Habis Gelap Terbitlah Terang
Soerat-soerat dalam tahoen 1901
Tetapi regén-regén jang baroe diangkat itoe, karena terpeladjar dan telah menerima pendidikan ditanah Eropah. Sekalian itoe menjatakan, bahwa pada Pemerintah adalah tersimpan maksoed jang moelia hendak memadjoekan dan mempertinggi kedoedoekan kehormatan tanah Hindia, teroetama oentoek bangsa Djawa dan lebih-lebih bangsawan-bangsawan Boemipoetera, jang kebanjakan akan mendjadi pegawai negeri, diberi lebih dahoeloe 'ilmoe kepandaian dan pengadjaran jang haroes ditaroehnja.
Toean Abendanon telah berkata: „Ta' oesahlah diperkatakan lagi, bahwa doenia Boemipoetera tidaklah akan lekas madjoe kemoeka, kalau sekiranja perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera selaloe tertinggal dibelakang. Setiap hari sepandjang waktoe telah njata, bahwa kemadjoean perempoean itoe soeatoe perkara jang penting oentoek kemadjoean soeatoe bangsa.”
Kebanjakan bangsa Boemipoetera masih enggan menjoeroeh anak-anaknja perempoean pergi kesekolah, karena disana lakilaki jang mengadjar. Sebab itoe goeroe-goeroe perempoeanpoen haroeslah poela ada disitoe. Lima belas tahoen jang telah laloe Pemerintah mengirim empat orang anak moeda-moeda bangsa Boemipoetera dengan ongkos Pemerintah pergi beladjar kenegeri Belanda, dengan pendjagaan seorang goeroe kepala jang pandai; disana meréka itoe diadjar oentoek mendjadi goeroe.
Meréka itoe soeka sekali pergi kenegeri Belanda oentoek beladjar mendjadi goeroe itoe, karena beladjar disana lebih banjak mendatangkan faédah dari pada djika meréka beladjar ditanah Hindia, dan soepaja nanti sanggoeplah meréka bekerdja oentoek kesopanan dan ke madjoean bangsanja, boekanlah kemaoean meréka sendiri, hanjalah kemaoean jang datangnja dari pada seseorang jang benar-benar soeka hendak memadjoekan tanah Hindia. Keadaan kami berlainan dengan hal meréka itoe.
Bagi kami ialah soeatoe kemaoean, keinginan hendak mempoenjaï „tjahaja” kemadjoean, jang keloear dari hati jang jakin, jang diterbitkan oléh kedoekaan hati sendiri, karena kasihan memikirkannja dan sama-sama merasa sedih dengan meréka jang sengsara dalam hidoep bersama-sama. .................................................................. Akan melakoekan tjita-tjita kami itoe hanjalah kami menantikan izin bapak sadja lagi. Ma'afkanlah bapakkoe dalam hal itoe, Stella, karena ia chawatir melepaskan anak-anaknja kedalam soeatoe hal jang akan datang, jang beloem njata kepadanja.
Orang jang mendjadi pemboeka djalan seperti kami ini, wadjiblah memerangi dan mena'loekkan segala sjak dan waham itoe lebih dahoeloe; bahwa hal itoe ta' moedah dan akan mendatangkan banjak ketjéwa dan doekatjita bagi kami, kamipoen ma'loemlah poela. Dan orang-orang toea dimanakah jang ta' gemar melindoengi anak-anaknja dari pada kedoekaan? Orang-orang toea dimanakah poela jang tidak akan berhati ketjoet dan berat membiarkan anak-anaknja kedalam doenia jang penoeh dengan peperangan dan ketjéwaan?
Demikianlah nasibnja sekalian meréka jang mendjadi orang pemboeka djalan. Saja ta' tahoe jang saja nanti betoel-betoel maoe pergi beladjar ketanah Belanda. bila sekiranja adalah orang menjoeroeh saja kesana. Hal itoe dahoeloe soeatoe tjita-tjita padakoe, dan sekarang iapoen masih demikian djoega, hendak pergi beladjar kenegeri Belanda itoe. Tahoen jang soedah tatkala kenang-kenangan itoe diperkatakan, dan saja akan disoeroeh beladjar diroemah, maka saja melawani maksoed itoe dengan sekoeat-koeatnja.
Bila saja beladjar, saja maoe beladjar baik-baik, beladjar baik-baik itoe hanja dapat saja lakoekan dinegeri Belanda atau di Betawi. Negeri Belanda ta' dapat saja tjapai, kalau saja wadjib beladjar disana dengan oeang sendiri; achirnja negeri Betawilah jang tinggal dikepalakoe. Diroemah tentoelah ta' dapat beladjar sebaik-baiknja, artinja sekali-kali ta' dapatlah saja mengoesahakan dirikoe benar-benar oentoek peladjarankoe; hal itoe sangat, ja, sangat bergoena sekali oentoek meréka jang telah ber'oemoer seperti saja ini.
Kewadjiban dalam roemah dan kewadjiban menerima djamoe, tentoelah banjak akan merintangkoe dalam pengadjarankoe. Apabila saja ada diroemah, tetapi tiada bekerdja oentoek keperloean roemah, itoelah poela pekerdjaan jang moestahil. Djadi dengan hal jang demikian nistjajalah 'amat soesah. Hal itoe terdjadinja tahoen jang laloe, tatkala bapakkoe séhat dan koeat; sekarang bapakkoe tidaklah seséhat dan sekoeat itoe lagi, sajang! Ma'afkanlah seorang anak gadis, Stella, kalau-kalau ia melepaskan maksoednja, bilamana ia ditolong orang akan menjampaikan hadjatnja itoe, jang mémang bertali kemoedian hari dengan keselamatan orang-orang lain, karena hati si gadis itoe ta' melepaskan bapaknja jang se'oemoer hidoepnja mendjadi soeatoe ketjintaan dan keberkatan kepadanja.
Ia selaloe mengoetjapkan terima kasih kepada si bapak, si djantoeng hatinja itoe, sekarang didalam 'oezoer dan kerap kali sakit-sakit, djadi jang wadjib didjaga dan disajangi oléh si anak lipat ganda dari jang soedah-soedah. Stella, saja ini seorang anak, saja ini seorang anak gadis dan boekanlah sadja perempoean jang semata-mata amat beringin memberikan dan mengoesahakan dirinja oentoek kerdja jang bagoes dan moelia, jang bergoena dan berkat bagi orang banjak; tetapi saja inipoen seorang anak jang jakin dan sangat sajang kepada bapakkoe jang sekarang telah toea dan beramboet poetih, jang telah mendjadi toea dan beramboet poetih karena memeliharakan anak-anaknja, dan diantara anak-anak itoe, sajalah barangkali jang sangat menjajanginja, karena tingkah lakoe kami banjak jang bersamaan, sebab kami sepikiran dan seperasaan.
Stella, engkau jang telah mengetahoei betapa kasih sajangkoe kepada bapakkoe dan lagi mengetahoei poela, bahwa tjinta itoe saja pandang sebagai seroean Allah kepada kita, dan engkau tahoe djoega betapa persangkoetankoe dengan adik-adikkoe, jang sangat koeatnja, tentoelah engkau akan mengerti poela betapa hébat peperangan dalam hatikoe, bila saja mesti memilih salah soeatoe dari pada doea djalan jang hendak koetoeroet: pertama tinggal dengan bapakkoe, bertjerai dengan adik-adikkoe dan mengabaikan sebahagian besar dari seroean Allah itoe atas dirikoe, atau saja tinggalkan bapakkoe dan pergi bersama-sama dengan adikkoe, serta menjerahkan dirikoe benar-benar kepada seroean itoe!
Bapakkoe sekarang koerang koeat, ia haroes selaloe didjaga dan selaloe dipelihara; mendjaga dan memeliharanja itoelah soeatoe kewadjiban bagikoe. Katakanlah itoe perkara ketjil, tetapi o, Stella, saja sekali-kali tidaklah akan bersenang hati barang sekedjap mata djoeapoen dalam mengerdjakan soeroeh Allah, djaoeh dari bapakkoe, sedang sajapoen tahoe, bahwa bapakkoe jang koetinggalkan itoe dalam sakit-sakit dan selaloe wadjib ditolong!
Soetji, moelia kerdja jang ditakdirkan Allah kepada kami itoe, sebab menjoeroeh kami mengoesahakan diri oentoek hal keadaan jang besar-besar, oentoek meninggalkan kedoedoekan kemanoesiaan bangsa perempoean Boemipoetera jang senantiasa dalam teraniaja, ja, ringkasnja soepaja doenia Boemipoetera boléh berarti, dan arti itoe akan tinggal selama-lamanja; tetapi saja sekali-kali ta' dapatlah menanggoengkan kesedihan dalam hatikoe, apabila saja bekerdja dan beroesaha oentoek orang lain, dan dalam itoe bapakkoe jang telah toea itoe, jang teroetama berhak akan dirikoe, akan koebiarkan sadja menanggoeng kesakitan dan kesoesahan.
Satoe dari pada tjita-tjitakoe jang hendak saja kembangkan ialah: hormati segala jang bernjawa, hormati hak dan perasaannja. Takoetilah menjakiti orang lain, biar sedikit sekalipoen, dan takoetilah poela menjakiti itoe, meski dipaksa atau tidak dipaksa mengerdjakannja. Tjita-tjita itoe semata-mata dapatlah melindoengi sesama kita manoesia, ja'ni dengan sedapat-dapatnja kita melindoengi dia dari pada segala sengsara, dan dengan hal jang demikianlah kita boléh menolong memperbagoes hidoep meréka itoe.
Itoelah soeatoe kewadjiban jang soetji dan moelia, jang bernama terima kasih. Maoekah bangsakoe mempertjajaï tjita-tjitakoe itoe djikalau sekiranja saja sendiri orang jang menasihatkannja, tidak mengerdjakan sebagai nasihat itoe? Kewadjiban anak kepada bapaknja ta' boléh saja moengkirkan, tetapi saja ta' boléh poela menjangkal kewadjiban jang wadjib saja lakoekan atas diri sendiri, lebih-lebih lagi djikalau kewadjiban itoe paédahnja boekanlah oentoek saja sendiri, tetapi bertali poela dengan paédah oentoek orang-orang lain.
Adalah doea boeah kewadjiban besar jang berlain-lainan lagi wadjib saja kerdjakan; sekarang oepajakoe ialah akan menjatakan kedoea kewadjiban itoe dengan seboléh-boléhnja. Oepaja itoe oentoek sementara ialah, jang saja akan tinggal disisi bapakkoe, dan sementara itoe beladjarpoen tiadalah poela akan saja abaikan. Diroemah dengan sedapat-dapatnja saja maoe beladjar sendiri oentoek mendjadi goeroe, ja'ni seberapa jang dapat dibantoe oléh kemaoean hati dan pikiran tetap.
Akan mengambil diploma goeroe kepala wadjib orang menaroeh diploma goeroe bantoe serta soerat keterangan jang menjatakan, bahwa ia telah doea tahoen mengadjar disekolah. Saja sendiri telah lama memikirkan maksoed itoe, tetapi ketetapan maksoed itoe baroe saja dapat tatkala njonja Abendanon baroe-baroe ini telah menimboelkan poela maksoed itoe kepada kami. Sementara menanti kepoetoesan nasib kami jang bimbang itoe, maka kami bertigapoen telah moelaïlah beladjar sendiri.
Bagaimana djoeapoen nasib adik-adikkoe itoe nanti, sekalian jang dipeladjarinja adalah goenanja oentoek hari kemoedian. Telah doea boelan lamanja kami mendapat seorang goeroe perempoean diinegeri ini, jang telah bersahabait baik dan tjinta-mentjintaï dengan kami. Ia masih moeda, seorang anak gadis jang tjakap dan baik hati, jang telah meninggalkan kaoem keloearganja, kampoeng halamannja dan pergi kemari mentjari penghidoepannja sendiri.
Ia kerap kali datang kepada kami, dan tatkala saja mentjeriterakan maksoed kami kepadanja, dengan segera ia soedi menolong kami dengan sedapat-dapatnja dalam segala hal. Lain dari pada diploma goeroe bantoe, ia ada poela mempoenjaï diploma bahasa Perantjis. Dengan segera ia pergi menanjakan kitab-kitab jang dipakai orang di Sekolah Normaal di Soerabaja dan di Betawi oentoek oedjian goeroe bantoe. Sekalian kitab-kitab jang ada padanja boléh kami pakai, dan kitab-kitab jang ta' ada padanja, akan kami terima dari njonja dan toean A.
Nanti saja maoe poela memboeat oedjian dalam bahasa-bahasa Boemipoetera, bahasa Djawa dan bahasa Melajoe. Tetapi sajang sementara itoe datanglah penjakit menggoda kami, kalau tidak karena itoe tentoelah sekarang kami sedang 'asjik beladjar, dan didalam sakit itoe ta' dapatlah saja memboeka kitab-kitab itoe. Annie Glaser, itoelah nama goeroe jang terseboet tadi, ta' berapa lama lagi akan pindah dari roemah makan keroemah lain disini.
Kalau tempatnja nanti telah teratoer, maka ia akan membantoe kami atau saja sendiri bekerdja. Adik-adikkoe jang malang itoe ta' dapat dan ta' boléh lagi bekerdja dengan tangan, apalagi bekerdja dengan otak. Meréka itoe ta' bersenang hati, bila ia ta' dapat mengerdjakan barang sesoeatoenja; tetapi apa jang hendak dikata, tangan dan otaknja masih lemah. Apa pikiranmoe mendengarkan sekalian maksoed-maksoed jang terbang tinggi itoe? Djanganlah hendaknja engkau berkata: „Ni, Ni, pikiranmoe terbang terlampau tinggi”, kalau demikian senanglah hatikoe.
Tahoekah engkau apa jang telah saja perhatikan bagi kebanjakan sahabat-sahabat kami? Meréka itoe mempoenjaï pengharapan terlaloe banjak kepada kami. Meréka mengarangkan bermatjam-matjam kepandaian kami, tetapi meréka membenarkan poela jang kami ta' mempoenjaïnja. Kadang-kadang kami haroes tertawa, karena keriangan hati meréka itoe. Pepatah Belanda jang mengatakan bahwa: tjinta itoe boeta atau memboetakan, sebenarnjalah. Sesoenggoehnjalah amat banjak pada sangka-sangka meréka itoe sanggoep boléh kami kerdjakan!
Kami merasa benar-benar keketjilan kami, apabila sahabat kenalan kami itoe mengandjoengkan kami sampai kelangit. Ketjil, tetapi, o, betapa terima kasih kami atas kesajangan meréka jang terbit dari hati ketjilnja itoe. Seorang sahabat kami soeka sekali melihat saja bekerdja dengan péna oentoek meninggikan kedoedoekan kemanoesiaan bangsa kami. Saja haroes, katanja, mengeloearkan soerat minggoean atau soerat boelanan, jang isinja teroentoek bagi hal-ihwal anak negeri sadja, dan pada soerat kabar itoe haroeslah saja hendaknja jang mendjadi djoeroe-kabarnja; atau kalau tidak hendaklah saja mendjadi pembantoe soerat-soerat kabar atau soerat-soerat minggoean jang ternama ditanah Hindiia ini, dan dalam soerat-soerat kabar itoe mestilah saja mengarangkan roepa-roepa hal, jang wadjib membangoenkan dan menjadarkan bangsakoe jang masih tidoer njenjak itoe!!!
Tidak benarkah apa jang saja katakan tadi, jang tjinta itoe memboetakan? Djika saja telah mempoenjaï diploma goeroe bantoe, tentoelah saja wadjib keloear roemah akan pergi beladjar oentoek mengambil diploma goeroe kepala dan pergi mengadjar djoega kesekolah. Akan menjampaikan maksoed itoe, saja telah mendapat izin dari sekolah-sekolah gerédja di Betawi. Disitoe nanti saja memberi pengadjaran disekolah rendah, dan pembalas djasakoe saja dapat pengadjanan oedjian goeroe kepala, dan lagi dapat roemah, makan, pertolongan dokter, serta pakaianpoen ditjoetjikan orang poela.
Tetapi oentoek itoe beloem ada waktoenja. Moela-moela mesti diambil diploma goeroe bantoe, dan kemoedian............ datanglah waktoe itoe, datanglah poela 'akal! Soeatoe kenang-kenangan jang amat merawankan hati akan bertjerai dengan adik-adikkoe. Meréka itoe ta' bersenang hati karena itoe, dan sajapoen demikian poela, lebih-lebih djika memikirkan kalau-kalau permintaannja itoe diperkenankan. Tentoelah ia akan djaoeh dari pada kami, djaoeh dinegeri orang.
Beroentoenglah karena ada kakak laki-lakinja disana, amat kasih kepada adik-adiknja, ta' oebahnja seperti saja. Kakak kami itoe amat menjoekaï dan setoedjoe dengan tjita-tjita kami, karena didalam tjita-tjita kami itoelah didapatnja kembali tjita-tjitanja sendiri. Kami telah memboeat perdjandjian jaïtoe, kalau ia telah tammat beladjar, ia akan tinggal didekat kami, akan bekerdja bersama-sama menjampaikan tjita-tjita kami itoe! Kami berbesar hati mendengar, jang ia bertjita-tjita djoega seperti adik-adiknja perempoean.
Hal itoe tambah memberanikan hati dan meninggikan nafsoe serta menolak kita kemoeka, soenggoeh seperti kekoeatan kegirangan dan kesajanganmoe poela kepada kami. Adalah poela seorang anak moeda, orang Eropah, jang kenal kepada kami karena boendanja sahabat kami. Ia bergirang hati dan bersoekatjita poela dengan maksoed-maksoed kami itoe. Keriangan hati jang toeloes dan kesoekaan jang soenggoeh dari sahabat kenalan kami, djaoeh dan dekat, itoelah jang mendjadi soeatoe bantoean jang besar bagi kami.
Bantoean kesoetjian hati itoe amat bergoena kepada kami! Berilah saja selaloe bantoean itoe, o, Stella! 18 October 1901 (VIII). Kadang-kadang kedjadianlah dalam hidoep kami, seolah-olah sekaliannja berkoempoel, akan mematahkan kekoeatan hidoep kami. Semoeanja sama-sama tiba, goeroeh dan topan toeroenlah dengan hébat serta kentjahgnja menimpa kami, seolah-olah ia berkata: „Soedjoed engkau, hai machloek jang hina, soedjoed sampai ketanah!”
Hanjalah meréka jang keras hati dan tadjam pikiran jang sanggoep berdiri dalam angin topan jang sedemikian, dan jang dapat melawani kegalakan dan kekerasan kekoeatan doenia itoe. Roepanja sekalian meréka jang keras hati dan tadjam pikiranlah jang kerap kali didatangi oléh sesoeatoe hal jang dinamakan orang: „boeroek nasib!”
Bah, mengapakah saja berdoekatjita sekarang? Itoe tentoelah disebabkan karena saja dalam beberapa hari ini banjak melihat dan memandang kesengsaraan. O, dirikoe, orang jang hina ini, saja lekas menggigil dan gementar, djika saja seakan-akan merasa poekoelan tongkat jang tiba dibadankoe; bagaimanalah 'akalkoe akan meenjenangkan dan meriangkan dirikoe? Njonja ta' boléh meninggalkan tanah airkoe sebeloem kami sekali lagi berdjoempa dengan njonja dan sebeloem..........njonja tahoe, bahwa anak-anak njonja ketiga ini.................beroentoeng, sebeloem kami sebenar-benarnja mendapat kemenangan dari meréka, jang hendak merendahkan kami ketanah, dan maoe mendjadikan kami manoesia jang bodoh dan ta' berharga.
Tetapi kemaoean meréka itoe tiadalah akan laloe; meréka tentoe dapatlah mematahkan hati anak-anak njonja, tetapi memboedjoek kami sekali-kali tidak. Dengan pertolongan toean kedoea, kami mesti sampai ketempat jang kami toedjoei! Disini adalah tiga orang anak gadis, jang hatinja mentjintaï dan menjajangi toean, serta setianja tegoeh kepada toean, hati ketiganja soenggoeh-soenggoeh mempertjajakan dirinja kepada toean! Tentoelah toean tidak sekali-kali akan meninggalkan kami, boekan?
Meskipoen perantaraan jang mentjeraikan kita itoe amat djaoeh, tetapi perantaraan itoe mémanglah dapat diseberangi oléh kapal jang tangkas dalam beberapa pekan sadja. Waktoe ini, karena iapoen akan datang djoea, lebih baik tidaklah kami pikirkan. Kami ta' dapat bersenang hati memikirkan, jang toean akan sekian djaoehnja dari kami, djaoeh jang ta' dapat kami tjapai lagi. Roekmini dan Kardinah telah bermaksoed tidak akan memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim lagi; meréka ta' maoe menjajangi orang lain lagi, lain dari pada toean kedoea.
Adik-adikkoe jang gila, siapakah orang jang boléh mengatakannja lebih dahoeloe bagaimana hendaknja kemaoean hatinja? Tjinta dan sajang datangnja tidak oléh sebab dipanggil; maoe ta' maoe tjinta dan sajang itoe mengikat hati kita dengan sekoeat-koeatnja. 20 November 1901 (VIII). Jang sebenarnja sekali-kali ta' boléh kita mendjandjikan apa-apa, ketjoeali dengan dirinja sendiri, karena manoesia itoe ta' dapat mengetahoei lebih dahoeloe, apa jang akan terdjadi.
Dengan hal jang demikian ta' adalah kita akan mengetjéwakan hati orang lain. Bagaimana sekalipoen toeloes dan ichlas perdjandjian itoe, dan bagaimanapoen kemaoean hati kita hendak menepati djandji itoe, tetapi alangan jang tidak disangka-sangka, oemp. sakit, boléhlah menghambat kita menepatinja. Bagi kami bangsa Djawa ada soeatoe kepertjajaan jaïtoe sipat jang tiada menepati djandjinja, ia nanti akan didatangi oléh oelar weling namanja.
Oelar itoelah jang akan mengingatkan kepada meréka jang telah berdjandji itoe akan djandjinja. Bila meréka ta' lekas menepati djandjinja, maka datanglah poela kepadanja oelar welang namanja, jaïtoe oelar jang sangat bisa, jang gigitnja boléh memboenoeh. Bila hal itoe terdjadi, djanganlah nanti menjesal, djika meréka masih enggan djoega akan menepati djandjinja, karena tentoe adalah sesoeatoe ketjelakaan jang akan menimpa meréka jang moengkir djandji itoe.
Hal itoe boléh kedjadian bilamana orang berdjandji ditempat-tempat keramat atau kepada orang keramat. Misalnja djika orang berdjandjikan boenga, doepa, kendoeri dll. kepada arwah orang-orang keramat. Oelar-oelar itoe ialah disoeroeh oléh arwah meréka akan mengingatkan orang, soepaja menepati djandjinja. Tetapi apalah goenanja saja mentjeriterakan kepertjajaan orang Djawa kepada njonja? Ma'aflah saja, sekalian itoe teringat sadja dalam hatikoe sedang menoelis.
Seharoesnja saja kena marah, karena saja telah lama berdiam diri, hal itoe teroetama ialah karena kelalaiankoe. Saja tidak bersenang hati atas dirikoe sendiri! Apa sebabnja saja boléh mendjadi semalas itoe dan ta' ada bernafsoe oentoek bekerdja, saja sendiripoen ta' mengerti. Hanjalah jang saja ketahoei, bahwa badankoe ngeri-ngeri sadja rasanja. Sakit benar-benarpoen saja tidak, betoel-betoel séhatpoen tidak poela, malas, segan, lelah dan djemoe, kosong sadja!, doekatjita, itoe dia!
Saja haroes mengoesahakan dirikoe dan bekerdja banjak-banjak. Itoelah jang sebenarnja; kerdja jang bergoena ada padakoe, demikianpoen kerdja jang koetjintaï. Sekarang kebodohankoe ialah: karena saja ta' boléh mendapat barang jang koekehendaki, maka meradjoeklah saja berpaling diri, dan doedoek termenoeng-menoeng memikirkan sekalian hal itoe. Semoeanja itoe mémanglah kelemahankoe, kelemahan jang besar sekali. O, alang-alangan meroesakkan dirikoe, jang setiap hari datang beroelang-oelang, sangat melelahkan sendi anggota!
Lebih baik saja dipoekoel dengan tongkat dari pada menanggoengkan toesoek-toesoekan djaroem, jang tidak berhenti-hentinja itoe. Dalam beberapa hari ini banjak benar penanggoengan dan perasaankoe. Oerat-oerat saraf saja mendjadi ta' berketentoean djalannja, dokterpoen mengatakan: „bekerdja”. Sifatkoe jang mandjapoen meninggalkan saja, sekarang apa-apa jang telah timboel dikepalakoe, ta' moedah saja hilangkan, mestilah saja pikirkan selaloe.
29 November 1901 (VIII). Kami tahoe bahasa kabar jang diberitakan oléh soeratkoe ini akan mendoekatjitakan hati toean kedoea. Toean kedoea tentoe akan bersoeka hati mendengar, jang kami sekarang telah mendjadi sabar, meskipoen kedoedoekan hal ihwal kami beloem beroebah. Sekarang dikalboe kami ta' gelap lagi, damai dan sentosa telah merajap disitoe. Dalam gelap goelita itoe kami melihat soeatoe badan jang amat bagoes dan bertjahaja-tjahaja, sambil melambai-lambai kami dengan tangan jang ramah: hai tjita-tjita kami!
Sekarang tahoelah kami benar-benar, bahwa hal itoe ta' dapat kami djaoehi lagi, ia telah mendjadi satoe dengan kami. Bertjerai dengan dia menenggelamkan kami. Boekanlah hari ini, boekanlah poela kemarin sadja kami telah memikirkan, merasaï, menanggoengkan dan hidoep bersama-sama dengan hal keadaan kami itoe. Soepaja kami boléh mengoebah pikiran dan perasaan kami, hendaklah orang memberi kami hati jang baroe, otak dan darah jang baroe oentoek toeboeh kami.
Siapa jang telah mengenal njawanja ja'ni soeatoe benda jang hidoep dalam toeboeh manoesia serta telah mendengar dan mengerti akan seroean njawa itoe meminta „tjahaja” kemadjoean, ta' dapatlah lagi meloepakannja. Apa jang telah njonja toeliskan kepadakoe, semoeanja telah saja pikirkan, rasaï dan tjobaï. Telah lama, lama doeloe sebeloem perdjoempaan kita, telah beberapa kali saja katakan kepada adik-adikkoe, meminta dan memohon kepada mereka, melepaskan dirikoe, dan sedikitpoen djangan hatinja bergantoeng kepadakoe.
Apakah saja, siapakah saja, saja anak gila jang tinggi hati, apakah sebabnja maka saja sabarkan memandang dan membiarkan adik-adikkoe pergi bersama-sama dengan saja? Saja jang mendjalani djalan-djalan jang 'adjaib dan beloem dikenal, jang moelanja haroes membawa saja kesoerga, tetapi jang sebenarnja sekarang membawa saja kenaraka. Pergi kenaraka mémang lebih lekas dari pada kesoerga, karena naraka itoe lebih dekat dan moedah ditjapai, tetapi soerga amat djaoeh dan soekar didekati.
„Betoel,” kata adik-adikkoe: „Meski toean sendiri, meskipoen orang lain, ta' sanggoeplah memasoekkan bermatjam-matjam perasaan dengan sempoerna dan sampai tinggal diotak dan dikepala kami, djikalau sekiranja kami sendiri tidak telah ditakdirkan Allah akan mendapatnja. Biarlah kita sama-sama pergi kesoerga ataupoen kenaraka!”
Wahai, kekasihkoe jang setia, jang sebenarja tidaklah engkau jang beladjar kepadakoe hanja saja sedjak dahoeloe sampai sekarang masih mendjadi moëridmoe. O, alangkah banjaknja jang telah engkau adjarkan kepadakoe! Dimanakah boléh djadi sekalian itoe kalau sekiranja kami tiada sepikiran dan seperasaan? Sekaliannja, lahir dan batin bekerdja bersama-sama menjatoekan kami. Selama hidoep kami selaloe kami bersama-sama. Sebagian besar dari pada bilangan oesia kami itoe haroes diboeangkan, karena waktoe itoe hidoep pertjampoeran kami, hanja roepanja sadja jang baik; tetapi enam tahoen jang kesoedahannja amat besar harganja dan baik diperhatikan benar.
Hati meréka jang telah sajang-menjajangi amat sangat, biarpoen dalam sekedjap mata, ta' dapat ia diloepakan; apalagi waktoe jang lamanja enam tahoen, selaloe hidoep dengan setia dan sepakat dan berkasih-kasihan. Keenam tahoen itoe sepoeloeh kali lebih harganja dari pada harga jang sebenarnja. Setiap hari kami sama-sama melihat, dan sama-sama mendengar barang sesoeatoenja, dan sama-sama poela memperkatakannja. Dalam segala hal kami sepikiran, sekesoekaan dan seperasaan.
Kami membatja soerat-soerat kabar, soerat-soerat boelanan dan kitab-kitab jang sama dan seroepa. Kami perkatakan, paparkan dan bertoekar pikiran tentang segala hal jang telah kami batja. Orang-orang toea kami bergirang hati melihat kami sepakat, serta memberanikan hati kami benar-benar, soepaja tiap-tiap boeah pikiran itoe, boekannja diperkatakan sadja, tetapi lebih-lebih haroes diperboeat dan dilakoekan djoega. Kesoekaan hatinja atas sepakat kami itoe amat besar, sehingga orang-orang toea itoe kadang-kadang telah berlakoe jang koerang 'adil kepada orang-orang lain, karena hendak melebihkan kami bertiga dari pada meréka itoe.
Betoel-betoel soeatoe 'adat jang amat siallah, perkawinan pada bangsa kami terdjadinja tidak dengan setahoe si anak gadis. Kalau seorang perempoean akan kawin, jang bergoena ialah izin dari bapa, paman atau saudara jang laki-laki perempoean itoe. Apabila toenangannja akan mendjabat kaboel, sekali-kali ta' goena dihadirinja. Hanjalah diminta ia datang menghadiri itoe, kalau ia tiada berbapak, berpaman atau bersaudara laki-laki. Meréka jang melindoengi kami boléhlah mengawinkan kami dengan siapa jang disoekaïnja, dan hanjalah dalam soeatoe hal sadja orang toea kami ta' boléh memaksa kami kawin, jaïtoe apabila si laki-laki itoe bangsanja koerang dari pada kami.
Iboe bapa ta' boléh memaksa anak-anaknja perempoean kawin dengan laki-laki jang koerang bangsanja dari pada bangsanja. Itoelah soeatoe sendjata kami jang boléh melawani kehendak meréka jang melindoengi kami itoe. Oentoek sesoeatoe perkawinan, jang perloe hanjalah si laki-laki jang mendjadi toenangan dengan bapak atau paman atau saudara laki-laki si gadis pergi kepada penghoeloe atau orang lain, disitoe dikawinkanlah si laki-laki itoe, biarpoen hal itoe sekali-kali tiada disoekaï oléh si gadis itoe.
Ia mesti kawin, bila orang toeanja telah menjoekakan. Mamak adalah mengenal seorang perempoean jang ta' maoe dikawinkan. Lebih baik ia mati, dari pada dikawinkan dengan laki-laki jang telah dioentoekkan orang toeanja baginja. Allah, Toehan jang pengasih, tiga boelan lagi ia akan dikawinkan, maka njawapoen melajanglah, karena penjakit koléra. Bila ia masih hidoep tentoelah orang tiada akan mengindahkan bantahan si gadis itoe; soenggoehpoen ia ta' soeka, tentoelah ia mesti dikawinkan djoega.
Hal itoe boekannja keadaan baharoe, dari dahoeloe adalah djoega anak-anak gadis jang melawani perkawinan meréka itoe. Senantiasa orang mengatakan ketelinga kami, bahwa kami haroes menoeroet sadja segala jang dikatakan orang toea kami kepada kami. Dan demikianlah poela kata orang kepada seorang perempoean moeda, mestilah menjerahkan diri kepada laki-laki jang djadi soeaminja dan menoeroet segala perintahnja, sebab itoe si perempoean merasa dirinja tjelaka dengan laki-laki itoe: „Kosong, banjak tingkah, mengapakah maka perempoean itoe maoe kawin?
Bila orang telah kawin, tandanja ia telah mendapat kesoekaannja.” Djika si perempoean menoeroetkan soeaminja, mémanglah sebab kesoekaannja; tentang apa-apa jang disoekaï, ta'boléh mengoempat. Tatkala saja menerima soerat dan doea boeah karangan toean kami telah siap akan pergi menghadiri soeatoe alat kawin. Boekanlah 'adatnja, anak-anak gadis pergi kealat jang seperti itoe, dan doedoek bersama-sama dalam perkoempoelan jang demikian, tetapi meskipoen demikian mama' telah mengizinkan kami pergi kesitoe.
Seorang perempoean sahabat lama kami boenda anak dara, meminta kami dengan seboleh-boléhnja menghadiri peralatan besar itoe, karena kedatangan kami disitoe, katanja mendjadi soeatoe „kehormatan bagi meréka itoe; kalau tidak demikian, kami dengan segala soekatjita akan tinggal diroemah. Waktoe kami hendak berangkat telah kami lihat perarakan mempelai pergi kemesdjid. Hoedjan waktoe itoe sangat lebatnja; keréta tempat mempelai doedoek bertoetoep, demikian poela keréta lain jang mengiringkannja Pajoeng-pajoeng keemasan jang beragi-ragi telah meléwati aloen-aloen.
Perarakan itoe roepanja amat moeram, kamipoen menaroeh kasihan melihat hal itoe. Karena perarak MESDJID DI DJAPARA. ah pengantin itoe roepanja seakan-akan perarakan orang mati. Waktoe kami sampai keroemah anak dara itoe, kami dapati si anak dara itoe sedang doedoek dengan sikapnja diatas soeatoe kedoedoekan jang bernama dalam bahasa Djawa „kwade", menantikan mempelai jang masih ada dimesdjid. Bapakoe pergi poela bersama-sama dengan kami dan roepanja amat poetjat!
Kasihan, bapakoe jang malang itoe! Kami doedoek diatas tikar dekat pintoe, ma' diantara adikkoe kedoea. Baoe doepa dan boenga-boengaan memenoehi bilik anak dara tempat kami doedoek itoe. Boenji gamelan dan soeara jang lemah lemboet datang dari loear masoek ketelinga kami. Dalam hal itoe saja pandangkanlah matakoe kepada anak-dara, kemoedian kepada anak gadis jang doedoek dekat saja, dan setelah itoe kepada bapak jang sedang doedoek diloear.
Gamelan berboenjilah berlagoe selamat datang, dan mempelaipoen datanglah. Doea orang perempoean memegang tangan anak-dara dan membawa serta membimbing dia pergi menjongsong mempelai itoe, jang dibimbing poela oléh doea orang datang mendekati anak-dara. Beberapa langkah antaranja, maka anakdara dan mempelai masing-masing melémparkan sirih bergoeloeng, beberapa langkah lagi meréka itoepoen berdekatanlah, dan kedoeanja doedoeklah berloetoet bsrhadap-hadapan diatas tikar.
Dengan loetoet anak-dara itoe pergilah mengingsoet-ingsoetkan dirinja mendekati mempelai itoe dan menoendjoekkan kerendahannja kepada mempelai itoe dimoeka orang banjak. Setelah mempelai itoe dekat benar, maka anak-dara itoe menjembah dan kemoedian mentjioem kaki mempelai itoe dengan sabarnja. Sekali lagi menjembahkan sembah jang menjajoekan hati itoe, laloe berdiri kedoeanja berpegang-pegangan tangan pergi kekoersi kajangan jang djahat itoe, serta doedoeklah disana.
„Joe, joe," bisik Kardinah ketelingakoe dengan matanja jang bertjahaja-tjahaja dan gerakan jang djenaka dimoeloetnja: „Wah, alangkah soekakoe kalau dapat melihat pengantin jang bertemoe itoe masing-masing tersenjoem-senjoem dan melémparkan sirih dengan mata jang gembira. Tentoelah pengantin jang sedemikian itoe, ialah meréka jang masoek kaoem moeda, jang telah berkenalan dengan isterinja itoe lebih dahoeloe. Alangkah bagoesnja djika begitoe, boekan, joe?
Boléhkah nanti terdjadi sedemikian itoe? Saja soeka benar melihat keadaan jang seroepa itoe."
„Waktoe jang sedemikian, tentoelah akan datang djoega," djawabkoe dengan lekas dan tersenjoem-senjoem, tetapi dalam hatikoe, o, hatikoe ketika itoe seakan-akan ditikam dengan keris. Dan disisikoe jang sebelah lagi doedoeklah adikkoe Roekmini dengan moekanja berseri-seri dan matanja bertjahaja-tjahaja! Sesoedah saja memandang seorang moeda jang bersikap haloes, jang doedoek disebelahkoe itoe, maka pemandangankoepoen djatoehlah kepada seorang jang koekoeh badannja lagi besar, jang sedang doedoek dilingkoengi oléh kepala kepala negeri.
Kebetoelan waktoe itoe orang itoe menéngok kepihak kami. Saja lihat moeka orang besar itoe poetjat dan moeram. Penglihatan itoe menjedihkan hatikoe poela. O, apakah sebabnja maka demikian? Sebabnja? beginilah seroean dalam hatikoe, dengan poetoes asa dan ketjéwa. Esok harinja saja ambillah seboeah kitab, sembarang sadja hendak saja batja oentoek merintang-rintang hatikoe. Saja boekalah kitab itoe, dan apalah kiranja jang terbatja oléhkoe?
Ialah „Gebed van onwetende” (Do'a orang jang ta' ber'ilmoe), karangan Multatuli. Pada beberapa hari jang laloe terambil poela oléhkoe, seboeah kitab karangan Multatuli djoega, dan saja boeka poela kitab itoe, maka terlihatlah oléhkoe bermoela sekali „Thugater.”
Sampai sekarang masih mendentjing ditelingakoe segala kata-katanja: „Bapak, katakan kepada si gadis, bahwa mengetahoei, mengerti dan berkehendak semata-mata dosalah kepada anak perempoean.”
Penoelis jang ternama itoe tentoelah tiada menjangka-njangka, tatkala ia menoeliskan kata-kata itoe, bahwa kata-kata itoe akan dirasaï soenggoeh soenggoeh akan kebenarannja oléh anak-anak perempoean bangsa Boemipoetera, bangsa jang disajanginja dan dikasihinja itoe, dan lagi karena bangsa itoelah maka pengarang itoe berperang, ja, berperang dengan hébatnja. Kamipoen tahoe djoega seperti Barthold Meryan, apakah jang akan menantikan kami, apabila kami selaloe tinggal soedjoed, dimoeka mimbar tjita-tjita kami jang soetji dan moelia, ja'ni mimbar jang hanjalah bersendikan onggok-onggok batoe, jang asalnja roemah dari roemah toea jang terboeat dari pada segala benda jang sesoetji-soetjinja dan sebagoes-bagoesnja diatas doenia ini.
Adalah seorang perempoean bangsa orang kebanjakan mendjadi isteri jang kedoea dari seorang pegawai. Isterinja jang pertama kegila-gilaan lari meninggalkan soeaminja dan beberapa orang anaknja pada soeaminja itoe. Isterinja jang kedoea itoelah jang mendjadi isteri jang sebenarnja bagi pegawai itoe, ia telah mendjadi boenda jang pengasih, lagi hati-hati mendjaga anak-anak tirinja itoe; ia sangat radjin dan bekerdja keras oentoek menambah gadji soeaminja, soepaja dapat memberi anak-anak tadi pendidikan jang baik.
Anak-anaknja jang laki-laki semoeanja mendjadi ,orang baik-baik, ialah karena oesaha iboe tiri itoe. Sekarang datanglah rahmat terima kasih dari soeaminja kepadanja. Pada soeatoe hari pergilah soeaminja kekota dan waktoe laroet malam baroelah ia poelang. Pegawai itoe laloe memanggil isterinja keloear, karena adalah seorang djamoe datang bersama-sama, jang haroes didjagaïnja, dan haroes diberinja seboeah bilik oentoek djamoe itoe dll.
Tatkala isterinja itoe tiba diloear, maka tampak oléhnja bahwa djamoe itoe ialah seorang perempoean moeda. Dan tatkala itoe............... tatkala itoe soeaminja mentjeriterakan kepadanja, jang djamoe itoe............... ialah isteri moedanja dan dia isterinja jang toea, haroeslah hingga ini keatas hidoep bersama-sama dengan perempoean itoe. Héran serta tertjengang, berdirilah ia mermandang soeaminja, karena ta' mengerti akan perboeatan si laki itoe; tetapi sesoedah kebenaran jang sangat piloe masoek kedaliam hatinja, maka iapoen djatoeh pingsanlah dan tiada berkata-kata.
Setelah ia sadar akan dlirinja, sebentar itoe djoega ia meminta tjerainja. Moela-moela soeaminja itoe ta' maoe mendengarkan hal itoe sedikit djoeapoen, tetapi isterinja itoe menjesakkan dan memaksanja, sehingga soeaminja achirnja téwas, laloe memberi isterinja soerat jang diminta itoe. Malam itoe djoega ia keloear dari roemah itoe berdjalan kaki, melaloei hoetan rimba, semak beloekar pergi keroemah orang toeanja dikota. Tjara bagaimana ia sampai kesana tiadalah diketahoeinja.
Ketika ia telah pandai berpikir lagi, maka iapoen tahoelah bahwa ia sekarang diroemah kaoem keloearganja, dan meréka itoe mengatakan kepadanja, bahwa ia telah lama sakit terbaring. Kemoedian ketika ia telah semboeh benar, maka dibatjanjalah soerat jang diterimanja dari soeaminja pada tengah malam perbantahan dahoeloe; roepanja ia beloem bertjerai dengan soeaminja. Karena isi soerat itoe hanjalah menerangkan jang ia lari dari soeaminja itoe.
Soeaminja itoe sekali-kali tiadalah bermaksoed hendak mengembalikan kebébasan isterinja itoe. Kemoedian ia berbaik kembali dengan soeaminja itoe. Perempoean jang lain itoe keloearlah dari roemahnja, dan pergi diam keroemah jang lain. Isterinja jang toea dalam hal itoe mendapat kekoeasaannja jang lama kembali. Pada tengah malam perbantahan itoe ia bersoempah dengan nama Allah, sambil menelan pasir, jang ia sekali-kali tidak akan menolong meréka jang hendak meroesakkan hak orang lain.
Waktoe ketjilnja ia telah bersoempah demikian itoe. Orang toeanja teiah mengawinkannja ketika ia ber'oemoer empat belas tahoen. Ia dahoeloe ta' tahoe apa jang akan diboeatnja, ia hanja menoeroet kata orang toeanja, dan.......... sebab itoelah ia sekarang mendapat hoekoemannja. Sekarang ia tahoe betapa kesakitan api naraka, bila seorang perempoean dioesir oléh seorang perempoean jang lain, ïsteri soeaminja jang baroe. Ia selaloe setia akan soempahnja itoe.
Beloem berapa lama ini soeaminja mengawinkan adiknja perempoean dengan seorang laki-laki jang teah beristeri. Ia sekali-kali ta' soeka mengoendjoekkan tangannja menolong perkawinan itoe dan ditahannjalah kemarahan soeaminja. Peralatan itoe tiadalah diroemahnja dikerdjakan orang. Kami tahoe benar kepada perempoean itoe dan sangat menghormatinja. Hidoepnja seperti sekarang, sekaliannja ïalah karena oesahanja sendiri. Ia telah bekerdja sendiri meninggikan kedoedoekan kemanoesiaannja.
Dari ketjilnja ta' ada jang dipeladjarinja, hanjalah ia beladjar membatja sadja dan lapoen telah membatja bermatjam-matjam kitab dengan berhasil. Kerap kali kami héran mendengarkan bitjaranja jang menjaksikan kepada kami, bahwa ia menaroeh pikiran jang dalam dan berotak jang tadjam. Ia betoel-betoel seorang perempoean jang adjaib (tentoelah ada lagi perempoean-perempoean jang lain, jang seperti itoe) jang tidak sedikit djoega beladjar dan ta' djaoeh pemandangannja, tetapi pandai berpikir dan merasa seperti kami.
Sahabat kami itoe telah banjak penanggoengannja jang amat dahsjat. Sebagai penanggoengannja itoe boekanlah ia seorang sahadja jang menanggoengkan itoe, tetapi banjak lagi perempoean-perempoean jang lain, jang telah menanggoeng seperti dia itoe. Dimanakah saja dapat berhenti menoelis, djikalau saja selaloe mentjeriterakan kepada toean sekalian penanggoengan dalam doenia perempoean Boemipoetera? Siapa jang ta' boeta matanja ta' pekak telinganja, tahoelah ia betapa penanggoengan itoe didalam 'alam kami.
Hélakan hati kami dari dalam toeboeh, dan otak dari kepala kami, djikalau sekiranja soenggoeh-soenggoeh orang hendak mengoebahi nasib kami. Beberapa antaranja sebeloem njonja mengirimkan kepadakoe boeah pikiran Sangwill jang keloear dari kitabnja: „Droomen van het Ghetto” (Mimpi-mimpi dari tanah Ghetto), maka Roekminipoen telah mengeloearkan djoega pikiran. jang hampir seroepa dengan itoe, soenggoehpoen kata-katanja itoe tidak sebagoes itoe benar.
Pada soeatoe hari kami sedang memakan koeé boloe dan koeé jang lain-lain, adikkoe itoe datang dan maoe poela sedikit. Ketika itoe ta' ada tersedia piring jang bersih, dan Kardinahpoen berkata: „Makanlah dalam piring joe, joe, dan boléhlah engkau nanti pandai seperti dia poela.”
Roekmini mendjawab dengan tangkasnja: „Tidak, saja ta' soeka, biarlah saja tinggal bodoh. Pandai itoe boekanlah oentoeng bahagia bagi tiap-tiap orang. Pandai ialah tjelaka bagi seorang jang tadjam pikiran, tetapi ia ta' sanggoep melakoekannja. Dan lebih tjelaka lagi, apabila kita dapat merasa bahwa kita tjakap dan maoe; tetapi ta' boléh mengerdjakannja. Biarlah saja tinggal bodoh."
Dalam kata-kata itoe tersemboenjilah seroean jang memoetoeskan pengharapan. ........................................................................................................................................ Pada soeatoe hari saja bersandar didindling dengan tiada bergerak-gerak, karena kesedihan hati: waktoe itoe mata saja membelalak, tetapi ta' dapat melihat, memandang teroes keoedara, dan pada telingakoe terdengar soeara jang menjedihkan hati, soeara jang membawa hatikoe ketempat kebenaran.
Bapakpoen melindoengi saja dengan tangannja memangkoe saja, dlan iapoen menghiboerkan hatikoe, tetapi moekanja dipalingkannja melihatkoe. Hal itoelah soeatoe seroean jang sedih dari hati jang loeka, jang berkata dengan gementar: „Ah, boekan, boekannja begitoe, Ni, bapak bermaksoed akan mempertjakapkan hal ini dengan orang lain, sabarlah dahoeloe!"
„Sétan iblis," teriak dalam hatikoe, „mengapakah engkau soeroeh bapakkoe menanggoeng seperti itoe, djahanam?"
Dengan tangannja memeloek saja, pergilah saja dengan bapak keserambi belakang mendapatkan orang lain-lain jang ada disana. Soeatoe perasaan jang amat piloe terasalah diseloeroeh toeboehkoe! O, bapakkoe, mengapa toean ta' mendengarkan soeara hati toean sendiri dan ta' maoe mengikoetnja? Mengapa toean maoe mendengarkan soeara orang lain? Mengapa orang lain, orang jang ta' sedikit djoega berhati baik kepada kami, jang tiada mengindahkan kami dipanggil memperkatakan perkara ini, perkara jang wadjib dipoetoes d!an diselesaikan oléh toean sendiri, sedang orang jang bersangkoetan dalam perkara ini hanjalah ia meminta soeara toean sadja!
O, tjoekoeplah soeatoe perboeatan, tjoekoeplah soeatoe perboeatan jang berani sadja, dan tanah jang ternganga jang hendak menelan kami itoe, tentoelah tadi boléh tertimboen! Bapak mengatakan tjita-tjita kami bagoes dan mengiakan, jang kami senantiasa beringin akan 'ilmoe dan ke'adilan. Hal itoe bockanlah main-main, tahoen jang laloe bapak telah mengizinkan kami, boléh bekerdja mentjari penghidloepan oentoek tegak sendiri. Sekalian itoe mengasoet pikiran kami mendjadi hoeroe hara, bila kami pikiri mengapakah maka kami selaloe dianiaja dan mengapakah maka kami haroes soeroet kembali?
Mengapakah maka kami direndahkan serta dihinakan sedemikian? Lain tidak karena bitjara meréka, jang tjemboeroelah maka kami diboeat demikian. Oléh karena itoelah maka karni haroes meninggalkan tjita-tjita kami, soepaja dapatlah kami menjenangkan hati orang banjak jang tjemboeroe itoe. Djika hal itoe perloe, ja, soenggoeh amat perloe, jang kami mesti meninggalkan tjita-tjita kami itoe, ja, tentoelah wadjib kami boeangkan; tetapi hal itoe sebenarnja boekan begitoe, sekaliannja berpoetar pada soeatoe soemboe, dan soemboe itoe ialah pikiran orang banjak.
Oléh sebab itoelah maka hal itoe semoeanja mendjadi roesak! Sekalian hal itoe haroes kami koerbankan. Orang banjak itoe tentoelah akan berkata ini dan itoe, kalau kami memboeat sesoeatoe jang kami soekaï. Siapakah orang banjak itoe? Bah, oléh karena orang banjak itoe, haroeslah roepanja kesoekaan kami dihambat dan dimatikan, dan kami wadjiblah kembali kedoenia jang gelap goelita? Bila kami memikirkan sekalian hal itoe, maka darah kamipoen mendidihlah.
Kesajangan meréka jang memakai pikiran 'alam jang loeas, mémanglah banjak harganja, ja, hal itoe benar sekali. Kami tahoe benar betapa besar hati meréka itoe, bila kami dipoedji dan dikasihi oléh meréka jang terpeladjar dan pandai-pandai, tetapi gelak senjoem meréka jang bodoh, manoesia jang banjak diatas doenia ini, roepanja amat banjak dihargaï orang, lebih dari pada pikiran jang tersisip dihati. Dapatkah kiranja kami menjabarkan hati kami dalam hal itoe?
Telah banjak diperkatakan dan dikarangkan orang tentang kemadjoean kaoem keloearga kami, ja'ni kemadjoean ketoeroenan Tjonderonegoro. Nénékanda telah lama meninggal doenia, tetapi namanja masih hidoep, betapa hormat dan kasih orang jang tahoe akan dia menjeboet nama marhoem itoe, atau jang mendengar tjeriteranja. Nénékandalah jang pertamatama sekali membei'i anak-anaknja laki-laki dan perempoean pendidikan bangsa Eropah. Nénékanda ialah seorang jang menebas djalan, ia seorang jang tinggi pikiran.
Sebab itoelah maka ta' adalah hak bagi kami akan mendjadi bodoh. Bapakkoe seorang jang dimaloei dian dihormati bangsa Eropah dan oléh bangsanja sendiri, apakah sebabnja? Seorang regénpoen ta' adalah jang diambil oléh bapak mendjadi menantoe, tetapi bapak mendjadikan anak-anaknja laki-laki dan perempoean orang jang berpikiran. Itoelah kebaikan, ja'ni kebaikan jang menjebabkan bapak dipandang dan dihormati oléh orang banjak. Kehormatan dan kesajangan meréka jang berpikiran tiadalah akan berkoerang-koerangan, tetapi selaloe akan bertambah, apabila bapakoe menghiasi pekerdjaannja dengan memberi kami izin meinjampaikan tjita-tjita hati kami jang dibangoenkan oléh bapakkoe sendiri.
Tetapi sajang tertawa orang banjak, jang ta' mengerti itoe, itoelah jang lebih berharga, o, Allah! Pendidikan kami samalah dengan soeatoe komidi, karena maksoednja hanjalah keindahan sadja. Kami wadjib senantiasa tinggal bertjahaja-tjahaja, biarpoen karena mengenakan intan permata, ataupoen mengenakan intan lantjoeng roepa-roepanja. Hal jang seperti itoe ta' boléh mendjadikan kami berketjil hati; demikian djoega dalam doenia jang telah kami kenal, jang memandang tinggi sekalian jang poera-poera.
Malang, malang, karena kami anak-anak jang menjajangi kebenaran, lebih kami sajangi dari pada radja jang berkoeasa, jang bernama: „Poera-poera itoe."
Kamipoen terpaksa akan bermain komidi poela, komidi, jang mewadjibkan kami mempermainkannja, ialah oentoek meninggikan hati kami karena kami ta' maoe memperlihatkan loeka dan kesedihan hati kami kepada orang banjak. 31 December 1901 (VIII). Kami ta' soeka lama berlajar dengan kapal jang telah roesak binasa itoe. Patoet benar dikerdjakan soenggoeh-soenggoeh akan pengoebah perkara jang boeroek itoe. Alangkah besar hati kami, kalau orang pandai-pandai memikirkan hal itoe.
Kerap kali saja berbitjara dengan isteri-isteri kepala negeri dan perempoean-perempoean dikampoeng tentang hal kemerdékaan, membanting toelang sendiri serta dengan djerih, peloeh, mentjahari penghidoepan bagi anak gadis Boemipoetera, dan poetoeslah pikirannja begini: „Haroeslah ada seorang, jang akan memberi tjontoh."
Kami pertjaja soenggoeh, sekiranja ada seorang jang berani memoelaï pekerdjaan itoe, banjaklah orang jang akan menoeroetnja. Sebenarnjalah pekerdjaan itoe boekan pekerdjaan jang sia-sia. Pokoknja asal: seorang madjoe kemoeka, dan jang menoeroetinja orang-orang baik dan sedjati. Sekarang jang seorang menanti jang lain: ta' seorang djoega jang berani moela-moela, jang pertama memboeatnja: orang-orang toea nanti-menantikan. Siapa jang berani soenggoeh-soenggoeh akan mengasoeh anaknja perempoean, soepaja mendjadi perempoean jang merdéka, tahoe berdiri sendirinja?
Kami kenal seorang gadis anak regén, jang se'oemoer dengan kami, jang djoega berhati gembira oentoek kemerdékaan. Ia soeka benar hendak menambah pengadjarannja, lagi pandai berbahasa Belanda dan telah banjak kitab-kitab jang dibatjanja. Ia seorang gadis, anak regén Koetoardjo: ada doea orang anaknja perempoean, jang amat baik boedi bahasanja. Kami amat sajang kepadanja. Saja tahoe dari seorang sahabatkoe, seorang goeroe perempoean, bahwa anak gadis regén itoe jang toea, soeka benar hendak beladjar lebih landjoet.
Dari goeroe perempoean itoe sendiri saja dengar, bahasa anak gadis itoe soeka benar hendak melihat tanah Eropah. Anak gadis jang kedoea, seorang anak, jang bagoes dan tjantik. Beberapa tahoen jang laloe, ia menoempang diroemah kami. Ketika ia kembali keroemahnja, segeralah ia beladjar menggambar dan sekarang amat pandai ia. Ajahnja berkata, bahwa pertolongan besar bagi laki-laki, sekiranja perempoean terpeladjar. Dihargaïnja benar perempoean jang ber'adat baik dan terpeladjar.
Kamipoen telah bertjakap-tjakap dengan anaknja jang telah kawin. Soenggoehpoen ia tiada pandai berbahasa Belanda, tetapi pandai berbintjang dalam segala hal, dan ia djoega soeka akan kemerdékaan sebagai perempoean Eropah. Itoelah niat dan kenang-kenangannja, soepaja Boemipoetera Hindia merdéka sebagai bangsa Eropah. Ada poela anak regén kemari dahoeloe, anak gadis dari tanah Soenda, jang ta' tahoe berbahasa Djawa, tetapi bertjakap-tjakap dengan kami dalam bahasa Belanda.
Pertanjaannja jang pertama kepadakoe: „Berapa orang iboemoe?" sajapoen melihatnja dengan sedïh hati. (Ia dipeliharakan diroemah orang Belanda). Soedah itoe ia menjamboeng perkataannja (djanganlah pembatja terkedjoet): „Iboekoe 53 orang banjaknja dan anak bapak kami 83 orang. (Batjalah sekali lagi delapan poeloeh tiga). Saja ta' kenal akan saudara-saudarakoe jang laki-laki dan perempoean semoeanja. Saja anak jang boengsoe, ajahkoe tiada poela koekenal, karena ia telah meninggal doenia sebeloem saja lahir.
Tidaklah hal itoe menjedihkan hati jang amat sangat?" Pada beberapa tempat diresidénsi Priangan, anak-anak gadis bangsawan dapat memilih, dan kebanjakan meréka itoe kenal akan djodohnja. Anak-anak moeda disana kenal seorang dengan jang lain, dan bertoenangan sebagai 'adat Eropah. Itoelah tanah jang berbahagia, tetapi, tetapi............! Disana adalah seorang anak gadis, tjoetjoe toenggal dari seorang regén (orang toeanja telah mati).
Ia telah menerima pemeliharaan dan pendidikan jang baik. Menoeroet pengadjaran jang diterimanja, ten toe ia anak jang berkepandaian jang tiada tepermanaï: ia berpidato, dll. Ia bertoenangan sebagai 'adat-'adat Belanda dan kawin dengan seorang, jang beristeri banjak dan telah mempoenjaï anak satoe pasoekan. Diantara anaknja itoe; ada jang telah balig. Saja telah berkenalan dengan menantoenja, seorang perempoean jang pandai berbahasa Belanda, iboe oléh seorang anak jang ber'oemoer doea tahoen; ketika itoe perempoean itoe ber'oemoer 17 tahoen, setahoen doea lebih moeda dari pada isteri mentoeanja jang laki-laki.
Ia sendiri telah memilih soeaminja itoe, katanja kepadakoe bahwa hidoepnja amat beroentoeng. ........................................................................................................................................ Boeah pikiran dalam segala hal jang telah koepikirkan dan koerasaï tentang perkara jang boeroek-boeroek, jang haroes dihapoeskan dari 'alam perempoean Islam, telah lama hendak koesiarkan. Pikirankoe hendak mengeloearkan seboeah kitab, jang mentjeriterakan doea orang anak regén, seorang perempoean Soenda dan seorang Djawa, berkirim-kiriman soerat.
Telah beberapa poetjoek soerat soedah koetoelis akan djadi pendahoeloean kitab itoe, dan lagi banjaklah poela koeboeat peringatannja. Kenang-kenangan itoe tiadalah akan saja boeangkan, meskipoen pekerdjaan itoe baroe beberapa tahoen lagi dapat koesoedahkan. Maksoed itoe tiada akan saja hilangkan, apalagi karena saja tahoe, bahasa toean bermaksoed begitoe poela. Kesoesahan jang besar ialah karena bapak tidak mengizinkan saja menjiarkan karang-karangan itoe.
„Saja pandai berbahasa Belanda itoe bagoes," kata bapak; „tetapi kepandaian itoe ta' boléh saja pergoenakan akan menjatakan pikirankoe."
Kami anak perempoean ta' boléh mengeloearkan pikiran, kami haroes mengatakan, ja dan amin sadja, kami haroes membenarkan apa jang dikatakan orang baik bagi kami. Beberapa tahoen jang telah soedah, adalah seorang penoelis bangsa Belanda, jang koekasihi, djoeroe kabar dari seboeah soerat kabar oentoek perempoean, tempat saja berkirim-kiriman soerat, meminta kepadakoe akan menjiarkan soerat-soeratkoe dalam soerat kabarnja. Dalam soerat itoe saja tjeriterakan seperti hal jang terseboet diatas.
Boléh djadi, kalau hal jang begitoe disiarkannja, akan mengadjak ahli pikiran mengeloearkan pikirannja, dan dengan hal itoe boléh poela akan memperbaiki pi kiran itoe. Djoeroe kabar itoe akan merahsiakan benar-benar: nama saja, tempat tinggal, dll. Sekalian hal tentang dirikoepoen akan disemboenjikannja, dan hanjalah fasal 'adat isti'adat jang akan diwartakannja. Soerat karangan itoe dikirimnja ke Djawa, soepaja bapak dapat memikirkannja.
Bapak tidak soedi memperkenankan, nantilah............??............Saja tahoe apa artinja kata nanti itoe, nantikan kalau saja tiada berbahaja lagi, kalau namakoe Radén Adjeng berganti dengan Radén Ajoe. Entjik sitti si pengarang itoe meminta beberapa kali lagi, tetapi (selaloe) ta' boléh. Baroe-baroe ini ia meroendingkan poela perkara itoe sekali lagi. Njonja Ter Horst, pengarang dan jang mengeloearkan soerat kabar oentoek perempoean Hindia ,,de Echo", menjediakan tempat disoerat kabarnja oentoekkoe.
Njonja itoe tahoe benar dan melihat dengan mata sendiri bagaimana kehidoepan perempoean Boemipoetera, dan ia merasa kasihan akan gadis-gadis bangsawan di Djokdja dan di Solo. Soerat kabar itoe disiarkannja kemana-mana, mendjadi anoegerah kepada jang soeka. Diadjarnja saja mengarang pertjakapan antara doea orang perempoean anak-anak regén. Apa jang patoet dirahsiakan, akan ditanggoengnja. Djoega tjeritera jang boléh mempeibaiki kehidoepan bangsa baik djoega dikarangkan.
Saja batjakan soerat itoe kepada bapak, laloe dapatlah izin: tetapi sebeloem saja sempat mengarang apa-apa, izin itoe ditarik kembali. Beloem boléh saja mengeloearkan boeah pikirankoe ............sekali lagi bapak berkata............nantilah. Toean Boes di Probolinggo berkirim soerat kepada bapak, dan meminta pertolongankoe oentoek soerat kabamja jang bernama_: „de Nederlandsche Taal" jaïtoe soerat kabar oentoek Boemipoetera. Permintaan itoe adalah dikaboelkan.
Toean Boes meminta karangankoe tentang: „Pengadjaran oentoek anak perempoean Boemipoetera", „Apa-apa tentang kepandaian Boemipoetera" dan „Soeatoe peratoeran anak negeri jang berpaédah."
Ketika itoe kami pergi ke Betawi. Lagi poela banjak perkara jang mengganggoe saja mengarang, hari ini saja maoe menoelis karangan itoe, tetapi bésok tiada lagi, sehingga achirnja poetoeslah harapankoe, dan kertas-kertas itoepoen koetjabi'klah. Alangkah bodohnja pekerdjaankoe itoe. Sekali-sekali saja keras kepala dan marah sebagai ini, karena itoe poetoeslah harapankoe. Saja hanja boléh menoelis karangan jang tiada berarti sadja, perkara jang soekar-soekar ta' boléh saja ganggoe.
Ketika itoe saja bei'pikir: djikalau saja mengarang perkara jang penting-penting, tentoelah sekalian Boemipoetera akan djadi moesoehkoe, dan sekiranja saja djadi goeroe, siapakah jang akan menjerahkan anaknja kepadakoe? Tentoelah saja dikatakan orang gila. Soenggoehpoen demikian ingin benar hatikoe akan memperkatakan segala hal itoe didalam soeratsoerat kabar. Tjobalah pikirkan, sekolah jiug ta' ada bermoerid-, goeroe-goeroe jang tiada bermoerid, tetapi harapankoe masih tegoeh.
Kami haroes mentjari 'akal dahoeloe, bagaimana akan dapat teroes beladjar. Baiklah bapak kami boedjoek akan membantoe permintaan kami kepada toean besar Goebernoer-Djenderal. Ta' baiklah kami lekas bergirang hati mengatakan, bahwa permintaan kami itoe akan dikaboelkan. Ja Allah, kalau tiada diperkenankan, bagaimanakah nanti? Hanjalah seboeah djalan oentoek kami jang terboeka, ja'ni: baik mendjadi doekoen beranak. Tentoelah kami haroes menghapoeskan peringatan, jang maksoed kami hendak mendjadi tjontoh dan pedoman itoe: tentoalah kami hanja sanggoep menolong manoesia kadar beberapa orang sadja, tetapi itoepoen baik djoega, lebih baik dari bekerdja ditoko atau diroemah obat oempamanja, karena dalam pekerdjaan itoe tentoelah kehidoepan kami kosong, tiada berharga.
Tentoelah hidoep sedemikian oentoek diri sendiri, tetapi kami soeka hidoep oentoek tanah air, dan maoeJah kami mengoerbankan diri oentoek keselamatan kemanoesiaan jang seperti kami tjintaï itoe. Telah banjak saja dapat keterangan tentang sekolah doekoen beranak di Amsterdam. Disana orang boléh beladjar dengan tiada membajar. Djikalau kami hendak pergi kesana, tentoelah haroes meminta pertolongan toean Prof. Hector Treub. Anak negeri bangsa kami kelak dapat membédakan, dimana kami telah beladjar mendjadi doekoen beranak itoe.
Tiadalah meréka itoe akan menghinakan kami, djikalau sekiranja kami bela djar di Eropah. Beladjar disana doea tahoen lamanja. Bagaimanakah 'akal kami akan dapat pergi ke Eropah? Ta' tahoelah kami, tetapi kami haroes mentjari 'akal dahoeloe. Ta'soeka kami memboeang maksoed itoe, sebeloem sekalian ichtiar, jang boléh kami harap akan menjampaikan maksoed kami, kami tjoba mendjalankannja. ............................................................................................................................................
Wahai, alangkah baiknja, kalau dapat kami berkenalan dengan anak-anak moeda bangsa kami jang telah terpeladjar, dan jang mentjintaï kemadjoean, seperti Abdoel Rivai dll. Alangkah baiknja kalau dapat kami mengambil hati meréka itoe akan menolong memadjoekan maksoed kami jang moelia itoe. Adóeh, apabila gerangan waktoenja anak-anak moeda, laki-laki dan perempoean, dapat bertjampoer gaoel seperti bersaudara jang sama haknja? Seperti sekarang didalam doenia bangsa Boemipoetera, bah!
boekan boeatan rasanja kami perempoean-perempoean dihinakan, selaloe, setiap hari!
End of chapter
Vesper stopped here. Sleep well.