, apalagi kalau kita memperoléh keperloean kita jang sangat kita tjintaï dan kita moeliakan!

Sa'at jang demikian soedahlah kami peroléh, ja ni ketika kami membatja soerat toean dengan hati jang girang bertjampoer rindoe. Dari soerat itoe beremboes rasanja oedara jang amat sedjoek dengan bersih dan sedapnja, jang asalnja dari langit pikiran jang amat tinggi dan moelia, mentjoetji dan mengoeatkan hati kami! Bagaimanalah dajakoe mengabarkan kepada njonja pera­saan hatikoe jang girang bertjampoer rindoe itoe, ketika kami membatja kata-kata emas jang terseboet dalam soerat toean itoe.

Sesoenggoehnja itoelah soeatoe rahmat jang datang dari langit, kata kami! Sesoenggoehnjalah njonja telah menolong kami lebih berharga dari pada nasihat jang toean berikan itoe. Njonja telah memberikan kepada kami barang sesoeatoe jang moelia, lagi keloear dari hati toean sendiri dan hidoep bersama-sama dengan njawa toean. Telah djaoeh dan telah lama kami mentjaharinja, tetapi tiadalah kami ketahoei bahwa tempatnja sedekat itoe, disisi kami: ia ada ditoeboeh kami!

Allah atau "God" kata orang Belanda, tidaklah lagi soeatoe kata jang kosong kepada kami sekarang. Kata itoe jang atjap kali dipakai orang dengan moedahnja sadja, kami seka­rang mendjadi soeatoe boenji jang soetji dan moelia. Terima kasih dan sjoekoer kami kepada njonja, sebab toean telah memboekakan dimata kami benda jang amat moelia dan telah kami tjari-tjari sekian lamanja! Ta' dapat saja mengatakan betapa senangnja dan damainja hati kami sekarang dan betapa riang dan sjoekoer hati kami; hati kami ta' takoet dan ta' gentar lagi.

Pada perasaan kami sekarang kami telah selamat dan sedjahtera. Dalam perasaan kami adalah selaloe seseorang jang mendjaga kami, seseorang disisi kami. Ia poela jang akan menghiboerkan hati, ialah jang akan memberi kami pertolongan dan kepadanjalah tempat kami bergantoeng dalam hidoep kami jang akan datang, sekalian itoe terasalah oléh kami. Benarlah kata njonja itoe, bahwa kepada Toehan ta' adalah kerdja seseorang jang terlampau berat.

Ialah poela jang memberi kita kekoeatan oentoek kerdja kita jang disoeroehkannja. Jang kami sekarang telah mendapat toean kedoea ini, itoelah soeatoe rahmat Toehan kepada kami. Toehan jang mahakoeasa telah mengirim toean kedoea, meréka jang telah mendjadi pahlawan dari kemaoean hatinja jang moelia dan dari pesoeroeh Toehan bernama kasih dan tjinta kepada kami, laskar jang masih moeda lagi beloem berpengetahoean, soepaja toean kedoea akan menolong kami, akan membimbing kami, meréka jang beloem koeat berdjalan didjalan jang soekar ditempoeh.

Sjoekoerlah, ja goestikoe atas pemberiaanmoe itoe! Sebab itoelah maka kata-kata de Genestet, dalam sjairnja "Terugblik" amat kami moeliakan dan bagoes pada pemandangan kami, Waktoe itoe perasaan kami, bahwa hati kami ada kelaparan apa-apa, kami tjari tetapi kami ta' tahoe apa jang' kami tjari itoe.... Sekarang soenggoehlah kami telah mendapat berkat dari pada Toehan, dan hidoep kami sekarang dalam pemandangan kami lebih bagoes, oesaha kami lebih baik dan badan kami sendiripoen lebih senang dan koeat rasanja........

Ta dapat kami meloepakan toean, semendjak kami telah mendengar soeara toean berkata-kata dengan kami. Selaloe mendengoenglah ditelingakoe kata-kata njonja seperti boenji soeara jang keramat mengatakan: "Tidaklah lagi hidoep oentoek dirinja sendiri, melainkan hidoep dengan roeh didalam toeboehnja."

Saja sangat berharap soepaja kekoeasaan perkataan itoe ada padakoe, biarpoen barang sesa'at sadja akan mengabarkan kepada toean perasaan hatikoe dengan seloeroes-loeroesnja dan sesoetji-soetjinja, seperti jang tergambar dalam hatikoe! Sajang, ta' adalah kekoeasaan itoe bagikoe, sebab itoe lebih baik saja berdiamkan diri! Terkenanglah oléh kami akan perkataan toean itoe, ketika kami mengoelang membatja soerat njonja jang meminta akan memasoekkan karangankoe kedalam soerat kabar, laloe bertanjalah kami kepada diri sendiri: "Bagaimanakah kesoedahannja kalau hal itoe djadi diperboeat demikian?"

Oléh karena perkataan jang ramah dalam soerat kabar "Oost en Weest" itoe, tentoelah kami akan diterima oléh sahabat-sahabat kami bangsa Eropah dengan baik, tetapi bagaimanakah kalau isi soeratkoe itoe akan dibatja oléh bangsakoe sendiri? Boléh djadi permintaan kami tentang pengadjaran dan pendidikan itoe akan dite­rima meréka itoe dengan besar hati, tetapi kebesaran hati itoe akan hilanglah oléh kemarahan jang timboel dalam hati meréka itoe, kalau membatja boeah pikirankoe tentang perkara kawin, dan jang pertama-tama sekali jang akan marah kepada kami ialah orang laki-laki.

Saja ta' maoe menarik boeah pikirankoe itoe kembali, biar barang sepatah kata djoeapoen. Jang sebenarnja banjak lagi jang hendak koetjeriterakan tentang hal keadaan itoe, dan itoelah maksoedkoe sedjak dahoeloe hendak mengeloearkan soeara tentang hal itoe dengan sekeras-kerasnja akan mengabarkan kepada orang banjak, karena itoelah menoeroet pikirankoe soeatoe djalan jang sebaik-baiknja, patoet ditempoeh, dan akan memperbaiki segala hal jang tiada dimakan benang sikoe-sikoe.

Tetapi lebih dahoeloe saja hendak menantikan waktoenja, soepaja perdiriankoe tegoeh dan loeroes diatas djalan jang koepilih itoe, jaïtoe djikalau sekiranja saja telah memperoléh kebébasan dan kemerdékaan. Tetapi sekarang lebih baik berperang berhadap-hadapan, dan sedjak dari bermoela sampai sesoedah-soedahnja diterangkan kepada bangsa Boemipoetera sekalian boeah pikiran jang tersimpan dalam hati kami. Siapa jang melémparkan raga, kata orang Belanda, mestilah menjamboet raga itoe kembali.

Sebab itoelah saja berharap, djika njonja hendak memasoekkan djoega karangankoe itoe kedalam soerat kabar, baiklah njonja sabar dahoeloe barang beberapa lamanja. Sepatah katapoen saja ta' maoe menarik kembali apa jang telah saja katakan tentang keganasan laki-laki Djawa itoe, jang telah mendjeroemoeskan perempoean-perempoean dan anak-anak bangsa kami kedalam loerah-loerah kesengsaraan, tetapi perloenja saja minta njonja sabar sedikit, ialah karena saja hendak mengoekoehkan dirikoe lagi dengan beberapa hal jang lain, kalau-kalau kelak saja diserang orang, sehingga boléh meroesakkan kebenaran.

Didalam karangan itoe saja katakan bahwa makin lama makin banjak iboe bapak anak-anak Boemipoetera mengehendaki pendidikan jang bébas oentoek anak-anaknja perempoean. Sekalian itoe boléh dipersaksikan dengan mata sendiri, bila dilihat betapa banjaknja anak perempoean dalam sekolah Goebernemén dan dalam sekolah partikoelir. Apa jang saja toeliskan diatas ini soedahlah kedjadian dengan sebenar-benarnja; kita sekali­an telah mengetahoeinja, baik dilihat sendiri atau didengar dari sahabat kenalan kita dan orang lain, tetapi kami sendiri beloem mendapat keterangan jang njata.

Bilangan jang menjatakan berapa banjaknja anak perempoean jang telah bersekolah amat perloe sekarang kami ketahoei. Sesoedah itoe saja hendak mentjeriterakan dalam karangan itoe tentang sekolah Belanda oentoek anak-anak perempoean bangsawan di Manondjaja (Priangan). Kabar jang membesarkan hati itoe saja batja dalam soerat kabar "de Echo", tetapi waktoe ini saja ta' dapat mentjari nomor soerat kabar itoe lagi; nomor jang berisi kabar jang mentjeriterakan, bahwa sekolah Belanda oentoek anak-anak perempoean bangsawan itoe mendapat wang bantoean dari Pemerintah adalah saja simpan.

Maksoedkoe maoe bertanjakan hal itoe lebih djaoeh. Baikkah maksoed itoe pada pikiran njonja? Saja telah mengizinkan sekarang, njonja akan menjiarkan karangankoe itoe dalam soerat kabar, tetapi bertoenggoelah njonja dahoeloe beberapa hari lagi akan melangsoengkannja, sampai njonja mendapat kabar dari padakoe. Tetapi pada badankoe sendiri tiadalah akan saja indahkan, djikalau orang menjerang saja, karena saja berani memperkatakan 'adat jang seboesoek itoe, jang menjoeroehkan laki-laki bersenang-senang menoeroet sekehendak hatinja dengan hidoep soerga, pada hal dalam itoe perempoean-perempoean bersengsara dan teraniaja seperti sekarang ini.

Saja telah sedia menanti serangan meréka itoe, menoeroet pikirankoe mestilah meréka itoe akan membéla dïrinja dan menjerang saja. Saja hanjalah wadjib mendjaga dengan hati-hati kebenaran jang saja pertahankan, soepaja seorangpoen ta' dapatlah akan membinasakannja, boekan? Kemarahan dan sindiran meréka itoe jang pertama-tama sekali telah toeroenlah seperti hoedjan lebat menggoda kami, disebabkan oléh karangan toean Stoll dalam soerat kabar "Locomotief".

Tetapi kami tiada mengindahkan hal itoe. Kami selaloe beroesaha soenggoeh-soenggoeh akan mendjaoehkan diri kami dari sekalian hal, jang terpandang hina dan rendah seperti jang telah dibiasakan oléh meréka itoe jang kekoerangan pikiran dan kekoerangan tertib-sopan. Sindiran dan kiasan orang itoe tiadalah kami atjoehkan benar, tetapi jang meroesakkan hati kami betoel, ialah oléh karena kami ini selaloe setia kepada tjita-tjita kami, itoelah poela jang amat meroesakkan dan menggoda hati orang toea kami!

Tetapi hal itoe dari dahoeloe sampai sekarang ta' dapat kami oebah. Hal orang toea itoe moedah poela dapat dipikirkan, ja'ni amat soesah dan sedihlah hatinja akan mengalangi anak-anaknja, kekasihnja jang teroetama dalam doenia ini, akan hidoep dengan maksoed jang sebagoes itoe, meskipoen banjak kesoesahannja, tetapi soedahlah demikian nasib meréka, toekang menebas djalan, dalam perkara apa djoegapoen dari dahoeloe sampai sekarang.

Soekoer, soekoerlah sekarang meréka itoe dengan réla hati telah memberi kami izin, soepaja kami boléh hidoep dan beroesaha menjampaikan tjita-tjita kami itoe. Boekan boeatan besarnja terima kasih kami dalam hal itoe! Amat soesah hati meréka itoe memberi kami izin dan sekian poela soesahnja kami memintanja. Dalam waktoe jang telah laloe amat banjak penanggoengan kami: pikiran selaloe berkatjau, hati soesah dan piloe, kerdja banjak moebazir dan harapan atjap kali poetoes.

Itoelah sebabnja maka kami sangat sjoekoer dan terima kasih atas keizinan orang toea kami itoe. Apalagi meréka itoe telah memberi berkat atas maksoed kami dan berkat itoelah jang mendjadi kawan kami poela, kemana kami pergi akan bekerdja oentoek mentjari kebaikan. Betapalah soesah hati kami, bila sekiranja kami pergi itoe tidak dengan berkat orang toea kami, tentoelah hal jang demikian akan menghinakan dan menjoesahkan hidoep kami; kami soenggoeh-soenggoeh sajang dan kasih kepada orang toea kami itoe dan dalam hal itoe kamipoen wadjib poela menempoeh djalan jang kami kehendaki itoe, dan ta' dapatlah kami akan dengar soeara jang keras, keloear dari hati menjoeroeh kami berperang dan bekerdja oentoek kebaikan zaman jang akan datang!

Saja rasanja masih mendengar iboekoe berkata: "Wahai anak-anakkoe, saja pertjaja bahwa itoelah nasib toean kedoea. Toehanlah jang menjoeroeh engkau kedoea hidoep sedemikian."

Soearanja itoe sebagai soeara orang jang menjerahkan diri dan beriba hati, perkataannja itoe akan tinggal selaloe dalam hati kami, akan menolong dan menghiboerkan kami ditengah djalan jang akan kami tempoeh. Dan hal bapak lagi! Iba hatikoe boekan boeatan melihatnja bersoesah hati dan sajapoen toeroetlah poela berdoekajita. "O, bapakkoe", kata hatikoe, "ampoenilah saja ini, ampoenilah anak toean ini, ia terpaksa berboeat demikian."

Peperangan itoelah jang sehébat-hébatnja lagi telah kami tanggoengkan. Betapa sjoekoer kami sekarang, tentoelah njonja dapat memikirkannja, apalagi karena keizinan itoe tiadalah mempertjeraikan kami dengan orang toea kami, melainkan ialah menambah koekoeh dan erat pertalian antara bapak dengan anaknja kedoea belah pihak. Itoelah rahmat Toehan! Kami sekarang masih berdiri dimoeka pintoe hidoep kami, tetapi menoeroet perasaan kami, sekalian hidoep didoenia ini seperti telah habislah kami djalani, jaïtoe jang penoeh dengan perasaan sedih dan peperangan jang hébat dalam hati kami.

Banjaklah kitab boléh dipenoehi bila kami maoe mentjeriterakan sekalian itoe kepada njonja, tetapi lambat lekasnja tentoelah toean akan mengetahoeinja djoega, biarpoen dengan soerat ataupoen dengan moeloet, djikalau kita kelak dapat bertemoe. Sebagai seorang sahabat, sahabat kami jang sesoenggoehnja lahir dan batin, tentoelah toean berhak mengetahoei hal hidoep kami sekalian dengan setjoekoep-tjoekoepnja. Sekalian itoe akan toean ketahoei nanti.

Apabila saja sekarang mengingat waktoe jang telah laloe, maka tampaklah oléhkoe sekalian perboeatan dan pertolongan Allah atas dirikoe, dan sajapoen mengoetjap sjoekoer, lebih-lebih saja memikirkan segala kesoesahan dalam sa'at jang telah laloe itoe, sesoenggoehnjalah Toehan tiada meloepakan dan meninggalkan hambanja. Siapakah jang mengirimkan sahabat-sahabat itoe kepada kami waktoe dalam kesoesahan, sedang dilamoen ombak sengsara, hampir-hampir poetoes asa?

Siapakah jang membawakan orang-orang asing jang tinggal sedjaoeh itoe ketempat jang soenji ini, soepaja meréka boléh memberi kekoeatan dan harapan kembali dalam hati jang berpoetoes asa ini? Pertemoean itoe boekanlah pertemoean tiba-tiba, melainkan itoelah soeatoe perintah Toehan kita! Toehan Allah, Toehan seroe sekalian 'alamlah jang mengirim meréka itoe kemari, soepaja boléh memberi kami, anak-anak moeda, jang sedang pajah berperang dengan tjita-tjitanja, kekoeatan dan keberanian jang baroe.

Pertemóean itoelah jang menjebabkan hati kami mendjadi beroebah. Dahoeloe hati kami masih bimbang, tetapi sekarang telah tetaplah hati kami hendak mentjapai tjita-tjita kami itoe, meskipoen berapa djoega soesahnja. Dahoeloe perasaan kami tentang hal itoe diawang-awangan sadja, tetapi sekarang semoeanja telah terang dan moedah tampaknja. Toehan Allah sadjalah jang tahoe akan rahsia doenia ini. Sekalian jang ada diboemi ini, semoeanja didalam tangannja dan dalam perintahnja.

Ialah jang mempertemoekan djalan-djalan jang djaoeh-djaoeh letaknja akan mendjadi djalan jang baroe. Demikian halnja Allah telah mempersatoekan djalan sahabat kami itoe dengan djalan kami, soepaja hati dan njawa kami boleh mendjadi koeat, karena bertemoe dan bersekoetoe dengan hati dan njawa meréka jang koeat itoe, sehingga dapatlah kami memboeat djalan jang baroe oentoek kemanoesiaan jang ada dibelakang kami. Dahoeloe kami ta' kenal seorang dengan jang lain, dan ta tahoe kami siapa meréka itoe.

Sekarang sekonjong-konjong berdirilah kami berhadap-hadapan dan tjinta-kasih-sajang sebelah-menjebelah bekerdjalah sekoeat-koeatnja memperhoeboengkan tali persahabatan kami. Hanjalah beberapa djam sadja kami doedoek bersama-sama dan ketika kami bertjerai, baroelah tahoe kami bahwa kami akan bersahabat selama hidoep. Hal jang 'adjaib itoe telah moelaïlah bekerdja dan teroeslah bekerdja memperlihatkan kebesarannja! Seboelan lamanja sesoedah pertemóean kami itoe terdjadilah soeatoe hal jang ta' pernah kami pikirkan dan ta' pernah poela kami mimpikan.

Njonja tahoe bahwa berdjalan keloear roemah tiadalah di'adatkan oléh anak-anak gadis bangsa Djawa, melainkan meréka itoe haroes tinggal diroemah, doedoek bersemboenji dibalik dinding sampai seseorang laki-laki jang tiada dikenalnja, ja'ni soeami jang diberikan Toehan kepadanja meminta si anak gadis itoe serta membawanja poelang keroemahnja. Beloemlah lama lagi kami mengetahoei doenia ini dan kebébasan, tetapi sekarang kami telah toeroetlah terbang dengan mereka itoe pergi menempoeh djalan-djalan jang berpagar besi itoe.

Jang ta' pernah kami kenang-kenangkan sekarang telah terdjadi. Kami telah menoempang di Betawi diroemah sahabat-sahabat baharoe kami. "Ta' oebahnjalah saja ketika itoe seperti mengaroengi sekalian jang saja tjahari, dan toean kedoealah poela haroes saja temoei. Dan betapalah besarnja hatikoe ketika saja telah bertemoe dengan toean."

Kami lahir kedoenia maksoednja, soepaja kami boléh bertemoe dimoeka boemi ini dan soepaja meréka itoe boléh menoendjoeki kami dengan sebaik-baiknja oentoek hidoep kami jang akan datang. Sebeloem meréka itoe datang kamipoen telah melajang-lajang, tetapi ketika itoe sekeliling kami masih gelap goelita. Dengan tiada disangka-sangka datanglah meréka itoe memberi kami haloean jang tetap dalam penerbangan kami jang melajang-lajang ta' bertoedjoean itoe.

Kesanalah toedjoean kami, djalan itoelah jang akan membawa kami ketempat tjita-tjita kami! Saja berharap didalam soerat jang akan datang, saja akan mentjeriterakan tentang agama dengan seterang-terangnja. Senang hati kami karena njonja maoe memperkatakan hal itoe dengan kami, karena dengan njonja boléhlah kami memperkatakannja dengan sebébas-bébasnja. Marilah saja katakan dahoeloe kepada njonja akan menjenangkan hati toean: pertjajalah toean bahwa kami akan tinggal selaloe menoeroet agama kami.

Besar harapan kami moga-moga dapatlah kami membagoeskan maksoed roekoen-roekoen agama kami pada pemandangan meréka jang beragama lain. Selaloe kami mengetahoei dan ma'loem, bahwa pada "batinnja" oedjoed segala agama ja'ni: "kebaikan". Segala agama maksoednja baik dan bagoes, tetapi ó, manoesia! "apakah jang telah kamoe perboeat dengan agama itoe?"

Agama maksoednja rahmat, akan mempertalikan sekalian machloek diboemi ini, poetih dan hitam, tiada memandang pangkat, kepertjajaan laki-laki atau perempoean. Sekaliannja anak tjoetjoe nabi Adam dan hamba Toehan jang esa! Ta' ada Toehan jang lain, melainkan Allah, kata kami orang Islam, dan demikian poela kata sekalian meréka jang ber Toehan jang esa. Allah itoelah Toehan jang mendjadikan boemi dan langit. Karena sekalian machloek. asalnja dari nabi Adam, boléh dikatakan sebagai bersaudara segala laki-laki dan perempoean dan haroeslah hendaknja berkasih-kasihan, tolong-menolong dan bantoe-membantoe seorang dengan jang lain.

Bahwa sesoenggoehnja tolong-menolong dan bantoe-membantoe dan berkasih-kasihan itoelah jang teroetama mendjadi sendi sekalian agama. Ja, ja, djikalau sekiranja sekalian orang mengetahoei dan melakoekan jang demikian itoe, tentoelah agama itoe memperoléh seperti oedjoednja jang asli, ja'ni: rahmat bagi kemanoesiaan diatas doenia! Itoelah jang memanaskan hati kepada agama, karena meréka jang mempoenjaï sesoeatoe agama mentjela, menghinakan dan terkadang-kadang memerangi meréka jang beragama lain.

Hingga itoelah dahoeloe perkara agama itoe. Sajang!...... Diantara bahasa-bahasa tanah Eropah, bahasa Belanda sadjalah jang pandai kami membatjanja. Iba hati kami memikirkan hal itoe. Soeka benar kami hendak mempeladjari bahasa-bahasa Eropah jang lain. Kenang-kenangan kami jang besar sekali hendak bersoeka raja membatja kitab-kitab jang bagoes, karangan bangsa-bangsa asing itoe dalam bahasanja sendiri. Tetapi ta' adalah orang tempat kami akan mempeladjarinja disini.

Sekarang maksoed kami hendak memoelaï beladjar bahasa Perantjis, karena oentoenglah ada di­ sini sekarang seorang goeroe perempoean, sahabat kami jang soeka menolong kami mengadjarkannja. Ia dahoeloe toeroet poela berkenalan dengan soeami njonja. Adakah kitab-kitab jang toean katakan dahoeloe, karangan toean Lessing dan tjeritera pendéta Ramabai, diterdjemahkan orang dalam bahasa Belanda? Telah atjap kali kami mendengar kabar, bahwa pendéta Ramabai itoe ialah seorang perempoean Hindia jang berani.

Ketika saja masih dalam sekolah, disanalah saja moela-moela mendengar namanja. Masih teringat oléhkoe sekalian tjeriteranja itoe. Saja ketika itoe masih ketjil, ber'oemoer kira-kira 10 atau 11 tahoen. Tiadalah terkira-kira besar hatikoe ketika mendengar tjeriteranja didalam soerat kabar. Gementar badankoe karena kegirangan. Roepanja tiadalah perempoean bangsa koelit poetih sadja jang dapat hidoep merdeka dan membébaskan dirinja! Poen......

perempoean bangsa koelit hitam, dapat poela membébaskan diri, hidoep merdéka. Beberapa hari lamanja kenang-kenangankoe kepadanja dan ta' pernahlah saja dapat meloepakannja. Lihatlah tjontoh jang baik memberanikan hati itoe, soenggoeh dapat menggerakkan hati jang lain; demikianlah kekoeasaannja atas dirikoe! Sekarang saja djawab tentang permintaan njonja jang moelia itoe, meminta kami bekerdja bersama-sama oentoek perbendaharaan kitab-kitab pembatjaan anak-anak.

Dengan segala soeka hati saja mengatakan, baiklah. Adikkoe dan saja amat bergirang hati karena beroentoeng boléh bekerdja bersama-sama dengan njonja, artinja dapatlah kami membesarkan hati toean; kami berharap soenggoeh dapatlah hendaknja kami mengerdjakan pekerdjaan itoe, dan djikalau ta' ada aral jang melintangi kami, kami bermaksoed pada achir tahoen ini akan mengirimkan kepada toean tanda mata kami sedikit oentoek kerdja njonja jang bagoes itoe.

Alangkah bagoesnja keadaan itoe, karena telah ada dalam perasaan hati kami jang njonja akan memintanja kepada kami. Sepekan sebeloem kami menerima soerat njonja itoe kami doedoek diloear roemah didalam keboen, dan ketika itoe malamnja amat bagoes dïterangi oléh boelan. Toean tahoe bahasa anak-anak Djawa biasanja pada boelan terang bermain-main dan bernjanji diloear roemah. Dimoeka kami adalah bermain-main sekawan anak-anak ketjil.

Ketika itoe terkenanglah oléh kami, betapa hal kami pada waktoe kami masih ketjil seperti itoe. Disanalah timboel pikirankoe hendak mengarangkan waktoe jang beroentoeng itoe. Laloe saja ambil kertas dan pinsil dan saja toeliskanlah sedang boelan memantjarkan tjahajanja itoe sekalian permainan dan lagoe njanjian anak-anak, jang keloear dari moeloetnja itoe. Alangkah sekonjong-konjong keadaan itoe, boekan? Tiada berapa lamanja kemoedian dapatlah saja sepoetjoek soerat dari pada toean dengan permintaan jang terseboet itoe.

Sekarang saja dan adik-adikkoe meminta banjak terima kasih atas kitab-kitab jang njonja kirimkan oentoek kami itoe. Tahoekah toean apa jang kami katakan setelah membatja kitab-kitab itoe? Kitab-kitab itoe betoel kitab-kitab oentoek anak-anak, tetapi orang toea-toea boléh djoega dan patoet sekali membatjanja, karena banjaklah pengadjaran jang dapat dipetik oléh meréka itoe didalamnja. Pandjanglah karangankoe nanti bila saja katakan pikirankoe tentang kitab itoe seboeah-seboeah, tetapi pertjajalah njonja, bahwa djaranglah kami membatja kitab-kitab dengan berhati girang, seperti membatja kitab jang toean kirimkan itoe.

Tiadalah sadja kitab-kitab itoe kami batja oentoek pembesarkan hati seketika lamanja, dan sesoedah itoe meloepakannja, tetapi sekalian jang terseboet dalamnja kami toeliskan dalam hati dan tiadalah lagi dapat kami loepakan. Betapa besar hati kami mendengar njonja ada mempoenjaï boeah pikiran jang sebanjak itoe. Kami banjak meminta terima kasih akan kebaikan njonja itoe. Tentoelah banjak didalamnja jang dapat dipetik, lagi boléh didjadikan pengadjaran.

"Perbintjangan jang perloe tentang perkara jang penting-penting" dalam kitab itoe, kami pandang sebagai djadi hoeboengan isi soerat njonja jang achir kepada kami. Kami kedoeanja sebagai mendapat idjazah rasanja! O, banjak kami meminta terima kasih kepada njonja atas sekalian pemberian njonja jang kami misalkan seperti intan mestika itoe. Djikalau sekiranja toean dapat melihat ketika saja menoelis soerat ini, tentoelah toean dapat menjaksikan sendiri, bahwa matakoe lebih banjak lagi mengoetjapkan sjoekoer dari pada péna dan moeloetkoe, dan lebih njata lagi mengatakan apa jang terasa didalam hati ketjilkoe tentang toean.

Karangan njonja jang bernama "Boeah tangan poelang moesafar", boekan boeatan bagoesnja, dan dengan itoelah dapat toean menambatkan hati bangsa Djawa kehati toean dengan koekoehnja. Karangan itoe seperti seboeah manikamlah dimata kami. Ta' dapatlah lagi saja mengatakan telah berapa kali saja soedah merasaï kelazatan karangan toean itoe, selaloe membesarkan hatikoe. Kalau sekiranja saja mendjadi bapak toea itoe, tentoelah saja akan berboeat demikian djoega, karena sangat kasih sajangnja akan anak jang ditjintanja itoe, dapatlah njonja mengambil hati si toea itoe.

Seperti tampak oléh matakoe sekarang bahasa si bapak dengan anaknja jang bagoes itoe dalam pangkoeannja, dan tampaklah poela oléhkoe seorang njonja Eropah, jang tiada maloe dan enggan mengambil si anak itoe dalam ribaannja, memeloek dan mentjioemnja, setelah itoe berdjabat tangan lagi dengan seorang désa jang bodoh serta soedi minoem diroemahnja dengan tjangkir jang seboeroek itoe! Boekan boeatan senang rasa hatinja dan soekanja melihat kelakoean jang demikian!

Orang Djawa mémang adalah mempoenjaï soeatoe perasaan jang amat tadjam atas hati jang peramah dan penjajang, apalagi kalau sekalian itoe datangnja dan pada bangsa koelit poetih, bangsa jang tinggi kedoedoekannja dalam pemandangan meréka itoe. Ah, betapakah baiknja kalau sekiranja sekalian bangsa koelit poetih mengetahoei, betapa moedahnja meréka boléh menarik hati saudara-saudaranja bangsa koelit hitam itoe. Berilah meréka itoe kasih dan sajang, tentoelah toean-toean akan ditjintai dan dikasihinja poela.

Mengeloearkan kata jang ta' berapa soesahnja bagi toean, lihatlah betapa hasilnja. Karangan toean: "Apakah jang akan dibatja anak-anak?"

telah saja batja dalam soerat kabar "de Gids" pada doea tahoen jang telah laloe. Ketika itoe saja telah menjoekaï djoega membatja boeah-boeah pikiran dalam hal itoe. Pasal itoe beloemlah sekali djoega diindahkan oléh bangsa Boemipoetera, beloem pernah sedikitpoen meréka mengerdjakan apa-apa oentoek pembatjaan anak-anak itoe. O, berapalah beroentoengnja kami, hidoep pada waktoe ini dimana-mana sadja banjaklah kerdja jang patoet diperboeat!

Sebentar sadja dioendjoekkan tangan telah dapatlah kami kerdja jang baik dan berharga! Keadaan itoe amat membesarkan hati kami! Apabilakah gerangan waktoenja akan datang, bangsa kami akan terbangoen dari pada tidoernja dan pergi bekerdja mengerdjakan kerdja, jang telah beroenggoen-oenggoen banjaknja disana-sini, jang sekarang sedang menantikan tangan-tangan jang ringan! Adakah hidoep djoega kami kalau waktoe itoe datang? O, tidak, djanganlah kami berkehendak sebanjak itoe.

Biarlah kami mengoetjap sjoekoer, djikalau sekiranja dapatlah kami menebas djalan akan pergi kesana. Dan bilakah waktoenja jang kita sebenar-benarnja akan berhadap-hadapan, dan akan berdjabat tangan akan meminta terima kasih kepada toean atas sekalian jang bagoes dan moelia, jang telah toean berikan kepada kami itoe dan jang akan kami terima lagi? Sabarlah!............. ! harapan dan keberanian kami masih banjak. Selaloelah kami mengoetjap sjoekoer, karena kami telah mendapat toean, dan sekali-kali tiadalah kami akan melepaskan toean lagi, o, tidak!

Boekankah sekarang njonja telah soeka mendjadi sahabat kami, selaloe akan memberi kami nasihat, dan akan mendjadi penoendjoek djalan kepada kami selama-lamanja? Toean djawablah: soeka; karena itoe boekanlah oentoek seorang doea sadja, tetapi oentoek bangsa kami sekalian, teroetama oentoek sekalian perempoean Djawa! Tentoelah kami akan beriba hati, kalau sekiranja waktoe itoe telah datang, ja'ni waktoe kami akan memberi selamat tinggal kepada sekalian meréka jang telah bertjampoer-gaoel dengan kami dan toeroet bersama-sama bersoeka raja dan berbahagia dalam hidoep kami.

Tetapi maoelah kami berangkat, setelah mendapat rahmat dari pada orang toea, kekasih kami. Rahmat itoelah jang akan menerangkan haloean kami jang gelap goelita, jang akan mendinginkan hari jang panas dan jang akan melemah-lemboetkan angin jang keras! Soeatoe kehéranan besar, jang ta' pernah masoek kedalam pikiran kami dan beloemlah poela pernah kami mimpikan, tetapi sekarang betoel-betoel telah terdjadi: Iboe kami, jang lain pendidikannja dari pada kami, dan tiada sekali-kali sesoeai dengan pendidikan kami, sekarang telah menoeroet kemaoean kami dan merasa seperti kami djoega, kehendaknja dan mimpinja betoel seperti kami poela.

Itoelah soeatoe rahmat dari pada jang mahatinggi dan jang mahakoeasa, jang datangnja dari Toehan raboe'l'alamin! Sebenarnjalah djoega kami lebih dahoeloe telah berdjalan didjalan jang pandjang dan berdoeri, tetapi lihatlah sekarang, bahwa kamipoen telah sampailah djoega kepintoe hati iboe kami itoe, dan sehingga dapatlah masoek sekalian tjita-tjita kami kedalamnja; apabila pintoe telah terboeka sekali, tentoelah akan terboeka oentoek selamanja.

Banjaklah sengsara jang telah ditanggoeng oléh iboe kami jang baik hati itoe. dan banjaklah poela kedoekaan hati kami, karena hal itoe pada waktoe jang telah laloe, sebeloem kami sampai kemoeka pintoe itoe dan bertemoe disana dengan iboe kami. ⁂ 28 Juli 1902 (VIII). Awan melindoengi langit tiadalah berzaman-zaman lamanja demikian poela sinar matahari meneranginja. Sesoedah malam jang gelap goelita, datanglah siang jang amat tjoeatja.

Dengan keadaan itoelah saja menghiboerkan hatikoe. Hidoep manoesia ini soenggoehlah sebagai keadaan 'alam. Jang kami pohonkan siang dan malam kepada Toehan, ialah: kekoeatan! Hoedjan jang bermoelalah, jang menjebabkan sebatang pohon berdaoen dan bertoenas, oléh hoedjan jang kemoedian ditoembangkanlah pohon itoe keboemi dan boeroeklah ia disana. ⁂ 8 Augustus 1902 (X). Berkirim-kiriman soerat itoelah soeatoe keadaan jang teroetama dalam hidoep kami.

Hampir sekalian pengetahoean kami, kami peroléh karena berkirim-kiriman soerat; kalau tidak karena berkirim-kiriman soerat itoe, moestahillah kami akan berani meroesakkan 'adat isti'adat dan kebiasaan jang telah setoea itoe. Engkau ta' tahoelah, atau jang sebenarnja mestilah engkau tahoe apa benar artinja kepada kami soerat-soerat sahabat-sahabat kami itoe, karena meréka semoea ahli pikiran dan boediman belaka. Dari kemanoesiaan meréka itoe keloearlah pikiran jang soetji dan moelia, jang membersihkan hati dan meninggikan daradjat.

Meréka itoelah jang mengasah pikiran dan menghaloeskan boedi pekerti kami. Dari kantor pos banjaklah kami terima jang bagoes-bagoes, jang molék-molék, jang mahal-mahal, bermatjam-matjam intan dan moetiara, oentoek kepala dan dada kami. Sekalian perbintjangan mémanglah terloekis djoega didalam hati. Tetapi tentoelah engkau akan membenarkan poela, bahwa kata-kata dalam perbintjangan itoe lama-lama mendjadi loepoet, meskipoen pokok perbintjangan itoe akan tinggal tersisip dihati.

Tetapi soerat-soerat dapatlah mengoelang sekalian katakata jangada didalamnja dengan loeroes dan tetap, pada setiap waktoe, bila sadja dikehendaki. ⁂ 10 Augustus 1902 (VI). Apa jang toean katakan kepada kami itoe, iboekoe telah atjap kali mengatakannja kepada kami: "Sekalian kepandaian ialah koernia goesti Allah. Djanganlah engkau menjangka kalau sekiranja engkau telah memboeat barang sesoeatoe jang baik, bahwa pekerdjaan itoe perboeatanmoe sendiri.

Kita manoesia hanjalah mendjadi perkakas dan toekang jang mengerdjakan sekalian kemaoean Toehan sadja. Kebidjaksanaan dan kepandaian dikoerniakan kepada kita; dan dalam hal itoe kewadjiban kita ja'ni mendjaga sekalian itoe dengan sebaik-baiknja."

Itoelah kepertjajaan iboekoe jang amat tegoeh, telah diperöléhnja, setelah merasaï bermatjam-matjam penanggoengan. Karena kepertjajaan itoelah maka ia maoe memberi kami izin. Sekali-kali tidaklah kami memaksanja memberikan izinnja itoe. Sekarang tawakkallah ia dalam hal itoe, dan toeroetlah poela memimpikan tjita-tjita kami bersama-sama. Djikalau orang mengoempatnja tentang hal kami, djawabnja péndék sadja: "Meréka itoe anak kami, tetapi boekanlah kepoenjaan kami.

Meréka itoe kepoenjaan Toehan jang mendjadikannja dan Toehan poela jang mengatoer hidoep dan nasibnja. Djalan kepadang "kebadjikan" lahir dan batin, amat banjak; Allah telah menjoeroeh meréka itoe menempoeh djalan jang soekar dan 'adjaib; kami, orang toeanja pertjaja dan berharap kepada Allah, bahwa djalan jang ditoedjoei meréka itoe, ialah pergi kepada "kebaikan."

Betapalah besar hati iboekoe nanti kalau kami kabarkan kepadanja apa jang telah toean katakan kepada kami itoe. Sekarang iboekoe ta' ada diroemah; ia pergi melihat seseorang adik kami jang perempoean sakit. Iboekoe itoe sahabat kami, dan iapoen banjak meminta terima kasih atas sekalian pertolongan toean kepada kami itoe. Iboekoe telah berkata kepadakoe: "Saja berharap sekali hendak bertemoe dengan njonja van Kol akan meminta terima kasih, sebab ia telah memboekakan pintoe hatimoe kedoea.

Soenggoehpoen ia tiada seagama dengan kita, ta' adalah alangannja, karena Toehannja Toehan kita poela, Toehan segala machloek."

Beroentoeng benar kami rasanja, toean telah memberi kami nasihat, soepaja kami djangan bersombong diri. Kami banjak meminta tenma kasih atas nasihat toean itoe. Tetapi senangkanlah hati toean. Kami ialah anak dari seorang bapak jang berpangkat moei ia dan berkoeasa, toean telah tahoe apa artinja dalam doenia Boemipoetera kekoeasaan dan kemoeliaan jang seperti itoe. Dimana sadja berkoempoelnja kekoeasaan, kemoeliaan, masjhoer dan ternama, disitoelah poentjak toeah jang setinggi-tingginja dalam pemandangan dan kepertjajaan bangsa kami; kami sedjak dari ketjil dimandjakan dan dimoehakan orang, tetapi sekarang moentah dan bentjilah kami melihat hal itoe.

O, boekan boeatan -piloenja hati kami melihat seseorang toea, jang telah poetih ramboet dikepalanja wadijib mendjongkokkan dirinja kepada anak-anak. ItoeLah 'adat naman ja!!! Soenggoehpoen kami ta' dapat menolak segala 'adat jang menghinakan itoe, tetapi ta' pernahlah kami menjoekaï orang mentjioem kaki kami. Banjaklah hal jang telah menjoeroeh kami berfikir dan tepekoer; makin lama makin teranglah hal itoe pada hati kami, bahwa: Kewadjiban kami, kewadjiban jang amat tinggi sekali, jaïtoe kami wadjib bersoenggoeh-soenggoeh dengan segala kekoeatan mendjalankan daja oepaja kami, soepaja hasil sekahan oesaha kami itoe dapatlah setimbang dan berharga sebagai goenoeng kehormatan dan kemoeliaan jang diberikan oléh anak Boemipoetera kepada kami itoe.

Tjita-tjita bangsawan Boemipoetera wadjiblah hendaknja:,,kebangsawanan kami haroes berbanding dan sama harganja dengan kehormatan bangsa kami!"

Hanjalah dari pada beberapa orang sadja kami soeka mendengar kata-kata jang haloes dan manis, karena kepada meréka itoe pertjajalah kami, meréka dalam hal itoe sekali-kali tidaklah bermaksoed hendak memandjakan atau memoedji kami. Tetapi kata-kata meréka itoe isinja ialah kekoeatan jang amat berkat. jang mengoekoehkan dan memberanikan hati kami pergi berboeat baik. ⁂ 15 Augustus 1902 (I). Karangan Nellie van Kol, jang amat menggembirakan hati didalam soerat kabar ,,Oost en West" itoe, telah dipetik oléh beberapa soerat kabar disini; dan soerat kabar „De Echo" oempamanja, telah menambah poela karangan itoe dibawahnja, meminta soepaja sekalian perempoean ditanah Hindia, terboeka hatinja soeka membantoe dan menolong kami.

Sekalian hal itoe membesarkan hati kami. Soerat kabar „De Echo" itoe telah mengoetip poela beberapa perkataan dari soeratkoe dan memasoekkannja seperti perboeatan Nellie djoega, dalam karangannja. Soerat kabar itoe meminta poela kepada kami, soepaja isi soerat itoe sekaliannja atau sebahagian boléh dimasoekkannja kedalam soerat kabarnja. Menoeroet pikirankoe ta' oesahlah itoe; tjoekoeplah seboeah sadja soeratkoe disiarkan didalam soerat kabar, apalagi didalam soeratkoe jang kepada Nellie, telah diterangkannja segala halkoe itoe.

Ada poela seorang lagi meminta izin kepadakoe hendak menjiarkan soeratkoe jang berisi karangan tentang alat kawin orang Djawa. Hilda de Booylah jang memintanja itoe, ia anak perempoean toean Charles Boissevain, directeur soerat kabar „Algemeen Handelsblad". Disalinnja soerat itoe dan dikirimnja kenegeri; dan sekarang kakaknja jang laki-laki jang mendjadi sekertaris dikantor soerat kabar itoe meminta menjiarkan karangankoe itoe didalam soerat kabarnja.

Karena adalah akan memberi paédah besar bagi bangsa kami. Dalam tiap-tiap hal orang Belanda lebih mengerti kalau membatja soerat-soerat jang demikian, bahwa bangsa Djawa dalam beberapa hal mémang lebih tinggi daradjatnja dari pada meréka itoe dan dalam bermatjam-matjam hal sama tinggi, dan dalam pada itoepoen beloem tentoelah poela, bahwa bangsa Djawa dalam beberapa hal jang lain rendah daradjatnja dari pada bangsa Belanda. Begitoelah kata toean Boissevain.

Bagaimanakah pikiranmoe tentang hal itoe, Stella? Saja sekarang sedang moelaï menoelis seboeah karangan oentoek s.k. „Belang en Recht". Saja harap karangan itoe akan diterima orang! Saja mengarangkan karangan itoe dengan besar hati. Kalau karangan itoe ta' diterima orang, biarlah ia koeoebah sedikit oentoek soerat kabar jang lain. Oentoek Nellie koekoempoelkan dongéng-dongéng Djawa dan adikkoe R. sekarang sedang memboeat gambar-gambarnja.

O, Stella, betapa banjaknja hal keadaan jang bagoes-bagoes, jang telah kami dengar dari moeloet anak Boemipoetera. Kebidjaksanaan dan kebenaran, dikatakannja dengan moedahnja dan dengan merdoe boenjinja. Betapakah baiknja kalau bahasamoe koepeladjari sampai pandai, betoel seperti orang Belanda benar, dan kemoedian koeartikan kata-kata jang manis dan jang merdoe boenjinja oentoek lagoe itoe! Sekiranja toean-toean sekalian mema'loemi tjita-tjita.

hati kami, betapalah sajangnja engkau sekalian kepada kami. Kedoedoekan kami ini masih dekat kepada 'alam, kepada asal kedjadian. Kebidjaksanaan bangsa kami tidaklah memetjahkan benak oentoek mengertikannja. Sekaliannja kata-kata jang péndék-pendek, tetapi amat bagoes boenjinja dengan sederhananja. Alangkah baiknja kalau sekiranja dapat saja mengadjarkan bahasa kami kepadamoe; sehingga dapatlah engkau hendaknja bersoeka hati memetik sekalian jang bagoes-bagoes dalam bahasa itoe.

Semakin dalam pengetahoeankoe tentang tjita-tjita hati mereka itoe, makin tinggilah daradjat meréka 'itoe tampaknja dalam pemandangankoe. Pada bangsamoe orang-orang bidjaksana dan pengarang-pengarang kitab, hanjalah terdapat didalam koempoelan orang jang patoet-patoet sadja, demikian djoega tertib dan kesopanan; dan orang banjaknja, bolehkah saja katakan teroes terang?.... kasar. Tentoe adalah djoega diantara orang banjak itoe jang tinggi kesopanannja, tetapi jang banjak sekali diantara itoe, Stella?

Hal itoe tentoelah engkau lebih ma'loem dari padakoe. Tetapi tjobalah engkau pergi berdjalan-djalan dengan saja kekampoeng-kampoeng, dan marilah kita masoeki pondok mereka jang boeroek itoe dan dengarkanlah disana toetoer mereka dan boeah pikirannja....... Meréka itoe sekaliannja tiadalah bersekolah, tetapi kata-kata jang ditoetoerkannja itoe ta' oebahnja seperti kata-kata dalam sja'ir. Lemah-lemboet, ringkas-ringkas dan merendah diri!

Djikalau kita kedoea bertemoe nanti boléhlah saja tjeriterakan kepadamoe bermatjam-matjam hal tentang bangsa kami jang ber'adat haloes itoe, demikianlah djoega tentang pikïrannja dan perasaan hatinja. Engkau haroes mengetahoei keadaan itoe dan mengasihi bangsa kami seperti kami mengasihinja. Ahli-ahli sja'ir dan ahli-ahli jang lain-lain banjaklah kedapatan diantara mereka itoe; djikalau pada soeatoe bangsa adalah perasaannja oentoek kebagoesan, keindahan dan ketjantikan hidoep, moestahillah kesopanan batin, jang tersemboenji dalam hati bangsa itoe rendah kedoedoekannja.

Sekalian jang soetji dan moelia dalam hidoep kita dinamai sjair. Tjinta, sajang, kasih, kesetiaan, kepertjajaan dan kepandaian, pendeknja sekalian jang dimoeliakan, dihormati dan jang menambah keindahan, bernama: sja'ir. Keadaan bangsa Djawa dan sja'ir itoe boléhlah dikatakan sehati dan senjawa. Sebab itoe orang banjak, jaïtoe orang Djawa jang serendah-rendahnja, semoenja pandai bersja'ir. Bagaimanakah pikiranmoe tentang kehormatan jang amat memiloekan hati jang dibeirikan anak-anak moeda kepada orang toea-toea?

Dan tentang memoeliakan dan menghormati arwah-arwah meréka jang telah meninggalkan doenia itoe? Apabila mereka itoe bersoeka raja, selaloe meréka mengenangkan arwah-arwah kaoemnja jang telah meninggal dan meminta do'a kepada Allah, soepaja dilapangkan Toehan djoega hendaknja meréka itoe dalam koeboer. Dalam kesoekaan dan kedoekaan selaloelah kami mengenangkan arwah-arwah kaoem keloearga kami jang telah meninggal itoe. Dan perkataan iboe itoe amatlah soetjinja pada kami!

Dalam waktoe kepoetoesan asa dan kesakitan, selaloelah bibir jang poetjat, jang ta' berdarah itoe menjeboet-njeboet kata „iboe" itoe. „O, iboe, berilah kami pertolongan, berilah anak toean bantoean."

Menjeboet perkataan „iboe" itoe dalam waktoe kesakitan dan kesoesahan, disanalah tampaknja bangsa Djawa amat memoeliakan iboenja. Apakah sebabnja maka kami ta' me- manggil bapak dan mengapakah maka „iboe" benar, jang kami panggil-panggil? Itoe ta' lain sebabnja, karena manoesia itoe sedjak dari ketjilnja tahoe dan merasa, bahwa „iboe" artinja doenia pendjagaan dan kasih sajang! Tiap-tiap barang jang terdjatoeh dari tangan, dipoengoetlah lekas kembali sambil mengatakan: „Ja Allah, anakkoe!"

Apakah arti kalimat itoe dan apakah tandanja itoe? Perloekah lagi saja akan menerangkannja? Stella, saja bermaksoed hendak meanpeladjari bahasamoe soenggoeh-soenggoeh, sehingga pandailah saja hendaknja me- ngertikan kepadamoe, sekalian hal keadaan jang haloes, ter- dapat pada bangsa kami. Sajapoen mesti poela mempeladjari benar-benar bahasakoe sendiri, soepaja dapatlah lagi saja me- ngertikan bahasa Belanda kepada bangsa kami, seperti jang telah koeketahoei, betapa haloesnja boedi pekerti dan moelia- nja hati bangsamoe itoe.

Maréka itoe haroes mengetahoei, nienghormati dan mengasihi orang-orang boediman dan orang- orang besar bangsa Belanda, sekalian itoe patoet dilakoekannja. Kadang-kadang saja hendak bertangan sepasang lagi, soepaja saja tjakap mengerdjakan sekalian jang koesoekaï. Kema- oeankoe amat besar, tetapi kekoeatankoe terlaloe ketjil. Saja tentoelah ta' boléh bekerdja, sampai saja mendjadi sakit, karena bekerdja jang demikian, ialah soeatoe pekerdjaan jang sangat bodoh.

Tetapi mémang kerap kalilah saja mendjadi bo- doh, ja, karena kerap kali saja bekerdja sampai laroet malam; hal itoe ta' baik oentoek dirikoe. Dengan hal jang demikian ba- roelah boléh maksoedkoe sampai. Saja selaloe hendak bekerdja, tetapi achirnja nanti nistjajalah saja ta' dapat bekerdja lagi, karena badankoe mendjadi lemah. Alangkah malangnja saja kalau demikian. Sebab itoelah sekarang saja beroesaha, soepaja saja tidak terlampau keras bekerdja dan boléh hidoep sempoerna. ⁂

PENGGILINGAN TEBOE DIDÉSA BATE, DJAPARA. 15 Augustus 1902 (X). Selamat! selamat! madjoelah kepandaian dan keradjinan Boemipoetera; tentoelah kepandaian dan keradjinan itoe amat besar paedahnja pada waktoe jang akan datang! Ta' dapat saja katakan kepadamoe betapa besar hatikoe melihat kemadjoean itoe. Saja mengoetjapkan banjak sjoekoer kepada Allah atas hal itoe. Kami soeka sekali memoedji bangsa kami dan mengangkat diri kami karenanja!

Bangsa kami tiada terpandang, kerap kali dihinakan dan dianiaja orang! Oesaha toekang-toekang Djapara telah memberi berkat. Toean Zimmerman tertjengang melihat perboeatan toekang-toekang bangsa koelit hitam, jang tiada diindahkan orang itoe. Kepandaian bertoekang kajoe, bertoekang emas, batik-membatïk dan bertenoen disini telah berarti. Toekang-toekang itoe telah banjak menerima pesanan dari perserikatan „Oost en West" oentoek keramaian St. Nicolaas.

Kamipoen toeroet berbesar hati. Sekarang dapatlah toekang-toekang itoe memperboeat kenang-kenangannja jang bagoes-bagoes, boeah pikiran jang indah-indah, jang terloekis dan tersemboenji dalam hatinja, mengatoerkan ragi jang berombak-ombak dan warna jang berkilat-kilat, kilau-kilauan. O, itoelah jang amat membesarkan dan menjoekakan hati, djikalau kita selaloe boléh mentjahari apa-apa jang bagoes dan baik. Tjahaja jang asalnja dari Toehan itoe ada terkandoeng dalam tiap-tiap badan, biarpoen badan itoe amat boeroek roepanja pada pemandangan orang.

Kebenaran itoe wadjib hendaknja diketahoei oléh sekalian orang pada waktoe hidoepnja, karena itoelah kewadjiban manoesia jang membagoeskan hidoep, baik oentoek hidoep orang lain, baik oentoek hidoep diri sendiri. Adalah seorang anak miskin datang kepada seorang perempoean toea. Orang toea itoe bertanja, apakah kehendak si anak itoe. Makan-makanan ta' ada padanja, apalagi perhiasan dan pakaian. Anak itoe mendjawab: „Saja tidaklah hendak meminta makan-makanan, perhiasan dan pakaian.

Ja iboekoe, berilah saja boenga jang kembang dalam hati." Bagaimanakah pikiranmoe itoe? O, tjobalah engkau dengar permintaan anak itoe dalam bahasa Djawa, betapa manis dan merdoenja: „Njoewoen sekar melati, hingkang mekar hingpoen djering hati."

Perkataan jang demikian senantiasa boléh didengar. Kami sekarang sedang 'asjik menoeliskan apa-apa jang bagoes, jang kami dengar keloear dari moeloet anak negeri itoe. Perkataan „sja'ir" ta' ada dalam bahasa kami; „sja'ir" kata orang Djawa „bahasa-boenga", ta' benarkah perkataan itoe? Kami sekarang mempeladjari lagoe-lagoe bangsa Djawa. Tetapi boekanlah lagoe jang meriangkan hati. Soedahkah engkau mendengar lagoe-lagoe itoe dari bangsa kami sendiri?

Gamelan ta' pernah berlagoe riang, sedangkan dalam keramaian jang bergila-gilapoen, lagoe gamelan itoe, selaloelah jang merindoekan hati, barangkali itoelah sebabnja maka hidoep itoe selaloe merindoe dan tidaklah bergirang hati! Soerat ini sedjak dari bermoela sampai kehalaman ini saja toelis sedang mendengar njanji jang merdoe, jang lagoenja amat merindoekan hati. Ketika itoe hari telah malam, pintoe dan djendéla masih terboeka, pohon tjempaka jang toemboeh dimoeka bilik kami itoe sedang berboenga; sementara itoe datanglah angin jang lemah lemboet mendajoe-dajoe kemoeka kami, membawa baoe boenga jang semerbak itoe, memberi selamat.

Saja ketika itoe doedoek diatas tikar seperti sekarang, menghadapi médja rendah, disebelah kirikoe doedoeklah adikkoe Roekmini jang sedang menoelis djoega, dan disebelah kanankoe doedoeklah Annie Glaser, poen diatas tikar sedang mendjahit, dan dimoeka kami doedoek seorang perempoean membatja kitab hikajat dengan berlagoe-lagoe. O, berapalah énaknja! Seakan-akan dalam bermimpilah kami rasanja. Soearanja jang bagoes dengan njanjinja jang amat merdoe seperti boeloeh perindoe itoe serasa menerbangkan hati dan njawa kami tinggi keatas kajangan, tempat bidadari bersoekatjita.

Betapa tjita-tjitakoe ketika itoe soepaja engkaupoen toeroet bersama-sama doedoek dengan kami dan bersama-samalah kita merasaï, berbesar hati dan bermimpi. O, Stella, bermimpi bersama-sama! Hidoep ini boekanlah mimpi, tetapi ialah soeatoe kedjadian jang sebenamja lagi mengetjoetkan hati, dan apa-apa jang benar itoe ta' perloelah boeroek djika kita ta' soeka. Kebenaran itoe tidaklah boeroek, melainkan bagoes, ia bagoes selaloe, kalau jang ada didalam hati kita itoe bagoes poela.

O, sebab itoelah saja beharap agar pendidikan itoe akan diperhatikan orang benar, teroetama tentang boedi pekerti jang bergoena oentoek kemadjoean pengoeatkan kemaoean hati. Kemaoean itoe haroeslah selaloe soeboer toemboehnja dalam pendidikan anak-anak, ja, selaloe.................... Tetapi sekarang telah sesat poela ketempat lain. Saja hendak membitjarakan kepadamoe tentang bangsa kami; boekanlah tentang pendidikan; hal itoe nantilah koetjeriterakan, boekan?

Disini adalah seorang perempoean toea tempat saja meminta sedekah boenga, ja'ni boenga-boengaan jang kembang dalam hatinja, jang haroem baoenja. Telah banjak saja diberinja, tetapi masih banjak lagi ada padanja, sangat banjaknja; dan saja inipoen hendak meminta lebih banjak poela. Ia maoe menambahnja, tetapi saja haroes beroesaha akan memperoléhnja; boenganja itoe haroes saja beli............Dibeli dengan apa! Dengan apa mesti saja beli?

Dan keloearlah soeara jang penting dari moeloetnja: „Poeasalah engkau sehari semalam, dan berdjaga-djagalah engkau seorang diri, terpisah dari jang lain."

„Habis malam datanglah siang,, Habis topan datanglah reda, Habis perang datanglah menang, Habis doeka datanglah soeka,"

terdengar dengan merdoenja sebagai do'a ditelingakoe. Itoelah boeah pikiran jang dikatakan oléh orang toea perempoean itoe. Poeasa dan berdjaga-djaga itoe hakikinja: „Menanggoeng kekoerangan, kesengsaraan, insaf akan diri sampai tjahaja datang. Moestahil tjahaja akan datang sadja kalau tidak didahoeloei oléh gelap goelita; bagoes, boekan? Pandai menahan lapar, itoelah soeatoe kemenangan pikiran jang soetji dari pada kelobaan lidah; dan tempat jang soenji itoelah sekolah tempat berpikir.

Ketika saja masih ketjil sekalian hal itoe telah koeperboeat, karena biasa sadja, tiadalah saja bertanja-tanja, karena orang-orang jang lebih toea dari pada saja dan meréka jang sama dengan saja berboeat demikian, saja boeatlah poela. Setelah itoe datanglah waktoenja hatikoe moelaï bertanja pada dirikoe sendiri: „Apakah sebabnja maka saja boeat hal jang demikian, dan apakah sebabnja ini begini dan itoe begitoe? Apakah sebabnja................

Shared under a licence Indonesian Wikisource CC BY-SA 4.0

“Habis Gelap Terbitlah Terang” by Wikisource contributors, from Indonesian Wikisource (https://id.wikisource.org/wiki/Habis_Gelap_Terbitlah_Terang), used under CC BY-SA 4.0.

Checking… —

Narrator

Audio is kept per voice, so a new narrator is read afresh from here on. Anything you have already heard stays as it was.

Finding voices…

Checking what is available…

Reading

Text size
Adjusts the reading column only.

Sleep timer

Vesper fades out over the last twenty-five seconds, so it never cuts.

Contents

Habis Gelap Terbitlah Terang

This text carries no chapter marks of its own, so it is served in equal parts. Nothing has been cut.

  1. 01 Permoelaan kalam 3 min
  2. 02 Pendahoeloean 11 min
  3. 03 Soerat-soerat dalam tahoen 1899 56 min
  4. 04 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 1 50 min
  5. 05 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 2 1 hr
  6. 06 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 3 51 min
  7. 07 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 1 57 min
  8. 08 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 2 57 min
  9. 09 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 3 47 min
  10. 10 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 1 57 min
  11. 11 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 2 1 hr 3 min
  12. 12 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 3 1 hr 9 min
  13. 13 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 4 1 hr 7 min
  14. 14 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 5 1 hr 8 min
  15. 15 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 1 59 min
  16. 16 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 2 57 min
  17. 17 Soerat-soerat dalam tahoen 1904 25 min
  18. 18 Boeah pikiran jang dipetik dari pada soerat-soeratnja jang tiada disiarkan 3 min
  19. 19 Berilah orang Djawa pendidikan! 45 min