Habis Gelap Terbitlah Terang Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 2

Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Adjeng Kartini

Soerat-soerat dalam tahoen 1902

Part 2 of 5 1 hr 3 min aloud CC BY-SA 4.0

Dari iboe itoe pergilah adikkoe kepada mamak-mamak moeda. Saudara-saudara jang toea akan meminta rahmat seperti tadi. Kemoedian pergilah ia lagi kepada bapak mentjioem loetoetnja meminta rahmat, sesoedah itoe pergilah ia kepada mentoeanja jang laki-laki dan bapak-bapak moeda dan saudara-saudara laki-laki sekalian. Sesoedah itoe doedoeklah ia kembali ketempatnja dan mempelaipoen moelailah pergi mentjioem loetoet sekalian meréka itoe, seperti jang telah diperboeat oléh anak-dara tadi.

Setelah soedah berboeat jang demikian itoe, maka berdirilah regén-regén itoe pergi minoem téh dan makan makan-makanan jang telah dihidangkan orang, seperti tadi malam. Poekoel tengah delapan baroelah diizinkan pengantin berdiri dari tempatnja. Berbimbing-bimbingan berdjalanlah meréka itoe keloear. Sepatoetnja meréka itoe berdjalan berloetoet, tetapi karena meréka itoe kedoeanja baroe semboeh dari pada sakitnja, diizinkan ia berdjalan berdiri.

Pada kaoem regén jang lain: mempelai itoe setiba diroemah mentoeanja, haroeslah merangkak menaiki tangga, sekali-kali ta' boleh berdiri, sebeloem ia bertemoe dengan isterinja. Itoelah 'adat orang besar-besar namanja. Mempelai pergilah kebilik anak-dara dan adikkoe pergilah kebilik kami mengganti pakaiannja akan menjamboet kedatangan djamoe bangsa Eropah. Mengenakan sekalian pakaian anak-dara itoe sehari lamanja, tetapi menanggalkan hanjalah dalam lima menit sadja.

Sanggoel dan perhiasan dikeningnja tidaklah kami tanggalkan. Kami anak-anak gadis sebenarnja ta' boleh mengenakan pakaian anak-dara, tetapi hal itoe tiadalah kami pedoelikan, kami boeatlah sadja pekerdjaan itoe. Pikiran jang seperti itoe, pada sangka kami pikiran gila. Masakan kami ta' boleh memakaii adik kami dengan pakaian anak-dara! Kami beri adikkoe berkain soetera bertekat emas dan kebaja beledoe bersoedji perak. Kami kenakan dilehernja dokoh intan jang lain.

Boenga-boenga emas jang diramboetnja dan toesoek koendainja kami tanggalkan dan kami lekatkan dikepalanja mahkota emas dan dengan lajahnja. (1) Dikepalanja kami toesoekkan intan permata jang bertangkai berpilin-pilin. Demikianlah. adikkoe kami pakaii, bermahkota berlajah, ta' oebahnja. seperti poeteri dalam tjeritera seriboe satoe malam. Bagoes sekali roepanja ia memakai pakaian itoe, demikianpoen berpakaian seperti wajang. Sajanglah ta' dapat kami menjoeroeh memboeat porteretnja.

Mempelai waktoe itoe memakai badjoe angkatannja. Sekali lagi pergilah pengantin itoe doedoek kemoeka kwade, dan tatkala hampir poekoel delapan, pergilah mereka itoe berkepit tangan keserambi moeka, doedoek dikoersi keemasan jang tersedia oentoek mereka itoe, jang dilingkoengi dengan pohon pinang. Disana berdirilah mereka itoe menerima oetjapan selamat dari njonja-njonja dan toean-toean bangsa Eropah. Itoelah namanja receptie, dalam bahasa Belanda; dalam pada itoe dipendopo berboenjilah moesik, amat merdoe-merdoe sekali lagoenja, dan tari-menari mendjadilah poela; kedoea pengantinpoen dengan berkepit tangan berdjalan-djalanlah poela berkeliling pendopo beberapa kali.

Poen menoeroet 'adat jang biasa, anak-anak gadis ta' boleh pergi kealat kawin. Itoepoen tidaklah kami indahkan. Masakan kami akan tinggal dibelakang sadja, waktoe memperalatkan perkawinan adik kami itoe! Hampir poekoel doea belas, toean residen jang datang djoega menghadiri peralatan itoe berpidatolah, mengoetjapkan selamat kepada pengantin, Pidato itoe didjawab bapak. Setelah 1) lajah telekoeng (olnier) itoe maka djamoe bangsa Eropah memberi selamat tinggal laloe poelang keroemahnja masing-masing, tetapi toean residén dan beberapa orang toean-toean jang lain dan seorang nona sahabat kami, tinggal disana menghadiri keramaian Boemipoetera.

Setelah djamoe bangsa Belanda berdjalan, maka datanglah kepala-kepala negeri Boemipoetera jang tadinja doedoek disisi pendopo, laloe masoek ketengah dan doedoek seperti boelan sebelah mengelilingi mempelai, jang waktoe itoe akan memperlihatkan kepandaiannja tentang menari. Regén-regén dan kepala-kepala negeri jang lain masingmasing sekarang berpakaian angkatan jang biasa. Gamelanpoen berboenjilah dan toekang tari seorang gadis djogét moelaïlah menari.

Patih Djapara menjembahkan kepada mempelai sehelai kain soetera diatas seboeah doelang pérak. Setelah diterimanja seléndang soetera itoe, maka Patih itoepoen balik ketempatnja. Gamelan teroeslah diboenjikan dengan lemah lemboet, tanda meminta datang djoeara alat, akan memboeka peralatan itoe. Mempelaipoen berdirilah dari tempatnja laloe pergilah ketengah-tengah pendopo. Seléndang soetera itoe diikatkannja pada kerisnja dan dimintanja orang memboenjikan lagoe jang disoekaïnja.

Permintaan itoe segeralah dikaboelkan. Ta' maoelah saja mentjoba mentjeriterakan keadaan tari itoe, karena ta' tjakap rasanja pénakoe merentjanakannja. Hanjalah jang dapat saja katakan, bahwa amat senang mata memandang djogét jang lemah gemalai itoe menarikan dirinja. Pergerakan badannja amat sesoeai dipandang dengan boenji lagoe gamelan itoe, dan dibelakangnja itoe menarilah gadis djogét itoe sei'ta menjanji sekali. Kepala-kepala anak negeri jang doedoek berkeliling itoe bertempik dan bersoraklah beramai-ramai dan menjanji bersama-sama.

Ketika mempelai hampir habis menari, maka toean residénpoen tiba-tiba datang membawa doea gelas berisi minoeman kepada si pandai tari itoe, jaïtoe pada waktoe goeng berboenji penghabisan, akan penoetoep lagoe itoe, dan ketika kedoea pandai tari itoe sedang doedoek berloetoet. Dengan mengangkat sembah diterimanja oléh si pandai tari jang laki-laki segelas minoeman itoe dari toean residén, dan kedoea orang besar-besar itoe meminoem habislah isi gelas masing-masing, dan orangpoen bersorak-sorak dan gamelan berboenjilah poela melagoekan lagoe jang bersoekatjita.

Seorang boedjang pergilah mengambil kedoea gelas jang kosong itoe, dan toean residénpoen mohonlah berangkat poelang. Setelah mempelai berdiri sekali lagi, laloe menari. Sekarang bapakkoe minoemlah memberi selamat menantoenja. Sambil menari itoe datanglah kedoeanja dekat mendekati dan ketika goeng penghabisan akan berboenji berloetoetlah si pandai tari jang moeda menjembah menerima minoeman dari pada mentoeanja, tanda oetjapan terima kasih.

Setelah sekalian regén-regén jang hadir, mengoetjapkan selamat, baroelah ia boléh berhenti menari dan pergi doedoek kembali dekat istennja. Sebentar lagi pengantinpoen berangkatlah. Dan djamoe bangsa Eropah jang masih ada lagi poelanglah keroemahnja masing-masing; tetapi kepala-kepala negeri Boemipoetera teroeslah beramai-ramai sampai pagi. Toean-toean itoe sekaliannja toeroetlah djoega menari, apalagi toean asisten-residen kami sangat pandai benar menari tjara Djawa.

Iboekoe, serta sahabatkoe jang perempoean dan saja bersama-sama Roekmini doedoeklah djoega melihat keramaian itoe sampai waktoe djamoe bangsa Eropah habis poelang semoeanja. Besoknja tinggallah kedoea pengantin itoe diroemah menjenangkan diri Dan pada malamnja itoe haroeslah meréka itoe mentjoekoepi lagi 'adat perkawinannja, ja'ni kedoea pengantin itoe perloe pergi mendjelang roemah orang toea mempelai. Orang Djawa mengatakan 'adat itoe „ngoendoeh mantoe" artinja kalau dibahasa Melajoekan: „memetik menantoe perempoean."

Menantoe perempoean dimisalkan oléh orang-orang toea mempelai seperti boenga jang dipetik oléh meréka itoe oentoek anaknja jang laki-laki. Jang sebenarnja kedoea pengantin haroeslah hendaknja berpakaian pengantin seperti pergi berarak, tetapi karena banjak mendatangkan kesoesahan kepada pengantin, sebab itoelah tiada dipakaikan. Mempelai berpakaian seperti biasa, adikkoe bersaroeng kaïn keemasan dan memakai kebaja soetera. Ramboetnja disanggoel seperti kepala tjapoeng.

Pada tempat jang koeberi bertanda ini, diberi berboenga-boenga. ja, sama sekali diatas kepalanja penoehlah dengan boenga melati jang bagoes soesoenannja. Pada sanggoelnja itoe disisipkanlah iagi boenga-boenga intan jang gilang-gemilang tjahajanja. Kedoea pengantin itoe doedoeklah' dikeréta, dimoeka dan dibelakang keréta itoe berdjalanlah sekalian kepala-kepala negeri, jang toeroet berarak pergi mendjelang roemah tempat bapak mempelai menoempang.

Berhari-hari, berpekan-pekan sesoedah pêrkawinan itoe, kedoea meréka itoepoen dikatakan orang djoega anak-dara dan mempelai. Dan anak-dara dikatakan orang sampai ia beranak. Adalah djoega perempoean-perempoean dan iboe-iboe, jang' selama hidoepnja dikatakan orang „ngantén", ja'ni kepéndékan dan pada „pengantin". Bebarapa hari sesoedah beralat, pergilah meréka itoe mengoendjoengi sahabat-sahabatnja bangsa Eropah dan handai tolannja.

Lima hari sesoedah kawin, beralatlah sekali lagi dikaboepatén; karena hari pekan jang pertama sesoedah kawin menoeroet 'adat Djawa haroes dimoeliakan. Sepekan sesoedah beralat besar itoe, maka kedoea pengantinpoen berangkatlah meninggalkan roemah orang toeanja. Dimana-mana meréka berhenti, selaloe disamboet dengan segala kehormatan dan soekatjita oléh sanak saudara. Di Tegal peralatan itoe dioelang sekali lagi; "disana meréka itoe tinggal sepekan, kemoedian baroelah pergi ketempatnja sendiri di Pemalang.

Demikianlah tjeritera peralatan kawin orang Djawa jang besar-besar. Adikkoe kawin dikatakan dengan peralatan ketjil, sebab kami tiadalah memakai sekalian 'adat oepatjara. Walaupoen demikian boekan boeatan soesah kami mengerdjakannja; dan betapakah soesahnja lagi kalau beralat dengan 'adat jang selengkapnja? Kami sesoedah beralat hampir tiada berdaja lagi. Pemberian jang dibawa orang ketika beralat kawin, ja'ni: kain saroeng, kain pinggang, kain kepala, dan soetera oentoek kebaja, laken bakal badjoe djas dan ada djoega makan-makanan seperti: beras, teloer, ajam dan kerbau; sekalian itoe teroetama dipergoenakan selama dalam beralat.

Kardinahpoen ada mendapat seékor sapi djantan jang bagoes dari bapak moeda. Dan pemberian itoe patoetnja diperlihatkan poela bersama-sama dengan barang-barang anoegerah jang lain!!! O ja, ada lagi jang hendak saja tjeriterakan, kalau orang menjembelih kerbau ketika beralat kawin itoe, biasanja menjembelih lebih dari pada seékor, maka pada beberapa djorong digali orang loebang dan dimasoekkan kedalam loebang itoe seboeah ketiding jang berisi sirih, koeé, pinang, daging sesajat, darah kerbau jang disembelih itoe sedikit dan boenga-boengaan, atau diletakkan ketiding jang berisi itoe disimpang-simpang djalan, djambatan dan disoemoer; sekalian itoe goenanja oentoek sedekah kepada djin dan sétan jang tinggal disana.

Kalau tiada diboeat demikian, maka djin dan sétan jang tinggal didjorong, disimpang, didjambatan dan disoemoer itoe marah nanti kepada meréka jang beralat itoe, dan merékapoen tentoelah akan ditjelakakannja. Demikianlah kepertjajaan Boemipoetera! Dari mana asal kepertjajaan itoe ta' tahoelah saja. Bagaimana pikiranmoe tentang hal itoe sekaliannja, Hilda? Seorang sahabat kami mengatakan bahwa bangsa Djawa itoe, jaïtoe satoe bangsa jang penoeh dengan tjeritera dan kabar jang 'adjaib-'adjaib.

Siapakah jang akan membawa bangsa kami jang penoeh dengan tjeritera wajang dan tjeritera jang 'adjaib-'adjaib itoe kepadang kemoedian, hidoep jang sebenarnja? Kesanalah kami haroes pergi. Kalau kepertjajaan jang sia-sia itoe telah hilang lenjap, nistjaja ta' goenalah kami mengindjak-indjak kehéranan dan kebagoesan dalam tjeritera-tjeritera itoe. Apa poelakah jang koekatakan itoe? Dari pada membitjarakan itoe lebih baik saja bertanja kepadamoe, besarkah hatimoe membatja karangan jang pandjang ini, dan soekakah engkau mema'afkan kesalahankoe, karena telah menjoeroeh engkau menoenggoe sekian lama?

Sesoenggoehnja banjaklah hal jang bagoes dan 'adjaib-'adjaib dihati dan 'alam bangsa kami, teroetama banjak kehéranan dalam kepertjajaan hatinja jang masih seperti anak-anak itoe. Tentoe engkau tertjengang mendengarkan sekalian hal itoe, tetapi benarlah katakoe itoe, bahwa engkau bangsa Eropah telah mengadjar saja mengasihi dan mentjintaï bangsa dan tanah airkoe sendiri. Pendidikan kami jang seperti 'adat Belanda, tiada akan mendjaoehkan kami dari pada bangsa kami, melainkan ialah jang membawa kami bertambah dekat kepadanja.

Pendidikan itoelah jang memboeka mata dan hati kami akan mengetahoei kebagoesan jang tersimpan pada tanah dan bangsa kami, dan ialah poela jang memboekakan mata kami akan mengetahoei kesoesahan dan kesengsaraan meréka itoe. Boekan boeatan tjinta kami kepada tanah dan bangsa kami! O! dapatlah kiranja kami hendaknja menolong nasib meréka jang malang itoe. Kalau dapat berapalah soekatjita kami! Tetapi ta' goenalah saja lebih lama lagi menggadoeh engkau, dengan tjakar ajam seorang anak gadis Djawa jang „gila" ini.

Tjoekoeplah sehingga ini dahoeloe. Hoeboengan soerat: Pada beberapa tempat, 'adatnja ketika kedoea pengantin itoe baroe bertemoe, maka sebeloem anak-dara mentjioem loetoet soeaminja, haroeslah lebih dahoeloe membasoeh kaki mempelai akan tanda si perempoean memperhambakan dirinja. Djikalau seorang djanda laki-laki kawin dengan anak gadis, atau djanda perempoean kawin dengan seorang anak boedjang, maka sesoedah melémparkan sirih, maka djanda itoepoen menoendjoekkan sekerat kajoe jang masih berapi kepada si gadis atau si boedjang jang beloem kawin; dan dalam hal itoe si djanda menerima poela seboeah kendi jang berisi air akan pemadamkan api itoe.

Setelah api itoe padam dan air dalam kendi kosong, maka kajoe itoepoen diboeangkan dan kendi itoe dipetjahkanlah. Apa maksoed atau arti perboeatan itoe, ta' goena saja terangkan, karena moedahlah dima'loemi. Engkau hendaknja patoet sekali melihat adikkoe tatkala ia doedoek bersama seperti patoeng Boedha dimoeka kwade itoe, betoel-betoel bagoes. Baik benarlah sedianja disoeroeh porterét atau jang lebih baik lagi disoeroeh gambar dengan tangan, sehingga sekalian warna jang dipakainja itoe dapat dilihat dengan seterang-terangnja.

Betapa haloes tertib dan sopannja waktoe berdjalan diatas permadani dengan boenga-boengaan sebanjak itoe serta haroemnja ditambah lagi dengan baoe doepa, ta' dapat saja perikan. Tetapi roepanja hampir seperti Boedhisatwa. Kalau saja sekarang mendengar boenji gamelan dan mentjioem baoe boenga-boengaan jang bertjampoer dengan baoe doepa, maka terkenanglah oléhkoe keadaan adikkoe jang telah laloe. Banjaklah meréka itoe jang memoengoet boenga-boengaan jang tertaboer diatas permadani tempat adikkoe berdjalan itoe, karena menoeroet kepertjajaannja, boenga itoe membawa oentoeng baik kalau disimpan; dan kalau anak-anak gadis jang menjimpannja, akan beroetoeng mendapat soeami!!!

Padakoe sekarang adalah seboeah kitab agama Boedha, jang bernama „De ziel van een volk" (Njawa soeatoe bangsa); isinja amat bagoes! 27 Maart 1902 (VIII). Tjelaan dan penghinaan orang banjak tiadalah kami indahkan; tetapi kesajangan meréka itoe jang berboedi, jang seriboe kali lebih tinggi daradjatnja dari pada meréka itoe, amat besar harganja kepada kami, karena ialah jang membesarkan hati bekerdja, memberi kekoeatan, pertolongan dan penghiboeran hati.

Bagaimana djoega kesoedahannja, djanganlah toean djemoe berboeat baik; itoelah kalimat jang saja batja tadi, dan menoeroet pikiran kami sekalian tjita-tjita kami mémanglah baik. Sekalian orang tahoe, bahwa biasanja anak gadis bangsa Djawa dikawinkan oléh orang jang mengasoehnja dengan tiada setahoe si anak. Betoel ditanah Soenda anak-anak perempoean kenal akan djodohnja, pernah melihat dan bertemoe dengan dia, tetapi tjobalah tanjakan, ditempat manakah jang lain ditanah Djawa diperboeat orang demikian?

Wahai, tjobalah lihat diroemah orang jang „baik-baik dan berada!" misalnja dikaboepatén. Tiadalah saja tanjakan, bagaimana pikiran perempoean-perempoean dan perasaannja tentang hal itoe, tetapi saja tahoe betapa anak-anak gadis jang mendapat pendidikan tjara Eropah memikirkan hal itoe. Sekiranja hal itoe ta' dapat dipikirkan oléh meréka itoe, tetapi tentoelah sekoerang-koerangnja ia merasa, betapa ia dihinakan orang. „Meréka itoe hidoep bersenang-senang!"

Kesenangan melipoerkan kedoekaan dan perasaan perempoean. Meréka itoe ta' boléh mengadoekan halnja, karena ia telah memboeat hal itoe menoeroet kehendak hatinja sendiri! Tetapi bagaimana anak-anaknja? Apakah jang lebih lagi menghantjoerkan hati lain dari pada kalau melihat kehidoepan anak-anak jang tjelaka dalam kesengsaraan, karena anak-anak jang semoeda itoe telah merasaï selekas itoe akan kesoesahan dan kekedjian hidoep? Apalagi anak-anak gadislah jang teraniaja benar, karena setiap hari meréka dipaksa memboenoeh perasaan hatinja.

Tiadakah namanja itoe meroentoehkan kemaoean 'alam, djika seorang laki-laki tiada berboedi, memaksa isteri-isterinja wadjib berdjinak-djinakan seorang dengan jang lain? Patoet benarlah sekarang anak perempoean bangsa Boemipoetera sendiri berani mengeloearkan soearanja! Dan maoekah djoega nanti orang mengatakan dengan hati jang tetap: „Meréka itoe hidoep bersenang-senang, kalau sekira dilihatnja poela apa-apa jang telah kami lihat, dan diketahoeinja poela apa-apa jang telah kami ketahoei?"

Saja telah menjalin boeah pikiran toean Prof. Max Müller, seorang Djérman jang pandai dalam bahasa-bahasa tanah Timoer, babad, tambo d.l.l. Beginilah boenjinja: „Beristeri banjak seperti 'adat bangsa-bangsa disebelah timoer, itoelah soeatoe „kebaikan" bagi perermpoean-perempoean dan gadis-gadis, jang ta' dapat hidoep ditanah airnja kalau tiada bersoeami, atau kalau ta' ada seorangpoen jang akan mendjaganja."

Max Müller telah meninggal, ta' dapat lagi kami memanggilnja kemari akan menjoeroeh memperlihatkan kepada kami, dimana benar „kebaikan" beristeri banjak itoe terdapatnja. Atjap kali orang mengadjar kami serta mengatakan, bahasa kalau perempoean ta' kawin, itoelah jang sebesar-besar maloe, lagi berdosa besar. Ja, kerap kali benar orang mengatakan sedemikian kepada kami. O, dihinakan dan ditjela orang benar perempoean jang tiada bersoeami itoe.

Kami ingin benar hendak pergi ketanah Belanda, karena tanah Belanda itoelah jang akan membébaskan kami. Tanah Eropahlah jang akan memberi kami berdinding besi, jang akan menangkis dan mengalangi segala asoetan dan penghinaan orang banjak di Hindia ini! Akan mendjadi bébas haroes kawin dahoeloe, sesoedah itoe bertjerai lagi! Tetapi bertjerai ta' moedah poela. Kalau soeami ta' soeka, kelangitpoen perempoean berteriak ta' akan dapat kebébasan itoe; tetapi kalau si laki hendak bertjerai, ta' oesah ia menanja kemaoean isterinja, setiap waktoe boléh perempoean itoe dioesirnja. O, Allah!

dimanakah letaknja rahmat dan ke'adilan oentoek doenia perempoean dalam hal itoe? Boléh djoega perempoean membébaskan dirinja jaïtoe dengan oeang, ia wadjib membajar oeang sekian banjaknja. Itoelah poela soeatoe keadaan jang boeroek benar, jang dilakoekan oléh laki-laki kepada ikan dalam belanganja! Tetapi bagaimanakah kami akan dapat meminta ke'adilan, kalau ditanah Barat, tanah jang telah tinggi kesopanannja, masih djoega menjamakan perempoean dengan anak-anak atau orang-orang gila?

Ta' goena saja memperkatakan hal itoe lagi, nantilah poela saja hoeboeng. * * * 8 April 1902 (VIII). Tambo tanah Belanda jang dahoeloenja, ketika saja masih bersekolah, ta' pernah menarik hatikoe oentoek mempeladjarinja karena mendjemoekan hati, sekarang baroelah membesarkan hatikoe. Girang hati membatjanja, apalagi banjak kabar jang indah-indah didalamnja. Kitab jang koebatja sekarang djaoeh berlainan dengan kitab jang koebatja disekolah.

Beladjar ketika telah ber'oemoer ada poela kebaikannja; sekaranglah baroe kami mengerti dan dapat memahamkan perkara-perkara jang diadjarkan dengan moedah. Banjak perkara jang dahoeloe seperti benda jang „mati" sadja, ta' dapat menarik hati kami, sekarang telah bersemangat dan bernjawa, soeka benar kami hendak mengêtahoei sekarang keadaan benda-benda itoe. Dahoeloe ta' maoe kami mengindahkannja, karena kami ta' dapat mema'loeminja.

Alangkah beroentoeng kami, kalau sekiranja ada kami menaroeh sekarang goeroe jang pandai mengoeraikan perkara-perkara jang hendak kami ketahoei! Goeroe-goeroe jang berdiam diri diroemahlah jang wadjib memberi kami djawaban akan sekalian pertanjaan kami. Hari ini saja mengadjarkan 'ilmoe „bahasa". Anak-anak ketjil itoe tertjengang-tjengang sadja melihat apa-apa jang saja perboeat, sebab meréka tiada mengerti, tetapi mestilah diadjarkan djoega.

Apabilakah akan tiba masanja kami dapat memeloek kepandaian dimoeka boemi ini, seperti seorang laki-laki jang mengasihi isterinja? Kita haroes mentjahari dalam ingatan kita sekalian pikiran jang baik-baik; kalau tiada kedapatan biarlah jang ada dalamnja meski jang ta' baikpoen digosok bersih, soepaja boléh bertjahaja; itoelah soeatoe 'akal, soepaja hidoep boléh mendapat kesoekaan, boekan? Telah banjak koepikirkan tentang hal jang dikatakan orang „hidoep senang".

Dalam beberapa hal jang koelihat dalam beberapa hari jang baroe laloe ini atjap kali terkenang oléhkoe akan kalimat itoe, dan pahitlah senjoemkoe memikirkannja. O, njonja jang koetjintaï! Roepanja tidaklah akan sekali ini sadja orang merahsiakan dan menidakkan sesoeatoe hal jang kedjadian! Doenia ini masih penoeh berisi manoesia jang mengatakan dirinja mempoenjaï kesopanan tinggi. Karena itoelah maka meréka itoe ta' maoe melihat keadaan dan kebenaran jang sesoenggoehnja, sebab sekalian itoe dioempamakannja seperti seorang perempoean jang bertelandjang boelat, dan dipalingkannjalah moekanja, sambil mentjela dan menghinakan perempoean itoe.

Petang ini roentoehlah rasanja hati kami melihat soeatoe tjontoh kesengsaraan hidoep. Adalah kami bertemoe dengan seorang anak jang ber'oemoer 6 tahoen sedang mendjoeal roempoet. Anak itoe kira-kira sebesar anak bapak moeda. Waktoe memikoel roempoet itoe tiadalah tampak badannja, hilang diantara kedoea radjoet roempoet jang dipikoelnja itoe, hanjalah seperti doea boeah radjoet roempoet jang tampak oléh kami berdjalan. Bapak menjoeroeh memanggil anak itoe, dan disanalah kami dengar kabar penanggoengannja, perasaan jang ditanggoeng oléh beratoes-ratoes, ja, beriboe-riboe kawannja jang lain didésa-désa.

Anak itoe tiada berbapak lagi, iboenja pergi bekerdja dan diroemah tinggallah doea orang adiknja laki-laki. Ialah anak jang toea. Kami tanjakan kepadanja: soedahkah ia makan? „Beloem," djawabnja. Meréka itoe makan nasi sekali sehari, jaïtoe malam hari, kalau iboenja telah poelang; tengah hari dimakannja koeé sagoe seboeah jang berharga setengah sén. Saja pandanglah anak jang sengsara itoe, kemoedian saja pandang lagi anak moeda jang sama besar dengan dia itoe, dan teringatlah oléhkoe, bahwa makan kami 3 kali sehari; itoelah jang menghantjoerkan hati kami.

Kami beri ia makan, tetapi ia ta' maoe memakan makanan itoe disana, makanan itoe dibawanja poelang. Sajapoen memandang anak ketjil itoe sampai hilang dari matakoe; perkakasnja hanjalah seboeah pemikoel dan seboeah sabit. Banjaklah pikiran jang timboel dikepalakoe dan perasaan dihatikoe ketika memandang anak itoe dari djaoeh. Maloelah saja memikirkan kelobaan dirikoe sendiri. Saja hanja memikirkan dan mengenangkan halkoe sendiri; tetapi lihatlah diloear roemahkoe, amat banjak orang jang lebih tjelaka dan sengsara!

Sebentar itoe djoega seperti kedengaranlah oléhkoe orang dikelilingkoe mengeloeh dan memekik meminta tolong sampai keoedara karena kesengsaraan. Lebih koeat lagi dari pada keloeh dan pekik jang terdengar ditelingakoe, soeara jang mengatakan: „Bekerdja, bekerdja! bekerdja! Berperanglah engkau mereboet kebébasanmoe itoe! Kalau engkau telah bébas oléh karena bekerdja itoe, baroelah dapat engkau menolong orarig lain! Bekerdja! Terang sekali kedengaran oléhkoe soeara itoe sedemikian terangnja, sehingga seperti tampak oléhkoe tertoelis dipemandangankoe, menjoeroeh saja menoeliskannja kepada toean, karena toeanlah jang maoe menoeroet bersama-sama menanggoeng perasaan kami.

Toean kedoea saja taroeh dihatikoe, dan kaoem keloeargakoe sekalipoen tiadalah koekasihi demikian. Dalam pikirankoe bersama-sama dengan toeanlah hati dan njawakoe, toean kedoea telah mendjadi hati djantoengkoe sedjak kita berkenalan! Alangkah 'adjaibnja hidoep didoenia ini, beloem berapa lamanja jang laloe, saja ta' tahoe, bahasa toean kedoea adalah hidoep didoenia ini dan toeanpoen ta' tahoe poela kepadakoe, tetapi sekarang toean ta' dapat dipertjeraikan lagi dengan saja! * * *

27 April 1902 (VII). Dari sedjak ketjil saja soeka beladjar dan selaloe niat dan maksoed saja jang teroetama sekali hendak mengetahoei sekalian hal, soepaja saja boléh memberi paédah dalam hidoep bersama-sama. Berapa soekanja hatikoe hendak toeroet beladjar bersama-sama dengan anak laki-laki bangsa kami disekolah menengah (H.B.S.), tetapi sajang tiada dikaboelkan! Telah beroentoenglah kami, karena kami telah dapat mengoendjoengi sekolah Belanda itoe, sebab boekanlah 'adatnja anak-anak gadis pergi kesekolah; dalam hal itoe kami meminta terima kasih kepada bapak kami, karena keberaniannja telah meroesakkan 'adat, menjoeroeh kami bersekolah.

Pengetahoean dalam bahasa Belanda mernberi kami kesoekaan jang tiada tepermanaï banjaknja. Ialah jang memboekakan kazanah ni'mat bagi kami, jang dahoeloenja ta' tahoe kami akan keadaannja. Apa-apa jang bagoes pada bangsa asing, soeka kami memberikannja kepada bangsa sendiri, tetapi ta' adalah maksoed bagi kami hendak memboeang apa-apa jang bagoes pada bangsa kami dan menggantinja dengan benda-benda bangsa asing; melainkan itoe bergoena kepada kami akan menambah kebagoesan kepoenjaan kami.

Ja'ni akan mengangkat daradjat bangsa dan membawanja kepada kelakoean dan kesopanan jang lebih tinggi, sehingga keadaan kemanoesiaannja mendjadi baik dan beroentoeng; itoelah tjita-tjita kami. Sekalian peperangan hidoep kami bergoena oentoek mentjapai tjita-tjita itoe. Tetapi bagaimanakah kami akan mentjapainja? dan apakah moelamoela akan dikerdjakan? Kita haroes moelaï bekerdja pada permoelaannja. Dan permoelaan itoe bernama: pendidikan! O!

atjap kali timboel dihati ketjil kami, tiap-tiap kali apabila kami mengenangkan kesoesahan dan ratap-tangis meréka itoe, ka ren a kesengsaraan badan dan hati, soeatoe pengharapan jang amat sedih: „Berilah orang Djawa pendidikan jang baik."

Sama sekali, sekalian anak negeri sekarang akan diberi pendidikan jang baik, tentoelah ta' dapat, hanja boléh djadi kalau dimoelaï dahoeloe dengan orang jang patoet-patoet dan kemoedian berangsoer-angsoer dilébarkan sampai kepada bangsa jang dibawahnja! * * * 17 Mei 1902 (I). Ta' dapat koekatakan kepadamoe betapa besar hatikoe, karena baroelah sekarang saja boléh lagi teroes beladjar. Sekarang saja mengoelang pengetahoean jang telah koeketahoei dahoeloe.

Telah lebih dari 10 tahoen saja keloear dari sekolah; dan héranlah saja karena tiada sekaliannja telah saja loepakan. Adalah poela keélokan dan keoentoengankoe lambat beladjar itoe, jaïtoe saja sekarang lebih moedah mengerti dan memahamkan pengadjaran dari pada témpoh masih ketjil. Sajang sekali 'oemoerkoe sekarang telah 23 tahoen, tidak lagi tiga belas tahoen seperti dahoeloe. Waktoe itoe tentoelah saja dapat banjak menambah pengadjarankoe, tetapi saja sekarang terikat oléh 'oemoerkoe.

Moela-moela saja hendak mengambil diploma goeroe Belanda dan kemoedian saja toèroet dalam oedjian mengambil diploma satóe atau doea bahasa anak negeri. Sebentar ini saja haroes berhenti bekerdja, karena tangkai pénakoe patah, beloem pernah kedjadian hal sebagai itoe padakoe! Kasihan, pada pénakoe itoe! Saja sajang kepadanja, karena telah lama kami bekerdja bersama-sama dengan hati jang girang. Saja ini seperti orang gila, karena siapakah jang mengeloeh demikian, sebab tangkai pénanja jang patah?

Pada boelan April jang baroe laloe, kami pergi berdjalan djaoeh, karena kami hendak pergi melihat adik kami. Ketika kami berangkat dari roemah, tiadalah kami berhadjat pergi kepadanja, melainkan kami hendak pergi melihat saudara perempoean kami jang toea, jang déwasa itoe sedang sakit. Disana kami terima soerat dari pada adik kami, jang bersoenggoehsoenggoeh meminta, soepaja perdjalanan kami itoe mestilah diteroeskan sampai ke Pemalang.

Bésok harinja kami berkerétaapilah pergi kesitoe. Ta' dapatlah saja mentjeriterakan pertemoean kami itoe! Betoel-betoel sangat menggirangkan hati kami! Moela-moela tiadalah lain, jang kami perboeat hanjalah seorang melihat jang lain, laloe tertawa tersenjoem-senjoem dengan berpegang-pegangan. Meminta sjoekoerlah saja melihat adikkoe itoe dalam séhat wa'l'afiat. Lebih-lebih dari dahoeloe roepa badannja sekarang, adalah semisal boenga jang baharoe kembang.

Pipinja mérah sebagai paoeh dilajang. Bertambah-tambah banjak saja meminta sjoekoer melihatkan betapa soeaminja menghormati dan menghargaïnja. Betoel girang soenggoeh hatikoe memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim dengan saudarakoe jang baharoe itoe. Ia seorang jang baik hati dan banjak sipat jang baik-baik terdapat padanja. Ia selaloe berkata benar, 'adil dan setia serta berhati jang pengasih dan penjajang. Adikkoe itoe tidak sadja isterinja, tetapi djoega mendjadi kawannja, sahabatnja jang perempoean dan iboe dari pada anak-anaknja, jang tiga orang itoe, jang mengasihi adikkoe sebagai iboe kandoengnja sendiri.

Anak-anak itoe selaloe menoeroetkannja kemana-mana, seperti koetjing maoe. Anaknja jang soeloeng ber'oemoer toedjoeh tahoen, tinggal diroemah nénéknja. Adikkoe itoe soeka benar hendak membawa si anak itoe keroemahnja, dan anak itoepoen amat sajang kepadanja dan maoe poela datang kesitoe, tetapi nénéknja ta' maoe melepaskannja. Anaknja jang doea orang lagi anak perempoean baroe ber'oemoer 4 dan 6 tahoen; sekarang adikkoe mengadjar meréka itoe diroemah, dan anak-anak itoelah nanti bakal djadi moerid-moeridkoe, Stella!

Soeaminja menjerahkan pendidikan anaknja sama sekali kepada adikkoe, tentoelah adikkoe akan mengasoeh anak-anaknja itoe seperti tjita-tjita kami. Adikkoe tatkala masih gadis ta' dapat menjampaikan kenang-kenangan kami, tetapi kerdja jang ditanggoengnja' sekarang koerang bagoeskah itoe ? Ia selaloe boléh menaboerkan kebadjikan kesana sini. Djalan jang kami toeroet soenggoehlah berlain-lainan, tetapi kami kedoea dalam itoe sama-sama bermaksoed akan menghasilkan tjita-tjita kami itoe.

Kalau djalan jang ditoeroet itoe berlainan sekalipoen tiadalah ia akan mendjadi alangan, boekan? asal sadja djalan itoe baik dan kitapoen sampai ketempat jang ditoedjoei itoe. Saja berniat soenggoeh-soenggoeh hendak pergi kenegeri Belanda, adalah beberapa sebabnja. Pertama karena disana lebih baik dari pada disini melengkapkan sekalian keperloean oentoek kerdjakoe nanti, jang akan koetanggoeng; kedoea saja hendak bernapas dalam oedara ditanah Eropah akan memboeangkan ketjelaan jang masih ada pada dirikoe; soenggoehpoen ta' banjak, tetapi ia mengganggoe oesahakoe.

Negeri Belanda wadjib dan akan mendjadikan saja seorang perempoean jang bébas sebenar-benarnja. Oedaramoe, kedinginan tanah airmoe wadjib menarik dan memboeangkan sekalian ketjelaan jang ada pada dirikoe; sesoedah itoe baroelah saja bébas! Dengarlah oempamanja ini: Saja tiadalah akan berhati gentar dan maloe-maloe akan menempoeh seboeah bilik besar, jang penoeh dengan toean-toean bangsa Eropah; tetapi amat bingoeng saja rasanja akan menerima seorang laki-laki bangsakoe jang tidak koekenal, dan jang beloem beristeri mendjadi djamoekoe.

Engkau tentoe mengatakan kelakoeankoe jang sedemikian bodoh, ta' patoet dan gila, tetapi sekalian itoe benar; saja ta' berani oempamanja, laloe dimoeka orang laki-laki asing, kalau ta' ada pengiringkoe. Sekiranja ada pengiringkoe tiadalah senang hatikoe menempoehnja, karena maloe! Sekarang ma'loemlah engkau, soenggoehpoen besar kehendakkoe akan bébas, ta' dapatlah djoega saja mendjaoehkan dirikoe dari pada kekerasan pendidikan bangsakoe, jang mempertjeraikan soenggoeh-soenggoeh doenia anak-anak perempoean dengan doenia anak-anak laki-laki.

Selaloe dipertaroehkan orang kepadamoe, bahasa ta' patoet anak gadis menampakkan dirinja kepada mata laki-laki asing dan haroes senantiasa mendjaoehi tempat laki-laki; dan dengan hal jang demikian ta' héranlah lagi, jang anak gadis itoe sangat sekali takoet akan bertemoe dengan machloek itoe. Hal jang seperti itoe mestilah beroebah; dan ketjelaan itoe wadjiblah hilang. Kalau tiada hilang bagaimanakah kami boléh bekerdja bersama-sama dengan laki-laki nanti?

Itoelah tjita-tjita kami jang amat besar! Oedara ditanah Eropah sadjalah jang dapat membersihkan kekerasan pendidikan bangsakoe jang ada pada dirikoe ini; tanah airmoe, Stella, jang akan memboeangkan tjelaan jang merintangi kemadjoean itoe. Tertawakanlah saja sesoeka hatimoe atas perkataankoe jang ta' sempoema itoe. Tetapi pastilah tanahmoe jang akan membébaskan dirikoe, betoel-betoel bébas! Pada 19 April baliklah kami dari perdjalanan itoe.

Bapakkoe mendjempoet kami dari setasioen, jang tiada berapa djaoehnja dari roemah, dan ditjeriterakannjalah kepada kami dengan riang, bahwa ia dapat soerat kawat jang pandjang isinja, dari pada toean residén, mengatakan kabar baik, ja'ni toean van Kol akan datang bésok ke Djapara. Itoelah soeatoe soerat selamat datang jang amat menggirangkan hatikoe, apalagi diroemah telah menanti poela soeratmoe. Sekalian pegawai jang berkedoedoekan disepandjang djalan jang akan dilaloei oléh toean van Kol dapat perintah dari pada toean residén akan menoenggoe kedatangan toean itoe.

Dalam perdjalanannja dari Semarang ke Djapara sekaliannja diperhatikannja dengan soenggoeh-soenggoeh. Alangkah radjin dan tadjam otaknja! Ta' ada jang tiada diselidikinja. Melihat, mendengar, memasoekkan kepikiran, memahamkan, sekalian itoe telah 'mendjadi satoe padanja. Hari Ahad kira-kira poekoel 3 petang sampailah toean van Kol ke Djapara dengan seorang djoeroe kabar, jang mendjadi penoendjoek djalan serta djoeroe bahasanja, bersama-sama dengan bapak jang pergi menjongsong meréka itoe kebatas.

Ditengah djalan meréka itoe mendapat ketjelakaan, jaïtoe soemboe roda keréta meréka itoe patah, dan perdjalanan itoe diteroeskanlah dengan sado jang amat lambat larinja. Beroentoeng benar toean itoe! karena dimana-mana sadja, kalau perloe, dapatlah ia melepaskan lelahnja; diatas sado jang terbanting-banting itoe dapatlah ia tidoer njenjak seperti ditempat petidoeran jang berkasoer. Toean itoe ta' maoe menoempang ditempat-tempat lain, lain dari pada diroemah makan, sebab itoelah selaloe ditolaknja permintaan orang jang hendak mendjamoenja menoempang diroemah meréka itoe.

Ketika ia baroe datang, ia bermaksoed ójoega hendak menoempang diroemah makan; tetapi setelah ia berkenalan dengan kami, maka diterimanjalah permintaan kami, soepaja sekali itoe ia menoempang diroemah kami. Kemoedian kami dengarlah, bahasa karena kamilah maka toean van Kol memoetoeskan maksoednja itoe. Dilihatnja disini banjaklah hal-hal jang hendak didjadikannja pengetahoean dan pemeriksaan. Ia hendak menjelidiki, bagaimanakah kebaikan pendidikan bangsa Eropah oentoek anak-anak perempoean bangsawan dan itoelah sebabnja maka ia ta' maoe melepaskan sa'at jang baik itoe.

Oentoeng benarlah kemoedian baroe kami tahoe akan maksoednja itoe; djika sekiranja waktoe itoe kami tahoe, bahwa kami akan djadi benda jang akan diselidikinja, tentoelah kami akan bergoesar hati dan tiadalah akan berlakoe seperti jang biasa sadja. Ketika makan tengah hari selaloe kami memperbintjangkan anak isterinja. Besar hati kami mendengarkan bagaimana ia menghormati isterinja. Karena berkirim-kiriman soeratlah ia kenal akan isterinja.

Itoelah jang memperhoeboengkan meréka itoe, Stella. la berkirim-kiriman soerat dengan isterinja itoe dahoeloe, ialah tentang karangan njonja itoe. Dengan tiada disangka-sangkanja diketahoeinjalah sekarang, bahwa ia adalah menaroeh rahmat Toehan jang amat baik itoe, ja'ni pandai mengarang. Ia dahoeloe djadi pendidik, dan pada soeatoe hari ia pergi dengan kawan-kawannja tamasja kepada seboeah gedoeng dikaki goenoeng Penanggoengan. (Menoeroet nama gedoeng itoelah nanti roemahnja di Prinsenhage dinamaïnja poela sedemikian: „Lali Djiwa").

Seorang diantara meréka itoe haroes mengarangkan perdjalanan itoe. Ketika dioendi, njonja itoelah jang kena. Iapoen mengirimkan karangannja tentang perdjalanan itoe, dan sesoedah itoe djoeroe kabar kerap kali meminta karangannja lagi. Toean van Kol mengoendjoengi sekalian negeri tempat ia diam dahoeloe dan tempatnja bekerdja. Anak-anak jang dahoeloe bermain-main dengan anak perempoeannja, sekarang dilihatnja telah mendjadi iboe. Ia masih tahoe akan nama meréka itoe.

Di Djawa Tengah ia hendak tinggal 4 hari lamanja, dan dalam hari jang empat itoe ia hendak tinggal sehari bersama-sama dengan kami. Stella, kesoekaan hati kami seperti pada, hari'itoe dan malamnja bersama-sama dengan toean van Kol, telah lama tidak kami rasaï. O, alangkah baiknja kalau adikkoe ada diroemah ketika itoe, betapakah ia akan bergirang hati dan djikalau engkau ada disini, Stella, tentoelah engkau akan toeroet berbesar hati bersoeka raja; tetapi engkau pada masa itoe ada bersama-sama, karena engkau ada selaloe dalam kenang-kenangankoe, ketika saja doedoek dekat toean van Kol.

Hatikoe berdebar-debar mengatakan: Stella, Stella. Sekalian itoe perboeatan engkau, hai kekasihkoe, karena engkaulah jang sebenarnja toean van Kol doedoek bersama-sama dengan kami, bertjakap, bertjengkerma, mengeloearkan pikiran jang menggirangkan hati benar-benar, ialah akan mendjadi penebas djalan oentoek kami! Saja selaloe banjak meminta terima kasih kepadamoe, ta' terbalas djasamoe oléhkoe, Stella. Kami semoeanja doedoek dimoeka dipendopo jaïtoe djamoe kami, orang toea kami, Annie Glaser, Roekmini dan saja sendiri.

Kami perlihatkan kepadanja sekalian barang-barang hasil kepandaian bangsa kami. Toean van Kolpoen tertjengang tersenjoem-senjoem melihatnja, sambil ditoeliskannjalah nama barang-barang itoe dalam seboeah kitab peringatannja. Beberapa orang dalam madjelis itoe, berdirilah meninggalkan tempatnja, maka sajapoen beralihlah doeloe kepada seboeah koersi jang kosong, dekat toean van Kol itoe. Iapoen moelaïlah bertanja: „Betoel Radén Adjeng hendak pergi kenegeri Belanda?

Melchers, jang mengatakan kepadakoe." Sajapoen membenarkan katanja itoe, dan ia laloe teroes berkata: „Tetapi soesah bagi toean balik kemari nanti. Dan akan balik kemari itoelah soeatoe kesoesahan jang amat besar."

„Apakah maksoed toean berkata demikian?" Iapoen laloe meminta hendak berkata teroes terang dan mengeloearkan pertimbangannja. Djawabkoe: „Itoelah jang saja kehendaki kepada toean."

Iapoen berkata poela: „Bagi Radén Adjeng nanti soesah, kalau kawin. Kalau Radén Adjeng telah pergi kenegeri Belanda, tentoelah toean tidak akan bersenang hati lagi, kalau toean mendjadi isteri seorang kepala negeri."

Diberinja bermatjam-matjam oempama, bahwa banjak sahabatnja nona-nona Hindia jang terpeladjar, jang telah kawin dengan Belanda totok. Meréka itoe betoel amat tjinta-mentjintaï, tetapi nona Hindia itoe ta' dapat hidoep tjara Belanda dan soeaminja ta' dapat hidoep tjara Hindia; itoelah sebabnja banjak perselisihan diantara meréka itoe."

Moela-moela saja berdiam diri sadja membiarkan dia mengeloearkan boeah pikirannja. Sesoedah itoe baroelah saja menerangkan pertimbangankoe: „Toean van Kol, maksoedkoe pergi kenegeri Belanda hendak beladjar mentjari kepandaian oentoek mendjadi goeroe, dan kalau balik nanti ke Hindia, saja hendak memboeka sekolah oentoek anak-anak kepala-kepala negeri jang perempoean. Saja hendak memberi pendidikan kepada meréka itoe."

Ia tertjengang melihatlcoe, matanja jang hidjau itoe bersinarsinarlah bergirang hati serta memandang saja, seakan-akan ia berkata dalam hatinja: „Itoe bagoes, hagoes kehendakmoe itoe, berbahagia maksoedmoe itoe," dan katanja kepadakoe: „Tiadakah besar hati Radén Adjeng menaroeh sesoeatoe maksoed hidoep?"

Ia bertanja itoe dengan beriang hati. keriangan itoe kelihatan pada matanja jang bertjahaja-tjahaja itoe Hatikoepoen besar mendengarkannja; dengan tiada setahoekoe, keloearlah sepatah kata dari moeloetkoe mengatakan: „Stella". Stella, djikalau sekiranja saja dapat mendjelmakan engkau kemari, dekatkoe barang sebentar, biarpoen sekedjap mata, maka boemi ini rasanja ketjillah bagikoe, karana pada sa'at itoe saja mengerti soenggoeh-soenggosh akan maksoedkoe sendiri; dan hal inilah.

mendjadi soeatoe oentoeng dan bahagia serta rahmat bagikoe, apalagi tjita-tjitakoe itoe dihargaï oléh orang besar seperti toean van Kol itoe; perasaan hati jang demikian mestilah poela dirasaï hendaknja oléh iboe-iboe, kalau dilihatnja pikiran anaknja dima'loemi dan dihargaï orang. Toean itoe sangat memoedahkan kerdjakoe; saja ta' goena banjak berkata, ia mengerti lekas akan maksoedkoe dengan sebsnar-benarnja. Ia bertanja kepadakoe; soedahkah saja memperbintjangkan hal itoe dengan njonja Rcoseboom?

Tidak, saja ta' sempat mengabarkan hal itoe, karena doea kali kami telah bertemoe dengan njonja itoe, selaloe pertemoean itoe dalam madjelis besar, sekali dalam keramaian menari dan sekali lagi dalam perdjamoaan jang besar. Roepan ja meréka itoe diistana di Bogor, mentjeriterakan hal kami, karena toean van Kol setiba diroemah kami, tiba-tiba bertjeritera kepada kami, bahwa toean besar Goebernoer Djenderal kenal akan kami ketiganja.

Sajang saja ta' dapat pergi ke Bogor akan bertjakap-tjakap dengan njonja Rooseboom. Dalam perbintjangan lebih moedah kita mengatakan apa-apa, jang kita pikirkan dan jang kita maksoed. Baroe-baroe ini saja didjamoe oléh seorang njonja, ia meminta saja datang ke Bogor menoempang diroemahnja. Njonja itoe kerap kali datang kepada njonja Rooseboom. Annie Glaser kalau ia telah témpoh pada boelan jang akan datang, akan pergi ke Betawi dan ke Bogor; ia akan pergi djoega menjampaikan pesan kami kepada toean dan njonja A..

dan akan memperkatakan apa-apa jang terasa dihati kami, dan djoega akan pergi kepada njonja jang koeseboetkan diatas tadi. Ah, kalau sekiranja saja dapat pergi bersama-sama dengan dia, alangkah baiknja. Toean van Kol akan mengirim kabar nanti dari Betawi, apa jang patoet kami perboeat, misalnja, menoelis soerat permintaan dll. dan seboeah lagi, kalau ia telah kembali ke Betawi, haroeslah kami mengirim sepostjoek soerat kepadanja, menga­takan nama dan 'oemoer kami, ringkasnja sekalian apa-apa jang kami kehendaki.

Dan soepaja dinegeri Belanda dapat ia miengenangkan kami, haroeslah saja mengirim soerat kepada isterinja. Permintaan itoe telah kerap kali dimintanja dan sajapoen soeka benar mengaboelkannja. Maksoed Roekminipoen hendak pergi kesekolah tinggi; itoelah soeatoe maksoed jang disoekaï toean itoe dan djoega maksoednja hendak pergi kesekolah oeroesan roemah tangga oentoek perempoean, jang akan dimasoekinja, djikalau diketahoeinja nanti bahwa ia tidak akan tjakap beladjar tentang hal kepandaian jang dimaksoednja itoe.

Ia lebih soeka, kalau Roekmini pergi dahoeloe beladjar kesekolah tinggi beberapa boelan lamanja, sebeloem ia menetapkan pikirannja oentoek pergi beladjar tentang perkara oeroesan roemah tangga itoe. Baik benar menoeroet pendapatannja; kami berdoea akan bekerdja bersama-sama, jang seorang akan memenoehi dan menolong jang lain. Ia selaloe berkata: „Pada pendapatankoe, bagoes benar kedoea Radén Adjeng bermaksoed jang demikian dan berani akan mengerdjakannja."

Dan djoega saja perkatakan tentang hal pengadjaran pada segala sekolah 'ilmoe keséhatan toeboeh dan segala kepandaian jang bersangkootan dengan 'ilmoe itoe; saja katakan kepadanja jang saja nanti hendak bersekolah dalam 'ilmoe keséhatan toeboeh dan kepandaian paloet-memaloet orang loeka, membela orang jang sakit, dan segala pengetahoean itoe nanti akan saja adjarkan disekolah kami. Menoeroet pertimbangannja bagoes benar maksoed kami itoe.

„Di Hindia ta' dapat Radén Adjeng akan menjampaikan maksoed itoe, atau boléh djoega disampaikan disini, tetapi dengan kesoesahan jang amat besar. Ditanah Éropah moedah benar menjampaikannja, karona disitoe semoeanja boléh didapat, dan dalam beberapa tahoen sadja, tentoelah toean akan tammat beladjar. Radén Adjengpoen telah pandai bertjakap, menoelis, membatja dalam bahasa Belanda."

Achirnja ia berkata: „Kita haroes pergi kenegeri Belanda. Kalau maksoed Radén Adjeng demikian haroeslah toean pergi ke Eropah, karena disini toean ta' dapat menjampaikan maksoed jang moelia itoe. Sajang soenggoeh saja kalau toean ta' dapat menjampaikan tjita-tjita hati toean itoe."

Saja tjeriterakan djoaga kepadanja, apa sebabnja maka kami hendak tinggal beberapa lamanja ditanah Eropah. Iapoen membenarkan perasaan kami itoe. Ia membenarkan poela kata kami, ja'ni kami akan memberi tjontoh teladan kepada orang banjak, tentoe soekalah orang akan menoeroet boeah pikiran kami; tetapi tentoelah akan bertambah-tambah kesoekaan itoe, kalau kami dididik dan dibawah perlindoengan Pemerintah bekerdja. Bangsa Djawa jang boléh dimisalkan seperti seorang anak jang besar, amat soeka akan keindahan dan keemasan.

Djadi dimana sadja Pemerintah jang berkoeasa itoe mentjampoerkan dirinja, nistjajalah pekerdjaan itoe akan dihormati oléh orang banjak. Ketika saja katakan kepada toean van Kol sekalian tjitatjita dan boeah pikirankoe itoe, maka bertanjalah ia kepadakoe menanjakan, dari manakah saja mendapat pikiran jang sedemikian. Dengan soenggoeh-soenggoeh hati ia mendengarkan sekalian jang saja tjeriterakan itoe. Sebentar-sebentar ia bertanja kepadakoe: „Maoekah toean menoelis soerat kepada isterikoe?"

Kamipoen memperkatakan tentang hal pendidikan (kalau boléh diseboetkan) oentoek anak-anak perempoean bangsawan. Toean van Kol tahoe akan isteri regén-regén dan tahoe poela, bahwa meréka itoe hidoep soenji dan senjap. Telah adalah waktoenja sekarang akan memberi dengan sedapat-dapatnja pendidikan oentoek anak-anak perempoean bangsa Djawa. Toean itoelah orang jang penghabisan sekali, tempat saja memperkatakan apa arti perempoean-perempoean dimoeka boemi ini.

Betapa tjinta, hormat dan baktinja bila ia memperkatakan isterinja, dan besar poela ia menghargakan, bahwa isterinja itoe seorang perempoean jang tinggi daradjatnja, lagi boediman jang mendjadi pedoman dan jang memberi petoea kepadanja! Orang besar itoe sangat mengetjilkan dirinja oentoek isterinja...................hanjalah badannja jang ketjil itoe, tetapi hatinja dan pikirannja sangat besarnja. Itoelah jang merawankan hatikoe!

Saja tatkala dihadapan toean jang terseboet berhati lemah lemboet. Betapakah baiknja bagikoe kalau Toehan jang pengasih penjajang mendjelmakan saja nanti ke „Lali Djiwa", sehingga saja berpekan-pekan boléh bertjampoer dengan manoesia jang berhati soetji dan berpikiran moelia itoe. Bolehkah hal itoe terdjadi, Stella? Saja tahoe benar, bahasa sekalian itoe bagoes sekali kalau kedjadian. Telah beberapa kali, pada waktoe jang baroe inipoen, koesangka jang tjita-tjitakoe itoe hampir-hampir akan terdjadi, tetapi jang sebenainja sekahan itoe ialah angan-angan sadja.

Dan kalau ada apa-apa jang akan meroesakkan hati, baroelah ia datang dengan sebenarnja. Soedah banjaklah jang telah kami tanggoengkan oentoek tjita-tjita kami itoe, Stella; sekalian itoe kami ketahoei, demikian djoega banjak, ja, lebih banjak lagi jang akan datang, jang akan kami tanggoengkan. Moedah-moedahan Allah memberi berkat dan paédah bagi sekalian penanggoengan dan peperangan hati kami itoe, dan timboellah hendaknja karena itoe boenga-boengaan jang haroem oentoek sesama kami perempoean.

Kamipoen akan meminta sjoekoer djoega, kalau sekiranja peperangan kesedihan hati dan ratap tangis kami itoe hanja menghasilkan seboeah boenga sadja oentoek meréka itoe! Kalau kami ta' dapat pergi ketanah Belanda, biarlah kami pergi ke Modjowarno. Banjaklah tjita-tjita kami nanti jang akan hilang lenjap, tetapi toean toeroetlah bersama-sama dengan kami mengoetjap sjoekoer kepada Allah, karena kami telah pandai mendjaga boedi pekerti kami selaloe tinggal tinggi.

Pergi ke Modjowarno artinja kepada kami, bahwa telah berpoelang kerahmatoe'llah dari doenia tjita-tjita kami oentoek hidoep bersama-sama, tempat kami tinggal selama ini, dan sekarang kami hidoep lagi oentoek beberapa orang jang soenggoeh kasih kepada kami, dan jang pikirannja kami hargaï benar-benar, ja, oentoek meréka itoelah sadja keperloean hidoep kami. Kami ta' dapat lagi berboeat barang sesoeatoe oentoek kemanoesiaan perempoean-perempoean bangsawan, jang hidoep dalam sengsara (kebanjakan diantaranja bernasib jang demikian) dan itoelah poela jang amat mengibakan hati kami.

Kami dapat memberi pertolongan kepada meréka itoe, hanjalah dengan péna dan dawat sadja. Tetapi boekti seboeah tjontoh jang njata, lebih baik dari pada seroean seriboe kata-kata jang bernjawa. Tjontoh itoelah jang dapat mengoeatkan arti kata-kata itoe. Bagi kami pergi ke Modjowarno soeatoe pekerdjaan jang moedah, disana tiadalah kami akan mendapat kesoesahan, dan tiadalah poela tjelaan akan kami tanggoeng. Anak negeri disana soeka benar menerima kami.

Peperangan jang akan ditanggoengkan disana, ialah peperangan dengan diri sendiri, dengan bermatjam-matjam keadaan jang gandjil dalam pendidikan kami. Adalah orang jang memberi saja pikiran menjoeroeh menoeliskan sekalian jang telah koepikirkan dan koerasaï, tentang kelaliman laki-laki dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera, sehingga banjaklah diantaranja jang menanggoeng hidoep tjelaka dan sengsara itoe. Sekalian ini baik koetoeliskan dalam sepoetjoek soerat atau seboeah kitab, dan soerat atau kitab itoe dipersembahkan kepada Seri Baginda Maharadja Belanda.

Nistjaja banjaklah kebaikannja perboeatan itoe oentoek tjita-tjita kami, sebab perempoean bangsa Djawa sendiri jang menoendjoekkan kelaliman itoe. Tetapi saja haroes benar tahoe, apa jang akan saja perboeat itoe. Kalau saja mengeloearkan soeara tentang hal itoe, maka sekalian laki-laki bangsa Djawa tentoelah akan marah dan bentji kepadakoe. Saja tahoe betoel hal itoe, dan bagi dirikoe sendiri tiadalah saja takoet akan kemarahan dan kebentjian meréka itoe, tetapi kalau saja nanti mendjadi goeroe, boléh djadi saja berdiri dimoeka kelas jang tiada bermoerid.

Kepada orang jang demikian halnja, tentoelah meréka itoe ta' kan maoe menjerahkan anaknja. Kalau saja berboeat jang demikian itoe, ta' oebahnjalah seperti saja memoekoel kelobaan hati laki-laki. Djagalah hati-hati meréka jang berani mengoesik doenia kesenangan laki-laki jang telah beroerat berakar itoe! Djawab tentang pertanjaankoe, apabilakah anak gadis Islam berhak mendapat kemerdékaan, telah koeterima. Boenjinja: „Anak gadis bangsa Islam ta' pernah mendapat kemerdékaan; kalau ia hendak bébas haroeslah ia kawin dahoeloe, soedah itoe boléhlah ia bertjerai dengan soeaminja itoe."

Kami anak-anak gadis haroes mensahkan sendiri hak kemerdékaannja, dan memaksa doenia ini menjoeroeh mengakoe akan kebébasan itoe; hal itoe mesti kami lakoekan! Engkau telah tahoe bahwa toean van Kol datang kemari dengan seorang djoeroe kabar, toean itoe mengarangkan perdjalanannja bersamasama dengan toean van Kol. Kedatangan meréka itoe kekaboepatén Djaparapoen ditjeriterakannja poela. Tjobalah engkau pikir, dalam karangannja itoe ditjeriterakaimja poela sedikit perbintjangan kami dengan toean van Kol.

Sekarang tahoelah orang kemana toedjoean kami. Saja harap benar jang pemberi tahoean itoe djanganlah hendaknja meroesakkan tjita-tjita kami, melainkan akan memberi paédahnja. Baroe sekali itoelah namakoe diseboet orang dalam hidoep bersama-sama jang bertali dengan bangsakoe, mémang disanalah nanti tempat namakoe itoe! Keadaan itoe amat membesarkan hatikoe, Stella, karena namakoe diseboet setali dengan bangsakoe, bangsa Djawa! Simpanlah oléhmoe porterét itoe akan djadi soeatoe tanda mata dari perserikatan kami bertiga.

Sajang si tiga sedjoli waktoenja telah laloe, telah habis dan amat bagoes keadaannja; itoelah sebabnja maka sekarang kami haroes bertjerai-berai. Porterét itoe ialah porterét jang sebaik-baiknja, gambar kami bertiga, dan seroepa benar masing-masing kami didalamnja. Porterét itoe diboeat pada hari Mauloed nabi Isa. Ja'ni porterét kami jang kesoedahan, ketika kami bertiga masih mendjadi anak-anak gadis. Porterét itoe menimboelkan doekatjitakoe melihat perkoempoelan kami bertiga itoe.

Soenggoeh bagoes benar keadaan kami dahoeloe itoe, hati tiga bertangkai satoe, dan sekarang jang seboeah telah goegoer dari tangkainja. Boléhkah loeka jang sedemikian akan mendjadi semboeh? Saja ta' tahoe, dan kalau ia tersinggoeng sedikit sadja, maka darahpoen keloearlah. O, Stella, engkau ta' tahoe betapa kesoesahan hati kami kehilangan adikkoe itoe. Sekaliannja menimboelkan ingatan mengenangkannja, dan sekaliannja membisikkan adik kekasih kami itoe.

Pada perasaan kami sekarang kami telah terlaloe toea, pertjampoeran kami seperti telah berzaman-zaman lamanja telah laloe. Tetapi jang sebenarnja beloemlah tjoekoep setengah tahoen adikkoe itoe meninggalkan kami! 26 Mei 1902 (V). Soerat njonja jang kemoedian sekali jang didalamnja menerangkan kesoekaan dan kesajangan njonja tiada berhingga kepada bangsa Djawa, kerap kali koeoelang-oelang membatjanja. Besar soenggoeh-soenggoeh hatikoe melihat toean berhati penjajang dan peramah oentoek memikirkan bangsakoe bangsa koelit hitam itoe.

O, kalau sekiranja saja boléh berdekatan dengan toean sekalian disini, soeka benarlah saja hendak memperlihatkan berbagai-bagai keadaan bangsa kami kepada toean. Dimanakah dapat orang memperhatikan dan mema'loemi akan hal keadaan sesoeatoe bangsa dengan sebaik-baiknja, kalau tiada pada tempat meréka itoe sendiri, dan disini kami betoel-betoel dalam kampoeng Djawa? Njonja telah tahoe, bahasa toean sekalian selaloe boléh datang kepada kami, dan kamipoen dengan soetji hati menerima kedatangan toean itoe.

Pada perasaankoe baik soenggoeh hati njonja soeka menerima saja diroemah toean, tetapi apa boléh boeat, karena saja sekarang hanjalah boléh menerima sekadar kesoekaan toean itoe sadja. Sedangkan pergi berdjalan ke Bogor waktoe ini masih banjak alangannja. Tetapi siapa tahoe kalau-kalau peroebahan dalam hal itoe akan lekas datang! Siapa tahoe, sebab banjak kali apaapa jang sekarang moestahil, ésok harinja telah kedjadian. Bangsa Djawa jaïtoe bangsa jang penoeh dengan kenang-kenangan dan tjeritera jang 'adjaib-'adjaib, dalam bermimpi dan kenang-kenangan, banjaklah kedjadian hal-hal jang 'adjaib'adjaib.

Dan hatikoe, hati Djawa itoe memegang kenang-kenangan itoe sangat tegoeh-tegoeh; kalau sekiranja pada zaman poerbakala boléh terdjadi hal jang gandjil-gandjil, tentoelah sekarang boléh djoega terdjadi hal jang sedemikian! O, sekiranja njonja tahoe apa jang dimimpikan anak-anak Djawa sahabat njonja itoe! Kalau saja tjeriterakan, boléh djadi toean akan tertjengang mendengarnja, tentoelah gandjil pada pikiran toean. Tetapi saja berharap, djanganlah toean beriba hati dan akan mengangkat bahoe mendengarkannja.

Njonja tahoe, bahwa saja soeka soenggoeh hendak pergi ketanah air toean, boekan? Tetapi toean ta' tahoe apa sebabnja dan apa perloenja kami pergi kesana. Sekalian orang tentoe akan mengatakan, bahasa kami akan pergi melihat tanah dan keadaan bangsa asing dan akan tamasja dan berbesar hati sadja disana. Kami soenggoeh merasa sajang akan bangsa kami, sekalian kesoekaan dan kedoekaannja, menjoekakan dan menjedihkan hati kami. Hérankah njonja mendengarkan kami telah berniat soenggoeh-soenggoeh akan memperboeat apa-apa jang baik, asal boléh memberi rahmat kepada bangsa kami?

Apakah pertalian katakoe itoe dengan niat hendak pergi ketanah air toean? Kami benar-benar disana hendak mengoempoelkan kepandaian oentoek bangsa kami. Apa-apa jang bagoes pada bangsa lain, pada bangsa toeanlah jang teroetama benar, hendak kami berikan kepada bangsa kami, dan dalam hal itoe tiadalah poela kami akan memboeang dan mengganti tabi'at meréka itoe, melainkan semata-mata akan menambah kehormatan tabi'at jang baik-baik, jang ada padanja.

Itoelah maksoed kami jang teroetama sekali! O, hendak bekerdja bersama-sama oentoek menghabiskan kerdja jang bagoes dan moelia jang akan meninggikan kesopanan dan kehormatan bangsakoe, itoelah kenang-kenangan kami, jang sama harganja dengan sekalian peperangan hidoep. Sajang sekali saja tinggal berdjaoeh-djaoehan dengan toean, betapalah besarnja hatikoe kalau kita tinggal berdekatan, tentoelah selaloe saja boléh dapat bertanding pikiran dengan toean.

Dan dalam pertjakapan itoe lebih moedah kita mengeloearkan pikiran dan kemaoean hati. Kita berkirim-kiriman soerat, makin lama makin menjenangkan hatikoe, dan pikiran kita roepanja banjaklah jang sesoeai. Betapa soeka hatikoe hendak memperkenalkan toean dengan bangsakoe dan mema'loemkan hal keadaannja kepada toean, betoel seperti saja mengenal mema'loeminja. Amat banjak hal jang bagoes dan tersemboenji pada bangsakoe. Patoetnja se­karang telah lahirlah seorang pandai, ahli pengarang jang pandai mengatakan kepada bangsanja sekalian tjita-tjita dengan kata-kata jang menarik hati, seperti Fielding pandai berkata kepada bangsa Burma.

Jang seperti itoe beloem ada pada kami, jang ada ialah kitab jang ternama karena pedih isinja, karangan toean Veth, jang menjebabkan banjak péna bergerak, dan kemarahan hati jang amat sangat! Manakah tanah jang ta' ada tjatjatnja? Tanah Hindia dan sekalian tanah dimoeka boemi ini masing-masing ada tjatjatnja. Kasihan, wahai engkau tanah Hindia! Ditanah asing orang hampir ta' tahoe kepadamoe dan kitab-kitab jang seperti karangan toean Veth, tentoelah tiada akan menarik hati orang akan mengasihi engkau, tetapi tentoelah orang akan menolak dan membentji engkau!

Augusta de Wit djaoeh berlainan pikirannja dengan pikiran pengarang-pengarang jang lain-lain. Ia menoelis meriangkan hati tentang tanah Hindia, dan betapa poela bagoes bahasanja! Dengan girang hati kami membatja karangannja didalam soerat kabar „de Gids". Tentang hal keadaan dan kepandaian anak negeri, Henri Borellah, jang seperti bermimpi, mentjeriterakan tanah Hindia dengan sebagoes-bagoesnja. Tetapi tentang hal jang lain-lain ta' senanglah hati membatja karangan Henri Borel itoe, samalah keadaannja dengan karangan sahabatnja toean Veth.

Soedahkah njonja batja karangan Borel tentang „gamelan?" Pada perasaan kami karangan itoe ialah permata moetoe manikam dari karang-karangan! Dan soedahkah toean membatja karangan Martine Tonnet tentang wajang orang diistana Soeltan Djokdja, didalam soerat kabar de Gids? Karangan itoepoen mahkota dari segala karang-karangan poela. Borel haroeslah hendaknja pergi melihat orang menari serimpi. Alangkah bagoesnja sja'ir jang akan diboeatnja, setelah ia melihat tari itoe!

Tari poeteri-poeteri Solo dan Djokdja betoei seperti tari bidadari dikajangan. Itoelah tari sebenar-benar tari! Sajang kami ta' dapat pergi kesana. Atjap kali orang meminta kami akan pergi kesana, tetapi kami ta' soeka, karena kami mesti berpakaian seperti anak-anak radja perempoean, ja'ni haroes berpakaian seperti anak-dara. Tetapi sekarang pénakoe telah tersesat lagi. O ja, kami soeka benar membatja, tetapi sajang, sajang kami ta' tahoe bahasa-bahasa asing dan ta' dapat kami mempeladjarinja disini.

Telah beroentoeng benarlah kami dapat berkata-kata dalam bahasa toean. Ah, kami dahoeloe soenggoeh berniat benar hendak mempeladjari bahasa-bahasa itoe. O, betapa harapan kami hendak bersoeka hati, membatja kitab-kitab tjeritera bangsa asing didalam bahasa itoe sendiri. Betapa djoega bagoesnja kitab jang diterdjemahkan, tetapi kitab dalam bahasa asalnja ta' dapat tiada lebih bagoes. Tahoekah njonja kitab tjeritera-tjeritera 'adjaib jang bagoes, karangan Marie Marx-Koning?

Kitab itoe pada pendapat kami amat bagoes. Pada perasaankoe ia sangat menjoekaï karang-karangan van Eeden. Boeah pikirannja dalam kitab jang bernama ,,'t Viooltje, dat weten wilde" menoeroet sepandjang pikirankoe samalah bagoes isinja dengan kitabnja jang bernama „De kleine Johannes". Bagaimanakah tentang isi kitab itoe menoeroet pikiran njonja? Pada pikirankoe, isi kitab itoe amat bagoes, pikirannja benar dan karangannja élok. Dengan soeka hati saja membatja apa jang njonja tjeriterakan kepadakoe tentang pendidikan anak toean dan peri keadaan orang-orang miskin ditanah Belanda.

Ja, kesengsaraan orang miskin jang amat sangat dalam moesim dingin itoe telah banjak saja dengar. Kasihan, ja, kasihan soenggoeh kita kepada meréka jang sengsara dan tjelaka itoe! Saja sekarang berkirim-kiriman soerat poela dengan seorang anak gadis bangsa Friesch; anak gadis itoe kerap kali mentjeriterakan kepadakoe hal keadaan dinegeri Belanda dan lebih-lebih keadaan di Friesland. Ia atjap kali doedoek dilantai jang dingin pada moesim bekoe bersama-sama dengan orang miskin jang tinggal diroemah-roemah boeroek dipadang pasir disana.

Dalam moesim bekoe meréka itoe ta' dapat bekerdja, dan karena itoe ta' poela mendapat makanan dan pakaian, demikian lagi apipoen ta' ada dalam roemahnja oentoek memanaskan roemah tangganja serta anak-anaknja jang dalam menangis. Boekan boeatan sengsara meréka dalam hal itoe. Sengsara dan tjelaka jang seperti itoe ta' adalah kami ketahoei; tetapi nantilah dahoeloe, djanganlah terboeroe-boeroe saja mengatakan itoe. Ta' djaoeh dari tempat kediaman kami boekan boeatan poela sengsara jang ditanggoengkan disana.

Meréka tidaklah kedinginan, tetapi selaloe dalam kelaparan, batoe dan tanah sadjalah jang beloem dimakan oléh meréka itoe. Bermatjam-matjamlah kesengsaraan jang didengar dan dilihat jang ditanggoengkan oléh manoesia dimoeka boemi ini. Ini lagi. Bagaimanakah kelak kesoedahannja? Njonja tentoe telah mendengar kabar, bahasa adalah 500 orang anak-anak mendjadi jatim piatoe, jang ajah boendanja mati karena penjakit koléra. Kasihan benar melihat boedak-boedak itoe ditimpa oléh mara bahaja dan kesengsaraan itoe; karena meréka masih ketjil beloem berdaja dan ber'akal, telah kehilangan iboe bapaknja.

Tetapi karena pertolongan kiri kanan, sekarang meréka itoe lebih beroentoenglah dari pada kalau meréka itoe tinggal pada iboe bapaknja. Sekarang meréka itoe dipelihara dan didjagaï orang, tetapi dahoeloe ketika orang toeanja masih hidoep, boléh dikatakan tiadalah diindahkan dan dipeliharakan seperti sekarang. 10 Juni 1902 (VIII). Bahasa Belanda ialah soeatoe kepandaian jang saja soekaï benar-benar, sedjak dari dahoeloe banjak orang berkata, jang saja pandai berbahasa Belanda.

Tetapi berperasaan dalam soeatoe bahasa beloemlah artinja ada berpengetahoean dalam bahasa itoe! Beroentoenglah saja karena saja sajang benar kepada bahasa Belanda!. Mengertilah saja sekarang, bagaimana halnja orang jang ta' ada perasaannja dalam bahasa itoe, dan tentoelah ia akan mempeladjari bahasa itoe seperti soeatoe hoekoemanlah baginja. Lain dari pada 'ilmoe bahasa, 'ilmoe boemipoen saja soekaï benar dan demikian poela berhitoengpoen; tetapi kepada 'ilmoe tambo (babad) selaloe saja berhati berat.

Boekannja karena saja ta' soeka akan 'ilmoe tambo itoe, ta' soeka mendengarnja, sekali-kali tidak, sajapoen tahoe benar bahwa banjak pengadjaran didalamnja. Tetapi orang mengarangkannja oentoek pengadjaran disekolah rendah, ta' pandai sepandjang pikirankoe. 'Ilmoe itoe haroeslah saja peladjari hendaknja kepada goeroe jang pandai bertjeritera, jang dapat membagoeskan dan menerangkannja. Pada 'ilmoe babad itoe, bahagian jang pertamalah jang amat saja soekaï ja'ni hal keadaan tambo jang lama-lama.

Sajang sekali sedikit sadja tjeriteranja dalam kitab itoe. Itoelah bahagiannja jang saja soekaï, misalnja babad orang Masir, orang Gerik dan orang Roem. Dengan besar hati selaloe saja batja dalam soerat-soerat kabar tentang pasar malam ditempat toean. Berdebar-debar hati kami dan mata kamipoen bersinar-sinar, karena membatja kebagoesan pasar malam itoe! Toean-toean sekalian ada berhati maoe dan soeka hendak memboeat pekerdjaan jang baik itoe.

Kami semoea dan bangsa kami sekalian, jang akan mendapat rahmatnja, mengoetjapkan selamat dan terima kasih atas keramaian dan kebaikan pasar malam itoe. Girang benar hatikoe mendengarkan oekir-oekiran Djapara banjak menarik hati penontonnja. Ja, betapalah girang hati kami hendak melihat barang-barang tembaga jang bagoes-bagoes itoe; beloemlah banjak barang itoe kami lihat, apalagi benda-benda jang gandjil-gandjil jang lain. Besar hati kami melihatkan kegirangan hati orang Belanda hendak memadjoekan pertoekangan dan kepandaian Boemi

BÉNTÉNG LAMA Dl DJAPARA. poetra, soenggoeh besar hati kami mendengarnja! Kami betoel-betoel hendak berpongah hati akan bangsa kami, ja'ni bangsa jang amat sedikit diindahkan dan terlaloe banjak dihinakan orang. Tetapi hati dan pikiran kami ketika bertjakap-tjakap dengan toean van Kol, ta' adalah oebahnja seperti kami berhadapan dengan seorang sahabat karib dan loepalah kami bahwa ia seorang asing bagi kami. Tetapi apa hendak dikata, ia terlampau sederhana, ramah dan seperti bapaklah lakoenja bagi kami.

Itoelah poela jang menarik hati kami menerangkan sekalian kehendak kepadanja. Dimoedahkannja kami berkata-kata itoe dan dengan riang hatinja menerima pertjakapan kami. Ta' Oesah lagi kami berkata pandjang kepadanja: ia lekas mengerti akan maksoed kami dan mema'loemi malcsoed kami itoe dengan sebaik-baiknja! Sekaranglah poela boeroeng noeri jang didalam hatikoe itoe dapat bersoekatjita menjanjikan bermatjam-matjam lagoe setelah sekian lamanja tinggal diam membisoekan dirinja.

Itoelah soeatoe waktoe jang berbahagia, ja'ni ketika'kami bersama-sama bertjakap-tjakap itoe. Amat soekarlah rasanja kami akan mentjeriterakan kegirangan hati kami itoe. Besar benar hati kami menerima apa-apa jang baik pada pemandangan kami. apalagi kalau sekiranja benda jang bagoes itoe, bidji mata dan kenang-kenangan kami sendiri. Terkenanglah poela oléhkoe masa jang laloe pada penghabisan tahoen 1900. Boeroeng noeri dalam hatikoe masa itoepoen bersoekatjita menjanjikan lagoe jang amat merdoe meminta terima kasih atas segala kegirangan dan keoentoengan jang telah koeterima itoe.

Soenggoeh-soenggoeh adalah kiranja waktoe jang amat berbahagia dalam hidoep manoesia dimoeka boemi ini. Kenang-kenangan kepada waktoe jang berbahagia itoelah benda jang amat indah dalam hidoep didoenia ini; ialah jang akan mendjadi soeatoe tjahaja pada hari jang gelap-goelita dan mendjadi obat jang dingin ketika hati dalam kedoekaan. Betapa baik hatinja toean van Ko1 itoe karena telah datang kemari dan pergi berpajah ketempat kami jang soenii menemoei orang jang ta' pernah dikenalnja, biarlah ia tidak selaloe, o, tidak selamanja sehaloean dengan pikiran kami!

Kami sekali-kali ta' soeka akan mendjadikan moerid-möerid kami mendjadi setengah Belanda atau mendjadi Belanda Djaawa. Maksoed kami dengan pendidikan jang bébas itoe, ialah akan memboeat bangsa Djawa mendjadi Djawa jang sedjati, jang berhati kasih dan tjinta kepada tanah dan bangsanja, lagi bermata dan berhati terang akan kebagoesan dan kesengsaraan bangsanja! Kami hendak memberikan kepadanja 'adat tertib-sopan orang Eropah, dengan tiada hendak memboeangkan 'adatnja sendiri, meiainkan kalau boléh, kami hendak mempertinggi kehormatan 'adat bangsa kami itoe.

Karena pertjampoeran beberapa toemboeh-toemboehan atau binatang-binatang jang berlainan bangsanja, boléhlah orang mendapat bibit toemboeh-toemboehan atau binatang jang lebih baik keadaannja. Dan ta' dapat tidak nistjaja begitoe poela keadaannja dengan 'adat isti'adat bangsa-bangsa dimoeka boemi ini, boekan? Apabila 'adat kita jang baik ditjampoer dengan 'adat orang jang baik poela, tiadakah kiranja akan bertambah kebaikan keadaan 'adat itoe nanti?

Sekarang saja djawab pertanjaan toean: „Apakah sebabnja maka kami mesti hendaknja pergi kenegeri Belanda?"

Pertanjaan itoe telah toean tanjakan dahoeloe. Oentoek Roekmini karena salah satoe dari kedoea kepandaian jang dimaksoednja itoe, hanjalah dinegeri Belanda dapat dipeladjarinja. Dan bagikoe? Apakah akan djawabkoe? Saja dapat djoega disini mempeladjari sekalian maksoedkoe itoe, seperti dinegeri Belanda. Betoel, tetapi bila saja mendapat peladjaran dinegeri Belanda, tiadakah lebih tjakap dan lebih pandai saja mengerdjakan kerdja mendjadi goeroe dan mendjadi pendidik itoe nanti?

Disana pemandangankoe akan bertambah loeas, pikirankoe bertambah tadjam dan pand jang, dan sekalian itoe tentoelah akan menolong memoedahkan pekerdjaan jang akan saja tanggoeng itoe. Tanah Eropah akan mengadjar dan memberi saja pengetahoean, jang ta' dapat saja minta dan peladjari disini, ditanah air sendiri. Lain dari pada kepandaian oentoek mengadjar disekolah rendah atau pekerdjaan mendjahit dan merénda, kami soeka benar nanti hendak mengadjarkan disekolah kami pengetahoean dalam hal badan manoesia, bahagian badan jang diloear dan didalam, serta kegoenaan dan pekerdjaan tiap-tiap bahagian itoe, soepaja kita seboléh-boléhnja hidoep dengan badan jang séhat.

Banjaklah ketjelakaan jang ta' akan terdjadi atau akan koerang hébatnja, djikalau banjak orang mengetahoei 'ilmoe jang amat bergoena itoe! Mariiah saja seboetkan oempamanja: Baroe-baroe ini adalah seorang anak perempoean jang digiling keréta api; ia dibawa kekota soepaja dapat diperiksa akan diobati oléh dokter, tetapi setiba disana ia telah seperti majat, karena darahnja habis tertoempah sepandjang djalan. Pegawai polisi dan pegawai keréta api ta' tahoe akan keadaan oeratoerat dalam badan dan ta' tahoe poela memaloet loeka-loeka.

Pengadjaran keséhatan toeboeh, membela orang sakit dan memaloet orang loeka, menoeroet perasaankoe haroes dimasoekkan dalam peladjaran pendidikan. Adalah waktoe ketikanja dalam hidoep kita ini, kita terpaksa wadjib mendjaga orang sakit. Perempoean-perempoeanlah jang atjap kali akan berboeat demikian. Oempamanja: ada kaoem keloearga kita atau orang asing jang sakit keras dalam roemah. Berbahaja benar kalau kita salah membela orang sakit.

Tentoelah kita moedah salah membelanja, djikalau kita tiada berpengetahoean dalam hal itoe. Bahaja jang demikian telah saja tanggoeng ketika seorang kesajangankoe sakit keras. 'Ilmoe itoe hendak saja ketahoei, sehingga dapatlah saja nanti mengadjarkannja disekolah kami; sekalian hal itoe moedah saja peladjari dinegeri Belanda, karena sekalian perkakas 'ilmoe itoe telah ada tersedia disana. Dan apa poelakah lagi sebabnja maka kami patoet tinggal beberapa lamanja dinegeri Belanda?

Goenanja, jaïtoe akan menjoetjikan kami dari pada kekerasan pendidikan 'adat Djawa jang telah mengotorkan kami itoe, sehingga kami sampai sekarang ta' dapat menjemboenjikan diri disini dari pada kekerasan itoe. „Bertsmoe dengan orang Eropah jang ta' kami kenal, meskipoen sepasoekan banjaknja,” kata Roekmini, „ta' ngeri kami, dan hal kami tinggallah sebagai biasa sadja”; tetapi bertemoe dengan seorang Djawa, takoetlah kami, segeralah kami melarikan diri kami.

Dan banjaklah lagi sebab-sebabnja jang lain. Kami hendak melepaskan diri kami dari pada 'adat-'adat jang boeroek dan mengikat kami, lagi ta' dapat kami melepaskannja disini; sekalian ketjelakaan jang ada tertaroeh pada diri kami dan mengalangi kerdja, hendak kami boeangkan, soepaja dapatlah pikiran kami mendjadi bébas dan sempoerna, sehingga dapatlah kami nanti mengembangkan sajap. Djika sekiranja sekalian hal itoe telah terboeang, tentoelah pekerdjaan jang hendak kami kerdjakan itoe moedah diperboeat.

Sebab itoelah haroes kami pergi ketempat jang lain, kenegeri asing, jang lain 'adat lembaganja serta keadaannja dari pada dinegeri kami. Besar pengharapan kami, tanah Eropah akan mendidik kami, soepaja kami lebih tjakap dan lebih pandai menjampaikan maksoed, jang hendak kami kerdjakan nanti; dan boléh kami disana mengoeatkan badan kami sampai kebal dan tahan menanti panah-panah jang berbisa, jang akan dipanahkan oléh bangsa kami kepada kami, karena kami berani melakoekan diri lain dari pada kebiasaan meréka itoe.

Tanah Eropahlah jang akan mengadjar kami betoel-betoel bébas! Adakah terang sekalian pendjawabankoe tentang pertanjaan „apa sebabnja” itoe? Saja harap njonja mengerti akan maksoedkoe. Dan.... sesoeaikah pikiran njonja dengan pikirankoe itoe? Banjak lagi sebab-sebabnja, kami perloe tinggal oentoek sementara dinegeri Belanda; tetapi saja berharap apa-apa jang telah saja tjeriterakan diatas tadi, telah tjoekoeplah itoe bagi toean. 17 Juni 1902 (V).

Baroe sebentar ini saja batja dalam soerat kabar, bahwa ada beberapa orang anak perempoean Tjina memohonkan permintaan, soepaja dapat toeroet bersama-sama dalam oedjian mendjadi goeroe. Selamat! atas kemadjoean itoe! Besar hatikoe mendengarkan hal itoe. Orang-orang Tjina terlampau keras memakaikan 'adat-'adatnja jang toea; tetapi sekarang dapat kita melihat, bahwa 'adat jang keras dan toea itoe lambat lekasnja betoel boléh dipatahkan!

Itoelah poela jang memberi saja keberanian dan jang menambah pengharapankoe! Alangkah besar pengharapan saja hendak berkenalan dengan anak-anak Tjina perempoean jang berani itoe. Maoe benar saja hendak mengetahoei pikiran, tjita-tjita dan perasaan hati meréka itoe. Saja hendak mengetahoei benar bagaimana hati ketjilnja. Sedjak dahoeloe saja hendak bersahabat dengan seseorang gadis anak Tjina! Soeka benar saja hendak menge­tahoei apa jang terkandoeng dalam hati ketjil anak perem­poean Tjina jang demikian.

Tentoelah didalamnja banjak tersimpan keadaannja jang baik. Adakah njonja melihat orang Tjina beralat kawin? Saja ada melihat baroe sekali, tjoekoep; peralatan itoe ta' dapat saja loepakan. Orang Tjinapoen merajakan djoega kesoekaan dan kedoekaan jang berhoeboeng dengan arwah-arwah kaoem keloearganja jang telah meninggal doenia. Di Semarang ada seorang Tjina radja oeang mempoenjaï seboeah taman jang amat permai. Taman itoe terletak diléréng seboeah boekit, o, boekan boeatan bagoesnja.

Disana diboeatnja goea-goea batoe dan boekit-bcekit jang ditanaminja dengan pohon rasam, boenga-boengaan dan pohon boeah-boeahan jang ketjil-ketjil. Tiap-tiap matjam didalam keboennja itoe dihiasinja dan dibatasi oléh djalan-djalan ketjil jang berkélok-kélok, simpang-sioer kian kemari. Ditengah-tengah keboen itoe adalah seboeah kolam jang berdjoeroe banjak, didalamnja penoeh beiisi ikan goerami dan ikan mas jang berenang-renang disana.

Dan ditengah-tengah kolam itoe poela adalah seboeah roemah peranginan ketjil. Dekat kolam itoe ada lagi seboeah boekit jang bergoea dan berbilik mandi: dengan tangga jang berkélok-kélok melaloei goea itoe, boléhlah kita pergi kepoentjak boekit itoe. Disana adalah terdiri kelenting ketjil doea boeah dan pohon boeah-boeahan serta boenga-boengaan bermatjammatjam. Ta' oebahlah penglihatan disana seperti soeatoe tjeritera dongéng; jang koerang lagi hanjalah orang-orang tjébol penoenggoe taman dan déwa-déwa jang keloear dari tjelah-tjelah batoe dan loebang-loebang diboekit itoe.

Shared under a licence Indonesian Wikisource CC BY-SA 4.0

“Habis Gelap Terbitlah Terang” by Wikisource contributors, from Indonesian Wikisource (https://id.wikisource.org/wiki/Habis_Gelap_Terbitlah_Terang), used under CC BY-SA 4.0.

Checking… —

Narrator

Audio is kept per voice, so a new narrator is read afresh from here on. Anything you have already heard stays as it was.

Finding voices…

Checking what is available…

Reading

Text size
Adjusts the reading column only.

Sleep timer

Vesper fades out over the last twenty-five seconds, so it never cuts.

Contents

Habis Gelap Terbitlah Terang

This text carries no chapter marks of its own, so it is served in equal parts. Nothing has been cut.

  1. 01 Permoelaan kalam 3 min
  2. 02 Pendahoeloean 11 min
  3. 03 Soerat-soerat dalam tahoen 1899 56 min
  4. 04 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 1 50 min
  5. 05 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 2 1 hr
  6. 06 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 3 51 min
  7. 07 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 1 57 min
  8. 08 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 2 57 min
  9. 09 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 3 47 min
  10. 10 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 1 57 min
  11. 11 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 2 1 hr 3 min
  12. 12 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 3 1 hr 9 min
  13. 13 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 4 1 hr 7 min
  14. 14 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 5 1 hr 8 min
  15. 15 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 1 59 min
  16. 16 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 2 57 min
  17. 17 Soerat-soerat dalam tahoen 1904 25 min
  18. 18 Boeah pikiran jang dipetik dari pada soerat-soeratnja jang tiada disiarkan 3 min
  19. 19 Berilah orang Djawa pendidikan! 45 min