Habis Gelap Terbitlah Terang Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 1

Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Adjeng Kartini

Soerat-soerat dalam tahoen 1902

Part 1 of 5 57 min aloud CC BY-SA 4.0

Désa Tjipoetri dekat Patjet (Priangan). 3 Januari 1902 (VIII). Tetapi toean residén akan melihat kami dan akan bertjakap-tjakap dengan kami. Toean besar itoelah jang membawa kami moela-moela keloear roemah 6 tahoen jang laloe. Oléh permintaannja, dapatlah kami berdjalan keloear. Dahoeloe dari waktoe itoe ta' pernah kami pergi keperdjamoean, sehingga pendopopoen beloem pernah kami djedjak, dan sekalian orang jang hendak melihat atau bertjakap dengan kami, haroes pergi masoek kedalam atau pergi keserambi dibelakang.

Senang hati kami mengingatkan bagaimana kami selangkah-selangkah menempoeh djalan kemerdékaan. Toean S ij t h o f f itoelah poela jang moela-moela menolong kami melangkahkan langkah jang pertama menempoeh djalan itoe. Sekarang kami telah bersiap akan menempoeh zaman jang baroe. Enam tahoen soedah lamanja jang boléh kami namakan tahoen beroentoeng............betoel didalam tahoen-tahoen itoe kami banjak menangis, tetapi banjak poela bersoekatjita.

Ketika kami tiba di Semarang, datanglah saudara perempoean kami jang soeloeng jang tinggal di Kendal, melihat kami. Ta' senanglah hatinja sebeloem berdjoempa dengan kami bertiga: „Adik, adikkoe,” itoelah sadja katanja ketika melihat kami. Tangannja jang memeloek kami gementar dan air matanjapoen berlinang-linang dipipinja. Ketika kami berhadap-hadapan dan bertentangan dengan saudara itoe, ta' dapatlah kami mengeloearkan kata sepatah djoeapoen, mengertilah kami apa jang' terasa dihati pada waktoe itoe.

Sekaranglah baroe kami dapat bertemoe dengan hati jang sesoeai. Kasih dan iba hati kami melihat saudara kami itoe. Dimoekanja tampak oléh kami, bahwa ia soeka benar hendak menoeroet kepada kami, dan tahoe poela ia akan kelemahannja. Baroelah sekarang, setelah beberapa tahoen, baroe dapat ia menghargaï kami dan menjoekaï maksoed kami. Sekalian itoe mengoeatkan dan menegoehkan tjita-tjita hati kami serta menambah keberanian hati. Saudara kami itoe moelamoelanja soenggoeh-soenggoeh bentji kepada sekalian 'adat jang baroe, ia soenggoeh kaoem koeno, tetapi sekarang............?

Alangkah ta'adjoebnja ia melihat keadaan kedoea adik-adikkoe jang masih ketjil itoe. Besar hatinja boekan boeatan melihat peroebahan itoe. Djanganlah kiranja toean terkedjoet melihatkan kami, berani memoedji diri dan berhati gadoek sebagai ini! Sebenarnjalah besar hati kami, melihatkan bagaimana ia dengan ta'adjoeb mengakoe, bahwa kami tiada djahat seperti perasaan hatinja dahoeloe; tetapi iba poela hati mengingatkan bagaimana ia berdoekatjita melihatkan kami berkelakoean jang demikian.

Soeaminja seorang laki-laki jang baik hati. Baroe inilah saja tahoe, bagaimana dan siapa ia. Dahoeloe kami bertemoe sekali-sekali dengan dia, dan bertjakap sepatah doea sadja. Sekaliannja ta' tahoe saja bagaimana dia. Baroe-baroe ini ketika kami bertemoe dengan dia, lama kami bertjakap-tjakap............pada pikirankoe saudarakoe perempoean beroentoeng mendapat soeami jang demikian. Soeaminja itoe dahoeloe bersekolah di H.B.S. dan beladjar disana hanjalah pada beberapa kelas, kemoedian pergilah ia mendjadi pegawai.

Iparkoe itoe ta' berbapak lagi. Sekalian adiknja perempoean dan laki-laki bersekolah Belanda. Seorang adiknja laki- masih bersekolah di H.B.S. Ia sekarang dikelas 4 dan akan naik kekelas 5. Anak itoe tadjam otaknja. Paman iparkoe itoe, seorang regén, menjoeroeh adiknja jang di H.B.S. itoe dikeloearkan dari sekolah. Regén itoe akan menolong soepaja ia mendapat kerdja. Selaloe iparkoe diasoetnja, tetapi ia ta' maoe mengeloearkan adiknja dari sekolah itoe.

„Apa, menjoeroeh adikkoe keloear dari H. B. S. itoe? Dan akan mendjadi djoeroetoelis asistén-wedana jang bergadji ƒ 15 atau ƒ 20? Ta' maoe saja," katanja, „Ia haroes meinjampaikan peladjarannja di H. B. S. Nanti ia boléh bekerdja perkara dagang atau dikeréta api."

Iparkoe itoe mémang gagah, ia ta' soeka memimpikan pajoeng emas atau boeah badjoe leter W. Dan iboenjapoen djoega bermaksoed demikian, ja'ni maoe menjoeroeh anaknja beladjar sampai tammat, soenggoehpoen ia tahoe, bahasa anaknja diroemah adalah 4 orang lagi. Baik benar maksoed iboenja itoe, boekan? Alangkah senangnja orang jang beroeang banjak. Dengan oeang itoe banjak orang dapat ditolongnja soepaja berbahagia. Besar kemaoeankoe hendak beroeang beriboe-riboe roepiah, dan kalau ada oeang itoe dapatlah saja mengirim anak itoe pergi beladjar ke Eropah.

Ada poela seorang anak gadis kenalan saja, jang telah beladjar disekolah gerédja di Semarang, tetapi kasihan si gadis itoe sekarang telah koeroes, karena angan-angan sadja. Kehidoepannja sekarang berlainan dari dahoeloe. Ia sekarang telah tinggal diroemah seperti anak wedana biasa, ta'boléh bertjampoer gaoel atau bertjakap-tjakap dengan orang asing. Seperti diratjoen oranglah rasa hatinja. Djikalau sekiranja adalah kepandaiannja, jang memoedahkannja mentjahari penghidoepan sendiri tentoelah tidak begitoe halnja?

Kepada anak jang seperti itoe haroes diberi tjontoh, soepaja tahoe, bahwa „bekerdja itoe meninggikan diri" dan anak gadis bangsa Boemipoetera ta' perloe selaloe bergantoeng hidoepnja kepada kaoem keloearganja, kalau ia ta' soeka. Apakah kehinaan jang lebih besar lagi lain dari pada selaloe bergantoeng sadja kepada Orang lain? Djikalau adalah ia beladjar sesoeatoe kepandaian, jang boléh menghasilkan oeang, tentoelah ia akan bébas dan pandai tegak sendiri.

Sekarang apakah nasib jang akan ditanggoengkannja, kalau 'oemoemja dipandjangkan Toehan? Tentoelah ia akan kawin. Baroe-baroe ini datang bermain kemari soeatoe wajang orang. Diantara perempoean-peirmpoean anak wajang itoe adalah seorang tjoetjoe perempoean dari seorang regén. Apakah asalnja terdjadi kehinaan jang sedemikian itoe? Dahoeloe boekanlah mendjadi 'adat menjoeroeh anak-anak pergi beladjar: tetapi sekarang telah mendjadi keperloean biasa.

Kalau ada seorang jang beranak 25 orang banjaknja, tentoelah ia ta' diapat memberi sekalian anaknja itoe pendidikan jang sempoerna. Orang ada bertanja sekarang, apakah sebabnja bangsawan Boemipoetera kehormatannja mendjadi koerang? Adakah orang jang bertanja itoe. memikirkan lebih djaoeh, bahwa manoesia itoe ta' berhak menjebabkan hamba Allah lahir kedoenia, djikalau sekiranja tidak akan dihidoepkan dengan sempoerna? Soenggoehlah amat bodoh saja ini!

Kalau koepikirkan segala hal itoe, timboellah dihatikoe, soeatoe keinginan jang amat sangat: „Beri apalah kiranja orang Djawa pendidikan jang baik."

Pendidikan itoe boekanlah sahadja hendaknja penambah pikiran, tetapi djoega bergoena oentoek penjoetjikan hati. Tiap-tiap saja mendengar atau melihat perkara jang menjedihkan hati itoe, timboellah dihatikoe permintaan „Beri apalah kiranja orang Djawa pendidikan jang baik! Besar tjita-tjitakoe hendak berkenalan dan beroending dengan segala orang pandai-pandai dan orang jang berkehendak kemadjoean ditanah Hindia ini. Seorang diri sadja ta adalah kekoeasaankoe; tetapi djikalau sekalian anak-anak moeda jang berkehendak kemadjoean itoe mendjadikan seboeah perserikatan, tentoelah dapat kami bersama-sama berboeat baik.

Tiadalah tepermanaï besarnja hati kami, kalau kami membatja karangan bangsa kami jang berisi. Bagaimanakah daja kami dapat berkenalan dengan meréka itoe' Koepanja itoelah soeatoe hal jang moestahil. Tentoelah orang mengatakan kami nanti hendak bermaksoed djahat. Persahabatan antara anak-anak moeda laki-laki dan perempoean beloemlah masoek dalam pikiran orang masa sekarang. Kalau saudara kami jang laki-laki poelang dari negeri Belanda, baroelah dapat kami moelaï berboeat seperti kemaoean kami itoe .........

Koepikir sendiri-sendiri dihatikoe, djikalau sekiranja saja berboeat kesalahan jang sebenar-benarnja, tentoelah mereka itoe akan memisahkan dirinja dari saja, dan tentoelah saja akan dioesir dan dihmakannja; tetapi maoekah bapak dan iboekoe berboeat djoega sedemikian akan dakoe? O, tidak, tentoe ta' maoelah ia berboeat demikian. Saja ini tinggal anaknja djoea, tempat hatinja, meskipoen saja berdosa besar. Dan ketika itoe timboellah dihatikoe, kasih sajang jang tidak berhingga akan orang toeakoe.

Ketika kami sedang doedoek merenda pakaian adikkoe Roekmini (kamilah sadja jang diizinan memboeatnja) selaloe pintoe bilik terboeka, dan bapak masoeklah kedalam hanja akan meraba kepala anaknja ini, jang penoeh berisi pikiran berlawan-lawanan. Empat pekan lagi antaranja saudarakoe itoe tidaklah akan tinggal lagi bersama-sama dengan kami. „Saja tahoe jang engkau kedoeanja akan tertjanggoeng bila koetinggalkan", kaanja. lelah biasa kami hanja bertjampoer gaoel bertiga sadja, selaloe berkoempoel bertiga, tetapi sekarang?..........................

Tiadalah sekali-kali kami dapat meloepakan hal itoe. ⁂ 15 Februari 1902 (I). Kalau ada orang berboeat apa-apa jang ta' patoet kepadakoe, maka darahkoepoen naiklah, marahkoe terbitlah, tetapi sesoedah itoe datanglah kesoekaan dalam hatikoe: Saja girang karena meréka itoelah jang berboeat salah kepadakoe dan tiadalah sa ja berboeat djahat kepadanja, dan pekerdjaan jang sedemikian ta' patoetlah saja memboeatnja. Kalau saja berdoekatjita, ta'lain sebabnja, ialah karena meréka itoe telah berkelakoean jang tiada patoet dan tidak 'adil kepadakoe.

Ma'afkanlah saja, sebab saja baroe sekarang berkirim soerat kepadamoe; setelah adikkoe bidji matakoe itoe berangkat, tiadalah dapat saja mengenangkan hendak berkirim soerat. Soenggoehpoen demikian tiadalah hilang wadjah toean dari dalam pemandangankoe. Adikkoe berangkat tanggal 31 Januari dari sini keroemahnja jang baroe itoe. Moga-moga Toehan memberin jaoentoeng dan rahmat seperti oentoek seorang anak jang soetji hati dan jang tiada berdosa.

Engkau tahoe bahasa kami bertiga sangat berkasih-kasihan, dan Roekmini ialah bidji mata, dan tangkai hati kami, karena ia seorang anak jang lemah, dan haroes banjak mendapat pertolongan dari saudara-saudaranja. Sebeloem ia kawin, banjak perasaan-perasaan jang kami tanggoengkan, karena mengingatkan kami akan bertjerai itoe, sehingga tatkala waktoe itoe datanglah, kamipoen seakan-akan ta'merasa lagi, adalah sebagai manoesia jang tiada berhati.

Ketika itoe kami soenggoeh amat sabar, tiadalah kami berpikir dan tiadalah merasaï apaapa djoeapoen. Waktoe berangkat kami lihat dengan mata jang kering. Kami takoet akan diri kami sendiri, kami biarkan sadja ia berangkat dengan hati jang dingin, ta'ada perasaan apaapa jang menarik hati kami. Hal jang seperti itoe ta'pernah kami tanggoengkan, dan tabi'at berhati dingin itoe tiadalah tabi'at kami. Kami takoet, kalau-kalau ada bahaja jang akan datang, atau tjelaka jang tersemboenji seperti sakit dsb.

Kepalakoe rasanja seperti tiada berisi, dan badankoe lemah seperti tiada bertoelang. Annie Glasser, sahabat kami, atjap kali datang keroemah, ialah sebab permintaan adik kami itoe. Pada soeatoe malam ketika ia datang bertandang, ia bermain lagoe-lagoe jang amat disoekaï oléh adik kami, dan djoega lagoet-lagoe jang lain jang kami soekaï dipiano. Lama-lama hilanglah doekatjita kami, karena merdoenja boenji lagoe-lagoe itoe. Dan sekedjap itoe djoega piloe poela rasanja hati kami mengenangkan hal jang telah laloe.

Sjoekoerlah jang perasaan kami telah kembali semoela dibadan diri kami! Sjoekoerlah kata kami, karena barang siapa jang tiada merasaï kepiloean hati, tiadalah poela ada perasaannja oentoek kesoekaan hatinja. Dan siapa jang beloem pernah berdoekatjita, beloemlah poela dapat bersoekatjita. Adikkoe telah djaoeh dari mata kami, jang ta'dapat kami memikirkan jang ta'ada bertjampoer lagi dengan kami, adik kami jang kami kasihi itoe. Selaloe wadjahnja terbajang-bajang dimata kami, ia seperti selaloe ada disisi kami.

Bédanja hanja kami sekarang ta' dapat lagi bertjakap-tjakap seperti dahoeloe, hanja berkata-kata dalam kenangan sadja. Alangkah adjaibnja bagi kami, bahwa kami haroes mengambil kertas dan da wat, kalau kami hendak bertjakap-tjakap dengan dia. Bidji matakoe, tangkai hatikoe, betoelkah toean telah bertjearai dengan kami? Wahai adikkoe jang ditjinta, beroentoenglah hendaknja toean dalam hidoepmoe jang sekarang ini, dan taboeikanlah disana oentoeng dan bahagia, seperti jang telah engkau perboeat disini.

Moedah-moedahan dapatlah toean menghoeboengkan hati meréka itoe kepada dirimoe. Stella, sabarlah engkau dahoeloe akan saja, soeka benar saja sekarang hendak mengirim soerat jang meriangkan hati, tetapi beloem dapatlah rasanja saja menoelis soerat jang seperti kehendakkoe itoe. Meskipoen demikian djanganlah kiranja toean berketjil hati, karena sampai sekarang beloemlah pernah kami berniat hendak memboeangkan tjita-tjita kami. Kami selaloe bekerdja oentoek penambah daradjat kami.

Sjoekoerlah bertambah banjak djoega sekarang orang jang mentjintaï maksoed kami. Adalah seorang anak moeda, jang amat pandai, lagi boediman, jang kami kenal, tetapi djoega bertjintakan maksoed kami, dan selaloe ia bertanjakan hal kemadjoean kami, seolah-olah ia sebagai saudara kami lakoenja. Kami selaloe berkirim-kinman soerat dengan dia, dan nanti ia akan datang kemari dengan adik-adiknja perempoean hendak berkenalan dengan kami.

Alangkah besar bédanja anak moeda itoe dengan laki-laki jang lain jang kami kenal. Pada soeatoe kali adalah saja membatja, bahwa harta jang mahal sekali didoenia ini, ialah hati laki-laki jang moelia. Kamipoen pertjaja akan kebenaran kata itoe, hati laki-laki jang moelia itoe mémanglah harta jang mahal sekali, tetapi amat soekar mentjarinja. Soenggoeh beroentoeng perempoean-perempoean jang dapat mestika itoe. Kamipoen beroentoeng, karena adalah kami mengenal beberapa orang jang ada mempoenjaï benda jang mahal didapat, soekar ditjari itoe.

Lihatlah sekalian jang baik, selaloe memberi kami bantoeandan menambah kekoeatan dan keberanian hati akan bekerdja dan memerangi kesoesahan hidoep. Adikkoe Roekmini, sangat sajang kepadamoe dan tinggi kehormatan toean dimatanja. Ia itoe anak jang baik lagi setia. Engkau tentoe dapatbertjampoer beramah-ramahan dengan dia, apabila engkau telah berkenalan dengan dia. Tetapi toean sendiripoen tahoe kepadanja karena saja, boekan? Ketika saja sakit, koeminta dia mengirim soerat kepadamoe, tetapi ia ta' maoe, sebab takoet kamoe nanti berdoekatjita.

Rendah goenoeng, tinggi harapankoe, soepaja tjita-tjitanja lekas akan sampai. Tahoekah engkau apa jang tergorés dihatikoe dan jang melemahkan pengharapankoe? Ketika adikkoe itoe sakit, dan kemoedian saja poela dalam sakit, tepekoerlah saja: „Lihatlah disini adia terbaring seorang hamba Allah jang senantiasa dalam gembira hendak mentjapai maksoednja jang moelia, dan berkehendak soenggoehsoenggoeh, selaloe hendak berboeat baik, seperti terkata dalam hatinja.

Menoeroet doegaannja ia sampai koeat akan- mengangkat seboeah goenoeng, tetapi lihatlah ia sekarang terbaring dengan tiada berdaja dan tiada berkoeasa! Kalau sekiranja adalah seorang mengangkatnja dan melémpaikannja kedalam soemoer, tentoelah dibiarkannja sadja, karena ia sekali-kali tiada berdaja dan tiada berkoeasa. Sekarang baroe kami mengerti benar-benar apa jang dikatakan oléh de Genestet dalam sja'irnja jang bernama „Terugblik (Melihat kebelakang) :

Wat wij wenschen, willen, streven, .......................................................... .......................................................... Pengarang itoelah jang menghiboerkan hati kami dalam waktoe kesoesahan dan kesakitan itoe. 18 Februari 1902 (VIII). Kami pandai poela bermandja-mandja dan beriang hati, seperti orang moeda-moeda, o, betapalah besar hati kami, kalau sekiranja toean dtengan sekedjap mata boléh kami terbangkan kemari.

Hari Ahad jang laloe sesoedah menerima soerat njonja, dan hari Ahad ini djoega kami dengan Anneke pergi ketepi laoet. Kami terkenang akan .njonja dan selaloe memperkatakan toean. Wah, betapa baiknja kalau njonja sekarang ada disini, melihat ombak jang berkedjar-kedjar itoe, dan warna langit sedang bagoes dan 'adjaib, disinari oléh tjahaja matahari jang hendak terbenam. Anginpoen memperlihatkan kesoekaannja poela dan dengan sebentar sadjapoen ramboet kami koesoet-koesoet ditioepnja dan pakaian kami, kami peganglah erat-erat soepaja djangan diemboesnja.

Keriangan roepanja terbebar dimana-mana, dipohon-pohon kajoe, dimoeka laoet ditepi 'langit, demikian poela dihati kami sedang bermainmain dan membiarkan diri dikedjar-kedjar ombak. Alangkah soekatjitanja hati kami! Diantara boenji ombak jang mendajoe-dajoe itoe kedengaranlah soeara dan gelak kami. Itoelah perboeatan „goeroe perempoean" dan „poeteri-poeteri" jang betertib sopan, gila berlari-lari dan berkedjar-kedjaran, sehingga ramboetnja mendjadi koesoet dan pakaiannja berkibaran diterbangkan angin.

Kami sekarang bersoekasoeKaan seperti anak moeda-moeda jang mandja! Koesir kami dan orang jang laloe disana ternganga moeloetnja héran melihat pekerti kami. Bésoknjapoen kami pergilah poela kepantai, laoet waktoe itoe soedah tenang, telah berhenti memperlihatkan kegagahannja. Laoetan jang tiada tepermanaï loeasnja itoepoen telah tedoeh, hening tiada bergerak terkembang dimoeka kami; hanjalah disana-sini tampak ombak² ketjil, bersinar-sinar seperti intan oléh tjahaja matahari, dan dalam laoet jang seperti tjermin itoe kelihatanlah poela wama langit jang hidjau bagoes itoe.

Kamipoen pergilah berenang kelaoet; tanahnja datar ta' berbatoe, tiada berloemoet dan tiada berloempoer. Djaoeh kami berenang ketengah laoet, sehingga air sampai kedagoe kami. Baboe kami jang doedoek ditepi pantaipoen takoetlah melihat dan soeara kami masing-masing kedengaran oléh kami berkatjau bilau sadja. Seperti orang gila si baboe ditepi laoet melambaikan tangannja memanggil kami. Tetapi ia kami tertawakan dari djaoeh, karena ketakoetannja itoe.

Dari djaoeh dilihatnja ditengah laoet adalah 5 boeah kepala orang terapoeng-apoeng, dan dalam itoe kamipoen gila melontjat-lontjat dan menari-nari didalam laoet. Dan jang kedengaran waktoe itoe hanjalah soeara kami sadja sediang bernjanji dengan gembira. Dengan perasaan jang segar dan bertambah moeda, keloearlah kami dari dalam laoet dan teroes poelang keroemah dengan lapar jang amat sangat. Setelah kami kenjang makan, maka Annie pergilah kepiano.

Oléh kegirangan hati dimainkannjalah dengan 'asjiknja lagoe jang meminta terima kasih kepada Toehan dan kamipoen toeroetlah bernjanji bersama-sama. Sementara itoe haripoen telah poekoel setengah sebelas. Sekarang haroeslah kami pergi bekerdja. Diserambi dibelakang telah sedia kotak gambar. Berlima-lima doedoeklah kami mengelilingi médja dan sebentar lagi kamipoen 'asjiklah poela menggambar; tiadalah djari tangan sadja jang bekerdja, moeloet kamipoen toeroet poela bergerak, ta' sekedjap djoea dapat tertoetoep.

Selaloe kami bertjakap-tjakap dan tertawa-tawa serta bernjanji-njanji. Beberapa antaranja poekoel satoe berboenjilah, dan kamipoen pergilah poela makan. Petang-petang kami pergi bersiar-siar dengan keréta, soedah itoe berdjalan-djalan ditepi laoet. Sesoedah berdjalan-djalan itoe kalau sekiranja hari beloem kelam, kami minoemlah téh dalam keboen, dibawah pohon² kajoe jang amat rindang daoennja, dan diatas kepala kami kelihatanlah langit dengan bagoes warnanja, serta ditaboeri oléh bintang-bintang jang tjemerlang, dan boelanpoen terbitah poela menambah kebagoesan malam.

Soedah itoe kami pergiJah membat ja kitab atau pergi bennain moesik. Kalau Annie bermain piano, kamipoen doedoeklah mendjahit atau menoelis senang hati bekerdja, djika waktoe itoe moesik berboenji. Kertjapoen lekas habis. Tiap hari kamipoen beladjar bertanak dan menggoelai dan pekerdjaan itoe kami lakoekan petang, sesoedah makan tengah hari. Datanglah toean kedoea kemari akan meiepaskan lelah sesoedah bekerdja di Betawi itoe. Ajoehlah, tjobalah toean kedoea datang, soepaja boléh kami meriangkan hati toean.

Boléh kami melipoerkan hati toean, hidoep dikampoeng dengan senang sentosa damai dan ma'moer; kami nanti menjamboet toean dengan gembira, kami akan gembira bersama-sama dengan pohon-pohonan, angin, laoetan dan boeroeng-boeroeng, semoea itoe akan memberi selamat datang akan toean kedoea dan bernjanji mengeloearkan soearanja jang merdoe itoe setiap pagi. Datanglah, wahai sahabat kami kedoea, datanglah keroemah kami jang soenji dan sederhana ini, soepaja dapatlah toean kedoea mengambil kekoeatan jang baroe dengan segeranja!

........................................................................................................................................ Sekarang koetjeriterakan lagi tentang peralatan kawin adikkoe, anak-dara jang tjantik roepanja. Ia kawin dengan berpakaian seperti wajang, amat élok roepanja. Malamnja ketika dalam alat besar itoe, roepanja seperti seorang poeteri jang terseboet dalam hikajat seriboe satoe malam. Ia memakai mahkota emas dikepalanja.

Ta' oebahnja kami sebagai bermimpi melihatnja, tentoelah keadaan itoe akan d'itiroe orang nanti. Residén Sijthoff jang soeka melihat adikkoe mendjadi anakdara itoe. toeroet menghadiri peralatan itoe sampai penghabisannja. Meréka itoe bemiat benar hendak mendjabat tangan adik kami, akan memberi selamat, tetapi tiadalah dapat; hanjalah dengan mata sadja meréka itoe dapat memberi selamat, karena anak-dara itoe seperti patoeng jang hidoep tetap doedoek diatas „kwadé", ja'ni singgasana keemasan, jang tjemer­lang tjahajanja: adikkoe itoe selaloe disana doedoek loeroes sebagai mertjoe, kepalanja tegak dengan sikapnja, dan matanja teroes melihat kemoeka, memenoengkan nasib jang akan datang, jang dalam sedikit hari lagi moelaï ditanggoengkannja.

Sebagai 'adatnja air matapoen bertjoetjoeranlah waktoe itoe; tetapi adikkoe dan kami berdoea tinggal berdiam diri, hening sebagai majat. Gamelan, moesik, kemenjan dan boenga-boengaanpoen ta' dapatlah menjedihkan kami dalam hal itoe. Kami tiada berperasaan lagi. Sekalian orang bersangka, bahwa pertjeraian kami tentoelah akan menghantjoerkan hati kami benar-benar. Sekarang soenggoeh tertjenganglah meréka itoe melihat kami. Banjak orang datang melihat kami, meréka itoe makin lama makin bertambah banjak.

Sekalian meréka itoe ingin hendak melihat, bagaimana kami .akan menanggoeng kesoekaran, pada waktoe pertjeraian kami itoe. Malam itoe djoega kami mengabarkan tjita-tjita hati kami kepada toean residén. Tjobalah toean pikirkan: ditengah peralatan jang sebagai itoe, kami hendak memperkatakan djoega perkara jang penting dan soelit sebagai itoe. Tetapi pada waktoe itoelah sadja kami dapat menghadapnja, dan pekerdjaan itoe haroes dilekaskan.

Ditengah boenga-boengaan dan tjahaja emas dan intan itoe serta diantara orang beramai-ramaian itoe, pada waktoe itoelah kami dengan memegang gelas jang berisi anggoer, memperkatakan perkara jang penting. Ketika itoe hari telah laroet malam. Sedjak bermoela kami telah ketahoei, bahasa ia akan/mentertawakan kami, dan tentoelah akan mengatakan kami „gila". Tetapi tiadalah kami indahkan. Moela-moela ia berkata dengan saja, kemoedian dengan Roekmini akan mengetahoei kalau-kalau kami ada bersedih hati dalam hal perkawinan adik kami itoe.

Sedang ia bertjakap-tjakap dengan kami itoe, atjap kali ia pergi dari tempat kami, dengan tiada berbesar hati, tetapi ke­moedian datang lagi kembali menjamboeng perkataannja tadi. ........................................................................................................................................ Kalau sekiranja kami dapat pergi beladjar kenegeri Belanda, manakah jang baik bagi kami dalam pikiran toean, kami pergi kesana atau kami tinggal disini?

Maoekah toean mendjawab pertanjaan ini? Karena toean ta' dapat melihat matakoe ketika menoelis soerat ini, baiklah koekatakan kepada njonja, bahasa saja bertanja dengan moeka jang manis dan mata jang tjemerlang! Seboeah lagi permintaankoe. Maoekah njonja dengan hati jang baik pergi menanjakan kepada sahabat toean, Dr. Snouck Hurgronje, adakah dalam oendang-oendang agama Islam terseboet, bahwa kalau seorang anak telah ber'oemoer sekian tahoen, ia boléh berdiri sendiri, ta' oesah lagi bergantoeng djoega kepada orang toeanja?

Atau baikkah saja sendiri bertanjakan kepada toean itoe? Soeka benar saja hendak mengetahoei tentang hak dan kewadjiban, menoeroet oendang-oendang agama Islam, lebih-lebih tentang hak gadis dan perempoean. Tentoelah amat bagoes tjeriteranja; tetapi maloelah kami menanjakan, karena kami sendiri orang Islam ta' tahoe akan hal itoe. Alangkah sedikitnja pengetahoean kami! Saja sangat bersedih hati mendengar kabar, jang sekolah H. B. S. perempoean akan ditoetoep, sajang!

28 Februari 1902 (VIII). Darah asal itoe tiadalah akan mendoestakan dirinja. Besar harganja kepadakoe 'mengetahoei dari mana asalnja barangbarang jang mengelilingi akoe. Dalam perasaankoe barangbarang, jang asalnja dari meréka jang koekasihi dan hormati, akan memberi oentoeng akan dakoe! Kitab jang datang dari njonja tentoelah dengan berahi, gembira dan moedah saja peladjari! Perasaan gila, perasaan hatikoe itoe, boekan? Saja ini ta' oebahnja seperti anak-anak jang telah ber'oemoer, jang berkehendak selaloe akan dikasihi, dan soeka hendak mengetahoei sekaliannja, soepaja dapat ia memperhatikan keadaan benda itoe.

Itoelah niat kami jang sebenarnja! Mengetahoei itoe ialah soeatoe kepandaian jang soekar boekan, kekasihkoe?, soesah mempeladjarinja, kalau Toehan beloem mentakdirkan kepadanja. Mengetahoei dalam soeatoe perkara, menjoeroeh kita berhati 'adil dan soeka mengampoeni kesalahan orang. Itoelah jang memboeat kita berhati jang sempoerna baik. Berapa banjaknja toean kedoea telah berboeat baik kepada kami, sebab itoe kamipoen banjak meminta terima kasih, karena toean kedoealah jang mengadjar kami mengetahoei keadaan bermatjam-matjam hal.

Malam Djoem'at, jaïtoe malam kami bermain gamelan, bermatjam-matjam lagoe jang kami soekaï, kami lagoekanlah! Hati jang sebagai batoe waktoe itoe mendjadi lemah dan tjahajanja bertjemerlang menjinari toeboeh jang dingin. Sekarang baroelah perasaan kami hidoep kembali! Sedang angin mencjajoe-dajoe dipendopo, mengandoeng lagoe jang manis dan soeara jang merdoe itoe, rasa terbanglah njawa kami kesoerga kenang-kenangan! Bermimpilah wahai dirikoe, teroeslah toean bermimpi sedapat-dapatnja!

Kalau sekiranja ta' adia mimpi didoenia ini, dimanakah hidoep akan senang. Hidoep jang sebenarnja boekan main beratnja. Barangkali benarlah seperti kata orang, bahwa kami haroeslah tinggal dipoelau jang tiada didiami orang! Tetapi itoelah kelobaan manoesia jang sebenar-benarnja, boekan? Pikirankoe, kita haroes hidoep bersama-sama dan bertolongtolongan, itoelah goenanja kita dilahirkan kedoenia akan membagoeskan „hidoep bersama-sama!"

Sengsara itoe menjoetjikan hati, kalau orang jang ditimpanja itoe berhati baik. Sekiranja djahat hatinja, maka iapoen masoeklah kedalam naraka doenia. Kamipoen sekarang telah beroebah poela, tetapi bagaimana peroebahan itoe pada hari jang akan datanglah dapat menentoekannja, hanja jang kami ketahoei sekarang, bahwa kami tiadalah lagi anak-anak mandja seperti dahoeloe. Sekalian barang-barang jang ta' bergoena dibilik kami, kami boeang, kami hadiahkan kepada anak-anak akan pembesarkan hatinja.

Bilik anak gadis jang indah dahoeloe, tempat ia bermimpi, bemiat dan berpikir, mengeloearkan kepiloean hati dan tempat tertawa karena kebesaran hati, tempat ia bekerdja memerangi kesengsaraan hidoep dlan tempat menanggoeng 'azab sengsara, sekarang telah beroebah sama sekali. Hanjalah tempat lemari kitab kami jang ta' beroebah dan sahabat-siahabat lama kami masih selaloe bermoeka manis melihat kami, selaloe mendidik kami, dan menambah karib persahabatan kami!

Seorang dari sahabat kami, jaïtoe seorang toea jang tiada dipandang orang lagi, karena ia masoek kaoem koeno, sehingga kalau dilihat roemahnja sampai kedalam, tampaklah oléh kita, bahasa ia masoek bahagian manoesia zaman dahoeloe. Banjak orang jang mengédjékkan orang toea itoe, tetapi kami kasih akan dia dan dialah jang beloem pernah soeka meninggalkan kami dan ialah jang selaloe toeroet bersoekatjita dalam kesenangan kami, dan memberi kami boedjoekan dalam hari kedoekaan.

Orang toea itoe............de Genestet. Ialah jang memboedjoek kami pada waktoe jang laloe, jang beloem lama terlampau! 5 Maart 1902 (VIII). Tahoekah njonia siapa jang selaloe menggambarkan wajang oentoek kami ? Ta' dapatlah toean terka. Ialah toekang ga­melan kami. 'Adjaib kita melihatkan bagaimana pandainja memboeat itoe dengan bagoesnja. Roepan ja pandai menggambar di Djapara, soedahlah mendjadi kebiasaan orang disana. Boedak-boedak ketjil toekang gembala kerbau, bagoes-bagoes wajang digambarnja, baikpoen ditanah, didinding, didjambatan atau dipagar-pagar.

Dinding dibelakang roemah kami penoeh dioekir orang dengan gambaran wajang. Kalau pagar djambatan hari ini dipoetihkan dengan kapoer, bésoknja djambatan itoe penoehlah poela dengan gambaran wajang, jang digambar dengan arang atau batoe témbok oléh boedak-boedak, jang bertelandjang boelat, jang penoeh badannja berloemoer dengan loempoer. Soenggoeh amat moedah bagi kami disini akan menaroeh toekang gambar. Kami hanja perloe mengatakan dan menerangkan sadja kepadanja apa jang akan diboeatnja.

Sekarang toekang oekir itoe sedang memboeat barang jang indah, ja'ni seboeah lemari kitab, terboeat dari kajoe djati dan tepinja terboeat dari kajoe sena. Pintoenja diberi berkatja besar dan berbingkai doea lapis jang terboeat dari kajoe sena djoega dan pada beberapa tempat beroekir dengan gambar wajang. Diantara bingkai dibawah dengan bingkai diatas, teroekir oelar-oelar jang membelit-belit diri sedang berkelahi, seperti akar Tjina.

Pada bingkai diatas teroekir gambar wajang dan kahmat poedjian. Kepala lemari itoe berdiri antara doea boeah tiang jang beroekir, terboeat dari kajoe sena. Oekiran-oekiran itoe kami lihat di Moentingan, dikoeboeran Soeltan Moentingan jang djaoehnja lebih koerang setengah djam dari sini. Gambar itoe disana tidaklah teroekir pada kajoe melainkan teroekir pada batoe. Oekiran itoe asalnja dari tanah Tjina, dan soeltan itoe dahoeloe telah pergi kesana.

Pandjang tjeriteranja koeboer itoe. Koeboer itoe keramat; kami atjap kali pergi kesana. Seorang Tjina jang menoeroetkan soeltan itoe kemari, telah meninggal doenia disini. Dekat koeboernja adalah pohon patje'. Pohon itoe keramat poela kata orang. Perempoean jang tiada beranak pergilah kesana bernazar, soepaja boléh mendapat anak. Dikoeboer soeltan itoe dibakarnja kemenjan dan ditaboerkannja boenga. Kalau boeah patje' itoe goegoer keatas koeboer Tjina itoe, maka dipoengoetlah oléh perempoean jang bernazar itoe, dan diboeatnjalah roedjak laloe dimakannja.

Itoelah tanda maksoednja akan sampai. Banjak orang mengatakan kepada kami, bahwa barang siapa jang berniat ditempat itoe, kebanjakan maksoednja sampai. Benarlah kata si Edi, bahwa bangsa Djawa ialah soeatoe bangsa jang banjak bertjeritera jang 'adjaib-'adjaib. Kata orang sekalian perempoean jang bernazar dikoeboer Soeltan Moentingan beranak perempoean belaka! Kasihan perempoean-perempoean jang bernazar itoe! Kami hanjalah maoe bernazar kekoeboer keramat jang memberi anak laki-laki sadja, karena soedah terlampau banjak anak perempoean didoenia ini!

Ja Allah, betapa maka saja tersesat sampai kemari." Saja tadi menoeliskan perkara lemari, tetapi sekarang itoe telah loepa. Lemari itoe diboeat oentoek Kardinah, pemberian toean dan njonja Ovink. Adikkoe soenggoeh beroentoeng mendapat lemari itoe! Boelan jang laloe soedah doea boeah sekeram diboeatnja oentoek seorang kemendoer, jang hendak pergi kenegeri Belanda. Bagoes benar sekeram itoe, beroekir-oekir dengan gam­bar wajang, jang seboeah berlipat tiga, terboeat dari kajoe djati, dan jang seboeah lagi hanja terboeat dari sebilah papan kajoe djati sadja dan bertepikan kajoe sena.

Betoel bagoes! Besar hatikoe, melihat banjak orang meminta barang-barang oekiran Djapara. Tjobalah njonja pikirkan, apa jang terdjadi baroe-baroe ini. Didalam seboeah soerat kabar terseboet, bahwa perkara oekir-mengoekir di Djapara telah moendoer, karena diroesakkan oléh beberapa orang perempoean, anak-anak dari seorang jang berpangkat tinggi disana, jang selaloe menjoeroeh mengoekir menoeroet loekisan Eropah. Tertjengang kami membatja kabar itoe, karena dalam pikiran kami, bahwa loekisan wajang itoe ialah loekisan Hindia, tetapi roepanja sekarang kami salah sangka, karena kata orang oekiran itoe, oekiran Ero­pah, karena loekisannja datang dari kaboepatén.

Tetapi bersalah sangka itoe soedahlah mendjadi 'adat manoesia, boekan? Apalagi kami ini hanja manoesia seperti manoesia jang banjak djoega, lagi poela kami ini hanjalah seorang Djawa sadja. Amat soesah kami dahoeloe menjoeroeh toekang-toekang itoe, soepaja meréka maoe memboeat bonéka-bonéka wajang itoe. Meréka itoe takoet kalau-kalau semangat wajang itoe marah kepadanja. Setelah bapak mengakoe bahasa bapak jang akan menanggoeng sekalian hal, baik kemarahan, atau antjaman semangat wajang-wajang itoe, dan tiadalah akan menggoda meréka itoe, melainkan bapak jang akan digodanja, karena ialah jang menjoeroeh memperboeatnja, baharoelah meréka itoe bekerdja seperti sekarang.

Tertawa kita melihat keadaan itoe, begitoe djoea dalam hal jang lain-lain! Dahoeloe amat soesah memboeat gambar porterét dikampoeng-kampoeng. Menoeroet kepertjajaan orang disini, singkat 'oemoer, kalau diboeat gambar diri sendiri, dan toekang gambamja itoe berdosa besar. Sekalian gambar porterét itoe nanti akan meminta njawanja pada hari kemoedian. Ketika kami dengan seorang toekang gambar pergi kekampoeng, menangislah beberapa orang perempoean, karena takoet akan digambar.

Kesoedahannja adalah seorang jang berani, dan karena itoe jang lainpoen mengeringkan air matanja. Ketika kami datang sekali lagi, datanglah meréka itoe sendiri meminta digambar. Begitoelah pergerakan dalam doenia ini, satoe orang mestilah berani dahoeloe, oentoek memberi tjontoh! Adikkoe Roekmini sedang bekerdja memboeat gambar adikkoe Kardinah sebagai anak-dara. Ia menggambar tiada bertjontoh, tetapi diloear kepala sadja. Bibir diatas dan hidoeng beloem seroepa benar, dan jang selebihnja boléhlah: apa­ lagi pakaian anak dara itoe bagoes benar digambarnja.

Ia nanti hendek mentjoba lagi menggambarkan gambar itoe dipapan seperti jang njonja katakan kepadanja. Didalam kitab gambarnja adalah digambarkannja adikkoe Kardinah. Soenggoeh pintar anak itoe, karena sekalian itoe diperboeatnja tiada dengan beladjar, tetapi ta' heranlah karena ia anak Djapara. Disini anak gembala kerbaupoen pandai menggambar. Beroentoenglah negeri Djapara itoe! Ta' tahoelah toean betapa besarnja hati kami, karena kami anak Djapara.

Banjak poela orang jang tinggal disini menjoempahi kemalangan, karena meréka beroemah dinegeri jang boeroek ini. Perasaan berlain-lainan! Sekarang sedikit perkara kegadoekan hati. Baroe-baroe ini saja bertanja kepada seorang perempoean pengarang Belanda bagaimanakah menoeroet pikirannja............bahasa Belandakoe. Pekan jang laloe saja dapat soerat dari padanja dan dalam soerat itoe ada tertoempang lagi seboeah soerat dari seorang njonja tempat ia meminta pertimbangan, sesoedah ia telah membatja soeratkoe!

Besar hatikoe mendengamja! Pekan jang terlampau itoe poela, saja diminta oléh seorang njonja pengarang seboeah soerat kabar pemadjoekan perempoean, kalau² soeka saja mendjadi pembantoe disoerat kabar itoe, soepaja saja sekali 14 hari menoelis disana. Jang menjampaikan permmtaan itoe, ïalah seorang njonja sahabatkoe dan saja haroes mengirim soerat tiap-tiap soerat kabar itoe dikeloearkan. Sahabatkoe itoe mentjeriterakan peri hal kami kepada njonja itoe dan njonja itoe menjoekaï sekali maksoed kami dan soedi memberi tempat disoerat kabarnja oentoek kami, akan pendidik perempoean Djawa.

Dan dalam pertimbangannja patoet benar anak perempoean bangsa Djawa sendiri mengeloearkan soearanja, akan menoendjoekkan kepada bangsa Belanda, bagaimana benar keadaan bangsa Djawa itoe dan menjoeroeh bangsa Belanda itoe mengasihi bangsa itoe. Saja soeka benar memperkenankan maksoednja itoe, tetapi kami haroes lebih dahoeloe mendapat izin dari bapak. Sekarang adalah harapankoe, jang permintaankoe akan dikaboelkannja. 14 Maart 1902 (I).

Pada soeratmoe koelihat engkau berhati masgoel. Boeangkanlah kesoesahan hatimoe itoe, karena beloemlah ada seorang djoeapoen jang berboeat djahat kepadakoe. Tetapi kesoekaankoe mémang soeka menggoenting hati sendiri. Sipat itoe ialah soeatoe kebodohankoe, boekan? Banjak orang berkata: „Penanggoengan itoe boléh mendatangkan kegirangan hati," tetapi tahoekah meréka itoe betapa ganasnja penanggoengan itoe? Tentang adikkoe telah koetjeriterakan dalam soerat jang dahoeloe.

Soenji benar kami sekarang, karena bidji mata, tangkai hati kami ta' ada lagi. Seperti kehilangan saudaralah kami rasanja; tetapi oentoenglah selaloe kami menerima soerat jang meriangkan hati dari padanja. O, itoelah anak jang baik boedi dan berhati moelia. Ia lebih berharga dari pada kami berdoea. Ia adalah dalam selamat diroemahnja jang baroe itoe dan banjaklah poela orang kasih akan dia disana. Kaoem keloearga soeaminja menjajangi dia, seperti menating minjak jang penoeh, dan kemana sadja ia pergi selaloe ia diterima orang dan disamboet dengan baik dan hati jang soetji, baik oléh bangsa Boemipoetera ataupoen oléh bangsa Eropah.

Orang Eropah berharap jang ia akan memadjoekan isteri pegawai-pegawai Boemipoetera disana. Adikkoe itoe sekarang banjak dapat memboeat apa-apa jang kami maksoedi. Apa pangkat soeaminja, tentoelah engkau telah tahoe, ketika kami mengirim kartjis perkawinannja dahoeloe. Ia patih jaïtoe pangkat jang kedoea jang tertinggi dalam doenia pegawai Boemipoetera, tetapi ia bakal mendjadi regén djoega, kalau ajahnja nanti berhenti dari pekerdjaannja.

Kalau ia telah mendjadi isteri regén, tentoelah banjak ia dapat memadjoekan perempoean bangsa Boemipoetera, lebih banjak dari pada kami. Kami berharap jang soeaminja itoe akan menolong membantoenja, apalagi kabarnja ia soeka benar menjokong tjita-tjita toean Abendanon. Ia amat kasih akan isterinja, selaloe berhati besar dan ramah, dan kepada orang lain pengasih dan penjajang. Itoelah sebabnja maka banjak sekali kaoem keloearganja jang dipeliharakannja, baik hati ia, boekan?

Banjaklah anak Boemipoetera jang berboeat jang sedemikian dan siapa jang berada selaloe mengenal akan sanak saudaranja jang miskin. Ta' adalah kepala anak negeri jang tiada memeliharakan kaoem keloearganja diroemah. Tiadalah sia-sia orang mengatakan, bahasa orang Hindia peramah dan pemoerah. Tentoe engkau berbesar hati, karena engkau telah mendengar sekalian hal ihwal adikkoe itoe. Hanjalah sekarang ia didalam ketjemasan sadja, mengingatkan keketjilannja, sebab banjak orang jang berharap akan kebaikannja, dan saudaranja jang tertoea merasa djoega sedemikian, apalagi ketika seorang Belanda memoedjinja di Amsterdam, dalam soerat kabar.

Sebenarnja, Stella, djanganlah engkau berboeat begitoe poela. Tentoe engkau saja oempat dengan sedjadi-djadinja, kalau saja tiba-tiba diterbangkan oléh Toehan keribaanmoe. Engkau menjangka bahwa saja soenggoeh baik hati dan 'arif bidjaksana. Sekalian itoe beloemlah berharga sedoeit djoeapoen oentoek badankoe, soenggoeh katakoe itoe. Tetapi betoel adalah seboeah benda dalam hatikoe jang tidak akan mengetjéwakan toean, jaïtoe kesajangankoe kepadamoe!

Baroe-baroe ini sa ja mendapat sepoetjoek soerat dari seorang toean jang telah toea, mengatakan jang saja berhati lemah-lemboet, ber'adat bagoes dan pandai berbahasa Belanda. Sajapoen tersenjoem ketika membatja soerat itoe dan timboellah pikiran dalam hatikoe, tahoe benarkah toean itoe akan dakoe. Pada penghabisan tahoen jang laloe maksoednja akan datang kemari, hendak mengoendjoengi kami; tetapi adalah alangan jang merintangi maksoednja itoe; karena penjakitnja haroeslah ia dengan selekas-lekasnja pergi kembali keEropah.

Dan isterinjapoen toeroetlah poela bersama-sama, memnggalKan negeri jang panas ini, jang selaloe disinari oléh matahari. Sajang sekali ia ta' datang; kami beringin benar hendak bertemoe dengan dia akan memperkatakan maksoed kami. Baroe-baroe ini ketika kami menjangka, jang kami akan teroes pergi beladjar kenegeri Belanda, berharaplah kami akan pergi bersama-sama dengan toean dan njonja itoe dalam moesim panas. Sajang pengharapan itoe telah mendjadi angin.

Kemarin kami mendapat soerat dari negeri Belanda, dan saja berkata dalam hatikoe: „Hai dirikoe, tegakkan kepalamoe, karena boekanlah sadja ketjéwa jang akan menggodamoe semasa hidoepmoe, pertjajalah engkau, bahwa waktoe jang akan datang, banjak lagi mengandoeng kesengsaraan jang akan engkau tanggoengkan!"

Sajapoen ta' memikirkan hal itoe lagi. Hidoep kita nanti akan mengadjar kita berhati berani. Sekarang koeperkatakan lagi permintaan nona Van der Mey. Marilah koeminta dahoeloe terima kasih atas segala kesoesah.mmoe telah menolongkoe, dan lagi koeoetjapkan terima kasih atas karanganmoe tentang „hak dan keoentoengan". Soerat jang berisi permintaan itoe koebatjakan kepada bapak. Bapak maoe dahoeloe menantikan kedatangan toean van Kol, baroelah ia memoetoeskan perkara itoe.

Besar harapankoe jang bapak akan mengaboelkannja. Perloe djoeakah siaja mengatakan bahwa „saja maoe?"

Engkau tahoe bahwa saja soeka benar menoelis dan kerdja karang-mengarang selaloe menarik hatikoe, dan engkaupoen telah beberapa kali poela mengatakan bahasa saja pandai mengarang. Ja Stella, saja maoe menoelis dan mengarang, tetapi saja ta' soeka memberi tahoekan namakoe jang sedjati, ia haroes dirahsiakan, katakan hal itoe kepada nona Van der Mey. Adakah itoe akan memberi paédah!!! Kalau orang Hindia membatja karangan seorang perempoean Djawa, tentoelah ia lekas boléh menoendjoekkan, siapakah jang berboeat salah itoe.

Hal jang demikian mendjemoekan hatikoe. Saja ta' soeka bila orang memperkatakan boeah pénakoe (jang tiada sempoerna), apalagi kalau orang selaloe memoedjikoei, bah! Kalau perempoean Djawa mengarang dalam bahasa Belanda, roepanja hati orang djadi tertarik membatjanja, itoelah rahsianja akan mendapat oentoeng dengan moedah. Soenggoehlah membesarkan hatikoe! Tetapi marilah dahoeloe koekatakan apa benar goenanja „penarikan hati?"

Itoelah sekali-kali ta' dapat koeloepakan. Betoel besar paédahnja. Engkau dan sajapoen mengakoe, bahasa anak negeri sendiri haroes mengeloearkan soearanja. Banjak paédahnja kalau bangsa Djawa sendiri mentjeriterakan sakit senang kehidoepan bangsanja. Poen amat banjak perempoean bangsa kami, jang menanggoeng sengsara dalam hidoepnja. Tapi sebeloemnja saja mengeloearkan soearakoe, mengabarkan perkara jang lalimlalim, jang ditanggóengkan perempoean bangsa kami, haroeslah saja berpikir benar-benar lebih dahoeloe; saja mesti tahoe betoel-betoel apa jang akan koeperboeat.

Kalau koeboekakan soearakoe, nistjaja sekalian orang jang memperoléh keoentoengan karena kelalimannja akan bentji kepadakoe, tetapi saja ialah hendak melawan kelazimannja itoe. Oentoek diri saja sendiri tiadalah saja indahkan permoesoehan ini, tetapi ia dapat meroesakkan tjita-tjita kami. Sekiranja saja mendjadi goeroe, tentoelah meréka itoe ta' soedi menjerahkan anaknja kepadakoe, karena saja telah bersalah, melawan 'adat-'adat jan£ telah beroerat berakar itoe.

Akan menoelis karangan jang demikian ta' maoe bapa memberi izin saja, apalagi pada waktoe ini. Kerap kali orang meminta kepadakoe mengarangkan sekalian hal ihwal itoe. Tetapi saja ta' boléh melakoekannja. Tetapi apa jang diminta oléh nona Van der Mey, ialah fasal jang lain poela. Saja harap permintaannja itoe dapat dikaboelkan. Tetapi seperti jang telah koekatakan tadi, engkau mesti berdjandji akan merahsiakan namakoe. Seorang sahabatkoe telah menjoeroeh saja djoega mengarang, betoel seperti itoe, oentoek orang banjak.

Jang baik saja karangkan ialah perkara-perkara jang dapat diperbintjangkan dimana-mana, ja, boléh hendaknja diperbintjangkan dalam persidangan Tweede Kamer, sehingga dengan perintah persidangan itoe disoeroeh periksa lebih terang dan landjoet tentang segala perkara itoe. Saja selaloe berniat djoega hendak mengeloearkan karangan tentang segala hal keadaan itoe, tetapi saja sendiri merasa, bahwa masa sekarang beloemlah ada waktoenja oentoek menjampaikan maksoedkoe itoe, banjak rahsia jang beloem koeselidiki, dan lagi beloemlah tjoekoep kekoeatankoe mengerdjakannja.

Saja haroes lebih banjak melihat dan mendengar segala jang terdjadi disini, sekalian itoe haroes koetimbang dan koepikiri baik-baik. Boeah pikirankoe beloemlah masak, Stella, kalau sekiranja telah masak tiadalah saja akan enggan mengabarkan hal keadaan itoe kepada orang banjak. Kalau kami menghadapkan permintaan kami itoe kepada Koningin Wilhelmina, itoe artinja boekanïah kami meminta pertolongan kepada keradjaan, soepaja berkat daulat Seri Baginda dapatlah kami pertolongan Pemerintah, lain tidak, melainkan dalam hal itoe kami meminta kepada Seri Baginda, soepaja Seri Baginda sendiri menolong kami.

Djikalau engkau sekiranja mengetahoei akan ketinggian hati kami, tentoe mengertilah poela engkau, bagaimana beratnja hati kami memoetoeskan hendak meminta pertolongan. Tetapi seperti katamoe djoega: kalau ada keperloean jang besar, maka keperloean jang ketjil haroeslah didiamkan dahoeloé. Dan ketinggian hati kami itoe, kami hilangkanlah, soepaja kami dapat bekerdja oentoek kebadjikan orang banjak. Selaloe kami bentji kepada minta-minta, soenggoehpoen kami telah mengetahoei, bahwa permintaan itoe akan diperkenankan.

Dan dalam hal jang demikian, meminta itoelah djalan jang toenggal akan memperoléh maksoed itoe. Adalah seorang jang telah pergi menghadap kedoea Seri Baginda Maharadja dinegeri Belanda, mengatakan dengan soenggoeh kepadakoe, bahwa Seri Baginda Iboe Soeripoen banjak poela mengetahoei dan amat mengindahkan tentang hal keadaan tanah Hindia. Kami maoe benar mempertjajaï kabar itoe. Tatkala kami menjembahkan beberapa persembahan kepada Seri Baginda Maharadja Wilhelmina, waktoe Pertoendjoekan peroesahaan Perempoean, maka Seri Baginda Iboe Soeripoen menitahkan kepada sekertarisnja, menanjakan kepada presidente perserikatan itoe, jang mengoeroeskan kirim-kiriman dari Hindia, apakah ïsinja persembahan kami dahoeloe itoe.

Bagindalah jang meminta kepada presidente pertoendjoekan itoe, jang selaloe mengiringkan Seri Baginda dalam pertoendjoekan itoe, membatjakan isi soeratkoe sedikit kepada Seri Baginda. Kepada Pemerintah atau kepada Seri Baginda Maharadjalah tempatkoe menjembahkan permintaankoe itoe. Kalau permintaankoe tiada diperkenankan oléh Seri Baginda atau oléh Pemermtah, maka pergilah saja ke Modjowarno, meskipoen disana tiadalah seperti jang dimaksoedi benar.

Tahoekah engkau, kalau saja kepoetoesan asa, kemana saja hendak pergi? Kenegeri lain diloear tanah Djawa, kepada seorang sahabat kami (1) jang 1).Doktor-pendéta N. Adriani didanau Poso (Selébés). tinggal djaoeh ditengah soeatoe poelau jang Boemipoeteranja masih biadab, dan disanalah ia berboeat baik akan meréka itoe dan menolong meréka itoe memberi obat-obat. Sebagai ajam kena kepala saja hendak pergi kepadanja, tentoelah ia akan meraba-raba kepalakoe, sampai keloehkoe hilang' dan napaskoe jang sesak djadi berhenti, dan dari tangannja jang dingin akan mengalirlah perdamaian jang melipoeti segenap toeboehnja, masoek kedalam dirikoe!

Soenggoehpoen demikian iapoen seorang manoesia djoega, jang selaloe menanggoeng sakit dan senang, dan kesoesahan hati, jang mesti dilawannja. Stella, Stella, kalau sekiranja saja dapat memeloek léhérmoe sekarang dan menjandarkan kepalakoe kedadamoe, alangkah senangnja. Barangkali djadi djoega saja pergi ke Selébés kepada sahabatkoe itoe dan meréka jang biadab, pemotong kepala itoe. Dengan djalan apa sekalipoen kita berboeat baik, ta' goenalah diindahkan benar, asal sadja perboeatan itoe baik.

Wah, djanganlah engkau terkedjoet dan djangan barpikir pandjang lagi, Stella, barangkali ta' perloe lagi saja pergi kesana, dan teka-teki jang soekar itoe barangkali dapat diterka dengan djalan jang menjenangkan hati. Dalam badankoe masih ada kemaoean dan kekoeatan, sjoekoerlah! Perbanjak do'a, ingatlah sadja kepada jang baik, dan djanganlah engkau loepa kepadakoe, Stella, kekasihkoe. 21 Maart 1902 (V). Benarlah kata njonja itoe. Adikkoe berangkat itoe, sebagai kami kehilangan besar.

Kami telah lama dan selaloe hidoep damai dan riang bersama-sama dengan dia. Tiadalah salah djika orang mengatakan bahasa kami bertiga telah mendjadi satoe, satoe dalam pikiran, satoe dalam perasaan. Rasanja beloem pertjaja benar kami, bahwa si adik itoe meninggalkan kami oentoek selama-lamanja; sangatlah menggoendahkan hati kami mengenangkan, jang ia telah berangkat dan tidak akan kembali lagi. Kami bersangka bahasa ia hanja pergi menoempang oentoek beberapa hari sadja dan sedikit hari lagi akan poelang kembali.

Kami soenggoeh tertjanggoeng karena kehilangan si tjantik ketjil itoe. Tetapi lebih baiklah kami ta' memikirkan hal itoe, karena pertjeraian jang meremoekkan hati itoe, boekanlah seboeah sadja. Tentoe ada poela nanti pertjeraian jang lain, jang akan menoeroeti pada hari jang akan datang. Lambat laoennja manoesia didoenia ini akan bertjerai HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. 13 djoea, „bertjerai”, itoelah kata jang selaloe kita dengar selama hidoep!

Sekali-sekali baik tali persahabatan jang koeat dan soetji itoe dipoetoeskan, kata de Genestet, tetapi nasihat itoe moedah diseboetkan, tetapi amat soekar akan dilakoekan, betoelkah atau tidak? Kami selaloe menerima soerat jang berisi kabar baik dan kegirangan hati dari pada adik kami itoe. Ia adalah dalam selamat wa'l'afiat sadja. Sjoekoer, alhamdoeli'llah! Rahmat jang diperoléhnjapoen mendjadi rahmiat kami poela. Sekarang marilah saja perkenankan kehendak toean, mentjeriterakan ini dan itoe tentang alat perkawinan adikkoe itoe.

Alat perkawinan anak negeri selaloe amat banjak hoeroe-haranja. Beberapa hari dan beberapa pekan dimoeka sebeloem alat itoe dilangsoengkan, maka disediakanlah sekalian alat keramaian itoe. Ketika itoe tiadalah kami bersoeka-soekaan benar, karena adalah seorang keloearga kami jang meninggalkan doenia, jaïtoe seorang saudara perempoean, adik oléh mempelai itoe, telah berpoelang kerahmatoe'llah sebeloem peralatan itoe mendjadi. Kasihan sekali, ia masih moeda dan meninggalkan anak beberapa orang.

Ketahoeilah oléh njonja, bahwa adikkoe kawin ialah dengan anak saudara perempoean bapak, djadi kawin bersaudara namanja. Dahoeloe adalah ia datang sekali kemari, tetapi ketika itoe ia masih ketjil sedang bersekolah dan seorang djoeapoen tiadalah jang mengenang akan perkawinan itoe. Atjap kali didapati adalah anak-anak jang dipertoenangkan ketika ketjil dan nanti kalau meréka telah besar laloe dikawinkan sadja. Adikkoe mengoelangi persahabatannja dengan soeaminja itoe, ketika toean besar Goebernoer Djenderal ada di Semarang.

Menoeroet sepandjang 'adat ta' boléh sekali-kali anak-anak gadis pergi keloear roemah, ketjoeali kalau ia pergi menoeroeti soeaminja, biarpoen beloem peraah dikenalnja. Tetapi seperti jang telah saja katakan, banjaklah dari pada 'adat-'adat itoe jang tiada kami toeroet lagi, karena tiada sepadan dengan pendidikan kami jang bébas itoe. Kami bermaksoed sekarang banjak lagi hendak menghapoeskan 'adat-'adat koeno dan boeroek itoe! Lebih-lebih beberapa lamanja mendjelang anak gadis jang akan dikawinkan, ia sekali-kali ta' boléh keloear dari roemah.

Ia haroes tinggal diroemah atau kalau ia ada berbilik, dikoeroeng didalam biliknja. Boelan December jang laloe kami ada di Semarang, dan sekalian toko-toko disana semoea kami masoeki, pergi membeli apa-apa jang kami soekaï. Kepada anak gadis Djawa jang baroe bertoenangan, tiadalah dioetjapkan orang selamat, demikianpoen hal itoe tiadalah diperkataan orang dengan dia, dan ia sendiripoen lebih-lebih ta' soeka memperkatakan pertoenangannja itoe, dan berlakoe seperti ia ta' tahoe sadja.

Djikalau sekiranja boléh, maoelah saja masoek kedalam hati bangsakoe hendak membatja, apa jang tergorés didalamnja, ketika adikkoe dengan moed'ahnja memperkatakan perkawinannja dengan meréka itoe. „Terlaloe sekali” kami ini. Oh, ja, sedangkan bagi orang jang ber'adat sopanpoen boekankah begitoe poela? Meréka itoepoen soeka sekali menjalahkan barang sesoeatoe pekerdjaan jang tiada dapat dima'loeminja. Ta' boléhlah kami marah kepada bangsa kami jang beloem berpengetahoean itoe dan karena ta' tahoelah maka meréka seperti itoe.

Sehari doea sebeloem perkawinan itoe akan dilangsoengkan, kamipoen kendoeri dan mendo'a, menjeroe arwah-arwah kaoem keloearga jang telah miati. Lihatlah itoe, betapa bagoesnja 'adat kami. Dengan segala soekatjita selaloe kami mengenang kepada keloearga kami jang telah meninggalkan doenia. Kendoeri artinja makan-makan bersama-sama, sesoedah itoe bersama-sama poela dengan 'oelama menadahkan tangan arah kelangit meminta kepada Allah dan rasoel, rahmat dan ni'mat oentoek segala arwah-arwah orang toea-toea dan ahli lain jang telah meninggal itoe, dan berkat meréka itoe moedah-moedahan perkawinan itoe akan diselamatkan Toehan.

Mendo'a itoe dilakoekan diroemah anak-dara. Iparkoepoen datang dengan kaoem keloearganja, waktoe bésoknja akan kawin. Mempelai Belanda setibanja dinegeri kekasihnja itoe, tentoelah ia jang pertama-tama sekali akan pergi keroemah anak-dara itoe, tetapi menoeroet 'adat kami ta' boléh diperboeat jang demikian. Mempelai ta' boléh melihat isterinja, sebeloem ia mendjawat kaboel, demikianpoen kaoem keloearganja ta' boléh djoega melihat anak-dara itoe.

Bésoknja alat akan dilangsoengkan, dimandikanlah anak-dara hari ini dengan air boenga-boengaan; setelah itoe baroelah ia diserahkan ketangan toekang paés atau toekang sanggoel namanja, jaïtoe seorang perempoean jang digadji, jang faham dalam menghiasi dan pakai-memakaii anak-dara dan mempelai. Anak-dara itoe didoedoekkan diatas tikar jang berlapis dengan kain sekelat dan soetera jang telah dilengkapkan oentoek hari jang moelia itoe.

Tikar itoe kelak mendjadi kepoenjaan toekang sanggoel. Berkeliling anak-dara itoe terletak makan-makanan, sirih dan pinang, pisang, air sekendi, beras, ajam panggang dan lagi seékor.......... ajam hidoep dan pelita ketjil jang menjala. Kemenjanpoen dibakar oranglah dan toekang sanggoel moelaïlah mentjoekoer boeloe roma dipipi dan dikodok anak-dara itoe. Ramboet jang dikening digoentingnja sama pandjang, demikian djoega ramboet jang dekat telinga, alis mata diperbaiki dan ditjoekoer ditepi-tepinja.

Melihat ramboet kening dan ramboet dekat telinga jang telah digcenting dan alis mata jang telah ditjoekoer itoe, maka tahoelah kita, bahasa perempoean Djawa baharoe kawin. Poekoel empat petang moelaïlah orang mengenakan pakaian si anak-dara tadi. Keningnja dihiasi dengan loekisan jang berwarna hitam sampai ketelinganja dan moekanja dibedaki poetih-poetih, serta ramboetnja disanggoel seperti bangoen kepala tjapoeng, jang dihiasi dengan boenga-boengaan.

Pada sanggoel anak-dara itoe ditjotjokkanlah toedjoeh boeah toesoek sanggoel permata, jang beranting-anting dan selaloe memantjarkan tjahajanja. Kain jang bertaboeri emas dan kebaja jang dihiasi, dikenakanlah kepadanja. Dan banjaklah lagi perhiasan jang dipakainja, seperti: pending, dokoh, gelang, soebang, boeah badjoe lengan dan lain-lain, tjoekoeplah semoeanja. Anak gadis Djawa ta' boléh memakai boenga diramboet, hanjalah perempoean jang telah kawin sadja boléh memakainja.

Itoelah sebabnja maka perempoean jang telah ber'oemoer banjak kelihatan memakai boenga diramboet. Malam bésok akan kawin, malam itoe bernama „widodaréni”. „Widodari” artinja „bidadari” dalam bahasa Melajoe, jang bertempat disoerga. Pada malam itoe anak gadis, jang bésoknja akan dipersoeamikan, dipandang seperti bidadari dan iapoen dimoeliakanlah poela seperti itoe. Njonja barangkali telah melihat porterét-porterét oekiran-oekiran boeatan Djepoen diroemah njonja Rooseboom.

Boekankah diantaranja adalah seboeah porterét sebagai singgasana jang mempoenjaï tiga boeah pintoe gerbang? Singgasana itoe namanja dalam bahasa Djawa „kwadé”, jaïtoe soeatoe perkakas roemah jang dipakai ketika beralat kawin. Kwadé beroekir-oekir itoe, iang berwarna mérah toea dan berloekis dengan air emas, terletak dikaboepatén dalam bilik besar dibelakang. Sekalian médja, koersi dan bangkoe dipindahkan dari bilik itoe ketempat lain, setelah itoe dikembangkanlah disana sehelai permadani besar.

Sebelah menjebelah kwadé jang dihiasi dengan tabir dan boenga-boengaan itoe terletak doea boeah djambangan tembaga, jang dihiasi dengan poetjoek pohon kelapa dan boenga-boengaan. Djambangan itoe namanja „kembang majang” dan pada tiap-tiap peralatan kawin ta' boléh ditinggalkan. Kira-kira poekoel setengah delapan malam, tatkala djamoe perempoean telah berkoempoel dibilik „kwadé” itoe, doedoek berléret diatas permadani sebelah menjebelah kwadé itoe, maka adikkoepoen masoeklah kedalam bilik itoe dibimbing oléh saudara perempoean jang telah kawin dan oléh ipar perempoean kami serta diikoeti oléh seorang perempoean jang membawa tjerana dan tempat loedah.

Adikkoe doedoeklah dipintoe gerbang kwadé jang tengah-tengah, diapit oléh kaoem keloearganja dan orang patoet-patoet. Tjerana tempat sirih itoe diletakkan dimoekanja, asal menoeroet 'adat sadja, sebab adikkoe si gadis ketjil itoe tiada biasa memakan sirih. Dibelakangnja adalah seorang anak gadis toekang mengipas-ngipasnja. Dimoeka kwadé jang tjemerlang tjahajanja itoe serta diapit oléh djamoe perempoean-perempoean isteri kepala-kepala negeri, jang doedoek teratoer menoeroet pangkatnja serta berpakaian jang indah-indah, disanalah adikkoe doedoek bersila berdiam diri seperti patoeng Boedha.

Orangpoen segera menghidangkan makan-makanan, jang disertaï dengan air téh. Masing-masing meréka itoe mendapat semangkoek téh dan doea piring koeé-koeé, dan si anak-dara dengan djamoe-djamoe jang ternama masing-masing mendapat seboeah doelang jang penoeh berisi makan-makanan. Waktoe itoe roepanja bilik itoe adalah seperti sehelai permadani jang penoeh ditaboeri dengan sedap-sedapan dan disana-sini disela dengan tjerana dan tempat loedah jang terboeat dari pada emas, pérak, tembaga dan koelit penjoe.

Sekalian djamoe itoe perempoean jang telah bersoeami; dan kami jang beloem bersoeami ta' boléh doedoek bersama-sama dengan meréka itoe. Njonja barangkali telah mendengar djoega, bahwa tiadalah kemalangan dan maloe jang lebih besar bagi seorang perempoean, kalau ia tiada bersoeami. Ditanah Eropah, jang telah berkesopanan terang tjoeatja, beloem berapa lama jang laloepoen orang masih berpikir demikian itoe djoega, boekan? Sebab itoe ta' patoetlah kita marah atas kepertjajaan bangsakoe, bangsa Hindia jang masih doengoe dan bodoh itoe.

Kalau sekiranja iboe mempelai masih hidoep, toeroetlah ia djoega doedoek pada malam itoe meramaikan alat menantoenja. Djamoe jang laki-laki doedoek dengan bapak dipendopo, dan mempelai tinggallah sadja berdiam diri diroemah tempatnja menoempang. Betapa besar hati adikkoe, ketika hari telah poekoel setengah sepoeloeh, ta' dapat dikatakan, karena ia telah boléh berorak sila. Dengan segala 'adat tertib sopan, berdjalanlah ia perlahan-lahan dari madjelis radén-radén ajoe itoe, dan setiba diloear pintoe, berlarilah ia kebiliknja akan menanggalkan sekalian pakaiannja itoe.

Sekarang ia telah mendjadi adik kami kembali, si gadis jang soeka berbesar hati itoe, tidaklah lagi doedoek sebagai patoeng Boedha. Malam itoe malam Mauloed. Kami kendoeri dan bersedekah tidaklah diroemah, hanja sekali itoe dimesdjid, dan waktoe itoe orangpoen memintakan do'a selamat kepada Toehan, soepaja perkawinan itoe akan berbahagia. Ditempat kendoeri itoe hanjalah laki-laki sadja, kami perempoean-perempoean makan diroemah, demikian djoega regén-regén jang datang menghadiri alat kami.

Pada 24 Januari, sebeloem padjar terbit, telah ramailah orang dikaboepatén, jang telah dihiasi dengan gaba-gaba dan bendéra-bendéra. Ditengah djalanpoen riang dan ramai poela. Bendéra si tiga warna, jang berpantjangan pada gaba-gaba, jang menoedjoe roemah anak-dara itoe, selaloe berkibar-kibar membesarkan hati. Dipeséban jang dihiasi dengan boenga-boengaan dan daoen-daoenan dan dipanggoeng-panggoeng ditanah lapang, dimoeka kaboepatén, berboenjilah gamelan samboet-menjamboet dengan gembiranja.

Diserambi belakang tersedialah beberapa kerandjang boenga kenanga, boenga melati dan boenga tjempaka; disanalah poela doedoek perempoean-perempoean mengatoer boenga-boengaan itoe atau menderai-deraikan akan ditaboerkan nanti ditempat anak-dara dan mempelai akan berdjalan. Kaboepatén waktoe itoe penoeh dengan manoesia, boenji gamelan dan baoe boenga-boengaan jang haroem itoe. Dibilik kami anak-dara moela-moela sekali dihiasi orang.

Keningnja diloekisi dengan warna hitam dan loekisan itoe dihiasi dengan emas. Adikkoe doedoeklah seperti orang jang akan dibedah. Dibelakang loekisan itoe ditaroeh orang rénda lilin pada kedoea belah pihak, jang berwarna hitam. Pada loebang-loehangnja itoe dihiasi dengan intan permata. Kebiasaannja rénda lilin itoe terboeat dari pada ramboet anak-dara sendiri jang diberi berlilin. Tetapi adikkoe, kami beri rénda lantjoeng, karena memboeat rénda itoe dengan ramboet benar, si gadis nanti banjak menanggoeng kesakitan, lebih-lebih adikkoe itoe baroe semboeh dari sakitnja; tentoelah ta' dapat ia menanggoengkan.

Dibelakang rénda itoe disisipkan toesoek koendai emas bepermata moetoe manikam. Dalam hal itoe ramboet disanggoel seperti boelan sebelah dan dihiasi dengan boenga-boengaan. Berkeliling kepalanja tergantoeng boenga melati bersoesoen teroembai-oembai sampai kebahoe. Pada sanggoel itoe disisipkan lagi toedjoeh boeah boenga intan beranting-anting dan dibelakang telinganja sebelah-menjebelah tergantoeng enam boeah rantai boenga, terdjoerai-djoerai sampai kedada dan kepinggangnja.

Rantai boenga itoe besarnja sebesar djari, diatoer dari boenga poetih disela dengan geloeng-geloeng dan dioedjoengnja tergantoeng seboeah boenga kenanga koening, jang diapit dengan boenga-boenga melati. Kalau berpakaian seperti wajang haroeslah léhér, bahoe dan lengan diatas ditampakkan. Sekalian itoe digosok dengan KABOEPATÉN DJAPARA. minjak koening jang haroem baoenja, melainkan moeka sadjalah jang dibedaki. Adikkoe memakai kain jang bertaboerkan emas dan dipaloet lagi dengan kain soetera, itoepoen bertaboer poela dengan emas dan berikat pinggang jang terboeat dari pada soetera koening, jang oedjoengnja beroembai-oembai, terboeat dari pada soetera mérah bertatahkan emas.

Sehelai kain pand jang berwarna hidjau daoen toea, amat bagoes roepanja, bertekat dengan benang emas, jang ditengah-tengahnja berwarna hidjau moeda dan dipaloetkanlah kebadannja, sedang lengan dan bahoe sama sekali kelihatan. Ikat pinggangnja soetera koening jang bernama „mendologiri" dipaloet dengan emban, tiga djari lébarja, bertatah poela dengan moetoe manikam. Diikat pinggang itoe dengan oedjoeng pangkalnja terdjoembai-djoembai, dililitkan lagi rantai boenga dari seboeah paha kepaha jang lain.

Pada léhérnja tergantoeng dokoh intan berdjila-djila sampai kepinggangnja. Pada lengannja dibawah dipakainja gelang tangan, dan pada lengan diatas gelang oelar-oelar. Kepala dan ékor oelar itoe menengadah keatas, dan disana tergantoenglah oeang tali emas terdjoembai-djoembai. Dalam pada itoe haripoen telah sampai kira-kira poekoel lima petang. Dibilik kwadé itoe telah berkoempoel sekalian isteri kepala-kepala negeri, jang berpakaikan pakaian kehormatan.

Dari kwadé sampai kependopo djalannja penoeh ditaboeri dengan boenga-boengaan, seakan-akan permadani pandjang lajaknja. Disanalah nanti pengantin itoe berdjalan. Adikkoe dibimbinglah oléh saudara-saudaranja keloear dan berdirilah dimoeka kwadé itoe. Lampoe-lampoepoen telah dipasanglah dan dipendopo penoehlah berdiri regén-regén berpakaian kebesaran. Beberapa orang kenalan kami bangsa Belanda ada djoega disana hendak melihat adikkoe oentoek penghabisan.

Ditanah lapang dan dipekarangan kaboepatén penoeh manoesia seperti semoet banjaknja, hanjalah didjalan-djalan jang dihiasi dengan gaba-gaba dan bendéra tinggal lapang. Dari djaoeh kelihatan mengoening pajoeng-pajoeng emas angkatan. Bertambah lama bertambah dekat, kiranja itoelah kedatangan kepala-kepala anak negeri Boemipoetera, jang berpakaian kebesaran dan berdjalan masing-masing dibawah pajoeng keemasannja. Dan dibelakang meréka itoe kelihatanlah oepatjara mempelai.

Mempelai doedoek dengan regén-regén didalam keréta jang terboeka dan berpajoeng emas. Dari peséban dan kaboepatén kedengaranlah boenji gamelan tanda memberi selamat datang kepada meréka itoe. Oepatjara itoe setiba dikaboepatén berhentilah dimoeka pendopo; sekalian kepala-kepala negeri doedoeklah berdjongkok; dan mempelaipoen toeroenlah dari kerétanja diiringkan oléh regén-regén laloe naik ketangga teroes pergi ketengah-tengah pendopo dan doedoeklah ketiganja disana diatas parmadani, memberi hormat kepada bapak dan regén-regén jang lain-lain.

Regén-regén jang mengiringkan mempelai itoe berloetoet moendoer kebelakang serta meninggalkan mempelai jang berpakaian wajang itoe ditengah-tengah pendopo; sebentar antaranja datanglah kepala-kepala negeri itoe mengelilinginja dan dibelakang meréka itoe doedoeklah 'oelama-'oelama. Dioedjoeng pendopo itoe, disitoelah doedoek regén-regén bersila diatas permadani. Bapak dan penghoeloe doedoek dekat mempelai. Bapak laloe mengatakan kepada meréka jang hadir, apa maksoednja memanggil meréka itoe beramai-ramai datang pada hari itoe dan kemoedian dimintakannjalah penghoeloe mengawinkan anaknja dengan mempelai itoe, Sementara penghoeloe itoe mendo'a, kedengaranlah dipendopo itoe boenji soeara manoesia jang sebanjak itoe beroelang-oelang menderoe-deroe, sajoep-sajoep sampai seakan-akan diawang-awangan rasanja menjeboetkan: amin, amin!

Sajang sekali kami ta' dapat mendekati benar madjelis itoe. Seorang goeroe perempoean, sahabat kami, Roekmini dan saja, kami bertiga sadjalah perempoean dipendopo itoe jang hadir. Oentoenglah ada diizinkan orang kami berdiri disana, dengan sesoeka hati kami. Tetapi akan doedoek dekat laki-laki jang banjak itoe, mendengarkan perkawinan itoe sekali-kali kami ta' boléh. Soenggoeh sajang sekali: kami soeka benar hendak mendengar sjahadat nikah dan melihat keadaan penghoeloe mengawinkan orang dari bermoela sampai kesoedahannja.

Hanja jang kami ketahoei, bahwa ketika ia membatja sjahadat nikah dipegangnjalah tangan mempelai dan mempelai wadjib menjeboet sjahadat itoe sekali lagi. Selama-lamanja keadaan itoe dilakoekan dalam seperempat djam sadja, tetapi bagi kami serasa berdjam-djam lamanja. Waktoe itoe orang doedoek tepekoer dan berdiam diri, melainkan jang kedengaran ialah soeara 'oelama jang sajoep-sajoep sampai membatja do'a selamat. Setelah itoe moelaïlah kerapatan itoe bergerak, karena 'oelama-'oelama itoe mengandjoer dirinja beringsoet-ingsoet kebelakang.

Itoelah tanda perkawinan itoe telah selesai. Regén-regénpoen berdirilah, doea orang diantaranja pergilah membimbing mempelai dan berdjalanlah meréka itoe bersama-sama diatas permadani boenga-boengkan itoe diiringkan oléh regén-regén jang lain. Dibilik kwadé adikkoepoen dibimbinglah poela oléh saudara-saudaranja dan pergilah poela berdjalan didjalan jang berboenga-boengaan itoe, diiringkan oléh iboekoe dan sekalian djamoe perempoean.

Ketika mempelai dan anakdara beberapa langkah lagi akan bertemoe, dilepaskan oranglah meréka itoe dan kedoea pengantin itoe teroeslah lémpar-melémparkan sirih bergoeloeng, jang berisi dengan boenga-boengaan. Böberapa langkah lagi meréka itoe akan berhadapan, kedoeanja laloe berdjongkok, demikian poela sekalian pengiring meréka itoe. Sementara mempelai doedoek, datanglah anak-dara beringsoet-ingsoet dengan loetoetnja, pergi menghampiri mempelai; setelah berdekatan benar, laloe menjembah dan mentjioem loetoet mempelai jang sebelah kanan.

Setelah sekali lagi ia menjembah, maka mempelaipoen berdirilah, laloe mengangkat isterinja dan berbimbing-bimbinglah meréka itoe, pergi kekwadé diiringkan oléh pesemandan. Regén-regén itoe baliklah kembali kependopo. Kedoea pengantin itoe doedoeklah dimoeka kwadé itoe, kedoea-doeanja seperti patoeng Boedha roepanja. Pada sebelah menjebelahnja doedoeklah keloearga dan sekalian djamoe perempoean. Di belakang pengantin itoe doedoeklah doea orang anak gadis mengipas-ngipas pengantin itoe.

Menoeroet 'adat jang biasa disitoelah pertemoean jang pertama kali antara laki dan isteri, jang baroe-baroe kawin. Kira-kira poekoel setengah toedjoeh, masoeklah regén-regén itoe kedalam dan doedoeklah seperti boelan sebelah dimoeka pengantin itoe. Dibelakang pengantin itoe doedoeklah poela kaoem keloearga perempoean. Sesoedah itoe pergilah kedoea pengantin itoe mentjioem kaki keloearganja jang toea-toea. Anak-daralah jang lebih dahoeloe berdiri, dan pergilah berloetoet kepada iboekoe, laloe menjembah dan mentjioem loetoet iboe; demikianlah djalannja ia menerima rahmat dari pada iboe atas perkawinannja.

Shared under a licence Indonesian Wikisource CC BY-SA 4.0

“Habis Gelap Terbitlah Terang” by Wikisource contributors, from Indonesian Wikisource (https://id.wikisource.org/wiki/Habis_Gelap_Terbitlah_Terang), used under CC BY-SA 4.0.

Checking… —

Narrator

Audio is kept per voice, so a new narrator is read afresh from here on. Anything you have already heard stays as it was.

Finding voices…

Checking what is available…

Reading

Text size
Adjusts the reading column only.

Sleep timer

Vesper fades out over the last twenty-five seconds, so it never cuts.

Contents

Habis Gelap Terbitlah Terang

This text carries no chapter marks of its own, so it is served in equal parts. Nothing has been cut.

  1. 01 Permoelaan kalam 3 min
  2. 02 Pendahoeloean 11 min
  3. 03 Soerat-soerat dalam tahoen 1899 56 min
  4. 04 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 1 50 min
  5. 05 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 2 1 hr
  6. 06 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 3 51 min
  7. 07 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 1 57 min
  8. 08 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 2 57 min
  9. 09 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 3 47 min
  10. 10 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 1 57 min
  11. 11 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 2 1 hr 3 min
  12. 12 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 3 1 hr 9 min
  13. 13 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 4 1 hr 7 min
  14. 14 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 5 1 hr 8 min
  15. 15 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 1 59 min
  16. 16 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 2 57 min
  17. 17 Soerat-soerat dalam tahoen 1904 25 min
  18. 18 Boeah pikiran jang dipetik dari pada soerat-soeratnja jang tiada disiarkan 3 min
  19. 19 Berilah orang Djawa pendidikan! 45 min