Habis Gelap Terbitlah Terang
Soerat-soerat dalam tahoen 1901
Pemandangan pada soengai Tjilioeng (Depok). 9 Januari 1901 (I). Adalah hal keadaan jang baroe, jang akan datang kedalam doenia bangsa Boemipoetera, meskipoen tidak terdjadi karena perboeatan kami, tetapi boléh djoega karena orang jang lain. Kemerdekaan telah membajang dioedara, ia telah ditakdirkan Allah Dan barang siapa jang telah dinasibkan, jang akan mendjadi kepala oentoek jang baharoe itoe, mestilah berpenanggoengan. Hal itoe mendjadi 'adat doenia telah berzaman-zaman lamanja: „Siapa jang hamil wadjib merasaï keberatan dan kesakitan bersalin!
Tetapi anak jang dilahirkan oléh si ïboe itoe dengan segala kesoesahan dan kesakitan jang tidak berhingga, selamanja dikasihi, ditjintaï dan disajanginja!"
O, ta' ada perasaan jang lebih tjelaka dari pada perasaan kekoeatan maoe bekerdja, jang tiba-tiba bertoekar mendjadi kekoatan ta' maoe bekerdja. Sjoekoer, sjoekoerlah perasaan itoe telah terhindar dari badankoe. Beloem berapa lama ini adalah seorang professor dari Jena datang kepada kami. Toean itoe namanja Professor Dr Anton, ia dengan isterinja, sedang tamasja oentoek 'ilmoe pengetahoean, datang kemari hendak berkenalan dengan kami.
Saja takoet pemandangan orang t e r l a m p a u tinggi kepadakoe. Saja tahoe betoel lagi, bahasa orang memperdajakan dirinja dengan kebagoesan jang baroe dan barangkali oléh karena kasihannja ia berboeat sedemikian. Bagi orang banjak kami sekarang berpendapatan baroe, ja, bagi orang disinipoen baroe. Segala jang baroe kebiasaan disoekaï dan di'adjaibkan orang. Professor itoe menjangka dalam hatinja, jang kami masih setengah biadab; sekarang dilihatnja sendiri, bahwa kami disini seperti manoesia jang biasa sadlja.
Jang 'adjaib kepadanja, hanjalah warna koelit kami, pakaian dan sekalian jang ada dalam lingkoengan kami, karena sekalian itoe ta' biasa diilihatnja. Boekankah kita merasa amat senang hati, bila boeah pikiran kita, kita dapati poela pada orang jang lain? Dan djika orang itoe orang asing, orang bangsa lain, dari benoea jang lain, berdarah, berkoelit dan ber'adat lain poela, maka bertambahlah dalam hati kita kesoekaan persaudaraan sepikiran itoe.
Saja pertjaja benar jang orang tidak sedikit djoega akan mengindahkan kami bila sekiranja kami tidak memakai saroeng dan kebaja, melainkan mengenakan pakaian nona-nona dan demikian djoega djika sekiranja kami tiada memakai nama Djawa, melainkan memakai nama Belanda serta berdarah Eropah dan boekan berdiarah Djawa dalam toeboeh kami. Baroe sebentar ini kami terima anoegerah doea tiga boeah kitab, diantara kitab itoe, jang bagoes sekali karangan B. van Suttner, bernama: „De wapens neer gelegd" (Sendjata diletakkan).
Saja telah membatja bermatjam-matjam kitab, tetapi kitab jang bernama „Moderne Maagden" (Gadis-gadis kaoem moeda) itoelah kitab jang amat bagoes, sangat menarik dan merawankan hatikoe, karena sekalian jang telah saja pikiri dan rasaï dan jang hidoep dihatikoe sendiri itoe, sekaliannja terseboetlah dalam kitab itoe. Sesoenggoehnja Marcel Prévost telah memperhatikan sekalian hal itoe baik-baik, dan ia taboe lagi menjoeratkan penglihatan, pikiran dan perasaannja dengan benar.
Menoeroet pendapatankoe kitabnja itoe amat bagoes. Sampai sekarang kepadakoe beloem ada lagi kepoetoesan tentang perkara jang besar itoe, dan halkoe dalam itoe tinggallah sebagai biasa, sebeloem berkenalan dengan M. M., tetapi melihat orang jang pandai menerangkan maksoed gerakan perempoean dengan kebenaran dan kekoeatan, jang seterang dan sedjelas itoe, saja beloem pernah. Si pengarang itoe ta' berhenti-hentinja memaki akan djoeara dalam gerakan perempoean itoe, ketjoeali djoeara seperti Fedi dan Lea.
Djoeara-djoeara jang banjak itoe dikatakannja kedji, tiada sempoerna, ta' beratoeran. Sekalian itoe tiadalah mendjadikan saja marah. Amat bagoes dan manis toetoer kata Pirnet, seorang djoeara perempoean jang besar dan meskipoen berbadan roesak, tetapi amat disajangi orang. Batjalah keadaan itoe, lebih pada penghabisan kitabnja. Toetoer katanja, semoeanja terang dan benar, dengan seterang-terangnja dioeraikannja maksoed gerakan perempoean.
Berlipat ganda saja merasaï betapa lazat rasanja kata-kata itoe. Apalagi oléh karena seorang laki-laki jang memikirkan dan mengarangkannja. Sebeloem saja membatja kitab itoe, saja telah menoelis doea poetjoek soerat jang pandjang kepada doea orang sahabat karibkoe, tentang hal itoe. Sekiranja saja mengirim soerat itoe sesoedah saja membatja kitab M. M. itoe, tentoelah saja akan menjangka, bahwa saja menoelis soerat itoe, ialah sebab telah membatja kitab M.M., oléh karena boeah pikiran jang terloekis didalam kitab itoe, bersesoeaian benar dengan isi kedoea soeratkoe itoe.
Saja soeka sekali, bila adalah orang disini, tempat saja boeh memperbintjangkan isi kitab M.M. itoe. Banjak perkara jang terseboet didalam kitab itoe hendak saja perkatakan dengan orang jang telah banjak penanggoengan dan pendapatannja. Banjak poela jang hendak saja tjeriterakan kepadamoe tentang maksoed hendak mendirikan sekolah-sekolah perempoean oentoek bangsa Boemipoetera. Sekarang maksoed itoe telah diketahoei oleh sekalian orang.
Adalah banjak lagi hal jang lain-lain hendak saja kabarkan, tetapi pada hari ini maksoedkoe hendak berkirim soerat jang ringkas sadja. Hanja soeatoe hal jang saja tjeriterakan kepadamoe: maksoed toean Mr. Abendanon itoe adalah disoekaï orang dimana-mana djoeapoen. Banjak orang-orang Eropah jang berpangkat tinggi dengan soeka hati mendengarkan boeah pikiran toean Mr. Abendanon itoe dan kepada meréka itoelah lagi bergantoengnja maksoed sahabat kami itoe, boléh sampai atau tidaknja.
Banjak sahabat kenalan kami diantara pegawai-pegawai bangsa Eropah, jang soeka menolong menjampaikan hadjat toean Mr. Abendanon, ja'ni soeka mempertinggi kedoedoekan doenia perempoean bangsa Boemipoetera, jang sekarang soenggoeh-soenggoeh dalam kesengsaraan. Dan banjak poela orang-orang lain, jang beloem kami kenal, menjoekaï djoega maksoed jang moelia itoe. Sedikit hari lagi maoelah saja mengirimkan soerat édaran toean Mr. Abendanon itoe, kepada kepala-kepala negeri bangsa Eropah dan Boemipoetera tentang maksoed hendak mendirikan sekolah-sekolah itoe.
„Dari dahoeloe sampai sekarang kemadjoean oentoek perempoean-perempoean senantiasa mendjadi soeatoe perkara jang penting, oentoek kehormatan bangsa."
„Kepandaian dan pengetahoean bangsa Boemipoetera tanah Hindia ini, tiadalah akan madjoe dengan selekas-lekasnja, apabila keperloean perempoean-perempoean selaloe ditinggalkan dibelakang. Perempoean ialah manoesia jang memikoel kehormatan!". Demikian boenji soerat édaran toean Mr. Abendanon itoe, Stella, tiadakah boeah pikiran toean Mr. Abendanon itoe menghiboerkan hatimoe? Telah setengah tahoen lamanja kelihatan, bahasa bangsa Boemipoetera soeka benar hendak mempeladjari bahasamoe jang bagoes itoe.
Sajang kebanjakan orang Eropah ta' senang hatinja melihat keadaan itoe, tetapi orang Belanda jang berpikiran moelia adalah menjoekaï, dan menggembirakan hati kami menjoeroeh menjampaikan maksoed itoe. Dikota-kota besar, telah terdirilah sekolah-sekolah Belanda, sebagai tjendawan toemboeh. Sekolah-sekolah itoe dimasoeki oléh anak-anak ketjil, dan oléh orang-orang jang telah ber'oemoer, jang telah bertahoen-tahoen lamanja bekerdja pada Goebernemén.
Banjak pegawai-pegawai besar Goebernemén, jang dikepalaï oléh Goebernoer Djenderal menjoekaï benar, soepaja bahasa Belanda diadjarkan kepada anak Boemipoetera, karena bahasa Belanda itoe boléh mendjadi perkakas, jang dapat memadjoekan bangsa Hindia dan mendekatkan bangsa Djawa kepada bangsa Belanda, dan soepaja bangsa Belanda itoe tiadalah lagi mendjadi orang jang ditakoeti, tetapi mendjadi orang jang disajangi oléh bangsa Djawa, jang akan melindoengi dan rnenolongnja.
Kalau demikian tentoelah mimpi kakakkoe dan beberapa orang Eropah jang berpikiran jang moelia, kelak akan mendjadli barang jang sebenarnja. Bersoraklah engkau, Stella, bersama-sama dengan sa ja akan tanda bergirang hati! * 21 Januari 1901 (VIII). Petang tadi kami dengan njonja Gonggrijp pergi ketepi laoet dan mandi-mandi disana. Waktoe itoe laoetan sedang hening dan warnanja bagoes sama rata, saja ketika itoe doedoek diatas tebing dengan kakikoe terdjoentai kedalam air, dan pemandangankoe menoedjoe arah ketepi langit jang djaoeh itoe.
O, alangkah bagoesnja boemi ini! Keriangan serta terima kasih timboellah dihatikoe. 'Alam ini selaloe menghiboerkan hati kami, bila kami datang kepadanja minta dihiboerkan........... Telah lama dan soedah banjak saja memikirkan tentang pendidikan, lebih-lebih baroe-baroe ini, dan menoeroet pendapatankoe, pendapatan itoe ialah soeatoe kewadjiban jang moelia dan bertoeah; dalam hal itoe saja menjangka dirikoe berboeat soeatoe kedjahatanlah, bila saja mengadjarkan 'ilmoe pendidikan itoe dengan pengetahoean jang tidak sempoerna.
Apalagi haroes njata lebih dahoeloe, boléhkah saja mendjadi goeroe pendidik. Bagi saja pendidikan artinja mengadjar orang berpikir dan berperasaan. O, saja ta' pernah akan bersenang atas dirikoe' bila saja nanti telah mendjadi goeroe, tetapi saja ta' sanggoep melakoekan kewadjibankoe sebaik-baiknja menoeroet pikirankoe tentang pekerdjaan goeroe pendidikan jang sepatoetnja, meskipoen dalam hal itoe ta' adalah orang lain jang ta' bersenang hati melihatkan pekerdjaankoe jang tiada sempoerna itoe.
Menoeroet timbangankoe, bila si goeroe sekadar memboekakan pikiran si anak itoe sadja, beloemlah ia boléh dikatakan t j o e k o e p melakoekan kewadjibannja, ja, demikian poela beloem boléh dipandang tjoekoep; karena si goeroe itoe wadjib poela membentoek boedi si anak itoe, soenggoehpoen ta' ada oendang-oendang jang memaksa dia berboeat sedemikian, tetapi hendaklah hatinja sendiri si goeroe itoe wadjib menjoeroeh mengerdjakan hal itoe.
Kadang-kadang saja tanjaï dirikoe sendiri, sanggoepkah saja mengerdjakan sekalian itoe? Saja sendiri, jang masih wadjib perloe lagi mempoenjaï pendidikan jang sedemikian? Kerap kali saja mendengar orang mengatakan, bahasa sekaliannja itoe kelak akan datang sendirinja, karena dengan mempoenjaï 'ilmoe pengetahoean, maka perasaan sopan santoen jang haloes dan moeliapoen datanglah; tetapi telah saja perhatikan, dan saja merasa sajang sekali, karena keadaan itoe sekali-kali t i a d a l a h selamanja sedemikian.
Bermatjam-matjam peladjaran dan pengetahoean boekanlah dia mendjadi soeatoe diploma dari boedi pekerti jang haloes dan moelia. Oléh sebab itoe djanganlah kita lekas salah tampa melihat beberapa banjak meréka itoe jang telah tinggi pengetahoeannja, tetapi kelakoeannja tinggal biadab dan tiada senonoh, karena ketiadaan pekerti dan 'adat sopan santoen jang baik itoe boekanlah kesalahannja sendiri, melainkan sebab pendidikannja ta' sempoerna.
Amat banjak orang jang mendjaga dan beroesaha benar-benar soepaja otak si anak mendjadi tadjam dan tangkas, tetapi meréka itoe kerap kali loepa sama sekali mendidik si anak itoe, soepaja berkelakoean dan betertib sopan jang élok! O, betapa soekatjita hati saja membatja dan membenarkan boeah pikiran toean jang sedjelas dan seterang itoe dalam soerat édaran tentang pengadjaran oentoek anak-anak perempoean bangsia Boemipoet6ea itoe: ,,Perempoean ialah jang memikoel kehormatan!
boekanlah karena p e r e m p o e a n jang dipandang memikoel kemoeliaan itoe, tetapi ialah karena saja sendiripoen pertjaja bahasa dari perempoeanlah djoea datangnja kekoeasaan jang besar, jang boléh memperbaiki ataupoen meroesakkan manoesia semasa hidoepnja, sebab itoelah poela saja pertjaja benar, bahasa perempoeanlah jang' pandai mempertinggi tertib sopan dan boedi pekerti manoesia dalam boemi ini."
Bahwa sanja mémang dari pada perempoeanlah diterima orang jang moela sekali pendidikan itoe, dan diatas pangkoeannjalah si anak beladjar m e r a s a, b e r p i k i r dan b e r t o e t o e r; sekarang bertambah masoek dalam pikirankoe, bahasa pendidikan jang pertama-tama itoe tidaklah sedikit artinja dalam hidoep manoesia. Kalau demikian bagaimanakah kiranja perempoean bangsa Boemipoetera dengan sempoerna dapat memeliharakan anaknja, djikalau ia sendiri tidak dididik?
Oléh sebab itoelah maka saja sangat gembira mendengarkan maksoed hendak memberi anak-anak perempoean 'ilmoe pendidikan dan pengetahoean. Telah lama saja ma'loem bahasa pendidikan dan pengadjaran itoelah, jang sanggoep membawa peroebahan dalam hal keadaan perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera jang kedji itoe. Paédah peladjaran itoe kelak boekanlah sadja oentoek doenia perempoean, tetapi sama ada oentoek sekalian bangsa Boemipoetera dalam hidoep bersama-sama.
Dimana-mana sadja sekarang kami dengar orang memperkatakan, hendak mendirikan sekolah-sekolah oentoek anak-anak perempoean. Mata kami djadi bertjahaja-tjahaja, karena kegirangan hati, bila kami mendengar orang memperbintjangkan hal itoe dengan soenggoeh dan soekatjita; dan kerap kali kami terpaksa menggigit lidah. Tangan kami, kami genggamkan tegoeh-tegoeh akan menahan kesoekaan hati, jang hendak terhamboer dari moeloet kami. Dalam doenia perempoean bangsa Boemipoeterapoen orang bersoekatjita mendengar kabar tentang maksoed itoe.
Sekalian perempoean jang telah ber'oemoer tempat kami memperbintjangkan maksoed itoe, semoeanja berkehendak maoe kembali mendjadi anak-anak, soepaja meréka dapat poela merasaï lazatnja pengadjaran itoe. Sekolah-sekolah Boemipoetera di Pati, Koedoes dan Djapara dan ditempat jang lain-lain, dapatlah nanti menoendjoekkan kepada njonja dengan njata segala kebadjikan jang pertama-tama, hasil dari pekerdjaan jang moelia itoe. Disekolah-sekolah itoe telah diterima djoega anak-anak perempoean orang kebanjakan jang banjaknja makin lama makin bertambah-tambah.
Soenggoehlah soeatoe kegirangan! Bésok iboe akan menjerahkan seorang anak perempoean anak piatoe, dari anak mas iboe, pergi kesekolah; dan pada boelan jang laloe orang-orang toea kami telah menjoeroeh poela seorang magang anak moeda jang radjin dan baik kelakoeannja pergi beladjar bahasa Belanda. 31 Januari 1901 (VIII). Dalam bermenoeng melihatlah saja keloear memandang kelangit jang hidjau warnanja; seolah-olah saja menantikan djawab jang tergores-gores dalam hatikoe itoe.
Dengan tiada koeketahoei maka matakoepoen menoeroetilah awan jang berarak dalam lapangan jang loeas itoe dan kemoedian lenjaplah awan itoe dibalik daoen pohon njioer jang sedang melambai-lambai dihamboes angin. Waktoe itoe terpandanglah olehkoe daoen kajoe jang bergojang-gojang berkilat-kilat karena sinar tjahaja matahari, dan tiba-tiba timboellah pertanjaan dalam hatikoe: „Adakah pernah orang bertanja, apakah sebabnja matahari bertjahaja?
Apakah dan siapakah jang dikiriminja tjahaja itoe?" Wahai mataharikoe, mataharikoe emas semata saja maoe hidoep didoenia ini, soepaja kemanoesiaankoe berharga, akan toean sinari, tjahajaï dan panasi dengan tjahaja toean jang moelia, jang menghidoepi dan membagoeskan doenia ini........... Sebab itoe ta' oesahlah berdoekatjita, wahai kekasihkoe, bila soerat permintaankoe itoe ta' baik balasannja, sebab hidoepkoe tidaklah akan mendjadi sia-sia karena itoe, dan dengan hidoep sebagai sekarang ada djoega apa jang baik, dapat diboeat.
Saja maoe, dan tentoelah akan mendjadi sedemikian! Siapa jang memperhambakan diri kepada malikoe'rrahim tentoelah hidoepnja tiada akan sia-sia........dan.........siapa jang mentjahari malikóe'rrahim, tentoelah akan mendapat bahagia, ja'ni bahagia jang sebenar-benarnja: damai dan senang dalam hati........ dan itoepoen boléhlah djoega didapat di Modjowarno........siapa tahoe barangkali di Modjowarno lebih lekas kesenangan itoe diperoléh dari pada ditempat-tempat lain.
Djanganlah bersoesah hati! Kamipoen sekarang mémanglah banjak menerima kasih, karena pokok maksoed kami jang te roeta ma telah kami peroléh, ja'ni: bébas, merdéka dan tegak sendiri........dan..........biarlah mendjadi doekoen beranak, dapatlah djoega kami berboeat baik oentoek hidoep bersama-sama. 19 Maart 1901 (IV). Jang moelia toean Doktor Adriani, Telah lama saja hendak menoelis soerat kepada toean tetapi karena bermatjam-matjam alangan, lebih-lebih karena hampir sekalian ahli dalam roemah, sakit belaka; itoelah jang telah melintangi saja benar menjampaikan maksoedkoe hendak menoelis soerat kepada toean.
Sekarang oentoenglah sekalian kami dikaboepatén, besar dan ketjil, adalah dalam selamat wa'l'afiat, djadi ta maoelah saja menantikan lebih lama lagi hendak memboeat soerat, jang telah lama dalam kenang-kenangankoe ini, dan barangkali toeanpoen telah lama menoenggoe-noenggoe kedatangannja. Ma'afkanlah saja, bila benar sangkakoe ini. Saja sendiripoen amat beringin hendak menoelis isi soerat ini, karena hendak mengoetjapkan banjak terima kasih kepada toean atas soerat toean jang sedemikian ramahnja, jang di'alamatkan kepada adikkoe Roekmini, dan atas penêrimaan kitab-kitab jang telah toean kirimkan, jang sangat meriangkan hati kami ketiganja dari bermoela sampai sekarang.
Kami amat bersoekatjita mema'loemi, jang toean telah mengenang kami dengan kenang-kenangan jang baik dan kasih sajang. Kami selaloe memikirkan hal itoe, dan atjap kali poela kami memperbintjangkan toean dan kekasih toean, Boemipoetera Toradja, serta pekerdjaan toean disana; pandaknja sekalian jang telah kami dengar pada malam itoe dari toean dan njonja Abendanon tentang toean, semoeanja kami perbintjangkan. Malam kita doedoek di Betawi itoe bertjengkerma bersama-sama, malam itoe selaloeLah mendjadi tinggal kenang-kenangan jang menjenangkan hati kami.
Dengan hati jang toeloes dan ichlas kami berharap, hendaknja djanganlah sekali itoe sadja kita dapat berdjoempa, tetapi hingga ini keatas atjap kalilah hendaknja kami dapat bertemoe dengan toean. Semendjak pertjeraian kita di Betawi itoe, selaloelah mendjadi tjita-tjita dalam hati kami hendak bertemoe dan bertjakap-tjakap dengan toean barang sekali lagi. Betapakah besar dan girang hati kami, bila sekiranja kami dapat menjamboet kedatangan toean di Djapara.
Persangkaan toean betoel ta' salah; kami betoel-betoel menghargaï pekerdjaan zendeling-zendeling ditanah Hindia Bélanda dan kami indahkan soenggoeh-soenggoeh akan kerdja, oesaha dan hidoep meréka itoe berhati soetji, jang tinggal ditempat jang sedjaoeh itoe, soenji dan dalam rimba, lagi djaoeh dari tanah air, djaoeh dari pada kaoem keloearga dan kawan sepikiran meréka itoe; péndéknja dljaoeh dari doenia jang didiami manoesia jang bertertib sopan jaïtoe dengan maksoed hendak memasoekkan kepandaian, jang akan memperbagoes dan mempertinggi hidoep sesamanja manoesia, bangsa, jang dinamakan oléh bangsa jang terpeladjar, „bangsa jang biadab!"
Dengan segala soeka hati saja telah membatja kedoea karangan toean itoe, dan saja mengoetjapkan banjak terima kasih kepada toean, karena toean telah memberi kami kesempatan, soepaja dapat mengetahoei perkara jang penting-penting, jang dahoeloenja beloem kami ketahoei. Baroe-baroe ini kami membatja karangan „Maatschappelijk Werk in Indie" (Pekerdjaan pendoedoek di Hindia) ja'ni rapor-rapor persidangan-persidangan pada Waktoe Nationale Tentoonstelling van Vrouwenarbeid di den Haag 1898, dan seperti membatja karangan-karangan toean jang terseboet tadi, lamalah poela kami memikirkan dan membatja kabar-kabar pekerdjaan zendeling-zendeling Nasrani ditanah Hindia, jang terseboet dalam rapor-rapor itoe.
O, hati saja sangat bersoekatjita memandang pekerdjaan jang bagoes dan moelia itoe, dan demikian djoega melihat meréka itoe laki-laki dan perempoean, sekaliannja bangsawan-bangsawan pikiran, jang telah mengerdjakan pekerdjaan jang semoelia dan sebagoes itoe, tetapi beratnja boekan boeatan, dengan hati kasih sajang lagi jakin dan sabar. Pada tahoen 1896 kami beroentoeng dan berbesar hati, karena kami dapat menghadiri peralatan menaiki gerédja baroe Kedoeng-Pendjalin.
Barangkali agaknja selama hidoep kami sekali itoelah kami akan dapat menghadiri peralatan jang seperti itoe. Waktoe itoelah jang pertama-tama kali kami memasoeki gerédja Nasrani sambil menghadiri orang sembahjang; sekalian jang kami lihat dan jang kami dengar disana terasa benar dihati kami. Soenggoehpoen hal itoe telah lama kedjadian tetapi karena kebebasan peralatan itoe amat menawan hati kami, serasa seperti kemarinlah sadja terdjadinja.
Alangkah merdoenja boenji njanji jang keloear dari moeloet meréka jang sekian banjaknja itoe, dan njanji itoe besar bahananja dalam gerédja jang seloeas itoe, dan boenga jang menghiasinja sedap sekali mata memandangnja. Bersama-sama dengan orang banjak jang doedoek hening dengan tepekoernja itoe, kamipoen toeroetlah poela dengan hati-hati mendengarkan sekalian jang dipidatokan dari atas mimbar, dalam bahasa Djawa jang sedjati. Lain dari pada toean Hubert adalah lagi tiga orang goeroe-goeroe zendeling jang berganti-ganti membatja chotbah diatas mimbar itoe.
Dan jang menambah lagi moelianja peralatan itoe ialah soeatoe sa'at, tatkala seorang toea bangsa Djawa laloe tegak berdiri dan berpidato kepada orang-orang Djawa, baik jang seagama dengan dia atau tidak. Hal itoe sekaliannja menimboelkan kesoekoeran kepada Allah; dan banjaklah lagi hal jang lain, jang menjebabkan saja sekali-kali ta' dapat meloepakan peralatan digerédja itoe. Sedjak saja keloear dari sekolah, baharoe pagi itoelah saja bermoela sekali dapat pergi keloear roemah, melihat doenia jang loeas ini.
Toean tentoe telah mengetahoei, bahwa telah mendjadi soeatoe 'adatlah bagi kami, mengoeroeng anak-anak gadis didalam roemah, dan mentjegah meréka sekeras-kerasnja ta' boléh pergï keloear roemah, sampai pada waktoe kedatangan seorang laki-laki meminta si gadis itoe akan mendjadi isterinja. Pada déwasa itoelah koeroengan itoe boléh diboekakan, dan boeroeng jang terpendjara dalamnja itoe poen terbanglah keloear, beralih tempat dan „pertoeanan" lain.
„Keloear roemah" seperti jang dimaksoed oléh doenia, ta' a d a l a h s e d i k i t djoega goenanja bagi orang perempoean. Tetapi bagi kami, orang jang mentjintaï kebébasan, adalah koeroengan seperti itoe semata-mata mendjadi soeatoe penanggoengan jang amat besar. Kami selaloe mengoetjap banjak terima kasih kepada orang toea kami, karena meréka itoe telah meroentoehkan 'adat koeno itoe. Kemoedian dari perdjalanan kami jang amat berkat, pergi ke Kedoeng-Pendjalin itoe, kerap kalilah kami pergi keloear roemah; moela-moela sekali-sekali, kemoedian bertambah kerap dan djaoeh kami boléh pergi dari roemah; pada tahoen jang laloe sampailah perdjalanan kami ke Betawi.
Dihalaman soerat kabar jang menerangkan nama-nama penoempang kapal, telah kami batja, jang njonja isteri toean telah balik kembali ketanah Hindia, dan tentoelah ia segera akan datang kepada toean; kamipoen toeroet bergirang hati dalam hal itoe! Dengan pos jang akan datang, kami akan mengirimkan gambar kami kepada toean dan njonja, akan memberi selamat kepada toean kedoeanja atas kedatangan itoe dan meskipoen beloem berkenalan, kami oetjapkanlah kepada njonja selamat sampai di Mapane.
Tidakkah kiranja orangorang Toradja berbesar hati karena „boenda" meréka itoe boléh dikelilinginja lagi bersama-sama? * 20 Mei 1901 (I) Meskipoen saja masih moeda, sesoenggoehnja telah banjaklah penanggoengan jang telah saja rasaï dalam hidoepkoe, tetapi sekalian itoe beloemlah seberapa, kalau dibandingkan dengan doekatjita hatikoe, tatkala bapak dalam sakit. Waktoe itoelah saja ta' ada bernafsoe, selaloe gementar dan takoet lahir dan batin, moeloetkoe jang dahoeloenja dengan gagah mengatakan: „datanglah apa sadja jang hendak datang!"
sekarang moeloetkoe itoe menggigil dan berdo'a mengatakan: „Ja Allah kasihanilah hambamoe ini!"
Keramaian pada waktoe hari lahirkoe mendjadi kesoekaan jang berlipat ganda, bertambah dari biasa karena kesemboehan bapakpoen dirajakan poela waktoe itoe. Saja telah perlihatkan kepada bapak pemberianmoe dan saja telah tjeriterakan djoega kepadanja kegirangan hatimoe karena memperoleh poterétnja. Waktoe itoe bapak sedang tidoer berbaring dikoersi pandjang, dan saja doedoek dilantai disisinja, tangannja dirabakannja kekepalakoe. Pada waktoe itoelah saja mempertjakapkan engkau kepadanja.
Bapak tersenjoem-senjoem tatkala saja mentjeriterakan poedjianmoe jang baik dan jang sebenarnja itoe, jang terhadap kepadanja. Moeloetnja tersenjoem dan pikirannja tentoelah kepada orang jang menghormatinja, ja'ni kekasih jang karib dari anaknja ini dan dalam itoe maka si sakitpoen tertidoerlah. Begitoelah dekatnja engkau kepadakoe, dan kepada kami sekalian, Stella. Pertjajakah engkau sekarang, bahasa kami sekali-kali ta' bentjilah kepadamoe, maka kami berdiam diri selama ini dan dapatkah engkau memaafkan saja karena berdiam diri itoe?
Marilah saja oetjapkan sekali lagi terima kasihkoe atas persahabatan dan kasihmoe jang telah meninggikann hidoep dan daradjatkoe, dan marilah engkau dalam ingatankoe koepeloek dan koepangkoe tegoeh-tegoeh akan mendjadi tanda betapa tjinta hatikoe kepadamoe. O! betapalah baiknja djika saja sanggoep berboeat sedemikian dengan sebenar-benarnja, tiadalah dalam kenang-kenangan saja, ja'ni sebenar-benarnja kita doedoek bertentangan, bermoeka-moeka, akan mengeloearkan boeah pikirankoe jang sedang penoeh dengan kedoekaan.
Stella, saja soenggoeh-soenggoehnja soeka benar hendak melihat engkau berbahagia dan bersoekatjita karena menerima sepoetjoek soeratkoe, jang bergirang hati dan bersorak-sorai meriangkan hatimoe dengan kabar jang baik, jang dapat menjatakan jang bahasa kami beroentoeng dan maksoed kami telah sampai! Adoeh! kekasihkoe, soerat ini boekanlah isinja perkataan jang meriangkan dan menghiboerkan hati, melainkan ialah soeatoe ratap tangis.
Saja sekali-kali ta' menjesal, tetapi hal jang benar itoe haroes saja katakan. Sekonjong-konjong hal keadaan kami dan haloeannja telah berpoetar. Sekarang hal ini bertambah lebih soekar dan pada jang soedah, dan ta' boléh dibiarkan sadja demikian. Hal itoe bergantoeng kepada salah satoe dari doea perkara, ja'ni h i d o e p atau m a t i, m e n a n g atau k a l a h s a m a s e k a l i, dan tangan kami dalam hal itoe t e r i k a t dengan b e l e n g g o e.
Adalah soeatoe kewadjiban jang bernama „terima kasih" dan adalah lagi kewadjiban jang tinggi dan moelia, jang bernama "kasih kepada anak", tetapi lain dari pada kedoea kewadjiban itoe, adalah poela soeatoe kedjahatan jang hina dan kedji, jang bernama „kelobaan oentoek diri sendiri". Ja, kadang-kadang amatlah soesahnja menoendjoekkan dimana oedjoeng kebaikan dan dimana poela pangkal kedjahatan. Djikalau dipikirkan hal itoe lebih landjoet, baroelah sedikit sekali batas kedjahatan dan kebaikan itoe boléh kelihatan.
Keséhatan toeboeh bapakoe sekarang demikian halnja, was-was hati kami jang sangat mendoekakan hati, w a d j i b dihindarkan. Tahoekah engkau apa artinja ini? Kami tiada berdaja lagi, dan mestilah sadja berserah kepada n a s i b jang beloem kami ketahoei. Dahoeloe telah hampirlah kami sampai ketempat jang kami ingini, tetapi sekarang telah djaoeh poela kami terhindar' dari tempat itoe, dan diatas kepala kami tergantoenglah sekarang apa-apa jang hébat, jang akan menimpa kami.
Sesoedah kami bermimpi baik, jang menghapoeskan sekalian kesoesahan hati kami, kamipoen terbangoenlah dengan hati jang sedih. Kasihanlah hatikoe jang sengsara, jang selaloe berteriak-teriak dengan soeara ketakoet-takoetan: apakah kewadjibankoe, dengan ta' ada djawabnja, sedang orang jang wadjib mendjawabnja itoe masih meraba berpoetar-poetar dalam gelap goelita. Ja Allah, berilah kami tjahaja, tjahaja jang terang! dan bantoelah kami!
kami ta' tahoe bagaimana hal itoe dan dimana nanti kesoedahannja! Kami mendengar jang Pemerintah benar-benar bermaksoed akan mendidik anak-anak gadis regén oentoek djadi goeroe, ialah akan memboedjoek atau meriangkan hati kami sadja. Sekarang maksoed itoe ta' dapat disampaikan, karena banjak regén jang mentjegah maksoed itoe, karena ia berlawanan dengan 'adat, ja'ni bila anak-anak gadis itoe menerima pengadjaran diloear roemah. Itoelah soeatoe keadaan sekarang bagi kami jang meroesakkan hati, karena dahoeloe kedatangannja jang baik telah kami harapkan.
Doeka dan piloe benar hati kami, karena harapan kami telah mendjadi soeatoe mimpi sadja, dan terlampau bagoes akan didjadikan hal jang sebenar-benarnja! O, tjoba sekiranja ada diketahoei oléh meréka itoe a p a jang telah ditjegah dan ditolaknja itoe! Tetapi soedahlah, biarlah kami berdiam diri. Kami ta' boléh lekas salah sangka, dan ta' boléh menjalahi benar-benar meréka, jang mempoenjaï perasaan toempoel akan maksoed Pemerintah jang menoedjoe kemadjoean dan kebaikan oentoek anak-anak perempoean itoe.
Soepaja dapat orang menghargaï barang sesoeatoenja, maka wadjiblah orang itoe moela-moela mengerti akan paédahnja, dan sekarang bagaimanakah meréka itoe dapat mengerti akan kehendak dan keinginan kami kaoem moeda ini, karena meréka itoe ta' lain jang diketahoeinja dan jang dirasaïnja hanjalah lazat tjita 'adat koeno itoe sadja? Sedangkan dibenoea Eropah, poesat djala poempoenan 'ilmoe pengetahoean, benoea jang telah terpeladjar, dari sana terpantjar segala tjahaja kepandaian, dibenoea itoepoen masih hébat perang oen toek memperoléh hak si perempoean, apalagi di Hindia ini, jang telah berzaman-zaman selaloe dan sekarang masih tidoer njenjak berselimoet kebodohan; karena itoe tentoelah di Hindia ini meréka itoe akan lama waktoenja maka boléh dapat menjabarkan dirinja dan memperkenankan si perempoean, jang telah beratoes-ratoes tahoen dipandang seperti machloek jang koerang harga kemanoesiaannja itoe, akan beroebah mendjadi manoesia jang ada berhak akan berhati bébas.
O, Stella, kami merasa sangat beroentoeng dan berbahagia, lagi nonggong, tatkala kami mendengar Pemerintah bermaksoed jang baik itoe, ja'ni akan memboeka sekolah-sekolah tempat memberi anak-anak gadis regén pengadjaran bekal mendjadi goeroe perempoean. Bagi anak-anak gadis jang terseboet, sekiranja hal itoe terdjadi, akan terboekalah djalan penghidoepan boléh tegak sendiri, dan demikian lagi djalan jang menoedjoe kepadang kebébasan dan kesenangan hati, tetapi apa hendak dikata, djalan jang sebaik itoe sekarang telah dimoesnahkan orang.
Daholoe doedoeklah saja berbesar hati dengan matakoe bertjahaja-tjahaja dan bersinar-sinar mengenang-ngenangkan kabar jang sebaik itoe, dan sekarang kabar baik itoepoen telah lenjaplah melajang keoedara. Bagaimana halnja perkara itoe sekarang ta' tahoelah saja. Sahabat kami jang di Betawi sekarang dalam temasa. Tetapi sepandjang pikiran kami perkara itoe telah roesak binasa. Apa boléh boeat, soedahlah, asal maksoed jang moelia oentoek mengadjar anak-anak perempoean sekalian tiadalah akan dihilangkan poela.
Walaupoen orang-orang toea dalam hal itoe ta' soeka, tiadalah rasanja akan mendjadi alangan. Hal itoe kalau kedjadian poela, soenggoeh tjelaka! O, engkau tentoe ta' tahoe, betapa geli dan panas tangankoe sekarang hendak menoelis maksoed toean Directeur van Onderwijs tentang pengadjaran anak-anak gadis regén, oentoek mendjadi goeroe perempoean itoe, tetapi saja ta' berdaja lagi, saja wadjib menoetoep moeloetkoe dan meletakkan pénakoe, saja ta' boléh mengeloearkan pertimbangankoe lagi, tentang perkara-perkara jang penting-penting itoe, dan ta' boleh sekali-kali pikiran itoe dimasoekkan kedalam soerat kabar.
Tahoekah engkau bahwa meréka jang dalam lingkoengan kamipoen ta' tahoe sedikit djoega apa jang bergerak, mendidih dan menjala dalam kalboe kami. Tertawa saja dalam hatikoe, tatkala seorang kenalan, jang kerap kali datang keroemah kami, pada soeatoe hari membatja dalam soerat kabat, tentang pengadjaran oentoek anak-anak gadis regén, berkata kepada adik-adikkoe, bahwa maksoed jang sedemikian amat bagoes oentoek saja kerdjakan. Kenalankoe itoe beserta soeaminja memperbintjangkan hal itoe dengan saja.
Seperti orang jang ta' tahoe akan hal itoe, maka saja biarkanlah sadja ia bertjeritera dan berkata. Kedoeanja laki isteri menjokong tjita-tjitakoe, meréka itoepoen menjoekaï poela akan kemerdékaan dalam doenia perempoean bangsa Boemipoetera. Ia seorang pegawai Pemerintah negeri dan sanggoep poela menolong kami dalam perkara itoe. Isterinja berdjandji akan menolong saja pada hari jang akan datang. Besar hati kami melihat betapa gembira hatinja, dan ma'loemlah kami bahwa ia seorang jang amat soeka memboeat soeatoe kebaikan, tetapi ia ta' tahoe bagaimana djalan memboeatnja itoe.
Ta' lama lagi soeaminja akan naik pangkat, kalau ia telah naik pangkat, pada waktoe itoelah meréka itoe dapat bekerdja banjak oentoek meninggikan daradjat bangsa kami. Telah kami peroendingkan tentang daja oepaja meréka itoe, soepaja ia dapat memboeat kebaikan, dan soearanja boléh didengar orang poela. Djika soeaminja telah mendjadi asistén-residén, ia hendak menjoeroeh anak-anak gadis pegawai jang dibawah perintah soeaminja, datang keroemahnja beladjar merénda, memasak-masak, dan barangkali djoega diadjarnja meréka itoe menoelis dan membatja.
Kalau demikian tentoelah ia memboeat soeatoe pekerdjaan jang haroes dihormati dan dimoeliakan! Ia sangat berbesar hati mengenang-ngenang hal itoe, marilah kita berharap jang maksoed si njonja itoe akan disampaikan Allah. Ta' bagoeskah maksoed itoe? Sajapoen telah bertjeritera kepadanja tentang halmoe. engkau dipandangnja serta dihormatinja tinggi dan dimoeliakannja; keadaan itoe sangat menjenangkan hatikoe. lapoen soeka poela mendjadi anggota perserikatan „Onderlinge Vrouwenbeweging" (Pergerakan sesama Perempoean).
Ia ada mempoenjaï doea orang anak perempoean dinegeri Belanda, jang seorang akan mendjadi advocaat, dan jang seorang lagi akan beladjar kepandaian jang lain. Pada soeatoe hari tatkala katakoe telandjoer mengatakan, bahwa sebeloemnja saja pergi mengaroengi doenia hidoep bersamasama, saja hendak bekerdja dahoeloe diroemah sakit, biarpoen barang setengah tahoen sadja lamanja, soepaja dapatlah saja mengetahoei dan mempeladjari betapa mendjagaï orang sakit, dan kalau sekiranja nanti adalah seseorang jang sakit diroemah .kami, djadi dapatlah saja mendjaganja dengan tiada bersalah.
Dengan segera njonja itoe berkata kepadakoe, bahwa adalah iparnja jang berpangkat dokter, soedi menolong saja mengadjarkan segala rahsia tentang djaga-mendjaga orang sakit, dan itoelah sebenarnja soeatoe pengetahoean jang amat bergoena bagikoe setiap masa oentoek menolong orang jang berdekatan dengan saja. Dokter itoe orang baroe, dan ta' tahoe bertjakap bahasa Djawa, hanjalah ia pandai sedikit bertoetoer bahasa Melajoe, dalam hal itoepoen saja dapatlah poela menolongnja sebagai djoeroe bahasanja, karena orang-orang sakit jang data kepadanja kebanjakan anak Boemipoetera dan orang Tjina.
Saja bermaksoed benar hendak bekerdja barang beberapa lamanja sadja diroemah sakit. Pekerdjaan itoe haroes mendjadi soeatoe bahagian dari pada pendidikankoe. Hal itoe telah lama saja pikirkan. Bagaimanakah pikiranmoe tentang maksoedkoe itoe? O, adalah soeatoe hal jang mengetjoetkan hatikoe, ja, soenggoeh mengetjoetkan hatikoe benar, ja'ni melihat orang jang menanggoeng dan mendjerit karena kesakitan, tetapi si penglihat ta' tjakap meringankan kesakitannja itoe, melainkan karena hal itoe si penglihatpoen merasa lebih menanggoeng kesakitan dari pada si sakit itoe sendiri.
Telah kerap kali saja doedoek disisi orang sakit, maka timboellah pikiran dalam hatikoe hendak mempeladjari pengetahoean mendjaga orang sakit; moela-moela pikiran itoe terbajang-bajang sadja, achirnja mendjadi njata dan terang, dan sekarang ia telah mendjadi koeat dan koekoeh dalam hatikoe. Djikalau saja nanti boléh bertjakap, artinja boléh mengeloearkan segala jang terasa dihati saja tentang pendidikan anak perempoean, maka sajapoen akan mengoeatkan paédah pengetahoean tentang keséhatan toeboeh, demikianpoen pengetahoean tentang toeboeh manoesia d.l.l.
oentoek keperloean perempoean. Soeka benar saja bila sekalian jang terseboet diatas ini dapat diadjarkan djoega dalam sekolah anak-anak perempoean jang akan didirikan itoe. Kasihan boekan, karena moerid-moerid sekolah jang terseboet lain dari pada peladjaran jang biasa wadjib poela menelan pengadjaran itoe. Sekolah anak perempoean oentoek bangsa Boemipoetera jang demikian, nistjaja akan mendjadi sekolah jang ta' ternilai harganja, boekan?
Lihatlah apa apa pengadjaran jang akan diterimanja: kepandaian, pengetahoean, masak-masakan, perkara roemah tangga, djahit-mendjahit, 'ilmoe keséhatan toehoeh dan pengadjaran tentang soeatoe kerdja jang tentoe perloe mestilah poela diadjarkan. Bermimpilah, mimpikanlah sekaliannja itoe, asal sadja hatimoe boleh senang. Boekantah ta' adalah orang jang akan melarangmoe bermimpi itoe? ..............................................................................................
Apa sadja jang saja karangkan sampai sekarang oentoek orang banjak, sekaliannja itoe hanjalah perkataan jang sia-sia, dan pemandangan sadja dalam beberapa hal jang telah kedjadian. Perkara jang penting-penting beloem boléh saja oeraikan, sajang sekali, boekan? Nanti apabila kami telah terlepas dari belenggoe besi 'adat-adat koeno itoe, tentoelah sekalian keadaan itoe akan beroebah. ('Adat-'adat itoe masih kami toeroet ialah karena kasih dan tjinta kami sadja kepada orang-orang toea kami).
Bapak ta' soeka jang anaknja mendjadi boeah toetoer orang lain. Bila saja nanti telah boléh tegak sendiri, bolehlah saja mengatakan boeah pikiran saja. Sabarlah dahoeloe Stella, kepadamoe boekanlah perkataan jang kosong saja katakan. Djikalau saja mengarangkan apa-apa jang saja soekaï itoelah soeatoe boekti jang benar-benar terbit dan hatikoe, dan tetoelah karangan itoe mesti saja kinmkan kepadamoe. 10 Juni 1901 (III). Karangan toean Borel jang bagoes itoe tentang gamelan (moesik njawa dinamaï oléh pengarang) teiah kami batja dan kitabnja adalah kami poenjaï.
Tahoekah toean kitab-kitab jang lain, jang telah dikarangkannja? misalnja „Het Jongetje" amat molék dan bagoes isinja. Banjak orang mengatatam jong Borel katanja berlebih-lebihan dan antjak-antjak, tetapi kami telah merasa lazat isi kitab-kitabnja itoe! Kitabnja jang bagoes poela jang bernama „De laatste incarnatie", dan jang terlebih bagoes kitabnja jang bernama „Droom uit Tosari". Dalam kitab itoe ia memaparkan kebagoesan 'alam digoenoeng-goenoeng tanah Djawa jang senantiasa berwarna hidjau itoe, soenggoeh merdoe benar toetoer bahasanja!
Siapa djoeapoen jang telah merasa kelazatan toetoer katanja itoe, tentoelah akan pertjaja, bahwa si pengarang itoe betoel sebenar-benarnja ahli pengarang, ataupoen setidak-tidaknja ia mesti ada mempoenjaï perasaan jang sedjati oentoek m e l i h a t dan m e r a s a ï keindahan 'alam ini. Akan mentjeriterakan keindahannja itoe haroeslah si pengarang itoe seorang machloek jang berbahagia, jang keningnja mémang telah ditjioem oleh déwa-déwa 'ilmoe kepandaian.
Saja berharapa jang saja akan beroentoeng dapat mempeladjari benar-benar bahasa toean jang manis dan merdoe itoe. Sekarang djoega dapatlah saja mensahkan kepada toean, bahwa saja senantiasa tiada akan mengabaikan dia, bilamana sadja saja sempat mempeladjarinja. Itoelah soetoe maksoed jang soenggoeh-soenggoeh dalam hatikoe, ja'ni hendak mengetahoei benar-benar akan bahasa toean itoe. Saja merasa diri saja sekarang telah beroentoeng, biarpoen saja hanja sekadar pandai membatja dan menoelis dalam bahasa toean.
Dan bila saja nanti beroentoeng poela dapat mengetahoei bahasa Djérman, maka datanglah saja nanti kepada toean, boléhkah itoe? Sementara itoe tentoelah orang telah pandai memboeat kapal terbang dan pada soeatoe ketika jang baik, tentoelah lagi toean akan melihat seboeah kapal terbang, melajang-lajang diatas oedara dinegeri Jena, jang membawa penoempang dari djaoeh, datang mendapatkan toean!!! Seharoesnja saja dilahirkan mendjadi anak laki-laki.
Kalau demikian baroelah maksoedkoe jang tinggi itoe dapat disampaikan. Sekarang ini saja, ialah seorang peremnoean dalam doenia Boemipoetera pada zaman sekarang, soesahlah dapat menjampaikan maksoed jang terseboet itoe. Maksoed itoe soeatoe perkara moestahil, ta' boleh dioebah lagi. Sedangkan dibenoea Eropah poesat djala bagi sekalian 'ilmoe pengetahoean dan kepandaian, masih hébat orang berperang, oentoek memperoléh hak perempoean jang sedjati.
Djangan kata lagi ditanah Hindia, tanah jang pendoedoeknja masih biadab, dan tiada berpengetehoean, tanah jang perempoean-perempoeannja telah berzaman, berabad-abad dipandang oléh laki-laki sebagai machloek jang hina...... ja, beranilah saja mengatakan lagi, bahwa perempoean disini dipandang oléh laki-laki seperti benda jang bernjawa sadja. Tentoelah orang akan lama menanti, jang ditanah Hindia ini laki-laki akan memandang anak-anak perempoean sebagai manoesia sedjati, manoesia sedjati kata saja ialah machloek jang berhak, berhati bébas, bébas dalam hal berpikir, belaas dalam hal perasaan dan bekerdja?
Baroe-baroe ini saja membatja dalam soêrat kabar bahwa Pemerintah Hindia bermaksoed akan mendirikan seboeah sekohh tempat anak-anak gadis regén beladjar oentoek mendjadi goeroe. Siapa jang beroesaha oentoek mejampaikan maksoed jang moelia itoe, ta' oesahlah saja kabarkan kepada toean. Tatkala saja mendengar kabar itoe, maka adalah semisal pintoe soerga terboeka dimoekakoe, dan matakoepoen memandanglah segala ni'mat jang tiada tepermanaï banjaknja didalam soerga itoe dengan bersoekatjita.
Mendengar boenji soerat kabar itoe kami hampir setengah gila karena kegirangan hati; dan hal itoe telah membawa kami selangkah lagi madjoe kemoeka, seperti kata pepatah: „Pokoknja asal langkah jang pertama telah dilangkahkan. O, pandailah hendaknja sekalian meréka jang akan mendapat kebaikan itoe menghargakan kebaikan itoe! Soepaja orang boléh dapat menghargakan barang sesoeatoenja, haroeslah orang itoe mengerti lebih dahoeloe, dan akan mengerti itoelah soeatoe perkata jang amat soekar, ta' dapat dalam sehari, ja, ta' dapat setahoenpoen mempeladjarinja.
Oleh sebab itoe moestahillah kebanjakan kepala-kepala anak-anak negeri akan dapat memoeliakan maksoed Pemerintah oentoek keselamatan dan keoentoengan anak-anaknja jang perempoean, bilamana keselamatan dan keoentoengan itoe, meskipoen oleh kami bangsa kaoem moeda sangat tinggi harganja, tetapi dalam pemandangan meréka itoe adalah maksoed itoe seperti teka-teki dan barang rahsia sadja? Adoeh, ketakoetan kami itoe benar roepanja! Maksoed Pemerintah jang bagoes, jang boléh banjak menjampaikan pengharapan kami, tiadalah akan makboel, karena kebanjakan kepala-kepala negeri tempat Pemerintah bertanja oentoek melangsoengkan maksoed itoe, mentjegah maksoed itoe, oléh sebab ia berlawanan dengan 'adat.
Menoeroet sepandjang 'adat, anak-anak gadis ta' boléh beladjar diloear roemahnja. Tinggallah engkau, wahai kenang-kenangkoe! Mimpikoe sebagai emas disepoeh oentoek waktoe jang akan datang, tinggallah engkau! Adoeh, telah kerap kali benar saja oelang-oelangi dalam hati saja dan berteriak dengan soeara jang keras, bahasa mimpi dan kenang-kenangan itoe semata-mata beban, jang ta' bergoena dalam doenia bangsa Boemipoetera, dialah poela soeatoe benda jang sia-sia dan berbahaja!.............., tetapi sekalian itoe hanjalah moeloet sadja, jang mengatakannja, sebab diemboeskan oléh pikiran jang tawar dan dingin itoe; dan hati kami jang bodoh dan gila ini ta' maoe melepaskan kenang-kenangan dan mimpi itoe.
Mimpi kebébasan dan tjita-tjita jang lain-lain telah beroerat dan berakar dalam hati kami, sehingga ta' moedahlah ia ditarik dan dihélakan, djikalau sekiranja pohon tempat ia melekat itoe ta' dimoesnahkan lebih dahoeloe. Menoeroet pendapatankoe hati toean sangat baik sekali, karena toean telah menjoesahkan diri toean oentoek memikirkan oentoeng nasibkoe pada waktoe jang akan datang. Saja banjak meminta terima kasih kepada toean atas hal itoe.
Tetapi djanganlah kiranja toean soesahkan benar akan halkoe atau lebih baik saja katakan, bahwa kami telah tahoe apa jang akan datang kepada kami. Kami bertiga akan pergi berpegang-pegang tangan menempoeh djalan doenia, jang banjak akan mendatangkan peperangan, ketjéwaan dan kedoekaan kepada kami! Djalan jang telah kami pilih, tiadalah ditaboeri dengan boenga ros, tetapi djalan itoe mémanglah penoeh dengan doeri dan randjau; kami pilih djalan itoe ialah karena tjinta hati kami akan dia.
Dengan tjinta hati dan soeka kamilah akan menempoeh djalan itoe. Djalan itoelah poela jang akan kami tolong menebaskan bersama-sama, dan dialah nanti jang akan membawa beriboe-riboe hamba Allah jang teraniaja, saudara-saudara kami, kepadang kebébasan dan keoentoengan. Djalan jang akan membawa berdjoeta-djoeta bangsa kami kepada boedi pekerti jang lebih tinggi. Bersama-sama bekerdja akan menjempoemakan pekerdjaan jang berzaman-zaman dikerdjakan oléh orang jang ternama, soepaja kedoedoekan boedi pekerti dalam kemanoesiaan boléh bertambah tinggi, ja, pendeknja akan membawa 'alam kami jang bagoes ini kepadang kesempoernaan.
Boekankah kesoekaran pekerdjaan itoe ada berharga besar oentoek menerangi kesoesahan hidoep? Itoelah mimpi si „Tiga saudara” ja'ni ketiganja anak perempoean Djawa ditanah panas jang djaoeh ini. O, dapatlah kiranja kami pergi ketanah jang moesimnja berganti-ganti, ketanah panas dan dingin, tanah air sekalian “ilmoe pengetahoean, soepaja dapatlah kami disitoe melengkapkan diri kami entoek peperangan besar, jang akan kami tempoeh, oentoek mentjari keselamatan dan bahagia bangsa kami. Beladjar!
beladjar di Eropah, mengoempoelkan “ilmoe pengetahoean, disana kalboe kami diisi dengan kesoetjian dan kebagoesan, soepaja bila kami kembali ketanah air sendiri dapatlah kami bekerdja oentoek mengembangkan tjita-tjita kami ! Masing-masing haroes mempoenjai otak dan kepandaian, soepaja dapat memboeat barang sesoeatoenja; lebih-lebih akan memboeat sesoeatoe pekerdjaan dengan sebaik-baiknja; hal itoe ta? dapat dibantahi lagi, soenggoehpoen masih ada djoega orang membantahi keperloean itoe, sebab berboeat pekerdjaan dengan sebaik-baiknja dan berboeat pekerdjaan dengan 'akal boedi, itoelah doea perkara jang berlawanan, jang ta' dapat disedjalankan.
Tetapi dalam hal itoelah poela tersemboenji kebidjaksanaan jang besar, djikalau sekiranja orang pandai menjatoekan kedoea kekoeasaan jang berlawanan itoe, jang tersemboenji dalam hati manoesia. O, kerap kali telah saja lihat, bahwa memboeat pekerdjaan dengan sebaik-baiknja itoe tidak dengan pikiran atau 'akal boedi, lebih banjak mendatangkan kedjahatan dari pada kebaikan. Wahai Eropah! Eropah! selamanjakah kiranja engkau ta' dapat kami datangi?
Kami jang senantiasa dengan hati dan njawa kami mengingini toean? Ta' dapatlah dan ta' maoelah kami mempertjajai hal itoe........., tetapi roepanja soenggoehlah demikian halnja. Perdjalanan pergi ke Eropah dan tinggal disana memanglah sangat mahal. Minister van Financiën kita ta' dapat mengoerniaï kami dengan ni'matnja. Tetapi dalam hal itoe ta' oesahlah kami bersoesah hati. Hidoep itoe amat senang dan bagoes tempat meloeloehkan hati dengan ratap tangis karena sesoeatoe hal jang ta' dapat dioebahi lagi.
Biarlah kami meminta soekoer kepada Allah..........dan selaloe tinggal soekoer soedahlah mendjadi kebiasaan kami.........atas segala berkat dan ni'mat jang dihadiahkan Allah kepada kami. Boekankah kami ini telah diberkati oleh Toehan lebih baik da: pada beriboe-riboe hambanja jang lain? Lihatlah apa jang ada pada kami siapa kami ini. Kami masih beriboe-bapak jang kami tjintaï, dan kedoeanja adalah sehat wa'l'afiat, ja, banjaklah lagi kebaikan jang lain, jang telah menghiasi hidoep kami.
O, hidoep itoe mémang penoehlah dengan kebagoesan, bila kami soeka memperhatikan sekaliannja itoe,, betoel adalah poela hal-hal jang menjoesahkan kami, tetapi kami dalam hal itoe mestilah selaloe mempertinggi kebagoesan dan meringankan kedoekaan itoe. Banjaklah soenggoeh hal-hal jang menjoeroeh kami meminta terima kasih! Apabila kami merasa kelazatan njanji boeroeng dioedara, atau moesik jang merdoe jang meriangkan hati, maka kamipoen mengoetjap terima kasih kepada Allah, karena Ia tiadalah mendjadikan kami orang jang pekak!
Bila kami doedoek di Klein Scheveningen, tempat jang sederhana ditepi laoet, tempat jang soenji, damai lagi permai itoe, sedang matahari hendak terbenam, kelihatanlah kekajaan Allah disana dengan moléknja. Ta' tjoekoeplah kiranja kami memohonkan terima kasih, sebab kami ada bermata jang séhat dan dengan mata kami itoe dapatlah kami memandang sekalian jang bagoes dan memperhatikan tjahaja-tjahaja jang manis dan berwarna-warna dipoentjak gelombang, dan dilangit itoe jang hening dengan sedapnja, karena itoe timboellah do'a jang meminta sjoekoer kepada Toehan jang mahakoeasa, jang mendjadikan serta memerintah seloeroeh 'alam ini.
Terima kasih! Sjoekoer alhamdoeli'llah! demikianlah soeara jang riang dan gembira dalam hatikoe. Sjoekoer, karena saja dapat dan boléh melihat segala keindahan diatas doenia ini. Berapa banjak orang jang ta' dapat merasa kelazatan akan keindahan dan kebagoesan itoe? Tidak sadja meréka jang memandang siang dan malam sama halnja, ja'ni selaloe dalam gelap goelita, tetapi amat banjak poela meréka, jang mempoenjaï mata dengan setjoekoepnja, tetapi meréka itoepoen ta' dapatlah djoega melihat keindahan dan kebagoesan itoe.
Itoelah jang menjebabkan kami insaf bagaimana kelebihan kami dari pada sesama manoesia jang lain, dan kamipoen karena itoe meminta terima kasih akan rahmat Toehan jang rahim jang memenoehi roeang-rongga kalboe kami! Oléh karena memikirkan, bahwa banjaklah diantara kita manoesia jang bersedih hati mengingatkan diri sendiri, wadjiblah insaf kita akan kelebihan kita itoe. Amat banjak perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera jang lebih pandai dan lebih terpeladjar dan lebih boediman dari pada kami, jang tjoekoep mempoenjaï kekoeatan dan kekoeasaan, jang tidak bersifat kekoerangan, jang berotak dan berpikiran sempoerna, jang berpendidikan 'ilmoe pengetahoean, sehingga tidak adalah alangan baginja akan melébarkan dan mengoeraikan kekoeatan pikirannja, ja, betoel-betoel soenggoeh mendapat segala pekerdjaan jang disoekaïnja.
Meréka itoe semoeanja ta' ada memboeat apa-apa, dan ta' sanggoep mentjapaikan apa-apa, oentoek menoendjoekkan djalan akan mempertinggi kedoedoekan bangsa dan 'adatnja. Setengah meréka itoe telah soeroet kembali kedalam doenia jang koeno, dan setengah lagi semata-mata telah mendjadi dan teroes ber'adat bangsa Eropah. Kedoea djalan jang ditoeroet oléh meréka itoe sekali-kali ta' bergoenalah oentoek bangsanja, meréka itoe boléh dikatakan telah hilang lenjap dari bangsanja.
Tetapi kalau meréka itoe soeka dan maoe, tentoelah ia akan mendjadi semarak oentoek bangsanja, karena dapatlah ia membawa perempoean-perempoean sesamanja kedoenia jang terang, jang memberi meréka itoe pendidikan jang bébas. Boekankah soedah mendjadi kewadjiban bagi tiap-tiap orang, jang lebih berboedi dan lebih terpeladjar dari pada sesamanja jang lain, akan membantoe kawan-kawannja jang koerang pandai, dan menerangkan barang sesoeatoenja kepada meréka akan pengetahoeannja itoe?
Sebenarnjalah ta' ada oendang-oendang jang memaksanja mesti mengerdjakan pekerdjaan jang sedemikian, tetapi boedi pekertinja jang terpoedji itoelah jang memaksanja wadjib melakoekan hal jang sedemikian. O, kata-katakoe telah telandjoer poela, ma'afkanlah saja, sekiranja kata-katakoe itoe membosankan dan meroesakkan hati toean. Apakah jang memberanikan saja sampai menoelis sekalian itoe kepada toean, sambil merampas waktoe toean dengan pertjakapan jang kosong itoe?
Ma'afkanlah saja! tetapi toean sendiripoen bersalah poela dalam hal itoe, karena soerat-soerat toean kedoea jang terletak dimoekakoe, kata-katanja sangat menarik hatikoe. Waktoe saja membatja toetoer kata jang semanis itoe, sajapoen menjangka jang toean kedoea semisal hadir dihadapankoe doedoek bertjengkerma. Dalam persangkaan itoelah teroes saja menoelis apa-apa jang terasa dihatikoe. Seboeah dari goenoeng api dipoelau Djawa Timoer telah memperlihatkan kekoeasaannja jang hébat dan telah mengoerbankan njawa beberapa hamba Allah, tentoelah toean telah mendengar.
Tentang hal itoe ta' oesahlah saja oeraikan lagi pandjang lébar. Menoeroet sepandjang soerat-soerat chabar doea tiga boeah goenoeng berapi jang lain, akan moelaï poela memperlihatkan kegagahannja. O, goenoeng-goenoeng hidjau jang bagoes, jang berbahaja! Waktoe gerhana matahari pada 18 Mei, gerhana jang menarik hati segala orang pandai-pandai didoenia ini datang ke Hindlia pada waktoe itoe, hanjalah sebentar sadja melihat gerhana itoe, karena kemalangan kami, langit pada waktoe itoe dilipoeti oléh awan jang hitam, dan hoedjanpoen toeroenlah poela!
Tetapi teriak kemalangan kami ini, bagi orang tani mendjadi soeatoe berkat! Bapakpoen merasa dirinja beroentoeng karena hoedjan itoe, sebab ia mendatangkan kebaikan oentoek sekalian tanah jang kering dan koeroes. Kepada hoedjan itoelah bergantoeng'nja sekalian itoe. Alangkah besar berkatnja hoedjan jang lebat itoe! Mendjadi kema'moeran dan kesentosaan oentoek beratoes-ratoes, ja, oentoek beriboe-riboe manoesia! * 6 Juni 1901 (V). Hilda jang tertjinta!
Marilah saja moelaï, poen diatas nama adik-adikkoe, memberi selamat kepada toean atas kelahiran anak laki-laki toean jang kedoea itoe, dan berharap kami, soepaja ia akan mendjadi seorang anak jang séhat sebagai kakaknja, dan berangsoer-angsoer akan mendjadi seorang anak laki-laki jang tangkas, sehingga toean kedoea karena itoe boléh berhak akan bersombong diri. Bagaimanakah tingkah lakoe sahabat kami jang ketjil jang sekarang telah berpangkat „kakak?"
Tidak maoekah ia bermain-main dengan ségera dengan adiknja si Alfred itoe? Boekankah itoe nama si ketjil itoe? Si anak dalam boelan Mei! Toean de Genestet telah memboeat sja'ir jang amat bagoes tentang anak-anak jang lahir dalam boelan Mei. Achir sja'ir itoe amat masjgoel, tetapi oentoek anak Mei toean, kami harap jang do'a permintaan si toekang sja'ir itoe dalam doea boeah sja'irnja pada bahagian jang pertama, akan dikaboelkan oléh Toehan jang esa.
Soenggoehpoen sja'ir itoe toean kenal, tetapi amat soeka hatikoe akan menoeliskannja sekali lagi dibawah ini: Wahai déwata moesim jang segar, Taboerkan dikakinja si boenga mawar, Wahai déwata si tjinta hati, Koerniakan padanja setia sedjati! Selamatlah toean ditaman ajah, Boenda membimbing ta' tahoe pajah, Toean sebagai boenga melati, Anak boelan Mei Allah berkati! Saja dengar toean mentertawakan dirikoe sendiri bila toean membatja jang diatas ini, alangkah gilanja?
Djanganlah toean menghérankan diri dalam hal itoe, karena segala bibit-bibit jang telah ber'oemoer, mémanglah selaloe lekas berhati rindoe, dan jang bertanda tangan dibawah inipoen telah masoek mendjadi bibit jang telah toea. 1 Augustus 1901 (VIII). Boenga-boengaan dan doepa perasapan ta' boléh tinggal bagi kami bangsa Djawa dalam segala hal. O, baoe boenga dan baoe doepa bangsa Boemipoetera jang sedap itoe moedah benar menerbitkan soesoenan pikiran dan perasaan kepadakoe, tiap-tiap kali apabila saja membaoeinja, timboellah soesoenan jang terseboet dalam dirikoe.
Sepandjang hari ia membangoenkan kenang-kenangankoe dan menegoehkan perasaankoe ada berdarah Djawa jang mengalir diseloeroeh toeboehkoe. O, njawa bangsakoe, jang moela-moelanja amat soetji, bagoes, moelia dan bersifat chidmat, apakah kedjadian toean sekarang? Didjadikan apakah toean oléh waktoe jang berzaman-zaman lamanja, waktoe jang sia-sia itoe? Kerap kali orang mengatakan jang kami dalam hati lebih menjoekaï tjara Belanda dari pada tjara Djawa.
Alangkah sajoenja pikiran itoe! Biarlah kami dikatakan orang berpikir dan berperasaan sebagai tjara Eropah, tetapi darah Djawa kami jang sedjati, jang hidoep dan panas mengalir diseloeroeh toeboeh kami ta' dapatlah disemboenjikan. Kami rasaï hal itoe senantiasa, bila kamii membaoei boenga dan asap doepa, mendengar boenji gamelan dan desir angin dipoentjak pohon njioer, mendengar boenji boeroeng tekoekoer, boenji poepoet batang padi dan boenji den tam lesoeng padi..........................
Soenggoeh ta' sia-sialah kami akan tinggal se'oemoer hidoep dalam soeatoe lingkoengan, jang telah mendjadikan 'adat lembaga jang sedjati, tetapi dalam hal itoe telah kami peladjari dan selidiki poela kehampaan 'adat lembaga itoe, sehingga koeketahoei benar-benar jang ia ta' ada berisi. Sekarang itoelah sebabnja maka selaloe kami mendengar ratap tangis dan soeara poetoes-poetoes asa, jang keloear dari hati noerani kami: „Apa goenanja lembaga jang ta' berisi itoe?"
Soeatoe lembaga patoetlah boeatannja sempoerna, tetapi jang teroetama sekali ialah isinja. Soenggoehpoen demikian adalah banjak jang lain jang baik pada bangsa Djawa. O, kami soeka benar bila njonja datang kepada kami, akan melihat kebagoesan jang terdapat pada bangsa kami. Djika saja melihat barang sesoeatoe kebagoesan jang sebenar-benamja kepoenjaan bangsa Djawa, selaloe saja berpikir: „Alangkah baiknja, bila njonja A. bersama-sama diam dengan kami.
Tentoelah ia amat soeka melihat sekaliannja itoe, apalagi karena adalah orang disisinja, jang dapat menerangkan kepadanja barang sesoeatoe jang tidak dikenalnja itoe, jang dipandangnja barangkali hanja sebagai teka-teki dan benda jang gaib sadja. Ia tentoelah akan merasa kelazatan dan kamipoen akan berbesar hati dan menghormatinja, sebab ialah orang jang mempoenjaï penglihatan benar oentoek segala benda jang bagoes dan molék."
Si Djawa ahli oekir, demikian namanja njonja seboetkan, sekarang telah poela mengoekir apa-apa jang bagoes, jaïtoe seboeah peti, penoeh dioekimja dengan tjeritera wajang, toetoep peti itoe diloear dan didalam serta keempat dindingnja dioekir dengan gambar-gambar wajang; dan lagi adalah poela seboeah kotak jang bergoena oentoek menjimpan barang perhiasan, itoepoen telah dihiasinja poela dengan oekir-oekiran. Peti itoe akan saja lapisi dengan soetera koening sebelah kedalamnja serta diberi bertepi pérak; jang akan memboeat itoe ialah anak Boemipoetera djoega.
Peti itoe mestilah bagoes sekali hendaknja, karena akan digoenakan oentoek menjimpan porterét regén-regén tanah Djawa dan Madoera, jang akan dipersembahkan kepada Seri Baginda Maharadja Wilhelmina. Pikiran jang bagoes itoe keloearnja dari si pemesan kotak itoe, jaïtoe regén Garoet. Akan menghiasi kedoea barang itoe dipoelangkan orang kepadakoe, sa ja boléb mengeloearkan oeang seberapa sadja oentoek mengerdjakannja, asal peti dan kotak itoe boléh bagoes roepanja.
8, 9 Augustus 1901 (VIII). Sekarang saja lihat lagi ditepi laoet jang bagoes itoe, ja, boekan boeatan moléknja disinari oléh tjahaja boelan jang koening seperti emas, sinar jang mana sekarang berdjoeta-djoeta kali pantjar-memantjar diatas ombak dan aloen dalam laoetan jang loeas. itoe, sehingga kelihatanlah roepanja sebagai oelar jang bertjahaja-tjahaja, jang dipaloet dengan emas dan pérak! Dan saja dengar lagi desir daoen njioer jang sedang bergojang-gojang, dan melambai-lambai sebagai boeloe-boeloe pérak jang amat besar, ditioep oléh angin malam jang amat sedap terasa dipipi, dan desir lemah lemboet kedengaran ditelinga kami.
Amat merdoe lagi boenji itoe karena ditjampoeri oléh boenji ombak dan gelombang jang gagah dan mand ja, memaloekan dirinja diatas pantai jang poetih dan berkilat-kilat itoe. Hal itoe sekaliannja ialah mimpi kebagoesan dan bahagia! Kami doedoek waktoe itoe adalah dikelilingi oléh laoetan mas dan pérak, dan ditoedoengi oléh langit berwania kilau-kilauan dan ditaboeri lagi oléh bintang jang sedang memantjarkan tjahajanja kian kemari, soenggoeh serasa kami doedoek dalam soerga doenia,
dengan penghabisan kelazatan dan keriangan hati; bertambah-tambah lagi karena kami mendengarkan soeara jang merdoe jang mentjeriterakan kabar jang bagoes-bagoes dari negeri MENGOEKIR KAJOE DIKABOEPATÉN DJAPARA. negeri asing, jang djaoeh, djaoeh dibalik laoetan, laoetan jang lébar dan bersinar-sinar dimoeka kami, ja'ni kabar tentang tempat toempah darahnja sendiri. ........................................................................................................................................
Masakan saja dapat meloepakan perdjalanan jang menggirangkan hati, ketika kami mengantarkan njonja pergi kesetasioen? Waktoe itoe sampai sekarang telah setahoen lamanja, tahoen jang penoeh dengan hidoep rahim dan ni'mat, tahoen pada waktoe saja sangat bersoeka raja, terkadang meratap dan menangis, dan berhati sedih, tahoen pada waktoe saja hidoep dalam sa'at jang lazat tjita, tetapi djoega berpoetoes asa dan berbimbang hati, sa'at ketjelakaan, kesiksaan dan berpenanggoengan jang mengangoeskan hati.
Saja telah hidoep dalam setahoen ini lebih berharga dari pada doea poeloeh satoe tahoen jang soedah sama sekali bersama-sama! Soenggoehpoen demikian tiap-tiap hari dalam tahoen ini masih terang tergaris diotakkoe. Hanjalah menit-menitnja sadja jang telah saja loepakan, tetapi tidak 365 kali 24 djam! Sekarang hatikoe masih gembira, dan njawakoe masih bergojang, karena mengenal dan mengingatkan keberatan jang besar, jang telah mendatangi saja dalam hidoepkoe!
Alangkah terangnja sekalian itoe, masih tertoelis rasanja dimentagikoe. Ja, sekalian jang saja lihat pada njonja, waktoe njonja disini, masih teringat oléhkoe. Njonja memakai pakaian jang kehidjau-hidjauan dengan molék dan sederhananja ............. Kamipoen berpakaian jang kehidjau-hidjauan djoega. Adalah seolah-olah telah dimoepakatkan lebih dahoeloe akan memakai pakaian jang berwarna hidjau, warna kesetiaan itoe! Setia, ialah sepatah kata jang ketjil sadja, tetapi artinja boekan boeatan besarnja!
Setia lebih besar artinja dari pada tjinta; setia kerap kali menagih kekoeatan jang amat besar. O, hati anak-anak moeda! hati jang berdebak-deboer, dibalik warna jang hidjau jang melindoenginja, moga-moga boléhlah hendaknja engkau koeat dan perkasa akan meninggikan arti warna jang toean pakai itoe selaloe waktoe, jaïtoe: „setia!"
Lihatlah disana adalah laloe koernia Allah sebagai seboeah kendaraan jang penoeh berisi dengan kiasan Allah jang tiada ternilai harganja; kendaraan itoe menempoeh djalan jang panas dan bertjahaja, melaloei djalan jang dipagari dengan kajoe jang rindang dan padang jang loeas jang berselimoetkan terang tjoeatja seperti mas. Koernia itoe ialah: „setia" namanja. 'Alam ini sama sekali ialah kegirangan dan tjahaja, telah mendjadi satoe dengan njawa kami, poen sedang hidoep dalam oedara keriangan dan soekatjita!
Patoetkah pertemoean jang sebaik itoe dengan lekas sadja dipertjeraikan ? Ta' dapatkah pergaoelan itoe dilamakan beberapa hari lagi? Waktoe njonja berangkat dari roemah kami, njonja berkata kepada kami: „Toean ta' tahoe betapa soeka hati kami lebih lama tinggal disini, lebih-lebih karena soeamikoe banjak lagi hendak memperkatakan apa-apa jang lain dengan bapak toean, tetapi soeamikoe sajang ta' dapat tinggal lebih lama, sebab waktoenja telah dihinggakan amat sedikit.
Bila kami pandai memanterakan waktoe itoe tentoe boléhlah kami tinggal...............tjobalah djika sekiranja kami dapat membawa toean ke Betawi, itoelah jang sebaik-baiknja!"
Kami menjahoet: „Kami mengoetjap terima kasih akan toean kedoea, karena toean telah datang kemari."
Dengan tiada berkata sepatahpoen lagi njonja berdjabat tangan dengan saja, dan sajapoen ta' meiepaskan tangannia itoe. ,,Hati jang sederhana lekas mengerti soeatoe dengan jang lain," kata njonja kepada dirinja sendiri, tatkala dilihatnja moeloetkoe ta' sanggoep menjemboenjikan rahsia diam-diam, jang pada halnja tidaklah mendjadi rahasia lagi kepada njonja. „Amat beroentoenglah saja dapat berkenalan dengan meréka kedoea, dan mendapat kasih sajang dari padanja."
Waktoe itoelah sa'at jang berni'mat kepadakoe, sa'at ketika saja bersama-sama dengan meréka itoe! Saja maboek rasanja waktoe itoe karena kekajaan, maboek karena berbahagia dan saja merasa dirikoe seringan kapas, moedahlah dapat diemboeskan oléh angin laloe kelangit jang hidjau, kepada tjahaja jang gilang-gemilang! Apakah artinja oentoeng bahagia, lain dari pada sa'at-sa'at jang bergirang hati, bersoeka raja, sehingga ta' sadarkan diri, girang hati, goendah goelana?..................sa'at-sa'at jang menjesakkan dada karena debar-deboer hati jang amat sangat, sehingga serasa melajanglah kami kelangit membawa kegirangan dan kesoekaan tiada berhingga-hingga itoe ..................
sa'at-sa'at jang seperti kilat itoe tjepatnja, tetapi amat lama dan banjak mengandoeng kedermawanan pada hari kemoedian! Kasih sajang baroe dapat mendjadikan orang berbahagia, djikalau sekiranja si penerimanja sendiri adalah poela mempoenjaï kasih sajang itoe! ........................................................................................................................................ Penoempangpoen segeralah poela naik, karena keréta mesti berangkat.
O, binatang boeas jang berteriak dan berboenji hiroek-pikoek, lambatkanlah dan koerangkanlah larimoe! Djangan engkau terlaloe lekas membawa kami sampai ketempat pertjeraian kami, ja'ni ditempat jang kemarin tempat kami berdjoempa. Adoeh! Si toekang menjalakan api ta' mendengar katakoe itoe, keréta teroes berlari seperti biasa, meskipoen didengarnja benar katakoe itoe, tentoelah ta' akan dipedoelikannja kehendak, keinginan anak perempoean gila ini.
Dengan sabar melantjarlah keréta itoe sebagai biasa diatas réi besi jang terbentang itoe; dan pada waktoe jang telah tertentoe keréta itoepoen masoeklah kesetasioen jang kami takoeti itoe. Dengan perkasa saja soeroetkan kembali gelemboeng, jang terbekang dikerongkongankoe, tanda hendak mentjoetjoerkan air mata. Saja gigitlah bibirkoe soepaja ia djangan menggigil. Dengan hal jang demikianlah saja berdiri dihadapan njonja, dan berdiam diri menéngok kepadanja.
Dengan hati jang amat sedih, njonja memegang tangankoe tegoeh-tegoeh, dan berkata dengan lemah lemboet. „Toean nanti akan hébat berdjoeang dalam peperangan, tangkaskan dan beranikanlah hatimoe dengan gembira, djangan poetoes asa, dan pertjajalah toean!"
Sekali lagi bersalam dengan tangannja jang haloes itoe, sekali lagi ia memandang kami dengan matanja jang penoeh tjinta kasih sajang, dan njonjapoen berdirilah diberanda setasioen. „Marilah kita bersalam sekali lagi," katanja kepada kami sekalian dengan manisnja. „Lekas-lekas lontjéng telah berboenji!
End of chapter
Vesper stopped here. Sleep well.