Habis Gelap Terbitlah Terang Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 3

Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Adjeng Kartini

Soerat-soerat dalam tahoen 1900

Part 3 of 3 51 min aloud CC BY-SA 4.0

Betoel, banjak hal keadaan jang tiada sesoeai dengan kitab „Het Jongetje" itoe, tetapi dinegeri saja ini adalah saja ketahoei hal-hal jang seperti itoe. Demikianlah halnja seorang anak toean asistén-residén disini oempamanja telah mendjelma mendjadi „het jongetje" dalam kitab toean Borel itoe. Pada soeatoe kali ia berkata kepada Kardinah: „Ma' moeda, saja soeka benar kepada anak perempoean-perempoean, karena anak-anak itoe pandai tertawa gelak-gelak, .dan meréka berlainan betoel dengan anak-anak laki-laki; anak-anak perempoean manis dan lemah lemboet kelakoeannja."

Jang mengatakan seperti itoe ialah seorang anak jang ber'oemoer lima tahoen. Tjobalah pikir oléhmoe, dirabanja dan diamat-amatinja tangan Kardinah, kemoedian ia berkata lagi: „Ma' moeda, apakah sebabnja maka anak-anak perempoean lemah lemboet?"

Kemoedian dirabanja tangannja sendiri dan soedah itoe berkata poelala: „Soenggoehpoen saja masih ketjil, tetapi saja laki-laki, sebab itoelah saja kasar."

O, anak itoe seorang anak jang sangat manis tingkah lakoenja dan bermata boelat dan besar, ramboetnja hitam dan ikal. Sebeloem ia datang kemari ia telah melihat gambar kami pada seorang sahabat kenalan kami di Soerabaja. Iboenja mentjeriterakan kepadanja, bahasa dinegeri, kemana ia hendak pergi, adalah tinggal disana ma'-ma' jang penjajang. Anak itoe berpikir, bahwa .ia haroes kawin dan bertanja: „Boendakoe! haroeskah saja kawin dengan ketiganja, atau dlengan salah satoe dari pada meréka itoe?"

Tatkala ia datang kemari dan berkenalan dengan kami, maka iboenja bertanja: „Hai anakkoe, soedahkah engkau pilih siapa jang kausoekaï? Dengan ma' moeda jang manakah engkau soeka kawin?"

„O, ma', saja ta' dapat memilih, karena ketiganja sama-sama manis," djawab si anak ketjil itoe, dan katanja kepada masingmasing kami: „Saja soeka kepadamoe, kepadamoe dan kepadamoe, ja, saja soeka kepada segala jang baik dan manis didoenia ini!"

Kalau orang lain mentjeriterakan hal itoe kepada saja, tentoelah saja tidak akan pertjaja, tetapi hal itoe saja lihat dengan mata sendiri dan saja dengar dengan telinga sendiri.................................................................... Perkara jang diingini oléh njonja van Zuylen-Tromp melihatnja, ialah tentang, „hidoep anak2 Boemipoeetera."

Tentang hal itoe lebih baik ta' oesah saja toeliskan sekarang. Tentang perkara itoe banjak jang akan saja tjeriterakan dan sekarang moestahillah saja akan dapat memboeat tjeritera jang senonoh tentang hal itoe. Barangkali doea tiga tahoen lagi, djikalau saja telah berpikiran jang lebih sempoerna dan mendjadi agak sabar, baroelah saja memboeatnja. Sekarang pikiran saja terpoesing-poesing, tiada berketentoean, adalah semisal daoen-daoen jang djatoeh, jang dihamboes oléh angin.

Alangkah bagoesnja perbandingan itoe boekan? .................................................................... Pagi-pagi hari disini sangat bagoes, malampoen demikian poela, dan waktoe tengah-tengah hari maoelah saja selaloe berendam dalam air, djikalau sekiranja air waktoe itoe tiadalah ngiloe-ngiloe koekoe seperti sekarang. Alangkah énaknja perasaan disini waktoe pagi-pagi; sebab hari masih sedjoek dan pemandanganpoen amat bagoes.

Kami pergilah berdjalan-djalan keliling keboen, jang penoeh berisi dengan boenga-boengaan jang haroem dan sedap baoenja. Berdjalan-djalan pagi-pagi dikeboen itoe soeatoe kesedapan jang sebenar-benarnja. Keboen kami jang kami boeat dan tanami sendiri, sekarang telah moelaï berboenga. Betapa bagoesnja, bila engkau dapat sama-sama berdjalan-djalan dengan .kami dalam keboen itoe; soekakah engkau pada boenga-boengaan dan pohon-pohonan?

Ma' berkeboen sajoer-sajoeran dan berkeboen boenga ros. Keboen kami letaknja dimoeka bilik kami. Bila malam poernama, maka pemandangan disana seperti pemandangan didoesoen-doesoen, jang sangat menarik hati. Saudara-saudara saja jang perempoean membawa ketjapinja keloear, dan doedoek diantara pokok-pokok jang rendah, sambil memetik ketjapinja dengan lagoe jang merdoe. Sesoedah berlagoe-lagoe itu baharoelah kami bersoeka-soeka, berbintjang-bintjang dan tertawa.

.......................................................................... Kemarahan hatimoe kepada perboeatan bangsa Eropah jang telah ditanggoeng oléh doea bangsakoe jang berpengatahoean dan bersopan-santoen menjenangkan hatikoe. Pertjajalah engkau bahwa boekannja orang jang bodoh sadja, jang berhati tinggi kepada orang Djawa. Beberapa kali saja telah bertemoe orang koelit poetih, jang semata-mata tidak bodoh, ja, meréka itoe soenggoeh terpeladjar dan bangsawan pikiran, tetapi o, sangat tinggi hatinja dan sombong, sombong boekan kepalang.

Hal itoe menjakiti hatikoe boekan boeatan, dan atjap kalo saja bertemoe dengan kebanjakan bangsa koelit poetih, jan memperlihatkan dan menjoeroeh kami merasa, jang kamo bangsa Djawa boekannja manoesia. Bagaimanakah kami akan dapat mentjintaï orang Belanda, bila meréka itoe selaloe memperboeat kami sedemikian? Tjinta membangoenkan tjinta jang lain. Tetapi dengan kehinaan jang hina itoe sekali-kali tidaklah akan dapat orang membangoenkan tjinta.

Kami banjak mempoenjaï sahabat-sahabat diantara orang Belanda, jang kami tjintaï dan sajangi, ja, lebih dari pada sahabat kenalan bangsa kami sendiri. Meréka itoe telah beroesaha mengenal dan mengetahoei kami, dan meréka itoepoen mengertilah maksoed kami, serta mentjintaï dan menjajangi kami poela dengan setoeloes hatinja. Kami soeka sekali kepada bangsa Belanda jang demikian, dan kami oetjapkan banjak-banjak terima kasih atas segala kebaikannja, karena kami telah diadjarnja.

Kami ta' akan meloepakan meréka itoe, jang telag membangoenkan kami dari doenia kebodohan dan telah menolong memadjoekan kami. Orang Belanda mémang boleh memboeat jang ta' 'adil pada kami, dan saja sendiri akan mentjintaï meréka itoe djoega serta mengoetjapkan terima kasih tentang perboeatan-perboeatan meréka itoe jang baik oentoek kami. Orang Belanda mémang boléh mengatakan apa sadja soekanja tentang bangsa Djawa, tetapi dalam hal itoe ta' pertjaja saja, jang bangsa Djawa ta' berboedi.

Bangsa Djawa sebenar-benarnja ada berboedi, dan meréka itoe pandai mengoetjapkan terima kasih atas kebaikan tentang pemberian harta benda, ataupoen pemberian 'ilmoe kepadanja. Soenggoehpoen tanda terima kasih ta' kelihatan dimoekanja, tetapi dalam hati meréka itoe sangatlah ia soekoer dan terima kasih. Ta' oesahlah hal itoe sa ja terangkan kepadamoe, Stella, karena engkau memandang sekalian manoesia diboemi ini sama rata sadja, biarpoen ,hitam atau poetih koelitnja seperti engkau.

O, saja bergirang hati, ja, bergirang hati amat sangat, sebab saja boléh menaroehmoe. Saja tiadalah akan meiepaskan engkau, Stella. Saja sajang sangat akan engkau, sehingga ta' dapatlah saja memikirkan betapa nanti kesoedahannja, bila hidoep jang diberikan Allah datang mentjeraikan kita. Kalau hidoep masih dalam diri kita masing-masing, maka laoetan jang besar dan loeas itoe ta' dapatlah mentjeraikan kita. Roepanja, pikiranlah jang menerbitkan persahabatan dan tjinta mentjintaï, dengan tiada mengindahkan perantaraan jang djaoeh.

Bersesoeaian pikiran itoelah titian antara laoet-laoetan jang besar dan tanah-tanah jang loeas, itoelah titian jang memperhoeboengkan kita. Berkirim-kiriman soerat itoelah pendapatan jang amat baik! Selamatlah hendaknja orang jang moela-moela mendapatnja! Pekan jang soedah, datang kepada kami Directeur van O. E. en Nijverheid bersama-sama dengan isteri jang moelia dari Betawi..................... Stella, saja sangat bersoekatjita, sebab Directeur itoe datang sendiri kemari dengan maksoed akan mendengarkan pikiran bapak, tentang boeah pikiran kami, hendak memintia kepada Pemerintah, soepaja didirikan sekolah-sekolah oentoek anakanak perempoean!

Saja ketika itoe sakit, saja merasa diri saja sebagai sengsara, karena boekan sadja badankoe jang sakit, tetapi hatikoepoen mendjadi piloe. Stella, saja pertjaja jang mimpi saja oentoek kebébasan segera akan hilang. Kepertjajaan itoe datangnja tatkala bapak memberikan soerat dari toean Directeur kepada saja. Dalam soerat itoe ia meminta kepada bapak memperbintjangkan dan mengoeraikan hal itoe. Soerat itoe sangat membesarkan dan menghiboerkan hati saja.

Sekalian itoe memberi tahoe kepadakoe bahasa adalah seorang dari pegawaipegawai Pemerintah jang berpangkat tinggi di Betawi kiranja, jang berhati kasih kepadia bangsa Djawa dan perempoean bangsa Djawa. Tatkala mama' datang kebilikkoe melihat saja sebentar, maka didapatinja saja sedang dengan air mata berlinanglinang dimata. O, saja amat beroentoeng dan mengoetjap banjak terima kasih waktoe itoe! Saja haroes dan tentoe akan semboeh bila .toean Directeur itoe datang, karena saja hendak berbitjara dengan jang moelia itoe.

Toean Directeur datanglah........................tiada sendiri sadja......,isterinjapoen datang bersama-sama. O, Stella, beloem pernah se'oemoer hidoep kami berkenalan dengan orang jang meriangkan dan membesarkan hati kami seperti sekarang. Saja telah mentjintaï j.m. tatkala saja tahoe maksoed kedatangannja itoe. Pertjitaankoe djadi bertambah-tambah, tatkala saja melihat jang moelia masoek berkeréta kedalam pekarangan kami, j.m. doedoek dibangkoe dimoeka dan isterinja dengan bapak saja doedoek dibangkoe belakang.

Bapak saja pergi mendjempoet kedoea j.m. kesetasioen. Saja tahoe jang bapak ta' maoe doedoek dekat ïsteri j.m. itoe, kalau j.m. ta' meminta jang sedemikian dengan sesoenggoeh-soenggoehnja. Bagimoe, Stella, tentoelah hal itoe ta' lain dari pada soeatoe kehormatan jang biasa sadja, tetapi, Stella, tertawakanlah saja oléhmoe bila saja mengatakan bahwa itoe membesarkan hati saja, dan itoelah menjatakan poela kepada saja kerendahan hati j.m. itoe.

Ketinggian jang ditaroeh oleh hampir sekalian pegawai-pegawai disini, tidaklah dapat dalam toeboeh jang moelia itoe. Saja biasa melihat bapak disini bertempat disebelah kiri dari residén, asistén-residén, biarpoen toean² itoe lebih djaoeh moeda dari bapak saja. Boekan sadja saja, sedangkan bangsa Eropahpoen sakit hatinja melihat keakoean orang berpangkat jang gila akan kehormatan. Diperoempoelan kepala-kepala negeri, hanjalah pegawai-pegawai bangsa Eropah dan regén-regén sadja jang boléh doedoek dikoersi, sedang wedana-wedana jang telah beramboet poetih, haroes doedoek dilantai jang dingin, beralas dengan tikar bamboe sadja, kadang-kadang tidak poela beralas.

Bangsa Eropah biarpoen berpangkat rendah sekali berhak doedoek dikoersi; tetapi pegawai-pegawai. Boemipoetera jang ta' seberapa koerang pangkatnja dan pada pangkat regén, telah toea lagi bangsawan dan pandai, wadjib doedoek dilantai jang dingin itoe. Atoeran hina itoe wadjib ditoeroet, bila pegawai bangsa Eropah ada hadir disitoe. Soenggoeh naik benar darah dihati melihat, bagaimana seorang wedana jang telah toea beramboet poetih djongkok ditanah oentoek kangdjeng toean aspiran, seorang anak ketjil jang kemarin baroe keloear dari sekolah.

.Tetapi padalah hal ini............. Berbéda soenggoeh dengan kehormatan j.m. itoe seorang jang berpangkat tinggi, itoelah sebabnja maka ia meriangkan hatikoe boekan boeatan. Kami dengar toean Directeur itoe berkata kepada bapak: „Saja. telah pergi kemana-mana ditanah Djawa dan telah bermoesjawarat dengan kepala-kepala negeri, regén. Toean sendiri telah memberi tjontoh menjoeroeh anak-anak perempoean pergi beladjar kesekolah. Saja bertanja kepada anak-anak perempoean jang masih bersekolah, ada soekakah meréka itoe meneroeskan pengadjarannja.

Sekalian meréka itoe mendjawab dengan bersoekatjita: „Ja!" Toean Directeur itoe bertanja kepada bapak, bagaimana patoetnja sekolah oentoek anak-anak peiempoean itoe akan diatoerkan, dan dimana baik didirikan dahoeloe oentoek pertjobaan, di Djawa Barat, Tengah atau Timoerkah? O, Stella, matakoe mendjadi bertjahaja-tjahaja, telingakoe mendjadi tadjam dan kalboekoe berdebar-debar, karena keriangan tatkala mendengar sekalian itoe. Tentoelah akan datang soeatoe tjahaja, jang akan menerangi doenia perempoean lagi, jang gelap .goelita dan tjelaka itoe.

Waktoe toean Directeur itoe bertjakap-tjakap dengan bapak, maka njonjapoen berbintjang-bintjang dengan kami. Alangkah besar hati kami mendengarkan toetoernja! Njonja mentjeriterakan kepadakoe, apa-apa maksoed soeaminja dan bertanjakan bagaimana pikirankoe dalam hal itoe. „Njonja, pikiran kami bila disampaikan, tentoelah akan mendjadi berkat bagi doenia perempoean bangsa Boemipoetera. Berkat itoe bertambah besar bila anak² perempoean itoe dapat poela mempeladjari .soeatoe 'ilmoe pekerdjaan, jang kemoedian hari kelak dapat menolong dirinja, oentoek mentjari penghidoepan sendiri, kalau-kalau meréka itoe nanti mendapat kesoesahan, karena kemadjoeannja itoe; djadi 'ilmoe itoe boléhlah menolongnja oentoek mentjari rezeki.

Anak perempoean jang telah berpengetahoean dan loeas pemandangan tiadalah lagi dapat hidoep senang dalam doenia nénék mojangnja jang koeno itoe. Setelah orang mengadjarnja bébas sedikit, teroeslah ia dimasoekkan orang kedalam pendjara, dan seteliah ia diadjar orang terbang, laloe ia dimasoekkan orang dalam sangkar. Tidak moengkin perempoean jang sebenarnja terpeladjar, moestahillah akan merasa senang dalam doenia bangsa Boemipoetera, kalau sekiranja doenia ini masih tinggal seperti sekarang ini.

Sampai sekarang hanjalah seboeah sadja djalan jang terboeka jang boléh ditempoeh oléh anak² perempoean Boemipoetera oentoek masoek kedalam hidoep bersama-sama ja'ni „kawin."

Bagaimana tjaranja perkawinan dalam doenia Boemipoetera, tentoelah njonja telah tahoe. Njonja telah sekian lama ditanah Djawa. Kami merasa beroentoeng, jang soeanji njonja akan memberi pendidikan dan pengetahoean oentoek anak-anak perempoean, tetapi dalam sekolah itoe baiklah diadjarkan poela barang sesoeatoe 'ilmoe pekerdjaan. Kalau demikian tentoe bertambahlah kebadjikan, jang diberikan oléh soeami njonja dalam doenia bangsa Boemipoetera, ja, itoelah soeatoe berkat jang sebenar-benarnja."

„Hai soeamikoe, adakah kaudengar katanja itoe?" tanja njonja itoe kepada soeaminja dengan bersoekatjita. „Si gadis ini meminta sekolah jang berpengadjaran bermatjam-matjam 'ilmoe pekerdjaan oentoek anak-anak perempoean bangsa Boemipoetera."

Dengan héran toean Directeur itoe bertanja kepadakoe: „ Betoelkah Radén Adjeng meminta sekolah jang demikian? Bagaimanakah kemaoean toean? Tjobalah tjeritakan kepadakoe, hendak djadi apakah toean?, dokter?"

Saja merasaï ketika itoe segala mata terhadap kepadakoe, lebih-lebih mata orang toeakoe serasa membakar moekakoe, maka sajapoen laloe menoendoekkan kepala. Dalam telingakoe mendengoeng-dengoeng dan mendesir-desir sebagai soeramoe, Stella, jang mengatakan kepadakoe: ,,Kartini, beranikan dirimoe, djangan gentar!"

Tjobalah toean katakan, hendak mendjadi apa jang toean soekaï? O, Saja tahoe toean hendak mendjadi pengarang, tetapi oentoek hal itoe ta' lah oesah diadjari lagi. Sebab kalau toean hendak mendjadi pengarang, dapatlah toean menolong diri sendiri!"

kata toean Directeur itoe poela. Oentoek beladjar, sajang waktoenja itoe bagikoe telah laloe; walaupoen demikian dalam hal itoe saja ta' boleh mengedjapkan mata, tetapi saja wadjib berani memandang keatas dan menentang kemoeka. Stella, Stella, djanganlah kiranja engkau lepaskan saja, genggamlah tangankoe dalam tanganmoe dan bimbinglah saja! Dari engkaulah datangnja kekoeatan jang memberanikan hatikoe, djanganlah engkau biarkan sadja saja seorang diri!

Bila sampai kiranja maksoedkoe, maka kedjadian itoe ialah oléh karena kerdjamoelah, wahai kekasihkoe! Njonja itoe lama memperbitjangkan ini dan itoe dengan saja, ja'ïtu memperbitjangkan perkara jang telah atjap kali kita berdoea memperkatakannja, ,,perkara perempoean."

Tatkala kami malam itoe hendak pergi tidoer, njonja itoepoen mengambil tangan saja dengan kedoea belah tangannja, dan digenggamnja tangankoe sampai panas, seraja berkata: ,,Sahabatkoe, tentang hal itoe nanti kita hoeboeng lagi pertjakapan kita. Saja soeka menoelis pandjang dan kerap kali kepada toean, maoekah toean berboeat sedemikian poela kepadakoe? Tjeriterakanlah banjak-banjak kepadakoe, tjeritakan semoea!"

Bésok paginja kami antarkan meréka itoe berangkat. Tiga djam lamanja kami doedoek bersama-sama dengan njonja dan toean itoe dalam keréta dan dikeréta api, maka sementara itoe njonja dan sajapoen senantiasa bertjakap-tjakap sadja. Soenggoehpoen kemarin malam soedah poekoel doea belas kami baroe bertjerai pergi tidoer, tetapi njonja roepanja malam itoe djoega telah mentjeritakan sekalian jang diketahoeinja tentang hal kami kepada suaminja.

,,O regén", berkata njonja itoe atjap kali, ,,berikanlah anak-anak toean ini kepadakoe, soeroeh dia pergi ke Betawi. Lepaslah si gadis ini datang kepadakoe, saja sendiri soeka datang mendjempoetnja."

Bapak berkata kepada njonja, jang ia soenggoeh telah bermaksoed, dalam tahoen ini akan melepaskan dia pergi ke Betawi: „Tetapi tinggal disana tentoelah diroemah iboenja, boekan, njonja?"

Maksoed bapak mengatakan „dia" jaïtoe saja sendiri. Ta' tahoelah saja akan maksoed perkataan itoe, entah main-main sadja, entah sebenar-benarnja? Njonja soeka jang kami mestilah hendaknja pergi ke Betawi, ialah akan bertjakap-tjakap sendiri dengan orang-orang besar disitoe, oentoek membéla oentoeng nasib perempoean bangsa Boemipoetera. O, Stella, saja berharap jang saja dapat dan boléh membéla itoe dengan baik. Njonja akain pergi ke Bogor, pergi bertanja kepada njonja Roseboom, kalau-kalau njonja besar itoe ada sempat akan mendengarkan tjeritera keadaan bangsa Djawa.

Ketika akan bertjerai, njonja itoe berkata kepadakoe: „Djangan takoet2, selaloe berani dan p e r t j a j a. Keadaan jang hina itoe ta' boléh lebih lama dibiarkan begitoe sadja, sekalian itoe wadjib dan patoet akan diperangai. Djangan tjemas."

Stella, sedang bermimpikah atau sedang bangoenkah saja? Adakah soenggoeh2 akan datang peroebahan bagi kami? Boléhkah kami berharap, jang mimpi kami itoe dapat disampaikan dengan sebenarnja? Banjak lagi jang saja dengar. Banjak lagi njonja Directeur mentjeriterakan kepadakoe; tetapi saja ta' berani mentjeriterakannja kepadamoe. Karena sekalian hal itoe masih djaoeh tempatnja, tetapi tjaha jan ja dan sinarnja telah sampailah kemoekakoe.

Nanti, nanti, Stella, kekasihkoe, kalau keadaan itoe telah ada dalam tangankoe dan telah koepegang tegoeh2, sehingga ia ta' dapat lari lagi, pada waktoe itoelah engkau dapat mengetahoei, apa jang sebenarnja jang telah koerahsiakan itoe. Saja telah bertanja kepada saudara-saudarakoe, masih hidoepkah saja karena hatikoe sekarang merasa amat beroentoeng dan berbahagia jang tiada berhingga! Berdo'alah engkau oentoekkoe, Stella, moga-moga sekalian itoe djangan hendaknja tinggal tjita-tjita dan kenang-kenangan sadja!

Karena ma'loemlah, kalau sekiranja harapan itoe poetoes, mémanglah sematamata ia akan mendoekakan hati benar! Oléh sebab itoe ta' oesahlah saja sekarang terlaloe bersoekatjita benar, karena hal itoe beloem ten toe, dan lagi dalam. hal itoe boléh poela salah djalannja dan boeroek kesoedahannja. Goeroe sekolah nomor doea akan segera pergi ke Eropah; ta' baikkah menoeroet pikiranmoe, jang goeroe itoe diganti dengan seorang goeroe perempoean?

Toean Directeur akan menjoeroeh seorang goeroe perempoean Belanda kemari, toea atau moeda samalah sadja bagi kami; tetapi ia wadjib hendaknja seorang berpengetahoean dan bersopan santoen, jang boléh tempat kami bertanja dan beladjar. Itoelah jang moela-moela dapat diboeat toean Directeur itoe oentoek kami dan kemoedian; o, Stella, fcatkala ia melihat-lihat diroemah hasil pekerdjaan kami seperti: gambar-gambaran, patoeng-patoeng dan sebagainja, maka tiba-tiba bertanjalah ia: „Dapatkah dalam témpoh setahoen lamanja menjediakan sekaliannja itoe, oentoek dipertoendjoekkan pada pasar malam?"

Ia merasa sajang sekali jang kami ta' lagi mengirim barang-barang oentoek pertoendjoekan besar di Perantjis. Bésoknja ia berkata, jang ia akan memperbintjangkan dengan meréka jang berkoeasa di Betawi, soepaja pada tahoen jang akan datang dapat diadakan pertoendjoekan peroesahaan anak Boemipoetera di Betawi. „Raden Adjeng mesti mengirim sekalian barang-barang jang telah kami lihat disini."

O, Stella, ta' dapat saja berkata ketika itoe, hanja saja pandang sadja toean dan njonja dengan air mata jang berlinangé-linang dimatakoe, oléh karena kebesaran hati. Apakah kiranja sebabnja maka kami mendapat sekian banjaknja kasih sajang dan bahagia? Dahoeloe dari pada itoe beloemlah kami mengetahoei njonja dan toean Directeur itoe. Kami hidoep sekarang sebagai dalam mimpi. Bagi kami ta' adalah hari kemarin atau hari bésok, hanjalah jang kami ketahoei ialah hari sekarang, jang bersinar-sinar dengan oentoeng dan bahagia!

Kebagoesan jang banjak itoe memeningkan kepala dan menakoetkan hatikoe. O, kebalikannja akan menjedihkan hati kami bila mimpi dan tjita-tjita, jang ada pada kami itoe akan hilang lenjap seperti asap sadja. Setiba saja diroemah, dengan segera saja ambillah kertas dan péna, laloe menoelis sepoetjoek soerat jang riang dan bersoekatjita kepada sahabat kami, njonja Ovink, karena doea tiga hari jang laloe tentoelah ratap tangiskoe telah sampai kepadanja, dan ma'loemlah jang njonja itoe, ialah seorang ma'koe jang baik boedi, haroeslah poela mengetahoei bahwa saja, anaknja, telah tiba-tiba beroentoeng kembali.

Ta' sedikit djoega saja bertjeritera kepadanja, sekalian apa jang telah saja tjeriterakan ketika ini kepadamoe; hanjalah saja kabarkan dengan ringkas, jang saja sekarang ada merasa dirikoe sangat beroentoeng, hidoep bergirang hati dan penoeh dengan kesoekaan. Tetapi kepadamoe semoeanja saja tjeriterakan, ketjoeali jang satoe tadi. Engkau berhak mendengar dia, karena sekalian kerdja itoe jang sebenarnja ialah kerdjamoe, tetapi oentoek kebaikankoe.

Djikalau saja poetoes asa tentoelah pertolonganmoe jang 'oemoem itoe akan memimpinkoe, adjakan dan boedjoekanmoe itoe akan mengoeatkan hatikoe, sekiranja saja merasa jang saja ta' berdaja lagi. Stella bila saja pernah-pernah dapat memboeat barang sesoeatoe oentoek saudara-saudara saja dipoelau Djawa, tentoelah keadaan itoe semata-mata oléh karena pertolonganmoe. Saja telah mentjeriterakan kepadamoe, bahasa njonja Ter Horst telah berdjandji kepadakoe, jang saja boléh mengarang dalam soerat kabarnja, oentoek pembéla oentoeng nasib perempoean bangsa Boemipoetera, dan ia berdjandji poela akan menjemboenjikan nama saja, dan akan memperboeat karang-karangankoe nanti sebagai pertjakapan doea orang anak regén perempoean.

Njonja itoe soeka memboeat segala apa, jang dapat dikerdjakannja oentoek memadjoekan perkara-perkara jang baik, asal saja soeka mengatakan bagaimana patoet diboeat. O! Stella, Stella, alangkah banjaknja sekarang keriangan jang telah diberikan orang ketangankoe. Bapakkoepoen telah mengizinkan saja poela memboeat itoe. Saja berharap jang Toehan akan memberi saja kekoeatan oentoek mengerdjakannja. Bantoe serta koeatkanlah saja ini, wahai sahabatkoe!

Kirimlah soerat pandjang-pandjang kepadakoe, Stella! Saja beladjar karang-mengarang itoe dengan mengarangkan barang sesoeatoe, jang biasa kedjadian pada hidoep kami sendiri. Seboeah dari pada karangankoe telah keloear dalam soerat chabar „Echo."

Nama samaran jang saja pilih, ialah „tiga saudara", karena kami bertiga mendjadi satoe. Tetapi dengan segera diketahoei orang siapa „tiga saudara" itoe. Dalam soerat kabar Hindia „Locomotief" adalah soeatoe poedjian tentang karangan itoe. Hal itoe menggadoeh hatikoe. Sedianja saja lebih soeka jang orang merahsiakan sekalian jang saja karangkan. Koerang senang hatikoe, bila saja diperkatakan orang seperti itoe. Barangkali orang menjangka jang saja mempermain-mainkannja, tetapi betoel-betoel saja ta' soeka kepada poedji-poedjian itoe.

Tetapi kabar jang didalam soerat kabar itoe ada kebaikannja, ja, adalah kebaikannja jang amatsangat. Lihatlah, boelan jang laloe doea helai soerat boelanan jang baroe, oentoek bangsa Boemipoetera dikirimkan orang kepada bapa, serta berikoet dengan sepoetjoek soerat, jang isinja meminta soepaja „tiga saudara" soedi membantoe soerat boelanan itoe. Itoelah soerat boelanan jang pertama-tama kali dalam bahasa Belanda, jang telah didirikan oentoek bangsa Boemipoetera.

Oetjapkanlah selamat kepadakoe, karena soerat boelanan jang sedemikian telah terbit. Saja berharap, banjaklah hendaknja keselamatan „bahasa Belanda" oentoek bangsakoe, oentoek kami bangsa Boemipoetera. Soerat boelanan jang baharoe itoe haloeannja seperti s.b. Lelie! Boenga Belanda, jang telah menébarkan baoenja dan kebagoesannja sampai ketanah Hindia, tanah jang sedjaoeh itoe! Sekarang soerat kabar „Echo," bertoekar dengan „Nederlandsche Taal"!

Engkau tentoe boléh ma'loem, bahasa saja sekarang telah menoelis sepoetjoek soerat, dengan bergirang hati, kepada djoeroe kabar dan orang jang mendirikan soerat kabar itoe (Directeur sekolah Ménak di Probolinggo) dan mengabarkan jang saja maoe mengarang dalam soerat kabarnja. Baroe sebentar ini orang datang membawa balasan soerat itoe kepadakoe. Dalam soerat itoe ia memberi pokok-pokok jang disoekaïnja, jang akan, saja karangkan.

Stella, tjobalah engkau ketahoei apa jang moela-moela saja batja dalam soerat boelanan itoem jaïtoe: „Pengadjaran Boemipoetera oentoek anak-anak perempoean,” kemoedian „'Adat² Boemipoetera,” dan achirnja „Kepandaian bangsa Djawa.”

Tentoelah engkau akan berkata kepadakoe: „Kartini, djanganlah engkau mengatakan engkau ta' pandai dan ta' tjakap, tetapi katakanlah: „saja soeka.”

Sajapoen soeka, Stella, saja soeka dan maoe sekali mentjobanja. Saja berharap amat sangat jang engkau akan menghargaï kekoeatankoe, biarlah djangan berlebih-lebihan. Kalau demikian tentoelah saja akan bekerdja dengan sebaik-baiknja. Jang hendak saja tjeriterakan sekarang lagi, ialah bahasa kami bertiga telah moelaï mempeladjari bahasa Perantjis dengan memakai kitab-kitab peladjaran karangan Servaas de Bruijn. Telah kami tammatkan tiga empat boeah kitab itoe, dan sekarang kami hendak meminta kepadamoe, soepaja engkau mengatakan kepada kami nama-nama kitab pembatjaan dalam bahasa Perantjis jang moedah-moedah jang akan kami batja-batja periangkan hati.

Bapak telah memberi izin kami boléh beladjar lagi bahasa Djérman, tetapi bila peladjaran bahasa Perantjis kami habiskan, kemoedian kami berharap akan memoelaï poela mempeladjari bahasa Inggeris. Tetapi pikiran kami bahasa Djérman kemoedian sekalilah. bila kami masih hidoep djoega. Sekarang kami mentjoba membatja soerat-soerat kabar bergambar dalam bahasa Peran­tjis, tetapi membatja dan mengerti itoe doea matjam, boekan? Moela-moela sekali kami telah memboeat salinan jang segila-gilanja, tetapi soekoerlah, makin lama adalah makin bertambah baik.

Masih banjak harapan kami. Roekmini adalah bertjeritera pada soeatoe hari jang ia bermimpi dalam bahasa Perantjis, ia bersama-sama dengan Chateaubriand di Louisiana, soeatoe tanah 'adjaib, jang ditjeriterakan oléh Chateubriand itoe. Bahasa Perantjis banjak bersamaan dengan bahasa kami, tentang soesoenan kata-kata dan hoeroefnja sama benar dengan bahasa kami. Sahabat baharoe kami, njonja Directeur, berkata kepada soeaminja: „Saja soeka beladjar bahasa², wahai soeamikoe, betapalah soeka hatikoe kalau sekiranja saja sendiri dapat mengadjarkan bahasa-bahasa itoe kepada si gadis itoe!”

Kemarin saja telah mendapat sepoetjoek soerat jang 20 halaman pandjangnja. Alangkah manis isi soerat itoe. Ia berkata, bahasa menoeroet perkataannja, ia akan bertjakap-tjakap lagi dengan kami nanti sekali lagi, dan iapoen pertjaja jang perasaan itoe akan terdjadi. Sajapoen bersama-sama berharap demikian. „Bertanjalah pada waktoe jang akan datang!"

kata soeratnja kepadakoe. Dan sajapoen pertjaja soenggoeh, sekiranja engkau dan njonja itoe ada selaloe disisikoe. Soeratnja selaloe memboeat saja mendjadi kemaloe-maloean seperti soeratmoe djoega, engkau dan njonja itoe selaloe berpikir baik oentoek hal keadaankoe. O, moga² djanganlah hendaknja saja akan mengetjéwakan meréka itoe, jang sekian moedahnja telah mempertjajaï saja! Perasaan itoe datangnja dari hati ketjilkoe, sebagai soeatoe do'a dalam waktoe jang soenji dan baik.

Soenggoehpoen begitoe, Stella, mémanglah kita ini penoeh dengan lingkoengan teka-teki dan rahsia, apalagi manoesia tiada berhati tetap. Hal itoe boekanlah menoendjoekkan manoesia berpekerti boeroek. Bahwa sanja amat banjak hal keadaan jang boléh mendatangi hidoepnja itoe. Adalah hal itoe jang mendjadikan seorang berani dan ada poela mendjadikan seorang penakoet. Djanganlah lekas disalahi seseorang jang roepanja telah memboeat kelakoean jang hina, sebeloem engkau ketahoei sebab-sebabnja.

Saja amat banjak merasa dalam beberapa hari jang achir ini. Kebanjakan perasaan itoe merawankan hatikoe. Moela-moela saja hampir poetoes asa, karena saja menjangka bahasa mimpi kebébasankoe rasanja dengan tiba-tiba telah dikoeboerkan dengan sedalam-dalamnja, dan saja wadjib dengan sekoeat-koeatnja mengangkat kembali keatas. Setelah itoe datang sahabatsahabat dari Betawi, dan perasaan jang berbahagia melipoeti segenap toeboehkoe, sehingga mendjadikan saja pening dan pingsan karena soekatjita.

Waktoe itoe mémanglah saja dalam maboek kesoekaan jang amat sangat, hampir saja ta' dapat bernapas lagi. Terperandjat besarlah jang membangoenkan saja dengan ganas dari maboek kesoekaan itoe. Dalam hal itoe dirikoe sendiri tidaklah koeingat lagi, karena ingatankoe, toedjoeannja hanjalah kepada seseorang jang saja tjintaï amat sangat. Sajapoen laloe mengeloeh dan dipapah. O, mengapa? Mengapakah soeka dan doeka itoe wadjib selekas itoe bertoeroet-toeroet?

Saja ta' dapat memikirkannja, hanjalah merasa sadja kesakitan jang amat sangat itoe dalam hatikoe. Sekarang darahkoe telah poelang kembali seperti semoela dan boléhlah berpikir sebagai biasa. Kasihan bapakoe jang ditjinta itoe, ia telah banjak benar menanggoeng doekatjita, sebab hidoepnja selaloe membawa ketjéwa jang menjakitkan hatinja. Stella, bapakoe ta' ada lain jang disajanginja lain dari pada anak-anaknja, kami semoeanja boeah hatinja dan penglipoer doekanja.

Saja dalam hal itoe sa­ngat mentjintaï kebébasan. O, itoelah jang bergoena oentoek hidoepkoe dan oentoek hidoep saudara-saudarakoe perempoean. Saja soenggoeh soeka sekali menolong adik-adikkoe dan maoelah saja mendjadi koerban masing² meréka itoe, bila koerban itoe mendatangkan kebaikan oentoeknja. Saja pandang keadaan jang seperti itoe sebagai soeatoe kewadjiban jang berbahagia. Tetapi dari pada ketiga saudara itoe, bapakkoelah jang lebih saja tjintaï dan saja sajangï dan badankoepoen terserahlah kepadanja.

Stella, engkau tentoe mengatakan penakoet, dan ta' berpikiran jang tetap, benarlah itoe, ta' dapat saja oebah lagi. Sebab bila bapak ta' maoe, jang saja akan mengoerbankan dirikoe, betapa sekalipoen ratap tangis dalam hatikoe, mestilah saja akan menoeroet kata bapakoe. Saja ta' berani lagi meloekaï hatinja jang setia, jang selaloe mentjintaï dan menjajangi saja. Hatinja jang setia itoe telah padalah hendaknja mengeloearkan darah. Soenggoehpoen hal itoe terdjadinja boekannja karena kesalahankoe.

Engkau berkata jang engkau ta' dapat mengerti apa sebabnja orang wadjib kawin. Engkau selaloe memperlawankan mesti dengan „maoe". Itoe benar, tetapi saja sendiri ta' dapat memperlawankan itoe, karena tjintakoe kepada bapakkoe boekan sedikit. Apalagi ta' sanggoep saja, karena saja tahoe, perboaatan itoe boléh mendatangkan sengsara jang amat berat kepadanja. Apa-apa sadja jang hendak saja boeat sekarang, boekanlah saja pandang seperti soeatoe „kewadjiban", te­tapi hanjalah kerdja itoe mendatangkan soeka „bapak."

Saja menoelis, menggambar, dan bekerdja sekalian itoe karena bapak berbesar hati sebab itoe. Saja akan bekerdja keras dan dengan soenggoeh hati akan memboeat barang sesoeatoe jang baik, jang boléh meriangkan hatinja. Stella, engkau tentoe akan mengatakan saja gila, berlebih-lebihan, tetapi itoelah jang dapat saja perboeat, soepaja bapakkoe tetap menjajangi dan mengasihi saja. Saja tentoelah akan berdoekatjita amat sangat, bila bapakkoe melawani maksoedkoe oentoek mentjari kebébasan, tetapi lebih-lebih lagi doekatjitakoe, bila sekiranja kehendakkoe sampai, dan dalam hal itoe kasih sajang melajang dari toeboehkoe.

Kasih sajang itoe mémanglah tiada akan hilang, saja ta' pertjaja ia akan lenjap sama sekali, perboeatankoe itoe tentoelah meroesakkan hatinja. Dari perboeatan orang lain barangkali dapat ia menahan ketjéwa itoe, tetapi dari saja tentoelah akan meloekaï hatinja, karena ia lebih menjajangi dan mengasihi saja dari pada orang jang lain. Kepada bapakoe, tjinta dan sajangkoe boekan boeatan! Stella, alangkah 'adjaibnja halkoe ini? Seorangpoen boléh dikatakan ta' pernah menggoda dan mendoekatjitakan saja, tetapi saja selaloe ada berpenanggoengan. O!

perasaan jang dalam, itoelah penanggoengankoe, tetapi ta' lain lagi kehendakkoe ialah penanggoengan itoe. Meskipoen penanggoengan itoe meloekaï hatikoe, tetapi iapoen kadang-kadang memberi bahagia jang ta' ada hingganja kepadakoe. Betapa besarnja bahagia itoe ta' dapatlah poela dikira-kirakan oléh djauhari dan bidjaksana. Augustus 1900 (II). Saja bertanja kepada bapak: „Sekarang kalau kami ta' boléh pergi kenegeri Belanda, boléhkah saja pergi ke Betawi beladjar 'ilmoe dokter?"

Bapak mendjawab dengan ringkas dan baik: „Anakkoe wadjib, ta' boléh meloepakan jang engkau anak Djawa dan sekarang beloem boléh anak perempoean menoeroet djalan itoe ............ boléh djadi 20 tahoen lagi keadaan itoe akan bertoekar, ............ tetapi sekarang beloemlah boléh ............atau kalau ditoeroet djoega tentoelah engkau akan mendapat k e s o e s a h a n, ............ karena dalam hal ini tentoelah eng­kau anak perempoean pertama-tama sekali."

Bapakoe tentoelah ta' dapat menentoekan hal itoe dengan sekedjap mata. Bapakkoe tentoelah lebih dahoeloe akan memikirkannja pand jang lébar dan bermoesjawarat dengan orangorang lain. Itoelah soeatoe tanda jang menjatakan, bahasa bapa semata-mata ta' menolak boeah pikirankoe? dan bapapoen tahoe djoega jang saja setiap masa dan ketika selaloe hendak djadi bébas, merdéka dengan tegak sendiri, ia poen tahoe djoega jang saja tidaklah akan beroentoeng dalam hidoep perkawinan seperti 'adat jang lazim sekarang.

Setelah itoe saja bertanja lagi: „Tetapi apabila sekolah anak perempoean Boemipoetera jang akan diboeat oléh toean Mr. Abendanon itoe sampai terdiri, boléhkah saja mendjadi goeroe disitoe?"

Dan lagi saja tjeriterakan poela lebih pandjang, apa-apa jang telah diminta oléh njonja Abendanon kepadakoe, dan apa-apa jang lain, jang dikenangkannja djoega. O, ma', sebagai mendapat goenoeng intanlah saja rasanja, dan seakan-akan terbanglah rasanja saja diawang-awangan, karena kegirangan hati, tatkala koedengar bapak mendjawab: „Itoe baik, itoe bagoes! Itoe mémang boléh engkau kerdjakan!"

Kalau demikian perloelah saja lebih dahoeloe pergi beladjar oentoek pekerdjaan itoe. Saja wadjib tiga empat tahoen beladjar disekolah gerédja, dan kemoedian teroes memboeat oedjian. Sebab kalau sekiranja tiada mempoenjaï soerat tammat beladjar, ta' maoelah saja mendjadi goeroe sekolah. Bapapoen membenarkan hal itoe, dan meloeloeskan kehendakkoe. O, ma', alangkah beroentoeng saja sekarang ini, ta' pernahlah saja sangka-sangka hal itoe dengan moedahnja sadja dapat diperkenankan oléh bapa.

Sepatah djoeapoen ta' ada kata-kata jang keras, pedih dan tadjam dari bapa, meskipoen telah banjaklah jang terpikir diotakkoe karena hendak menjampaikan maksoed ini ............. biarlah, saja terima soekoerlah sekalian itoe dengan hati jang ichlas. Tetapi bapa berlakoe dalam hal itoe njatalah benar-benar dengan lemah lemboet dan dengan kasih sajang. O, sekali-kali ta' adalah sedikit djoea salah sangka-sangkakoe tentang kesajangan bapak kepadakoe, ia merasa dan hidoep betoel-betoel bersama-sama dengan anaknja.

Sajapoen ma'loem kalau saja menanggoengkan soeatoe kesoesahan, maka bapak sendiri lebihlah menanggoengkan hal itoe dari pada saja; dan harapannja sama-sama besar dengan pengharapankoe, tentang menantikan soeatoe kepoetoesan jang memberi kebadjikan diatas dirikoe. O, ta dapat saja rentjanakan betapa hatikoe bersoeka raja, bersimaharadjaléla, waktoe saja mendapat ketentoean jang berbahagia itoe, ja'ni ketika saja mengetahoei, bahasa bapakkoe jang koetjintaï dan akoe sajangi itoe meloeloeskan boeah pikiran, kehendak dan keinginankoe dengan tidak m e n d o e k a k a n dirinja sendiri!

Oléh karena memikirkan bapaklah maka saja merasa dirikoe poetoes asa, dan berboelan-boelan lamanja pikinankoe bimbang dan lemah, ja, takoet-takoetan, karena saja sekali-kali ta' sampai hati akan merawankan hatinja. Sekalian itoe mestilah saja lakoekan demikian, karena saja sekali-kali ta' maoe, ta' soeka merendahkan kehormatan hati dan daradjat kemanoesiaan pelempoean jang ada dalam dirikoe. Saja haroes melawani segala maksoed meréka itoe jang akan menghinakan perempoean.

Saja perloe sekali dalam hal itoe, dan ta' boléh berdiam diri sadja. Sebenar-benarnja mémanglah keras dan hébat peperangan dalam hatikoe pada masa itoe. O, bapak sekarang telah berkawanlah dengan saja, karena itoelah kesoesahan jang sebesar-besarnja sekarang telah terhapoes poela, dan alangan jang sebesar-besarnjapoen telah lenjaplah. Karena saja tahoe bahasa bapa ada disisikoe, sekarang saja ta' gentar dan ta' ngeri lagi, melamkan dengan soeka dan riang, dengan langkah jang ringan dan tersenjoem-senjoem dapat pergi menentangi moesoeh.

Sekarang hanja tergantoeng kepada kemaoean dan kesanggoepankoe sendiri sadja lagi, oentoek akan menjampaikan maksoed-maksoedkoe itoe! Harapankoe sangat besar dan keberaniankoe ta' koerang. Ma', tolonglah beranikan hatikoe selaloe! De­ngan segera telah saja minta kepada bapak, boléhkah saja kabarkan kabar baik ini kepada njonja Abendanon, djawabnja: boléh. Pada malam itoe djoega saja toelislah sepoetjoek soerat kepada njonja Abendaaion dan sepoetjoek kepada ma' sendiri.

Sekarang tinggallah lagi soeatoe angan-angankoe, dapatlah kelak didirikan sekolah anak perempoean itoe, tetapi dalam hal itoe saja poetoes asa. Beberapa tanda-tanda telah membajang, menjatakan bagaimana soesah orang-orang' jang berpangkat tinggi, hendak mempertinggi kedoedoekan doenia bangsa Boemipoetera dan hendak memantjarkan tjahaja kedalam 'alam perempoean bangsa Boemipoetera dan hendak mengeloearkan perempoean-perempoean itoe dari keadaan jang penoeh berloemoer dengan kesengsaraan.

Biarlah orang-orang jang berpangkat tinggi seperti itoe sekarang masih beloem banjak didapati. Di Djokdja kami pergi mengoendjoengi njonja Ter Horst sebagai jang telah saja kabarkan, kepadla njonja. Ia amat baik dan peramah, didjempoetnja kami dari setasioen, tetapi ia ta' bertemoe dengan kami disetasioen itoe, karena kami telah toeroen dari keréta disetasioen lain, dan diroemahnja disediakannjalah makan-makanan oentoek kami. Kami datang kepadanja hanja hendak berdjabat tangan sadja, tetapi ia banjak hendak berbintjang dengan saja.

Ia bertjeritera kepadakoe bahasa residén de B, jang beloem lagi mendengar maksoed toean Mr. Abendanon, telah bermaksoed dengan soenggoeh-soenggoeh, hendak mendirikan seboeah sekolah oentoek anak-anak perempoean daiï kepala-kepala bangsa Boemipoetera. Maksoed itoe seboléh-boléhnja dilangsoengkan dengan pertolongan Pemerintah, kalau tidak dapat, dengan pertolongan partikoelir sadja. Residén itoe meminta kepadanja akan mengatoerkan maksoed itoe, dan setelah itoe boléhlah residén itoe sendiri nanti meneroeskan pekerdjaan itoe, laloe saja terangkan, bahwa barang sesoeatoe jang baik tentang pengadjaran dan penge.tahoean oentoek anak-anak perempoean hendaklah disama ratakan sadja, meski oentoek anakanak kepala-kepala jang berpangkat tinggi, atau jang berpangkat rendah, sóepaja kema'moeran dan boedi pekerti anak negeri djadi bertambah-tambah dalam dan lébar.

Bahwa sanja mémang adalah orang jang berhadjat dengan soenggoeh-soenggoeh hendak memberi pengadjaran oentoek anak-anak perempoean bangsa Boemipoetera. Bila oesaha toean Mr. Abendanon oentoek mendirikan sekolah anak perempoean itoe ta' sampai, tetapi saja harap Allah akan menolongnja akan menjampaikan djoea maksoednja, dan tentoelah saja tidak akan mendjadi goeroe, saja minta kepada njonja, jang njonja tidak membiarkan saja sendiri sadja, boekajn ma'?

Dan soekakah njonja poela menolongkoe memintakan saja izin kepada bapak, soepaja saja boléh beladjar mendjadi dokter? Atau ta' soekakah toean kedoea saja mendjadi dokter itoe? Kalau toean soeka maka toean kedoealah jang dapat memintakan itoe kepada bapak. Semendjak petang jang ta' moedah diloepakan itoe, kasih bapak doea kali lebih ganda kepadakoe. Bitjaranja sangat lemah lemboet, dirabanja kepalakoe dan dipeloeknja dengan kedoea tangannja, seolah-olah tangannja itoe hendak melindoengi saja dari ketjelakaan jang akan datang.

Saja ketahoei sekali itoe, dan saja rasa kasih sajangnja jang tiada berhingga itoe, sebab itoelah saja mendjadi mandja dan berbahagia benar! Sedjak kami kembali dari Betawi, adalah perasaan kami sekarang, seolah-olah kami poelang keroemah, hanjalah akan melepaskan lelah dan pergi berdjabat tangan sadja, setelah itoe hendak terbang kembali ............ Kemana????? Saja sekarang hendak merasai benar-benar kesedapan tinggal diroemah, karena dimana djoeapoen di'alam ini tiadalah sebaik tinggal di­roemah orang toea sendiri, dan hal itoelah jang telah menimboelkan terima kasih dalam hatikoe, apabila ésok atau loesa saja meninggalkan roemah orang toeakoe; pergi itoe tentoelah dengan berkat do'a bapakoe.

Saja harap soenggoeh-soenggoeh, demikianlah poela hendaknja dengan saudara-saudarakoe jang lain. Dahoeloe saja beladjar adalah dengan moedah............. saja ta' pernah tertjétjér dibelakang............. tetapi antara dahoeloe dengan sekarang telah amat lama. Sekalian jang telah saja pelajari disekolah peroebel, saja telah loepa. Waktoe 'oemoerkoe doea belas setengah tahoen, tatkala itoelah saja meninggalkan sekolah itoe. Tetapi kalau m a o e, hampir semoeanja boléh dapat, boekan, ma'?

Dalam segala hal saja akan mengoesahakan diri dan akan bekerdja keras. Do'akanlah saja oléh toean kedoea. Moga-moga hatikoe tetap selaloe, tjoekoep dengan kemaoean dan keberanian jang hidoep, hai kekasihkoe! Sekarang semoeanja dengan toeloes dan ichlas telah saja tjeriterakan kepada toean, o, ma'koe! Bagaimana pikiran toean ke­ doea tentang sekalian hal itoe? Katakanlah dengan terang kepadakoe boeah pikiran toean kedoea, saja s e m a t a - m a t a a n a k t o e a n, dan toean tahoe, betapa besarnja saja hargaï boeah pikran toean kedoea.

Saja menoelis soerat dengan kepertjajaan sesoenggoeh-soenggoehnja, bahasa ta' adalah orang jang lain, jang lebih mengindahkan hal keadaankoe, hanjalah toean kedoea. Hal itoe berhoeboeng koeat dengan nasibkoe piada waktoe jang akan datang. Lain dari itoe sajapoen tahoe djoega, bahasa saja setiap wak­toe boléh datang kepada toean kedoea, akan meminta nasihat, pertolongan dan pergi melipoerkan hati. Oléh karena itoelah kelak saja akan datang kerap kali kepada toean.

7 October 1900 (VIII). Saja menanti waktoekoe dengan sabar. Apabila waktoe itoe datang kelak, disitoelah nanti orang akan melihat, jang saja boekanlah soeatoe benda jang ta' ada bernjawa, tetapi ialah sebenarnja seorang manoesia, jang berotak dan berhati, ada berpikiran dan ada berperasaan. Mémang mendjadi soeatoe kelobaan jang terlampau kepadakoe, karena saja akan mendjadikan njonja seorang kawan jang sama-sama bepertjintaan. Pertjintaan itoe koetaroeh, koesemboenjikan dalam kalboekoe dan mendatangkan keriangan kepadakoe, tetapi kepada njonja, njonja mendjadi..........................kedoekaan!

Djadi doekatjita itoelah jang saja berikan kepada sekalian meréka jang sajang kepadakoe! O, sekarang maoelah saja berteriak keras mengatakan kepada njonja, karena saja sangat tjinta kepada njonja: „Lepaskanlah saja, dan tariklah diri serta kasih njonja kembali dari saja! Boeanglah saja dalam ingatan toean! dan dari hati njonja! Biarkanlah saja berperang sendiri! O, Allah Toehan jang kaja, roepanja tiadalah njonja tahoe berapa dalamnja dan besarnja loebang, jang njonja hamboeri karena njonja mengasihikoe!

Biarkanlah saja sendiri! Biarkanlah saja selaloe soekoer kepada Allah, karena saja telah menerima kasih sajang dan pertolongan dari njonja; bahwa njonjalah djoea jang menjimpangkan djalan hidoepkoe kedjalan jang telah njonja taboeri dengan intan permata dan boenga-boengaan. Misalkanlah perdjoempaan kita jang soedah² sebagai kapal-kapal jang bersaboeng dilaoetan loeas, pada malam gelap goelita. Kita berdjoempa dalam kelam, beri-memberi selamat dengan riang, kemoedian tampaklah djediak kapal dimoeka air, dan sesoedah itoe hilanglah sekaliannja!

Tetapi saja takoet, saja tahoe bahasa njonja ta' s a n g g o e p berboeat sedemikian, meskipoen njonja boléh berboeat lakoe begitoe. Lebih baik ta' oesahlah saja pandjangkan kalam tentang itoe. .................................................................................. Beloem berapa lamanja telah laloe iboe dengan siaja mempertjakapkan hal ihwal perempoean, dan dalam pertjakapan itoe saja njatakanlah kepadanja, bahasa ta' adalah jang lebih menghiboerkan serta menarik hatikoe, dan ta' lain jang saja ingini, lain dari pada maksoed hendak mentjari penghidoepan oentoek diri.

Iboe berkata: „Tetapi sampai sekarang beloem seorang djoega diantara kita jang berboeat sedemikian."

„Kalau begitoe mémang telah datang waktoenja sekarang, jang kita akan berboeat sedemikian," djawabkoe poela. „Tetapi engkau telah tahoe, bahasa segala permoelaan itoe soekar adanja, tahoekah engkau lagi bahwa tiap-tiap oiang jang bermoela memboeat sesoeatoe pekerdjaan, amat soesah oentoeng nasibnja? Ketjelaan, ketjéwa, datang berganti-ganti dan banjaklah poela penggodaan jang akan menimpanja, tahoekah engkau sekaliannja itoe?" kata iboe.

„Ja, tahoe keadaan itoe! Hal-hal jang sedemikian boekan kemarin dan sekarang sadja telah terkandoeng dalam kal ALOEN-ALOEN DI DJAPARA. boekoe, tetapi telah bertahoen-tahoen lamanja," djawabkoe poela. Apakah kebaikannja kepadamoe? Adakah ia mentjoekoepi nafsoemoe? Dapatkah ia mendjadikan engkau beroentoeng?"

sahoet iboe poela. Saja tahoe bahasa djalan jang akan tempoeh itoe banjak kesoekarannja, penoeh dengan batoe, doeri dan randjau, banjak berloebang-loebang berisi dengan benda jang roentjing dan tadjam, lagi berkélok-kélok dan berloempoer, ja, sebab djalan itoe ........... masih beloem ditebas orang! Meskipoen saja karena menempoeh djalan itoe tiada akan beroentoeng, ataupoen karena itoe saja akan meninggal doenia ditengah djalan, biarlah, senanglah hatikoe berpoelang kerahmatoe'llah dengan tjara sedemikian.

Apabila djalan itoe kelak terboeka dengan oesahakoe, meskipoen dalam hal itoe dirikoe sendiri akan mendjadi koerbannja, sajapoen akan bersoekatjita, karena saja ketahoei, jang saja telah memboekakan soeatoe djalan, jang boléh membawa perempoean-perempoean bangsa Boemipoetera kepadang kebébasan dan pandai tegak sendiri dalam hidoep bersama-sama. Alangkah sjoekoernja saja kepada Allah, djika orang-orang toea anak-anak perempoean jang lain, menggemari poela hendak tegak sendiri, ta' pernah akan berkata kepada anak perempoean: ,,Beloem ada seorang djoega diantara kaoem keloearga kita jang telah berboeat seperti itoe."

Soenggoeh 'adjaib sekali, karena waktoe saja mengeloearkan kata-kata itoe, saja ta' sedikit djoega merasa takoet atau ngeri dan gentar, melainkan hatikoe ketika itoe betoel-betoel berani dan sabar, sajang hatikoe jang bodoh dan gila ini menjebabkan poela dalam hal itoe kepiloean jang amat sangat. October 1900 (II). Saja soeka beladjar oentoek mendjadi goeroe, hendak mendapat doea boeah diploma jaïtoe diploma goeroe bantoe dan diploma goeroe kepala dan dalam itoe hendak saja peladjari lagi perkara keséhatan toeboeh, baroet-membaroet orang loeka dan mendjaga orang sakit.

Dan kemoedian sekali baharoelah kehendak saja beladjar oentoek memperoléh diploma ja'ni diploma bahasa, bahasakoe sendiri. Dan setelah kami tammat beladjar, maka kami berdoea akan mendirikan sekolah oentoek anak-anak perempoean kepala-kepala negeri. Saja terlaloe soeka beladjar dinegeri Belanda, karena tanah Belandalah jang sanggoep melengkapkan saja dalam segala hal, oentoek pikoelan jang' berat dan besar, jang hendak saja pikoelkan kebahoekoe.

.............................................................. Telah kerap kali selama hidoepkoe, saja merasaï bahwa laloenja kehendak hati itoe kebiasaan bersama-sama dengan keloekaan hati. Roepa-roepa kedjadian dalam waktoe-waktoe jang laloe telah menjatakan, jang kita manoesia hanja memikirkan, dan Allah djoealah jang mendjadikan. Sekaliannja itoe hendaknja mendjadi kiasan bagi kita manoesia, jang ta' loeas pemandangan, ja'ni kiasan, soepaja manoesia itoe djangan terlampau berbesar hati sekali mempertjajaï dirinja sendiri sadja, mengirakan bahasa kita betoel-betoel mempoenjaï „k e m a o e a n" sendiri sambil meloepakan Allah.

Mémang adalah soeatoe k e k o e a s a a n, jang lebih keras dan lebih koeasa dari pada kemaoean sekalian manoesia, di'alam ini. Soenggoeh sia-sialah orang jang membesarkan dirinja dan menjombong mengatakan: kemaoeannja besar dan keras sekeras besi! Hanjalah s e s o e a t o e sadja kemaoean jang wadjib dan patoet kita poenjaï ja'ni: kemaoean memoeliakan dia, Toehan jang baik! Ta' oesahlah saja katakan kepada njonja, karena njonja sendiri telah tahoe bahasa kami kedoea sangat berharap dan beringin hendak bertemoe lagi dengan toean kedoea di Semarang atau ditempat lain.

Pertemoean itoe sangat kami ingini, o, kekasih kami jang ditjinta, tetapi keinginan kami ta' dapatlah kami mengharapkan soenggoeh-soenggoeh. Hanjalah kami berharap dan meminta, Allah akan mengaboelkan tjita-tjita kami itoe! Tentoelah telah banjak peroebahan dalam hati kami, maka kami berkata sedemikian. Ja, amat banjaklah soedah, jang beroebah dihati kami, boekan boeatan banjaknja! O, ma', kami ta' dapat mengatakan kepada toean betapa girang dan terima kasih kami, karena kami telah berkenalan dengan njonja van Kol.

„Orang jang sebaik-baiknja dan sebagoes-bagoesnja, ialah machloek jang lemah dan moerah hatinja," kata njonja itoe... Dan kami tambah lagi: „Manoesia itoe bersifat fana!"

Djangan harap kepada manoesia!............ Boekantah ta' salah sekalian itoe saja katakan kepada njonja, karena tempat kami berharap ialah manoesia?........... kami mentjari kekoeatanpoen pada manoesia djoega............ Segala kedjadian-kedjadian jang kami rasaï dalam hidoep kami pada tahoen-tahoen jang achir ini, menjatakan kepada kami betapa kami telah menempoeh djalan jang sesat. Kami banjak mengoetjap terima kasih kepada Nellie van Kol, karena ia telah menoendjoekkan kepada kami djalan jang sebenar-benarnja kepadang kebébasan.

Ta' ada seorang manoesia jang bébas apabila kasihnja telah tertoempah kepada seseorang jang lain. Berharap kepada seseorang artinja menjerahkan dirinja djadi tawanan kepada orang itoe. Djalan kepada Allah dan kepadang kebébasan jang sebenarnja hanjalah seboeah sadja. Siapa jang memperhambakan dirinja kepada Allah, tidaklah ia mendjadi tawanan orang, melainkan ialah sebenar-benarnja orang jang bébas. Dalam beberapa hari ini adalah sesoeatoe jang ta' menjenangkan hatikoe, jang mendjadikan kami poetoes asa, sebeloem peroebahan Allah datang.

Tetapi sekarang kami pegang tegoeh-tegoeh tangan peroebahan itoe, dan kepadanja kami tentangkan benar-benar mata kami, dengan tiada menoléh-noléh kekiri dan kekanan. Ia tentoelah akan mengemoedikan kami poela......... menimbang hal keadaan kami dengan kasih sajang.......... Waktoe itoelah waktoe jang gelap akan mendjadi terang, dan angin riboet akan mendjadi angin jang lemah lemboet. Sekalian jang mengelilingi kami tinggallah seperti sediakala, tetapi bagi kami tidaklah rasanja dia seperti dahoeloe lagi.

Peroebahan jang sebenarnja telah ada dihati kami, peroebahan itoe menjinari sekaliannja, dengan tjahaja jang terang. Damai dan sentosa timboellah dihati kami.......... Ma', kami sekarang beroentoeng dan berbahagia. Bahagia itoe boekanlah dengan bergila-gila dan bersorak-sorai, tetapi ialah dengan damai, sabar dan insaf. Boekan kepalang soeka hati kami hendak memperbintjangkan hal itoe sekaliannja dengan njonja. Toean van Kol........telah mengirimkan kepada kami setjarik ketjil kojakan soerat ïsterinja dan terseboetlah dalamnja „tetapi sekali-kali djanganlah maoe mengangkat diri!

karena segala kemoeliaan semata-mata ialah rahmat Allah!" Sesoeailah dengan jang telah atjap kali dikatakan iboe kepada kami. Peringatan itoe amat bergoena kepada kami, sebab semendjak ketjil kami selaloe hidoep didoenia dengan mandja dan penoeh poedjian. Kepada kami, teroetama kepada kami bergoena amat peringatan itoe oentoek mendjaoehkan kami dari penjakit mengangkat diri itoe, karena ialah soeatoe gosong tempat kapal terdampar dan berbahaja, bila njawa manoesia berpoelang; kerahmatoe'llah!

Kami selaloe mendo'a meminta kodrat dan kekoeatan, soepaja dapatlah kami dengan sempoerna menanggoeng soeka dan doeka. Lebih-lebih oentoek kesoekaan hati, karena dalam soeka itoe biasanja adalah penggodaan jang besar. Kebanjakan kapal-kapal jang bermoeat dengan hidoep anak-anak moeda beroebah haloeannja, bila sadja angin riboet kesoekaan telah datang menghamboesnja, dan pada waktoe itoelah poela ia kerap kali segera tenggelam! Alangkah sombongnja perkataankoe, boekan.

Bila njonja bertemoe dengan saja nanti, hélakanlah telingakoe. Betapalah gerangan perasaan kita kedoea belah pihak, bila kita nanti dapat bertemoe lagi! Saja tahoe rasanja apa jang moela-moela akan njonja katakan kepadakoe: „Hai 'nak, alangkah gemoeknja engkau sekarang!"

Saja mendjawab dengan berbisik kepada njonja: „Dimoekakoe roepanja saja telah mendjadi toea, tetapi dihatikoe adalah tertoelis dengan hoeroef emas, kata: tjinta, jang senantiasa tinggal tetap, selaloe moeda." * 1 November 1900 (VIII). Kabar baik! O, saja amat beroentoeng dan berbahagia! dan saja tahoe o e n t o e k m e n d j a d i g o e r o e! oetjapkanlah kepadakoe selamat! Peloeklah saja dalam kenang-kenangan njonja, pandanglah bahagia jang bertjahaja-tjahaja jang keloear dari matakoe!

Saja telah bertjakap dengan bapak dan bertjeritera kepadanja, apa jang telah njonja minta kepadakoe dahoeloe, ketika njonja masih tinggal disini! Bapakpoen soeka memperkenankan hal itoe! Soeka sekali mengaboelkannja! Sekarang boléhlah saja doedoek dibangkoe sekolah, soepaja nanti saja boléh lagi berdiri dimoeka bangkoe itoe, bila telah ada berhak memperboeat demikian. B o l é h dan m a o e ! m a o e dan b o l é h ! ta' ada jang sebagoes soesoenan kedoea kata itoe!

dan dengan kata „tjakap" sempoernalah dia mendjadi tiga sedjoli! M a o e artinja t j a k a p , boekan? O, saja boléh! saja boléh, saja boléh pergi b e l a d j a r jang toean kedoea akan beriang hati mendengarkan oentoeng bahagiakoe itoe. Sekarang betoellah saja beloem mendjadi a p a - a p a, tetapi nanti boléh saja mendjadi barang sesoeatoenja, soenggoeh senang sekali! „Berharaplah, pertjajalah dan hendaklah berani!"

Ketiga kata-kata itoe, ja'ni kata-kata njonja jang selaloe saja kenang-kenangkan, dan selaloe kata-kata itoe setia mengiringkan saja, ketika saja tadi pergi menghadap bapak dan bertjakap dengan dia. Saja amat sabar dan riang sedikit waktoe itoe, soenggoeh poen lebih dahoeloe saja telah merasa, jang pertjakapan itoe akan baik kesoedahannja. Bapak menjoekaï benar pikirankoe, hendak mendjadi goeroe disekolah oentoek anak-anak perempoean itoe.

Alangkah lemah lemboet bapak berkata ketika itoe dengan saja! O, tiadalah saja salah sangka akan dia, jang ia menjanjangi anaknja dan mengerti benar-benar akan kehendak si anak itoe. Dahoeloe saja telah berdiri ditepi tebing jang amat tjoeram, dan telah menéngok keloerah jang dalam, dengan gelap goelitanja! Sekalian itoe waktoenja telah terlampau! Tjinta kasih sajang telah melompatkan saja keseberang loerah jang dalam itoe. Maoelah rasanja saja memeloek doenia ini, karena kesoekaan hati jang sebenar-benarnja itoe.

Izin dan berkat dari bapak itoe telah saja djoendjoeng tinggi, dan itoelah sebabnja maka segala 'aral besar-besar jang melintang djalan hidoepkoe jang akan datang, sekarang telah hilang dan hapoes. * 2 November 1900 (II). Soeatoe rahsia jang penting sekali hendak koebisikkan kepada njonja, kekasihkoe jang ditjinta, saja berharap sangat dan pertjaja, jang rahsia ini sedikit hari lagi ta' a k a n m e n d j a d i r a h s i a l a g i!

O, saja sangat beroentoeng! Peloeklah saja dengan kedoea belah tangan, dan rengkoehlah moekakoe kehati njonja, tjioemlah kepalakoe dan oetjapkan selamat kepadakoe, o kekasihkoe! Boekanlah kenang-kenangan jang hampa dan tidaklah mimpi jang kosong jang saja kedjar itoe, dengarlah oléhmoe, ma', saja telah m e m b é b a s k a n dirikoe dan boléh t e g a k s e n d i r i! Saja boléh mendjabat pekerdjaan! Sedjak kemarin saja merasa dirikoe seakan-akan ta' hidoep lagi, tetap, rasanja tempatkoe djaoeh dari roemah ja'ni dalam soerga bahagia dan rahmat! Saja boléh! Saja boléh! Saja boléh!

telah beriboe-riboe kali saja oelangi kata itoe dan selaloe hendak saja oelangi lagi. O sekalian anggotakoe toeroet beriang hati, bersoeka raja, hal itoe tentoe dapat njonja ma'loemkan, boekan, ma'? Njonjalah jang mengenal saja sampai kedalam hati ketjilkoe, dan njonjapoen tahoe poela bahasa beloem lama antaranja angin riboet telah melanggar hatikoe, ketika itoe betoellah dia mendjadi soeatoe kesengsaraan bagikoe jang telah saja perangi dengan hebat.

Tetapi semoeanja itoe adalah mendatangkan kebaikan bagikoe, peperangan jang hébat dalam hatikoe itoe telah mengoeatkan saja! O, ma', djikalau perkara di Betawi dan di Modjowarno telah selesai, tentoelah akan moelai peperangan jang hébat bagikoe. Kedoea tempat itoe menghéla hatikoe; pihak jang satoe karena dekat pada njonja, dan dapat bersama-sama dengan saudarakoe, jang tentoe akan datang ke Modjowarno, bila kabar jang kami terima nanti tentang halkoe, kabar baik..................

disana negeri ketjil, djaoeh dari rioeh rendah seperti dikota, dan djaoeh dari asoeng fitnah manoesia dan diam ditengah-tengah meréka, jang berhati soetji dan bersih, jang hidoep dalam oedara jang soetji, sambil berkasih-kasihan sesamanja manoesia........dan pihak jang satoe lagi...........? „Barang soeatoe dengan moedah dan kemalasan boléh didapat, ta' adalah jang lama boléh berharga dan lama boléh memberi soekatjita oentoek kita," kata njonja Abendanon.

Tetapi ta' oesahlah saja petjahkan kepalakoe oentoek pemilihan itoe. Perlahan-lahan dan dengan sabar boléhlah djoega kita sampai ketempat jang kita toedjoei, apalagi pekerdjaan jang gopoh-gapah biasanja melambatkan. Biarlah saja dengar sadja soeara, jang dibisikkan oléh kalboekoe, dan apa-apa kata soeara itoe akan saja bandinglah dengan pikiran jang keloear dari otakkoe. Baikkah dilakoekan sedemikian, ma'?

Shared under a licence Indonesian Wikisource CC BY-SA 4.0

“Habis Gelap Terbitlah Terang” by Wikisource contributors, from Indonesian Wikisource (https://id.wikisource.org/wiki/Habis_Gelap_Terbitlah_Terang), used under CC BY-SA 4.0.

Checking… —

Narrator

Audio is kept per voice, so a new narrator is read afresh from here on. Anything you have already heard stays as it was.

Finding voices…

Checking what is available…

Reading

Text size
Adjusts the reading column only.

Sleep timer

Vesper fades out over the last twenty-five seconds, so it never cuts.

Contents

Habis Gelap Terbitlah Terang

This text carries no chapter marks of its own, so it is served in equal parts. Nothing has been cut.

  1. 01 Permoelaan kalam 3 min
  2. 02 Pendahoeloean 11 min
  3. 03 Soerat-soerat dalam tahoen 1899 56 min
  4. 04 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 1 50 min
  5. 05 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 2 1 hr
  6. 06 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 3 51 min
  7. 07 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 1 57 min
  8. 08 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 2 57 min
  9. 09 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 3 47 min
  10. 10 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 1 57 min
  11. 11 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 2 1 hr 3 min
  12. 12 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 3 1 hr 9 min
  13. 13 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 4 1 hr 7 min
  14. 14 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 5 1 hr 8 min
  15. 15 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 1 59 min
  16. 16 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 2 57 min
  17. 17 Soerat-soerat dalam tahoen 1904 25 min
  18. 18 Boeah pikiran jang dipetik dari pada soerat-soeratnja jang tiada disiarkan 3 min
  19. 19 Berilah orang Djawa pendidikan! 45 min