Habis Gelap Terbitlah Terang Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 2

Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Adjeng Kartini

Soerat-soerat dalam tahoen 1900

Part 2 of 3 1 hr aloud CC BY-SA 4.0

„Ta' adalah didoenia ini bahasa, bagaimana sekalipoen pandai kita memakainja, jang dapat mentjeriterakan perasaan itoe dengan baik. Bahasa seperti itoe soenggoeh-soenggoeh tiadalah ada."

Sajapoen berpikir demikian poela seperti njonja itoe, bahasa jang sedemikian ta' ada didapat; ja'ni ta' ada dalam bahasa-bahasa jang ditoetoer dan ditoeliskan orang. Tetapi ada seboeah bahasa jang gandjil dan 'adjaib, jang tidak mempergoenakan kata-kata dan hoeroef-hoeroef, tetapi dapat dikenal dan diketahoei oléh masing-masing jang merasaï dia. Dan bahasa itoe boléh dipertjaja amat sangat, karena perkataan „doesta" tiadalah didapat dalam kitab kamoesnja.

Bahasa itoe bahasa mata jang soetji dan terpilih dan ialah tjermin kalboe manoesia! Dan djika njonja dapat melihat saja pada petang, waktoe kertas jang lima helai jang haroem dan sedap baoenja gementar ditangankoe dan air mata jang panas djatoeh berlinang-linang dipipikoe, maka akan mengertilah njonja, apa jang terasa dihatikoe, soenggoehpoen ta' sepatah kata djoeapoen njonja dengar dari moeloetkoe. Apa jang ta' dapat oléh moeloet mengatakan dan oléh péna menoeliskan, dapatlah njonja melihat pada matakoe, jang basah oléh air mata menéngok keatas seperti mentjari seorang diantara bidadari disitoe, jang akan toeroen kebawah, akan memboedjoek hati kami jang piloe dan berdoekatjita oléh karena kesengsaraan, jang banjak didoenia ini dan dialah jang akan memboedjoek kami sebagai didalam soerga nanti.

Sjoekoer, sjoekoer, sjoekoer, kata hatikoe, setiap kali darah toeroen naik dan tiap-tiap napaskoe, itoelah mendjadi oetjapan mohon terima kasih. Kami hanja anak-anak manoesia biasa sadja, ja'ni orang berboedi boeroek dan baik sebagai berdjoeta-djoeta orang jang lain. Boléh djadi pada masa ini lebih banjak jang baik dari jang boeroek ada pada kami, tetapi sebabnja maka begitoe ta' oesahlah ditjari lebih djaoeh. Bila orang hidoep dalam lingkoengan jang sederhana, tentoelah tiada akan soesah ia mendjadi orang baik.

Dengan ta' disangka ia akan baik djoega jang sebenarnja boekan kepandaian, boekan djasa, akan memboeat jang tidak djahat, kalau orang ta' sempat memboeat kedjahatan itoe dan djika ia masih didalam pendjagaan orang toeanja. Nanti, djikalau kami keloear dari roemah orang toea kami jang baik dan sentosa itoe, dan soedah berdiri sendiri dalam penghidoepan jang loeas ini, serta tidak kami rasaï lagi lengan orang toea kami jang lemah lemboet memangkoe kami akan melindoengkan kami, kalau badai kehidoepan datang menjerang menggoda kami.

Djika tangan jang pengasih tiada lagi membimbing dan memegang kami, soepaja kaki kami djangan djatoeh tergelintjir dalam kehidoepan....................Pada déwasa itoelah baroe kami akan menjatakan, siapa kami! Saja minta pada Allah, soepaja kami djangan akan mempertinggi poela goenoeng ketjéwaan, jang telah menjoesahkan kehidoepan njonja. Oléh sebab itoe kami minta pada njonja amat sangat, soepaja njonja djangan menjangkakan kami orang jang semanis dan semolék itoe djoega.

Karena pekerdjaan itoe ta' dapat tidak achirnja mengetjéwakan njonja dan kalau demikian tentoelah hal itoe akan mendoekatjitakan kami. Dengan perlahan-lahan saja hendak mentjeriterakan kepada njonja berdikit-dikit peri hal keadaan kami jang sebenar-benarnja, soepaja njonja dapat mengetahoei tingkah lakoe kami, soepaja njonja, karena baik hati njonja, djangan memandang kami bersipat-sipat baik, karena sipat jang demikian ta' adalah pada kami.

Kami masih moeda, kami lagi boléh hidoep, 'biar nanti kita lihat, apa jang dapat kami perboeat. Njonja menoelis kepada saja: „Saja menaroeh kasihan kepada perempoean-perempoean, nasibnja menarik hati saja, ia masih dihina dan dianiaja didalam kebanjakan negeri-negeri diboemi ini dalam abad „kemadjoean" seperti sekarang. Dengan soeka dan setia saja menegaki dan melindoengi meréka itoe."

Saja mohon banjak terima kasih kepada njonja atas toetoer kata njonja jang manis dan pengasih itoe. Dalam kata-kata jang diatas itoe njata kepada kami, bahasa njonja menjajangi sesama manoesia dan dapat merasaï penanggoengan berjoetajoeta perempoean, jang telah berzaman-zaman 'dianiaja oléh sesamanja manoesia, jaïtoe si laki-laki. Sjoekoer! Mengoetjap sjoekoer banjak-banjak kepada Allah, karena 'ada roepanja orang jang berhati dan pikiran jang moelia, jang menaroeh kasih kepada nasib perempoeanperempoean Boemipoetera jang doeka itoe.

Orang-orang itoelah hendak menerangi doenia perempoean jang gelap dan moeram itoe. Perempoean-perempoean Boemipoetera telah padalah disiksa dan si gadis-gadis moeda remadja itoe telah banjaklah penanggoengannja. Hai saudara perempoean bangsa koelit poetih, jang berhati pengasih dan penjajang, oendjoekkanlah tanganmoe kepada kami, dengan pemandanganmoe jang loeas, otakmoe jang tadjam dan hélakanlah kami dari pada loempoer kesoekaran dan kesakitan ini.

Kelobaan si laki-lakilah jang memasoekkan dan menahani kami keloempoer jang tjelaka itoe. Tolong kami memerangi dadjal kelobaan si laki-laki jang ganas, jang telah beratoes-ratoes tahoen menjiksa dan mengindjaki kami itoe, dan jang menjangka perboeatannja itoe perboeatan jang biasa dan tiadalah ia memikirkan bahasa perboeatannja itoe lalim adanja. Serta ia dengan sabar memandang perboeatannja itoe sebagai hak jang patoet bagi si laki-laki, atau seperti soeatoe poesaka akan kedoekaan si perempoean.

Soenggoehpoen saja masih moeda, saja tidak pekak dan boeta, sehingga saja telah banjak mendengar dan melihat, ja, barangkali telah terlampau banjak penglihatan dan pendengaran, jang menjakiti kalboekoe, dan menjoeroeh saja melawan dengan gagah kepada 'adat-'adat koeno jang boeroek itoe, jang mendjadi soeatoe la'nat kepada perempoean-perempoean dan anak-anak! Dengan poetoes asa dan berdoekatjita amat sangat, saja perpoelaskan tangan saja memikirkan diri sendiri, seorang jang ta' berdaja akan berhadapan dengan soeatoe kedjahatan jang amat besar itoe.

Kedjahatan jang dilindoengi oléh agama Islam dan dïhidoepi oléh kebodohan perempoean jang djadi koerban kedjahatan itoe! Adoeh, bila koekenangkan oentoeng nasibkoe jang akan memaksa saja............mendjalani atoeran 'hidoep jang bernama permadoean, kelaliman jang bengis itoe: „Saja ta' maoe!"

teriak lidah saja dengan kerasnja, dan hati sajapoen mengoelang teriak itoe beriboe-riboe kali.............Kemaoean! adakah kita manoesia mempoenjaï kemaoean? Semendjak hari lahir kita sampai kepada hari maoet, kita mesti............mesti, tidak boléh tidak. Hai, hidoep, alangkah banjak ke'adjaiban dan masaalah jang soekar-soekar dalam dirimoe! Kami menjangka, jang kami telah mengenal engkau dan keadaanmoe, tetapi sebenar-benarnja kami ta' tahoe peri halmoe sedikit djoega!

Kami menjangka mempoenjaï kemaoean, 'soeatoe kemaoean jang 'keras sebagai besi dan kami sangka diri kami koeat dan sanggoep memindahkan goenoeng............ Tetapi, bila kami melihat air mata orang jang berdoekatjita itoe,maka lemahlah kekoeatan kami. Boléhkah saja mentjeriterakan kepada njonja soeatoe tjeritera, jang tidak menarik dan menjoekakan hati, melainkan mendjemoekan, pandjang dan beroelang-oelang, dan memaksa njonja berhati sabar ?

Lebih doeloe saja minta kepada njonja, soepaja njonja memberi ma'af saja, bila tjeritera itoe nanti membosankan njonja dan menghabiskan waktoe. Saja berani mentjeriterakan itoe kepada njonja, karena njonja telah menoelis kepada saja: „Toelislah soerat kepada saja sebanjak-banjak dan sepandjang-pandjang engkau dapat memboeatnja."

Ah, kalau njonja ketahoei lebih doeloe, jang kebaikan njonja itoe akan diroesakkan, tentoelah toetoer kata jang merdoe diatas itoe tidak akan njonja keloearkan. Tjeritera itoe soeatoe hikajat tiga orang perempoean bangsa koelit hitam; anak orang sebelah Timoer, dinegeri jang amat panas. Ketiga anak itoe lahir dengan bermata boeta, kemoedian, sesoedah matanja diobati, dapatlah meréka itoe melihat, sekarang dapat ia merasa dan mengoetjap kemolékan dan kemoeliaan doenia.

Setelah mata meréka itoe telah biasa pada tjoeatja dan kebagoesan dan mentjintaï matahari, jang menerangi seloeroeh alam dan tempat sekelilingnja jang bagoes itoe, maka datanglah perasaan pada dirinja, bahwa kain penoetoep matanja akan terikat kembali dan meréka itoepoen ditolakkan kembali ketempat jang gelap, tempat 'asal datangnja, jaïtoe tempat segala kaoem keloearga dan nénék mojang meréka itoe dipeliharakan! Orang mempersalah kitab-kitab jang penoeh dengan „perkataan sia-sia," jang datang dari tanah sebelah Barat, tanah jang djaoeh itoe masoek ketengah-tengah negeri, tempat jang soetji dan damai dipesisir tanah Djawa jang hidjau itoe.

Disitoelah tinggal ketiga anak perempoean jang terseboet tadi; ketiganja itoe bersaudara. Ketiga saudara itoe ta' soeka dan ta' maoe memikoel dibahoenja beban jang biasa dipikoel oléh nénék mojangnja jang perempoean dengan sabar dan kesoekaan: Sekarang beban itoe tergantoeng dan terbanting dioedara, setiap sa'at'ia boléh djatoeh diatas bahoe orang jang ta' menjoekaïnja itoe. Perkataan orang jang mempersalah kitab-kitab itoe tiadalah sekaliannja benar.

Boekan kitab-kitab sadja jang menjoeroeh dia melawan, dan menjoeroeh ketiga anak itoe membentjii hal keadaan dinegerinja, jang sedjak doeloe kala telah terdiri dan jang djadi soeatoe la'nat kepada segala manoesia jang bernama perempoean atau gadis! Kehendak kepada kebébasan, kemerdékaan, dan maoe tegak sendiri, boekannja kehendak masa sekarang. Tetapi kehendak itoe telah ada waktoe meréka itoe masih ketjil, sebeloem ia mengetahoei „kemerdékaan", dan waktoe kitab-kitab dan soerat-soerat jang berisi tentang hal itoe beloem ada dalam tjapaian meréka itoe, waktoe itoepoen kehendak jang terseboet telah ada dalam kalboe seorang dari ketiga saudara itoe; keadaan jang dilihatnja dan didengamja sehari-hari membangoenkan kehendak itoe padanja.

Kedatangan kehendak pada anak jang seorang itoe, beginilah kissahnja. Pada waktoe bermain-main disekolah Belanda dinegeri ketjil Djapara, dibawah pohon baroe jang berdaoen koening, jang terdiri dalam pekarangan sekolah, doedoeklah bertoempoek-toempoek anak-anak perempoean ketjil dan besar diatas roempoet jang sebagai pennadani hidjau roepanja dan lemboet rasanja. Waktoe itoe hari sangat panasnja dan seorangpoen ta' soeka hendak bermain-main.

Déwasa itoe berkata anak perempoean bangsa koelit 'hitam jang diatas itoe; boekan sadja karena koelitnja hitam, tetapi pada pikirannjapoen tampaklah, bahasa ia seorang anak Boemipoetera, katanja: „Tjoba, Letsy, bertjeritera sedikit atau batjakan apa-apa kepadakoe!"

Seorang anak perempoean bangsa koelit poetih, jang besar dan doedoek bersandar dipokok kajoe membatja seboeah kitab ketjil menéngok pada si anak tadi dan menjahoet, katanja: „Ah, tidak, saja haroes menghafalkan pengadjaran bahasa Perantjis."

„Diroemah dapat kamoe menghafalkan itoe, karena kita ta' ada kerdja. Sekolah oentoek bésok", kata anak koelit hitam tadi lagi. „Betoel, tetapi kalau saja tiada mempeladjari bahasa Perantjis baik-baik, ta' boléhlah saja doea tahoen pergi kenegeri Belanda. Saja ingin hendak pergi beladjar kesekolah goeroe perempoean, barangkali saja ditempatkan disini, djika demikian saja tidak doedoek dibangkoe lagi, melainkan dikoersi dimoeka kelas.

Tetapi, Ni, tjoba tjeriterakan kepadakoe; maoe djadi apa engkau nanti? Hal itoe beloem pernah kautjeriterakan kepadakoe," tanja anak Belanda itoe. Kedoea mata si koelit hitam jang besar itoe memandang kepada jang bertanja dengan hérannja. „Nah, tjeriterakanlah", kata si Belanda lagi. Anak Djawa itoe poen menggéléngkan kepalanja serta berkata dengan ringkas: „'ndak tahoe". Ia betoel-betoel ta' tahoe, ia beloem pernah memikirkan hal itoe, ia masih amat ketjil masih melompat-lompat.

Pertanjaan sahabatnja bangsa koelit poetih itoe termakan dalam hatinja. Ta' dapat ia meloepakannja dan selaloe mendesoes ditelinganja perkataan: „Maoe mendjadi apa engkau nanti?"

Dimenoeng-menoengkannja sehingga kepalanja mendjadi sakit. Pada hari itoe ia beberapa kali mendapat hoekoeman menoelis disekolah, ia mendjadi bingoeng, dan memberi djawab jang bodoh bila orang bertanja barang sesoeatoe kepadanja dan memboeat kesalahan jang bodoh sekali dalam kerdjanja. Tentoe sadjalah begitoe, karena pikiran dan otaknja tidak pada pengadjaran; pikirannja selaloe pada 'kata-kata jang didengarnja waktoe bermain-main tadi.

Jang moela-moela diboeatnja, setiba ia diroemah, ialah pergi kepada bapanja, akan 'mentjeriterakan pertanjaan jang tergorés dihatinja itoe: „Hendak mendjadi apa saja nanti?"

Si bapa tiada berkata apa-apa, melainkan ia tertawa sadja dan memidjit pipi si anak itoe. Tetapi dengan tjara demikian ta'lah si anak itoe bersenang hati dan selaloe merengoet menantikan djawab. Kakaknja laki-laki laloe disitoe, mendengar pertanjaan si anak itoe, telinga si anak jang tadjam itoe mendengar djawab ini: „Akan mendjadi apa anak-anak perempoean? Tentoelah mendjadi raden ajoe!"

Si anak itoe bersenang hati dan berlari dengan kesoekaan. „Raden ajoe," dioelangnja kerap kali dalam hatinja. Apa itoe „radén ajoe?"

Pikiran jang baroe itoe ta' dapat poela diloepakannja, selaloe pikirannja pada kedoea patah kata „radén ajoe" itoe sadja. Ia wadjib mendjadi itoe poela. Ia menéngok kiri kanan, ia melihat dan beramah-ramahan dengan kebanjakan radén ajoe. Sedjak itoe selaloe diperhatikannja beberapa radén ajoe dan dipeladjarinja kehidoepan meréka itoe. Apa jang dapat diketahoei si anak itoe dari pada kehidoepan perempoean-perempoean itoe, menimboelkan kedoerhakaan dalam hatinja kepada kata „radén ajoe", kepada 'adat jang telah berzaman-zaman didjoendjoeng-djoendjoeng bangsanja itoe: „Anak-anak perempoean wadjib kawin, wadjib mendjadi milik seorang laki-laki dengan tiada boléh bertanjakan, apa, siapa dan bagaimana 'si laki-laki itoe!"

Beberapa lama kemoedian dari pada itoe si anak perempoean tadi telah ber'oemoer doea belas setengah tahoen dan waktoepoen datanglah, ia akan meninggalkan kehidoepan anakanak jang selaloe mandja itoe; bangkoe sekolah, bangkoe jang sangat disoekaïnja haroeslah ditinggalkannja dan iapoen haroes bertjerai dengan sahabat kenalannja bangsa Eropah, soenggoehpoen ia soeka amat 'bermain-main dan bertjampoer gaoel dengan meréka itoe. 'Oemoernja telah tjoekoeplah akan tinggal diroemah, akan menjerahkan dirinja kepada sekalian 'adat-'adat tanah airnja; 'adat-'adat jang menjoeroeh anak-anak gadis tinggal diroemah, menjoeroeh hidoep berchalwat jang amat sangat dalam doenia jang soenji sampai datang seorang laki-laki, jang didjadikan Allah oentoek tiap-tiap anak gadis menagihnja akan membawanja keroemahnja.

Apakah jang ta' ada pada kepala si anak itoe dan ta' timboel dalam hatinja, tatkala ia kesoedahan sekali menempoeh djalan dari sekolah pergi keroemah. Matanja jang hitam itoe dilipoeti oléh air mata, dadanja jang ramping mendjadi kembang kempis dengan hébatnja. Bibirnja jang ketjil itoe bergerak-gerak akan menahani sedan-sedannja. Ia tahoe betoel bahwa segala sesoeatoe jang ditjintaïnja telah tertoetoep baginja, sebagai pintoe sekolah.

Pertjeraian dengan goeroe jang menjajanginja, jang berkata manis dan merdoe padanja, waktoe ia akan berangkat itoe, pertjeraian dengan kawan-kawannja, jang berdjabat tangan dengan dia dengan mentjoetjoerkan air mata, dan pertjeraian dengan tempat doedoeknja, tempat jang telah banjak memberi kesoekaan kepadanja, semoeanja mendoekakan dia tiada berhingga; tetapi kedoekaan itoe tiadalah sebesar kesedihan hatinja karena hendak berhenti beladjar.

Ia sangat soeka dan tjinta akan beladjar dan ia tahoe, bahasa lain dari pada peladjaran disekolah rendah tiada tepermanaï banjaknja lagi jang akan diketahoei dan dipeladjari orang. Ia agak loba akan kehormatan, tentang „kepandaian", ia ta' soeka tertinggal dibelakang kawan-kawannja bangsa Eropah, jang berangkat ke Eropah itoe dan ta' maoe tertjétjér pada kakak-kakaknja, jang memasoeki sekolah menengah (H. B. S.). Disembahnja bapanja, meminta, soepaja ia dikirim ke Semarang bersama-sama dengan anak laki-laki memasoeki sekolah menengah dan ia berdjandji akan beladjar dengan seradjin-radjinnja, dan orang toeanja ta' lah akan bersoesah hati padanja.

Ia berloetoet dimoeka bapanja, tangannja jang tersimpoel terletak diatas loeloet bapa' itoe, dan matanja jang besar dan seperti mata bonéka itoe terboekalah menentang si bapa' dengan penoeh keinginan dan pengharapan, serta dengan hati berdebardebar dinantinja djawab si bapa' itoe. Dengan kasih sajang, si bapa mengoeroet-oeroet kepala si anak jang hitam itoe, dan ramboet jang koesoet pada dahi si anak dihindarkan oléh si bapa' dengan djarinja dari dahi itoe, semoeanja itoe kedjadian dengan lemah lemboet, tetapi dari moeloet si bapa' berboenjilah perkataan „tidak!"

Ia ta' boléh beladjar ke Semarang. Ia melompat, ia tahoe, arti kata „tidak," jang keloear dari moeloet bapaknja. Ia berlari kebiliknja, menjoeroek kebawah tempat tidoer akan menjemboenjikan dirinja, soepaja djangan kelihatan oléh orang lain. Ia maoe sendiri sadja, dengan kedoekaan, jang mendjadikan ia tersedoe-sedoe keras, sedoe jang ta' dapat disabarkan. Pada soeatoe ketika goeroe bertanja, kalau-kalau ia soeka pergi kenegeri Belanda bersama-sama dengan Letsy, anak goeroe itoe, sahabatnja akan meiandjoetkan pengadjaran.

Dengan gemar dan mata jang bertjahaja-tjahaja didengarnja perkataan goeroe itoe: „Bagaimana, maoekah engkau?"

„Djangan tanjakan pada saja, saja soeka? Tanjakan sadja: „saja boléh?" djawab si anak itoe waktoe itoe dengan soeara jang lemboet, jang keloear dari bibir jang gementar itoe. Tatkala ia dibawah tempat tidoer itoe, ia berpikir, jang goeroe itoe seorang baik, dan goeroe itoe bermaksoed baik dengan dia. Sebentar lagi si anak itoe berpikir lain poela: Orang asing seperti dia, jang ta' tahoe 'adat-'adat Boemipoetera, ta' tahoelah akan kekedjaman, bertanjakan pertanjaan jang sedemikian kepada si anak itoe.

Menghadapkan makanan jang énak dan lazat, jang melaparkan si anak itoe melihatnja, tetapi si anak tadi ta' dapat dan ta' boléh mengetjap makanan itoe. Si anak itoe anak perempoean jang gila. Ia ta' tahoe, bahasa maksoed orang toeanja jang baik itoe, menjoeroeh ia pergi kesekolah, boekannja hendak memboeat pikirannja mendjadi hoeroe-hara. Ia pergi kesekolah lain tidak melainkan akan beladjar bahasa Belanda dan 'adat-'adat Belanda, tentoelah ia kemoedian akan terhinaar dari kesengsaraan jang banjak itoe.

Tetapi anak 'ketjil dan bodoh itoe boekanlah memboeat dirinja sendiri sengsara, ia ta' dapat menolong, jang Allah memberinja hati jang demikian, hati itoe memandang segala pengadjaran jang bagoes dikatakan bahasa Belanda padanja. Anak jang malang! Dalam kalboenja pikiran bangsa Barat berarak dengan tempik soraknja, tetapi kaki tangannja terikat pada 'adat-'adat bangsa Timoer. Kaki dan tangannja itoe masih lemah dan lemboet, oentoek memoetoes mematahkan ikatan dan belenggoe, jang mengikatnja itoe.

Dan kemoedian bila ia merasa dirinja koeat akan memetjahkan belenggoe dan ikatan itoe dengan sekali renggoet, waktoe itoelah...........tetapi djanganlah kita terlampau hendak lekas, karena hal itoe beloemlah kedjadian. Pintoe sekolah dibelakangnja telah tertoetoep dan roemah orang toeanja soeka dan riang menerima dia.........Roemah itoe besar, pekarangannja loeas sekali, tetapi dinding jang mengelilingi pekarangan itoe tinggi dan tebal.

Tempat jang empat segi dan tertoetoep itoelah jang akan datang mendjadi doenia dan 'alamnja. Bagaimana 'sekalipoen loeas dan bagoes serta penoeh kesenangan seboeah sangkar, maka ia tinggal S A N G K A R djoega pada pemandangan boeroeng jang dikoeroeng dalamnja! Telah laloe! hari moedanja jang mandja itoe telah laloe! sekalian keriangan jang diketjapnja pada masa ketjilnja, telah laloe. Tetapi dirasanja dirinja masih anak-anak, sebenarnjapoen ia masih anak-anak; tetapi 'adat negerin ja membilang dia dengan segera masoek bilangan seorang jang telah sampai 'oemoer.

Padanja ta' ada sérokan jang lébar jang ta' dapat dilompatinja, dan ta' ada pohon tinggi jang ta' dipandjatnja dan iapoen ta'

SEKOLAH RENDAH DI DJAPARA. pernah berdjalan, melainkan selaloe melompat-lompat sebagai anak koeda jang man dja ditengah padang; sekarang ia haroes djadi pendiam dan sopan seperti lajaknja pada anak-anak gadis orang bangsawan tinggi. Pada mata bangsa Djawa, anak gadis dinamakan seboeah permata dari 'segala gadis-gadis, bila ia pendiam dan ta' ber­gerak seperti bonéka, berkata ketika perloe sadja dengan soeara jang haloes, sehingga semoetpoen ta' dapat mendengar, berdjalan haroeslah selangkah doea sebagai sipoet, tertawa djangan kedengaran dan bibirpoen selaloe tertoetoep, tidak senonoh lakoenja bila giginja kelihatan sedang tertawa, djika kelihatan maka dikatakan roepanja seperti „loeak" atau moesang.

Ni, jaïtoe si anak tadi, setiap waktoe melanggar 'adat sopan santoen itoe. Hidoep jang soenji dan jang sama sadja berkepandjangan hari itoe moelaïlah. Dari sehari kesehari ia haroes memboeat pekerdjaan jang ta' bertoekar-toekar dalam lingkoengan jang tidak berganti-ganti, serta bergaoel dengan orang-orang jang selaloe dilihat djoega. Dalam hidoep jang sedemikian jang dapat membesarkan hatinja hanjalah kedatangan sahabatnja Letsy. Keriangan besar baginja, djika Letsy ada padanja, ia kembali mendjadi seorang anak jang mandja dan loepalah ia akan pendjaranja, jaïtoe pendjara jang akan membalas keloepaannja itoe dengan kesedihan jang bertambah lebih lagi, bila Letsy poelang keroemahnja.

Keriangan itoepoen ta' lama, kemoedian lenjaplah dari hidoepnja jang soenji itoe, karena Letsy, sahabatnja itoe, berangkat kenegeri sebelah Oetara jang djaoeh itoe. Djadi ta' adalah sa­habatnja lagi. Akan persahabatannja itoe tidaklah poetoes, soerat dapat djoega memperhoeboengkan meréka itoe, soenggoehpoen meréka itoe berdjaoehan. Tetapi hidoepnja karena itoe makin bertambah-tambah soenji dan tidak bertjahaja........... Dengan keinginan jang amat sangat Ni melihat kepada adik-adiknja perempoean, bila meréka itoe lengkap dengan batoe dan kitabnja, keloear dari roemah akan pergi kegoedang 'ilmoe hendak mengoempoelkan pengetahoean disitoe.

Ada beberapa lamanja ia sendiri memadjoekan pengadjarannja dengan kitab-kitab; tetapi kemoedian ia ma'loem, bahasa beladjar dengan tiada goeroe, pekerdjaan jang sia-sia adanja; maka disimpannjalah kitab-kitabnja dengan keloeh jang amat sangat. Djikalau sekiranja ban tal dan goeling tahoe bertoetoer, pastilah ia akan dapat bertjeritera banjak; dan tentoe ia akan mentjeriterakan kesengsaraan seorang anak ketjil, jang dari semalam kesemalam mentjoetjoerkan air mata jang amat sedih!

Si anak itoe ta' dapat menjabarkan dirinja! Dalam kepalanja jang gila dan hatinja jang rawan itoe timboel silih berganti dengan tiada berhenti-hentinja beratoes-ratoes pikiran jang hoeroe-hara. Ia merasa dirinja ditempat jang soenji senjap, soenggoehpoen ia dikelilingi beberapa orang jang selaloe hari bersama-sama diam dan hidoep dengan dia. Betoel ia bersaudara dengan meréka itoe, dan setiap hari bersama-sama dengan dia, tetapi perasaannja dan pendapatannja berlainan sekali dengan perasaan dan pendapatan meréka itoe dan roepanja keadaan itoe akan tinggal demikian.

Ia ada mempoenjaï seorang kakak perempoean, jang sama-sama dalam pendjara itoe dengan dia. Benar ia sajang pada kakaknja itoe, tetapi tali persahabatan jang memperhoeboengkan si kakak dan si adik itoe, tiadalah berapa tegoehnja, karena perasaan dan boeah pikiran kedoea saudara itoe berbéda amat sangat. Si kakak itoe pendiam, penjabar, tenang dan soeka sendiri-sendiri sadja. Tetapi si adik, seorang anak jang semata-mata berhati mandja dan riang.

Boeah pikiran, jang terdapat pada si adik semoeanja pikiran jang salah pada pemandangan si kakak, jang soeka dan keras pada 'adat-'adat jang lama. Telah kerap kali si adik itoe datang kepada si kakak dengan mata jang bertjahaja-tjahaja dan berhati jang besar mentjeriterakan pendapatannja dan meminta pertimbangan dalam beberapa hal. Kalau si adik telah habis bertjeritera, betoel si kakak tiada melarang si adik itoe, tetapi si kakak selaloe mendjawab dengan tiada pedoeli: „Toeroetlah kehendakmoe, akoe ORANG DJAWA!"

Hati si Ni mendjadi ketjoet, sebagai diraba oléh tangan jang kasar dan seloeroeh toeboehnja mendjadi gementar. Adik-adiknja jang perempoeanpoen telah mendjaoehkan diri dari padanja. Kakaknja jang toea ta' soeka melihatkan adikadiknja 'jang ketjil kerap bertjampoer gaoel dengan si Ni, ka­rena si Ni mempoenjaï boeah pikiran jang gila-gila. Si kakak itoe keras sekali. Adik-adiknja jang ketjil amat takoet kepadanja. Hal itoe meroesakkan hati si Ni sekali, tetapi iboenja lebih lagi dari itoe mendoekatjitakan hatinja.

Hati iboenja itoe lebih-lebih lagi tertoetoep kepada si Ni, karena pikiran si Ni berlainan sekali dengan pikiran iboenja itoe. Ni, anak jang malang benar, hati noeraninja mentjintaï kasih sajang, tetapi seorangpoen ta' hendak memberikan kasihnja kepadanja, pada hal ia sendiri selaloe menghamboerkan kasih mesra kepada orang lain. Itoe sebenarnja boekan salah orang, mengapa si Ni selaloe asing dan lain, ja, berlain benar dengan orang-orang lain?

Iapoen sebenarnja telah kerap kali mentjoba mengoebah dirinja, soepaja ia mendjadi seroepa saudaranja jang lain-lain djoega, tetapi tiap-tiap kali bila ia akan hampir beroebah itoe, maka tiba-tiba datanglah pikiran dalam hatinja jang dibangoenkan oléh pengetahoean bahasa* Belandanja melarang dia mempertoeroetkan jang baroe itoe, seolah-olah 'ia ta' setia pada pengetahoeannja. Sesoedah itoe ia biasanja menjesal, laloe memegang pikirannja jang lama itoe lebih keras lagi dari sampai pada waktoe itoe.

Dalam pada itoe hidoepnjapoen tiada terlampau soenji senjap benar. Karena dalam antara keloearganja adalah djoega doea orang jang menjajanginja, sebagai ia menjajangi meréka itoe, jang mentjintaïnja seperti jang ditjita-tjitanja sendiri, jaïtoe dengan kesajangan dan pertjintaan jang soenggoeh dan soetji. Kedoea orang itoelah poela jang ditjintaïnja dengan pertjinta­ an jang sampai kedalam hati noeraninja. Kedoea orang itoe ialah bapanja dan seorang saudaranja jang laki-laki jaïtoe kakaknja jang ketiga, ja'ni jang boengsoe dari kakaknja jang bertiga itoe.

Betoel bapa'nja ta' dapat memenoehi kehendaknja jang sangat ditjintaïnja itoe, jaïtoe: memberi dia kebébasan! Betoel bapanja itoe ta' tjakap mentjoekoepi .keinginannja akan kepandaian; tetapi bapaknja itoe soenggoeh baik kepadanja dan menjajangi dia, si gadis gila itoe dengan sehabis-habis kasihnja. Bahwa bapanja mentjintaïnja itoe diketahoei dan dirasaï oléh si anak. Bapa itoe pandai benar memandang dia dengan pemandangan kesajangan dan setiawan.

Djarinja jang lemah itoe soenggoeh pandai meraba pipi anaknja itoe dengan lemboetnja serta menjelisik ramboetnja, ramboet jang hitam dan pand jang itoe, serta tangannja jang koeat itoepoen pandai nian memeloek léhér dan bahoe si anak itoe. Si adik itoe tahoe, bahwa kakaknja tadi sajang padanja, meskipoen si kakak ta' pernah menampakkan sajangnja itoe dengan toetoer kata jang manis dan ta' sekali djoea memboedjoek menghiboerkan dia!

Tetapi hiraunja akan adiknja itoe menjatakan kepada si adik, bahwa kakaknja itoe menaroeh kasih sajang kepadanja. Kakaknja itoe tidak mentertawakan dia bila ia mengeloearkan boeah pikirannja padanja, melainkan selaloe didengarkannja dengan soenggoeh-soenggoeh dan ta' pernah ia menggementarkan si adik itoe dengan perkataan: „Toeroetlah kehendakmoe, akan akoe tinggal orang Djawa."

Soenggoehpoen ia tidak mengatakan, jang ia menjetoedjoei tjita-tjita adiknja itoe, tetapi si adik tahoe, bahwa kakaknja itoe dalam hatinja membenarkan pikirannja. Si adik tahoe, menilik kitab-kitab jang dioendjoekkan si kakak ketangannja. Ni, merasa dirinja kaja beroléh kasih sajang kedoea orang itoe dan karena pikirannja disetoedjoei pikiran kakaknja itoe. Bapanja tidak selaloe dekatnja, karena bapa' itoe banjak kerdjanja, ketempat ia bekerdja itoe ta' boléh si Ni datang, karena ia ta' boléh keloear dari dalam biliknja jang tertoetoep itoe dan kakaknja jang ditjmtaïnja itoe hanja beberapa kali boléh datang keroemah, karena ia bersekolah di Semarang.

Jang tetap tinggal diroemah ialah kakaknja jang soeloeng, sebab sekolahnja telah tammat;,ia telah mendapat pangkat dinegerinja dan diam bersama-sama dengan orang toeanja. Kediamannja bersama-sama dengan orang toeanja itoe tiadalah meriangkan hati si Ni melainkan kebalikannja ja'ni mendoekatjitakannja. Dahoeloe sebeloem kakaknja jang soeloeng itoe datang, Ni telah banjak penanggoengannja, sebab tidak diindahkan oléh hampir segala orang seroemahnja, sebab ia dipendjarakan itoe, sebab melihatkan 'adat-'adat koeno, jang ta' dapat disetoedjoeinja itoe.

Kini datang poela oesikan dan ganggoean kakaknja jang soeloeng itoe menambahi penanggoengan jang menjakiti hatinja itoe. Ni ta' soeka dan ta' dapat menoeroet segala kehendak kakaknja itoe. Selaloe dikatakan kepadanja: „Jang lebih moeda haroes menoeroet perintah jang lebih toea; lebih-lebih anak-anak perempoean wadjib menoeroet kehendak kakak-kakaknja jang laki-laki."

Tetapi Ni, seorang anak jang memakai pikiran sendiri, ia ta' mengelti mengapa hal itoe wadjib demikian. Ni berkata: „Boekan salah saja, jang sa ja kemoedian dilahirkan dari kakakkakak saja itoe."

Sepandjang pikirannja bodoh sekali, jang ia karena itoe wadjib menoeroet kehendak kakak-kakaknja itoe. Sepandjang pikirannja, tidak seorangpoen mesti ditoeroetnja, lain dan pada pikiran dan hatinja sendiri. Dan ia tiada akan membenarkan perkataan kakaknja itoe, kalau ia ta jakin, bahwa si kakak berkata benar dan bermaksoed baik. Adapoen kakaknja jang soeloeng itoe seorang anak jang telah roesak, anak kesajangan iboenja. Tiap-tiap orang berloemba-loemba memoedjinja dan memperlakoekan kehendaknja, karena orang maloe akan pangkat bapanja jang tinggi itoe.

Sebab itoe sepandjang pikirannja telah 'adatnja tiap-tiap orang, jang dipandangnja rendah dari padanja, wadjib menoeroet kehendaknja. Moela-moela ia héran, kemoedian djadi marah ia, tatkala dilihatnja adiknja perempoean, jang setengah loesin tahoen lebih moeda dari padanja itoe, berani menjanggah „kemaoeannja". Ia berdjandji kepada dirinja, bahwa anak jang ta' ber'adat itoe haroes, ja, mesti dita'loekkannja. Pada pemandangannja sekalian jang diperboeat si Ni salah.

Bila Ni bersalah sedikit sadja dimarahinjalah dengan keras. Hampir setiap hari si kakak dan si adik berselisih, si kakak dengan moeka asam dan toetoer kata jang kasar, menjakiti hati si adik sampai berloemoer darah, dan si adik dengan bibir jang bergerak-gerak dan soeara jang gementar membéla dengan perkasa hak miliknja, jang hendak diindjak oléh si kakak itoe. Si adik tegak sendiri melawan kelaliman kakaknja itoe, kakaknja jarig nanti akan melindoenginja, bila tjelaka datang atasnja, ja'ni bila orang toeanja ta' ada lagi, sebeloem ia dibawa keroemahnja oléh seorang laki-laki jang didjadikan Allah oentoeknja!!!

Tetapi dekat bapanja tentoelah si kakak tiada berani menggoda si adik tadi, karena bapa' sekali-kali ta'kan maoe mengizinkan hal jang demikian, dan lagi si kakak itoe tahoe, jang si Ni ta' maoe mengadoekan dia, sebab Ni boekannja si pengoempat. Akan orang-orang lain jang seroemah dengan dia dan melihat perselisihan itoe setiap hari, membiarkan sadja dengan berdiam diri, meskipoen meréka itoe tahoe, jang 'si adik menoeroet djalan jang benar.

Si adik perempoean itoe mendjadi kasar dengan tiada berhingga, karena si kakak selaloe menerbitkan kekerasan itoe padanja. Kekasaran si adik amat sangat, sehingga ia berani mengatakan „tidak", bila si kakak menjeboetkan „ia" biarpoen ia masih moeda, dan si kakak djaoeh lebih toea. Seorang anak perempoean ta' boléh mempoenjaï hak jang akan meroegikan seorang laki-laki dalam sebarang perkara. Hak seorang anak perempoean hanjalah barang sesoeatoe jang diizinkan baginja oléh kakak laki-lakinja jang ta' loba.

Beberapa tahoen kemoedian, ketika Ni teringat akan perselisihan itoe, mengertilah ia, mengapa laki-laki sangat loba. Moelaï dari waktoe ketjilnja, si ' laki-laki telah diadjar mendjadi loba, moela-moela sekali oléh iboenja. Sedjak ketjilnja diadjar ia memandang anak perempoean sebagai seorang machloek jang rendah kedoedoekannja dari padanja. Boekankah selaloe didengar oléh si Ni, iboenja, atau saudara perempoean iboenja atau sahabat kenalannja peirempoean-perempoean mengatakan dengan soeara jang menghinakan: „seorang gadis, hanja seorang anak perempoean sadja?"

Djadi perempoean sendiri jang mengadjar si laki-laki menghinakan perempoean. Darah Ni poen mendidih, bila ia mendengar seorang perempoean memperbintjangkan seorang gadis dengan soeara jang merendah dan menghinakan itoe. „Perempoean-perempoean ta' ada harganja."

„Perempoean-perempoean didjadikan oentoek laki-laki, akan kesoekaan meréka itoe; si laki-laki boléh memperboeat perempoean-perempoean menoeroet kesoekaannja."

Bila Ni mendengar itoe, matanja berapi-api, dengan marah ditindjoekannja tangannja dan dikatoepkannja bibirnja akan menahani kemarahannja jang ta' berhingga-hingga itoe. „Sekali-kali boekan begitoe," teriaknja dalam hatinja. „Tidak, tidak, kamipoen manoesia djoega sebagai laki-laki itoe. Berilah akoe menoendjoekkan, bahwa kamipoen orang djoega. Boekalah belenggoekoe! dan izinkan saja, tentoe saja toendjoekkan, jang sajapoen seorang manoesia, manoesia jang sama dengan seorang laki-laki."

lapoen berpoesing-poesing menarik dan merenggoetkan.rantai itoe amat sangat koeatnja, rantai itoe mengïkat kaki tangannja dengan seerat-eratnja. Rantai itoe ta' dapat dipoetoeskannja melainkan kaki dan tangannja jang loeka karena itoe! Dapatkah ia menjabarkan dirinja? Dalam kepalanja jang moeda bertjaboel beratoes-ratoes pikiran dengan tidak berhenti-hentinja. Dalam hatinja telah masaklah pikiran jang hendak melawan keadaan jang koeno-koeno itoe; ia soeka, ia wadjib mengikoet djalan jang baroe.

Bagaimana akan mentjari djalan itoe, beloemlah diketahoeinja; hal itoe masih gelap, dan koesoet dalam otaknja jang bodoh itoe, tetapi ia tahoe, jang ia maoe menempoeh djalan itoe. Itoelah nasib anak jang lekas ber'akal! Anak-anak jang beroemoei sebagai dia itoe, biasanja ta'lain dalam kenang-kenangan, melainkan bermain-main dan bermandja-mandja, tetapi si anak ini selaloe memikirkan hal jang pelik-pelik dalam kehidoepanitoe, jang selaloe menjakitkan hatinja dan mendoekatjilaKan dia.

Hal itoe ta' boleh tidak tentoe terdjadi begitoe; ia tidak pekak dan tidak boeta, dan ia hidoep dalam doenia jang pintjang dan timpang, jaïtoe didoenia bangsa Boemipoetera, jang tidak menaroeh kasihan kepada anak-anak moeda dan tidak mempoeinjaï perasaan jang haloes. Dengan mendadak mata jang moeda dan haloes itoe telah terboeka melihat kehidoepan manoesia jang sebenarnja, jaïtoe kehidoepan jang penoeh berisi kekasaran, kekotoran dan kebengisan jang ganas.

Dari orang toeanja sendiri ta'pernah ia mendengarkan perkataan jang kasar, jang menghoeroe-harakan kalboenja jang soetji dan meloekakan hatinia jang berperasaan haloes itoe; tetapi ia hidoep tidak hanja bersama-sama dengan orang toeanja; ia hidoep didoenia manoesia; doenia jang ta menaroeh kasih kepada anak-anak moeda dan perasaannja jang haloes itoe. O, maoet! mengapakah engkau dinamakan orang moesoeh jang amat ditakoeti? Boekankah engkau jang meiepaskan manoesia dan hidoep jang bengis itoe ?

Ni tentoe akan memohonkan terima kasih padakau dan dengan soekatjita mengikoetmoe! Tidak seorang djoea, jang menoendjoekkan kepada Ni, kemdahan dan kemoeliaan hidoep diloear kedjahatan dan kekedjiannja itoe. 'Adat-'adat Boemipoetera mengharoeskan, soepaja anak dan orang toea djangan «terlaloe beramah-ramahan. Mereka itoe boléh dan dapat 'djoega berdjinak-djinakan dan beramah-ramahan, tetapi berdjinak-djinakan jang soenggoeh-soenggoeh seperti pada kebanjakan bangsa Eropah antara anak dan orang toeanja, tidak boléh djadi.

Ni mentjinta dan menjajangi bapanja dan iapoen tiadalah akan memboeat barang sesoeatoenja dengan tiada sepengetahoean orang toeanja; soenggoehpoen ta' dapatlah ia memboekakan sekalian jang tersemboenji dalam hati noeraninja kepada meréka itoe. Keras dan kasar berdiri 'adat-'adat koeno bangsa Djawa itoe mentjeraikan si bapa dari si anak. Ni melarikan dirinja sedapat-dapatnja dari pada meréka jang merendahkan dia dari pada kelakoean meréka itoe.

Karena 'adat lembaga negerinja tidak mengadakan dia mentjari penghiboeran hatinja pada pangkoean orang toeanja, terpaksalah ia mentjari penghiboeran «hatinja jang doeka nestapa itoe pada sahabat-sahabatnja jang ta' pandai berkata-kata, jaïtoe: „kitab-kitab."

Dahoeloe djoega ia soeka membatja-batja, tetapi sekarang kesoekaan itoe mendjadi ke'asjikan. Kalau sekiranja ia ta' ada kerdja, atau kerdja jang disoeroeh boeat kepadanja telah soedah, maka dengan segera ia mentjapai seboeah kitab atau sehelai soerat chabar. Semoea dibatjanja, apa sadja jang terlihat oléh matanja, dibatjanja, masak mentah kabar-kabar itoe seolah-olah ditelannja kesemoeanja. Kadangkadang ada poela terdjadi, jang ia memboeangkan seboeah kitab dari padanja karena bent jin ja.

Boekankah ia membat ja itoe hendak meloepakan barang jang hidoep, barang-barang jang seperti itoe ta' perloe ditjarinja dalam kitab-kitab, sebab didalam hidoep jang sebenar-benamja soedah sampai banjak benda kedji-kedji, dan jang men djemoekan orang? Oléh karena hal itoelah ia melarikan dirinja dari doenia jang kedji itoe, dan memasoeki doenia kitab-kitab, doenia jang didirikan oléh 'akal dan boedi manoesia. Ada kitab-kitab jang bagoes, jang tiada terkatakan lazatnja.

Kebagoesan dan kelazatan itoelah jang menghilangkan kesoesahan dan kemelaratan hidoepnja. Boedi pekerti jang baik, pikiran jang tinggi orang moelia dan boediman dalam kitab-kitab itoe menggembirakan hatinja dan menglipoerkan laranja. Ia hidoep bersama-sama dengan sekalian apapoen jang dibatjanja dan iapoen tiada kekoerangan kitab-kitab jang akan dibatjanja. Ia hanja perloe mendjoeloerkan tangannja dan mentjapai kitab-kitab dan soerat chabar dalam teromol pembatjaan jang tiap-tiap pekan selaloe membawa perbekalan jang baroebaroe baginja.

Bapanja jang selaloe beroesaha akan menjoekakan hatinja dan jang bersoekatjita sendiri melihat anaknja soeka batja membatja itoe meroesakkan dia dengan kitab-kitab jang dihadiahkannja kepadanja. Ia ta' mengerti semoea, apa jang dibatjanja, tetapi itoe ta' menghilangkan gemar hatinja. Bila ia pada pertama kali tidak mengerti isi seboeah kitab, maka pada kedoea kali mengertilah ia sedikit-sedikit, dan pada ketiga atau keempat kali membatja kitab itoe mengertilah ia semoeanja.

Tiap-tiap kata jang ta' diketahoeinja, ditoeliskannja dalam kitab peringatannja, soepaja nanti bila kakak kesajangannja ada diroemah, boléh ia bertanjakan arti kata-kata itoe kepadanja. Si kakak itoe setia sekali kepadanja dan dengan segala soeka hati menolong adiknja. O, betapakah besar hatinja, bila kemoedian hari diketahoeinja, jang membatja kitab-kitab itoe boekan sadja memberi ni'mat jang lazat tjitarasanja padanja, melainkan memberinja pengadjaran jang ta' berhingga djoega.

O, bila ia ta' mempoenjaï bapanja jang ditjintaïnja itoe dan kakak jang setia, dan kitab-kitab jang indah-indah, tentoelah ia akan berhati doeka setiap hari, sepandjang waktoe. Ia tentoelah akan merasa dalam kesengsaraan, jang meroesakkan hidoepnja jang moeda remadja dan njawanja jang lemah itoe de­ngan kesedihan jang amat sangat. Bapa' dan kakaknja itoelah jang memoeaskan kelaparan hatinja kepada ketjintaan dan kitab-kitab itoelah jang memberi makanan oentoek pikirannja jang lapar, pikiran jang telah dibangoenkan olëh bahasa Belanda!

Kemoedian iboenja melahirkan seorang anak laki-laki. Kedjadian itoelah jang menarik dia kembali dari djalan jang salah, membawanja kedjalan jang baik, djalan jang telah lama ta' ditoeroetnja lagi. Ia hampir-hampir mendjadi anak jang doerhaka kepada iboenja. Doeloe hatinja soedah hampir tertoetoep kepada boendanja itoe. Sekarang adiknja jang baroe lahir itoe memboekakan pintoe hatinja itoe kembali. Adiknja jang ketjil itoe mengadjar dia apa jang sebenarnja Iboe itoe dan apakah kewadjiban si anak pada iboenja.

Keliling peloepoek mata iboenja berwarna hidjau.dan roepanja seperti orang ta' koeat dan lelah; adiknja jang ketjil itoe jang menjebabkan sekalian itoe. Karena, adiknja itoe selaloe mengoesik boenda dan jang semalam-malaman berteriak-teriak, sehingga iboe ta' dapat tidoer. Soenggoehpoen adik sangat menjoesahkannja, tetapi boendapoen ta" pernahlah memasamkan moekanja barang sedikitpoen karena oesikan itoe. Apabila adik berteriak dan ,menangis mendjerit-djerit, maka dengan sekedijap mata iapoen telah ada dekat adik dan dengan lemah lemboet diambilnja adik, dipangkoenja, dan sebeloem adik tertidoer njenjak dipangkoeannja, beloemlah dilepaskannja dari tangannja.

Boekankah Ni seorang anak jang ketjil dan ta' berdaja seperti adiknja itoe doeloe? Tidakkah boendanja tatkala doeloe bersoesah pajah poela karenanja? Awan jang melipoeti hati Nipoen hilang dan kalboenja gembira lagi akan mentjinta menjajangi perempoean, jang melahirkan dia kedoenia ini! Pada tahoen jang pertama adikpoen séhat dan wal'afiat dan kemoedian dari pada itoe ia mendjadi sakit-sakit, dan tiga tahoen lamanja ia ta' pernah senang, jang sebenar-benarnja seolah-olah ia berperang jang hébat hendak mempertahankan njawanja.

Melihat adik-adiknja sakit itoe, Ni beladjar dengan sebaik-baiknja arti anak bagi si boenda. Dengan tjara demikian tahoelah Ni, bahasa ia koerang pengetahoean tentang hal itoe, sekaranglah ia mengenangkan dirinja sendiri dan baroelah ia tahoe, bahwa sampai waktoe itoe ia hanja selaloe memikirkan kesoesahan sendiri, dan ta' pernah memikirkan kesengsaraan orang lain. Waktoe itoelah baharoe ia insaf akan kesalahannja sendiri. Iapoen doeloe seperti adiknja itoe poela, ia ta' akan datang kedoenia ini kalau ia ta' ada berboenda.

Laloe teringat poela oléhnja kelakoeannja dengan kitab-kitab tadi, jang mendjaoehkan dia dari ïboenja. Iboenja itoe tentoelah banjak penanggoengan waktoe itoe dan Darangkali sekarangpoen masih ada penanggoengannja itoe. Nipoen tentoe ta' dapat menolong, jang moela-moelanja berselisih pikiran dengan boendanja, tetapi soenggoehpoen begitoe, iapoen sangat menjesali dirinja doeloe berkelakoean jang sedemikian. Adiknja jang ketjil itoe mengadjar Ni, menjebabkan dia insaf akan dirinja dan mengadjar dia berhati sabar serta mengoetjap terima kasih, lagi mengadjar dia memberi orang lain dengan tiada mengharap pemberian orang jang lain itoe kembali.

Empat tahoen lamanja waktoe telah laloe; orang jang tiada dalam pikirannja tentoelah menjangka, bahwa waktoe itoe berdjalan senang dan sentosa sadja, tetapi meréka jang tadjam penglihatannja tentoe mema'loemi, bahwa waktoe itoe bagi Ni waktoe peperangan adanja, lahir dan batin. Dalam tiga tahoen i oe banjaklah jang dipeladjarinja, ja'ni: memerintah diri sen­diri, berhati sabar dan tidak lebih doeloe memikirkan oentoek diri sendiri sadja, tetapi berserah diri beloemlah dipeladjarinjadan iapoen ta' sanggoep mempeladjari itoe.

Dalam kepalanja selaloe bertjaboel dan berkatjau pikiran jang bimbang dan goendah goelana disertaï oléh penglihatan jang berkelilingnia dan jang terdjadi pada tempat jang lain-lain. Sekalian itoe menjedihkan hatinja dan mendjadikan darahnja mendidih. Soeara jang datang dari tanah Eropah jang djaoeh itoe jang tertera dalam kitab-kitab, soerat-soerat boelanan dan soerat-soerat kabar serta warkah-warkah dari sahabat-sahabatnja bangsa Belanda menambahi bimbang pikirannja itoe dan soeara itoe masoek kedalam hati noebarinja.

Dalam empat tahoen itoe hanja beberapa kali ia keloear dari roemah orang toeanja. Waktoe boelan poeasa djikalau orang toea pergi kekoeboeran maka saudara-saudaranja perempoean dan Nipoen boléh pergi bersama-sama dan pada .soeatoe hari orang toeanja membawa saudaranja perempoean jang soeloeng dan Ni sendiri pergi kepada bapak moedanja jang tinggal dinegeri lain. Setahoen lamanja ia bersama-sama dengan saudara-saudaranja perempoean mendapat pengadjaran dalam djahit-mendjahit dari seorang perempoean Belanda, sedjam lamanja pada tia-ptiap petang.

Oentoek Ni djam itoe soeatoe sa'at jang memberi kesenangan, karena ketika itoe ia dapat bertjakap-tjakap bahasa Belanda, bahasa jang ditjintaïnja itoe. Sementara itoe kakaknja jang soeloeng dipindahkan ketempat lain. Kepindahan itoe membesarkan hati Ni. Jang sebenarnja Ni maloe mengatakan jang ia berbesar hati karena itoe, sebab jang pindah itoe kakaknja, betoel si kakak itoe ta' sajang kepadanja. Waktoe dan perantaraan telah berboeat pekerdjaan jang 'adjaib.

Kedoea hal itoe menghapoeskan dendam chasoemat dari hati Ni. Ia telah sajang kepada kakaknja itoe kembali dan menaroeh kasihan pada kakaknja jang moeloetnja manis dan berkata merdoe itoe. Betapa soeka hati Ni, tatkala ia melihat kakaknja itoe lama kelamaan insaf akan kesalahannja itoe. Soenggoehpoen hal itoe tidak dikabakannja kepada Ni, tetapi lakoe dan perangainja menjatakan jang ia menjesali dirinja berboeat jang tidak 'adil pada adiknja.

Dengan air mata jang bertjoetjoeran Ni mengoetjapkan terima kasih dan sjoekoer pada Allah, sebab kakaknja sekarang menjajanginja. Dahoeloe Ni dibentji dan digoda oléh ,kakaknja itoe, sekarang Ni mendjadi kesajangannja. Orang lain-lain, biarpoen isterinja sekalipoen, ta' dapat mengambil hati si kakak itoe, tetapi Ni selaloe dapat mengambil hatinja. Telah setengah tahoen datang adiknja, Bemi mengawani Ni dalam pendjara itoe. Bemi beroentoeng, karena ketika Ni ber'oemoer sebagai Bemi, ia telah lama dikoeroengkan dibelakang dinding jang tebal dan tinggi itoe, tetapi Bemi waktoe ber'oemoer sedemikian masih bébas melompat kian kemari dan boléh berdjalan-djalan memboeat barang jang lain-lain jang dahoeloe ta' boléh diboeat Ni.

Bemi telah ber'oemoer empat belas setengah tahoen, baroe haroes tinggal diroemah. Déwasa itoe Ni telah ber'oemoer enam belas tahoen, saudaranja perempoean jang tertoea telah dipersoeamikan. Perkawinan itoe mendatangkan peroebahan dalam hidoep Ni. Ia mengadjar kenal adik-adiknja jang sebeloem dari waktoe itoe disangkakannja seperti orang asing sadja. Dengan adik-adiknja itoe ia hidoep berdjinakdjinakan. Saudaranja perempoean jang tertoea itoe ta' ada lagi jang akan mempertjeraikan meréka itoe.

Ni mendjadi saudara jang tertoea dalam roemah, tetapi ia ta' soeka ditoeakan seperti kedoea kakaknja laki-laki dan pe,rempoean itoe...ia maoe disajangi, tidak ditakoeti. Kebébasan dan kesamaan dimintanja pada dirinja sendiri. Tiadakah ia memberi kebébasan dan kesamaan kepada orang jang lain-lain? Pergaoelan dengan adik-adiknja haroeslah bébas dan tidak dipaksa, diboeangnja segala barang sesoeatoe jang menjangkoeti dan menahani kebébasan dan kesamaan itoe.

Dengan adik-adiknja, Bemi dan Wi, jang soedah wadjib poela tinggal diroemah, ia mendapat bilik saudaranja jang toea itoe......... Dibilik itoe datang tiga orang machloek jang moela-moelanja tiada berkenalan satoe dengan jang lain, disitoelah meréka itoe sama-sama bertemoe dan berkoempoel mendjadi satoe. Serta ditempat itoelah permoelaan tjeritera anak tiga bersaudara itoe. Augustus 1900 (II). Héran benar, kekasih kami jang djaoeh dari kami, apalah sebabnja maka ta' dapat kami mimpikan, sedang ia selaloe dalam kenang-kenangan kami dan selaloe kami perbintjangkan!

Tetapi adalah pada soeatoe malam anak njonja jang tertoea ini bermimpikan njonja. Toean kedoea rasanja datang kembali ke Djapara dan waktoe itoe kami pergilah menjongsong toean dan njonja sampai ke Semarang. Pertemoean kami dengan njonja itoé sangat merawankan hati kami, dan dengan tiada menghamboerkan kata sepatah djoeapoen. Kami masing-masing berganti-ganti njonja peloek dengan peloek jang sampai kehati noerani dan njonja pegang kami dengan tegoeh seperti kami ta' akan dilepaskan lagi rasanja.

Dan dalam pangkoean njonja itoe berderailah air mata kami, karena merasa beroentoeng jang ta' dapat dihinggakan. Tatkala anak njonja tersadar dari pada tidoernja, maka bantalnja dilihatnja telah basahlah oléh air matanja. Sehari-harian itoe ia berhati sajoe, karena mengenangkan perdjoempaan diatas ini, hanjalah semata-mata soeatoe mimpi sadja. Kami takoet, kami takoet benar njonja dan toean tidak akan berdjoempa lagi dengan kami, anak-anak njonja, bila kelak njonja telah meninggalkan kami.

Sekarang kami rasa soekatjita kami mendjadi soesoet. Makin lama makin kami ketahoei, bahwa kami sekarang tidaklah seperti dahoeloe lagi. Pengetahoean dan keinsafan itoelah mendjadi soeatoe benda jang mendoekakan hati kami. O, hidoep! apakah jang telah engkau perboeat atas anak-anak perempoean mama Mies, dan apakah djadinja anak-anak gadis itoe sekarang? Kemanakah perginja kegembiraan kami jang amat besar itoe? Karena kegembiraan jang ta' dapat dinilai itoelah maka kami dapat sampai keseberang laoetan kesoesahan, dan kegembiraan itoe wadjib kami taroeh senantiasa oentoek mengaroengi rimba raja dalam doenia penghidoepan jang akan kami tempoeh tentoelah dengan s o e s a h dan s o e k a r. Kemanakah perginja keradjinan dan kegirangan kami jang menghiboerkan hati selaloe maoe bekerdja, dan jang banjak menghasilkan berbagai-bagai pertjintaan?

Kemanakah perginja si penglipoer hati jang menghilangkan dan meloepakan djemoe dan bosan jang tertera dalam kitab kamoes? Tiap-tiapnja, jang selama mi kami indahkan dan menggirangkan hati kami, semoeanja sekarang telah meninggalkan kami. Wahai, ma' Mies, dapatkah toean memikirkan, bahasa ta' adalah orang jang lebih tjelaka dari pada orang jang ta' tentoe toedjoean maksoed hidoepnja? Nistjaja akan mendjadi orang sia-sialah kami, kalau ta' ada sesoeatoe apa-apa terdjadi, jang menggembirakan hati kami dalam keadaan ta' berhawa nafsoe dan ta' berdaja ini.

Begitoelah keadaan kami sekarang. Segala kesoekaan kami jang dahoeloe, telah terloepa terletak, bertjendawan ditempat jang soenji. Gambar-menggambar, moesik, djahit-mendjahit, masak-memasak, berkirim-kiriman soerat, ja, sedangkan batja-membatja jang dahoeloe mendjadi bahagian hidoep kamipoen sekarang telah kami abaikan. Kami boléh dikatakan telah mendjadi orang jang semalas-malasnja semasa ini. Wadjib kami memaksa diri sendiri akan menghabiskan membatja soeatoe kitab ketjil.

Soeatoe paksalah rasanja bagi kami sekarang batja-membatja itoe, sedang dahoeloenja itoelah soeatoe kesoekaan jang amat sangat bagi kami, lebih dari jang lain. O, ma', demikianlah kemoendoeran kami sekarang. Kemanakah perginja kemaoean dan kekoeatan kami dahoeloe itoe? Soenggoeh ta' dapatlah ditjeriterakan bagaimana penanggoengan kami ini, jang disebabkan oléh kelalaian dan kesia-siaan jang menjerang kami. Kami seolah-olah ta' bekerdja sedikit djoega.

Dan djikalau ada apa-apa jang perloe kami perboeat, maka kami kerdjakanlah keperloean itoe seperti mesin sadja. Apakah kiranja jang koerang bagi kami? Sakit kamipoen tidak. Boléh djadikah agaknja sekalian itoe disebabkan oléh kesengsaraan jang telah kami tanggoengkan dahoeloe ? O! Kesedihan hati! Kesakitan itoe soenggoeh kadang-kadang ta' dapat ditahani! Akan penolak bahaja itoe wadjiblah kami hendaknja menaroeh barang sesoeatoe, teroetama ialah soeatoe pekerdjaan tetap, jang menarik hati kami semata-mata, ja'ni p e k e r d j a a n jang ta' sempat membiarkan diri oentoek memikirkan kesengsaraan, meskipoen barang sekedjap mata sekalipoen!

Itoelah soeatoe oepaja jang baik, jang akan dapat membangoenkan pikiran kami jang telah tertidoer itoe, dan jang sanggoep mengembalikan kemaoean hati kami jang telah melajang itoe. Dalam bekerdja, disitoelah tersemboenji oepaja itoe. Kenang-kenangan kepada beringin sangat-sangat akan mendapat kerdja jang kasihi, itoelah jang mendoekakan hati kami benar. Kami sangat beriba hati, bila kami merasa jang badan sendiri berhati maoe dab koeat akan bekerdja, tetapi oléh karena oentoeng malang, kemaoean dan kesoekaan itoe ta' dapat dilangsoengkan !

Sekalian kesoesahan dan kesengsaraan itoe membawa kami kepadang kelalaian dan kemalasan. Anak njonja jang tertoea héranlah akan dirinja sendiri melihatkan soerat jang sepandjang ini dapat ditoelisnja........., tetapi mengapa tidak......... karena soerat ini ialah oentoek ma' Mies jang koetjintaï akan mengabarkan kesengsaraan, djadi ta' héranlah jang kata-kata itoe sebagai mengalir sadja dari pénakoe ini. Kami ta' dapat dan ta' soeka mempertjajaï, bahwa hidoep kami achirnja akan seperti hidoep jang banjak sadja; tetapi kamipoen ta' maoe poela pertjaja dan sekali-kali ta' dapat memikirkan, jang mimpi kami jang bagoes itoe akan terdjadi.

Walaupoen demikian makin dekat kami berdiri pada perasaan kedjadian tjita-tjita kami itoe, makin sangatlah kami mentjintaïnja! Demikianlah pikiran kami. Ringkasnja, kami menjangka sekarang, bahwa seakan-akan hanja beberapa hari sadjalah antara kami tergenggang dari pada hidoep jang baroe, jang kami ingini benar itoe! Sangat sedihlah hati kami memikirkan hal itoe kembali. Ta' maoelah kami mentjeriterakan dia lagi disini, soenggoehpoen demikian kami berdiam diri, boekanlah poela artinja maoe membiarkan sedja penanggoengan kami atau mengizinkannja.

Oléh karena kami sekarang dengan peladjaran kami telah sampai sedjaoeh itoe berdjalan, ta' maoelah kami memboeangkan apa jang telah tertaroeh bagi kami, dan sedjak dari dahoeloe, sekali-kali tiadalah kami berhadjat hendak memboeangkannja. Baik tidakja perboeatan kami ta' tahoelah kami, tetapi kami ta' dapat dan ta' soeka menoeroet kehendak soeara jang lain, lain dari pada soeara hati kami sendiri. Sesoeatoe tjita-tjita kami jang besar sekali, ja'ni hendak mengasihi orang dan dalam hal itoe mentjoba, soepaja mendapat kasih sajang orang, jang dapat kami harapkan akan mempertinggi pikiran kami.

Boelan Juni jang laloe, ketika kami diroemah toean Sythoff, bertanjalah toean residén itoe kepada anak njonja jang soeloeng ini, kalau-kalau si anak itoe telah tahoe, bahasa Directeur van Onderwijs ada mentjari seorang goeroe kepala perempoean oentoek seboeah sekolah gadis, jang bakal didirikan. Sebeloem anak njonja ini mendjawab, toean residén memoetar tanja itoe kepada bapa: ,,Soedahkah toean tjeriterakan hal itoe kepada anak-anak toean, regén?"

Dan setelah mendapat djawab, ia bertanja lagi kepada anak njonja ini: „Soekakah engkau mendjadi goeroe kepala sekolah itoe?"

Si anak tiada berkata apa-apa melainkan diboeangnja moekanja ketempat lain, soepaja bapa dan residén jang doedoek berhadapan dekat kami, ta' dapat melihat mata si anak, jang telah siap dengan segala gambar tjita-tjita jang tersemboenji dihatinja itoe. Ia tiada berdjandji akan mendiamkan kehendak dan tjita-tjitanja itoe, tetapi ia ta' tahoe, bahwa bapanja ta' soeka, jang si anak memperbintjangkan hal itoe dengan orang lain. Dalam segala hal haroes nama bapa' dipeliharakan, dan pertjakapan jang terseboet diatas ini ialah sebagai soeatoe mimpi, jang menakoeti dan mengerikan bapa.......

„Kami sedianja wadjib mendjadi anak laki-laki, dan kalau demikian boléhlah kami mendjadi laki-laki jang koekoeh," itoelah perkataan jang atjap kali kami dengar, sehingga djemoelah telinga kami mendengarnja. Djikalau benar hal itoe dan ada bagi kami sifat-sifat jang boléh mendjadikan kami laki-laki jang koekoeh, apakah sebabnja maka kami sebagai keadaan kami sekarang ini, ta' boléh mendjadi p e r e m p o e a n jang koekoeh dan perkasa?

Atau mestikah hendaknja orang menaroeh otak, jang asing zat-zat jang mendjadikannja, oentoek tjétakan lakilaki jang koekoeh dan perkasa itoe? Atau barangkali ta' bergoenakah perempoean jang berani dan koekoeh didoenia ini?"

Tetapi mémanglah soedah djadi nasib kami perempoean jang sedemikian; ja'ni kami perempoean Djawa ini haroes teroetama bersifat patoeh, penoeroet dan mesti berserah diri sadja. Kami sebenarnja boléh disamakan dengan tanah liat, jang dapat diperbagai-bagaikan orang bangoennja, menoeroet seperti kehendak laki-laki sahadja. Tetapi apakah goenanja kita memperbintjangkan keadaan itoe? Kalau demikian ta' adalah oebahnja seperti orang menjajangi kapal jang tenggelam, dan mengatakan apakah sebabnja maka kapal itoe tiada ditinggalkan sadja dipelaboehan ?

Karena kalau demikian tentoelah ia ta' akan tenggelam. Dan lagi dengan salah-menjalahi dan membongkar segala kesalahan dan menjelidiki siapa jang bersalah, sekali-kali ta' dapatlah kita menolong, soepaja kapal itoe djangan tenggelam. Tetapi bila kita membanting toelang, bekerdja keras memberi pertolongan dan memompa air pada tempat jang botjor, nistjaja boléhlah ketjelakaan itoe tertolak; kalau tidak demikian dilakoekan terbaiklah orang membiarkan dirinja mati lemas sadja......................................................................

Pada setahoen jang baroe laloe ini sadja perasaan hidoep kami lebih banjak dari pada perasaan pada tahoen-tahoen jang lain, sama sekali dikoempoelkan. Adalah anak soeloeng njonja ini menaroeh sangka, jang bapa' berniat hendak mengatakan barang sesoeatoenja padakoe, tetapi bapa' enggan hatinja mengatakan itoe, karena hal itoe pastilah akan menjedihkan hati si anak. Dapatkah ma' memikirkan betapa beraitnja hal itoe, sehingga dapat menjedihkan hati bapa serta anaknja itoe?

Telah berapa lamanja kemoedian dari padia itoe, tatkala si anak menjesak bapa', meminta menjelesaikan ketetapan kedoeaoekan kami, maka dapatlah si anak melihat pada mata bapa' dengan penglihatan jang piloe kepada si anak, seperti ia hendak berkata: „O, soeka benarkah engkau dengan selekas-lekasnja hendak memnggalkan sa ja, hai anakkoe?"

Si anak memalingkan moekanja.........hatinja mendjadi piloe, piloe jang amat sangat! O, Allah, benarlah tjinta itoe soeatoe benda jang amat 'adjaib, jalan soerga dan naraka pada manoesia. Mentjintaï dan menghormati bapak, itoelah soeatoe keperloean dalam hidoep bagi kami. [Jan tjmtanja itoelah poela bahagian jang besar dari pada bahagia kami. Kalau hidoep kami tiada dengan ketjintaannja, tentoelah hidoep kami selaloe gelap. Sebab itoelah maka bahagia itoe dengan soekatjita kami menerima dari tangannja.

bahagia jang ta' datang dari bapa sendiri, kami pandang tidaklan sebagai bahagia jang menjelamatkan kami. Lebih djaoeh kamipoen pertjaja poela, bahwa hidoep dengan tiada mempoenjai kasih tjinta bapa', ta' pennahlah kami akan hidoep selamatcian hidoep beserta dengan kasih tjintanja, ta' pemahlah akan membawa kami sama sekali kepada hidoep melarat. * 23 Augustus 1900 (I). Stella, pertjajalah engkau kepadakoe, djikalau tjita-tjita saja atau tjita-tjita kami sampai, „sampai" seperti menoeroet maksoedmoe atau seperti maksoed saja, maka keadiaan itoe tentoelah torajadi °léh karena pekerdjaanmoe.

Saja menoelis kata ini tidaklah dengan semena-mena sadja, tetapi kata ini koekatakan, keloeanija dan hatikoe. Telah banjak engkau mengadjari saja, betoel-betoel amatlah banjaknja, dan adjakanmoe itoelah soeatoe bantoean jang tegoeh dan soeatoe kekoeatan bagikoe. feaja soeka sekali hendak menoentoet kebébasankoe. Kerdja itoe akan koekerdjakan. Saja soeka..........saja mesti......... terdengarkah oléhmoe katakoe itoe? Bagaimanakah saja akan menang, djika saja tidak pergi berperang menoentoetnja?

Bagaimana saja akan mendapat, kalau saja tidak mentjari? dengan tidak berperang ta' adalah kemenangan. Saja soeka berperang Stella, sebab saja maoe mendapat kebébasan. Ta' gentar saja akan bertentangan dengan keberatan dan kesoesalian. Menoeroet perasaankoe dirikoe sama koekoeh akan menoeroet kebébasan; tetapi adalah soeatoe hal jang amat koetakoeti, ja'ni bapa' saja. O, Stella! telah kerap kali saja tjeriterakan kepadamoe jang saja tjinta dan sajang kepada bapakoe.

Ta' tahoelah saja entah adalah kiranja keberanian dalam dirikoe hendak memadjoekan kemaoeankoe itoe, bilamana saja ketahoei, jang saja kelak dengan keberanian itoe akan meroesakkan hatinja jang tjinta dan sajang padakoe itoe. Saja mentjintaï bapakkoe dengan tjinta jang tiada berhingga. Bapakoe telah toea, telah beramboet poetih, poetih ramboetnja itoe ialah karena .memeliharakan kami, dan memeliharakan saja. Dan djika sekiranja adalah seorang diantara kami jang patoet mendapat tjelaka, biarlah saja jang menanggoeng tjelaka itoe.

Demikianlah kerélaan jang tersemboenji dalam hatikoe; karena moestahillah saja akan beroentoeng, meskipoen saja mendapat kebébasan, kemerdékaan dan tegak sendiri, kal au sekira­nja saja dalam hal itoe mentjelakakan .dan meroesakkan hati bapakoe. „Adakah engkau maioem benar bahwa hal itoe ialah hal keadaan jang amat soekar?"

katamoe kepadakoe. O ja, dengan sebenarnja! Saja sendiripoen telah membajang-bajangkan kepadamoe dahoeloe, betapa moedahnja berboeat demikian, dan dengan girang hatikoe mangatakannja témpoh itoe, tetapi sekarang............................... .........Maoekah engkau mendengarkan katakoe? Perdjalanan hidoep anak-anak perempoean Djawa telah ditentoe dan dihinggakan, serta dengan koekoeh lagi dibatasi oléh 'adat jang koeno. Kami ta' bolch mempoenjaï tjita-tjita hati.

Tjita-tjita jang boléh saja mimpikan ialah: bésok atau loesa saja akan mendjadi isteri jang kesekian dari seorang laki-laki. Saja maoe menentang keras meréka itoe, jang dapat menidakkan bitjara itoe. Djikalau dipikirkan dan dibandingkan hal keadaan Hindia dan Eropah, tentoelah engkau akan membenarkan, bahwa tingkah lakoe lakilaki disitoe tiadalah sedikit djoega lebih baik dari pada lakilaki disini, dan perempoean-perempoean disitoe sama menanggoeng nasib tjelaka seperti perempoean-perempoean disini.

Hanjalah ini sadja perbédaannja: kebanjakan perempoean-perempoean disana bersoeami dengan seorang laki-laki, jang bekal ditoeroetnja menoempang bersarpa-sama dikapal perkawinan, jang berhaloean bébas; tetapi perempoean-perempoean disini tiada menaroeh kebébasan jang demikian, melainkan ia dikawinkan sadja, karena menoeroet kemaoean orang toeanja atau walinja. Meréka itoe kawin dengan laki-laki jang disetoedjoei oléh pikiran orang toea atau .wali itoe, jang memandang bahwa si lakilaki itoe orang baik dan patoet.

Dalam agama Islam mengawinkan orang tiadalah dengan izin si perempoean, ja, tidaklah dihadapannja kedjadian hal itoe. Boléh sadja oempamanja: Bapa datang hari ini keroemah dan berkata kepadakoe: „Ni, engkau telah dikawinkan dengan si Anoe."

Sekarang saja wadjib menoeroetkan soeamikoe itoe. Boléh djoega tidak saja toeroetkan, tetapi hal itoe memberi si laki- itoe berhak boléh merantai saja se oemoer hidoep, dengan tiada mengindahkan dan mempedoelian saja sedikit djoeapoen. Meskipoen saja tidak menoeroetkannja, maka sajapoen tinggal isterinja djoega; sebab ia ta'maoe mentjeraikan saja, dan sajapoen dengan hal itoe selama hidoep selaloelah terikat kepadanja, sedang ia sendiri boléh tinggal bébas memboeat barang sesoeatoenja.

Ia boléh beristeri seberapa soekanja sadja, dengan tiada mempedoelikan saja sedikit djoeapoen. Djikalau sekiranja bapak mempersoeamikan saja seperti itoe, maka maoelah rasanja saja memboenoeh dirikoe sendiri, tetapi bapakkoe tentoelah tiada akan memboeat seperti itoe. Allah mendjadikan perempoean oentoek mendjadi kawan si laki-laki dan oentoéng nasibnja ialah akan dikawinkan. Betoel pikiran itoe tiadalah akan saja bantahi, dan dengan soeka hati saja mengakoe bahasa oentoeng perempoeanlah kelak, jang sebesar-besarnja, biarpoen oentoeng itoe akan terdjadi pada zaman-zaman jang akan datang, ja'ni bilamana si perempoean dengan soeaminja hidoep dengan berdjinak-djinakan dan damai.

Moestahillah akan dapat diperoléh hidoep jang berdjinak-djinak­ an dan damai itoe, djikalau oendang-oendang oentoek kami perempoean masih berlakoe sebagai oepaja, jang telah saja oeraikan kepadamoe diatas ini. Ta' patoetkah saja membentjii dan menghinakan perkawinan jang sedemikian itoe, sebab si perempoean dengan hal jang sedemikian terang dianiajanja? Sjoekoerlah, tidak tiap-tiap orang Islam beristeri empat orang. Tetapi masing-masing perempoean.

Islam jang bersoeamipoen tahoelah, bahwa tiadalah ia seorang sadja jang berhak mendjadi isteii si laki-laki itoe. Bésok atau loesa boléhlah lagi soeaminja membawa isterinja, perempoean jang lain, keroemahnja itoe. Perempoean jang baroe itoe sama banjak haknja dengan dia tentang kepada soeaminja, karena menoeroet roekoen Islam perempoean itoepoen isteri gahara djoega. Dalam negei'i-negeri Goebernemén tiadalah begitoe banjak kesengsaraan perempoeanperempoean, seperti penanggoengan saudara-saudaranja ditanah Solo dan Djokdja.

Disitoe banjak benar perempoean-perempoean jang tjelaka bersama-sama dengan satoe, doea, tiga, empat perempoean jang lain jang bemama „selir" soeaminja. Dinegeri-negeri Solo dan Djokdja itoelah perempoean-perempoean diseboetkan permainan anak-anak! Pada negeri-negeri itoe tiada seorang djoega laki-laki jang beristeri seorang. Dalam ling'koengan orang-orang bangsawan lebih-lebih dalam lingkoengan Soesoehoenan, ada banjak lakilaki jang beristeri lebih dari pada doea poeloeh enam orang.

Boléhkah keadaan jang demikian itoe dibiarkan sadja, Stella? Meréka itoe telah biasa memakaikan keadaan jang demikian, sehingga roepanja tiadalah dirasaïnja kesengsaraan itoe lagi, tetapi soenggoehpoen demikian, jang sebenanija banjak djoega perempoean-perempoean jang menanggoengkan kesakitan itoe dengan diam-diam. Hampir sekalian perempoean jang saja kenal disini semoeanja menjoempahi hak si laki-laki jang menganiaja itoe. Tetapi dengan soempah itoe siadja tidaklah akan menolong melainkan sekalian itoe wadjiblah diperangi benar-benar.

Hai perempoean-perempoean dan gadis-gadis! Bangoenlah engkau, marilah kita bersoenggoeh-soenggoeh dan bekerdja bersama-sama oentoek mendatangkan peroebahan dalam hal menolak bahaja jang telah menoelar selama itoe. Ja Stella, saja tahoe bahasa dibenoea Eropah boedi pekerti si laki-lakipoen kedji poela. Saja bersama-sama dengan engkau menghormati anak .moeda laki-laki jang membelakangi 'adat'adat koeno dan penggodaan itoe. Dan saja hormati lagi akan gadis-gadis zaman sekarang, jang tidak maoe menoeroetkan lakilaki jang ta' senonoh kelakoeannja, dengan hidoep tjemar lagi tiada berpengetahoean.

Tentoelah iboe-iboe jang masih moeda lebih pandai mendjaga kedjahatan itoe. Kepada saudara-saudarakoe telah atjap kali saja beri tahoekan hal itoe. Saja soeka beranak laki-laki dan perempoean jang akan dipelihara dan diberi pendidikan seperti kehendak hatikoe. Moelamoela saja hendak menghapoeskan 'adat-'adat koeno, jang memandang anak.laki-laki lebih tinggi daradjatnja dari pada anak perempoean. Saja ta' héran melihat kelobaan si laki2, bila saja ingat bagaimana si laki-laki itoe masa ketjilnja, dilebihi pemeliharaannja dari pada anak perempoean, saudaranja.

Waktoe ketjil si laki-laki telah diadjar menghinakan anak perempoean. Boekankah kerap sekali saja dengar si polan berkata kepada anaknja jang laki-laki, bila si anak itoe terdjatoeh dan menangis: „Tjis, anak laki2 menangis sebagai anak perempoean!"

Saja akan mengadjar anak-anak saja memandang anak laki-laki dan perempoean sama rata, dan memberi meréka itote pendidikan jang sama benar, menoeroetkan kekoeatan otaknja masingmasing. Oempamanja, saja ta' akan menjoeroeh seorang anak perempoean beladjar, djika ia ta' soeka dan tidak mempoenjaï otak oentoek beladjar, biarpoen maksoed saja hendak mendjadikan si anak itoe seorang perempoean moeda; tetapi haknja akan saja koerangkan dari pada hak saudaranja jang laki2 sekali-kali tidak!

Dan sajapoen akan berichtiar menjoeroeh meroentoehkan dinding jang membatasi si laki-laki dan si perempoean itoe. Saja mengakoe bahasa, djika dinding itoe telah roentoeh, adalah kebaikannja, lebih2 kepada si laki2. Saja ta' dapat dan ta' akan pertjaja, bahasa laki2 jang berpengetahoean dan bersopan santoen, dengan sengadja akan menjisihkan perkoempoelan perempoean-perempoean, jang sama tinggi kedoedoekannja dalam hal pengetahoean dan sopan santoen, atau akan pergi menjamarkan dirinja kedalam tangan perempoean jang ta' ada kehormatannja.

Apakah jang melarang si laki-laki bertjampoer gaoel dengan perempoean perempoean jang berboedi pekerti, dan apakah jang menegahkan djika seorang laki-laki hendak bergoerau .dengan seorang anak gadis jang tiada berhadjat hendak kawin? Sekalian itoe boléhlah hilang lenjap, bila pergaoelan laki-laki dan perempoean boléh bébas, ja'ni seperti pergaoelan jang telah biasa bagi anak-anak jang telah ber'oemoer. Engkau berkata: „Kita anak-anak perempoean sanggoep memboeat anak laki-laki selaloe menoeroet djalan jang baik, tetapi sajang amat sedikit benar kita mengetahoei djalan hidoep meréka itoe/' Pada waktoenja tentoelah sekaliannja akan beroebah, tetapi dalam itoe kami haroes bekerdja keras, dan kalau tiada demikian, waktoe itoepoen tiadalah poela akan datang.

Kami disini, ditanah Djawa, sekarang baroe berdiri dimoeka pintoe peroebahan itoe. Haroes poelakah kami menempoeh sekalian djalan-djalan jang engkau sekalian telah aroengi, soepaja sampailah poela kami kepada waktoe jang dipakai oléh bangsa Eropah dalam zaman ini? ................................... Diantara kitab-kitab jang baroe saja terima, terdapatlah oléhkoe kitab „Het Jongetje, dikarangkan oléh toean Borel. Benarlah katamoe itoe bahasa kitab itoe jang bagoes sekali.

Kebanjakan orang disini .memikirkan jang isi kitab itoe terlampau dilebih-lebihi dari pada keadaan jang sebenarnja. Tetapi saja tidak sepakat dengan pikiran meréka itoe. Isinja itoe tiadalah berlebih-lebihan.

Shared under a licence Indonesian Wikisource CC BY-SA 4.0

“Habis Gelap Terbitlah Terang” by Wikisource contributors, from Indonesian Wikisource (https://id.wikisource.org/wiki/Habis_Gelap_Terbitlah_Terang), used under CC BY-SA 4.0.

Checking… —

Narrator

Audio is kept per voice, so a new narrator is read afresh from here on. Anything you have already heard stays as it was.

Finding voices…

Checking what is available…

Reading

Text size
Adjusts the reading column only.

Sleep timer

Vesper fades out over the last twenty-five seconds, so it never cuts.

Contents

Habis Gelap Terbitlah Terang

This text carries no chapter marks of its own, so it is served in equal parts. Nothing has been cut.

  1. 01 Permoelaan kalam 3 min
  2. 02 Pendahoeloean 11 min
  3. 03 Soerat-soerat dalam tahoen 1899 56 min
  4. 04 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 1 50 min
  5. 05 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 2 1 hr
  6. 06 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 3 51 min
  7. 07 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 1 57 min
  8. 08 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 2 57 min
  9. 09 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 3 47 min
  10. 10 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 1 57 min
  11. 11 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 2 1 hr 3 min
  12. 12 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 3 1 hr 9 min
  13. 13 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 4 1 hr 7 min
  14. 14 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 5 1 hr 8 min
  15. 15 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 1 59 min
  16. 16 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 2 57 min
  17. 17 Soerat-soerat dalam tahoen 1904 25 min
  18. 18 Boeah pikiran jang dipetik dari pada soerat-soeratnja jang tiada disiarkan 3 min
  19. 19 Berilah orang Djawa pendidikan! 45 min