Habis Gelap Terbitlah Terang Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 1

Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Adjeng Kartini

Soerat-soerat dalam tahoen 1900

Part 1 of 3 50 min aloud CC BY-SA 4.0

kalian itoe ta' lain dari pada kelobaan hati sendiri, djika kami sekali-kali berboeat baik dan berlakoe manis itoe? Karena ta' adalah jang lebih menjenangkan hatikoe, lain dari pada menerbitkan tersenjoem orang, apalagi pada orang jang kami tjintaï. Tiadalah jang terlebih meriangkan hati kami, hanjalah bila memandang paras jang riang dan kasih terhadap kepada kami, apalagi, djika kami ketahoei, bahwa keriangan itoe asalnja tersebab oléh kami.

Besar hati kami, jang koki masih teringat kepada kami. * 12 Januari 1900 (I). Pergi ke Eropah. Itoelah soeatoe tjita-tjita saja, jang akan tinggal sampai hari maoetkoe. Sekiranja saja dapat memperketjil toeboehkoe sampai siaja dapat menjoeroek dalam boengkoesan soerat ini, pergilah saja bersama-sama dengan soerat ini mengoendjoengi engkau, Stella, dan kepada saudara saja laki-laki jang koetjintaï dan kepada......Diam, padalah hingga ini.

Boekan kesalahan saja, Stella, djikalau saja disana sini menoelis perkataan jang ta' bergoena. Gamelan katja dipendopo lebih tahoe mentjeriterakan hal itoe kepadamoe dari pada saja. Ia menjanjikan lagoe kami bertiga. Ia boekan njanjian, boekan lagoe, melainkan boenji dan soeara, amat lemah, amat lemboet dan bertoekar-toekar, mendengoeng-dengoeng ta' berketentoean, tetapi bagoes, sehingga merawan dan membimbangkan hati orang. Boekannja boenji gelas atau boenji koeningan dan kajoe, jang terdengar dipendopo itoe; boenji itoe ialah soeara njawa manoesia, jang berkata-kata kepada kita.

Boeah katanja sebentar keloeh kesah, sebentar lagi ratap tangis dan sekali-sekali tertawa kegirangan. Maka semangat sajapoen rasa terbanglah bersama-sama dengan boenji jang lemboet dan merdoe itoe keatas oedara jang tinggi, biroe dan renggang itoe pergi keawan jang poetih dan kebintang-bintang jang bertjahaja-tjahaja. Sementara itoe soeara jang lembabpoen naiklah poela keoedara; sajapoen merasa diri saja dibawa poela oléh boenji itoe melaloei lembah jang gelap, djoerang jang dalam, melaloei hoetan rimba jang moeram, semak beloekar jang ta' dapat diaroengi.

Maka hati saja gementar dan lisoet rasanja, karena ketakoetan, kesakitan dan kedoekaan. Soenggoehpoen demikian, héran sekali, meski telah beriboe kali terdengar oléh saja „Ginondjing”, tetapi satoe boenji dan soeara gamelanpoen ta' dapatlah saja artikan. Apabila gamelan telah diam, ta' seboeah lagoe jang saja ketahoei lagi; semoeanja hilang dari ingatankoe. Saja ta' dapat mendengar Ginondjing lagi, dengan tiada merawankan hati. Bila saja mendengar boenji jang pertama sadja dari lagoe jang bagoes itoe, maka melajanglah semangatkoe.

Saja sebenarnja ta' soeka mendengar lagoe jang moeroeng itoe, tetapi ta' dapat saja tahan hati saja mendengarkan soeara jang lemah lemboet itoe, jang mentjeriterakan kepada saja, hal keadaan doeloe kala dan jang akan datang. Roepanja seperti boenji-boenjian jang merdoe itoe bernapas mengemboeskan kain seloeboeng, jang menjeloeboengi barang sesoeatoe jang soelit-soelit jang akan datang. Terang seperti boelan, siang seperti hari roepanja dimata saja segala sesoeatoe jang akan datang itoe.

Gementar sekalian toelang sendikoe, bila saja lihat seolah-olah orang-orangan jang moeram dan gelap itoe laloe dimoeka saja. Saja ta' soeka melihatnja, tetapi apa hendak diboeat, matakoe ta' maoe dipedjamkan, ia selaloe terboeka. Pada kaki saja terbentang seboeah djoerang jang amat dalam, jang amat memoesingkan kepala dalamnja. Bila saja melihat keatas, ter­bentang langit jang hidjau diatas kepalakoe. Sinar matahari jang sebagai emas itoe memantjar dengan mandjanja seolah-olah bermain-main dengan awan jang poetih dan bagoes itoe; dalam hati sajapoen terbitlah poela soeatoe tjahaja.

Nah, lihatlah betapa gila dan bodoh saja. Semata-mata perboeatan bodoh, boekan, jang saja soeratkan diatas ini. Tetapi tjoekoeplah tentang hal itoe. Sekarang saja tjobalah bertjakap benar-benar seperti seorang jang séhat. Segala kegilaan dan kebodohan itoe kita boeangkan djaoeh-djaoeh, boekan, Stella? Tanah airkoe jang panas, tanah jang engkau ingini melihat­nja itoe, telah berapa hari lamanja sekali-kali tidak panas. Setiap hari toeroen hoedjan lebat; minggoe jang terlampau soengai Djapara telah melimpah airnja.

Banjak kampoeng-kampoeng dan kota Djapara sendiripoen penoeh dilipoeti oléh airnja jang mérah dan bertjampoer loempoer itoe. Pagi-pagi tadi badai kentjang sekali disini. Dalam pekarangan kami doea tiga pohon litjin tandas ditoembangkannja. Dahan-dahan kajoe habis patah-patah seperti kajoe api-api. Batang koebis Belanda kami jang bagoes itoe telah seroepa pokok ka­joe jang poetih dan boeloes. Tentoelah kampoeng-kampoeng binasa amat sangat.

Dengan atap-atap roemah habis diterbangkan angin. Pada hari menoelis soerat ini bapakoe pergi komisi. Banjak lagi kampoeng-kampoeng jang djaoeh-djaoeh jang dibawah perintah bapa' jang dilipoeti air sekali lagi. Bapa sangat banjak kerdjanja dalam beberapa hari ini; hari ini datang ban­djir, bésok tanah jang roentoeh dan loesa badai jang amat hébatnja. Sepohon randoe jang besar baroe-baroe ini ditoembangkan poela oléh angin. Pohon itoe berdiri ditepi djalan besar.

Waktoe ia toembang itoe doea orang perempoean jang laloe disitoe ditimpanja. Kedoeanja loeloeh lantak dibawah pohon kajoe itoe. Sehari-harian dan semalam-malaman itoe ta' lain jang kami dengar hanjalah boenji laoet jang menderoederoe dan mengaoem-aoem. Di Klein-Scheveningen badai jang amat kentjangnja. Djalan pergi keroemah mandi ditepian itoe habis dipoekoel oléh gelombang. Pantai dimoeka tepian itoe telah hilang lenjap ditelan oléh laoet jang ta' pernah kenjang itoe.

Djikalau hari petang nanti tidak hoedjan lebat, saja hen­dak meminta izin kepada bapa', akan pergi kesitoe. Beberapa pekan jang laloe kami di „Klein Scheveningen.”

Ka­mi tegak bertiga diatas seboeah batoe besar, jang terlantar ditepi pantai. Kami melihat pada permainan gelombanog jang bagoes itoe. Karena pemandangan itoe sangat menarik hati kami, sehingga tidak tampak oléh kami, tempat kami berdiri itoe telah didekati oléh gelombang jang bergoeloeng-goeloeng itoe. Kami baroe tahoe, tatkala anak-anak ketjil ditepi pantai dengan ketakoetan memanggil kami, sebab kami telah dilingkoengi oléh air laoet jang berboeih-boeih.

Dengan basah pakaian sehingga loetoet kamipoen sampailah kembali kepada tempat anak-anak ketjil itoe. Beloem beberapa lama doeloe dari pada itoe engkau bertanja kepadakoe hal keadaan orang ketjil pada masa sekarang. Tetapi oléh karena soerat saja ketika itoe soedah pandjang sekali, saja lampaui sadja pertaniaan itoe doeloe; sebab akan mendjawab ta' tjoekoeplah sepatah doea patah kata sadja. Tetapi saja doeloe berdjandji kepadamoe, jang saja kemoedian hari akan kembali memperkatakan hal itoe dan sekarang saja hendak menjampaikan djandji itoe.

Tetapi sebeloem saja mentjeriterakan perkara itoe, saja hendak mendjawab lebih doeloe soeratmoe jang ke­moedian sekali. Terima kasih, Stella, atas penghiboeranmoe oentoekkoe. Saja harap bitjaramoe itoe terdjadi djoealah hendaknja. Tahoekah engkau pepatah jang saia pegang? „Saja maoe. Doea patah kata jang pandak itoe telah beberapa kali menolong saja melalcei goenoenjr kesoesahan. „Saja ta' tjakap."

Ketiga patah kata itoe menghilangkan keberanian. „Saja maoe,” menggembirakan orang. Saja berani soenggoeh-soenggoeh dan selaloe gembira. Stella, njalakan selaloe api keberaniankoe itoe. Djangan kaupadami ia. Gembirakan hatikoe, gembirakan dia sampai bersinar-sinar, Stella, saja sembah engkau, djangan lepaskan saja. Saja pohonkan terima kasih pada Allah, jang pertanjaanmoe: „Betoelkah keadaan anak negeri sekarang sangat boeroek seperti jang dikatakan Multatuli?”

dapat saja djawab dengan: „Boekan.” Menoeroet sepandjang pengetahoean saja, tjeritera seperti Saidjah dan Adinda sekarang tidak terdjadi lagi. Betoel kadang-kadanp ada kelaparan, jang ditanggoengkan oléh anak negeri, tetapi hal itoe boekannja kesalahan kepala-kepala negeri. Kepala-kepala negeri tentoelah ta' dapat menanggoeng, bila hari lama ta' hoedjan-hoedjan, jang sangat bergoena oentoek sawah-sawah „orang ketjil.”

Meréka itoepoen ta' sanggoep menolakkan air jang amat banjak, jang ditoeroenkan oléh langit kesawah-sawah orang ketjil itoe. Bila kehasilan padi diroesakkan oléh binatang-binatang jang ketjil, atau oléh kekoerangan air, atau karena moesim panas terlaloe lama, maka negeri jang ditimpa ketjelakaan itoe, dibébaskan oléh Pemerintah dari membajar oeang kepala (padjak). Waktoe moesim kelaparan kepala-kepala negeri membagikan wang dan makanan oentoek orang-orang jang dapat tjelaka itoe.

Kalau sawah-sawah itoe dibinasakan oléh tikoes, maka Pemerintah memberi hadiah ke­pada siapa jang memboenoeh binatang jang ketjil-ketjil. Kalau moesim hoedjan seperti sekarang, maka air soengai mendjadi bandjir dan segala tambak-tambak soengai mendjadi petjah. Ketika itoelah kepala-kepala negeri mentjari daja oepaja, akan memperbaiki sekalian jang roesak-roesak itoe. Tahoen jang laloe sepekan lamanja seboeah kampoeng jang banjak berkolam ikan dilipoeti oléh air, waktoe itoe siang dan malam bapa' tinggal ditempat jang kena sengsara itoe.

Dengan wang partikoelir dibajar segala kerdja akan memperbaiki keroesakan tambak-tambak soengai itoe. Kemoedian wang parti­koelir itoe dibajar kembali oléh Pemerintah. Tetapi siapa jang akan membajar sekalian keroegian anak negeri jang disebabkan oléh air itoe? Sebeloem bandjir 100.000 ékor ikan dalam kolam-kolam itoe, sesoedah bandjir hanja tinggal 15 ékor sadja lagi. Setelah beberapa lamanja sesoedah ketjelakaan jang besar itoe, datang seorang dari Insinjoer Waterstaat bertjeritera kepada bapa, bahwa ia jang salah maka kampoeng itoe dilipoeti air.

Ia salah menghilirkan air itoe. Kemoedian afdeeling Demak, afdeeling jang dibawah perintah bapa' moeda saja. Afdeeling itoe ta' dapat dima'moerkan, bagaimana sekalipoen orang mengerdjakannja. Kaiau tidak kesengsaraan ini kesengsaraan itoe jang mengganggoenja. Waktoe moesim panas sekalian soengai-soengai mendjadi kering dan waktoe moesim hoedjan negeri itoe digenangi oléh air bah. Telah beriboe-riboe wang dikeloearkan oléh Pemerintah, soepaja ia mendapat air waktoe moesim kemarau dan soepaja djangan kedatangan bandjir pada moesim penghoedjan, tetapi semoeanja ta' menolong.

Banjak saloeran dan sérokan jang bagoes-bagoes digali disitoe, tetapi roepanja tidaklah sedikit djoea bergoena. Menggaii sérokan dan saloeran itoe mendatangkan soeatoe pentjaharian poela kepada beriboe-riboe manoesia. Soenggoehpoen demikian, pada moesim kemarau selaloe negeri itoe kehaoesan dan pada moesim hoedjan semoeanja terapoeng-apoeng diatas air. Boekan, Stella, Pemerintah ada mendjaga baik-baik oentoek keselamatan anak negeri Djawa.

Tetapi, adoeh, Pemerintah terlampau banjak menjoeroeh meréka itoe membajar oeang bia. Boekan, Stella, anak negeri tiadalah lagi dengan sengadja dirampas oléh kepala-kepala negeri. Bila seperti itoe sekali-sekali kedjadian, maka kepala negeri jang bersalah itoe diperhentikan, atau ditoeroenkan pangkatnja. Tetapi jang masih terdjadi, lebih baik dikatakan, jang masih bertjaboel ialah kedjahatan ini: „Menerima persembahan dan pemberian, jang menoeroet pendapatan saja, sama kedji dengan merampas harta benda orang ketjil," sebagai terseboet dalam Max Havelaar.

Tetapi saja ta' boléh menjalahi meréka itoe, soenggoehpoen saja ketahoei kedjadian hal itoe, tetapi saja patoet poela menimbang peri keadaan orang jang bersalah itoe. Pertama-tama sekali bangsa Boemipoetera memandang pekerdjaan mempersembahkan soeatoe pemberian kepada orang jang lebih tinggi,' seperti soeatoe kehormatan dan kemoeliaan baginja. Menerima persembahan itoe dilarang oléh Pemerintah pada orang-orang jang berpangkat. Tetapi kepala-kepala negeri jang lebih rendah mendapat gadji sedikit, sehingga kadang-kadang mendatangkan kehéranan, jang meréka itoe dapat hidoep dengan gadji jang ketjil itoe.

Oempamanja, seorang djoeroetoelis kampoeng, jang mendjadi boengkoek karena menoelis setiap hari sepandjang waktoe, bergadji tiada tepermanaï banjaknja, jaïtoe ƒ 25 seboelan. Dengan wang itoe ia wadjib hidoep dengan anak bininja, dengan wang itoe ia membajar séwa roemah, membeli pakaian jang sederhana dan dengan wang itoelah ia memperlihatkan kemegahannja, soepaja kehormatannja dimata orang jang lebih rendah djangan koerang. (Saja harap, djangan engkau menjalahi meréka itoe amat sangat, karena keadaan jang achir itoe; lebih baik kasihanilah meréka itoe, karena ia masih anak-anak jang besar, dan begitoelah kebanjakan bangsakoe itoe).

Bila kepada djoeroetoelis kampoeng jang seperti itoe dipersembahkan sesisir pisang atau jang sebagainja oléh seorang-orang kampoeng, maka pertama kali tiadalah diterimanja, kedoea kalipoen tiada diambilnja, tetapi ketiga kali doea hatinja menolak persembahan itoe dan keempat kalinja diterimanjalah persembahan itoe dengan tiada bimbang. Karena menoeroet pikirannja, tidaklah salah, bila ia berboeat jang sedemikian; barang itoe boekan dimintanja, tetapi diberikan kepadanja; tentoelah ia gila dikatakan orang, bila pemberian itoe ditolaknja, apalagi pemberian itoe boléh dipergoenakannja.

Memberi persembahan itoe boekannja tanda kehormatan sadja, tetapi djoega seperti soeatoe pagar oentoek si pemberi, bila ia bésok atau loesa dapat kesoesahan dengan kepala negeri. Oempamanja bila ia ditangkap oléh wedana, karena ia memboeat kesalahan sedikit. Dalam hal itoe diharapnja pertolongan sahabatnja, djoeroetoelis kampoeng itoe. Gadji pegawai-pegawai negeri soenggoeh tidak tjoekoep. Seorang asistén wedana kelas doea bergadji delapan poeloeh lima roepiah seboelan.

Dengan delapan poeloeh lima roe­piah itoe haroes ia menggadji seorang djoeroetoelis. Asisténasistén wedana itoe tidak diberi djoeroetoelis oléh Pemerintah, soenggoehpoen ia banjak dapat kerdja toelis menoelis sama banjak dengan wedana-wedana, djaksa-djaksa dan lain-lain). Lain dari pada koeda toenggang, jang bergoena oentoek pergi memeriksa hoetan-hoetan, haroeslah ia mempoenjaï seboeah béndi atau sado dengan koeda, roemah dan perkakasnja haroes poela dibelinja; tambahan poela ia haroes membelandjaï roemah tangganja.

Achirnja ia haroes menerima kemendoer-kemendoer, regén dan kadang-kadang asistén residén, bila meréka itoe datang kedalam djadjahannja oentoek mengerdjakan barang sesoeatoe hal. Dan kalau asistén wedana djaoeh tinggal dari kota, maka toean-toean jang terseboet tadi tinggal dipesenggerahan. Dengan hal jang demikian, asistén wedana merasa mendapat soeatoe kehormatan jang tinggi, karena ia boléh menjediakan makanan orang besar-besar itoe.

Tjeroetoe, air Belanda, bermatjam-matjam minoeman keras dan makanan dalam kaléng. Saja dapat mensahkan kepadamoe, jang semoeanja itoe berharga mahal dan sekalian itoe soeatoe belandja jang banjak bagi asis­tén wedana jang begitoe. Engkau mengerti, jang ia ta' maoe me­njediakan barang² jang ada padanja oentoek djamoenja jang tinggi itoe. Segala sedap-sedapan itoe haroeslah semoeanja didjempoet kekota. Jang sebenarnja hal itoe ta' perloe begitoe, tetapi si pendjamoe memandang soeatoe kewadjiban akan me­njediakan jang terbaik oentoek toean jang besar itoe, biarpoen barang itoe tidak ada padanja.

Dalam afdeeling bapa beroentoeng ta' kedjadian seperti itoe. Djikalau bapa' pergi komisi dan iapoen haroes bermalam ditempat lain, maka selaloe ia membawa makanan oentoek dirinja sendiri. Kemendoer dan asistén residénpoen memboeat poela begitoe. Kalau sekadar semangkoek air téh jang diminoem toean-toean itoe pada asistén wedana, tiadalah mendjadikan ia miskin. Kalau kedjadian pemboenoehan atau pentjoerian dalam djadjahan asistén wedana itoe, wadjiblah ia mentjari keterangan jang sesoenggoehnja dalam perkara itoe, karena itoe soeatoe kewadjiban baginja.

Akan menjelidiki orang jang bersalah haroeslah ia banjak mengeloearkan wang dari kantoengnja. Kerap kali telah kedjadian jang kepala-kepala negeri menggadaikan perhiasan anak isterinja, akan mendapat oeang jang wadjib ada oentoek mentjari keterangan sesoeatoe perkara jang gelap. Dapatkah ia menerima oeang itoe kembali dari Pemerintah, oentoek mentjari keterangan kehendak Pe­merintah itoe? Mengoetjap sjoekoerlah saja bila benar begitoe.

Oléh sebab tiada demikian halnja maka banjak pegawaipegawai itoe mendjadi orang minta-minta. Allah, apakah jang haroes diboeat oléh pegawai-pegawai, jang tiada bergadji tjoekoep dan tiada beriboe bapa' dan bersanak saudara, jang boléh menolong mereka itoe dengan wang? Anak negeri senantiasa membawa persembahan kepada meréka itoe dan ia melihat jang anak ïstermja berdjalan dengan pakaian robék-robék............ Djangan disalahi amat, pegawai-pegawai itoe, Stella.

Saja tahoe kesoesahan kepala-kepala negeri dan saja tahoe akan kesoekaan dan kedoekaan anak negeri. Apa akan diperboeat Pemerintah sekarang? Pemerintah hendak mengadakan peroebahan dalam hal pemerintahan negeri. Pegawai-pegawai Boemipoetera hendak disoesoeti, oentoek keoentoengan.......... pegawai-pegawai bangsa Eropah. Oléh karena kesoesoetan itoe adalah wang tersimpan setahoen ƒ 164800. Wang itoe akan diberikan oentoek pegawai-pegawai bangsa Eropah, dalam pemerintahan negeri, karena pegawai-pegawai bangsa Eropah itoe diberi gadji seperti anak tiri, pada hal pegawai-pegawai bangsa Eropah dalam golongan lain diberi gadji seperti anak kandoeng.

Tetapi, mengapa Pemerintah meroegikan pegawai-pegawai Boemipoetera akan memperbaiki kesalahan-kesalahan itoe? Betoel akan pengganti kesoesoetan jang diatas itoe, pegawai-pegawai Boemipoetera jang bergadji sedikit ditambah gadjinja dan asisten wedana mendapat djoeroetoelis dari Pemerintah. Tetapi apakah artinja peroebahan sedikit itoe, djika diperbandingkan de­ngan penghapoesan pangkat-pangkat jang tinggi itoe? Dan lagi beloem ada kenjataannja, jang pangkat-pangkat itoe tiada bergoena.

Karena peratoeran Pemerintah itoe banjak orang bersoengoet. Peratoeran oentoek peroebahan itoe dikaboelkan oléh madjelis persidangan kedoea ditanah Belanda dan boelan Juli j.a.d. didjalankan peroebahan pemerintahan negeri itoe. Hampir sekalian residén-residén melawani peratoeran itoe, tetapi Goebernoer Djenderal mengehendaki begitoe. Meskipoen kehendak itoe dilawani oléh residén-residén, maka peroebahan itoe dimadjoekan djoega. Saja berharap, jang Pemerintah nanti ta' akan memetik boeah kelat dari perboeatannja itoe.

Sekarang tengtang hal anak negeri, teroetama keadaan pendoedoek tanah Djawa. Bangsa Djawa itoe boléh disamakan de­ngan anak jang telah besar. Apa jang telah diboeat oléh Pe­merintah oentoek kemadjoean anak negeri? Oentoek anak² orang berbangsa dalam negeri diadakan Sekolah Ménak, Sekolah Radja dan Sekolah Dokter Djawa. Dan sekolah Boemipoetera oentoek sekalian orang ada terdapat dalam tiap-tiap distrik seboeah sadja. Sekolah Boemipoetera dibagi atas doea djenis oléh Pemerintah; jaïtoe: Sekolah kelas satoe, jang didapatinja hanja pada iboe-iboe negeri sadja; disekolah itoe diadjarkan pengadjaran, jang seperti pengadjaran dalam sekolah Boemipoetera sebeloem ia terbagi doea, tetapi dalam sekolah kelas doea anak-anak diadjari hanja menoelis dan membatja bahasa Djawa dan berhitoeng sedikit.

Bahasa Melajoe ta' boléh diadjarkan lagi seperti dahoeloe; apa sebabnja, ta' tahoelah saja. Menoeroet pertimbangan saja Pemerintah menjangka, bila anak negeri mempeladjari itoe, maka ia ta' maoe lagi mengerdjakan tanah. Tentang hal pengadjaran bapa' telah mempersembahkan sepoetjoek soerat nota kepada Pemerintah. O, Stella, saja soeka engkau dapat membatja soerat itoe. Engkau haroes tahoe jang sebahagian besar dari pada orang-orang berbangsa sangat berbesar hati karena perboeatan Pemerintah itoe.

Bangsawan bangsa Djawa makin lama makin moendoer tenaganja. Pemerin­tah di Hindia dan ditanah Belanda dan beberapa orang Djawa jang berbangsa soeka menolong bangsawan itoe dan maoe memadjoekan meréka itoe. Dengan hati koerang senang dipandang oléh bangsawan itoe anak-anak orang kebanjakan memadjoekan dirinja dan karena pengetahoean, kepandaian dan keradjinannja iapoen disamakan doedoeknja oléh Pemerintah dengan anak-anak bangsawan.

Anak-anak orang kebanjakan memasoeki se­kolah Belanda dan disitoe ia menoendjoekkan, jang ia didalam segala hal dapat berloemba-loemba dengan anak-anak orang berbangsa tinggi. Sekalian orang bangsawan soeka 'alam ini oentoeknja sadja; pangkat jang tinggi-tinggi dalam negeri dalam tangannja sadja dan ia sendiri hendak berkepandaian dan berboedi pekerti seperti bangsa Eropah. Pemerintah menolong dan membantoe meréka itoe, lebih-lebih karena Pemerintah sendiri mendapat oentoeng dalam hal itoe.

Pada tahoen 1895 ia telah memberi perintah, boenjinja: „Anak-anak Boemipoetera (ber'oemoer dari 6 sampai 7 tahoen) tidak boléh diterima masoek sekolah Belanda kalau anak itoe beloem tahoe bertjakap bahasa Belanda atau kalau tidak seizin Goebernoer Djenderal.”

Bagaimana anak-anak Boemipoetera jang ber'oemoer 6 atau 7 ta­hoen akan beladjar bahasa Belanda? Akan boléh begitoe hanjalah bila anak itoe mempoenjaï seorang pengasoeh bangsa Be­landa. Tambahan lagi, biarpoen ada waktoe oentoek mempeladjari bahasa Belanda itoe, anak Boemipoetera itoe wadjib mengetahoei bahasanja lebih doeloe, sebeloem ia beladjar bahasa Belanda; dan haroeslah ia tahoe menoelis dan membatja dalam bahasa Djawa lebih doeloe.

Hanjalah regén-regén jang memohonkan permintaan, soepaja anak tjoetjoenja boléh dimasoekkan kesekolah Belanda. Kepala-kepala jang lebih rendah takoet jang permintaannja tidak akan dikaboelkan, oléh karena itoe tiadalah dimintanja. Pongahkah bapakoe sebab ia menoendjoekkan ke­pada Pemerintah hal jang sesoenggoeh-soenggoehnja terdjadi, jaïtoe anak-anak orang Afrika dan Ambon segera dimasoekkan kesekolah Belanda dengan tiada mengerti bahasa Belanda sepatah kata djoeapoen?

Stella, waktoe saja masih sekolah, saja sendiri tahoe betoel, bahasa banjak anak-anak Belanda sendiri jang sama banjak kepandaiannja dalam bahasa Belanda dengan saja, waktoe saja moela-moela sekolah. Bapa mengatakan dalam notanja itoe: „Pemerintah ta' tjakap menjediakan nasi oentoek segala orang Djawa akan dimakannja, tetapi Pemerintah sanggoep memberi ra'jat oepaja akan mentjari soeatoe tempat dan ditempat itoe didapati makanan, maka oepaja itoe ialah „pengadjaran”.

Memberi anak negeri pengadjaran jang baik samalah keadaannja seperti Pemerintah memberikan seboeah soeloeh ketangannja. Dengan soeloeh itoe tjakaplah ia sendiri mentjari djalan jang baik dan djalan itoe membawa dia ketempat jang ada bernasi. Tidak, Stella, ta' oesahlah saja pandjangkan perkara itoe lagi, barangkali bésok atau loesa dapat saja mengirimkan nota bapakoe itoe kepadamoe, dan disitoe dapatlah kaulihat, bagaimana hal keadaan anak negeri pada masa sekarang.

Bapa akan bekerdja dengan keras, hendak memadjoekan anak negeri dan sajapoen hendak bekerdja bersama-sama dengan dia. Bapa seorang jang setia sekali djoega pada asal oesoelnja, tetapi hak tinggal hak, dan mana jang 'adil di'adilkannja. Dalam hal kepandaian dan boedi pekerti, kami hendak sama tinggi dengan bangsa Eropah. Hak jang kami tagih oentoek diri kami sendiri itoe haroes kami berikan poela kepada siapa jang memintanja. Mengalangi kemadjoean anak negeri samalah ke­ adaannja dengan perboeatan Czaar tanah Roeslan, jang mengoetjapkan perdamaian bagi seloeroeh doenia, pada hal ia menganiaja dan mengindjak anak ra'jatnja sendiri.

Itoe namanja menjoekat dengan doea boeah gantang, boekan? Bangsa Eropah sakit hati melihat sipat-sipat bangsa Djawa, oemp. sipat-sipat jang lalai dan malas dll. Hai orang Belanda, bila sekaliannja itoe menjakitkan hati toean, mengapakah toean tidak sedikit djoega mengichtiarkan diri toean hendak memoesnahkan segala kedjahatan itoe? Mengapa ta' toean oendjoekkan tangan toean akan memadjoekan saudara toean jang hitam itoe? Pertjajalah kepadakoe, jang kedjahatan itoe dapat dihapoeskan.

Boeangkanlah dari otaknja selimoet kebodohan itoe, boekakan matanja, nanti dapat toean lihat, bahwa padanja ada sipat-sipat jang lain didapati lain dari pada kesoekaan hendak berboeat djahat jang asalnja sebahagian besar oléh karena kebodohan dan kekoerangan pengetahoean. Tjontohpoen terlampau banjak, Stella, ta' oesahlah koetjari djaoeh-djaoeh tjontoh itoe dan engkaupoen demikian, Stella. Disini dimoekamoe sendiri kaudengar boeah pikiran, jang masoek bilangan bangsa koelit hitam jang dihinakan itoe.

Apa jang dapat disalahkannja tentang hal kami dan tingkah lakoe kami? Kenalkah meréka itoe kepada kami? Meréka itoe ta' mengenal kami, sebagai kami ta' mengenal mereka itoe. Djikalau engkau soeka mengetahoei hal itoe, lihatlah soerat boelanan Neerlandia nomor boelan October. Di­sitoe ada seboeah pidato saudara saja pada soeatoe persidangan tentang bahasa dan 'ilmoe kitab Belanda dikota Gent, ditanah Belgia. Professor Kern membawa dia kesitoe dan memintanja bertjakap disitoe.

Perasaan jang dioeraikannja disitoe samalah dengan perasaan saja dan kami semoea. Engkau bertanja kepadakoe: „Banjakkah kekoeasaan bapamoe?”

Apakah jang sebenarnja kekoeasaan? Bapa betoel ada mempoenjaï kehormatan jang besar; tetapi kekoeasaan itoe hanja ada pada bangsa jang memerintah. Saudara saja berkata didalam pidatonja itoe, jang bahasa Belanda wadjib didjadikan bahasa dalam pekerdjaan. Bat ja, Stella, batjalah pidato itoe, soenggoehpoen boekan oentoek kesoekaan hatimoe, tentoe akan kesoekaan bagikoe. Orang-orang Belandla mentertawakan dan mengédjékkan kebodohan kami, tetapi bila kami mentjoba hendak memadjoekan diri sendiri, maka iapoen memandang kami seperti moesoehnja.

Alangkah banjak doekatjita saja doeloe, waktoe saja masih dalam sekolah. Goeroe-goeroe dan kawan-kawan saja sesekolahpoen memandang kami seperti moesoehnja. Tetapi, tetapi boekan sekalian goeroe-goeroe dan moerid-moerid jang membentjii kami. Banjak poela jang mengenal kami dan jang menjajangi kami seperti menjajangi anak-anak jang lain. Banjak goeroe-goeroe jang koerang soedi memberikan nomor jang tertinggi kepada anak Djawa, soenggoehpoen anak itoe berhak mendapat itoe.

Saja hendak mentjeriterakan kepadamoe tjeritera seorang anak Boemipoetera jang boediman dan terpeladjar. Anak itoe telah memboeat oedjian penghabisan H.B.S. di Djawa. Anak moeda itoe bersekolah dikota Semarang dan memboeat oedjian di Betawi. Waktoe ia di Semarang ia diterima oléh segala orang jang ternama dan moelia diroemah meréka itoe. Ia seorang anak moeda jang beradab dan sopan, jang tahoe akan 'adat sopan santoen serta peramah.

Tiap-tiap orang bertjakap bahasa Belanda dengan dia, dalam bahasa itoe iapoen dengan moedah dan baik mengeloearkan pikirannja. Baroe-baroe keloear dari doenia jang terseboet diatas, datanglah ia keroemah orang toeanja. Disitoe menoeroet pikirannja ta' lain jang lebih baik akan diboeatnja, lain dari pada pergi menghadap orang besar-besar dinegerinja. Waktoe ia berhadapan dengan residén, jang bertjakap dengan dia, sahabat saja itoe memboeat soeatoe kesalahan.

Bagaimanakah ia seorang-orang Djawa, berani mentjoba, mendjawab perkataan toean besar itoe dengan bahasa Belanda? Itoelah kesalahannja itoe. Bésoknja ia dapat soerat angkatan oentoek mendjadi djoeroetoelis kemendoer digoenoeng-goenoeng. Disitoelah si anak moeda itoe tinggal memenoengkan „dosanja itoe” dan meloepakan segala 'ilmoe jang dahoeloe dikoempoelkannja dalam sekolah. Beberapa tahoen kemoedian datang kesitoe seorang kemendoer baroe, jang sebenarnja aspiran kemendoer, jang akan mentjoekoepkan sengsaranja sampai melimpah-limpah.

Kepalanja jang baroe itoe seorang dari pada kawannja masa disekolah doeloe dan si kepala itoe boekanlah seorang ternama karena ketadjaman otaknja. Si anak moeda tadi, jang dahoeloe selaloe nomor satoe dalam segala hal, wadjiblah djongkok ditanah kepada kawannja jang bodoh doeloe itoe dan iapoen mesti bertjakap bahasa Djawa tinggi dengan dia, sedang toean itoe dengan bahasa Melajoe tangsi mendjawabnja. Dapatlah engkau memikirkan penanggoengan dan sengsara si moeda remadja, jang sangat dihinakan itoe?

Betapalah banjak kekoeatan hati jang tersemboenji dalam perbendaharaan si moeda itoe, akan menahan segala 'azab dan antjaman selama itoe. Tetapi achirnja ta' dapatlah ia menanggoengkan lagi; ia berangkat ke Betawi dan mohon permintaan hendak menghadap GoebernoerDjenderal; permintaan itoe dikaboelkan. Kepoetoesan permintaannja itoe ia dikirim ketanah Priangan dengan perintah akan mempeladjari hal peroesahaan bertanam padi. Disitoe ia berboeat soeatoe kebaktian, oléh karena ia menterdjemahkan soerat-soerat tentang peroesahaan tanam-tanaman dari bahasa Belanda kedalam bahasa Djawa dan Soenda.

Karena itoe ia dapat anoegerah dari Pemerintah doea tiga ratoes roepiah. Pada Sekolah Kemendoer di Betawi terboeka pangkat seorang goeroe oentoek bahasa Djawa. Goeroe bahasa Djawa disekolah itoe poelang kenegeri Belanda. Banjak sahabat-sahabatnja, bangsa Eropah jang soeka kepada bangsa Djawa, mentjari daja oepaja, soepaja ia diangkat kesekolah itoe djadi goeroe bahasa Djawa, tetapi daja oepaja itoe tiadalah berhasil. Tidakkah pikiran jang amat gila, seorang Boemipoetera mengadjar bangsa Eropah, apalagi bangsa Eropah bakal djadi pegawai-pegawai Pemerintahan negeri?

Boeang sadja per­mintaan jang gila itoe. Saja maoe bertanja: Siapa jang lebih pandai mengadjarkan bahasa Djawa lain dari pada orang Djawa sedjati? Si moeda itoepoen kembali kenegerinja; dan sementara itoe datang ketempatnja seorang residén jang lain, laloe si moeda koelit hitam jang tjerdik dan pandai itoe diangkat kesoedahannja mendjadi asistén wedana. Boekannja sia-sia sa­dja ia diboeang ketempat jang djaoeh tadi itoe, karena disitoe­ lah ia menghimpoenkan 'ilmoe hidoep, misalnja: bekerdja pada bangsa Eropah, wadjib berdjongkok ditanah pada meréka itoe dan dekat meréka itoe ta' boléh sekali-kali orang bertoetoer bahasa Belanda.

Sekarang orang lain jarig memegang perintah. Tatkala pangkat djoeroe-basa dalam bahasa Djawa terboeka, maka pangkat itoe diserahkanlah bagi sementara kepada si moeda itoe. Stella, saja kenal seorang asistén-residén jang bertjakap bahasa Melajoe dengan seorang regén, soenggoehpoen ia tahoe bahasa regén itoe tahoe betoel bertoetoer bahasa Belanda. Lagi poela tiap-tiap orang berbintjang-bintjang dengan kepala negeri itoe dalam bahasa Belanda, hanjalah asistén-residén itoe sadja jang tidak soeka.

Saudara-saudara saja laki-laki ber­tjakap bahasa Djawa tinggi kepada orang-orang diatasnja, meréka itoe menjahoet dalam bahasa Belanda atau Melajoe. Jang menjahoet dalam bahasa Belanda itoe, orang-orang jang bersahabat dengan kami dan beberapa orang diantaranja meminta kepada saudara-saudarakoe, soepaja ia memakai bahasa Belanda dengan meréka itoe, tetapi saudara-saudarakoe ta' maoe dan bapapoen ta'lah mengizinkan itoe. Bapa dan anak-anaknja lebih tahoe, apa jang lebih baik baginja tentang hal itoe.

Pegawai-pegawai bangsa Eropah pada pemerintahan negeri jang menjangkakan dirinja diawan tinggi itoe, takoet sekali roepan ja kehormatannja akan hilang, sebab itoe sebentar-sebentar meréka itoe mengingatkan kehormatan itoe. Saja tidaklah mempedoelikan antjaman meréka itoe. Sebenarnja saja selaloe soeka tertawa melihat kelakoean meréka itoe hendak memeliharakan kehormatannja itoe terhadap kepada kami, bangsa Djawa. Dengan beberapa pegawai pemerintahan negeri bangsa Eropah jang bersahabat dengan saja selaloe saja memperbintjangkan perkara itoe.

Perkataan saja itoe tidaklah dibantahinja dan tidak poela diiakannja, soenggoehpoen saja tahoe betoel, bahasa dalam hatinja ia membenarkan perkataankoe itoe. Menjemboenjikan kebenaran itoe tentoelah oentoek ke­ hormatannja poela. Mengertikah engkau sekarang, apa sebabnja saja kadang-kadang ta' dapat menahani gelak saja? Soeatoe keriangan melihat bagaimana toean-toean besar itoe mentjari daja oepaja hendak meninggikan kehormatannja itoe kepada kami.

Saja gigit bibirkoe, akan menahani gelakkoe, waktoe saja baroe-baroe ini didalam perdjalanan, melihat seorang asisténresidén dari kantor pergi keroemahnja berpajoeng emas diatas kepalanja jang moelia itoe jang dipegang oléh opasnja. Loetjoe sekali roepanja. O, djoendjoengan, tahoekah toean betapa orang banjak, jang sekarang menghindarkan pajoeng bagoes itoe dengan hormatnja, mentertawakan engkau nanti dibelakangmoe? Bagaimanakah timbanganmoe, Stella, tentang kelakoean kepala2 negeri bangsa Eropah, jang banjak, ja, amat banjak soeka menjoeroeh mentjioem kaki atau loetoetnja kepada kepala2 negeri bang­ sa Boemipoetera?

Mentjioem kaki soeatoe tanda kehormatan jang tertinggi padia bangsa Djawa kepada iboe bapa dan kaoem keloearga jang lebih toea atau kepada kepala2 negeri kami sendiri. Kepada bangsa asing, hanja kami lakoekan dia dengan hati jang enggan, bila ia wadjib dilakoekan. Ja, bangsa Eropah jang demikian mendjadikan tertawa sekali, djika meréka itoe menagih kehormatan itoe dari pada kami; karena jang berhak akan kehormatan itoe, hanjalah kepala-kepala negeri Boemipoe­tera sadja.

Kalau residén-residén dan ass.-ass. residén menamakan dirinja ,,kangdjeng" soedahlah lajaknja, tetapi djika mandoer2 keboen dan djambatan dan bésok barangkali setasioen chef menjoeroeh boedjangnja memanggilkan „kangdjeng" kepadanja, boekankah pekerdjaan jang sebodoh-bodohnja itoe? Tahoekah orang-orang itoe arti kata „kangdjeng?"

Meréka itoe menagih kepada orang-orang dibawahnja kehormatan, jang diberikan anak negeri kepada kepala-kepalanja sendiri sadja. O, o, saja sangka hanjalah si Djawa bodoh itoe sadja jang soeka melihat orang mengambil moeka. Tetapi sekarang saja lihat, bangsa Eropah jang beradab dan terpeladjar itoe tidak poela membentjii dia, ja, lebih gila lagi akan itoe. Ta' pernah saja izinkan, perempoean jang lebih toea dari saja, biar bangsanja koerang dari sa japoen, bila ia hendak memberi hormat kepada saja, soenggoehpoen saja berhak menagih itoe.

Saja tahoe, bahwa ia soeka sekali mengerdjakan itoe. meskipoen saja djaoeh lebih moeda dari padanja, saja seorang ketoeroenan dari orang bangsawan asal jang telah biasa disembah didjoendjoengnja, dan akan goena orang bangsawan itoe maoelah me­réka itoe menjerahkan harta benda dan njawanja. Sangat merawankan hati, melihatkan kesetiaan orang jang rendahrendah kepada orang-orang besarnja. Menjemboer darah didada saja, bila orang-orang jang lebih toea dari saja djongkok ditanah bagi saja.

Dengan sedih hati banjak bangsa Eropah di Hindia melihat­kan, bangsa Djawa, orang jang diperintahinja, perlahan-lahan memadjoekan dirinja dan atjap kali timboellah seorang koelit hitam, jang menerangkan, bahwa ia sama berotak baik dikepalanja dan sama berhati terang ditoeboehnja seperti orang koelit poetih. Tetapi tjobalah, hal bangsa koelit poetih; akan menahani kemadjoean zaman sekarang tentoe toean-toean tidak akan sanggoep. Saja amat sangat menjajangi orang Belanda dan banjaklah terima kasih saja kepada meréka itoe atas sesoeatoe jang keér.akannja telah saja rasaï.

Banjak, ja, amat banjak diantara meréka itoe boléh kami namakan sahabat karib kami, tetapi banjak, ja, sangat banjak poela orang Belanda, jang memandang kami seperti moesoehnja. Hal itoe ta' lain sebabnja melainkan karena kami mentjoba berloemba-loemba kepadang kemadjoean dan kebaikan boedi pekerti dengan dia. Dengan djalan jang kasar diperlihatkannja kepada kami: „saja orang Eropah, kamoe orang Djawa", maksoednja: „saja orang memerintah, kamoe orang terperintah."

Boekan sekali sadja, tetapi beberapa kali orang Eropah menegoer kami dengan bahasa Melajoe tangsi, soenggoehpoen ia tahoe betoel, bahasa kami tahoe bertjakap bahasa Belanda. Saja ta' pedoeli, dalam bahasa apapoen orang menegoer kami, asal ia memakai seboeah bahasa jang sedjati. Baroe-baroe ini ada seorang raden ajoe ditegoer oléh seorang toean; dengan tjakap djawab raden ajoe itoe: „Toean, beri ma'af saja, jang saja meminta kepada toean, soepaja toean memakai bahasa toean sendiri, bila toean hendak menegoer saja.

Saja mengerti dan ber­tjakap bahasa Melajoe, tetapi saja hanja tahoe bahasa Melajoe sedjati, boekan bahasa Melajoe tangsi."

Maka si toean itoepoen mendjadi maloe sadja. Mengapa ba­njak orang Belanda ta' soedi bertjakap-tjakap dengan kami dalam bahasanja sendiri? O, ja, sekarang tahoelah saja sebabnja itoe; bahasa Belanda terlampau bagoes akan ditoetoerkan oléh moeloet orang jang berkoelit hitam. Beberapa hari jang laloe kami mengoendjoengi orang Belanda totok. Orang-orang jang bekerdja padanja, sahabat-sahabat lama kami. Kami tahoe bahasa meréka itoe mengerti dan bertjakap bahasa Belanda.

Hal itoe saja tjeriterakan kepada orang baroe itoe dan apakah djawab toean pendjamoe kami itoe? „Tidak, ia tidak boléh ber­tjakap bahasa Belanda."

„Mengapa tidak?" tanjakoe kepadanja. Djawabnja: „Anak Boemipoetera ta' boléh mengetahoei bahasa Belanda."

Tertjengang saja memandang kepada orang jang berkata itoe. Dengan segera kehéranan saja hilanglah, dan oedjoeng moeloet sajapoen bergerak-geraklah oléh karena hendak tertawa. Moeka toean itoe mendjadi mérah seperti api, dan iapoen bersoengoet-söengoet dengan djanggoetnja serta ia merasa apa-apa jang 'adjaib pada sepatoenja, jang goenanja barangkali akan menghilangkan toetoer katanja jang telandjoer tadi. Sekarang ada seboeah tjeritera lagi, jang kedjadian ditanah Priangan.

Pada soeatoe malam regén anoe menerima djamoe dikaboepaténnja. Djamoe itoe ialah seorang partikoelir dan residén ditempat itoe. Tiada berapa lamanja datang seorang aspiran kemendoer kedalam perkoempoelan itoe. Anak regén itoe seorang moerid H. B. S., jang sedang diroemah karena wak­toe témpoh. Anak itoe berdjalan dipendopo. Tatkala dilihatnja, boekan bapanja sadja doedoek, maka iapoen hendak mendjaoehkan dirinja, tetapi residén melihat dan memanggil dia datang kepadanja.

Toean besar itoe menjahoeti tabik anak moeda itoe dengan soeka hati, dan lama dan ramah bertjakap-tjakap dengan dia. Tatkala pertjakapan itoe telah habis, maka anak moeda itoe datang kepada aspiran kemendoer itoe dan memberi tabik dengan hormat. Toean ketjil itoe menimbang ta' perloe, akan mendjawab tabik hormat itoe, hanjalah dianggoekkannja kepalanja sedikit dan matanja dengan pemandangan jang menghmakan mengamat-amati anak moeda itoe dari poentjak kepala sampai kekakinja serta meroengoetkan kata ini dari moeloetnja: ,,Tabee.

Anak moeda itoe mendjadi poetjat, dan bibirnja bergerak-gerak dan tangannja ditindjoekannja. Beberapa lamanja kemoedian dari pada itoe ditjeriterakannja kepada orang partikoelir, jang doedoek bersama-sama pada waktoe hal itoe terdjadi: „Saja soeka sekali kepada orang Belanda, toean, banjak sahabat kenalan saja orang Belanda, sahabat-sahabat karib, tebapi „tabee" aspiran itoe sekali-kali ta'dapat saja loepakan, hal itoe menggorés hati saja."

O, Stella, saja soedah kerap kali menoedjoekan pemandangan saja pada segala hal keadaan dalam doenia kehidoepan ditanah Hindia; dengan tiada sengadja terlihat oléh saja dibelakang-belakang doenia pegawai-pegawai itoe loeboek jang amat dalam. O, Stella, melihat sekalian itoe sadja telah boléh memoesingkan kepalamoe. O. Allah. Alangkah banjak perboeatan jang djahat dan ngeri didoenia ini! Ada residén-residén dan asistén-asistén residén jang djaoeh koerang baik lagi dari pada toean Slymering dalam Max Havelaar.

Tidak, saja ta' soeka mendjadikan soerat saja ini sepoetjoek soerat kedjahatan. O, sekarang saja mengerti, mengapa orang Belandla ta' soeka. kami bangsa Djawa mendjadi madjoe. Apabila si Djawa telah berpengetahoean, tentoelah ia tidak akan mengia dan mengaminkan sadja lagi akan barang sesoeatoe jang dipikoelkan orang jang lebih tinggi diatas bahoenja. Lihatlah, sekarang soerat chabar Belanda „Locomotief", soerat chabar jang teroetama di Hindia, telah memasoekkan karang-karangan, jang ditoelis oléh anak Boemipoetera dalamnja.

Dalam karang-karangan itoe diboekakannja boeah pikirannja, jang telah bertahoen-tahoen bertjaboel didalam hati pegawai-pegawai anak negeri, soenggoehpoen boekan pada segala pegawai-pegawai, tetapi pada sebagian besar dari pegawai-pegawai anak negeri itoe. Boeah pikiran itoe doeloe selaloe didiamkan sadja. Boekannja pegawai-pegawai jang berpangkat tinggi sadja didalam negeri, sedangkan pegawai-pegawai jang lebih rendahpoen sekarang memboekakan soearanja poela.

Soerat chabar hari-hari menamakan hal itoe soeatoe tanda jang baik dan menjorakkan keadaan itoe amat sangat. Bagaimana pikiran pegawai-pegawai Eropah tentang hal itoe, tiadalah saja ketahoei; hanjalah jang saja ketahoei, bahwa seorang kemendoer meminta peroebahan dalam golongan pemerintahan negeri. Peroebahan itoe tiada sedikitpoen mendatangkan keroegian kepada Pemerintah, tetapi mendatangkan keoentoengan, boekan sadja keoentoengan oentoek pegawai Belanda, tetapi memberi keoentoengan poela kepada pegawai Boemipoetera.

Kemendoer itoe menegaki kegoenaan pemerintahan anak negeri, ditangan kepala-kepalanja sendiri. Pikiran itoe telah dihadapkan dimoeka madjelis kamer kedoea ditanah Belanda. Iapoen meminta, soepaja didalam pekerdjaan pegawai-pegawai Belandia diwadjibkan memakai bahasa Pelanda dengan pegawai-pegawai Boemipoetera. Bagoes! kakakkoe tiada berdiri sendiri sadja menegaki perkara itoe. Seperti dinegerimoe bangsa perempoean bergerak meminta disamakan haknja dengan laki-laki, demikian poela bangsakoe hendak memerdehékakan dirinja.

Sebagai dinegerimoe perempoean dan gadis-gadis selaloe dirintangi oléh meréka, jang berzaman-zaman telah mendjadi toeannja, demikian poela bangsa Djawa dalam pergerakannja diganggoe oléh bangsa jang lebih tinggi. Pergerakan bangsa Djawa itoe baharoe moelaï. Beroentoeng benar orang-orang ternama dan terpandang memperhatikan pe'kara kami. Tentoelah pergerakan itoe akan mendjadi peperangan jang hébat, orang jang memperperang-perangkannja boekannja akan berlawan dengan moesoehnja sadja, tetapi ia akan berdjoeang poela dengan kebodohan bangsanja sendiri, jaïtoe orang jang diperperangkannja itoe.

Djikalau peperangan si laki-laki sangat hébatnja, maka perempoean-perempoeanpoen tentoelah akan terbangoen. Adoehai bangsakoe laki-laki, betapakah banjak kerdjamoe nanti. Beroentoeng sekali rasanja kami hidoep pada zaman sekarang. Peroebahan dari zaman koeno kepada zaman kaoem moeda. Beloem selang berapa hari ini saja membatja: ,,Djanganlah engkau tjela, hai orang toea-toea, barang sesoeatoe jang baroe. Pikirkanlah bahasa barang jang toea sekarang, doeloe moeda djoega."

(Kata-kata itoe saja seboetkan dari kepala saja sadja). Alangkah pandjang soerat ini, Stella; koeharap, soerat ini djangan terlampau memajahkan engkau, oléh karena membatja dia. Dan ma'afkan saja, bila ada dalam soerat ini kata-kata saja jang menjedihkan hatimoe, saja toelis sekalian itoe oléh karena kegembiraan saja. Stella, ma'afkan, jang semata-mata loepa, kepada siapa saja sekarang menoelis soerat. Pada dirimoe saja dapati seorang jang sepikiran dengan saja.

Kepadakoe telah kaukatakan, jang saja ta' lain dari pada seorang saudara sepikiran bagimoe. Dan begitoe poela saja memandang engkau. Pada pemandanganmoe saja boekan orang Djawa, boekan anak bangsa koelit hitam jang dihinakan itoe; maka begitoe poela engkau dalam pemandangankoe boekan seorang bangsa koelit poetih, jang membentjii, mentertawakan dan menghinakan si Djawa. Padakoe, engkau poetih sebenar-benarnja poetih, poetih koelit dan poetih hatimoe.

Engkau saja pandang tinggi; engkau saja tjintai amat sangat. Tentoelah banjak bangsakoe membenarkan katakoe itoe, bila meréka itoe mengenal engkau. O, kalau sekalian orang Belanda seperti engkau dan sahabat kenalankoe bangsa koelit poetih jang lain, jang saja hormati tinggi dan tjintaï amat sangat.........! Kitab Carthold Meryan telah didjandjikan kepada saja, tetapi sampai sekarang beloemlah djoega datang, boléh djadi si penajoeal kitab-kitab itoe haroes memesan lebih doeloe kenegeri Belanda.

Tetapi selang beberapa hari ini saja membatja kitab „Moderne Vrouwen", jang diterdjemahkan dari bahasa Perantjis kedalam bahasa Belanda oléh Jeanette van Riemsdyk. Dengan ketjéwa saja letakkan kitab itoe kembali. Banjak soerat-soerat chabar mengatakan kitab itoe soeatoe kitab jang bagoes sekali dan tjeriteranja didalam segala hal djaoeh lebih tinggi dari pada hikajat Hilda van Suylenburg, serta iapoen seboeah hikajat jang sempoerna jang ta' ketjelaan dan kekoerangannja.

Tetapi menoeroet pikirankoe, kitab H. v. S. masih selaloe ratee dan sekalian kitab-kitab jang telah tertjétak tentang kemerdekaan perempoean. Biarlah saja nantikan dahoeloe mengeloearkan bandingan saja perihal kitab „Moderne Vrouwen," tetapi sepandjang pendapatan saja kitab itoe ta' menghidoepkan dan menggembirakan hati seperti kitab H. v. S. Pertjajakah engkau bahasa saja tidak berhenti-henti membatja kitab H.v. S. sehingga tammat?

Saja toetoep dirikoe dalam bilik kami, saja loepakan sekalian pekerdjaan saja, saja ta'dapat mendjaoehkan kitab itoe dari tangan saja. Kitab itoe menarik saja amat sangat. Sajang, jang kitab peringatan saja telah hilang. Saja hendak menjoeroeh batja kepadamoe, seboeah karangan jang baroe-baroe ini saja batja. Ia itoe seboeah karangan dalam bahasa Inggeris, jang telah diterdjemahkan kedalam bahasa Belanda dan bernama „Het doel der Vrouwenbeweging" = „Maksoed gerakan perempoean-perempoean".

Saja ta' tahoe betoel lagi karangan itoe dimoeatkan, entah dalam soerat chabar de „Gids", entahkan dalam soerat chabar „Wetenschappelijke bladen". Dan lagi haroes engkau batja, bila engkau beloem membatja karangan „Wajang-Wong" dikarangkan oléh Martine Tonnet dalam soerat chabar de „Gids" nomor boelan November. Karangan itoe amat bagoes tentang keadaan orang Djawa dan kepandaiannja dan hal keadaan dalam istana di Djokdjakarta. Engkau tentoe akan merasa kesedapannja, bila engkau membatja itoe.

Baroe-baroe ini telah doea kali saja membatja „Minnebrieven" (soerat tjinta-tjinta) jang dikarangkan oléh Multatuli. Alangkah pandainja Multatuli itoe. Oentoenglah, ta' lama lagi akan dikeloearkan, segala karangan-karangan dengan harga moerah. Oentoek hendak mendapat boekoe-boekoe itoe saja hendak memboedjoek-boedjoek bapa. Bapa Asistén Residén kami seorang sahabat baik Multatuli dan dari padanja kami mendengar beberapa ke'adjaiban hidoep orang jang pandai itoe.

Couperus selaloe masih di Hindia; bila ia kembali ke Belanda, tentoe ia menoeroet pikirankoe, akan mengeloearkan seboeah kitab, jang bagoes perihal tanah airkoe. Alangkah bagoes dan molék kalimat dan soesoenan kata-katanja. Rimba bamboe dengan kandang kerbau dekat Depok. Permoelaan 1900 (II). Njonja tahoe, bagaimana ingin kami hendak pergi ke Eropah. Karena tanah Eropah ta' dapat kami tjapai, maka kamipoen bersenang hatilah, beladjar disini sadja.

Tahoen jang laloe kami telah berbesar hati akan pergi ke Betawi, meskipoen kenang-kenangan kami tatkala itoe telah terbang ke Eropah. Kami minta kepada Pemerintah Hindia, soepaja kami dikirim ketanah Eropah atas tanggoengan Pemerintah. Apabila permintaan itoe diperkenankan, maka Roekmini akan beladjar oentoek perkara gambar menggambar dan memboeat patoeng, soepaja kemoedian ia dapat mengadjari bangsanja, akan menghidoepkan kepandaian Boemipoetera kembali tentang perkara itoe; kepandaian itoe salah soeatoe mata pentjaharian oentoek anak negeri.

Kleintje, adikkoe pergi kesekolah perkara roemah tangga; ia nanti akan mengadjar segala perempoean jang mendjadi iboe dan perempoean roemah, dan mengadjarkan harga wang dan kehématan serta kebadjikan, jang bergoena oentoek bangsa Djawa jang lalai, sia-sia dan jang soeka kebagoesan dan keindahan itoe. Dan saja oentoek djadi pengadjar, akan menoendjoeki perempoean-perempoean jang akan mendjadi iboe itoe, pengertian kata tjinta dan 'adil, serta 'ilmoe jang lain-lain, jaïtoe kata-kata jang telah ditoendjoekkan bangsa Eropah kepada kami.

Pemerintah soeka mema'moerkan tanah Djawa, hendak mengadjar bangsa Djawa berhémat. Kalau hendak memboeat itoe wadjiblah Pemerintah moelaï mengadjar pegawai-pegawainja berhémat. Apa goena Pemerintah memaksa si laki-laki menjimpan wang, kalau si perempoean jang memegang wang oentoek roemah tangga, ta' tahoe menghargakan wang itoe? Pemerintah hendak memadjoekan bangsa Djawa. Akan memoelaï pekerdjaan itoe dipaksa orang-orang bangsawan Djawa mempeladjari bahasa Belanda doeloe.

Karena sekarang, bila Pemerintah hendak mengangkat seseorang, maka Pemerintah menilik kepandaian meréka itoe. Tetapi kepandaian sadja tjoekoepkah oentoek mendjabat soeatoe pangkat? Djika Pemerintah betoel-betoel hendak mengadjar dan membaiki bangsa Djawa, haroeslah ia djangan memadjoekan kepandaian sadja, tetapi boedi pekerti djoega. Siapakah jang teroetama dapat mengerdjakan perboeatan jang achir itoe, ialah poela jang banjak menolong meninggikan kadar kelakoean manoesia?

Orang jang sanggoep mengerdjakannja ialah perempoean. Karena si iboelah, jang memberikan pendidikan jang pertama-tama sekali kepada manoesia. Diatas pangkoean si iboe, anaknja manoesia jang ketjil itoe moelaï beladjar merasa, berpikir dan berkata. Pendidikan jang bermoela-moela sekali adalah baktinja oentoek se'oemoer hidoep. Seboeah kelakoean jang tidak baik, jang wadjib dihilangkan dari bangsa Djawa ialah kesombongan. Hal itoe banjak akan menolong keselamatan bangsa Djawa.

Akan menghapoeskan itoe hanjalah pendidikan boedi pekerti jang baik. Banjak kekoeatan, jang boléh mendjadi keoentoengan dan keselamatan pada bangsa dan negeri, jang tiada dipergoenakan, karena orang jang empoenja dia ta' maoe memakainja, karena kesombongannja. Orang-orang bangsawan lebih soeka menanggoeng kemiskinan dan kesengsaraan, dari pada mempoenjaï harta benda, asal pajoeng emas menoedoengi kepalanja jang bangsawan itoe. Orang-orang bangsawan menghinakan segala barang jang tidak ditoedoengi oléh barang jang ditjintaïnja, jaïtoe pajoeng keemasan itoe.......................

Bangsa kami ta' ada mempoenjaï keinginan jang banjak dan kenang-kenangan jang tinggi. Kami haroes menghérankan dia dengan seboeah tjontoh, jang menarik hati dan memaksa meréka itoe meniroenja; kami hendak menjampaikan maksoed kami oentoek mendjadi pemboeka djalan dan soeloeh. Sebab itoe kami hendak pergi kenegeri Belanda; oentoek sekaliannja, oentoek pengadjaran dan bagi kami sendiri amat baik, djika kami pergi kesitoe; njonja, bantoelah maksoed kami ini.

Djikalau kami telah tammat beladjar dan kembali ketanah Djawa, kami akan mendirikan seboeah sekolah oentoek anak-anak perempoean orang bangsawan; kalau dapat, sekolah itoe, sekolah Goebernemén. Kalau tidak dapat, kami tjoba mendirikan sekolah partikoelir dengan wang loterai dan lain-lain. Bila maksoed kami telah sampai, dapatlah poela 'akal pendirikan sekolah itoe. Sekarang jang amat mengalangi kami akan pergi ke Eropah itoe, hal keadaan kami diroemah; izin jang akan diberi bapa, lebih besar dari izin jang dikaboelkan radja.

O, bila kami boléh mendapat izin itoe? Wah, njonja, sakit, ja, sengsara jang amat besar jang diï asaï, bila oiang seorang gadis Djawa dan mempoenjaï perasaan jang haloes. Kasihan nasib iboe bapa jang mempoenjaï anak seperti kami. Kami berharap akan meminta pada Allah, soepaja 'oemoer oesia orang toea kami dipandjangkannja dan meréka itoe nanti akan beriang hati karena kami, meskipoen kami tiada berdjalan dibawah pajoeng keemasan. Hai sahabat kami, tolonglah kami, soepaja kami berangkat dari negeri Djawa, pergï bekerdja oentoek menjampaikan tjita-tjita dan kenang-kenangan kami.

Déwasa inilah moela ke'adilan dan achir kelaliman, jang telah beriboe-riboe meloekaï hati perempoean dan gadis-gadis. Akan pembéla itoe saja akan mempeladjari bahasa Belanda sebaik-baiknja dan sesempoerna-sempoeraanja, soepaja saja dapat bekerdja dengan bahasa itoe, dan dapat saja pergoenakan menoeroet kesoekaan saja. Dengan pénakoe boléh saja tjoba mengambil hati orang jang dapat membantoe dan bersama-sama dengan dia akan memperbaiki oentoeng nasib bangsa perempoean Djawa.

Tentoe njonja akan berkata kepada kami bila membatja soerat ini: „Hai anak-anak gila dan malang. Engkau dengan kedoea adikmoe hendak menggojangkan goedang 'adat jang besar itoekah, maoe engkau merobohkannja?"

„Ja, njonja," djawabkoe, „kami hendak menggojang goedang 'adat itoe dengan segala kekoeatan kami; biarpoen seboeah batoe sadja jang djatoeh, kamipoen berbesar hati. Karena dengan tjara begitoe, tiadalah kami hidoep sia-sia didoenia ini. Sebeloem kami memoelaï pekerdjaan itoe, kami tjoba doeloe mentjari pertolongan seorang laki-laki Djawa jang terpeladjar sekali. Kami hendak berhoeboeng dengan bangsa kami laki-laki jang terpeladjar dan soeka akan kemadjoean; dan dengan hal jang demikian hendak mentjahari persahabatan dengan meréka itoe dan kemoedian meminta pertolongannja.

Kami tidak hendak berlawan dengan laki-laki, tetapi hanja berhadapan dengan orang kaoem koeno, jang berpikiran bodoh, ber'adat jang ta' baik lagi oentoek tanah Djawa zaman sekarang dan jang akan datang. Sekarang telah ada orang jang lain, jang bersama-sama dengan kami mendjadi si penebas djalan setiap hari sepandjang waktoe, dan dimana-mana akan menanggoeng kesoesahan dan kesengsaraan. Amat bagoes, bila seseorang ada mempoenjaï tjita-tjita dan kemaoean hati.

Namakanlah kami gila, bodoh dan apapoen djoega njonja soeka menamakan kami; kamipoen tiadalah akan beroebah; karena kemaoean itoe telah masoek dalam darah daging kami. Nénék sajapoen seorang si penebas djalan poela doeloe. Setengah abad jang laloe ia telah memberi anaknja laki-laki perempoean pendidikan tjara Eropah. Kami ta' berhak akan mendjadi bodoh dan akan mendjadi orang ta' berharga sedikit djoea. Orang bangsawan itoe ada kewadjibannja.

Demikian poela bangsawan jang tertinggi haroes madjoe kemoeka. Sekarang kami beloem dapat berhoeboeng dengan laki-laki bangsa Boemipoetera jang berhaloean kemadjoean. Djika kami boeat pekerdjaan itoe, dengan segera orang tentoe membentjanakan kami, karena persahabatan antara perempoean-perempoean jang ta' bersoeami dengan laki-laki soeatoe pekerdjaan jang ta' pernah kedjadian; biarpoen si laki-laki soedah atau beloem kawin sekalipoen.

Nanti, apabila kebébasan telah kami peroléh, nistjajalah pekerdjaan itoe kami lakoekan. Saudara saja laki-laki kenal kepada meréka itoe oléh karena berkirim-kiriman soerat atau sebab bertemoe sendiri. Kami tahoe bahwa ada laki jang menghargaï perempoean jang pandai berpikir dan bersopan santoen. Saja mendengar seorang Boemipoetera berpangkat tinggi mengatakan, bahwa perempoean jang terpeladjar dan tahoe 'adat sopan santoen soeatoe pertolongan dan bantoean jang besar bagi lakinja. *

13 Augustus, 1900. (VIII). Kami merasa diri kami tjelaka, soenggoeh tjelaka, karena kebenaran jang sesoenggoeh-soenggoehnja itoe mengantjam hendak menghapoeskan tjita-tjita kami. Boedi jang tawar itoe menjoeroeh memboeang dan mengoeboerkan mimpi dan tjita-tjita itoe, karena tjita-tjita jang seperti itoe ta' bergoena dalam doenia kami Boemipoetera.......................................... Dan tiba-tiba bertemoelah njonja dengan kami.............

Ta' sanggoep kami rasanja mengeloearkan dengan kata-kata, apa jang bertjaboel dalam hati kami. Perkataan jang semanis-manisnja dan setoeloes-toeloesnja ta' dapat menggambarkan perasaan hati kami itoe. Ketahoeilah, njonja jang berboedi, bahasa selama hidoep kami, kedoea nama toean itoe selaloe akan tinggal pada kenangkenangan kami dengan banjak terima kasih. Tatkala bapa boelan jang laloe bertjeritera, bahwa toean Directeur v.O.E. en N. akan datang kemari, dan maksoed kedatangan itoe kami dengar, maka kamipoen segera sangat menghormati dan memoeliakan s.p.j.m.

soeami njonja itoe, soenggoehpoen jang moelia itoe beloem kami kenal. Kami telah tahoe, bahwa j.m. menaroeh kasih pada orang Djawa, laki-laki dan perempoean. Dengan keinginan jang ta' terkira, kami menantikan kedatangan beliau j.m. datang dan disisinja berdjalan seorang njonja jang lemah lemboet pekertinja, tangannja jang pengasih menaboerkan boenga-boengaan ditaman hati noerani kami. Toetoer katanja jang manis dan baik itoe keloear dari bibirnja seperti lagoe jang merdoe boenjinja pada telinga kami dan masoek kedalam hati djantoeng kami.

Kata-katanja itoe adalah semisal sinar matahari, jang menerangi kalboe kami serta meriang dan menghiboerkan hati kami. Kami oetjapkan terima kasih kepada' Allah, karena Allah telah menggerakkan njonja pergi kepada kami dan kamipoen mendapati njonja seorang pengasih dan penjajang. Doea, tiga hari j.l. kami beloem sedikit djoega tahoe kepadla njonja dan sekarang kami mentjintaï njonja sebagai kami telah se'oemoer hidoep berkenalan dengan njonja.

Alangkah gandjil dan 'adjaibnja pertjintaan itoe. Ia ta' maoe dipaksa dan ta' maoe terikat dimana djoeapoen; ia datang tidak dipanggil dan tidak disangka-sangka. Dengan sepatah kata sadja ia mengikat doea kalboe, jang permoelaannja ta' berkenalan, dengan tali tambatan jang erat dan koeat dan ialah memandang dengan pemandangan jang teroes pada hati kedoea belah pihak meréka itoe! Alangkah amat lazat, amat berbahagia rasianja mengetahoei, bahwa perasaan dan kenang-kenangan, jang terasa oléh kita dan jang kita tjintaï terdapat poela pada orang lain.

Itoelah soeatoe tali jang ta' kelihatan, tetapi jang koekoeh, jang terentang dari soeatoe hati kehati jang lain dan itoelah achirnja jang membawa kita berhampiran, jang menjebabkan pergaoelan jang bertahoen-tahoen. O! kami soeka bersorak-sorak karena kegirangan dan maoe bernjanjikan lagoe-lagoe poedjian dan terima kasih bersama-sama dengan boeroeng-boeroeng diatas pokok kajoe kepada Toehan sarwa sekalian 'alam, dan dengan si penjanji jang bersajap itoe bersorak-sorak terbang kelangit kepada Toehan jang esa mengoetjap terima kasih atas kehidoepan jang bagoes dan indah ini.

Biarpoen hidoep itoe banjak poela ketjelaannja, tetapi iapoen indah dan bagoes dan dalam ketjelaannja itoe baroelah terang kelihatan kebaikan dan kebagoesannja itoe. Allah selaloe bermaksoed jang baik kepada kita. Hidoep diberikan kepada kita sebagai rahmat dan boekan seperti beban. Kita manoesia sendiri memboeat hidoep itoe mendjadi tonggak gantoengan. Kebaikan dan rahmat Allah pada kita itoe jang terbaik kita rasaï dan ketahoei, bila kita memandang kemoeliaan 'alamnja.

Di Klein Scheveningen kami atjap kali ta' poeas merasaï bahagia kami. Sekalian jang kami pandang disitoe bernapaskan rahmat Toehan, kesentosaan dan keselamatan. Rasanja hidoep kami seolah-olah bertoekar, jaïtoe semakin lama, semakin bagoes. O! alangkah besar kekoeasaan dan kebesaran bangsawan pikiran dan bangsawan, jang setiap masa dan ketika sanggoep mendatangkan peroebahan dalam hidoep manoesia. * Augustus 1900 (VIII).

Shared under a licence Indonesian Wikisource CC BY-SA 4.0

“Habis Gelap Terbitlah Terang” by Wikisource contributors, from Indonesian Wikisource (https://id.wikisource.org/wiki/Habis_Gelap_Terbitlah_Terang), used under CC BY-SA 4.0.

Checking… —

Narrator

Audio is kept per voice, so a new narrator is read afresh from here on. Anything you have already heard stays as it was.

Finding voices…

Checking what is available…

Reading

Text size
Adjusts the reading column only.

Sleep timer

Vesper fades out over the last twenty-five seconds, so it never cuts.

Contents

Habis Gelap Terbitlah Terang

This text carries no chapter marks of its own, so it is served in equal parts. Nothing has been cut.

  1. 01 Permoelaan kalam 3 min
  2. 02 Pendahoeloean 11 min
  3. 03 Soerat-soerat dalam tahoen 1899 56 min
  4. 04 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 1 50 min
  5. 05 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 2 1 hr
  6. 06 Soerat-soerat dalam tahoen 1900 · Part 3 51 min
  7. 07 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 1 57 min
  8. 08 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 2 57 min
  9. 09 Soerat-soerat dalam tahoen 1901 · Part 3 47 min
  10. 10 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 1 57 min
  11. 11 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 2 1 hr 3 min
  12. 12 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 3 1 hr 9 min
  13. 13 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 4 1 hr 7 min
  14. 14 Soerat-soerat dalam tahoen 1902 · Part 5 1 hr 8 min
  15. 15 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 1 59 min
  16. 16 Soerat-soerat dalam tahoen 1903 · Part 2 57 min
  17. 17 Soerat-soerat dalam tahoen 1904 25 min
  18. 18 Boeah pikiran jang dipetik dari pada soerat-soeratnja jang tiada disiarkan 3 min
  19. 19 Berilah orang Djawa pendidikan! 45 min