Habis Gelap Terbitlah Terang
Soerat-soerat dalam tahoen 1901
Wah, boenji lontjéng tjelaka itoe sangat menjakiti hati ketika itoe! Kerétapoen bergeraklah, moela-moela lambat, kemoedian bertambah-tambah tjepat. Dari atas keréta njonja melambai-lambaikan sapoetangannja dan toean topinja. Kerétapoen dalam itoe selaloe mempertjepat perdjalanannja. Sekarang meréka itoe telah lenjaplah, soedah hilanglah, amat djaoeh dari kami. Meréka itoe jang kemarin dahoeloe sedikitpoen beloem kami kenal, tahoe-tahoe sekarang meréka itoe telah mendjadi sebahagian dari hati djantoengkoe, jang ta' dapat dipisahkan dari hidoepkoe.
O, hidoep, hidoep jang penoeh dengan teka-teki, bilakah engkau akan memboekakan segala rahasiamoe kepada kami? Siapakah jang dapat mengangkat tirai jang tiada bernjawa dan berbadan itoe dari kami ini? Siapakah jang dapat menerangkan kepada kami akan ke'adjaiban jang besar dan bagoes jang tersemboenji dalam manoesia itoe, jaïtoe ke'adjaiban jang bernama njawa itoe? Siapa dapat menjoeloehi benda jang gelap jang diseboetkan persaudaraan njawa jang amat 'adjaib itoe, karena semata-mata hidoep meréka masing-masing tidak pernah kenal-mengenal, dan kemoedian tahoe-tahoe dengan sepatah kata dan sekedjap mata sadja boléh mendjadi soeatoe persahabatan jang amat koekoeh, jang mempertalikan meréka itoe dengan sekoeat-koeatnja?
10 Augustus 1901 (IV). Ma'afkanlah saja dahoeloe karena baroe sekaranglah saja mendjawab tentang kiriman doea boeah porterét toean, akan djadi anoegerah toean oentoek kami. Anoegerah itoe sangat membesarkan hati kami, dan amat tinggi harganja kepada kami. Atas pemberian itoe kami pohonkan banjak terima kasih kepada toean. Apakah jang ta' timboel dalam kenang-kenangankoe, tatkala saja melihat porterét toean itoe. Kerap kali djika saja bermoeram doerdja dan bersoesah hati dan poetoes asa, karena melihat bermatjam-matjam ketjelakaan, ketjelakaan jang ta' koeasa saja menentangnja, serta melihat sekian banjaknja kelaliman dan sekian banjaknja orang jang ta' menaroeh iba-kasihan, maka hatikoe segera mendjadi senang, djika ingatankoe melajang kepada sahabat kami jang djaoeh itoe.
Saja sekarang boléh me nam ai toean sahabat kami, boekan? Sahabat jang bertani memboeang dirinja dari doenia kesendirian, karena kasihnja jang sedjati kepada sesamanja manoesia, dan gagah menempatkan dirinja dihoetan rimba, ditengah-tengah bangsa jang biadab, memberi dan mengadjar meréka itoe arti kata kasih. kasih jang dirasaïnja soenggoeh-soenggoeh dalam hati sanoebarinja. Oléh karena hal itoe maka kami bersoekatjita mendapat kedoea porterét toean itoe.
Melihat porterét itoe menarik hatikoe mengenang-ngenangkan toean, orang jang kami moeliakan, hormati dan soekaï benar. Apa chabar toean kedoea sekarang? Saja harap soenggoeh-soenggoeh, jang toean kedoea seperti kamilah hendaknja, kami adalah didalam séhat wa'l'afiat. Saja sangat meminta soekoer atas hal itoe kepada Allah, lebih-lebih lagi karena dimana-mana sadja sekarang adalah penjakit. Ta' adalah tempat sekarang, jang tiada digoda oléh sesoeatoe penjakit, kebanjakan penjakit demam.
Dekat negeri kami, dikota Semarang, telah berdjangkit poela penjakit koléra, ja'ni penjakit jang amat ganas, jang telah banjak sekali memoesnahkan njawa pendoedoek kota Betawi dan Soerabaja. Beroentoenglah jang di Semarang penjakit itoe hanjalan sadja satoe2 jang dihinggapinja; tetapi koléra itoe roepan ja soeatoe penjakit jang seboeas-boeasnja, karena hampir ta adalah orang jang kena penjakit itoe jang semboeh kembali. Lain dan pada penjakit koléra itoe, ialah penjakit demam kepialoe penjakit jang djahanam sekali jang ditanggoeng oleh pendoedoek beberapa negeri ditanah Djawa; penjakit itoe asalnja karena:.,,ta' tjoekoep makan."
Kami berharap soepaja Allah akan mendjaoehkan dari tanah kami segala soeatoe bahaja jang sangat kesengsaraan dan ketjelakaannja dan jang tjakap memoesnah kan seboeah negeri, jaïtoe jang bernama: bahaja kelaparan. Hampir ta' dapat dipertjajai, bahwa ditanah Djawa, tanah jang ma'moer dan soeboer, boléh ditanami dengan bermatjam matjam toemboeh-toemboehan, disana boléh kedjadian kekoerangan makanan. Hal itoe sesoenggoehnja amat menjedihkan hati, kasihan!
Bahaja jang sedemikian dengan hébat telah kedjadian di Poerwodadi, dan beloem selang berapa hari ini saja telah membatja dalam soerat kabar, jang membesarkan hati, bahwa Pemerintah telah mengeloearkan wang tiga ratoes lima poeloeh riboe roepiah banjaknja, oentoek pembeli sapi-sapi pembadjak akan dipakai di Poerwodadi dan Demak. Demak ialah seboeah negeri jang dibawah pemerintahan pamankoe, regén Demak. Tiap-tiap tahoen anak negeri amat takoet melihat kedatangan moesim hoedjan disana, sebab moesim itoe selaloe menenggelamkan negeri itoe.
Ta' tahoelah saja telah beberapa riboe mas, jang telah dikeloearkan oleh Pemerintah oentoek belandja perkakas penahan air, tetapi soenggoehpoen demikian tiap-tiap moesim hoedjan selaloelah disana ada bandjir besar. Bagaimana djoega besarnja ketjelakaan itoe disini, tetapi orang disini masih beroentoeng, djikalau dibandingkan dengan saudarah-saudara kami jang miskin, laki-laki dan perempoean jang diam ditanah Eropah jang djaoeh itoe, jang telah biasa menanggoeng kelaparan dan kedinginan dalam moesim dingin.
Padakoe disini ada seboeah kitab toean Fielding jang baroe saja terima dari negeri Belanda. Kitab itoe meriwajatkan hal ihwal agama Boedha, dan menoeroet pemberi tahoean jang telah saja batja dalam beberapa soerat-soerat kabar, kitab itoe amat bagoes. Kitab itoe diterdjemahkan dari bahasa Inggeris kedalam bahasa Belanda, oléh toean Felix van Ort, djoeroe kabar dari soerat kabar ,,Waarheid en Vrede" (Kebenaran dan Damai). Tentoe toean telah mengenal pengarang itoe.
Ia seorang jang mempoenjaï banjak tjita-tjita jang hendak mengembangkan kejakinan pikirannja oentoek,,mengalahkan kedjahatan dengan kesajangan."
Hal itoe amat bagoes dalam kenang-kenangan, tetapi dalam hidoep bersama-sama amat soekar melakoekannja. Kami amat menjoekaï hal itoe, dan kamipoen telah membatja djoega kitabnja jang bernama: ,,Naar het groote Licht" (Pergi ketjahaja jang besar). Kitab itoe isinja mengoeraikan berma tjam-matjam pertanjaan, jang biasa bertemoe tiap-tiap hari dalam hidoep hari-hari. Telah hampir setahoen lamanja, sesoedah kita berdjoempa di Dépok. Tatkala itoe ta' adalah pikiran kami sedikit djoega, jang perkenalan kita disana akan meriangkan hati sebagai sekarang ini.
Hingga ini masih teringat kepadakoe, toean datang berdiri dekat keréta api, dan bertanjakan, kalau-kalau ,,regén Djapara datang poela bersama-sama."
Ta' dapat saja memikirkannja, bahwa hal itoe telah kedjadian pada tahoen jang laloe. bagikoe rasanja seakan-akan baroe kemarin. Alangkah lekasnja terbang waktoe itoe! Dari pada njonja A. saja baroe sebentar ini mendapat sepoe tjoek soerat; njonja dan toean kedoeanja sekarang tidaklah begitoe séhat.............................. Tiap-tiap hari, waktoe kami tinggal di Betawi itoe, sekaliannja hari soeka raja bagi kami! Kami sahabat-sahabat toean gadis-gadis Djawa ini, sangat tama' kepada persahabatan, kesajangan dan kesoekaan itoe.
Ketiga perkara itoe ta' pernah membosankan meréka itoe. Sekaliannja itoe didapatinja diroemah toean amat banjak! Kemarin doeloe tjoekoeplah setahoen lamanja, jang Toehan rabboe'l'izati mendatangkan soeka raja itoe sehari-hari kepada kami, dan sedjak itoe ta' dapatlah kenang-kenangan kami, kami tjeraikan dari hidoep kami lagi. Pada hari tahoen perkenalan kami itoe, kami rajakanlah di Klein Scheveningen, ditepi pantai kami jang amat tjantik; tempat itoe amat kami kasihi, karena disitoelah kami dapat memandang sekalian jang bagoes-bagoes dalam doenia hidoep kami.
Laoetpoen waktoe itoe amat bagoes, amat tenang, hening dan permai serta disinari oléh beberapa djenis warna jang di manterakan oléh matahari akan terbenam! Adalah roepanja seolah-olah orang melihat seboeah karang moetiara jang amat besar sekali. Disebelah barat langit warnanja amat menjala sebagai matahari sedang terbakar roepanja. Dipihak selatan tempat pertemoean langit dan laoet warnanja keoengoe-oengoean. Waktoe itoe betapalah poela énaknja melihat warna hidjau toea jang bagoes dan molék diatas kepala kami, sesoedah memandangi segala jang bersinar-sinar jang meraboenkan mata itoe!
Ditengah-tengah sekalian kebagoesan itoe doedoeklah kami di pantai poetih jang soetji itoe dengan kaki kami terdjoentai ke dalam air, dan hidoeplah kami rasanja dengan hidoep jang penoeh dengan mimpi jang berbahagia! Toean tentoelah berpikir, alangkah gilanja anak-anak itoe! Ja, moeda dan kegila-gilaan, remadja dan 'asjik, selamanja diatas sedjalan dan sepasang! Kami berharap sangat jang kami selaloe boléh bergila-gila sebagai itoe, dan ta' pernah mendjadi 'arif dan bidjaksana, jang akan mendjadikan kami dan kakoe!
Kami gementar melihat si pendiam dan si kakoe itoe, tetapi lebih baik kakoe dan pendiam dari pada ke palang kakoe! Sajang dan berdoekatjitalah kami jang kami sampai sekarang beloem dapat mengoendjoengi sahabat kami, njonja dan toean Ovink di Djombang. Kami sama-sama beringin hendak bertemoe, tetapi atjapkali djika kami hendak pergi kesitoe selaloe ada alangannja. Djikalau kami datang kesitoe, pestilah kami akan pergi ke Modjowarno, jaïtoe tempat jang telah banjak kami dengar tjeriteranja.
Njonja Ovink mentjeriterakan kepadi kami sekalian kebaikan njonja dan toean Bervoets, jang dimoeliakannja tinggi. Pamanku regén dengan Demak dengan anak isterinja telah pergi poela ke Modjowarna, meréka sangat mengharoemkan keadaan disitoe. Djika sekiranja toean nanti hendak menggirangkankoe dengan sepoetjoek soerat, baiklah toean banjak² mentjeriterakan hal keadaan toean sendiri, kerdja toean dan meréka itoe, jang hidoep bersama-sama dengan toean kedoea disitoe; karena sekalian itoe soeatoe kelazatan jang amat sangat kepadakoe hendak mendengarnja.
Alangkah lamanja didjalan soerat jang dikirim dari Gorontalo maka sampai ke Djawa! Hampir sama lama perdjalanan soerat itoe dengan soerat jang dikirim kenegeri Belanda. Dalam boelan Juli jang baroe laloe berkoempoellah kami sekalian sanak saudara, ipar bésan anak joetjoe, ja, segala kaoem keloearga kami. O, sekaliannja katakoe tidak benar, adalah lagi seboeah tempat, jang tinggal kosong dalam perkoempoelan itoe, jaïtoe tempat kakakkoe jang tertjinta ditanah Belanda.
Senang hati melihat wadjah sekalian meréka itoe bersama-sama, tetapi rawam poela hati kami mengenangkan, jang kakak jang ditjinta itoe ta' hadir déwasa itoe. Kakandakoe itoe seorang jang baik hati, kami sekalian soeka dan sajang kepadanja. Pastilah soeatoe kenang-kenangan jang merawankan hati bagi orang² toea, bahwa sekalian anak-anaknja, kasih sajangnja, darah dagingnja sendiri, pada soeatoe ketika nanti mestilah akan meninggalkannja dan tidaklah lagi mendjadi hak miliknja, karena masing-masing perloe pergi menoeroet oentoeng nasibnja sendiri-sendiri.
19 Augustus 1901 (V). Toean tentoe akan berpikir bahasa lakoe ta' baik, karena berdiam diri sekian lama, dan tidak hendak membalas soerat toean jang merdoe itoe, apalagi ta' maoe mengindahkan panggilan toean serta tidak memberi kabar tentang kiriman porterét toean jang bagoes itoe, jang amat menggirangkan hatikoe. Berdiam diri itoe boekanlah sekali-kali disebabkan oléh karena saja segan, tetapi karena Kartini jang mempoenjaï kesehatan sebaik itoe, telah memboeat dirinja poera² sakit oentoek pertoekaran hidoep.
Karena ia beringi hendak memandjakan sebagai orang sakit, sebab itoela menoeroet pikirankoe, ta' apalah sakit-sakit sedikit dilebih-lebihi menanggoengkannja. Kalau sekiranja ta' ada mata dari belakang, jang saja takoeti, jang melihat saja menoelis dan membatja soerat itoe, soenggoeh amat banjak jang akan saja toeliskan. Wah betapalah marah adik-adikkoe kepa- dakoe, bila maksoed itoe saja sampaikan! Adik-adikkoe mémang pandai poela memarahi orang, hal itoe boléhlah saja sahkan kepada toean!
Tetapi apakah jang saja boeat sekarang, hendak mentjeriterakan keboeroekan adik-adikkoe jang koetjinta, itoe ta' baik! ........................................................................................................................................ Ta' ada jang moestahil didoenia ini! Apa-apa jang kita teriak- kan moestahil pada hari ini, bésoknja telah kedjadian. Dalam doenia bangsa Boemipoetera telah ada gerakan, jang bermaksoed hendak „madjoe.”
Gerakan itoe telah beroerat dalam kenang- kenangan, dan mémanglah menggembirakan hati. Tetapi sajang gerakan itoe maoe bertoemboek dengan bidji mata bangsa Djawa, ja‘ni ‘adatnja jang telah toea itoe. Akan memperoléh kemadjoean itoe mestilah lebih dahoeloe banjak peperangan de- ngan diri sendiri, dan peperangan jang lain-lain, jang haroes di- lakoekan oentoek mengalahkan bermatjam-matjam boeah pikir- an dan ‘adat-‘adat lama jang tiada berpadanan dengan kema- djoean, jang patoet dikoeboerkan dengan sedalam-dalamnja, soepaja ta' pernah lagi bangoen kembali. * * *
Augustus 1901 (VII). Saja sangat jakin, bahwa dari perempoean boléhlah timboel kekoeasaan besar jang bergoena oentoek hidoep bersama-sama, karena itoelah maka ta' ada keinginankoe jang lain dari pada beladjar oentoek mendjadi goeroe perempoean, soepaja saja nanti sanggoep mempergoenakan dirikoe mendidik anak-anak perempoean kepala-kepala negeri. O, amat sangat keinginankoe, soepaja saja tjakap membimbing hati anak-anak, memperbaiki tingkah lakoe, menadjamkan otaknja jang masih moeda itoe, mendjadikan meréka itoe oentoek perempoean jang akan diha- rap, perempoean jang kelak pandai menanam dan mengem- bangkan segala bidji jang baik dalam hidoep meréka itoe.
Oentoek perempoean-perempoean sendiri, kamipoen sangat beringinkan pengadjaran dan pendidikan itoe, baginja tentoelah soeatoe berkat dan rahmat jang ta' ternilai harganja. Dalam doenia perempoean bangsa Djawa banjak benar hal-hal jang menjoesahkan hati, dan amat banjak poela penang- goengan jang sedih-sedih. Djalan toenggal jang terboeka oentoek anak-anak perempoean bangsa Djawa, lebih-lebih bagi anak-anak perempoean bangsawan ialah: „kawin”.
Adakah diboeat oléh kebisaan 'adat perkawinan itoe sekarang, jang asalnja moela-moela perintah Allah, soeatoe roe koen jang oedjoetnja akan meninggikan daradjat perempoean? Kawin, jang seharoesnja mendjadi soeatoe daradjat jang moelia, sekarang telah mendjadi soeatoe kerdja jang biasa sadja! O, dengan perdjandjian jang menghinakan dan merendahkan ke hormatan kemanoesiaan, wadjiblah perempoean Djawa maoe ta' maoe melakoekan kedja itoe.
Atas paksaan bapak, paman, atau kakak laki-laki, wadjiblah si gadis boeta toeli menoeroetkan seo- rang laki-laki asing ja'ni laki-laki, jang kerap kalitelah mem- poenjaï anak dan isteri ditempat lain. Pikiran si gadis itoe tidak- lah ditanjanja-tanja, kewadjibannja hanjalah menoeroet perintah sadja. Waktoe perkawinan itoe si gadis ta' perloe, demikian djoega kaboelnja tidak perloe diminta. Djaoeh dan dekat kami ketahoei penanggoengan jang seng- sara, jang disebabkan oléh roekoen Islam, jang amat memoe- dahkan kewadjiban si laki-laki, tetapi sangat menjedihkan dan mentjelakakan si perempoean!
Perempoean-perempoean telah diboeat sedemikian dan hal itoe ta' dirasanja, kata orang jang segala „tahoe.”
Kalau hal itoe tiada setoedjoé dengan pi- kirannja, mengapa ia membiarkan hal jang sedemikian itoe? Biarlah saja ini seorang anak bangsa Djawa jang dibesarkan dalam pangkoean bangsa itoe, dan selaMa hidupkoe tinggal didoenia bangsa Djawa, berani menjatakan kepada toean, bahasa perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera ada berhati ma- noesia djoega, hati jang dapat merasa dan menanggoengkan, seperti hati perempoean jang berboedi pekerti dinegeri toean.
Tetapi disini hal itoe tinggal ditanggoengkan sadja oléh perempoean-perempoean dengan diam-diam, berserah diri ta' koeasa dan ta' koeat sekali-kali, karena meréka itoe ta' ada berkepandaian dan berpengetahoean. Dalam hikajat nabi adalah ditjeriterakan begini: Soeami Fatimah pergi kawin sekali lagi, waktoe itoe Fatimah ditaniaï oléh nabi Moehammad, bagaimanakah perasaannja, karena soe- aminja beristeri seorang lagi. Fatimah mendjawab: „Ta' ada apa-apa bapak, sekali-kali ta' adalah apa-apa perasaankoe.”
Waktoe ia berkata itoe Fatimah sedang bersandar pada seba- tang pohon pisang yang moela-moelanja berdaoen segar dan soeboer, tiba-tiba daoen pisang itoe mendjadi lajoe dan pohon- nja tempat ia bersandar itoe mendjadi angoes. Sekali lagi nabi bertanja akan perasaan Fatimah. Fatimah- poen mendjawab lagi: „Ta' ada apa-apa, bapak, sekali-kali ta' apa-apa perasaankoe!”
Nabi laloe memberi Fatimah sebidji teloei mentah, dan dimmtanja meletakkan teloer pada dada Fatimah. Kemoedian nabi meminta teloer itoe kembali serta dipetjahnja dan dilihatnja waktoe itoe teloer itoe telah masak! Semendjak itoe hati perempoean-perempoean sebelah timoer tiadalah beroebah-oebah. Hikajat jang diatas ini menerangkan djoega kepada kita betapa pikiran kebanjakan perempoean, tentang hak si laki-laki jang amat bengis itoe.
Banjak perempoean-perempoean memandang, bahwa mendjadi soeatoe kehormatanlah kepadanja, pandai menjabarkan diri dengan tiada mengoebah air moeka, bila doedoek berdekatan dengan isteri-isteri soeaminja jang lain, tetapi djanganlah ditanja apa jang tersemboenji dan teroekir-oekir dalam dadanja jang terloepoet sama sekali dari pada mata orang banjak, ialah: hati perempoean jang sangat disakiti, dan njawa sebagai njawa kanak-kanak jang ta' patoet berpenanggoengan dan kena siksa hidoep-hidoep.
Sekali lagi saja berkata, bahwa amat banjak penanggoengan jang ditanggoeng dengan kesedihan dan dahsjat dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera jang membawa meréka melarat. Penanggoengan meréka itoe jang saja pandang ketika saja masih ketjil itoelah jang moela², jang menerbitkan dan membangoenkan keinginankoe hendak memerangi kebiasaan hina itoe, jang roepanja terpandang 'adil, karena telah beroerat berakar dari doeloe kala.
Oesaha kami adalah doea maksoednja, pertama akan bekerdja bersama-sama oentoek meninggikan daradjat bangsa kami dan menebas djalan oentoek saudara-saudara kami jang perempoean kepadang keadaan jang lebih bagoes, keadaan hak kemanoesiaan. Kepada toean sekalian jang menaroeh kasih dan tjinta bagi tanah Djawa dan kepada pendoedoeknja, anak Djawa, kami pohonkan permintaan jang amat sangat: „Tolonglah kami menjampaikan tjita-tjita kami, kaoem perempoean.”
Berilah perempoean-perempoean pendidikan, boekakan hati dan pikirannja; dan toean sekalian jang mendjadi sahabat tanah Djawa, tentoelah toean akan mendapat penolong-penolong jang tangkas dalam pekerdjaan toean jang berat, bagoes dan moelia itoe, ja'ni: kesopanan, pengetahoean dan daradjat jang tinggi dari soeatoe bangsa! Adjarlah meréka sesoeatoe kepandaian, soepaja meréka itoe ta' lama lagi tinggal mendjadi barang rampasan, ta' ada berdaja, bila orang jang melindoenginja, berkehendak akan mengawinkannja.
Perkawinan itoe kalau sekiranja ia beranak, akan menghamboerkan dia dan anak-anaknja itoe kedalam loerah ketjelakaan itoe. Kami telah banjak melihat kemelaratan dalam doenia perkawinan bangsa Djawa, hal itoe ialah disebabkan oléh karena hak laki-laki orang Islam jang sangat bengis itoe. Doeka hati perempoean dalam perkawinan jang demikian dan kemelaratan anak-anak jang toemboeh sebab perkawinan jang demikian, membakar hati kami, dan djalan itoe mentjamboek kami akan melawani hal keadaan itoe!
Hanja seboeah sadja djalan tempat kami lari akan melepaskan diri dari pada hidoep jang sedemikian, jaïtoe si gadis itoe wadjib sanggoep berperang mentjari penghidoepan sendiri. Beloem seorang djoega perempoean jang memboeat sedemikian, ataupoen jang berani memboeat sedemikian! Karena maloe besar, bila anak gadis tidak dikawinkan, demikianpoen djika seorang perempoean tinggal tidak bersoeami. Tjita-tjita kami ialah apabila kami ada berkepandaian jang tjoekoep boléh mengadakan seboeah sekolah oentoek anak-anak gadis kepala-kepala negeri, maka disekolah itoe akan kami adjarkan lain dari pada pengetahoean biasa jang bergoena oentoek hidoep setiap hari, ialah 'ilmoe kesopanan, jang meninggikan pikiran dan menjoetjikan hati.
Dapatkah akan terdiri seboeah sekolah jang sedemikian? Kami berani mengatakan „boléh”. Meskipoen kebanjakan kepala-kepala negeri jang telah mengirim anak-anak gadisnja sekarang pergi beladjar kesekolah, hanjalah oentoek pemoedjikan dirinja sadja, karena meréka ta' maoe kalah oléh kawan sedjawatnja jang lain, dan sekali-kali boekanlah sebab ia insaf akan goena peladjaran perempoean-perempoean oentoek si poenja diri sendiri dan orang sekaliannja; tetapi hal itoe tiadalah kiranja mendatangkan keroegian bagi doenia perempoean, karena makin lama makin banjak poela kepala-kepala negeri dan orang besar-besar jang betoel-betoel berkehendak akan pendidikan jang bébas oentoek anak-anak gadisnja.
Sekolah-sekolah Goebernemén dan partikoelir dapat menjatakan kebenaran perkataan jang diatas ini. Sedangkan Soesoehoenan Solo telah mengirim anak-anak gadisnja kesekolah. Ditanah Priangan jang soeka madjoe itoe, jaïtoe ditempat anak-anak perempoean sekarang soedah mendjadi kebiasaan pergi bersekolah, telah diboeka orang lagi seboeah sekolah partikoelir oentoek anak-anak perempoean bangsawan, jang dibantoe oléh Pemerintah. Disitoelah anak-anak gadis regén-regén bersekolah beramai-ramai, terpisah dari roemah orang toea meréka itoe.
Banjak orang toea-toea jang soeka sekali hendak menjoeroeh anak-anak gadisnja beladjar kesekolah, tetapi tidak membiar menjampaikan maksoed itoe, karena meréka itoe ta' senang hatinja mengirim anak-anak perempoeannja kesekolah, jang dalamnja anak-anak perempoean beladjar bersama-sama sadja dengan anak-anak laki-laki. Akan menggadji seorang goeroe perempoean Belanda datang keroemah terlampau mahal oentoek orang kebanjakan, dan hanjalah satoe-satoe orang sadja jang sanggoep melakoekan pekerdjaan jang semahal itoe; soenggoehpoen demikian adalah seorang wedana, tidak „terpeladjar" dan tidak kaja, telah berani menggadji seorang goeroe perempoean Belanda oentoek mengadjar tjoetjoenja jang perempoean dalam roemahnja.
Doeloe adalah seorang iboe jang moeda jang telah menjoeroeh soeaminja berdjandji, waktoe ia sedang sakit keras dan hendak meninggalkan doenia, bahwa bila si soeami berpangkat jang lebih tinggi kelak, si soeami akan menjampaikan tjita-tjita si isteri, ja'ni: „Akan menjerahkan anaknja perempoean pergi kesekolah Belanda."
Kami telah beberapa kali memperkatakan perkara itoe dan tjita-tjita oentoek perempoean-perempoean jang boléh tegak sendiri, dan jang sanggoep mentjari penghidoepan sendiri, dengan isteri kepala-kepala negeri. Sekaliannja itoe mempertegoeh pengharapan dan kepertjajaan kami, bahwa akan menjampaikan tjita-tjita itoe; pokoknja, hanjalah melangkahkan langkah jang pertama, artinja wadjiblah ada hendaknja soeatoe tjontoh jang bermoela sekali dahoeloe dan apabila hal itoe roepanja betoel-betoel bergoena entoek hidoep bersama-sama dan dapat disesoeaikan dengan hal jang lain-lain, pastilah keadaan itoe akan ditoeroeti oléh orang lain.
Tentoe adalah anak-anak gadis lain jang berpikir dan merasa seperti kami, dan jang soeita djoega mematah dan memoesnahkan rantai dan belenggoe jang menegoehkan 'adat, jang mengikat perempoean-perempoean orang Islam. Meréka itoepoen sekaliannja sedang berhenti poela sekarang dimoeka pintoe: „Beloem ada lagi perempoean jang memboeat sedemikian?"
Sebab itoe mestilah ada satoe tjontoh jang pertama! Sekarang adalah seorang kepala negeri jang telah memohonkan permintaan kepada Directeur v. O. E. en N., soepaja anaknja jang perempoean boléh diterima disekolah dokter. Bapa dan anak jang berbahagia! Si anak itoe tentoelah akan mendjadi soeatoe kebadjikan besar nanti oentoek tan ah airnja. Saja harap, jang si anak itoe akan menjampaikan maksoednja dengan soenggoeh-soenggoeh! Adikkoe Roekmini, soeka benar gambar-menggambar; tjitatjitanja jang besar, ialah hendak memasoeki sekolah tinggi menggambar, soepaja dapat ia mempergoenakan dirinia kelak, boeat menghidoepkan kembali segala kepandaian anak Boemipoetera.
Boekankah kepandaian anak negeri itoe soeatoe djalan poela pergi kepadang kemadjoean dan keselamatan anak negeri? Djikalau sekiranja disekoiah tinggi menggambar itoe ia tidak doedoek pada tempatnja, artinja ta' tjoekoep ketjakapannja oentoek beladjar disana, ia akan pergi beladjar kesekolah mengoeroes roemah-tangga, soepaja nanti ia dapat mengadjarkan harga wang kepada anak-anak gadis jang akan mendjadi perempoean, ja'ni soeatoe peladjaran jang sangat bergoena sekali oentoek doenia bangsa Boemipoetera.
Sedangkan Pemerintah telah bermaksoed hendak mengadjar pegawai-pegawai Boemipoetera berhémat. Tetapi apakah paédahnja Pemerintah memaksa si laki-laki menjimpan wang, kalau isterinja, orang jang memegang oeroesan roemah-tangga, ta' tahoe akan harga wang itoe? Adikkoe dan saja akan bekerdja bersama-sama. Jang kami soekaï lagi, soepaja dalam sekolah jang kami kehendaki itoe diadjarkan poela: pengadjaran keséhatan dan penjakit, dan kepandaian paloet-memaloet orang loeka!
Pengetahoean itoe soeatoe pengetahoean jang lajak kepada kami dan sangat bergoena dalam hidoep bersama-sama. Tiaptiap orang lambat laoennja mestilah akan melajani orang sakit, dan mémanglah mendjadi soeatoe kesedihan kepada kita melihat kekasih kita menanggoeng kesakitan, sedang kita dalam hal itoe ta' tahoe bagaimana ichtiar akan meringankan kesakitan itoe. Pengadjaran tentang keséhatan, penjakit dan paloet-memaloet orang loeka, itoelah pengadjaran jang wadjib dimasoekkan kedalam bahagian pendidikan.
Berapa banjak ketjelakaan jang tidak akan terdjadi, atau banjak jang boléh dikoerangi kesakitannja, djikalau sekiranja dari dahoeloe-dahoeloe orang telah mengadjarkan pengetahoean jang bergoena itoe kepada laki-laki atau perempoean-perempoean jang maoe mempeladjarinja. Kami sekali-kali tidak bermaksoed akan mendjadikan bangsa Djawa bangsa Djawa-Eropah oléh karena meréka diberi pendidikan jang bébas; tjita-tjita kami hanjalah hendak memberi meréka itoe barang jang bagoes, jang asalnja dari bangsabangsa lain, akan penambah sipat-sipat jang bagoes, jang ada pada meréka sendiri, dan boekanlah poela akan penghalau sipat-sipat meréka jang telah lazim, tetapi teroetama akan memperbaiki sipat-sipat jang ada itoe!
........................................................................................................................................ Alangkah besar soekatjitakoe membatja permoelaan kata toean dalam karangan toean jang bernama „Land en Volk van Java" (Tanah dan bangsa Djawa). Hal itoe sangat meriang dlan membesarkan hatikoe, tatkala saja membatja kata-kata jang gembira, jang mengoeraikan dan memaparkan kebagoesan tanah airkoe dan............dan memboekakan goetji wasiat jang berisi dengan keboeroekannja.
Perasaan jang berbahagia lagi berkoeasa kerap kali baroe dapat menghiboerkan kami, apabila kami ada diloear, dipadang jang loeas dan bébas, koernia Allah. Terdjaoeh, djaoeh dari toetoer kata orang banjak jang doengoe dan bebal. Berhati dan berpikiran sendiri dalam oedara jang sedap, dibawah langit jang hidjau, dekat laoetan jang lébar dihadapan kami, dan dibelakang kami daoen njioer jang melambai-lambai. O, disitoelah perasaan kami jarig berbahagia berlipat ganda!
Kerap kali terbit dalam pikirankoe jang sangat loba: „Ja Allah, biarkanlah saja sendiri hidoep dalam oedara jang soetji, djaoeh dari rioeh dan rendah, djaoeh dari berdjenis-djenis perkara, hanja sendiri sadja dengan 'alam dan kalboekoe! Itoelah loba, sebenar-benarnja loba! Salah sekali, sebab kemaoean jang demikian boekanlah maksoed hidoep kami, kami wadjib hidoep bersama-sama dan bertolong-tolongan dengan sesama manoesia jang lain.
Memperbagoes hidoep, itoelah hadjat kami sebenarnja. Tetapi sekarang saja telah terlaloe lama menggoda toean, toean tentoe adalah bekerdja jang lain, jang lebih bergoena dari pada mendengarkan pertjakapan seorang gadis Djawa, jang bersedih hati berlebih-lebihan. 4 September 1901 (VIII). O, kami ta' dapat, kami ta' maoe pertjaja, bahwa hidoep kami akan berpenghabisan jang biasa dan soesah seperti hidoep beriboe-riboe orang jang lain jang dahoeloe dan jang kemoedian dari pada kami.
Tetapi kadang-kadang roepan ja sebagai barang jang moestahil! Kadang-kadang maksoed jang kami tjintaï benar-benar itoe roepan ja seakan-akan sampai, dan tiba-tiba boekan boeatan djaoeh antaranja dari kami. Sekali-sekali adalah hati manoesia jang sedang diajoen dan diempaskan kian kemari oléh sjak dan waham, bertanja: „O, Allah, apakah artinja kewadjiban?"
Mengoerbankan diri bernama kewadjiban, dan memenangkan diri bernama djoega kewadjiban. Boekankah moestahil doea perkara jang mémang berlawanan, kedoeanja sama-sama bernama dan berarti kewadjiban? „Teroes", teriak soeatoe soeara jang njaring dalam hatikoe „Teroeslah perangi kehendak dan keinginan toean, karena menoeroet kemaoean meréka jang toean tjinta dan sajangi, dan karena meréka jang mentjinta dan menjajangi toean, sebab peperangan toean jang seperti itoe memoeliakan kemanoesiaan. Teroeslah!"
Kemoedian berboenji poela soeatoe soeara jang lain, sama-sama koeat dan keras: „Pergilah bekerdja oentoek menjampaikan tjita-tjita toean, bekerdjalah oentoek waktoe jang akan datang, bekerdjalah oentoek keselamatan beriboe-riboe hamba Allah, jang telah boengkoek dliimpit oléh bermatjam-matjam oendang jang ta' 'adil dan oléh pengertian jang lantjoeng tentang boeroek dan baik, pergilah , pergilah, tanggoengkan dan berperanglah, ja, bekerdjalah soenggoeh-soenggoeh oentoek keselamatan jang kekal!"
Kewadjiban manakah jang tertinggi? Kewadjiban jang pertama atau jang achir? Kelobaan selaloe saja pandang sebagai kedjahatan jang sekedji-kedjinja, jang terdapat didoenia ini, dan jang saja bentjii benar, demikian poela bersipat tidak terima kasih. Dan hal jang lain jaïtoe tjita-tjita kami, telah mendjadi satoelah dengan hidoep kami. Kami ta' dapat hidoep dengan ta' ada bertjita-tjita, dan kamipoen ta' dapat poela hidoep dengan ketiadaan tjinta kasih sajang dari meréka jang kami tjinta dan sajangi itoe.
Bilangan meréka tidaklah banjak, jang sebenar-benarnja mengerti dan ma'loem soeatoe dengan jang lain, sebagai bapakoe mengerti dan ma'loem kepadakoe, biarpoen meréka itoe berhoeboeng sedekat-dekatnja, karena sedarah dan sedaging. Amat banjak kesesoeaian dan kesamaan sipat-sipat dan kemaoean kami berdoea, dalam segala hal kami soeka-menjoekaï dan sajangmenjajangi, dan hanjalah dalam soeatoe hal sadja kami ta' dapat sesoeai. O, mengapa maka sedemikian, dan apakah sebabnja itoe?
'Agaknja benarkah seperti kata orang, bahasa didalam 'alam jang loeas dan lébar ini ta' adalah didapat doea boeah benda jang seroepa benar², dan ta' adalah poela doea orang manoesia jang semata-mata sama sipatnja? O, bapakkoe jang tertjinta, kita kedoea sama-sama mengetahoei betapa kita timbal balik kasih-mengasihi, kami tahoe benar-benar, bahasa djalan jang telah dipilih oléh anak-anak perempoean toean banjak bertaboer dengan doeri, tetapi toeanpoen tahoe djoega, o, kekasihkoe, bahwa dalam hal itoe boekanlah kegilaan hati jang membimbing kami, dan jang kami pergantoengi ialah tjita2 kami dengan toeloes ichlas kami, seoempama kami mempergantoengi toean; mengapa, mengapakah kiranja maka djalan jang telah soekar dan soesah itoe, toean persoesah lagi dengan keizinan toean, jang selaloe toean tahan oentoek kami itoe?
Bahwa hidoep kami tiada akan beroentoeng, kalau sekiranja kami tiada mendapat berkat dari toean, toeanpoen telah tahoe, demikianpoen kalau tjita-tjita kami ta' dapat kami sampaikan. Berkat rahmat toean, tentoelah dimoeka kami selaloe akan bertjahaja, dan djalan jang sangat soekarnja nistjaja akan tertempoehlah! Bapak, bapakkoe, mengapakah toean ta' maoe mengizinkan kami dalam hal jang satoe itoe? Tjinta itoe mahakoeasa, dan telah berzaman-zaman diingat dan dimasjhoerkan.
Tjinta antara kita kedoea amat besar. O, tjinta jang sangat moelia, dan jang telah atjap kali mendjatoehkan air matakoe, berilah kami berkat kerdjamoe: hapoeskanlah perselisihan sipat kami itoe, padoelah sipat itoe mendjadi satoe! Saja sangat mengasihi bapakoe, njonjapoen tahoe sendiri, tetapi kasih bapak kepada kami lebih besar lagi. Saja lekas kesal, tidak sabar, ja, pandaknja: „peradjoek."
Tetapi betapa sabar bapakkoe menahan tingkah ragamkoe! Ta' pernah saja mendengar sepatah kata jang kasar atau pedih. Bapak selaloe berkata manis dan lemah lemboet! Oléh karena itoelah dapat saja merasaï kasihnja jang tiada berhingga itoe! Betapa lamanja telah laloe, tatkala saja menjesakkan kepoetoesan perkara kami, melihatlah bapak kepada koe dengan pemandangan jang amat berdoekatjita. Matanja jang bersoesah hati itoe adalah seolah-olah seperti hendak bertanja: „Hendak lekas benarkah engkau maoe meninggalkan dakoe, o, anakkoe?"
Ketika itoe segeralah saja palingkan moekakoe, saja ta' maoe menéngok mata jang setia dan jang koekasihi itoe, saja hendak menegapkan dan ta' maoe melemahkan diri. Hati sajapoen hampir hantjoerlah rasanja, tatkala kami berdoea doedoek berhadapan, sambil bapak memangkoekoe dengan kedoea belah tangannja dan bertanja: „Wadjibkah diperboeat benar-benar sedemikian? Ta' dapatkah dioebah lagi? Wadjibkah meréka itoe semoea seperti engkau?
Ta' boléh dioebah lagi?" Sekaliannja terasalah kepada kami masing-masing dengan air mata berlinang-linang dipipi, pada waktoe kami bertentangan itoe. Tatkala itoe sangatlah beratnja penanggoengankoe diatas doenia. Hal itoe kedjadian beberapa hari sebeloem bapak sakit. Kemoedian setelah bapak semboeh, berkatalah boenda kepadakoe: „Wahai anakkoe, sabarkanlah dirimoe!"
„Saja ta' dapat menjabarkannja," djawabkoe dengan soeara jang piloe. Sedjak itoe boendapoen ta' pernah lagi memperkatakan hal itoe diengan saja. Asal sadja bapak mengizinkan kami, maka boendapoen toeroetlah poela memberikan berkat dan rahmatnja kepada kami. Meréka sekalian kasih dan sajang kepada kami, karena hal itoelah poela maka peperangan kami mendjadi lebih dahsjat. Penanggoengan............penanggoengan............ta' lain dari pada penanggoengan jang kami masoekkan kedalam segala hati meréka, jang amat setia dan kasih itoe!
30 September 1901 (VIII). Ditanah Priangan banjak perempoean-perempoean dan gadis-gadis jang telah bersekolah dan pandai bertjakap bahasa Belanda. Kebanjakan meréka jang berkenalan dengan kami bertjakap bahasa Belanda dengan kami. Senang sekali! Betoel amat bersoekatjita kami disitoe berkenalan dengan bangsa dan kaoem kami sendiri. Pergaoelan dengan meréka itoe membesarkan hati, bébas dan tiada kakoe. Meréka itoe gemar bersoeka-soekaan, bersenda goerau dan tersenjoem-senjoem!
Apa jang saja lihat dan saja dengar dalam perdjalanankoe itoe, senantiasa mengoeatkan pikirankoe, bahwa kalau manoesia itoe hanja berpikiran tinggi sadja, beloem tjoekoep oentoek hidoep bersama-sama, lain dari pada itoe manoesia wadjiblah poela ada mempoenjaï soeatoe 'ilmoe jang lebih dalam jang akan menolong dan membawa manoesia ketempat jang haroes ditoeroetnja. Dekat ketadjaman otak wadjiblah hadir kesoetjian hati, kalau tidak demikian, tentoelah 'adat kesopanan tidak dalam, melainkan tinggal dikoelit sadja.
.............................................................. O, djanganlah dibangoenkan djoega tjita-tjita, sia-sia sadja, karena pasti ia akan mati, dan demikian djoega djanganlah dikenangkan poela hendak bermimpi, karena mimpi itoe telah kita ketahoei boléh tiba-tiba menjadarkan orang dengan bengis. Itoe soeatoe lial jang bengis dan ganas! O, alangkah besarnja niatkoe hendak mempoenjaï kepandaian jang sempoerna hanja dalam soeatoe bahasa sadja, jaïtoe bahasa sendiri atau bahasa Belanda, soepaja dapat saja benar-benar mengoeraikan segala jang saja pikirkan dan rasaï, tentang sekalian jang menjoekakan menghérankan saja, atau tentang sekalian jang menjakiti hatikoe, seperti ketjelakaan jang dimoeliakan dan dipergantoengi oléh bangsakoe ja'ni: kelobaan si laki-laki dalam hal memiliki dan memerintah perempoean, dan kelemahan si perempoean dalam hidoep bersama-sama, karena koerang pengetahoean meréka itoe, dan soepaja dalam segala hal itoe dapat diberi ke'adilannja!
Saja adalah mempoenjaï pikiran jang keras dan tadjam tentang tjita2 itoe. Kadang-kadang amat gatal djari saja héndak menoelis segala boeah pikirankoe itoe kepada orang tempat kepertjajaankoe, demikian poela hendak menampalkannja kemoeka orang jang patoet mengetahoeinja. Tetapi apakah paédahnja sekalian itoe? Tentoelah orang akan mengangkat bahoenja sadja mendengarkan itoe, jang lain lagi akan mentertawakan, dan jang kebanjakan tentoelah tidak akan mengindahkan hal itoe.
Sebab dikiranja pekerdjaan orang gila atau poesoeng! Barangkali lebih baik saja tiada mengetahoei bahasa itoe dengan sepertinja, soepaja ta' dapat saja memboeat tjitatjita, jang saja soekaï dengan bahasa itoe. Siapa tahoe betapa kedjahatan jang akan diterbitkan oléh péna orang jang keras kepala, jang beloem banjak penanggoengannja, dan dalam hal itoe maksoed jang baik boléh djadi boeroek. Mengetahoei bahasa itoe dengan sebenar-benamja tiadalah akan banjak goenanja bagikoe déwasa ini, karena saja ta' boléh berseroe keras-keras.
Setelah segala kesengsaraan jang terseboet diatas ini, hendak saja kabarkan poela, jang akan menjenangkan hati njonja. Beloem berapa lamanja jang laloe datanglah bertandang njonja dan toean Quartero dengan seorang kemendoer lain keroemah kami. Waktoe itoe toean-toean itoe memperbintjangkan seorang regén jang dikenal baik oléh kemendoer lain itoe. „Seorang jang sangat terpeladjar,” katanja kedengaran oléh kami dan sebentar lagi ia berkata: „Tidak, ia ta' beristeri, tetapi ia ada beristeri seorang perempoean jang boekan djodohnja, ta' dapat dibawanja kemédan, sebab isterinja itoe seorang perempoean anak orang kebanjakan sadja, dan dengan perempoean itoe ada beranak doea orang.
Ia ta' bermaksoed lagi akan beristeri, ia ta' soeka mengawini radén ajoe, karena ia ta' maoe mentjeraikan perempoean itoe, atau ta' soedi mendjadikan isterinja itoe seorang perempoean jang tidak berhak dalam roemah. Salah soeatoe dari perkara itoe tentoelah akan menjakiti hati perempoeannja itoe, dan ia ta' soeka memperboeat pekerdjaan jang sedemikian.”
Hatikoe terboeka tatkala saja mendengar tjeritera itoe, sambil berpikir, kalau demikian adalah djoega roepan ja laki-laki jang baik dalam doenia bangsa Djawa! Patoet dipoedji, boekan? Njonja Quartero mentjeriterakan kemoedian dari itoe kepada kami, bahwa ia dan soeaminja tiba-tiba memandang kepada kami, tatkala meréka itoe mendengar tjeritera itoe, dan kedoeanja sama-sama berpikir: „Adakah pertjakapan itoe didengar oléh anak-anak gadis itoe?
Alangkah tingginja kehormatan regén jang terseboet dalam hati meréka itoe!" Ja, kamipoen sangat menghormati regén jang seperti itoe. Kami berharap soenggoeh-soenggoeh jang regén itoe akan tinggal tetap seperti itoe dan sedikitpoen ta' akan soeka mengoebah kepoetoesan pikirannja jang bagoes itoe. Sekarang kami dengan girang hati hendak berkenalan dan bertjampoer gaoel dengan regén itoe, kami berharap jang maksoed itoe akan lekas sampai.
Kaoem moeda jang berpikir demikian, baik laki-laki atau perempoean wadjib lekas memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim soeatoe dengan jang lain. Tiap-tiap orang mémang dapatlah memboeat sesoeatoenja, oentoek meninggikan nama dan kesopanan bangsa kami, tetapi apabila kami sepakat serta menjatoekan kekoeatan dan bekerdja bersama-sama, tentoelah akan mendapat hasil lebih banjak. Dalam kata sepakat itoelah tersemboenji kekoeatan dan kekoeasaan.
11 October 1901 (I). Hai sahabatkoe jang setia, sekaranglah akan saja tjeriterakan kepadamoe tentang hal ihwal maksoed kami, memaparkan hal itoe tentoelah karena kepertjajaankoe penoeh kepadamoe. Djalan-djalan jang terboeka bagi kami oentoek mentjari penghidoepan sendiri sambil boléh mempergoenakan diri kami oentoek hidoep bersama-sama, ialah mendjadi dokter, doekoen beranak, goeroe, pengarang, ahli dalam perkara memboeat patoeng-patoeng.
Mémang adalah lagi djalan-djalan lain, jang terboeka bagi kami oentoek mentjari penghidoepan diri sendiri, tetapi djalan itoe tiadalah kami maoe toeroet dan ingini, karena ia tidak bergoena oentoek bangsa kami. Apalah gerangan paédahnja oentoek bangsa kami, djika kami perempoean-perempoean djadi pembantoe apotheker, toekang boekoe, toekang kawat, djoeroetoelis pada bermatjam-matjam kantor dan lain-lain sebagainja? Kerdja-kerdja dan hidoep jang berhoeboeng dengan kerdja itoe tiadalah menarik hati kami.
Kami maoe bekerdja hendak mentjari penghidoepan sendiri sambil hendak mempertinggi kedoedoekan kemanoesiaan bangsa kami, dan boedi pekertinja. Kami ingin hidoep jang tjoekoep dan sempoerna. Engkau telah tahoe, bahwa pada Pemerintah ada bermaksoed lagi, jang sedang dioeraikan oléh Directeur van O. E. en N. jaïtoe maksoed akan mendirikan sekolah-sekolah oeroesan roemah-tangga oentoek anak-anak perempoean Boemipoetera dan oentoek pertjobaan akan didirikan sadja dahoeloe seboeah sekolah bagi anak-anak gadis kepala-kepala Boemipoetera.
Pada tahoen jang laloe, tatkala kami sendiri mendengar maksoed jang baik itoe, dari moeloet padoeka toean itoe sendiri, maka bertanjalah isterinja, kalau-kalau saja soeka mendjadi goeroe pada sekolah jang terseboet itoe. Saja mendjawab, bahasa saja menjoekaï benar pekerdjaan itoe, tetapi saja ta' sanggoep mendjabatnja, sebab saja beloem beladjar oentoek mendjabat pekerdjaan itoe, itoelah sadja alangannja. Waktoe itoe njonja jang terseboet mendjawab, jang soeaminja soeka mengangkat saja mendjadi goeroe disekolah itoe, teroetama ialah akan membimbing hati anak-anak itoe dan membangoenkan tingkah lakoe meréka itoe jang baik.
Disekolah itoe saja wadjib bertjampoer gaoel dengan anak-anak itoe sebagai saudaranja jang tertoea, dan akan mendjadi tjontoh kepada meréka itoe. Itoe soeatoe pangkat jang moelia, tetapi saja ta' boléh disalahkan, sebab saja ta' maoe mendjabat pangkat itoe; alangannja sebab saja tiada berkepandaian jang disahkan (menoeroet oendang-oendang). Oentoek mendjalankan djabatan goeroe itoe, njonja itoe berkata poela, kalau sekiranja saja soeka benar hendak beladjar oentoek djadi goeroe itoe, maka saja haroes pergi beladjar pada salah satoe sekolah Normaal di Betawi atau ditempat jang lain, barang beberapa lamanja oentoek mengambil diploma.
Dan hal itoe boekanlah mendjadi soeatoe keberatan. Sekarang bergantoenglah pekerdjaan itoe kepada kemaoeankoe lagi. Jang bapakkoe menjoekaï hal itoe, engkaupoen telah tahoe. Tentoe saja akan pergi ke Betawi, disitoe segala bantoean dan pertolongan oentoek menjampaikan hadjatkoe itoe, soedahlah poela didjandjikan oléh directie 1) sekolah menengah oentoek anak-anak perempoean kepadakoe. Dengan directie itoe baroe sekali sadja kami bertemoe dan bertjakap-tjakap.
Kebaikan hatinja, seorang jang baroe kami kenal, sangat meriangkan hati kami. Jang ia lekas menjajangi pergerakan kami itoe sangatlah poela mengoeatkankoe. Sjoekoerlah! Dimanakah saja boléh dapat bantoean dan pimpinan, jang lebih baik lagi dari pada seorang nona, jang telah mendjadi kepala pada seboeah sekolah menengah? Tiada ditjari dan tidak disangka-sangka, telah djatoehlah soeatoe pertolongan jang amat besar diatas pangkoeankoe.
Saja amat gembira, merasa dirikoe sebagai terbang diawan jang tinggi dan menjangka bahwa saja akan berangkat ke Betawi ta' lama lagi, boléh djadi dalam sepekan doea pekan ini atau selambat-lambatnja dalam seboelan doea lagi..... Sajapoen telah mentjeriterakan kepadamoe, bahwa kami sekali-kali boekanlah orang berada, soenggoehpoen bapakoe bergadji besar, tetapi ia wadjib lagi banjak mengeloearkan belandja, sehingga gadjinja jang besar itoe hanja tjoekoep oentoek kami hidoep sederhana, dan akan memberi saudara-saudarakoe laki-laki pendidikan jang baik.
Anak laki-laki dalam segala hal wadjib ditolong lebih dahoeloe! Sajapoen telah memikirkan djoega tentang keberatan dalam perkara wang itoe, karena itoelah saja telah bermaksoed hendak mengoebah toedjoean dan haloeankoe, jaïtoe hendak pergi ke Sekolah Dokter di Betawi, sebab keberatan oentoek beladjar mendjadi goeroe itoe terlaloe besar; oentoek menjampaikan maksoed itoe haroes bapakkoe mengeloearkan wang dalam setahoen kira-kira seriboe doea ratoes roepiah, ja'ni sebanjak gadji bapakkoe dalaam seboelan; hal itoe boekanlah perkara ketjil menilik keperloean oentoek roemah tangga kami, jang sebesar itoe.
Akan beladjar djadi dokter ta' goena orang mengeloearkan wang sedikit djoeapoen, tetapi sajang moerid-moerid jang diterima disitoe hanjalah anak laki-laki sadja; moerid-moerid perempoean sampai sekarang beloem pernah diterima. Sekalian keperloean peladjaran oentoek djadi dokter, semoea ditanggoeng oléh Pemerintah. Moerid-moerid mendapat roemah tempat tinggal, dan diberi oeang 1) Nona E. van Loon. tiap-tiap boelan oentoek membajar makan, pembeli pakaian dan mendapat pertolongan dokter dengan tiada membajar.
Ketika saja di Betawi saja tanjakan kepada Directeur van O. E. en N., kalau-kalau anak-anak perempoean boléh diterima disekolah jang terseboet, karena sekolah itoe masoek pendjagaan Departeménnja. Toean Mr. A. boekan ta' soeka, melainkan soeka benar, ia bergirang hati akan maksoedkoe itoe; keberatannja moerid² perempoean wadjiblah hendaknja tinggal diloear sekolah. Tjita-tjitakoe meminta kepada Pemerintah, soepaja saja diterima di Sekolah Dokter, dengan perdjandjian jang saja akan mendapat hak, betoel-betoel seperti hak jang diperoléh moerid-moerid laki-laki dalam sekolah itoe.
Tiap-tiap orang moedahlah memikirkan, kegoenaan dokter perempoean itoe, apalagi oentoek perempoean-perempoean anak negeri, karena bodohnja, lebih soeka ia mati dari pada badannja diraba oléh seorang dokter. Kepala Departement van Onderwijs dengan segala soeka hati akan menolong permintaankoe itoe, tentoe besarlah harapankoe, jang Pemerintah akan mengaboelkan permintaankoe itoe. Saja selaloe menjoekaï kepandaian dokter itoe, hanjalah saja takoet, karena lamanja beladjar disitoe.
Oentoek orang jang beloem ber'oemoer doea poeloeh tahoen, bila beladjar lamanja toedjoeh tahoen, menoeroet timbangankoe, ta' adalah alangannja; tetapi bila 'oemoer orang itoe telah léwat dari doea poeloeh tahoen, menoeroet pikirankoe adalah agak lama waktoe itoe. Dan lagi anak gadis jang telah sampai 'oemoer wadjib setiap hari doedoek diantara anak-anak laki-laki jang ber'oemoer 13-18 tahoen, dan beberapa lamanja kemoedian akan mendjadi seorang perempoean toenggal dalam laki-laki jang sebanjak itoe, koeranglah menarik hatikoe.
Tetapi sekalian hal itoe, hanjalah perkara ketjil sadja, moedah dapat saja hapoeskan. Tetapi adalah lagi alangan jang lain. Bapak dan sahabat kenalankoe ta' menjoekaï hal itoe; masing² adalah dengan sebabnja. Bapak mengatakan ta' maoe, karena saja sadjalah nanti seorang anak perempoean didalam koempoelan laki-laki dan boedjang² jang banjak itoe, hal jang seperti itoe beloem pernah terdjadi disini; dan sahabat kenalankoepoen ta' soeka, sebab meréka itoe chawatir, bahwa perasaan jang koeat oentoek peladjaran itoe, barangkali ta' ada kepadakoe.
Mendjadi dokter mémanglah satoe kerdja jang baik, tetapi kerdja itoe ta' dapatlah dikerdjakan oléh tiap2 orang. Meréka jang beladjar mendjadi dokter perloe ada kepadanja, kemaoean jang koeat, kekerasan hati dan perasaan jang tetap. Itoelah jang dikoeatirkan oléh sahabat kenalankoe, tetapi saja dalam hal itoe tiadalah takoet. Menoeroet pikiran bapak, pekerdjaan goeroelah jang sebagoes-bagoesnja oentoek kami, demikian poela pikiran sahabat-sahabatkoe di Betawi.
Menoeroet timbangan meréka itoe lagi, kerdja goeroe itoelah jang amat bagoes dan pantas sekali oentoekkoe, sepadan benar dengan tjita-tjitakoe. Dan dimanakah lagi saja boléh lebih baik, dapat memaparkan tjita-tjitakoe, lain dari pada mendjadi seorang pendidik anak² gadis, jang kelak akan mendjadi perempoean dan boenda dalam hidoep bersama-sama. Dalam tangan si anak itoelah terletak keadaan jang akan datang, dan ditangan si boenda tergenggam keadaan si anak itoe.
Bila saja mendjadi pengarang tentoelah banjak dapat saja bekerdja oentoek pendjelmakan tjita-tjitakoe dan mempertinggi kedoedoekan kesopanan bangsakoe; dan kalau saja mendjadi goeroe hanjalah sedikit sadja padang tempat saja bekerdja, tetapi saja boléh dengan segera dapat mendidik meréka itoe, dan padang jang sedikit itoe tentoelah lama-lama boléh mendjadi loeas dan kembang, dan ditoeroet orang, asal sadja tjontoh jang diberikan disitoe tjontoh jang baik.
Engkau tahoe jang kesoekaankoe ialah membatja kitab-kitab dan dalam itoe kenang-kenangankoe, soepaja kesoekaankoe itoe dapat mendjadikan saja seorang jang berarti tentang oesaha dalam 'ilmoe bahasa. Tetapi orang ta' dapat mengerdjakan doea kerdja dalam soeatoe waktoe, itoelah sebabnja maka ta' ada harapankoe akan mendjadi goeroe, ja'ni goeroe jang saja kehendaki, jang sanggoep menadjamkan pikiran si anak, dan menimboelkan boedi pekerti jang baik, goeroe jang sepandjang hari mestilah mengindahkan si anak itoe, dan dalam itoe hendak beroesaha lagi oentoek 'ilmoe bahasa.
Saja soeka bekerdja satoe sadja, tetapi saja' maoe memboeat kerdja itoe dengan sebaik-baiknja. Sekarang kedoedoekankoe antara doea benda jang soetji, Stella. Bila saja mendjadi dokter atau jang lain, agaknja ta' oesahlah saja meninggalkan kerdja jang sangat saja sajangi itoe ja'ni: „pendjilat péna!”
Tetapi menoeroet pikirankoe pengadjaran dan pendidikan jang dipertjajakan orang kepadakoe, itoelah kerdja jang amat soetji dan memberi berkat, sehingga karena itoe saja ta' bersenang hati mengerdjakannja, bila saja merasa, bahwa saja ta' tjakap melakoekan kewadjiban itoe........ ja'ni kewadjiban jang saja sendiri tahoe, mestilah dilakoekan oléh seorang pendidik jang tjakap. Sekiranja mendjadi goeroe disekolah oeroesan roemah tangga, tentoelah sepandjang hari saja mesti berdjinak-djinakan dengan anak-anak, dan malam haripoen, ja, sampai laroet malam, tentoelah saja beloem akan bébas, karena anak-anak itoe telah dipertjajakan kepadakoe.
Kepertjajaan mendatangkan kewadjiban jang besar, dan mendjadi goeroe disekolah itoe artinja menerima penanggoengan jang amat berat. Barangkali menoeroet pikiranmoe ingatankoe dalam hal itoe terlampau pandjang, tetapi ta' dapat saja oebah ingatan itoe dan saja kira mendjadi soeatoe kesalahanlah, bila saja berani memikoel pendidikan anak-anak, ja'ni meréka jang menggenggam keadaan jang akan datang, sebab saja mengingatkan, bahwa saja ta' tjakap berboeat kerdja jang sebesar itoe, moelia dan soetji pada pemandangankoe.
Sajapoen tiadalah poela akan bersenang hati akan mendapat poedjian dari pada kepala-kepalakoe, bila kerdjakoe itoe tiada sesoeai menoeroet kehendak hatikoe. Tjita-tjita bapakkoe dan sahabat kenalankoe, ialah djika sekiranja saja benar-benar hendak mendjabat sesoeatoe djabatan dan maoe bekerdja oentoek keperloean orang banjak, maka wadjiblah saja mendjadi goeroe kepala pada seboeah sekolah perempoean. Dan engkau, Stella, oentoek mendjadi apakah saja, jang baik dalam pikiranmoe?
Dan djalan mana jang patoet saja toeroet? Katakan kepadakoe dengan hati jang toeloes ichlas, keloearkanlah pertimbanganmoe seterang-terangnja dalam hal ini, dan dari padamoe ta' lain jang saja harapkan hanjalah sekalian jang baik sadja. Engkau selaloe menjatakan kepadakoe jang engkau seorang sahabatkoe jang baik dan toeloes hati, sekarang engkau boeatlah djoega sedemikian itoe. Adalah djalan lain lagi jang terboeka oentoek kami. Adalah seorang dokter pendéta beloem berkenalan benar dengan kami, jang ternama lagi amat moelia, telah kerap kali mendengar hal kami dari sahabat kenalan kami.
Pada soeatoe hari atas kemaoeannja sendiri, telah mengoendjoekkan dirinja kepada kami, menerangkan, bila mana kami soeka hendak beladjar kepadanja oentoek mendjadi doekoen beranak, maoelah ia mengadjar kami dengan tiada membajar oeang sekolah. Pada pihak lainpoen adalah datang poela pertolongan jang sedemikian kepada kami. Dalam hal itoe sangatlah kami mengoetjapkan terima kasih! Engkau tentoe telah mendengar atau membatja peri hal orang Boemipoetera jang beragama Nasrani di Modjowarno dalam residénsi Soerabaja?
Dalam rapor „Maatschappelijk Werk in Indië” (Pekerdjaan bersama-sama di Hindüa), dari rapat-rapat Pertoendjoekan peroesahaan. Perempoean, hanjalah terseboet nama dokter pendéta 1) itoe, demikian poela di Modjowarno amat mashoer namanja. Engkau tentoe telah kerap kali mendengar, bahasa doekoen beranak amat bergoena sekali ditanah Hindia. Pada tiap-tiap tahoen djika dipoekoel rata-rata, adalah kira-kira 20.000 perempoean ditanah Hindia jang mati beranak, dan adalah kira-kira 30.000 anak-anak mati waktoe lahir, karena tiada mendapat pertolongan dari doekoen beranak.
Dalam hal itoe masih banjaklah oesaha jang boléh kami kerdjakan, oentoek 1). jaïtoe Dr. H. Bervoets. berboeat djasa dan paédah bagi saudara-saudara kami dalam hidoep bersama-sama. Kami soenggoeh menjoekaï sekali kerdja doekoen beranak itoe; tetapi tentoelah kami akan berdoesta bila kami berkata, bahwa mendjadi doekoen beranak itoe telah soeatoe tjita-tjita kami. Soenggoehpoen demikian mendjadi doekoen beranak itoe mémanglah seriboe kali lebih baik dari pada tinggal bergantoeng sadja kepada kaoem keloearga, apalagi dari pada perkawinan jang terpaksa.
Dari bapak kami telah mendapat izin pergi ke Modjowarno, oentoek beladjar mendjadi doekoen beranak, kalau sekiranja djalan-djalan jang lain tidak dapat kami tempoeh lagi. Kaoem keloearga jang lain sekali-kali ta' menjoekakan kerdja itoe, karena menoeroet pikiran meréka itoe kerdja doekoen beranak itoe amat hina bagi tangan kami, anak orang bangsawan!!! Sahabat kenalan kamipoen tiada akan bersoekatjita, bila kami menoeroet djalan itoe, tetapi meréka ada mempoenjaï sebab jang lebih moelia, ja, sebab jang lebih tinggi.
Menoeroet timbangan meréka, sangat soesah bagi kami bekerdja seperti itoe, karena kami ada menaroeh tjita-tjita jang lain. Pada hal jang sebenarnja boekanlah meréka ta' soeka jang kami pergi ke Modjowarno, sekali-kali tidak, menoeroet pemandangannja kerdja doekoen-doekoen itoe soeatoe kerdja jang tinggi dan moelia, tetapi maksoed kami hendak mendjadi tjontoh dan mendjadi soeri teladan itoe, boléhkah dapat kami sampaikan dengan tjara demikian?
Sedangkan di Eropah jang pendoedoeknja telah terpeladjar, disanapoen orang masih menghinakan kerdja doekoen beranak itoe, apalagi ditanah Hindia, jang pendoedoeknja masih gila akan kehormatan dan kemoeïiaan, tentoelah meréka itoe ta' dapat menghargakan kerdja jang baik itoe dengan sepatoet-patoetnja. Tentoelah meréka itoe akan memandang pangkat itoe hina; apa-apa jang ta' tinggi, ta' bertjahaja dan ta' haroem selaloe dipandang oléh bangsakoe koerang, ta' ada berharga.
Engkau tentoe mengerti jang kami sendiri tiada akan menghinakan kerdja itoe, tetapi oentoek diri kami haroeslah kami mengindahkan keadaan itoe djangan mendjadi sesalan kelak. Kami jang maoe memboekakan djalan oentoek kebébasan dan hidoep tegak sendiri oentoek perempoean-perempoean bangsa Djawa! Tjontoh jang akan kami berikan wadjib sesoeai dan sepadan dengan orang lain. Barang sesoeatoe jang dipandang orang hina tentoelah tidak akan ditoeroet orang.
Bila kita berniat jang orang lain hendaknja menoeroeti djedjak kita, haroeslah tjontoh jang kita berikan itoe soeatoe benda jang baik dan menghérankan orang, serta memberahikan orang akan meniroenja. Dalam hal itoe boekanlah kita mengingatkan ke DJALAN KE DJAPARA DENGAN POHON KENARI SEBELAH-MENJEBELAH. hendak kita sendiri sadja, tetapi patoetlah kita ingat benar akan keadaan bangsa, jang hendak kita adjari dan kita beri tjontoh itoe.
Pada masa sekarang ditanah Belanda dan teroetama di den Haag telah timboel soeatoe gerakan, jang hendak menghidoepkan dan menerbitkan kembali kepandaian anak Hindia jang telah lenjap. Perserikatan „Oost en West”, ialah toenas dari „Pertoendjoekan peroesahaan Perempoean.”
Engkau tentoe telah mendengar hal keadaan perserikatan itoe, jang teroetama kerdjanja ialah hendak memperhatikan roepa² keadaan Hindia. Perserikatan itoe ada mempoenjaï soeaióe afdleeling oentoek 'ilmoe kepandaian dan afdeeling itoe dipimpin oléh beberapa orang pandai-pandai, ahli dalam 'ilmoe kepandaian. Afdeeling 'ilmoe kepandaian itoe bermaksoed hendak mengirim orang pandai-pandai (tentang perkara patoeng) pergi ketanah Hindia, akan membantoe dan memperbaiki 'ilmoe kepandaian anak Hindia, teroetama kepandaian membatik, jang sekarang tidak sedjati lagi, karena telah ditjampoeri oléh kepandaian bangsa asing, bangsa Eropah dan lain-lain, jang meroesakkan dan meroentoehkan kepandaian asal bangsa Hindia itoe.
Kesoekaan orang ditanah Belanda, soepaja kepandaian bangsa Hindia diterbitkan oléh kemadjoean pertoendjoekan kepandaian bangsa Timoer dan Barat. Ditanah-tanah jang lain kepandaian bangsa Hindia, lebih-lebih kepandaian batik-membatik, moelaïlah dikenali dan diketahoei orang. Saja menjangka, jang saja telah mentjeriterakan kepadamoe, bahwa Roekmini ada berotak baik dan tjakap oentoek mempeladjari perkara gambar-menggambar; tjita-tjitanja senantiasa hendak mendjadi pandai-gambar.
Oentoek pekerdjaan itoe haroes ia beladjar ditanah Eropah, tetapi sajang hal itoe ta' dapat dilakoekannja. Dengan wang kami sendiri ta' sanggoeplah kami menolong menjampaikan tjita-tjita adikkoe itoe. Tahoekah engkau kemana kami hendaknja meminta tolong? Kami bermaksoed hendak memperhoeboengkan tali salatoe'rrahim dengan perserikatan „Oost en West” dan meminta pertolongan perserikatan itoe, soepaja adikkoe dapat menjampaikan tjita-tjitanja jang bagoes itoe, sehingga ia dengan pertolongan perserikatan „Oost en West”, atau perserikatan jang lain dapat memasoeki sekolah tinggi gambar-menggambar, loekis-meloekis di den Haag, dan nanti setelah tammat peladjarannja ia boléh mengoesahakan dirinja oentoek kepandaian bangsa kami.
Siapakah jang boléh lebih baik mengoesahakan dirinja oentoek hal keadaan kepandaian bangsa Djawa, lain dari pada anak bangsa itoe sendiri, jang mémang ada menaroeh tjinta sedjak ketjilnja, akan kepandaian bangsa Boemipoetera? Karena Roekmini seorang anak dari pada bangsa Djawa sendiri, maka dapatlah ia memasoeki sekalian tempat, jang ta' dapat dimasoeki oléh bangsa Eropah, biarpoen orang itoe berniat baik kepada bangsa Djawa. Kami adalah mengenal beberapa orang diantara pengoeroes-pengoeroes „Oost en West” dan afdeeling 'ilmoe kepandaian itoe.
Bila pertjobaan kami ini ta' berhasil, maka Roekmini bermaksoed hendak beladjar mendjadi doekoen beranak. Ia maoe mendjadi pandai gambar atau doekoen beranak, tetapi apa djoeapoen jang akan diboeatnja, ia maoe memperboeat kerdja itoe dengan sebaik-baiknja. Oléh sebab itoe bila nasibnja telah menjoeroehnja mendjadi doekoen beranak, oentoek mentjari penghidoepannja, dan akan memberi paédah kepada orang banjak, ia amat soeka berdjerih pajah mempeladtjari 'ilmoe itoe ditanah Eropah.
Dinegeri Belanda tentoelah dapat 'ilmoe itoe dipeladjarinja dengan setjoekoep-tjoekoepnja, dan apabila tammatlah peladjarannja, tentoelah 'ilmoenja itoe besar sekali faédahnja bagi perempoean-perempoean disini. Dokter-dokter disini dapat mengadjarnja hanjalah oentoek mendjadi doekoen beranak, jang selaloe mesti bekerdja dibawah pengadjaran seorang dokter. Pada pemandangan bangsa kami, jang beloem mempoenjaï tjita-tjita jang besar dan boeah pikiran jang tinggi, ja'ni bangsa jang hanja pandai memoeliakan keindahan dan kebagoesan sadja, besarlah perbédaannja bagi meréka, bila Roekmini beladjar disini atau beladjar di Eropah oentoek mendjadi doekoen beranak itoe.
Bila ia berdiploma dari Eropah, orangpoen tiadalah akan memandang rendah kerdjanja, dan meréka itoe tentoelah soeka menoeroet kerdjanja itoe. Dalam hal itoe kami hendak meminta pertolongan kepada Professor Hector Treub di Amsterdam dan Dr. Stratz di den Haag, jaïtoe meréka jang kerap kali telah memperbintjangkan tentang pertolongan jang patoet diberikan kepada perempoean-perempoean jang sakit beranak di Hindia, soepaja karena pertolongan itoe beriboe-riboe manoesia tiap-tiap tahoen akan terlepas dari pada bahaja maoet.
Dalam madjelis persidangan Tweede Kamer, kalau saja ta' salah perkara itoe telah dioeraikan djoega oléh toean van Kol. Kabarnja toean itoe akan datang ketanah Hindia, saja berharap soepaja saja diapat bertemoe dan bertjakap-tjakap dengan dia. Kakakkoe tahoe benar kepadanja. Pemerintah ditanah Hindia telah berhadjat akan mengadakan peroebahan jang baik atas hal keadaan jang boeroek itoe. Segala dokter ditanah Djawa jang soeka mengadjar perempoean-perempoean jang maoe beladjar oentoek mendjadi doekoen beranak akan mendapat oeang bantoean tiap-tiap boelan dari Pemerintah.
Dan perempoean-perempoean itoe selama beladjar itoe, mendapat poela oeang bantoean dari Pemerintah oentoek pembajar séwa roemah dan lain-lain, dan setelah meréka itoe memboeat oedjian, maka diberilah gadji oléh Goebernemén. Maksoed adikkoe Roekmini, djika telah tammat peladjarannja di Eropah oentoek doekoen beranak itoe, akan mendirikan seboeah sekolah oentoek mengadjarkan kepandaian doekoen itoe. Akan kepandaian dokter-dokter jang memberi peladjaran tentang hal itoe disini, tentoelah tidak dapat ditjatjat, tetapi apakah goenanja dan artinja kepandaian itoe, kalau dokter dokter itoe ta' dapat menerangkan peladjarannja kepada moerid-moeridnja dengan sempoerna, karena si goeroe dan si moerid masing-masing hanja mengerti dalam bahasanja sendirisendiri?
Hampir sekalian dokter-dokter disini betoel mengetahoeï bahasa anak negeri ja'ni bahasa Melajoe, tetapi sedikit, ja, amat sedikit benar, bahasa itoelah djoega jang dipakai dokter-dokter itoe bila ia bertjakap-tjakap dengan anak negeri. Bahasa Djawa hampir ta' ada seorangpoen dokter jang mengerti. Diantara orang-orang Djawa jang sebanjak itoe, hanjalah amat sedikit poela, jang mengerti bahasa dan bertjakap Melajoe. Tahoekah engkau sekarang betapa kesoesahan dokter-dokter itoe bertjakap bahasa Melajoe, ja'ni bahasa jang amat sedikit diketahoeinja, akan menerangkan apa-apa kepada moerid-moeridnja, perempoean-perempoean dan anak-anak gadis dari désa, jang sedjak dari ketjilnja ta' pernah mendapat pengadjaran, dan ta' kenal serta ta' mengerti soeatoepoen bahasa asing, ketjoeali bahasanja sendiri?
Sekalian kesoesahan itoe tentoelah akan hilang lenjap, bila orang jang mendjabat pangkat oentoek mengadjar perempoean-perempoean Djawa mendjadi doekoen beranak itoe, mengerti benar-benar bahasa anak negeri. Karena Roekmini sendiri anak Djawa, itoepoen boléh poela menolong menjampaikan maksoed itoe lebih lekas. Bangsa Boemipoetera selaloe setia kepada orang-orang bangsawan bangsanja, dan apa-apa jang diboeat oléh bangsawan, jang dihormati oléh anak negeri, moedah diterima dan dipertjajaï oléh meréka itoe.
Pada 24 hari boelan October berhentilah saja menoelis soerat ini, sekarang saja moelaï lagi menghoeboengnja. Kartoepos jang saja kirimkan sementara itoe kepadamoe, telah mengabarkan betapa soesah hal keadaan jang telah menggoda kami, dan sekarang beroentoeng kami karena kesoesahan itoe ta' ada lagi. Jang Roekmini dahoeloe sakit keras, engkaupoen telah tahoe. Telah doea kali njawanja seakan-akan bergantoeng pada sehelai ramboet, tetapi sekarang dengan pertolongan Allah ia telah moelaï semboeh, dan setiap hari adalah bertambah séhat, sehingga pada hari ini ia telah pergi keloear.
Bagaimana kami bersoekatjita dan betapa kami meminta terima kasih karena kesemboehannja itoe, ta' dapatlah saja katakan kepadamoe. Adikkoe Kardinahpoen telah berdjalan-djalan poela sampai-sampai seperempat djam lamanja, dan moekanja jang poetjat dan koeroes dahoeloe itoe, sekarang telah moelaïlah berwarna. Soenggoeh banjak benar kesoesahan kami sekali ini. Dimana-mana djoeapoen sekarang hawa negeri koerang séhat, karena moesim panas jang amat sangat.
Wahai tanah jang malang, itoelah jang toean tanggoengkan, lain dari pada bermatjam-matjam penjakit jang berbahaja? Oléh karena moesim panas jang amat sangat itoe hampir sekalian sawah diseloeroeh negeri kami mendjadi roesak binasa. Di Grobogan ta' djaoeh dari sini dalam kesoesahan jang besar sekali, sebab dilanggar bahaja kelaparan, dan anak negeri Demak sekarang takoet boekan boeatan menanti kedatangan moesim penghoedjan, jang menenggelamkan negeri itoe tiap-tiap tahoen; dan disana sawah jang tidak mendjadi, karena dilanggar panas, ta' koerang 26000 H.A.; dan dalam hal itoe dinegeri itoe sekarang berdjangkit poela penjakit koléra amat sangat.
O, tanah jang malang, dalam moesim kemarau, engkau tjelaka karena kekoerangan air, dan moesim penghoedjan engkau melarat terbenam karena kebanjakan air! Ta' oesah saja pandjangkan lagi tentang kesengsaraan itoe, biarlah saja hoeboeng teroes tjeriterakoe pada empat belas hari jang laloe. Adikkoe Kardinahpoen maoe mendjadi goeroe djoega dan pengadjaran jang disoekaïnja, ialah kepandaian oeroesan roemah-tangga dan masak-memasak. Maksoed kami selaloe akan tinggal bersama-sama dan bekerdja bersama-sama, soepaja kami dapat sekoetoe menjampaikan hadjat kami jaïtoe: hendak meninggikan kesopanan bangsa kami.
Bila nasib kami baik, kami bersama-sama akan memboeka seboeah sekolah, tempat mengadjarkan segala pengadjaran seperti disekolah rendah dan ditambah lagi dengan kepandaian: djahit-mendjahit, oeroesan roemah-tangga dan lain-lain sebagainja; lagi poela akan diadjarkan disitoe kepandaian membatik, menggambar d.1.1. atau 'ilmoe doekoen beranak. Oentoek beladjar mendjadi goeroe dalam 'ilmoe oeroesan roemah-tangga dan masak-memasak haroeslah orang pergi kenegeri Belandla.
Sekolah jang sedemikian ta' ada disini. Keinginan Kardinah jang teroetama sekali ialah moesik dan itoelah tjita-tjitanja jang dihati ketjilnja benar dan itoelah sebabnja maka ia selaloe 'asjik mengoesahakan dirinja mempeladjari moesik itoe, tetapi maksoed itoe sekali-kali ta' dapatlah disampaikannja. Adikkoe jang boengsoe itoe telah memboeangkan tjita-tjitanja itoe, dan mengambil maksoed jang lain. Ia akan merasa beroentoeng, bila tjita-tjitanja jang lain itoe dapat mendjelmakan dirinja.
Ia berkehendak benar-benar akan menolong meninggikan kedoedoekan kehormatan bangsanja. Djika ia mendjadi goeroe dalam peladjaran oeroesan roemahtangga, banjaklah jang akan dapat diboeatnja. Makin lama makin banjak Pemerintah memperlihatkan kesoekaannja, soepaja anak negeri dan pegawai-pegawainja bersipat hémat. Karena hal keadaan oeroesan roemah-tangga tergenggam dalam tangan perempoean, maka patoetlah orang lebih dahoeloe moelaï mengadjar perempoean bersipat hémat, soepaja sipat itoe boléh kembang dalam bangsanja.
Apakah paédahnja laki-laki diadjar berhémat itoe, kalau sekiranja perempoean jang mendjaga roemah-tangga ta' mengenal harga wang? Itoelah sebab jang akan kami hadapkan kepada Pemerintah, bila kami memohonkan permintaan soepaja Kardinah diadjar mendjadi goeroe dalam oeroesan roemah-tangga, soepaja nanti sanggoeplah ia memberi pengadjaran tentang kepandaian itoe ditanah Djawa. Adikkoe itoe maoe memikoel beban jang berat itoe dengan bahoenja, akan mengadjar perempoean-perempoean dan iboe-iboe pada waktoe jang akan datang, ditanah Djawa, soepaja meréka itoe pandai berhémat dan tahoe akan harga oeang.
Oentoek dirikoe sendiri saja boléhlah madjoe disini, artinja mengambil diploma disini sadja; tetapi beladjar di Eropah tentoelah lebih baik dari pada di Hindia, karena di Eropah orang dapat lebih moedah mempertinggi pikiran dan memperloeas pemandangan dan sebagainja. Lebih-lebih masa sekarang Pemerintah telah memperlihatkan betapa ia mengindahkan kesopanan dan kepandaian pegawai-pegawainja, hal itoe njata sekali waktoe mengangkat regén-regén baroe-baroe ini, ja'ni Pemerintah telah memilih doea orang moeda, meskipoen menoeroet sepandjang atoeran jang biasa, meréka itoe tidaklah masoek bilangan waris, karena meréka boekanlah kaoem keloearga regén jang digantikan itoe ...............menoeroet sepandjang atoeran biasa bapak digantikan oléh anaknja, dan bila si bapak ta' beranak laki-laki atau ta' beranak jang tjakap oentoek menggantikannja, maka boléhlah diangkat seseorang dari kaoem keloearga regén jang berhenti itoe............
End of chapter
Vesper stopped here. Sleep well.